Anda di halaman 1dari 13

1;

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Nama

: Henny Suciyanti

Npm

: E1C011004

Prodi

: Peternakan

Kelompok

: 5 (Lima)

Hari/Tanggal

: Kamis / 24 November 2011

Dosen

: Drs. Syafnil. Msi

Coas

: 1. Echy Warna Priasty


2. Sri Wulandari

UJI MOLEKUL KIMIA HAYATI


LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2011
PENDAHULUAN
1.1; Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu melakukan aktivitas seperti bekerja, berjalan,
berbicara, belajar, menyapu, berolahraga, berekreaksi, kegiatan sosial dan lain sebagainya.
Untuk melakukan aktifitas tersebut kita memerlukan energi. Kebuutuhan energi dapat

dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein,


dan lemak. Kecukupan asupan energi bagi seseorang ditandai dengan berat badan yang
normal. Selain didukung oleh makanan yang bergizi, kita hendaknya juga menerapkan pola
hidup sehat dengan makan teratur, berolahraga, cukup tidur, serta tidak melakukan hal-hal
yang tidak merugikan kesehatan seperti merokok dan minum-minuman yang beralkohol.
Dalam praktikum ini kita akan melakukan percobaan mengenai protein dan asam amino
yang terkandung dalam makanan yang seringkita makan, seperti telur, susu, dan lain
sebagainya.
1.2 Tujuan Percobaan
1. menganalisis sifat fisis dan kimia molekul karbohidrat dan protein.
2. menghubungkan reaksi karbohidrat dan strukturnya.
3. melakukan uji sederhana terhadap molekul hayati.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa polihidroksi yang memiliki gugus pungsional aldehida
atau alkanon. Karbohidrat dibentuk dalam tumbuh-tumbuhan melalui proses fotosintesis.
Nama karbohidrat berasal dari anggapan bahwa senyawa golongan ini mempunyai rumus
empiris Cn(H2O)m. Karbohidrat disebut juga dengan hidrat, arang atau sakarida. Senyawa
kimia karbohidrat merupakan gabungan dari banyak fungsi hidroksil(-OH), dengan gugus
karboil(C=O.). (Girindra : 1986)
Ditinjau dari gugus fungsi yang diikat, karbohidrat dikelompokan menjadi aldosa dan
ketosa. Aldosa merupakan karbohidrat yang mengikat gugus fungsi aldehida, sedangkan
ketosa adalah karbohidrat yang mengikat gugus keton.
Berdasarkan jumlah atom karbon yang menyusun karbohidrat dikelompokan menjadi :
1; Triosa merupakan karbohidrat yang tersusun dari 3 atom karbon, contohnya
triosa.
2; Tetrosa merupakan karbohidrat yang tersusun atas 4 atom karbon, contohnya
eritrosa.
3; Pentosa merupakan karbohidrat yang tersusun atas 5 atom karbon, contohnya
ribosa.
4; Heksosa merupakan karbohidrat yang tersusun atas 6 atom karbon , contohnya
glukosa dan fruktosa.
Aldotriosa merupakan karbohidrat yang tersusun dari 3 atom karbon dan mengikat
gugus fungsi aldehida. Ketoheksosa merupakan karbohidrat yang tersusun dari 6 atom karbon
dan gugus fungsi nya keton. (Lehninger : 1988)
Sifat kimia karbohidrat
1; Isomer ruang
Jumlah isomear ruang suatu karbohidrat sebanyak 2 n (n=jumlah atom
c asimetris)
2; Reduksi
Karbohidrat
dapat mereduksi hidroksida-hidroksida logam dan
karbohidrat itu sendiri akan teroksidasi.
3; Oksidasi
Oksidasi pada karbohidrat akan menghasilkan asam.
4; Fermentasi (peragian)
Umumnya karbohidrat dapat diragikan membentuk alkohol dan gas CO2.

Ditinjau dari hidrolisanya, karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida,


