Anda di halaman 1dari 67

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

KTSP
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
KELAS/SEMESTER: VIII/2

Nama Guru : Dra. ENDANG PURBOWATININGSIH


NIP. 1963 0611200604 2 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP) KELAS VIII SEMESTER 2
K.D.9.1
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas /Semester
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Indikator

Alokasi Waktu

: SMPN 2 Sumberasih
: Bahasa Indonesia
: VIII/2
9. Memahami isi berita radio/televisi
9.1 Menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa,
mengapa, di mana, kapan, dan bagaimana) yang didengar atau ditonton melalui radio/televisi
Mampu menemukan pernyataan-pernyataan yang
merupakan jawaban dari pertanyaan pokok-pokok berita
dengan benar
Mampu menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan
yang benar
: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. Menemukan pernyataan-pernyataan yang merupakan jawaban dari pertanyaan pokok-pokok
berita dengan benar.
2. Menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar

II. Materi Pembelajaran


1. Menemukan pernyataan-pernyataan yang merupakan jawaban dari pertanyaan pokok-pokok
berita
Teks berita :
..................................
2. Menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar

III. Metode Pembelajaran


1. Pemodelan
2. Diskusi
3. Inkuiri
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.

Metode

Kegiatan Awal:
1.

Guru menampilkan cuplikan


rekaman pembacaan berita dari TV atau radio atau CD.
(ingin tahu)
2.
Guru melakukan menanyakan
pengalaman siswa terkait membaca berita dan hal-hal
pokok yang dapat diperoleh dari berita.
B.

Alokasi
Waktu

Kegiatan Inti:
1. Siswa membaca teks berita yang telah disiapkan dari
Koran atau majalah. (mandiri, ingin tahu, tanggung
jawab)
2. Siswa menjawab pertanyaan tentang isi teks berita
untuk menemukan pokok-pokok berita (kapan,
dimana, siapa, mengapa, bagaimana) (ingin tahu)

C.
1.

Kegiatan Penutup
Guru menilai dan menanggapi
hasil kerja siswa

10
menit

60

10

Pemodelan
Tanya
Jawab

Diskusi
Inkuiri

Tanya
Jawab

Pertemuan Kedua
Alokasi
Waktu

Langkah langkah Pembelajaran


A.Kegiatan Awal:
1. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan
kegiatan siswa dalam menemukan pokok-pokok berita
pada pelajaran sebelumnya.
2. Siswa menyampaikan hasil pekerjaan pada pelajaran
sebelumnya.
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan
yang benar. (kerja keras, mandiri, tanggung jawab)
2. Siswa membacakan hasil pekerjaannya untuk
dikomentari teman yang lain. (tanggung jawab)
C.Kegiatan Penutup
1. Guru melakukan refleksi dengan menanyakan
kesulitan siswa dalam menemukan pokokpokok berita yang dibacanya.,
2. Siswa menyimpulkan pelajaran

Metode

10
menit

Tanya
Jawab

60

Diskusi

10

Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Buku Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII BSE
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII
VI. PENILAIAN
a. Teknik
: Tes Unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen
: Unjuk kerja dan proses
c Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
9. Memahami
isi berita
radio/televisi

Kompetensi Dasar

Indikator Instrumen

9.1 Menemukan
pokok-pokok berita
(apa, siapa,
mengapa, di mana,
kapan, dan bagaimana) yang didengar
atau ditonton melalui
radio/televisi

1. Disajikan naskah berita, siswa,


menjawab tentang isi berita.
2.Disajikan naskah berita,
siswamenemukan pokok pokok
berita

