Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TETAP

MIKROBIOLOGI UMUM
PENGARUH BAHAN ANTIMIKROBA TERHADAP VIABILITAS
BAKTERI

Ernita Nurliani
05031281419091

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.

Latar belakang
Bahan

antimikroba

dapat

menghambat

perkembangbiakan

bakteri

(bakteriostatik), bahkan ada yang sanggup membunuhnya (bakteriosida), dengan


tahapan sebagai berikut, yaitu merusak membran, mendenaturasi protein,
menghambat pembentukan dinding sel, dan mengganggu sintesis protein.Pada
praktikum kali ini digunakan berbagai macam bahan antimikroba seperti formalin,
alkohol, antibiotik, dan ekstrak pace-pace.Bakteri dalam aktivitasnya dipengaruhi
oleh faktor-faktor lingkungan yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu faktor abiotik
meliputi kimia dan fisika serta faktor biotik yang berhubungan dengan makhluk
hidup lain. Faktor fisika mencakup suhu, salinitas, tekanan osmotik, pengeringan, dan
lain-lain. Sedangkan Faktor kimia mencakup pH, DO, amonia, bahkan antimikroba
juga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup bakteri( Dwidjoseputro, 2010).
Mikroba memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam
persyaratan pertumbuhannya. Bakteri juga memiliki kebutuhan dasar yang sama
meliputi air, karbon, energi, mineral, dan faktor tumbuh. Bakteri merupakan
organisme yang bersifat prokariotik dengan inti tidak berselaput. Dalam lingkungan,
bakteri ini berperan sangat penting dalam menguraikan zat-zat organik.Bakteri dalam
aktivitasnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan yang terbagi menjadi dua
bagian, yaitu faktor abiotik meliputi kimia dan fisika serta faktor biotik yang
berhubungan dengan makhluk hidup lain. Faktor fisika mencakup suhu, salinitas,
tekanan osmotik, pengeringan, dan lain-lain. Sedangkan Faktor kimia mencakup pH,
DO, amonia, bahkan antimikroba juga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup
bakteri (Indra, 2011).
1.2.

Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengamati pengaruh bahan antimikroba

terhadap viabilitas bakteri.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Bawang Putih
Bawang putih merupakan salah satu bahan alami yang bersifat menghambat
bakteri. Bawang putih memiliki banyak manfaat antara lain anti bakteri (membunuh
bakteri E. coli, P. mirabilis, S. thypii,V. cholerae), antijamur (menghambat
pertumbuhan Candida albicans, Microsporum, Cryptococus neoformans. Bawang
putih mampu membunuh mikroba penyebab tuberkulose, dipteri, typhoid, disentri
dan gonorhoe. Selain itu bawang putih dapat menyembuhkan berbagai penyakit
antara lain hipertensidan mempunyai kemampuan menurunkan kadar kolesterol
(Ismail, 2012).
Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat antibakteri dan
antiseptik. Bawang putih menghasilkan bau khas yang tidak sedap.Jenis senyawa
yang menentukan bau khas bawang putih yaitu allisin yang mempunyai daya
antibakteri yang kuat. Bawang putih dapat beraksi sebagai antibakteri dan antiviral
karena bawang putih mengandung ekstrak sulphur yang memberi nilai lebih dalam
kesehatan (Wibowo, 2012)
2.2. Daun Sirih
Daun sirih (Piper betle L.)merupakan tanaman yang sangat banyak memiliki
fungsi karena banyak sekali kegunaannya, antara lain digunakan untuk pengobatan
berbagai macam penyakit diantaranya obat sakit gigi dan mulut, sariawan, abses
rongga mulut, luka bekas cabut gigi, penghilang bau mulut, batuk dan serak, hidung
berdarah, keputihan, wasir, tetes mata, gangguan lambung, gatal-gatal, kepala pusing,
jantung berdebar dan trachoma.
Tanaman sirih (Piper betle L) merupakan salah satu jenis obat-obatan dari
alam yang dapat dijadikan alternatif sebagai antiseptik di samping aman (tidak ada
efek samping).
Bagian tumbuhan ini yang banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun
karena pada daun sirih mengandung minyak atsiri, fenil propana, estragol, kavicol,

hidroksikavicol, kavibetol, caryophyllene, allylpyrokatekol, cyneole, cadinene, tanin,