dan polisakarida. Sakarida adalah nama lain dari karbohidrat. Sakarida berasal dari kata
saccarum yang berarti gula. Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidroolisis
lagi menjadi gula yang lebih sederhana. Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua
molekul monosakarida. Polisakarida adalah karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi
banyak molekul monosakarida. (David rawn : 2001)
1; Monosakarida
Monosakarida merupakan senyawa polisakarida yang dapat berupa aldosa
(mempunyai gugus aldehid) dan ketosa (mempunyai gugus keton).
Monosakarida dapat digolongkan
berdasarkan jumlah atom karbon dalam
molekulnya, yaitu :
; Monokarbon minimal mengandung 3 atom karbon dan disebut triosa.
; Monokarbon yang mengandung 4 atom karbon disebut tetrosa.
; Monokarbon yang mengandung 5 atom karbon disebut pentosa.
; Monokarbon yang mengandung 6 atom karbon disebut heksosa
Untuk mengetahui sifat optis aktif molekul glukosa , aturan yang perlu
diperhatikan adalah proyeksi molekul Emil Fischer. Proyeksi Fischer menetapkan
kkonfigurasi atom c pada gliserida sebagi dasar.
Sifat-sifat monosakarida adalah sebagai berikut :
1; Monosakarida adalah zat berupa kristal putih dan mudah larut dalam air.
2; Glukosa dan fruktosa banyak terkandung dalam buah-buahan yang
rasanya manis.
3; Fruktosa terdapat pada madu.
4; Fruktosa mempunyai rasa lebih
manis daripada glukosa dengan
perbandingan 100:74.
5; Glukosa dan fruktosa dapat diperoleh dari hiddrolisis gula tebu (sukrosa).
6; Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis maltosa, laktosa(gula susu) dan
amilum.
7; Glukosa dan fruktosa dapat meredukksi larutan fehling berwarna biru dan
hasil reduksinya berupa Cu2O berwarna merah buta.
8; Glukosan dan fruktosa juga bereaksi dengan senyawa tollen yaitu perak
amoniakal membentuk endapan perak.
2; Disakarida (C12H22O11)

Disakarida tersusun atas 2 molekul monosakarida menjadi disakarida melalui


ikatan glikosidik. Hidrolisis disakarida menghasilkan monosakarida penyusunya.
; Sukrosa atau sakarosa (gula tebu) tersusun dari glukosa dan fraktosa.

Laktosa (gula susu) tersusun dari glukosa dan galaktosa. Laktosa


merupakan gula utama yang terdapat dalam susu ibu maupun susu sapi
(kadar laktosannya 4-8%).
; Maltosa tersusun dari 2 molekul D-glukosa dan D-galaktosa.
3; Polisakarida (C6H10O5)
Polisakarida adalah polimer dari glukosa. Terdapat sebagai pati (amilum),
glikogen dan selulosa. Amilum terdapat dalam tumbuh-tumbuhan sebagai sumber
energi. Glikogen terdapat pada hati dan otot sebagai sumber energi. Amilum dan
glikogen dapat mengalami hidrolisis. Sesulosa merupakan bahan baku kertas dan
rayon.
Beberapa polisakarida yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari adalah :
; Pati(amilum)
; Glikogen
; Selulosa
Polisakarida merupakan polimer alam. Karbohidrat adalah senyawa
polihidroksi turunan alkanal atau alkanon yang hanya dapat terbentuk dan
disentesis oleh tumbuh-tumbuhan hijau dengan bantuan sinar ulrtaviolet dan sinar
matahari. Manusia dan hewan tidak dapat mensintesis karbohidrat.
Untuk mengetahui adanya karbohidarat didalam suatu bahan dapat dilakukan dengan
;

cara :
;
;
;
;

Uji molish
Uji benedict
Uji iodin, dan
Uji fehling

2.2 Protein
Protein merupakan polimer dari asam alfa amino. Rumus asam alfa amino :
R-CH-COOH

NH2

Molekul protein memiliki massa relatif yang sangat besar karena merupakan polimer
dari molekul sederhana. Protein disebut juga dengan nama zat putih telur . protein adalah
bagian yang esensial dari protoplasma, pada sel hewan protein berfungsi sebagai dinding
sel . protein merupakan pelipeptida dengan berat molekul yang besar. Semua protein
mengandung unsur C,H,O,N dan ada pula yang mengandung S dan P. Molekul-molekul
protein terdiri atas satuan kecil asam amino yang saling bergandengan satu sama lain , asam

amino

dengan satu dan yang lain dihubungakan dengan

satu ikatan peptida.

http://www.scribd.com/doc/22906265/Protein

Sifat-sifat protein
- Mempunyai ukuran sangat besar sehingga sukar larut dalam air.
- Dapat mengalami koogulasi dalam pemanasan, penambahan asam dan
basa.
- Bersifat amfoter.
- Dapat mengalami kerusakan akibat mengalami pemanasan .

Fungsi protein adalah sebagai berikut :


- Sebagai enzim.
- Alat angkut (protein transport).
- Pengatur gerakan
- Penyusun jaringan
- Protein cadangan
- Antibodi
- Pengatur reaksi
- Pengendalian pertumbuhan
Untuk menguji kandungan protein dalam sebuah sempel dapat dilakukan dengan :
- Uji biuret
- Uji ninhidrin
- Uji xantoprrotein.

