Anda di halaman 1dari 10

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI

KANTOR WILAYAH KALIMANTAN BARAT


Jafan KS. Tubun Nomor 26 Telp. t05611 732242-732229 Fax {056il 762624
PONTIANAK 78121
NOTULEN RAPAT KOORDINASI
JA.JARAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM KALBAR
TAHUN ANGGARAN 2014

il.

lll.

Hari
Tanggal
Pukul
Tempat

: Jum'at

:31 Oktober2Ql4
: 14.00 s/d 17.30 WIB
: Ruang Rapat Kepala KantorWilayah Kementerian Hukum dan HAM
Kalimantan Barat

Pimpinan Rapat : Kepala Kantor\ffilayah


Peserta Rapat
: 1. Para Kepala Divisi Kantor Wilayah
2.Para Pejabat Struktural Eselon llldan lV KantorWilayah
3. Para Kepala UPT Jajaran KantorWilayah
4. JFU Bagian Penyusunan Program dan Laporan

: 1. Pembukaan oleh Kepala Kantor\Mlayah


2. Sosialisasi Orta KantorWilayah
3. Penyampaian Pendapat dan Tanya Jawab Peserta Rakor
4. Kesimpulan Rapat

Acara

lV. Risalah Rapat

1.

Pembukaan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum


Kalimantan Barat

Beberapa halyang dikemukakan

a.
b.

dan

HAM

Bahwa pelaksanaan Rapat Koordinasi (RAKOR) ini merupakan Rakor ll sejak


beliau menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan
Barat.
Perlu terus dilakukan monitoring ke UPT dalam rangka optimalisasi pelaksanaan
tugas, diantaranya dalam penyampaian Laponan ke Kantor Wilayah setelah
dilakukan review masih terdapat beberapa Satuan Kerja yang tidak menyampaikan
laporan sama sekali maupun terlambat dalam penyampaiannya. Hal ini telah
difollow up dengan dibuatkannya Surat Edaran yang intinya bahwa laporan harus
disusun sesuai panduan yang ditentukan dan disampaikan sesuai tanggal
penyampaiannya. Sanksi bagi Satuan Kerja yang mengabaikan akan
ditindak lanjuti oleh Kantor \Mlayah dengan pemberian Hukuman Disiplin (Hukdis)
bagi Ka. UPT.
Dalam penyusunan laporan, hal- hal yang harus diperhatikan antara lain :
Kebiasaan "@py paste" yang selama ini digunakan dalam pembuatan laporan
usahakan dihilangkan artinya laporan yang dibuat harus dievaluasi tiap
bulanya sehingga permasalahan serupa tidak muncul lagi pada laporan
periode berikutnya.
Buat identifikasi masalah sesuai kenyataan, dengan melakukan perbandingan
kondisi yang idel dengan fakta yang ada. Artinya apabila setelah dilakukan
perbandingan keadaan yang seharusnya (ideal) dengan kenyataan yang ada
maka itu merupakan gambaran masalah yang tefiadi.

1)

2)

