Anda di halaman 1dari 18

PENDAHULAN

A. PROSPEK AGRIBISNIS TANAMAN HIAS


Bisnis pertanian khususnya di bidang tanaman hortikultura semakin banyak mendapat
perhatian para petani maupun masyarakat lain , karena tanaman tersebut menpunyai nilai
ekonomis yang cukup tinggi. Tanaman hortkultura meliputi tanaman buah-buahan,
tanaman sayuran, tanaman hias yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda
dalam hal budidaya , penanganan hasil dan strategi pemasarannya.
Segmen pasar sangat menentukan jenis, bentuk, ukuran, warna, kualitas dan kuantitas
produk yang dihasilkan. Diantara tiga jenis kelompok tanaman hortikutura tersebut,
tanaman hias merupakan komoditas yang sangat dinamis dalam pemasarannya, karena
produk yang duhasilkan bukan untuk konsumsi (bahan makanan), namun merupakan
nilai konsumsi kepuasan, seni, hoby, selera dan kebanggaan.
Konsumen tanaman hias sangat bervariatif untuk semua golongan/kelompok masyarakat,
sehingga peluang pasar sangat besar baik domestic maupun ekspor.

B. POPULARITAS DAN HARGA


Popularitas tanaman hias mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat, hasl ini
memberikan pandangan kepada pelaku usaha tanaman hias untuk selalu berinovasi baik
melalui teknologi budidaya maupun strategi pemasarannya. Beberapa tanaman hias
popular dan stabil karena memiliki karakteristik perubahan inovasi yang yang semakin
menarik perhatian, sebagai contoh : anggrek dengan variasi warna dan bentuk bunganya,
aglonema dengan variasi warna daunnya, mawar dengan variasi warna bunganya, bonsai
dengan variasi bentuk dan umur tanaman dan lain-lain.
Dengan munculnya hibrida-hibrida baru akan membawa perkembangan khasanah
tanaman hias disertai dengan nilai harga / jual yang semakin meningkat.
Demikian pula strategi pemasaran pada tanaman hias yang baru muncul/ atau baru
dimunculkan sangat memperngaruhi keinginan konsumen untuk mendapatkannya,
bahkan iku terlibat dalam usaha tanaman tersebut. Sebagai contoh tanaman Anthoryum
yang pernah booming dengan nama gelombang cinta dan jenis lainnya pernah menguasai
pasar hampir 2 tahun.

BUDIDAYA TANAMAN HIAS


A. MEDIA TANAM
Supaya tanaman kita tetap tumbuh dengan maksimal, maka media tanam harus
betul-betul diperhatikan. Karena faktor terpenting untuk tumbuh sebuah tanaman yaitu
media tanam yang berkualitas baik.
MACAM-MACAM MEDIA TANAM ORGANIK
1. MediaTanamArang
Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. Media tanam ini sangat cocok digunakan
untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembaban tinggi.
Hal itu dikarenakan arang kurang mampu mengikat air dalam jumlah banyak. Keunikan
dari media jenis arang adalah sifatnya yang buffer (penyangga).
Dengan demikian, jika terjadi kekeliruan dalam pemberian unsur hara yang terkandung di
dalam pupuk bisa segera dinetralisir dan diadaptasikan.
Selain itu, bahan media ini juga tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur atau
cendawan. Media ini miskin akan unsur hara, ke dalam media tanam ini perlu
disuplai unsure hara beruapa aplikasi pemupukan.
Sebelum digunakan sebagai media tanam, idealnya arang dipecah menajdi potonganpotongan kecil terlebih dahulu sehingga memudahkan dalam penempatan didalam pot.
Ukuran pecahan arang ini sangat bergantung pada wadah yang digunakan untuk
menanam serta jenis tanaman yang akan ditanam.
Untuk mengisi wadah yang memiliki diameter 15 cm atau lebih, umumnya digunakan
pecahan arang yang berukuran panjang 3 cm, lebar 2-3 cm, dengan ketebalan 2-3 cm.
untuk wadah (pot) yang lebih kecil, ukuran pecahan arang juga harus ebih kecil.
2. Media Tanam Batang pakis
Berdasarkan warnanya, batang pakis dibedakkan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dna
batang pakis cokelat.
Dari kedua jensi tersebut, batang pkis hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam.
Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga lebih kering.
Selain itu, batang pakis ini pun mudah dibentuk menajdi potongan kecil dan dikenal
sebagai cacahan pakis.
Selain dalam bentuk cacahan, batang pakis juga banyak dijual sebagai media tanam siap
pakai dalam bentuk lempengan persegi empat.

