Anda di halaman 1dari 6

BAB VI

PENUTUP
A.

Simpulan
Dari hasil kegiatan stase manajemen profesi ners PSIK FK UNLAM

Kelompok A dari tanggal 16 November s.d 19 Desember 2015, didapatkan


beberapa simpulan sebagai berikut:
Man (M1)
1. Jumlah tenaga keperawatan ruang Penyakit Dalam Tulip III B&C sebelumnya
berjumlah 33 orang dan menurut perhitungan baik Douglas, Gillies, PPNI
ataupun Permenkes 340 tahun 2010 tidak mencukupi. Tetapi sekarang usulan
penambahan karyawan sudah didapatkan sehingga ruang Penyakit Dalam
Tulip III B&C sekarang berjumlah 36 orang dimana hal ini sudah memenuhi
2.

kebutuhan tenaga keperawatan menurut Gillies.


Masih banyak tenaga perawat yang lulusan DIII yaitu sebanyak 30 orang, dan
hanya 4 orang tenaga keperawatan yang lulusan Ners, dan 2 oarang lulusan

3.

Sarjana keperawatan yang bekerja di Ruang Penyakit Dalam Tulip III B&C.
Tingkat motivasi dan kepuasan perawata diruang Penyakit Dalam Tulip III
B&C rata-rata berada dalam kategori puas sebelum dilakukan roleplay dan

sesudah dilakukan role play.


Material (M2)
1. Cukup tersedianya alat penunjang yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga
2.

kesehatan dan pasien serta keluarga (Musholla, WC, alat kebersihan).


Penataan alat kesehatan dan arsip-blanko keperawatan sudah tertata rapi dan
sudah tersedianya tempat obat emergency diruangan, namun ada beberapa

3.

alat k\esehatan dan obat Emergency yang belum tersedia.


Menurunnya jumlah pengunjung pada jam pagi hari : jam 7.00-11.00 siang :

4.

14.00-16.00, malam : 21.00-06.00


Pasien serta keluarga sudah mengetahui peraturan ruangan dan bersedia

5.

mematuhinya
Sarana dan Prasarana yang keadaannya rusak sudah diperbaiki seperti kipas

angin, wastafel dan bed pasien.


Metode (M3)
1. Terjadi peningkatan pada kegiatan timbang terima yaitu kegiatan timbang
2.

terima dilakukan setiap pergantian shift


Terjadi peningkatan pada kegiatan discharge planning yakni discharge
planning dilakukan dengan menggunakan format discharge planning dan

230

menggunakan media leaflet. Selain itu, adanya kerjasama dengan pihak


PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) RSUD ULIN Banjarmasin sangat
membantu dalam penyediaan leaflet saat stase Manajemen PSIK FK UNLAM
3.

sudah tidak lagi berdinas diruangan.


Terjadi peningkatan pada kegiatan penerimaan klien baru yakni adanya
format penerimaan klien baru yang berisi tentang tata tertib ruangan, fasilitas
rumah sakit, penjelasan tentang sistem sentralisasi obat, penjelasan perawat,

4.

dokter yang bertanggung jawab serta tenaga non keperawatan.


Terjadi peningkatan pada kegiatan ronde keperawatan yaitu dalam

5.

pelaksanaannya dilaksanakan sesuai langkah-langkah ronde keperawatan.


Terjadi peningkatan kegiatan supervisi yaitu supervisi dilaksanakan secara
langsung dan tidak langsung. Adanya supervise terjadwal yang disertai follow

6.

back dan follow up setelah dilakukan penilaian supervisi.


Secara umum sentralisasi obat sudah dilaksanakan dengan baik dan terjadi
peningkatan dimana obat-obatan sudah dikelompokkan sesuai dengan klien
dan sudah dibuat lembar serah terima obat dari bagian farmasis kepada
perawat sehingga dapat terpantau obat-obatan klien yang kurang ataupun

7.

kosong.
Dokumentasi keperawatan secara keseluruhan mengalami peningkatan
khususnya pada catatan perkembangan. Hal ini terjadi karena penulisan
catatan perkembangan sesuai dengan problem dan etiologi, serta adanya
kerjasama dengan perawat ruangan dalam pendokumentasian keperawatan

Marketing (M4)
1. Anggaran dengan jumlah dana yang besar lebih dari 1 juta untuk pembelian /
perbaikan ruangan Tulip III B & C (Penyakit Dalam) didapatkan dengan
pengusulan permintaan ke direktur yang kemudian akan diteruskan ke
bidang- bidang yang terkait. Kendala pada saat pengajuan lembar
permohonan adalah waktu yang memanjang untuk hal-hal yang bersifat
2.

dengan jumlah dana lebih dari 1 juta.