No. Soal
1
2

d. Soal Penilaian
Bacalah teks berita berikut , kerjakan tugas berikut ini :
Sudah Telan 40 Korban
Serangan demam berdarah dengue (DBD) kian meluas dan mengganas. Hingga kemarin, dari
data yang dihimpun Radar di Rumah Sakit Panti Waluyo (RKZ), Rumah Sakit Tentara Soepraoen
(RSTS), dan Rumah Sakit Islam Aisyiah (RSIA), jumlah penderita terus menunjukkan peningkatan
tajam.
Penderita terbaru tercatat tiga orang dari Jl. Anyelir 8 Kota Malang, yakni Eddo, 17; Nawasista,
39; dan Fitra, 3. Tiga orang tersebut adalah satu keluarga yang masuk dini hari kemarin di RKZ.
Dengan tambahan itu, secara kumulatif di RKZ ada 25 penderita terhitung mulai awal Oktober. Sisanya
tersebar di RSI, RST Soepraoen, dan RS Lavallete. Totalnya 40 pasien.
Menurut salah seorang anggota keluarga mereka, Jumat kemarin di kampungnya telah
dilaksanakan pengasapan (fogging). Ironisnya, dini hari setelah pengasapan itu tiga anggota
keluarganya harus menjalani rawat inap karena DBD. Malam-malam mas bawanya ke rumah sakit.
Ketahuannya malam hari itu, kata seorang wanita di rumah tersebut.

Sementara di RST tercatat satu penderita di ruang anak-anak Paviliun Nusa Indah. Satu
penderita itu adalah Awang Shinta, 8. Dia tak lain adalah kakak kandung dari Awang Akbar Rafsanjani
2,5 tahun, warga Jl. Kemantren III Gg. 3 No. 12 yang meninggal Jumat lalu akibat serangan DBD
pada Kamis sebelumnya.
Sedangkan di RSIA, hingga saat ini tercatat delapan orang penderita. Dua orang dari Klayatan
Gg. III, seorang dari Perumahan Sawojajar I, seorang dari Kasin Gg. Keramat, seorang dari Jl.
Kematren, seorang dari kecamatan Dau, dan seorang lagi dari Kebonagung. Sedangkan satu lagi
warga dari Klayatan Gg. II masih berstatus suspect (diduga DBD).
(Dikutip dari Jawa Pos dengan perubahan seperlunya )

Jawablah pertanyaan berikut!


1. a. Peristiwa apa yang diinformasikan dalam berita itu ?
b. Siapa yang terlibat dalam berita itu ?
c. Dimana berlangsungnya peristiwa itu ?
d. Kapan terjadinya peristiwa itu ?
e, Mengapa peristiwa itu terjadi ?
f. Bgaiamana awal dan akhir peristiwa itu ?
2. Carilah contoh berita dan tulislah pokok pokoknya !
e. Pedoman Penskoran menuliskan pokok-pokok berita kegiatan kelompok!

No

Nama

Ketepatan
Isi
1 2

Keterangan: 1
2

= kurang
= cukup

Ejaan
1

Jml.
Skor

Nilai

3 = baik
4 = sangat baik

Skor = jumlah skor diperoleh X 100


Skor maksimal( 8)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.9.2
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VIII/2
Standar
9. Memahami isi berita radio/televisi
Kompetensi
9.2 Mengemukakan kembali berita yang didengar/ditonton melalui
Kompetensi
radio/ televisi
Dasar
Mampu menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar
Indikator
Mampu merangkai pokok-pokok berita secara bervasiasi
menjadi teks berita

Mampu menyunting berita yang ditulis

Alokasi Waktu

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1.
2.
3.

Menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar


Merangkai pokok-pokok berita secara bervasiasi menjadi teks berita
Menyunting berita yang ditulis

II. Materi Pembelajaran


1. Menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar
Pokok-pokok berita meliputi pertanyaan pertanyaan pokok : ASDiBiMeGa atau AdiK SiMBa
Apa
Apa
Siapa
Dimana
Dimana
atau
Kapan
Bilamana / Kapan
Siapa
Mengapa
Mengapa
Bagaiamana
Bagaimana
Contoh :
Apa
Dimana
Kapan
Siapa
Mengapa
Bagaimana

= Bencana alam
= Aceh
= 26 Desember 2005
= Warga Aceh
= Terkena musibah
= Banyak yang meninggal

2. Merangkai pokok-pokok berita secara bervasiasi menjadi teks berita


Pada tanggal 26 Desember 2005 warga masyarakat Aceh terjena musibah bencana
alam yang mengakibatkan benyak warga yang meninggal.
3. Menyunting berita yang ditulis

III. Metode Pembelajaran


1.
2.
3.
4.

