Anda di halaman 1dari 19

STASE ILMU PENYAKIT DALAM

KEPANITERAAN KLINIK RSUD KABUPATEN CIANJUR


Periode 9 Februari s.d 19 April 2015

Referat
HIPERTENSI HEART
DISEASE
Oleh:
Novandra (2010730150)
Pembimbing:
dr. Hudaya Sutadinata, Sp. P, Sp. PD

Definisi
Penyakit jantung hipertensi adalah suatu
penyakit yang berkaitan dengan dampak
sekunder pada jantung karena hipertensi
sistemik yang lama dan berkepanjangan.
Hipertensi heart disease (HHD) adalah istilah
yang diterapkan untuk menyebutkan penyakit
jantung secara keseluruhan, mulai dari left
ventricle hyperthrophy (LVH), aritmia jantung,
penyakit jantung koroner, dan penyakit
jantung kronis, yang disebabkan kerana
peningkatan tekanan darah, baik secara
langsung maupun tidak langsung.

Epidemiologi
Sampai saat ini prevalensi hipertensi di Indonesia
berkisar antara 5-10%. Sejumlah 85-90% hipertensi
tidak diketahui penyebabnya atau disebut sebagai
hipertensi primer (hipertensi esensial atau idiopatik).
Hanya sebagian kecil hipertensi yang dapat
ditetapkan penyebabnya (hipertensi sekunder).
Diperkirakan terdapat sekitar 6% pasien hipertensi
sekunder sedangkan di pusat rujukan dapat mencapai
sekitar 35%. Hampir semua hipertensi sekunder
didasarkan pada 2 mekanisme yaitu gangguan sekresi
hormon dan gangguan fungsi ginjal. Pasien hipertensi
sering meninggal dini karena komplikasi jantung (yang
disebut sebagai penyakit jantung hipertensi). Juga
dapat menyebabkan strok, gagal ginjal, atau
gangguan retina mata.

Penyebab dan Faktor


Resiko

Tekanan darah tinggi akan meningkatkan kerja jantung, hal


ini dapat menyebabkan otot jantung menjadi lemah. Fungsi
jantung sebagai pompa terhadap peninggian tekanan darah
di atrium kiri diperbesar ke bilik jantung dan jumlah darah
yang dipompa oleh jantung setiap menit (output jantung)
menjadi turun, dimana tanpa pengobatan, gejala-gejala
kegagalan jantung congestive dapat berkembang.

Tekanan darah tinggi yang paling umum adalah faktor


resiko untuk penyakit jantung dan stroke. Ischemic dapat
menyebabkan penyakit jantung (penurunan suplai darah ke
otot jantung pada kejadian anginapektoris dan serangan
jantung) dari peningkatan pasokan oksigen yang
dibutuhkan oleh otot jantung yang lemah.

Tekanan darah tinggi juga memberikan kontribusi untuk


dinding pembuluh darah yang pada gilirannya dapat
memperburuk
atheroscherotis.
Hal
ini
juga
akan
meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.

Patofisiologi
Peningkatan tekanan darah secara sistemik
Meningkatkan resistensi terhadap pemompaan darah dari
ventrikel kiri
Beban jantung bertambah.
Hipertrofi ventrikel kiri untuk meningkatkan kontraksi.
ketebalan dinding yang bertambah,
fungsi ruang yang memburuk, dan
dilatasi ruang jantung.
Kemampuan ventrikel dengan hipertrofi kompensasi
terlampaui
Dilatasi
Payah jantung

Keluhan dan Gejala


Pada tahap awal, seperti hipertensi pada urmumnya
kebanyakan pasien tidak ada keluhan. Bila simptomatis,
maka biasanya disebabkan oleh:
1.
2.

3.

Peninggian tekanan darah itu sendiri. Seperti


berdebar-debar, rasa melayang (dizzy) dan impoten
Penyakit jantung/ hipertensi vaskular seperti cepat
capek, sesak napas, sakit dada (iskemia miokard atau
diseksi aorta), bengkak kedua kaki atau perut.
Gangguan vaskular lainnya adalah epistaksis,
hematuria, pandangan kabur karena perdarahan
retina, transient serebral ischemic.
Penyakit dasar seperti pada hipertensi sekunder:
polidipsia, poliuria, dan kelemahan otot pada
aldosteronisme primer, peningkatfin BB dengan
emosi
yang
labil
pada
sindrom
Cushing.
Feokromositoma dapat muncul dengan keluhan

Keluhan dan Gejala

Pada stadium dini hipertensi, tampak tanda-tanda akibat


rangsangan simpatis yang kronis. Jantung berdenyut cepat
dan kuat. Terjadi hipersirkulasi yang mungkin akibat
aktifitas sistem neurohumoral yang meningkat disertai
dengan hipervolemia.

Pada stadium selanjutnya, timbul mekanisme kompensasi


pada otot jantung berupa hipertrofi ventrikel kiri yang difus,
tahanan pembuluh darah perifer meningkat.