Umumnya, bentuk lempengan pakis digunakan sebagai media tanam anggrek.


Kelemahan dari lempengan batang pakis ini adalah sering dihuni oleh semuta atau
binatang-binatang kecil lainnya.
Karakteristik yang menajdi unggulan media batang pakis dikarenakan sifat-sifat yang
mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta berstektur lunak
sehingga mudah ditembus oleh akar tanaman.
3. Media Tanam Kompos
Kompos merupakan meid tanam organic yang baha dasarnya berasal dari proses
fermentasi tanaman atau limbah organic, seperti jerami,.
Sekam, daun, rumput, dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai
media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui
perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selian itu, kompos juga
menjadi fasilitator dalam penyerapan unsure nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh
tanaman.
Kandungan bahan organic yang tinggi dalam kompos sangat penting untuk memperbaiki
kondisi tanah. Berdasarkan hal tersebut, dikenal 2 peranan kompos yakni soil conditioner
dan soil ameliorator.
Soil conditioner yaitu peranan kompos dalam memperbaiki struktur tanah, terutaam tanah
kering. Sedangkan soil ameliator berfungsi dalam memperbaiki kemampuan tukar kation
pada
tanah.
Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam yaitu yang telah mengalami
pelapukan secara sempurna, ditandai dengan perubahan warna dari bahan pembentuknya
(hitam kecoklatan), tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan memilik suhu
ruang.
4. Media Tanam Mos
Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan atau kadaka
yang banyak dijumpai di hutan-hutan. Moss sering digunakan sebagai media tanam untuk
masa penyemaian sampai dengan masa pembungaan. Media ini mempunyai banyak
rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa.
Menurut sifatnya, media moss mampu mengikat air dengan baik serta memiliki system
drainase dan aerasi yang lancar. Untuk hasil tanaman yang optimal, sebaiknya moss
dikombinasikan dengan media tanam organik lainnya, seperti kulit kayu, tanah gambut,a
atu daun-daunan kering.

5. Media Tanam Pupuk kandang


Pupuk organic yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang.
Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti natrium (N), fospor (P), dan kalium (K)
membuat pupuk kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam.
Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu,
pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak
bahan organic yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk
diserap oleh tanaman.
Komposisi kandungan unsure hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa
factor, antara lain jensi hewan, umur hewan, keadaan hewan, jenis makanan, bahan
hamparan yang dipakai, perlakuan, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan sebagai
media tanam.
Pupuk kandang yang digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matang dan
steril. Hal itu ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Pemilihan pupuk kandang
yang sudah matang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang
dapat merusak tanaman.
6. Media Tanam Sabut kelapa (coco peat)
Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organic alternative yang dapat digunakan
sebagai media tanam. Sabut kelapa untuk media tanam sebaiknya berasal dari buah
kelapa tua karena memiliki serat yang kuat.
Penggunaan sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dilakukan didaerah yang
bercurah hujan rendah. Air hujan yang berlebihan dapat menyebabkan media tanam ini
mudah lapuk. Selain itu, tanaman pun menjadi cepat membusuk sehingga bisa menjadi
sumber penyakit.
Untuk mengatasi pembusukan, sabut kelapa perlu direndam terlebih dahlulu di dalam
larutan fungisida. Jika dibandingkan dengan media lain, pemberian fungisida pada media
sabut kelapa harus lebih sering dilakukan karena sifatnya yang lapuk sehingga mudah
ditumbuhi jamur.
Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih dikarenakan karakteristiknya yang
mampu mengikat dna menyimpan air dengan kuat, sesuai untuk daerah panas, dan
mengandung unsure-unsur hara esensial, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium
(K), natrium (N), dan fosfor (P).
7. Media Tanam Sekam padi
Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudag digiling. Sekam padi yang
biasa digunakan bisa beruap sekam bakar atau sekam mentah (tidka dibakar). Sekam
bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama.
4