Data BOR dari Agustus- Oktober 2015 Ruang Tulip III B & C (Penyakit
Dalam) adalah 66% dan pada tanggal 23 November- 12 Desember 2015 nilai
BOR ruang Tulip III B & C (Penyakit Dalam) adalah 79% dimana Terdapat
kenaikan sebanyak 13% dari nilai BOR sebelum dilakukan role play. Data
BOR TIM 3 pada tanggal 23 November- 12 Desember 2015 adalah 86% nilai

231

BOR yang meningkat dikarena banyaknya jumlah pasien yang masuk yakni
sebanyak 56 orang selama dilakukan role play pada tanggal 23 November3.

12 Desember 2015.
Kenaikan nilai BOR mengakibatkan beban kerja perawat meningkat dan
menimbulkan stressor yang meningkat juga bagi perawat. Mengurangi nilai
BOR adalah sesuatu yang sulit dilakukan karena sebagai rumah sakit
pemerintah RSUD Ulin Banjarmasin tidak boleh menolak pasien baik rujukan
ataupun pasien yang datang sendiri.

Machine (M5)
1. Pembuatan SAK dalam bentuk lembar bolak-balik yang mengacu pada
NANDA, NIC, NOC 2015 sangat membawa pengaruh positif karena terjadi
peningkatan hasil pendokumentasian keperawatan antara sebelum dan setelah
2.

role play.
Kepuasan klien/keluarga dalam pelayanan yang diberikan meningkat antara
sebelum dan sesudah role play. Dari rata-rata tingkat kepuasan 76% menjadi
85%. Hal tersebut dikarenakan para perawat sudah mulai menerapkan

3.

kembali hubungan yang terapeutik pada klien.


Hasil tindakan keperawatan yang sesuai dengan SOP menurun dari rata-rata
tindakan yang sesuai SOP 89% menjadi 87%. Hal tersebut dikarenakan
tindakan keperawatan lebih banyak dilakukan oleh perawat baru (tenaga kerja
yang baru diangkat) sehingga dalam tindakan keperawatan yang sesuai
standar SOP masih belum maksimal karena masih dalam tahap orientasi. Tapi
secara kesuluruhan tindakan yang dilakukan sudah cukup baik yaitu dengan
rata-rata 87%.

B. Saran
Man (M1)
1. Diharapkan dengan jumlah tenaga keperawatan yang sudah mencukupi sesuai
perhitungan Gillies ruangan Penyakit Dalam Tulip III B&C dapat
meningkatkan kualitas dari tenaga keperawatan dengan mengikutkan
karyawannya dalam pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan
ruangan sehingga kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan dapat lebih
optimal.

232

2. Diharapkan pihak manajerial dapat memfasilitasi peningkatan jenjang


pendidikan bagi perawat DIII dan terutama ketua tim yang masih lulusan DIII
Keperawatan.
Material (M2)
1. Diharapkan juga kepada seluruh pihak dari tulip III B&C, untuk tetap
memberlakukan jam bertamu dengan berkoordinasi dengan petugas
keamanan sesuai dengan hasil rapat koordinasi lintas sektor yang sudah di
setujui oleh semua pihak yang terkait.
2. Diharapkan bagi semua perawat di ruang Penyakit dalam tulip III B&C dan
Cleaning service menjaga sarana dan prasarana yang ada di ruangan.
3. Diharapkan bagi semua perawat di ruang Penyakit dalam tulip III B&C saat
penerimaan pasien baru tetap menyampaikan peraturan ruangan tulip III
B&C.
Metode (M3)
1. Diharapkan kepada ruangan untuk tetap mempertahankan pelaksanaan
timbang terima pada setiap pergantian shift dan dapat mengapikasikan format
timbang terima yang telah ditetapkan oleh RS Ulin yang telah sesuai SOP.
Selain itu, disarankan lebih agar perawat shift berikutnya memalidasi data ke
pasien, menyebutkan interensi kolaboratif, dan mendiskusikan kembali ke
nurse station hasil vadilasi data langsung memfokuskan masalah keperawatan
2.

saat timbang terima.


Diharapkan kepada ruangan dapat menggunakan format discharge planning
dari tim mutu RSUD ULIN Banjarmasin, serta mengunakan media seperti

3.

leaflet dalam pelaksanaan proses discharge planning.


Diharapkan kepada ruangan untuk menggunakan format penerimaan klien
baru yang diusulkan oleh stase manajemen PSIK FK UNLAM sehingga klien
baru dan keluarga dapat berorientasi dengan baik terhadap ruangan saat
pertama kali masuk ruangan dan mengetahui tata tertib ruangan yang ada di
ruang Penyakit Dalam (Tulip III B&C), serta klien dan keluarga mendapat

4.

penjelasan mengenai sistem sentralisasi obat.