3) Dari evaluasi yang telah dilakukan, UPT kerap kali menyampaikan laporan
telat / lewat batas waktu. "Kenapa hal demikian bisa terjadi ?" Hal ini
dikarenakan kebiasaan dalam pembuatan laporan dikerjakan pada hari-hari
terakhir (batas akhir bulan) yang seharusnya laporan yang dibuat harus sudah
siap (ready). ldealnya dalam pembuatan laponan dapat sudah disiapkan atas
kegiatan yang sudah dilakukan pada minggu 1, 2 , 3 dan 4. Dengan demikian
laporan baik itu lapbul, laptrin, laptah dan lakip sudah hampir siap untuk
disampaikan tepat waktu. Terkait penyusunan Laptah sudah dapat disiapkan
untuk kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan dan dilaporkan terhitung
mulai bulan Januari sampai dengan Oktober 2014. Jadi diharapkan jangnn
last minute baru lapomn dimintra sehingga penyampaiannya melewati waktu
yang ditentukan.
Laporan yang sifatnya khusus emergency diharapkan jangan ditunda
pembuatannya. Jika ada kegiatan yang harus seketika juga dilaporkan maka
harus segera dibuat tidak menunggu semua data lengkap. Saat itu harus juga
segera dilaporkan dengan menggunakan lT yang ada baik berupa SMS,
Facebook, Email. Setelah itu, barulah disusun laporan tertulis untuk
memenuhi persyaratan formalnya.
Tindak lanjut atas surat masuk berdasarkan disposisi / instruksiterkadang lamban.
Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi surat yang boleh tertinggal diruangan
ketika akan meninggalkan kantor.
Begitu pula pekerjaan harus segera diselesaikan artinya kapan suatu tindak lanjut
dibuat mulai konsep, paraf sesuaijenjang pejabat sampai ke kakanwil. Diusahakan
untuk konsep surat didalamnya tidak hanya memuat tanggal dan paraf tetapijuga
tertera jam kapan konsep tersebut dibuat dan diparaf.
Pemanfaatan Sumber Daya Manusia. Dengan melihat kesiapan pegawai
dilingkungan Kantor Wilayah diperkirakan bahwa yang siap tidak sampai 20 o/o,
dan dari 2A o/o baru 50 7o yang siap bekerja. Hal ini harus menjadi pefiatian bagi
pejabat selaku pembina dalam mengarahkan, mengawasi dan menjadi contoh
untuk bawahan sehingga menjadi panutan dalam melaksanakan pokerjaan.
Artinya keluhan tidak ada kurangnya SDM diharapkan tidak menjadi
permasalahan yang menganggu jalannya tugas yang harus dilaksanakan.
Review penyerapan anggaran, banyak UPT belum mampu melakukan penyerapan
anggaran sesuai periode triwulan yang ditentukan. lntinya Ka. UPT harus
melakukan pengelolaan SDM, waktu dan sumber daya yang ada sehingga
realisasi anggaran sesuai waktu.
Pemberian Rewad dan Punishrnenf. Telah dilakukan penghargaan kepada
pegawai dijajaran UPT Pemasyarakatan yang diberikan pada peringntan Hari
Dharma Karyadhika Tahun 2014. Penghargaan atas keberhasilan menegah
masuknya peredaran narkoba kedalam l-apas/Rutan. Untuk UPT lmigrasi
diharapkan dapat juga memberikan penghargaan (reward) atras keberhasilan
pekerjaan pegawai dijajarannya, selain pemberian penghargaan UPT terbaik.
Dengan demikian, jangan hanya memberikan punishnrenf saia tetapi juga harus
dibarengi dengan rcward.
Secara keseluruhan, disampaikan apreasi atas Laporan Program Aksi 809 dengan
penilaian baik 'Wama hijau". Diharapkan keberhasilan tersebut terus
dipertahankan sampai akhir tahun (Laporan B12).

4)

f.

Sosialisasi Organisasi dan Tata Kerja (ORTA) Kantor Wilayah Kementerian


Hukum dan HAM Nomor 28 Tahun 2014.

a.

Penyampaian Orta Kantor Wlayah dan Divisi Administrasi oleh Kepala


KantorWlayah
Beberapa halyang disampaikan :
Kepala Surat, penomoran sesuai peraturan perundang-undangan langsung
diberi nomor (Nomor 28) tidak menggunakan kode sunat.
Kepala Kantor \A/ilayah berkedudukan sebagai mengoordinasikan
pelaksanaan tugas pana divisi. Pada Orta baru mengandung arti Kepala
Kantor Wilayah hanya berfungsi sebagai pengkoordinator antar divisi dalam
pelaksanaan tugas (tidak bertanggung jawab langsung).

1)
2)

3)

4)

5)

Hal ini berbeda pada pengaturan didalam orta lama yang menyatakan bahwa
Kepafa Kantor wilayah sebagai Pimpinan Kantor dibantu obh para Kepata
Divisi . sebagai pimpinan Kantor dibantu oleh para Kepala Divisi, pada orta
lama mengandung arti berkedudukan sebagai Kepala Kantor yang dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya dibantu oleh Kepala Divisi (bertanggung
jawab penuh terhadap pelaksanaan tugas divisi).
untuk Pasal 2 baik pada orta Lama dan orta Baru tidak ada perbedaan,
dalam hal ini substransinya : " Kantor wilayah mempunyai tugas dan fungsi
berdasarkan kebijakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 3 orta baru dilakukan penyempumaan fungsi Kantor \Mlayah, yang
dilakukan penyedefianaan fungsi dari 7 point menjadi 6 poini, oirirani
terdapat penggabungan fungsi yang diatur di orta Lama mendapat
pengatunan lebih lengkap pada orta Baru. Pada Fungsi Kantor wilayah
berdasarkan orta baru diatur hal-hal baru yang belum diatur dahm 6rta
Lama, meliputi : Pengoordinasian pelaksanaan operasional Unit pelayanan
Teknis dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM di bidang keimigrasian
dan bidang pemasyarakatan .
Pada orta lama, pelaksanaan tugas Divisi Administrasi menyangkut
pembinaan bidang teknis dan administrasi di wilayah. pada ortia baru,
gglaksalaan tugas Divisi Administrasi hanya melaksanakan sebagian tugas
-dukungan
Kantor \ililayah dibidang administrasi dalam hal pembinaan dan