Sebagai media tanam, keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah
sehingga system aerasi dan drainase di media tanam menajdi lebih baik.
Penggunaan sekam bakar untuk media tanam tidka perlu disterilisasi lagi karena mikroba
pathogen telah mati selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki
kandungan karbon yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur.
Namun, sekam bakar cenderung mudah lapuk.
Sementara kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak
mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah
menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna.
Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsure hara.
8. Media Tanam Humus
Humus adalah segala macam hasil pelapukan bahan organic oleh jasad mikro dan
merupakan sumber energy jasad mikro tersebut. Bahan-bahan organic tersebut bisa
berupa jaringan asli tubuh tumbuhan atau binatang mati yang belum lapuk. Biasanya,
humus berwarna gelap dan dijumpai terutama pada lapisan tanah (top soil).
Humus sangat membantu dalam proses penggemburan tanah dan memiliki kemampuan
daya tukar ion yang tinggi sehingga bisa menyimpan unsure hara.oleh karenanya, dapat
menunjang kesuburan tanah.
Namun, media tanam ini mudah ditumbuhi jamur, terlebih ketika terjadi perubahan suhu,
kelembapan, dan erasi yang ekstrim. Humus juga memiliki tingkat porousitas yang
rendah sehingga akar tanaman tidka mampu menyerap air. Denagn demikian, sebaiknya
penggunaan humus sebagai media tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki
porousitas tinggi, misalnya tanah dan pasir.

MACAM-MACAM MEDIA TANAM ANORGANIK


1. Media Tanam Gel
Gel atau hidrogel adalh Kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media
tanam bagi tanaman hidroponik. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien
karena tidak perlu repot-repot untuk mengganti dengan yang baru, menyiram, atau
memupuk.
Selain itu, media tanam ini juga memiliki keanekaragaman warna sehingga pemilihannya
dapat disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Oleh karenanya, hal tersebut akan
menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu atau
ruang kerja.
5

Hampir semua jenis tanaman hias indoor bisa ditanam dalam media ini, misalnya
philodendron dan anthurium. Namun, gel tidak cocok untuk tanaman hias berakar keras,
seperti adenium atau tanaman hais bonsai.
Hal itu bukan dikarenakan ketidakmampuan gel dalam mamasok kebutuhan air, tetapi
lebih dikarenakan pertumbuhan akar tanaman yang mengeras sehingga bis amembuat vas
pecah.
Sebagin besar nursery lebih memilih gel sebagai pengganti tanah untuk pengangkutan
tanaman dalam jarak jauh. Tujuannya agar kelembapan tanaman tetap terjaga.
Keunggulan lain dari gel yaitu tetap cantik meskipun bersanding dengan media lain. Di
Jepang, gel diguanakn sebagai komponen terrarium bersama dengan pasir. Gel yang
berwarna-warni dapat member kesan hidup pada taman miniature tersebut.
2. Media Tanam Pasir
Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternative untuk menggantiakn fungsi
tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk
penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman.
Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang
dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain.
Sementara bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang.
Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan
dapat meningkatkan system aerasi serta drainase media tanam. Pasir malang dan pasir
bangunan merupakan jenis pasir yang sering digunakan sebagai media tanam.
Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi
mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi (ketahanan
terhadap proses pemisahan) pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air atau
angin.
Dengan demikian, emdia pasir lebih membutuhkan pengairan dan pemupukan yang lebih
intensif. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam
secara tunggal.
Penggunaan pasir sebagai media tanam sering dikombnasikan dengan campuran bahan
anorganik lain, seperti kerikil, batu-batuan, atau bahan organic yang disesuaikan dengan
jenis tanaman.
Pasir pantai atau semua pasir yang berasal dari daerah yang bersalinitas tinggi merupaakn
jenis pasir yang harsu dihindari untuk digunakan sebagai media tanam, kendati pasir
tersebut sudah dicuci terlebih dahulu.kadar garam yang tinggi pada media tanam dapat
menyebabkan tanaman menjadi merana.