BAB III
METEDOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Percobaan
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 November 2011 pukul 10.00- 11.40
wib dan bertempat di Laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas
Bengkulu.
3.2 Alat dan Bahan
Alat

Bahan

-Botol semprot

- Reagen ninhidrin

- Gelas piala 100 ml

- NaOH 10 M

- Gelas ukur 10 ml dan 25 ml

- Fruktosa

- Pipet tetes

- -naftol

- Erlenmeyer 250 ml

- sukrosa

- Tabung reaksi + rak

- etanol

- Penjeping tabung reaksi

- amilum

- Pipet volume 5 ml

aquades

- Penangas air

madu

- Gelas piala 1000 ml / 500 ml

Reagen molisch

- Kompor listrik / kompor gas

HNO3

H2SO4
Reagen million
Fehling
NaNO2 0,15 M
Fehling B
CuSO4
Air bromin

3.2 Cara Kerja


3.2.1 Uji Karbohidrat
3.2.1.1 Uji Molisch
1; Menyediakan 5 buah tabung reaksi bersih dan kering.
2; ke dalam masing-masing tabung menambahkan :

tabung I
: ditambah 2 ml glukosa 2 %
; tabung II : ditambah 2 ml fruktosa 2 %
; tabung III : ditambah 2 ml sukrosa (gula tebu) 2 %
; tabung IV : ditambah 2 ml larutan kanji ( amilum) 2 %
; tabung V : ditambah 2 ml madu 50 % dalam air.
3; Ke dalam masing-masing tabung menambahkan2 tetes reagen molisch (10
% -naftol dalam etanol).
4; Selanjutnya, dengan hati-hat imenambahkan 2 ml H2SO4 melalui dinding
tabung reaksi, sehingga terbentuk suatu lapisan dalam tabung.
5; Mengamati perubahan yang terjadi.
;

3.2.1.2 Uji Fehling


1; Mengambil 1 buah tabung reaksi, diisi dengan air suling.
2; Menambahkan 1 ml larutan fehling A dan 1 ml fehling B ke dalam tabung
3;
4;
5;

6;
7;
8;

reaksi yang lain.


Mencampurkan tabung reaksi nomor satu dengan nomorbdua.
Membagi larutan nomor 3 menjadi tiga bagian (dalam tabung reaksi).
Selanjutnya :
; Tabung reaksi I
: + 2 ml glukosa 2 %
; Tabung reaksi II
: + 2 ml sukrosa 10 %
; Tabung reaksi III
: + 2 ml amilum 2 %
Memanaskan ketiga tabung reaksi di atas penangas air dengan suhu sekitar
60 0C,sekitar 10 menit.
Mengamati perubahan warna yang terjadi.
Karbohidrat mana yang mengandung gula pereduksi.

3.2.2 Uji Protein Dan Asam Amino

Empat larutan yang akan disiapkan oleh ko Ass adalah : larutan putih telur, larutan
susu, larutan ekstrak madu, dan larutan amilum. Ujilah keempat larutan tersebut dengan uji
biuret, reaksi million, dan reaksi ninhidrin.
3.2.2.1 Reaksi Biuret
1; Menyiapkan empat tabung reaksi yang bersih dan kering.
2; Selanjutnya :

Tabung reaksi I
: + 2 ml putih telur+ 5 tetes CuSO4 0,05 M + 2
ml NaOH 10 M
; Tabung reaksi II`
: + 2 ml larutan susu + 5 tetes CuSO4 0,05 M +
2 ml NaOH 10 M
; Tabung reaksi III
: + 2 ml ekstrak madu + 5 tetes CuSO4 0,05 M +
2 ml NaOH 10 M
; Tabung reaksi IV
: + 2 ml larutan amilum + 5 tetes CuSO4 0,05 M
+ 2 ml NaOH 10 M
3; mengocok tabung reaksi I-IV, dan amati apa yang terjadi.
;

3.2.2.2 Reaksi Millon


1; Menyiapkan

empat tabung reaksi yang bersih dan kering.


2; Ke dalam masing-masing tabung :
; Memasukan 2 ml sampel seperti reaksi biuret di atas
; menambahkan 5 tetes pereaksi millon.
; memanaskan di atas penangas air selama 10 menit.
; Mendinginkan pada suhu kamar.
; Menambahkan 5 tetes NaOH 0,15 M
; Mengamati warna yang terjadi.
3.2.2.3; Reaksi Ninhidrin
1; Menyiapkan empat tabung reaksi yang bersih dan kering.
2; Ke dalam masing-masing tabung :
; Memasukan 1 ml sampel seperti reaksi biuret di atas
; Menambahkan 5 tetes pereaksi Ninhidrin.
; Memanaskan selama 2 menit.
; Mengamati warna yang terjadi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1; Hasil Pengamatan

a; Uji Karbohidrat (Uji Molish Dan Fehling)