Diharapkan kepada ruangan untuk tetap melaksanakan ronde keperawatan
secara berkala jika ada pasien dengan kasus langka atau masalah yang tidak
teratasi dengan melibatkan beberapa ahli bidang kesehatan

233

5.

Diharapkan dalam kegiatan supervisi, supervisor dapat melakukan supervisi


terjadwal kepada perawat ruangan serta melakukan follow back dan follow up

6.

setelah dilakukan supervise


Diharapkan kepada ruang Penyakit Dalam (Tulip III B&C) dapat
menggunakan format serah terima obat dari bagian farmasis kepada perawat
yang diusulkan oleh stase Manajemen PSIK FK UNLAM sehingga obat klien
yang diserahkan oleh bagian farmasis dapat terpantau jenis obat maupun

7.

jumlah yang diserahkan.


Diharapkan ruangan dapat menerapkan catatan perkembangan dari tim mutu
RSUD ULIN Banjarmasin

Marketing (M4)
1. Untuk rumah sakit bertipe A keterlambatan pengadaan alat merupakan hal
yang harus segera ditangani dengan cara membenahi birokrasi permohonan
mengajuan dana.
2. Pentingnya penyediaan bed pasien sangat di perlukan dalam setiap ruangan
untung mengantisipasi melonjaknya jumlah pasien yang masuk sehingga
tetap menjaga kualitas pelayanan di RS Ulin Banjarmasin.
3. Strategi yang mungkin dilakukan untuk mengurangi stressor yang meningkat
di kalangan perawat adalah dengan memberikan penyegaran dalam bentuk
retraksi atau hiburan untuk menurunkan stress dikalangan perawat.
Machine (M5)
1. Instrumen A
Diharapkan untuk seluruh perawat ruangan tetap mempertahankan dan
meningkatkan mutu penulisan dokumentasi keperawatan yang sesuai SAK
dan dengan menggunakan format terintegrasi.
2. Instrumen B
a. Diharapkan kepada seluruh perawat untuk selalu menerapkan hubungan
yang terapeutik dan selalu menjalin BHSP kepada klien agar dapat terus
meningkatkan mutu dalam pelayanan yang diberikan untuk kepuasan klien
/keluarga.
b. Diharapkan kepada seluruh perawat ruang Penyakit Dalam untuk selalu
memperkenalkan diri setiap pergantian shift dinas sekaligus memberitahu
jadwal shift dinas dalam bertugas agar klien/keluarga mudah untuk
meminta bantuan dan mengenal perawat yang sedang bertugas.

234

c. Diharapkan untuk seluruh perawat agar selalu memperhatikan secara


menyeluruh keadaan klien, mengawasi secara teratur semua klien kelolaan
masing-masing, tidak hanya berkolaborasi dalam tindakan medis, tapi juga
memperhatikan klien secara holistik. Seperti memperhatikan apa yang
dikeluhkan klien, apa saja yang dimakan/diminum klien, dan apa saja hal
atau kebiasaan klien yang dapat mengganggu kesehatan klien sendiri.
d. Diharapkan kepada seluruh perawat dalam menerima pasien baru untuk
selalu memberi tahu tentang tata tertib dan peraturan sekaligus Hak dan
kewajiban kien secara lisan kepada klien/keluarga, menjelaskan tentang
fasilitas RS yang tersedia dan cara penggunaannya, agar klien/keluarga
mengetahui dan tidak kebingungan saat berada di RS.
e. Diharapkan kepada Kepala Ruangan atau supervisor untuk lebih
meningkatkan kinerja dari Cleaning Service (CS) dalam membersihkan
ruangan klien dan toilet, agar pengguna (klien/keluarga) bisa merasa
nyaman dan tidak terganggu dengan bau dan genangan air yang ada di
toilet yang dapat mengakibatkan risiko jatuh bagi klien/keluarga.
3. Instrumen C
a. Diharapkan kepada semua perawat untuk selalu melakukan tindakan yang
sesuai SOP agar tetap bisa mempertahankan akreditasi tingkat A untuk RS
dan agar mutu pelayanan di RSUD Ulin Banjarmasin bisa terus
meningkat dan tidak kalah bersaing dengan RS lain.
b. Diharapkan kepada supervisor atau Katim masing-masing tim untuk
selalu mengawasi semua tindakan perawat pelaksana (PA) agar sesuai
dengan SOP yang sudah ditentukan agar mutu pelayanan di RSUD Ulin
Banjarmasin terus meningkat.

235