Selain itu, organ-organ tanaman, seperti akar dan daun, juga memperlihatkan gejala
terbakar yang selanjutnay mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis).
3. Media Tanam Kerikil
Pada dasarnya, penggunaan kerikil sebagai media tanam memang tidak jauh berbeda
denagn pasir. Hanya saja, kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir.
Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budidaya tanaman secara hidroponik.
Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsure hara dan udara serta
pada prinsipnya tidak menekan pertumbuahn akar. Namun, kerikil memiliki kemampuan
mengikat air yang relative rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika
penyiraman tidak dilakukan secara rutin.
Seiring kemajuan teknologi, saat ini banyak dijumpai kerikil sintetis. Sifat kerikil sintetis
cenderung menyerupai batu apung, yakni memiliki rongga-rongga udara sehingga
memiliki bobot yang ringan.
Kelebihan kerikil sintetis dibandingkan dengan kerikil biasa adalah kemampuannya yang
cukup baik dalam menyerap air.selain itu, system drainase yang dihasilkan juga baik
sehingga tetap dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasiudara dalam media
tanam.
4. Media Tanam Pecahan batubata
Pecahan batu bata juga dapat djadikan alternative sebagai media tanam. Seperti hal nya
bahan anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar.
Sebaliknya , ukuran batu bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat kecil,
seperti kerikil , dengan ukuran sekitar 2-3 cm. Semakin kecil ukurannya, kemampuan
daya serap batu bata terhadap air maupun unsure hara akan semakin baik.
Selain tu, ukuran yang semakin kecil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelmebapan
disekitar akar tanaman berlangsung lebih baik.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media tanam ini adalah kondisinya yang
miskin hara. Selain itu, kebersihan dan kesterilan pecahan batu bata yang belum tentu
terjamin. Oleh karena itu, penggunaan media ini perlu ditambahkan dengan pupuk
kandang yang komposisi haranya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Walaupun miskin unsure hara, media pecahan batu bata tidka mudah melapuk. Dengan
demikian, pecahan batu bata cocok digunakan sebagai media tanam di dasar pot karena
memiliki kemampan drainase dna aerasi yang baik. Tanaman yang sering menggunakan
pecahan batu bata sebagai media dasar pot adalah anggrek.

5. Media Tanam Spons (floralfoam)


Para hobiis yang berkecimpung dalam budidaya tanaman hias sudah sering
memanfaatkan spons sebagai media tanam anorganik.
Dilihat dari sifatnya, spons sangat ringan sehinga mudah dipindah-pindahkan dan
ditempatkan di mana saja. Walaupun ringan, media jenis ini tidak membutuhkan
pemberat karena setelah direndam atau disiram air akan menjadi berat denagn sendirinya
sehingga dapat menegakkan tanaman.
Kelebihan lain dari media tanam spons adalah tingginya daya serap terhadap air dan
unsure hara esensial yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan.
Namun, penggunaannya tidak tahan lama karena bahannya mudah hancur. Oleh karean
itu, jika spons sudah tidak terlihat layak pakai 9mudah hancur ketika dipegang),
sebaiknya segera diganti dengan yang baru.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya tersebut, spons sering digunakan sebagai
media tanam untuk tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang penggunaannya
cenderung hanya sementara waktu saja.
6. Media Tanam Tanah liat
Tanah liat merupakan jenis tanah yang berstektur paling halus dan lengket atau
berlumpur. Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki pori-pori berukuran kecil (poripori mikro) yang lebih banyak dari pada pori-pori yang berukuran besar (pori-pori
makro) sehingga memiliki kemampuan mengikat air yang cukup kuat.
Pori-pori mikro adalah pori-pori halus yang berisi air kapiler atau udara. Sementara poripori makro adalah pori-pori kasar yang berisi udara atau air gravitasi yang mudah hilang.
Ruang dari setiap pori-pori mikro berukuran sangat sempit sehingga menyebabkan
sirkulais atau udara menjadi lamban.
Pada dasarnya, tanah liat bersifat miskin unsure hara sehingga perlu dikombinasikan
dengan bahan-bahan lain yang kaya akan unsure hara. Penggunaan tanah liat yang
dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti pasir dan humus sangat cocok dijadikan
sebagai media penyemaian, cangkok, dan bonsai.
7. Media Tanam Vermikulit
Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemanasan kepingankepingan mika serta mengandung potassium dan kalsium.
Berdasarkan sifatnya, vermikulit meruapakn media tanam yang memiliki kemampuan
kepasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah.
Vermikulit dapat menurunkan berat jensi dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga
bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman.
Berbeda denagn vermikulit ,perlit meruapakn produk mineral berbobot ringan serta
memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Sebagai campuran