No

Sampel/ Contoh

Hasil Pengamatan

2 ml Fruktosa 2 %

Hasil Uji Molisch


Hasil Uji Fehling
Mengendap, berubah warna ungu Hijau, tidak tembus pandang

2 ml sukrosa 2 %

Mengendap, berubah warna ungu Biru langit, jernih

2 ml amilum 2 %

Mengendap, berubah warna ungu Biru, tembus pandang

2 ml madu 50 %

Tidak mengendap, putih tembus

pandang
Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara furfural atau
hidroksimetil furfural dengan alpha-naftol dalam pereaksi molish.
Uji positif ditandai dengan warna merah bata. Sumber: http://jejaringkimia.blogspot.com
b. Protein dan Asam Amino
No

Uji

Putih telur

Larutan susu

Ekstrak madu

Larutan
amilum

Biuret

Putih

Ungu muda

Ungu tua

Millon

Mengendap,ungu

Mengendap,ungu bening

Putih telur

Ninhidrin

Ungu

Ungu

keruh

Bening

Hijau muda

Pembahasan
1; Karbohidrat
Dari percobaan yang telah kita lakukan , ternyata hasil yang didapat dari
percobaan tersebut jauhberbeda dengan apa yang ada dileteratur. Hal ini terjadi karena
disebabkan mungkin karena kekurangtelitian praktikan saat mencampur bahan yang
akan direaksikan serta alat-alat yang digunakan untuk praktikum tidak dicuci bersih
dan tidak dikeringkan terlebih dahulu sehingga membuat hasil reaksinya berbeda
dengan apa yang ada diliteratur.

4.2;

2; Protein dan Asam Amino

Dari uji millon adalah pembentukan garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi.
Tirosin merupakan asam amino yang mempunyai molekul fenol pada gugus R-nya,
yang akan membentuk garam merkuri dengan pereaksi millon. Dari hasil percobaan,
diketahui bahwa protein albumin dan kasein mengandung Tirosin sebagai salah asam
amino penyusunnya, sedangkan gelatin dan pepton tidak.
Pada uji biuret, Biuret bereaksi dengan membentuk senyawa kompleks Cu
dengan gugus -CO dan -NH pada asam amino dalam protein. Protein yang tercampur
oleh senyawa logam berat akan terdenaturasi. Senyawa-senyawa logam tersebut akan
memutuskan jembatan garam dan berikatan dengan protein membentuk endapan
logamproteinat.
Asam amino bebas adalah asam amino dimana gugus aminonya tidak terikat. Pada
uji ninhidrin di atas didapat hasil bahwa putih telur, dan susu, membentuk warna
ungu karena dapat bereaksi
dengan Ninhidrin. Hal ini menandakan ketiga zat uji
tersebut mempunyai gugus asam amino bebas. Sebaliknya, pada madu dan amilum
tidak diperoleh indikasi terbentuk atau adanya asam amino bebas, karena reaksi
dengan ninhidrin tidak berwarna sampai membentuk warna merah muda. Semakin
banyak ninhidrin pada zat uji yang dapat bereaksi, semakin pekat warnanya. Hal ini
juga mendasari bahwa uji Ninhidrin dapat digunakan untuk menentukan asam amino
secarakuantitatif. Namun percobaan ini harus dipraktikan ulang karena mungkin masih
terdapat
kesalahan
saat
praktikum.

BAB V
PENUTUP
5.1; Kesimpulan

Dari percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa:


1; Karbohidrat, polihidroksil aldehid atau keton yang secara alamiah terbagi menjadi
monosakarida, oligosakarida dan polisakarida. karbohidrat , polihidroksil-aldehida
atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini
bila dihidrolisis.
2; protein , senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida.
3; Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen yang biasanya
terdapat di alam dan tidak larut dalam air. Karena struktur molekulnya yang kaya

akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)maka lemak mempunyai sifat


hydrophob.
5.2;

Saran
Dalam melakukan percobaan uji molekul kimia hayati ini banyak bahan- bahan yang

digunakan seperti Fruktosa, -naftol, sukrosa, etanol, amilum, aquades, madu, Reagen
molisch, sebaiknya praktikan berhati-hati saat menggunakan nya, karena bisa menyebabkan
hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi.

DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond, 2002. Chemistry. Edisi Ketujuh , New York :McGraw-Hill.
Girindra, A. 1986. Biokimia I. Gramedia, Jakarta.
http://en.wikipedia.org/wiki/Ninhydrin
http://jejaringkimia.blogspot.com
http://www.scribd.com/doc/22906265/Protein
Kask dan david rawn, 2001. General Chemistry. USA :Wm. C. Brown Comunication Inc.
Lehninger, A. 1988. Dasar-dasar Biokimia. Terjemahan Maggy Thenawidjaya. Erlangga,
Jakarta
www.nyu.edu/pages/mathmol/ektbook/statesoformatter.html