di

6)

7)

8)

administrasi
Lingkungan Kantor wilayah. Dengan demikian, Divisi
Administnasi tidak melaksanakan pembinaan pelaksanaan tugas teknis.
Tugas Divisi Administrasi berdasarkan Orta baru bersifat pengoordinasian
kegiatan di lingkungan Kantor Wlayah. Divisi Administrasi tidak lagi sebagai
pengoordinasi penyusunan pelaksanaan kebijakan teknis sebagaimana diatur
dalam Orta lama. Penyempumaan tugas Divisi Administrasi lebih menyeluruh
pada Orta baru. Terdapat penambahan tugas pada Divisi Administraii yaitu
pelaksanaan kehumasan dan pelayanan pengaduan sertia pengelolaan
teknologi informasi.
Tugas Bagian Program dan Pelapomn lebih dilakukan penyempumaan
dengan adanya penambahan tugas baru, antara lain
Bagian program dan
Pelaporan hanya sebagai "Pengoordinasian". pada oRTA lama perin Bagian
Penyusunan Program dan Laporan melaksanakan tugas budgeting secarra
keseluruhan, pada ORTA baru tugas Bagian prcgram dan pelaporan hanya

bersifat pengoordinasian dalam hal penyusunan angganan pada Divili.


Penambahan tugas baru yaitu penegasan tertulis : hubungan ant|alr lemhga
dan td<nologi informasi.
Pada ORTA baru, terdapat perubahan yaitu pada orta lama tertera sub
Bagian Humas dan Laporan, sedangkan pada ORTA baru diubah meniadi
sub Bagian Penyusunan pelaporan, hubungan masyarakat, dan tekhnoiogi

informasi. Jadi tugas dan fungsi yang diemban lebih luas karena menyangkut
pelaksanaan tugas dibidang
seiring perubahan nama dari Sub gagian
Humas dan Laporan menjadi sub Bagian penyusunan pelaponan, hubungan
masyarakat, dan tekhnologi informasi.
Pada oRTA lama, terdapat penggabungan pelaksanaan tugas antara urusan
tata usaha dan rumah tangga serta urusan keuangan dan perlengkapan. pada
ORTA baru, terdapat pemisahan pelaksanaan tugas yaitu urusan tata usaha,
urusarl administrasi keuangan, urusan perlengkapan dan rumah tangga.
Pada intinya kesemuanya tugas tersebut terdapat baik pada oRTA lama
maupun ORTA baru.
10) Pada ORTA baru terdapat penambahan tugas sub Bagian Kepegawaian dan
Tata Usaha yaitu melakukan tugas penyiapan bahan koordinasi dan
menghilangkan urusan rumah tangga sebagaimana diatur dalam ORTA lama.
Pada oRTA baru, pelaksanaan tugas rumah tangga dimasukan kedalam
tugas Sub Bagian Keuangan dan perlengkapan.

lr

9)

11) Pada ORTA lama Kakanwil mempunyai tanggung jawab penuh terhadap
pelaksanaan tugas teknis pemasyarakatan dan imigrasi dan divisi Yankum.
Pada ORTA baru Kakanwil mempunyai tugas sebagai penggoordinasian
pelaksanaan tugas masing-masing divisi, bukan sebagai penanggung jaurab.
Tugas Kakanwil dalam segi administratff dan fasilitatif masing-mlsing Divisi
tetap berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kakanwil, sedangkan
pelaksanaan tugas divisi tetap melaporkan kepada Kakanwil (tidak Oatam
tembusan).