Gambaran klinik seperti sesak napas, salah satu dari gejala


gangguan fungsi diastolik, tekanan pengisian ventrikel
meningkat, walaupun fungsi sistolik masih normal. Bila
berkembang terus, terjadi hipertrofi yang eksentrik dan
akhirnya menjadi dilatasi ventrikel, dan timbul gejala payah
jantung. Stadium ini kadangkala disertai dengan gangguan
pada faktor koroner. Adanya gangguan sirkulasi pada
cadangan aliran darah koroner akan memperburuk kelainan
fungsi mekanik/ pompa jantung yang selektif.

Pemeriksaan Fisik

Pengukuran tekanan darah di tangan kiri dan kanan


saat tidur dan berdiri.
Palpasi dan auskultasi arterikarotis untuk menilai
stenosis atau oklusi.
Pemeriksaan jantung untuk mencari pembesaran
jantung ditujukan untuk menilai HVK dan tanda-tanda
gagal jantung.
Impuls apeks yang prominen.
Bunyi jantung S2 yang meningkat akibat kerasnya
penutupan katup aorta. Kadang ditemukan murmur
diastolik akibat regurgitasi aorta, bunyi S4 (gallop atrial
atau presistolik) dapat ditemukan akibat dari
peninggian tekanan atrium kiri. Sedangkan bunyi S3
(gallop vetrikel atau protodiastolik) ditemukan bila
tekanan akhir diastolik ventrikel kiri meningkat akibat
dari dilatasi ventrikel kiri.

Pemeriksaan Fisik

Paru perlu diperhatikan apakah ada suara napas


tambaban seperti ronki basah atau ronki kering/mengi.
Pemeriksaan
perut
ditujukan
untuk
mencari
aneurisma, pembesaran hati, limpa, ginjal dan usites.
Auskultasi bising sekitar kiri kanan umbilikus (renal
artery stenosis).
Arteri radialis, Arteri femoralis dan arteri dorsalis
pedia harus diraba.
Tekanan darah di betis harus diukur minimal sekali
pada hipertensi umur muda (kurang dari 30 tahun).

Pemeriksaan
Penunjang
Tes laboratorium
Tabel dibawah ini mencantumkan tes-tes laboratorium
yang direkomendasikan dalam evaluasi awal pasien
hipertensif. Tes laboratorium yang lebih ekstensif dapat
dilakukan bagi pasien dengan hipertensi resistanpengobatan yang nyata atau ketika evaluasi klinis
menunjukkan bentuk hipertensi sekunder.
Tabel. Tes laboratorium dasar untuk evaluasi awal
Sistem
Tes
Ginjal
Urinalisis mikroskopik, ekskresi albumin, BUN atau
kreatinin serum
Endokrin
Metabolik

Natrium, kalium, kalsium, dan TSH serum


Glukosa darah puasa, kolesterol total, HDL dan LDL,
trigliserida

Lain-lain

Hematokrit, elektrokardiogram

Pemeriksaan
Penunjang

Rekam Jantung/ EKG

Terdapat beberapa kriteria


yang dapat kita gunakan
utuk mengetahui ada atau
tidaknya LVH, salah satu
kriteria yang paling sering
digunakan adalah kriteria
Sokolow-Lyon; yaitu : Tinggi
gelombang S di lead V1
ditambah
dalamnya
gelombang R di lead V5/V6 >
3,5mV

Pemeriksaan
Penunjang
Pemeriksaan Radiologi
Pada gambar rontgen torak posisi postero-anterior
terlihat pembesaran jantung ke kiri, elongasi aorta
pada hipertensi yang kronis dan tanda-tanda
bendungan pembuluh paru pada stadium payah
jantung hipertensi.
Keadaan awal batas kiri bawah jantung menjadi bulat
karena hipertrofi konsentrik ventrikel kiri. Pada
keadaan lanjut, apekss jantung membesar ke kiri dan
bawah. Aortic knob membesar dan menonjol disertai
klasifikasi. Aorta ascenden dan descenden melebar
dan berkelok (pemanjangan aorta/ elongasio aorta).

Pemeriksaan
Pemeriksaan Ekokardiografi
Penunjang
Ekokardiografi adalah salah satu pemeriksaan penunjang
yang akurat untuk memantau terjadinya hipertrofi ventrikel,
hemodinamik kardiovaskuler, dan tanda-tanda iskemia
miokard yang menyertai penyakit jantung hipertensi pada
stadium lanjut.
Dengan ekokardiografi dapat diketahui apa yang terjadi pada
jantung akibat kompensasi terhadap hipertensi dan dapat
dipantau hasil pengobatan serta perjalanan penyakit jantung
hipertensi.
Perubahan-perubahan pada jantung akibat hipertensi yang
dapat terlihat pada ekokardiogram adalah sebagai berikut :
1)

Tanda-tanda hipersirkulasi
hiperkinesis, hipervolemia;

2)

Hipertrofi yang
eksentrik;

3)

