Anda di halaman 1dari 8

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG
Kegiatan teknik adalah suatu konsep kegiatan manusia yang berorientasi pada proses

perbaikan/perubahan sifat maupun bentuk dari bendabenda alam dalam rangka mendapatkan
manfaat yang lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana manusia mengubah sifat dan fungsi
batubatuan menjadi bangunan, mengubah pasir besi menjadi besi dan baja, mengubah kayu
menjadi mobiler atau menjadi kertas, dan sebagainya, yang semuanya merupakan hasil
perancangan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan. Suatu aktifitas teknik akan
selalu berawal dengan munculnya ideide rancangan teknik yang ingin diterapkan dalam
rangka mengatasi keterbatasanketerbatasan sumber daya alam guna memenuhi berbagai
kebutuhan manusia.. Suatu aktifitas teknik akan selalu berawal dengan munculnya ideide
rancangan teknik yang ingin diterapkan dalam rangka mengatasi keterbatasanketerbatasan
sumber daya alam guna memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Manusia ingin mereka bisa
hidup dengan aman dan nyaman tanpa banyak mendapat gangguan lingkungan, maka
dirancang bangunan sedemikian rupa.
Untuk melakukan evaluasi ekonomis terhadap rancangan teknik di atas dibutuhkan
pengetahuan pendukung ekonomi teknik (Economic Engineering). Oleh karena itu, Ekonomi
Teknik adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan
nilainilai ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering).
Karena penerapan kegiatan teknik pada umumnya memerlukan investasi yang relatif besar
dan berdampak jangka panjang terhadap aktivitas pengikutnya, penerapan aktivitas teknik
tersebut menuntut adanya keputusankeputusan strategis yang memerlukan pertimbangan
pertimbangan teknik maupun ekonomis yang baik dan rasional. Oleh karena itu, Ilmu
Ekonomi Teknik sering juga dianggap sebagai sarana pendukung keputusan (Decision Making
Support).
Salah satu pembahasan yang ada di Mata Kuliah Ekonomi Teknik adalah mengenai
Annual Value dan Gradient Value. Kedua hal tersebut saling berkesinambungan dan cukup
penting untuk dimengerti dalam kegiatan perhitungan di ekonomi teknik ini.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka terdapat rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan Annual Value?
2. Seperti apakah contoh dari Annual Value?
1

3. Apakah yang dimaksud dengan Gradien Value?


4. Seperti apakah contoh dari Gradien Value?
1.3. TUJUAN
Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah:
1. Memahami pengertian dan langkah- langkah penyelesaian dalam mencari Annual
Value.
2. Mengetahui contoh nyata Annual Value yang bisa diterapkan dalam bidang teknik
maupun perbankan.
3. Memahami pengertian dan langkah- langkah penyelesain dalam mencari Gradien
Value.
4. Mengetahui contoh nyata Gradien Value yang bisa diterapkan dalam bidang teknik
maupun perbankan.
1.4. Manfaat
1. Diharapkan dapat memahami apa yang dimaksud dengan Annual & Gradien Value
beserta contoh nyata.
2. Diharapkan dapat mengambil keputusan dengan rancangan teknik berdasarkan
analisis Annual & Gradien Value.
BAB II
PEMBAHASAN
4.1.

Annual Value
Annual Worth atau nilai tahunan adalah sejumlah serial cash flow yang nilainya seragam

setiap periodenya. Nilai tahunan diperoleh dengan mengkonversikan seluruh aliran kas ke
dalam suatu nilai tahunan (anuitas) yang seragam. Annual Value berfungsi mengetahui nilai
uang berdasarkan waktu apabila pembayaran dilakukan pada jumlah sama dalam rentang
waktu dan nilai suku bunga tertentu. Contoh : besar jumlah cicilan kredit, besar premi yang
sudah dibayar
4.1.1

Faktor Terpendam (Sinking Fund Factor)


Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (gambar 4.1).

Gambar 4.1: Pembayaran merata A ekuivalen dengan F

F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + .. + (1 + i )n 1
Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ), diperoleh
(1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + (1 + i )n = = + n t t A i 1 (1 )
Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh :

Dimana :

i = suku bunga tiap periode


n = jangka waktu / umur teknis
F = jumlah uang mendatang (future worth)
A = pembayaran seri merata(anuitas)

4.1.2 . Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor)

dimana :

i = suku bunga tiap periode


n = jangka waktu / umur teknis
P = jumlah uang sekarang (present worth)
A = pembayaran seri merata(anuitas)

CONTOH
1. Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. 100.000,- dengan suku
bunga 6% / tahun . Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.
Penyelesaian :
A = Rp. 100.000
F = A(F/A, i %, n) = 100.000 (F/A, 6 %, 5) = Rp. 563.700,2. Siti ditawari oleh mertuanya suatu pilihan antara menerima warisan $12.500 sekarang atau
diberi kavling sawit dengan pendapatan $2,000 per tahun selama 10 tahun. Siti akan
menggunakan bunga sebesar 12% sebagai perbandingan yang merupakan bunga cicilan
rumahnya. Hitung nilai warisan Siti sebesar $ 12,500 pada 10 tahun yad dan bandingkan bila
pendapatan annual dihitung secara future!
Penyelesaian :

Untuk membandingkan kedua alternatif di atas, maka harus ditentukan nilai ekuivalen untuk
alternatif B yaitu jumlah pada present time (titik 0)
(P/A,12,10)

P = 2,000 ( 5.6502 ) = 11,300

Mencari Future dengan Annual diketahui

1 i n 1
F A

F/A, i, n

atau F = A (

Equal-Payment-Series
Compound-Amount Fa

n-1

A A

A A
5

Maka :

nilai Future untuk warisan sebesar $ 12,500 dalam 10 tahun adalah:


(F/P,12,10)

F = 12,500 ( 3.106 ) = 38.825

Annual $ 2,000
(F/A,12,10)

F = 2,000 ( 17.549 ) = 35.098

4.2. Gradien Value


Secara awam, gradient value merupakan pembayaran tidak merata. Gradien Value
berfungsi untuk mengetahui nilai uang berdasarkan waktu apabila pembayaran dilakukan
pada jumlah yang terus meningkat gengan peningkatan yang sama dalam rentang waktu dan
nilai suku bunga tertentu.
Sebagai contoh, Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur
mesin tersebut. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp. 6.000.000,- umur teknis
6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara
lain pajak, asuransi, gaji karyawan, biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama
Rp.1.500.000,-, pada tahun kedua Rp. 1.700.000,-, pada tahun ketiga Rp. 1.900.000,-,
demikian seterusnya naik Rp. 200.000,- tiap tahun. Jadi sebagai gradien (G) adalah
Rp.200.000,-

(n-1)G
(n-2)G
2G
G
0

n-1

Dari Grafik tersebut diperoleh :

Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. Hasil diatas sebagai :

Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka
diperoleh :

CONTOH
Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah
Rp.155.000,-, dan naik tiap tahun Rp. 35.000,- untuk selama 7 tahun. Berapakah uang yang
harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku
bunga 6% tiap tahun.

P = 155.000 (P/A, 6 %, 8) + 35.000 (P/G, 6 %, 8)


= 155.000 (6,210) + 35.000 (19,842) = Rp. 1.657.200,Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. 1.657.200,-

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
5.2.

Saran