media tanam, fugsi perlit sama denagn vermikulit, yakni menurunkan berat jenis dan
meningkatkan daya serap air.
Penggunaan vermikulit dan perlit sebagai media tanam sebaiknya dikombinasikan
dengan bahan organic untuk mengoptimalakn tanaman dalam menyerap unsure-unsur
hara.
8. Media Tanam Gabus (Styrofoam)
Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer styrene yang dapat
dijadikan sebagai alternative media tanam.
Mulanya, Styrofoam hanya diguanakan sebagai media aklimatisasi (penyesuaian diri)
bagi tanaman sebelum ditanam di lahan. Proses aklimatisasi tersebut hanya bersifat
sementara. Styrofoam yang digunakan berbentuk kubus dengan ukuran (1 x 1x 1x )cm.
Sekarang, beberapa nursery menggunakan Styrofoam sebagai campuran media tanam
untuk meningkatkan porousitas media tanam. Untuk keperluan ini, Styrofoam yang
digunakan dalam bentuk yang sudah dihancurkan sehingga menjadi bola-bola kecil,
berukuran sebesar biji kedelai. Penambahan Styrofoam ke dalam media tanam
membuatnya menjadi riangan. Namun, media tanam sering dijadikan sarang oleh semut.

B. PERBANYAKAN TANAMAN
Perbanyakan/ pembiakan tanaman hias dapat dilakukan secara generative
maupun vegetative,bahkan untuk mendapatkan jenis-jenis unggul baru
dilakukan persilangan maupun kultur jaringan sehingga jenis baru yang
dihasilkan memberikan khasanah baru dalam meningkatkan nilai jual
tanaman tersebut.
Berbagai inovasi teknolgi yang dilakukan oleh para pengusaha / penghoby/
penggemar tanaman hias telah menghasilkan jenis baru, maupun
memeperbaiki penampilan dalam bentuk perubahan tekstur maupun struktur
tanaman.
Pembiakan vegetative adalah pembiakan yan dilakukan dengan memisahkan
sebagaian dari tanaman induk/utama untuk mendapatkan tanaman baru yang
sama dengan induknya seperti ( mencangkok, menyetek, menyusukan, ).
Pembiaakan vegetative dengan perbaikan juga dapatdilakukan seperti
olkulasi, sehingga satu batang tanaman memiliki beberapa macam
bentuk/warna/struktur dalam satu jenis tanaman.
Pembiakan generative pembiakan memalui biji /benih, diamana hasil
pembiakan ini dapat sama/tidak sama dengan induknya, sehingga cara
pembiakan ini banyak dilakukan untuk mendapatkan jenis-jenis tanaman
9