diastase, pati, terpennena, seskuiterpena, dan gula(Tarigan, 2010).
2.3. Alkohol
Alkohol umumnya berwujud cair dan memiliki sifat mudah menguap (volatil)
terantung pada panjang rantai karbon utamanya (semakin pendek rantai C, semakin
volatil).Alkohol merupakan senyawa organik yang memiliki gugus fungsi OH
terikat pada atom karbon.Atom karbon yang dimaksud dapat berupa atom karbon dari
suatu gugus alkil yang sederhana.Alkohol juga merupakan zat yang paling efektif dan
dapat diandalkan untuk sterilisasi dan disinfeksi.Alkohol mendenaturasi protein
dengan jalan dehidrasi, dan juga merupakan pelarut lemak. Oleh karena itu, membran
sel-sel akan rusak, dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. Alkohol 50-70%
banyak digunakan sebagai disinfektan.Ada 3 jenis alkohol yang dipergunakan sebagai
desinfektan adalah metanol (CH3OH), etanol (CH3CH2OH), dan isopropanol
(CH3)2CHOH).Menurut ketentuan, semakin tinggi berat molekulnya, semakin
meningkat pula daya desinfektannya.Alkohol dapat dibagi kedalam beberapa
kelompok tergantung pada bagaimana posisi gugus OH dalam rantai atom-atom
karbonnya.Masing-masing kelompok alkohol memiliki beberapa perbedaan kimiawi
(Lukas, 2012).
2.4. Aquadest
Aquadest adalah air murni atau H2O, yaitu air hasil destilasi atau air hasil
penyulingan.H2O hampir tidak mengandung mineral.Sedangkan air mineral adalah
pelarut yang universal, yang mudah menyerap atau melarutkan berbagai partikel
mineral anorganik, logam berat dan mikroorganisme yang ditemuinya. Penyulingan
atau destilasi adalah cara pemisahan bahan kimia yang berdasarkan perbedaan
kecepatan menguap atau atau kemudahan menguap (volatilitas), atau teknik
pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih, untuk memperoleh senyawa
murninya (Hadioetomo, 2011).

BAB 3

METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum mikrobiologi umum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 04November
2015, pada pukul 13.30-14.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Mikrobiologi Hasil
Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya.
3.2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah : 1) jarum ose, 2) cawan
petri,3) rak tabung reaksi, 4) tabung eppendorf, 5) incubator 6) pinset,7) pipet steril,8)
batang penyebar, 9) botol semprot, 10) pembakar Bunsen, 11) korek api.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah : 1) biakan bakteri, 2)
larutan bawang putih, 3) larutan daun sirih, 4) alkohol 70%, 5) aquadest, 6)
medium,7) kertas cakram.
3.3. Cara Kerja
Cara kerja praktikum perhitungan populasi mikroorganisme ini adalah :
1. Ambil 1 koloni bakteri cawan petri/agar miring dengan menggunakan jarum
2.
3.
4.
5.

ose steril.
Masukkan pada media nutrient broth.
Inkubasi selama 24 jam.
Ambil 0,1 ml suspense bakteri dalam nutrient broth
Teteskan pada media nutrient agar, kemudian disebar secara merata dengan

batang penyebar (media nutrient agar untuk satu macam bakteri).


6. Selanjutnya pinset dibakar sebentar diatas nyala api, lalu diambil kertas cakram
dengan pinset satu persatu.
7. Celupkan kertas cakram kedalam aquadest dan letakkan diatas permukaan
media nutrient agar yang telah disebari biakan bakteri sebagai control.
8. Kemudian celupkan kertas cakram kedalam larutan antimikroba dan letakkan
pada cawan petri yang sama dengan jarak tertentu.
9. Biakkan bakteri dalam cawan petri lalu diinkubasi selama 24 jam dalam
incubator. Setelah 24 jam, dilakukan pengamatan pertumbuhan bakteri yang
terjadi dan diukur diameter daerah bening yang terbentuk.

