Anda di halaman 1dari 14

KEMOTERAPI

DEFENISI

KEMOTERAPI
merupakan bentuk
pengobatan kanker
dengan menggunakan
obat sitostatika yaitu
suatu zatzatyangdapat
menghambat
proliferasi sel-sel
kanker.

Pemberian kemoterapi
dilakukan dalam 3 tahap:

KLASIFIKASI

Berdasarkan cara pemberian


Kemoterapi

Jenis Obat Kemoterapi


1)Obat golonganAlkylating agent, platinum
Compouns,danAntibiotik Anthrasiklinobst golongsn ini bekerja
dengan antara lain mengikat DNA di inti sel, sehingga sel-sel tersebut
tidak bisa melakukan replikasi.
2)ObatgolonganAntimetabolit, bekerja langsung pada molekul basa
inti sel, yang berakibat menghambat sintesis DNA.
3)Obat golonganTopoisomerase-inhibitor, Vinca Alkaloid,
danTaxanesbekerja pada gangguan pembentukan tubulin, sehingga
terjadi hambatan mitosis sel.
4)Obat golonganEnzimseperti,L-Asparaginasebekerja dengan
menghambat sintesis protein, sehingga timbul hambatan dalam sintesis
DNA dan RNA dari sel-sel kanker tersebut.

Syarat Kemoterapi
a)Keadaan umum cukup baik (Karnofsky score 70).
b)Penderita mengerti tujuan dan efek samping yang akan terjadi,
informed concent.
c)Faal ginjal dan hati baik.
d)Diagnosis patologik
Jenis kanker diketahui cukup sensitif terhadap kemoterapi.
Pemeriksaan laboratorium menunjukan hemoglobin>10 gram %,
leukosit > 5000 /mm, trombosit > 150 000/mm

Karnofsky Performance Status Scale


100 ; Normal, tidak ada keluhan, tidak ada bukti penyakit
90; Mampu melakukan aktivitas normal, tanda-tanda atau gejala
minor dari penyakit
80; Aktivitas normal dengan usaha, beberapa tanda-tanda atau gejala
penyakit
70; Mampu merawat diri sendiri. Tidak dapat melakukan aktivitas
normal atau untuk melakukan pekerjaan aktif
60; Membutuhkan bantuan sesekali, tetapi mampu merawat sebagian
kebutuhannya
50; Membutuhkan bantuan yang cukup dan perawatan medis sering
40; Dinonaktifkan, membutuhkan perawatan dan bantuan khusus
30; Sangat cacat, rawat inap diindikasikan meskipun kematian belum
iminen
20; Rawat Inap diperlukan, sangat sakit, aktif mendukung kebutuhan
pengobatan
10; Sekarat, proses yang fatal maju pesat
0; Kematian

Kontraindikasi kemoterapi

Kehamilan trimester pertama

Kondisi septikemia dan koma.

Jika fasilitas tidak mencukupi untuk mengevaluasi respon


pasien terhadap terapi dan mengawasi dan mengatur reaksi
toksik
Ketika pasien tidak mungkin bertahan lebih lama dibandingkan
bahkan jika penyusutan tumor dapat dicapai
Ketika pasien tidak mungkin bertahan cukup lama untuk
mendapat keuntungan dari obat (misal pasien yang sangat
lemah)
Ketika pasien asimtomatik dengan pertumbuhan-lambat,
tumor yang tidak dapat sembuh, dimana kasus kemoterapi
harus ditunda sampai gejala membutuhkan keringanan

Pola Pemberian Kemoterapi


1)Kemoterapi Induksi
Ditujukan untuk secepat mungkin mengecilkan massa tumor atau jumlah sel
kanker, contoh pada tomur ganas yang berukuran besar (Bulky Mass Tumor)
atau pada keganasan darah seperti leukemia atau limfoma, disebut juga dengan
pengobatan penyelamatan.
2)Kemoterapi Adjuvan
Biasanya diberikan sesudah pengobatan yang lain seperti pembedahan atau
radiasi, tujuannya adalah untuk memusnahkan sel-sel kanker yang masih tersisa
atau metastase kecil yang ada (micro metastasis).
3)Kemoterapi Primer
Dimaksudkan sebagaipengobatan utama pada tumor ganas, diberikan pada
kanker yang bersifat kemosensitif,biasanya diberikan dahulu sebelum
pengobatan yang lain misalnya bedah atau radiasi.
4)Kemoterapi Neo-Adjuvan
Diberikan mendahului/sebelum pengobatan /tindakan yang lain seperti
pembedahan atau penyinaran kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi lagi.
Tujuannya adalah untuk mengecilkan massa tumor yang besar sehingga operasi
atau radiasi akan lebih berhasil guna.

Respon Kemoterapi
Complete response: tumor menghilang yang
ditentukan oleh 2 orang observer < 4 minggu
Partial response: ukuran total tumor mengecil > 50%
yang ditentukan oleh 2 observer < 4 minggu dan tidak
ditemukan adanya lesi yang baru.
No Change: ukuran total tumor mengecil < 50 % atau
ditemukan peningkatan ukuran tumor > 25%
Progressive disease: didapatkan peningkatan > 25%
ukuran tumor atau adanya lesi baru

Adverse Effect
1. Efek samping cepat atau akut ( immediate):
terjadi dalam beberapa detik sampai 30 menit (syok anafilaktik,
aritmoia cordis, nyeri daerah suntikan).
2. Efek samping segera (early)
terjadi dalam 30 menit sampai 72 jam ( mual,muntah, demam, reaksi
hipersensitifitas, flu-like syndrome, sistitis).
3. Efek samping agak lambat (intermediate)
- terjadi dalam 72 jam- beberapa hari, misal: depresi sum-sum tulang
( Anemia, Leukopenia, trombositopenia): terjadi sesudah 1-3 minggu
( obat mielosupresi pada umumnya) atau 4-6 minggu ( gol nitrosurea)
- stomatitis, diare, alopesia, neuropati perifer, ileus paralitik, toksisitas
pada ginjal, penekanan sistim kekebalan tubuh.
4. Efek samping lambat (late)
- terjadi pada beberapa bulan, misalnya : hiperpigmentasi kulit
Kerusakan pada organ vital
jantung : dexorubisin
Paru : bleomisin-busulfan
Hati : Metotrexat.
Efek pada sistim reproduksi ( Amenore, spermatogenesis menurun)
Perubahan sistim endokrin (feminisasi, virilisasi)
Efek Karsinogenik (kanker sekunder)

Terima Kasih

Berdasarkan waktu pemberian


Induction chemotherapy