baru yang masih dalam satu spesies, bahkan menemukan spesies baru dari
hasl ekploitasi/berburu.
C. MENGENAL BEBERAPA JENIS TANAMAN HIAS
1. Aglaonema
Tanaman Aglaonema memiliki karakteristik yang menarik berupa
warna daunnya dan tekstur daunnya : berbagai macam warna (putih,
hijua,merah muda, merah tuan, campuran yang indah), teksturnya
tipis kuat dan mengkilap.
Tanaman Algaonema populer sebagai tanaman indoor, dimana
kebutuhan cahaya, air dan nutrisi tidak seperti tanaman hias yang
menghasilkan bunga.
Harga Aglaonema di tentukan dalam 7 C :
1. Color : Harga aglaonema merah lebih mahal dibandingkan warna
putih, hijau dan kuning.
2. Cutting : harga semakin mahal bila tanaman semakin besar, jumlah
daun semakin banyak.
3. Compact : tangkai daun yang pendek ( lebih kompak ) umumnya
lebih mahal .
4. Common : Tanaman baru ( hybrid baru ) umumnya lebih mahal dari
pada tanaman yang sudah umum di pasaran.
5. Care : Semakin baik perawatan, semakin tinggi nilai jualnya.
6. Champion : tanaman aglaonema akan mempunyai nilai jual tinggi
bila mempunyai gelar juara
7. Colector : tanaman yang di muliki seorang kolektor harganya akan
semakin tinggi.
Aglaonema hibrida ada dua macam, yaitu aglaonema paten yaitu
algaonema yang telah didaftarkan pada hak paten, sehingga
perbanyakan tanaman ni harus seijin penyilangnya. Sedangan
aglaonema non paten tidak didaftarkan, sehingga perbanyakannya
dapat dilakukan siapa saja. Pembiakan tanaman melalui biji, anakan.

10

2. Anthurium
Tanaman anthurium pamornya pernah bersinar di dunia tanaman di
tanah air, hal ini disebabkan adanya berbagai upaya untk mengangkat
kembali tanaman ini sebagai tanaman hias eksklusif. Kemudahan
dalam pembiakannya membuat tanaman ini nilainya menurun kembali.
Namun masih ada beberapa jenis yang memiliki nilai jual tingga
seperti : garuda, ferigata, hookeri, golden dll, hal ini disebabkan bentuk
daun, kekompakan daun, warna daun tekstur daun yang masih
mempunyai daya tarik, serta dalam pembiakannya masih lebih sulit.
Pembiakan tanaman memalui biji .

3. ADENIUM
Adenium merupakan tanaman hias dataran rendah yang cukup
popular, hal ini disebabakan bentuk tanaman yang menyerupai
bonsai, menghasilkan bunga yang menyerupai kamboja
dengan berbagai macam warna. Pembiakannya secara
gereratif ( biji ) dan relative lebih mudah. Variasi warna bunga
dapat dibuat dengan malakukan penyambungan. Pemeliharaan
yang lebih mudah dengan media tanam yang tidak sulit
membuat tanaman ini banyak diminati. Tanaman ini
memerlukan cahaya matahari yang cukup banyak, terutama
untuk menghasilkan bunga yang terus menerus. Harga
tanaman ini ditentukan oleh bentuk tanaman, variasi warna
bunga, kekompakan.

11

4. CALADIUM
Tanaman caladium yang selam ini ditengah masyarakat
merupakan tanaman keladi yang bisa diambilumbinya atau
daunnya yang berwarna hijau , putih dan merah. Namun dalam
dunia tanaman hias caladium ini memiliki beberapa jenis yang
mempunayi daya tarik. Tanaman ini memiliki 1.500 spescies
yang tersebar di seluruh dunia.
Beberapa species yang ada dan dikembangkan di Indonesia
adalah : Black jack, tengkorak hijau, kuping keledai, corong,
tikus, army look, semar siput dll. Semuanya memiliki
karakteristis yang berbeda terutama, warna daun, panjang
tangkai daun, bentuk daun. Perbanyakan tanaman ini memlalui
tunas umbi.

12

5. ANGGREK

6. BEGONIA

13

7. BUNGA POTONG ( Krisan )

8. BONSAI
14

9. EUPHORBIA

10.

PURING

15

11.

MERANGKAI BUNGA

16

17

18

Anda mungkin juga menyukai