Anda di halaman 1dari 3

Aquaponik, Simbiosis Mutualis Ikan dan Tanaman

Posted by tabloid On March 05, 2015 0 Comment

Aquaponik adalah sistem budidaya yang menggabungkan cara pemeliharaan aquakultur


dengan hidroponik. Artinya, metode pemeliharaan ikan yang dikembangkan dengan teknik
aquakultur digabungkan dengan teknik bercocok tanam tanpa tanah pada hidroponik. Dalam
sistem aquaponik ikan dan tanaman dipelihara bersama-sama dan akan bersimbiosis
mutualis. Tanaman memperoleh media dan nutrisi dari air kolam dan limbah kotoran ikan,
sedangkan ikan mendapat media hidup di air yang bersih setelah dibersihkan oleh tanaman.
Aquaponik terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian akuatik (air) untuk pemeliharaan ikan
dan bagian hidroponik untuk menumbuhkan tanaman. Sistem akuatik menghasilkan sisa
pakan dan feses yang terakumulasi di dalam air dan bersifat toksis terhadap ikan, namun
kaya nutrien yang dapat menjadi sumber hara bagi tanaman dalam sistem hidroponik di
atasnya. Pada prinsipnya aquaponik mendaur ulang air yang digunakan untuk memelihara
ikan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Ikan mengeluarkan limbah dalam bentuk amonia.
Dua jenis bakteri yang berbeda akan mengubah amonia menjadi nitrat. Tanaman perlu
Nitrat dan menyerapnya sebagai makanan untuk tumbuh, sementara pada saat yang sama
menghilangkan bahan kimia yang beracun bagi ikan. Air bersih kembali ke ikan.

Sistem aquaponik terdiri dari beberapa komponen yang bertanggungjawab atas


penghilangan limbah padat, penyuplai basa untuk menetralkan kemasaman, atau pengatur
kandungan oksigen air. Komponen tersebut antara lain, (1) tangki pemeliharaan ikan atau
kolam, (2) unit penangkap dan pemisahan limbah padat (sisa pakan dan feses), (3) bio filter,
tempat di mana bakteri nitrifikasi dapat tumbuh dan mengkonversi amonia menjadi nitrat,
yang dapat digunakan oleh tanaman, (4) subsistem hidroponik, yakni bagian dari sistem di
mana tanaman tumbuh dengan menyerap kelebihan hara dari air, (5) Sump: titik terendah
dalam sistem di mana air mengalir ke dan dari yang dipompa kembali ke tangki
pemeliharaan. Unit untuk menghilangkan padatan, biofiltrasi pada sistem hidroponik dapat
digabungkan menjadi satu unit, yang mencegah air mengalir langsung dari bagian budidaya
ikan (kolam) ke sub sistem hidroponik. Unit biofilter ini sangat vital peranannya karena
terkait dengan proses nitrifikasi.
Nitrifikasi atau perubahan amonia menjadi nitrat dalam suasana aerobik, merupakan salah
satu faktor yang paling penting dalam sistem aquaponik. Hal tersebut disebabkan proses
nitrifikasi dapat mengurangi toksisitas air dan memungkinkan senyawa nitrat yang dihasilkan
menjadi sumber nutrisi tanaman. Amonia terus dilepaskan ke dalam air melalui kotoran dan
insang ikan sebagai produk dari metabolisme. Ammonia bersifat beracun bagi ikan (0,5-1
ppm) sehingga harus disaring keluar dari sistem pemeliharaan ikan. Meskipun tanaman
dapat menyerap amonia, namun Nitrat lebih mudah untuk diserap dan digunakan tanaman
sehingga efisien dalam mengurangi toksisitas air untuk ikan. Amonia dapat diubah menjadi
senyawa nitrogen lain melalui populasi sehat Nitrosomonas: bakteri yang mengubah amonia
menjadi nitrit, dan Nitrobacter: bakteri yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Dalam sistem
aquaponik, akar tanaman menjadi tempat hidup dan berkembangnya bakteri-bakteri
tersebut. Setelah sistem stabil, kadar amonia dalam air berkisar 0,25-2,0 ppm, nitrit berkisar
tingkat 0,25-1 ppm, dan nitrat berkisar 2-150 ppm.
Sayuran daun hijau yang paling baik tumbuh dalam subsistem hidroponik adalah petsai,
selada, kemangi, tomat, okra, melon dan paprika. Selain itu, spesies lain seperti buncis,
kacang polong, kol, selada air, talas, lobak, stroberi, bawang, ubi jalar dan rempah-rempah
juga dapat menjadi pilihan tanaman yang bisa ditanam secara aquaponik. Sedangkan jenis
ikan air tawar yang paling umum digunakan dalam sistem aquaponik dan paling popular
untuk aquaponik skala rumah tangga maupun komersial adalah nila, lele, patin, dan belut.
(technology-indonesia/sumber lain/Huda)