12) orta Lama terdiri danTl Pasal, dan orta Baru terdiri danT2 pasal.
13) Pembinaan administrasi meliputi sumber daya manusia, anggaran,
perlengkapan dan surat menyunat (umum). Divisi Administrasi bersifat
pengoordinasian dilingkungan Kantor Wilayah, tidak lagi pengoordinasian
kebijakan teknis pada Divisi. Pembinaan administrasi ini tidak hanya
menyangkut Kantor Wilayah tetapi meliputi seluruh UPT Jajaran Kantor
Wilayah.

14) Dipertanyakan apakah tugas-tugas teknis Divisi Pemasyarakatan seperti


penandatangan PB, cB dan cMB masih ditandatangani Kakanwil. Dengan
adanya Orta baru perlu dikaji ulang apa ketentuan tersebut masih berlaku.
Hal ini berlaku pula untuk penandatanganan sertifikat fidusia apakah masih
termasuk kewenangan Kakanwil. Hal ini terkait Pasal 3 huruf b Orta Kanwil
baru. Berdasarkan hal tersebut, harap dibuatkan kajian dan disampaikan ke
Sekjen dan Dirjen masing-masing Unit Eselon L
15) Diharapkan terhitung tanggal 01 Nopember 2a14, orta Kanwil yang Baru
dapat efektif dilaksanakan.

selain penyampaian sosialisasi orta Kanwil yang baru, disampaikan pula


beberapa hal sebagai berikut

1)

Berkaitan dengan optimalisasi Law Center, bagaimana pelaksanaan tugas


dan fungsi Law Center itu sendiri, Jangan dipakai istilah ',Manajerien

2)

Mengenai prestasi, kegagalan, masalah dan kebefiasilan harus tertuang


dalam laporan disertai dengan datia dukungnya (dokumentasi).
Berkenaan dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAK Asasi Manusia
Republik lndonesia Nomor M.HH-08.Kp.05.02 Tahun 2014

Petiasan".

3)

tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan

Kepangkatan
Siplt
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Baperjaiat

yarp melaksanakan fungsi sebagai Tim Penilai Kinerja Pegawai trtegeh

yang dilakukan terkaitnya amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 20t4


tentang Aparatur Sipil Negara (AsN). Kantor wilayah termasuk dalam
Baperjakat lll dengan komposisi Kadiv Administrasi, para Kadiv, dan Kabag
Umum. Dalam pengusulan (promosi) jabatan diharapkan harus obyektif
artinya reportnya harus ada dan prestrasi pegawaiyang bersangkutan menjadi
bahan pertimbangan. Dengan demikian, harus ada argumen yang ooyextit
dalam usulan Baperjakat. Baperjakat dilaksanakan 4 bulan jekali
(1 tahun : 3 kali), dan Kakanwil meminta penilaian Ka. Upr atas pegawai
untuk mengisijabatan yang kosong di UpT (Eselon V).

b. Penyampaian Orta Kanwil berkaitan tugas dan fungsi Divisi Pemasyarakatan


disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan
1)

2)

Orta Lama: Melaksanakan sebagian tugas Kepala Kanwil.


orta Baru Melaksanakan sebagian tugas Dirjen pemasyarakatan
orta Lama: Pembinaan dan Bimbingan, pengkoordinasian, pengawasan dan
Pengendalian.
orta Baru: Pembinaan dan Bimbingan, pengkoordinasian, pengawasan dan
Pengendalian, Infokom, perencanaan program kegiatan dan
anggaran, perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan SDM,
Sarana dan Prasarana serta Administrasi Keuangan

3)

orta Lama

: Bidang Keamanan dan pembinaan (Menyatu), tidak

pelaksanaan Infokom
Orta Baru
Bidang
Keamanan dan
pembinaan
ada pelaksanaan Infokom
Orta Lama : Latihan Kerja dan Produksi"
Orta Baru : Tidak ada istilah t-atihan Kerja dan produksi

4)

ada

terpisah,

Penyampaian Orta Kanwil berkaitan tugas dan fungsi Divisi Keimigrasian


disampaikan Kepala Divisi lmigrasi

1)

Bahwa perbandingan Orta lama dengan Orta baru berkaitran pelaksanaan


tugas Divisi Keimigrasian mengingat efesiensi waktu harap mempelajari dan
membandingkan perbedaan berdasarkan pou/er point yang sudah disusun.

