Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

KEPERAWATAN

ASMA
1. Pengertian (Definisi)

Penyalit jalan nafas obstruktif intermiten, reversible diamana


trakea san bronchi berespon dalam secara hiperaktif terhadap
stimuli tertentu

(Smeltzer, 2001) atau penyakit peradangan

(inflamasi) saluran nafas terhadap rangsangan atau hiper reaksi


bronkus (Widjaja, 1994).
2. Pengkajian keperawatan

1.
2.
3.
4.
5.
6.

3. Masalah Keperawatan

1.

Penggunaan otot bantu pernafasan


Frekuensi, irama dan kedalaman pernafasan
Suara nafas tambahan
Postur dan bentuk kesimetrisan dada
Sianosis
Batuk
-

Stadium dini
Faktor hipersekresi: batuk dengan dahak dengan
maupun tanpa pilek, ronchi basah halus, peningkatan

eosonofil darah dan IgE


Faktor spasme bronchioles dan edema: sesak napas
dengan atau tanpa sputum, wheezing, ronchi basah bila

2.

terdapat hipersekresi, penurunan tekanan parsial O2


Stadium lanjut
Batuk, ronchi, sesak nafas berat, dahak lengket dan sulit
untuk dikeluarkan, suara nafas melemah, thorak seperti barel
chest, tampak tarikan otot sternokleidomastoideus, sianosis,
hipokapnea.

7.

Diagnosa Keperawatan

1.

Ketidakefektifan pola napas b.d hipoventilasi


sindrom
NOC: Repiratory status: ventilation, respiratory status:
airway patency, vital sign status.
NIC: Airway management, oksigen therapy, vital sign
monitoring.

2.

Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d sekresi


yang tertahan
NOC: Repiratory status: ventilation, respiratory status:
airway patency.
NIC: Airway management

3.

Keletihan b.d status penyakit


NOC: Energy conservation
NIC: Energy management

4.

Ansietas b.d perubahan status kesehatan


NOC: Anxiety control & coping
NIC: Anxiety reduction

8.

Intervensi Keperawatan

1.

Mengukur tanda-tanda vital

2.

Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan oksigen

3.

Memberikan obat secara aman dan tepat

4.

Meningkatkan

kemampuan

klien

dalam

mempertahankan postur tubuh yang tepat


5.

Memfasilitasi

pemenuhan

kebutuhan

rasa

nyaman
6.

Auskultasi suara napas, catat area penurunan


atau tidak adanya ventilasi dan suara tambahan.

7.

Observasi adanya tanda-tanda hipoventilasi

8.

Berikan nebulizer jika perlu

9.

Posisikan

pasien

semifowler

untuk

memaksimalkan ventilasi
9.

Pemeriksaan penunjang

Hasil radiologi
Saat serangan menunjukan gambaran hiperinflasi pada paruparu yakni radiolusen yang bertambah dan peleburan rongga
intercostalis, serta diafragma yang menurun.

Pemeriksaan tes kulit


Mencari faktor alergi dengan berbagai allergen yang dapat
menimbulkan reaksi yang positif pada asma.

Tes fungsi paru


Menunjukan adanya obstruksi jalan nafas reversible.

Pemeriksaan spirometri
Menilai berat obstruksi dan efek pengobatan

Pemeriksaan sputum
Melihat adanya Kristal-kristal charcot leyden, spiral
crushman, creole, netrofil dan eosinopil.

Analisa gas darah


Dapat terjadi hipoksemia, hiperkapnia atauasidosis.

10.

Evaluasi

1.
2.
3.

Status respirasi (RR: 16 20 kali/menit)


Pola napas reguler
Suara napas tambahan (tidak terdapat wheezing
atau ronchi)

4.
5.
6.

Tanda-tanda vital dalam rentang normal


TD: 100-140/60-90 mmHg
Nadi: 80-100 kali/menit,
RR: 16-20 kali/menit
Suhu: 36,5-37,5oC
Tidak ada tanda-tanda hipoventilasi
Paham tentang penyakit dan prosedur tindakan
yang akan dilakukan

11.

Informasi & Edukasi

1.

Edukasi mengenai penyakit asma dan tindakan


pengobatan yang dapat dilakukan

2.

Pencegahan

terhadap

faktor

yang

dapat

menimbulkan kekambuhan asma


3.

Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang


persiapan tindakan dan tujuan penggunaan alat tambahan
(oksigen, inhalasi)

4.

Jelaskan

pada

pasien

hubungan

kelelahan

dengan proses penyakit


12.
13.

Discharge Planning

1.

Rawat inap

Nasehat pulang/

2.
1.

Pulang
Obat diminum secara teratur

2.

Kontrol ke poliklinik paru

3.

Kondisi darurat yang mengharuskan segera ke rs

Instruksi kontrol

14.

Prognosis

Baik/sembuh

Buruk
15.

Penelaah Kritis

16.

Indikator

Tidak tentu/tagu-ragu
1.
SPF Penyakit paru
2.
1.

2.

17.

Kepustakaan

Ns. Sp KMB
Rawat inap
Kondisi stabil, ada gangguan respirasi (RR meningkat),
keadaan tidak tentu/ragu-ragu
Pulang
Tidak terjadi kegawatan, tidak terdapat gangguan respirasi,

1.

kondisi stabil, baik/sembuh


Sulaini, dkk. 2013. Buku Pedoman Instalasi Gawat Darurat.

2.

RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar.


Dochterman, Butcher & Bulechek.

2008.

Nursing

Interventions Classification (NIC).Ed. 5. Philadelphia: Mosby


3.

Elsevier.
Herdman, T. Heather. 2012. Diagnosis Keperawatan 2012-

4.

2014: Definisi dan Klasifikasi. Jakarta: EGC.


Moorhead, dkk. 2008. Nursing Outcomes Classification

5.

(NOC). Ed. 4. Philadelphia: Mosby Elsevier.


Menteri Tenaga dan Transmigrasi RI. 2007. Penetapan
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Jasa
Kesehatan Sub Sektor Jasa Pelayanan Kesehatan Bidang
Keperawatan