Anda di halaman 1dari 2

FAKTOR TORTUOSITAS

Masih seringnya terabaikan oleh pelaku industri migas mengenai pentingnya


peranan data core dalam perhitungan saturasi fluida baik karena alasan
ketidakpahaman, biaya dan waktu menjadikan ketidakpastian yang tinggi dalam
hasil perhitungannya. Penggunaan parameter/faktor yang berlaku umum pada
jenis batuan tertentu masih belum merupakan jawaban yang memuaskan untuk
kasus-kasus di Indonesia kerena keragaman reservoirnya.
Ada beberapa faktor reservoar yang bisa mempengaruhi harga saturasi
fluida dalam batuan reservoar yang mengandung lempung yaitu porositas (),
kandunganlempung(Vcl),resistivitas lempung (Rcl), resistivitas air formasi (Rw),
resistivitas batuan (Rt), tortuositas (a), faktor sementasi (m), dan eksponen
saturasi (n). Faktor-faktor tersebut mempunyai rentang harga yang variatif
tergantung dari keragaman batuan reservoar itu sendiri dan menjadi kesulitan
tersendiri bagi seorang ahli analisa log apalagi tidak tersedianya data core sebagai
pembandingnya
Penelitian mengenai tortuositas pertama kali dikemukakan oleh Carman
(1937). Pada penelitiannya dia menghitung pengaruh aliran berbelok dan
bersebrangan pada satu arah aliran tunggal. Definisi tortuositas sendiri akan
berbeda pada masing masing bidang keilmuan baik ahli teknik, geologis,

maupun kimia. Hal ini bergantung dari cara mereka melihat pengaruh struktur
pori suatu sampel.
Menurut placiauskas, tortuositas didefinisikan sebagai total jarak tempuh
aliran fluida dalam ruang pori dengan jarak terpendek aliran tersebut. Secara
matematis, turtuositas didefinisikan sebagai berikut (palciauskas et al, 1994) :
=

Sedangkan dalam istilah lain, faktor tortuositas adalah sebagai kuadrat


panjang lintasan partikel fluida yang melewati sepanjang sistem pori yang berliku
(amyx et al, 1960). Hal ini seperti terlihat sesuai dengan rumusan :
=

( )

Faktor totuositas ini bukanlah nilai yang dapat berdiri sendiri. Nilainya
tergantung dari banyaknya parameter seperti porositas, geometri ruang pori, dan
faktor resistivitas. Secara teoritis, sangatlah tidak mungkin nilai tortuositas yang
dihasilkan kurang dari 1 karena nilai minimum Le adalah L.
Definisi tortuositas yang biasa dipakai di bidan teknik adalah definisi
tortuositas palciauskas. Hal ini dikarenakan definisinya paling umum yang sering
digunakan dalam eksperimen.
Faktor tortuositas sangat dipengaruhi oleh geometri saluran pori dengan
rentang harga antara 0.62 samppai 0.88 (keller, 1989) yaitu untuk batu pasir
dengan sementasi yang baik (well cemented) sampai tersementasi buruk (weakly
cemented). Keller juga menyebutkan harga tortuositas bisa mencapai nilai 3.5
pada batuan vulkanik yang berongga-rongga seperti tuff dan pahoehoe.
Sumber : https:geohazard009.wordpress.com/2010/01/factor-tortuosity.html)