2) Divisi Keimigrasian harus bisa memberikan rckomendasi mengenai promosi,


kebijakan kegiatan yang dilaksanakan di UpT.
3) Untuk pemberian rcward agak sulit dikarenakan pegawai lmigrasi bekerja by
sysfem.
4) Terdapat haFhal baru yang perlu disampaikan Ka. Upr Jajaran lmigrasi,
antiara lain :
- Agar membuat dan mengirimkan Program Kerja dan Kalender Kerja kepada
Kepala Divisi Keimigrasian;
- Agar para Pejabat struktural apabila meninggalkan tempat tugas
menginformasikan pada Kepala Divisi Keimigrasian;
- Agar UPT Keimigrasian melaporkan sempan anggaran setiap triwulan
kepada Kepala Divisi Keimigrasian disertai data dukungnya;
- Agar UPT Keimigrasian memberikan dukungan samna dan prasarana
kepada Divisi Keimigrasian demi kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi;
- Agar segala kegiatan Kantor lmigrasi dary'atiau Rumah Detensi lmftrasi
membuat Matriks Kegiatan UPT Keimigr:asian Berbasis DIPA, Matriks
Kegiatan UPT Keimigrasian Berbasis Non DlpA, dan Matriks
Pengembangan Sumber Daya Manusia pada UpT Keimigrasian.

Penyampaian Orta Kanwil berkaitan tugas dan fungsi Divisi Pelayanan


Hukum dan HAM disampaikan Kepala Divisi pelayanan Hukum dan HAM

1) Divisi Pelayanan Hukum dan HAM melaksanakan tugas 6 (enam)


Unit Eselon l.
2) Tugas Divisi Pelayanan Hukum dan HAM sesuai Orta baru : friblaksanakan

3)

sebagian fugas Direl<tont JeMenlahu badan terkait diwitayah. (ps. 39)


Terdapat penambahan fungsi Divisi pelayanan Hukum dan HAM, yaitu :
melaksanakan penyusunan rencana, progrrm, kegiatan, dan anggaran di

lingkungan Divisi Pelayanan Hukum

4)

dan Hak Asasi Manusia;

dan

pengoordinasian perencanaan dan pelaksanaan sumber daya manusia,


sarana dan prasarana, serta administrasi keuangan di lingkungan unit
pelaksana teknis pelayanan hukum dan hak asasi manusia berkoordinasi
dengan Divisi Administnasi.(Ps. 40).
Perubahan Nama struktur pada Divisi pelayanan Hukum dan HAM , yaitu :
- Bidang Pelayanan Hukum:
orta Lama terdiri dari : sub Bidang pelayanan Hukum umum; sub Bidang
Penyuluhan dan Bantuan Hukum.
Orta Baru terdiri dari: Sub Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum
dan Hak Kekayaan Inteleltual ; suo Bidang penyuluhan Hukum dan
Bantuan Hukum.

- Bidang Hukum

orta l*ama terdiri dari sub Bidang pengembangan Hukum ; sub

Bidang
Jaringan dan lnformasi Hukum.
Orta Baru terdiri dari Sub Bidang Fasilitasi Pembentukan Produk Hukum
Daerah ; Sub Bidang Dokumentasidan lnformasi Hukum.
- Bidang Hak Asasi Manusia :
orta Lama terdiri dari sub Bidang Diseminasi HAM sub Bidang
Perlindungan dan Pemenuhan HAM.
orta Baru terdiri dari sub Bidang pemajuan HAM sub Bidang
Pelayanan, Pengkajian dan Informasi HAM.

:
:

;
;

3.

Penyampaian Pendapat dan Tanya Jawab Peserta Rakor

a.

Ka. Lapas Pontianak


Diusulkan agar pegawai yang terindikasi / terlibat na*oba harap untuk ditarik
dari Lapas Pontianak. Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak langsung
pegawai yang bersangkutan dengan narapidana didalamnya. Faktor lain yang
mendukung bahwa pegawai yang bersangkutan tidak tertib dan tidak disiplin
dalam melaksanakan tugas kedinasan. Hal ini ditunjukkan dengan tidak masuk
kerja pegawai yang bersangkutan pada jam dinas, sedangkan pada jam malam
sering muncul di l-apas Pontianak. Hal ini dinilai mengkhawatirkan karena ada
indikasi tindakan yang dapat menyebabkan gangguan keamanan dan
ketertiban dalam Lapas Pontianak. Diharapkan hal ini menjadi perhatian Kepala
Kantor \Mlayah.