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
Kelompok
2

Nama Anti Bakteri


Aquadest
Larutan Air Bawang Putih
Alkohol

Ukuran Zona Bening


0,9
0,8
0

Larutan Air Daun Sirih

4.2. Pembahasan
Praktikum ini bertujuan untuk mengamati pengaruh bahan antimikroba
terhadap viabilitas bakteri. Bahan antimikroba yang digunakan adalah alkohol,
larutan bawang putih, larutan daun sirih, dan aquadest. Bahan antimikrobia yang
digunakan memiliki efek terhadap mikroba yaitu menghasilkan diameter zona bening
disekitar kertas cakram yang telah diberi antimikrobia. Berdasarkan pengamatan yang
dilakukan, diketahui bahwa bahan antimikroba aquadest dan larutan air bawang putih
mampu menghasilkan zona bening di sekitarnya. Hal ini berarti bahan-bahan ini
memiliki zat anti bakteri, sedangkan alkohol dan larutan air daun sirih tidak
menghasilkan zona bening, hal ini karena bahan-bahan ini tidak memiliki zat anti
bakteri. Semakin besar zona bening yang dihasilkan zat anti mikroba, maka semakin
kuat pula fungsinya sebgai antibiotic. Zat anti bakteri ini dapat menghambat
pertumbuhan bakteri di sekitarnya. Bahan antimikrobia berfungsi untuk mematikan,
merusak, menghambat pertumbuhan dari mikrobia. Antimikrobia bekerja dengan cara
merusak protein dari mikroba sehingga mikroba tersebut mati. Antibiotik dibedakan
juga berdasarkan kemampuannya menekan pertumbuhan atau membunuh bakteri,
yaitu antibiotik yang bersifat bakterisidal dan bakteriostatik. Antibiotik bakterisidal
adalah antibiotik yang mampu membunuh sel bakteri. Antibiotik yang bersifat
bakteriostatik yaitu antibiotik yang hanya mampu menekan pertumbuhan sel bakteri.
Dalam pengamatan didapatkan bahwa diameter zona bening yang dihasilkan oleh
larutan-larutan ini berbeda-beda. Perbedaan ini juga dapat dilihat pada pengujian
terhadap jenis bakteri yang berbeda. Kemampuan zat antibakteri akan berbeda untuk
setiap bahan yang berbeda dengan kandungan yang berbeda pula. Senyawa anti
bakteri memiliki kemampuan yang berbeda untuk menghambat pertumbuhan bakteri
tergantung jenis senyawa dan jenis bakterinya.Bawang putih digunakan sebagai
bahan anti bakteri karena pada bawang putih mengandung minyak atsiri, yang
bersifat antibakteri dan antiseptik. Bawang putih menghasilkan bau khas yang tidak
sedap.Jenis senyawa yang menentukan bau khas bawang putih yaitu allisin yang
mempunyai daya antibakteri yang kuat. Bawang putih dapat beraksi sebagai

antibakteri dan antiviral karena bawang putih mengandung ekstrak sulphur yang
memberi nilai lebih dalam kesehatan.

BAB 5
KESIMPULAN
Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. .Bahan antimikrobia yang digunakan memiliki efek terhadap mikroba yaitu
menghasilkan diameter zona bening disekitar kertas cakram yang telah diberi
antimikrobia.Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat
antibakteri dan antiseptik.
2. Bahan antimikrobia berfungsi untuk mematikan, merusak, menghambat
pertumbuhan dari mikrobia.
3. Senyawa anti bakteri memiliki kemampuan yang berbeda untuk menghambat
pertumbuhan bakteri tergantung jenis senyawa dan jenis bakterinya.

4. Dalam pengamatan didapatkan bahwa diameter zona bening yang dihasilkan


oleh larutan-larutan ini berbeda-beda. Perbedaan ini juga dapat dilihat pada
pengujian terhadap jenis bakteri yang berbeda. Hal ini karena kemampuan zat
antibakteri akan berbeda untuk setiap bahan yang berbeda.
5. Antibiotik dibedakan juga berdasarkan kemampuannya

menekan

pertumbuhan atau membunuh bakteri, yaitu antibiotik yang bersifat


bakterisidal dan bakteriostatik

DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro, D.2010. Dasar Dasar Mikrobiologi. Djambatan : Jakarta.
Hadioetomo. Ratna Siri. 2011. Mikrobiologi Dasar Dalam PraktekP.T. Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta.
Indra. 2011.Mikrobiologi dan ParasitologiI. PT. Citra AdityaBakti. Bandung.
Ismail, A.Muthalib. 2012. Bawang Dalam Pengobatan Islam . Bumi
Aksara. Jakarta.
Lukas, Stefanus. 2012. Mikrobiologi dasar. Andi.Yogyakarta.
Tarigan,

Jenang.

2010.

Pengantar

Mikrobiologi.

Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.


Wibowo, Singgih. 2012. Budi Daya Bawang . Penebar Swadaya. Jakarta

LAMPIRAN

Aquadest

Larutan Air Bawang =


Alkohol

=0

Laruta Daun Sirih

=0

1+0,8
= 0,9
2
1+0,6
2

= 0,8

Anda mungkin juga menyukai