Dilatasi ventrikel yang dapat merupakan tanda-tanda


payah jantung, serta tekanan akhir diastolik ventriksl kiri

difus

pada

stadium

(konsentrik)

atau

dini,

sepert:

yang

iregular

Penatalaksanaan
Perubahan gaya hidup

Tabel. Modifikasi gaya hidup untuk mengatasi hipertensi


Reduksi berat badan
Memperoleh dan mempertahankan BMI
<25 kg/m2
Reduksi garam
< 6 g NaCl/hari
Adaptasi rencana diet Diet yang kaya buah-buahan, sayurjenis-DASH
sayuran, dan produk susu rendah-lemak
dengan kandungan lemak tersaturasi dan
total yang dikurangi
Pengurangan konsumsi Bagi mereka yang mengkonsumsi
alkohol
alkohol, minumlah 2 gelas/hari untuk
laki-laki dan 1 gelas/hari untuk wanita
Aktivitas fisik
Aktivitas aerobik teratur, seperti jalan
cepat selama 30 menit/hari

Penatalaksanaan
Terapi farmakologis

Diuretik
Diuretik thiazide dosis-rendah sering digunakan sebagai agen
lini pertama, sendiri atau dalam kombinasi dengan obat
antihipertensif lain. Thiazide menghambat pompa Na+/Cl di
tubulus konvultus distal sehingga meningkatkan ekskresi
natrium.

Penyekat sistem renin-angiotensin


ACE
inhibitor
mengurangi
produksi
angiotensin
II,
meningkatkan kadar bradikinin, dan mengurangi aktivitas
sistem saraf simpatis.

Antagonis aldosteron
Spironolakton adalah antogonis aldosteron nonselektif yang
dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan
diuretik thiazide. Ia adalah agen yang terutama efektif pada
pasien dengan hipertensi esensial rendah-renin, hipertensi
resistan, dan aldosteronisme primer.

Beta blocker

Penatalaksanaan
Terapi farmakologis

Penyekat adrenergik
Antagonis adrenoreseptor selektif postsinaptik mengurangi
tekanan darah melalui penurunan resistansi vaskular perifer.

Agen-agen simpatolitik
Agonis simpatetik yang bekerja secara sentral mengurangi
resistansi perifer dengan menghambat aliran simpatis.

Penyekat kanal kalsium


Antagonis kalsium mengurangi resistansi vaskular melalui
penyekatan L-channel, yang mengurangi kalsium intraselular
dan vasokonstriksi.

Vasodilator Langsung
Agen-agen ini mengurangi resistensi perifer, lazimnya
mereka tidak dianggap sebagai agen lini pertama namun
mereka paling efektif ketika ditambahkan dalam kombinasi
yang menyertakan diuterik dan beta blocker.

PROGNOSIS
Resiko komplikasi tergantung pada seberapa besar
hipertropi ventrikel kiri. Semakin besar ventrikel kiri,
semakin besar kemungkinan kompilkasi terjadi.
Pengobatan hipertensi dapat mengurangi kerusakan
pada
ventrikel
kiri.
Beberapa
penelitian
telah
menunjukkan bahwa obat-obatan tertentu seperti ACEInhibitor, Beta-blocker, dan diuretik spinorolakton dapat
mengatasi hipertropi ventrikel kiri dan memperpanjang
kemungkinan hidup pasien dengan gagal jantung akibat
penyakit jantung hipertensi.
Bagaimanapun juga, penyakit jantung hipertensi adalah
penyakit yang serius yang memiliki resiko kematian
mendadak.

REFERENSI
1.

Panggabean, Marulam. Penyakit jantung hipetensi, Dalam: Sudoyo AW,


Setyohadi B, Alwi I, et all, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV.
Jakarta:Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia; 2006.p.1654-55

2.

Miller. Hypertensive heart disease-treatment. (Serial Online: Desember


2008). Available from: http://www.umm.edu/ency/article/000153.htm.
accessed at Desember 3, 2008

3.

Riaz, Kamran. Hypertensive heart disease. (Serial Online: Desember 2008).


Available from: http://www.emedicine.com/MED/topic3432.htm. Accessed at
Desember 3, 2008

4.

Baim, Donald S. Hypertensive vascular disease in: Harrisons Principles of


Internal Medicine. 7th Ed. USA. The Mcgraw-Hill Companies, Inc. 2008. p.
241

5.

Price SA, Wilson LM. Fisiologi sistem kardiovaskular, Dalam: Patofisiologi


Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta:EGC; 2006.p.530-543.

6.

Yogiantoro, mohammad. Hipertensi esensial, Dalam: Sudoyo AW, Setyohadi


B, Alwi I, et all, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta:Pusat
Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia; 2006.p.610-614.

7.

Mansjoer, Arif, dkk. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid I. Jakarta:
Media Aesculapius FK UI: 2001. H. 441-442

8.

Katzung, betram.Farmakologi dasar dan klinik.Edisi VI. Jakarta : EGC. 1997.


h. 245

Thank you
Thank you

Thank you