Disamping itu, diusulkan perubahan Grade untuk petugas P2U yang sama
grade dengan anggota regu jaga, mengingat tugas dan beban keda yang berat
ada pada petugas P2U. Seharusnya petugas P2U berada pada kelas jabatan 6
yang tanggung jawab lebih berat karena merupakan penjaga pintu utiama.

Respon Kakanwil
- Agar segem diusulkan tertulis kepada Kantor Wilayah. Dan untuk tindakan
pertama harus dilakukan penegakan disiplin pegawai berdasarkan PP Nornor
53 Tahun 2010 dan Kode Etik Pegawai baik Kode Etik Kementerian maupun

Pemasyarakatan.

Untuk usulan perubahan grade petugas P2U, agar dibuat kajian sebagai
bahan usulan ke Biro Perencanaan serta Bagian Program dan Laporan
Direktorat Jenderal Pemasyarakatian Kementerian Hukum dan HAM Rl.

Ka. Lapas Ketapang

Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 22 Tahun 2014 tentang


Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Kinerja Bagi Pegawai Dilingkungan
Kementerian Hukum dan HAM, yang salah satu pasalnya menyatakan tidak
ada pemotongan tunjangan kinerja bagi pegaurai yang terkena Hukuman
Disiplin (Hukdis).

Respon Kakanwil
Ketentuan tersebut menjadi polemik ditingkat Kementerian, 'apa adil
seseorang yang sudah terkena hukdis, tunjangan kinerja juga dipotong artinya
ada double hukuman ? " Hal ini disikapi bahwa tidak perlu pemotongan
remunerasi bagi pegawai yang dijatuhi hukdis karena itu perlu adanya
obyektifitas dalam memberikan evaluasi penilaian berkaitan perilaku dan
prestiasi kerja yang bersangkutan.

Ka. Lapas Anak Sei Raya


Terdapat 2 (dua) orang pegawai yang tidak disiplin melaksanakan tugas
kedinasan. Sudah dilakukan pemanggilan dan penandatanganan Berita Acal:a
antiara Ka. Lapas Anak dengan pegawai yang bersangkutran. Kejadian serupa
terjadi lagi, sehingga Pihak lapas Anak sudah mengusulkan pengajuan
hukuman disiplin kepada Kantor \Mlayah.

Respon Kakanwil
- Untuk pengajuan usulan Hukdis memerlukan waktu dan hal tersebut
merupakan kewenangan Inspektorat Jenderal. Jadi, apabila Lapas Anak
sudah mengajukan usul penjatuhan Hukdis harap selalu melakukan koordinasi
dengan Kantor \lVilayah yang memproses lebih lanjut usul Hukdis ke ltjen.
Hal ini ditambahkan Plh. Kadiv Administrasi bahwa usul Hukdis sudah
diajukan ke ltjen, tapi waktu dan proses yang dibutuhkan sehingga
SK penjatuhan Hukdis sering terlambat keluar.

4,

Kesimpulan Rapat

a.
b.
c.

Bahwa ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM
Kalimantan, per tanggal 01 Nopembr 2014 dihimbau Organisasi dan Tata Kerja
KantorWilayah Kementerian Hukum dan HAM efektif dijalankan.
Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Keimigrasian diharapkan menyatukan persepsi
dengan Jajarannya (Pemasyarakatan dan lmigrasi) dalam pelaksanaan Orta Kanwil
yang baru.
Bahwa diharapkan kerjasama berupa koordinasi sehingga pelaksanaan tugas
kedinasan yang diemban berjalan sesuaifugas dan fungsi masing-masing.

Demikian Notulen Rapat ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Pontianak, 31 Oktober 2014


Notulis Rapat,

Disahkan oleh

\r
Henni Oktora W, SH
NtP. 19801022 200604 2 001

Maroloan Jonnis Baringbing, SH.MH


N1P.19570110 198103 1 001

'

nsSeN$RApATKooRDrNAsl

JAJARAN KANTOR VUILAYAH KEMENTERIAN HUKUM

TANGGAL
PUKUL
HARI

NO

2,

--

4li

t:,
b

Jum'at

31 Oktober 2014

'TANDATANGAN

JABATAN

4.,i &rh^brn^

(fbvdN
v

AIY r

KoKo*ilU
, 06,ffir. {L

'il]

V-/\WN

\,n-^-.-

fuy*h)
w'fu.

