Anda di halaman 1dari 13

ENERGI IKAT INTI

Nama Kelompok 6:
-Ranti

Lestari (08111003005)
-Annur T. Wamayataqillah (08111003008)
-Erisa Febriyani (08111003009)
-Yurina Gerhana (08111003024)
-Mela faradika (08111003035)

Atom
Terdiri dari

Inti atom

Kulit atom
Terdapat

Terdapat

elektron

Nukleon

terbentuk dari
Proton
bermuatan
Positif

bermuatan
Netron
bermuatan
Netral

Negatif

INTI ATOM

inti atom tersusun oleh dua partikel yaitu proton dan


neutron, proton bermuatan positif sedangkan neutron
netral yang selanjutnya proton dan neutron ini
disebut nukleon atau nuklida.
Inti atom dilambangkan ZXA dengan X menyatakan
nama inti atom, Z menyatakan nomor atom, dan A
menyatakan nomor massa atom. Misalnya inti atom
karbon memiliki nomor atom 6 sedangkan nomor
massanya 12, maka lambang atom karbon tersebut
dituliskan 6C12. Nomor atom menyatakan jumlah
proton dalam inti atom atau jumlah elektron yang
mengelilingi inti dan nomor massa menyatakan
jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti
atom atau jumlah nukleon.

ENERGI IKAT INTI

Setiap inti mempunyai suatu keadaan dengan


tenaga terendah yaitu keadaan dasarnya, dan
keadaan dengan tenaga yang lebih tinggi yaitu
keadaan teralan/tereksitasi. Selisih massa inti
sebenarnya dengan massa semua nucleon /
penyusun inti disebut tenaga ikat total.
Energi ikat inti total, EI, diberikan oleh selisih
antara energi diam nukleon-nukleon
penyusunnya dan energi diam inti yang
terbentuk.

EI = ( Zmp )c2 + ( Nmn )c2 Minti c2

Keterangan :
Z
mp
N
mn
Minti

= jumlah proton
= massa proton
= jumlah neutron
= massa neutron
= massa inti

c2

= 931,5 MeV

Tenaga ikat rata-rata tiap nucleon :

EIrat = EI / A
Dengan, A = nomor massa
dengan mp, mn, dan Minti berturut-turut adalah
massa diam proton, neutron dan inti. Model tetes
air dapat digunakan untuk menghitung energi
ikat berbagai inti stabil.

PENGARUH DEFEK MASSA TERHADAP


ENERGI IKAT INTI
Dari hasil pengukuran massa inti atom selalu
lebih kecil dari jumlah massa nukleon pada inti
atom tersebut, penyusutan/ pengurangan massa ini
disebut defek massa. Sejumlah proton dan
sejumlah neutron yang bermassa M akan
mengalami pengurangan massa saat proton dan
neutron tersebut membentuk inti (massa inti < M).
Besarnya penyusutan massa inti akan berubah
menjadi energi ikat inti yang menyebabkan
nukleon dapat bersatu dalam inti atom. Besarnya
energi ikat inti dapat diketahui jika besarnya defek
massa inti diketahui.

Besarnya defek massa dinyatakan dengan selisih


jumlah massa seluruh nukleon (massa proton dan
neutron) dengan massa inti yang terbentuk yang
dapat dinyatakan dalam persamaan :

PENGARUH ENERGI IKAT INTI


TERHADAP KESETABILAN INTI

Besaran energi yang terkait langsung dengan


stabilitas inti, yaitu energi ikat per nukleon,
yang besarnya dapat dihitung dengan
persamaan:

Semakin besar energi ikat inti suatu nukleon


maka akan semakin besar kesetabilan inti yang
dimilki suatu atom dan sebaliknya.Untuk
mengetahui besarnya energi ikat yang dirasakan
setiap partikel inti (nukleon), tinggal membagi
energi ikat total dengan jumlah seluruh nukleon
(nomor massa, A).

GRAFIK ENERGI IKAT PER


NUKLEON

KESIMPULAN

Inti atom tersusun oleh dua partikel yaitu proton dan neutron, proton
bermuatan positif sedangkan neutron netral yang selanjutnya proton dan
neutron ini disebut nukleon atau nuklida.

Energi ikat inti total (EI) diberikan oleh selisih antara energi diam nukleonnukleon penyusunnya dan energi diam inti yang terbentuk.

Massa inti atom selalu lebih kecil dari jumlah massa nukleon pada inti
atom, penyusutan atau pengurangan massa ini disebut defek massa

Besarnya defek massa dinyatakan dengan selisih jumlah massa seluruh


nukleon (massa proton dan neutron) dengan massa inti yang terbentuk.

Semakin besar energi ikat inti suatu nukleon maka akan semakin besar
kesetabilan inti yang dimilki suatu atom.

Untuk mengetahui besarnya energi ikat yang dirasakan setiap partikel inti
(nukleon), tinggal membagi energi ikat total dengan jumlah seluruh nukleon
(nomor massa, A).

TERIMA KASIH