Ar

# t)

cSLtPF.T'(ffi

v'|12-

l<ov,hnd

P*. h^t

f} fl"fW

g"fr#

(L

Rry lr*n,^._

f-"b

t\nro .,tVr,{o*,c

nr:w,r%ttVgy

1A,Ur,- L,L

t<,e"46'A

nnl

P"t.q,nU*

(?^

Vf t ,t!rr,rr- yq4JrNA$

IL

Fk4(roAz-

Knqu,pru fu'vril.u..ri
l/ArJVv. tar.JCCra*t

ry 4'n.n

Tn-^, e

rl*ru
vqa# frnq
w frurx Yu4

Lq

zt

rL

G-BlurT

w7
/Y
il:;

(+

rD

Qhlqf Qw4)o*, u"4;,ffi,w


h19^
,5,1-rbrrn
W.h,h^ bt^f F#:,
+rc R$tv/'tu ta. '6a/rt+ d,*t Y

,q

r,1

%",

furlurJuS,tht/

[h.rd4

\)

}IAM KALBAR

: 14.00 Wid Sld Selesai

NAMA

8
LD

DAITI

.t,t

Wrtvw (rS

(l-Vbr^ I-.-.gk"l [r?n,^r


Mff^J L,.AT,DAK.
I

Fcw.wt**4h

B rry

ffi-,r/
V

>&

v ''ir'*pWp--

,vq

"^

1/
Lr
/lr u
)

tz

4of

t4

y'hwrod Sqqltr Kqhb htn^,',/h\firtl;


tq6^r,vo.*; fw"

J'l:,'---5r/

erl"'

27'
A

/\*rtt,,wt t lw:tN
9q" Pe.." 'A'x'ai

77.

bf lt"*' 1.,' porndo.R


l-

/Jrl,'c^ . \-{'*--

D*t

w;ry^/a,L+"

dY

ry R^; R"t"--^
h- AE'fu-a
bAeULx

9,r

l6,rnrr,n t4 hnoa*

3e.
33.

?L.

3l

SLt

5,

SefruHAu-r*rt

\zk6uArt c/luentu

,9, htoqq
39
4b.

4t
ltg.

4\
L{q

6.

Kah'dKarybi

a
Vl:
v

&

.\J

2J

zt

<a

tr tfa

Sq,vbfi w

?o

\z{t'^,oa,6

2V

s(

r,ovDoDz,l

RoanE.F.

Guuaw
Flr. , ldlr. h

KasrloDi/. tR"g hD{

&- &? Pzt*a


t&-hgpn

L\.gn6LKo\ 1

&-&<

l"*t

h*h

try
[<**t t--l \o-u4Hue-,,

k^hrJ

t't*^e,t

hQ;l-l*eL&k

f'trt4

PU k n"*r^
KlrurPgt{4{ ftI(

g^fD)l 0^lA) (L
U-,,,igrYo&

frter r'
lT, l*,u ftruT

//)

t, .&
:d

>r+

v
VJ'

"/

t\nd D \t\

EDy

Mrh,W

P Wvryh\

fewbLn:et E+t1Ld,.eti Pa.r^^go"


Pre Ju-/1-- l+tr- B-4r."
L{.--

Iza.:u\p

,r/

ftfl,"-

fcrvf?A h/,4*,
F!,r Or. dn la. *
l<enbhl-

(/

crrn.-F.',-

tra6A glqA,r*

tffit-xw;

'tL

L+St >tgtStfl ,$TDLNI tuw

u
I

8Q4-

?tr4jrt

{< l=@t \-/


fut",,fuofizl lfr
\
(A'.
bvb^M

V-e;ffi*

/.(
l-enq
b^tto.

lC,fdtm

-Zry

,L

e</ /- &

\t

Tr
4e

htu1Ltu"SnrcA
F- ftArUiNtFqF s

4q lvrutwo

n' rt4(toaffiainu
rn'i

bl

fle

C*""

R/r
W;*%^Vte +Nbt{

l/oQr,* ?o*tu,,,a

ttuw ?tn
Kqetbaq

zn/ru

"y

,f

Jro V^F"/fw ^ffi,

PENANGGUNf JAWAB

Jtlorr/'-