Pemodelan
Tanya jawab
Inkuiri
Diskusi

IV. Langkah Langkah Pembelajaran


Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal
1. Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan
cuplikan pembacaan berita dari TV atau CD.
2. Tanya jawab tentang materi sebelumnya.(ingin tahu)
B.Kegiatan Inti
1.
Siswa menyimak pembacaan berita dari TV atau Radio atau
CD yang diperdengarkan dengan sungguh-sungguh. (kerja
keras)
2.
Siswa menjawab pertanyaan tentang isi teks berita untuk
menemukan pokok-pokok berita.
3.
Siswa merangkaikan pokok-pokok berita yang didengar
menjadi teks berita dengan bahasa sendiri.(kreatif dan inovatif)
C.Kegiatan Penutup
a. Siswa menyimpulkan hasil pekerjaannya
b. Guru menilai dan menanggapi hasil pekerjaan siswa

Alokasi
Waktu

Metode

10 menit

pemodelan
Tanya
Jawab

60

10

Pemodelan
Diskusi
Inkuiri

Tanya
Jawab

Pertemuan Kedua
Alokasi
Waktu

Langkah langkah Pembelajaran


A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dan melakukan apersepsi terkait
kegiatan menyimak pembacaan berita dengan tanya jawab
mengenai tugas siswa pada pertemuan sebelumnya.
B.Kegiatan Inti:
1.
Siswa menukarkan hasil pekerjaannya kepada temannya
untuk disunting / disempurnakan (secara logis)
2.
Siswa berdiskusi tentang hasil pekerjaan temannya.
(kerja sama)
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa menyimpulkan hasil pekerjaannya.
2. guru memutarkan kembali rekaman pembacaan berita
untuk disimak siswa.

Metode

10 menit

Tanya Jawab

60

Diskusi

10

Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Buku Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IX Penerbit Yudistira Hal.80
Buku Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII Penerbit Depdiknas Hal.126
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII
VI. PENILAIAN
a. Teknik
: Tes
b. Bentuk Instrumen
: Portofolio
c Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
9. Memahami
isi berita
radio/televisi

Kompetensi Dasar
9.1 Menemukan pokokpokok berita (apa,
siapa, mengapa, di
mana, kapan, dan
bagaimana) yang didengar atau ditonton
melalui radio/televisi

Indikator Instrumen
1. Disajikan naskah berita, siswa menulis
pokok berita.
2. Siswa merabgkai pokok berita menjadi
naskah / teks berita
3. Disajikan naskah berita, siswa
menyunting nya benjadi teks yang
benar.

d.Soal Penilaian
Simaklah pembacaan teks berita berikut, kerjakan tugas berikut i
Emas Plus Rekor dari Penggembala Kambing
NAKHON RATCHASIMA-Seulas senyum menghiasi wajah lifter Indonesia Eko Yuli Irawan ketika
turun dari panggung lomba angkat besi SEA GAMES XXIV di Assembly Hall Nakhon Ratchasima
Vocational College kemarin (8/12). Kedua telapak tangannya ditutupkan ke wajahnya sambil
mengucap kalimat tanda syukur Alhamdulillah, saya rebut emas.
Pelatih, ofisial, dan wartawan Indonesia pun ikut diliputi kebahagiaan dengan keberhasilan Eko
tersebut. Lifter mungil dengan berat badan 55,55 kg itu (kelas 56) meraih emas dengan total
angkatan 284 kg. Dia membuat angkatan 126 kg untuk snatch dan 158 kg untuk clean & jerk.
Atlet asal lampung itu mengalahkan peringkat dua dunia asal Vietnam Hong Anh Tuan yang
hanya mampu mengoleksi total angkatan 281 kg, 128 kg untuk snatch dan 153 kg untuk clean &
jerk. Dengan prestasinya ini, Eko sekaligus memecahkan rekor SEA Games di kelas 56 kg atas
nama atlet seniornya Jadi Setiadi yang dibuat di SEA Games XXII tahun 2003.
Eko bakal mendapat bonus 200 juta dari pemerintah. Dengan bonus tersebut, Eko berkeinginan
membangun rumah untuk kedua orang tuanya karena sampai hari ini masih belum memiliki rumah
sendiri. Motivasi mulya itulah yang menjadi salah satu kiat suksesnya. Dia juga ingin memiliki
kambing kembali di tanah kelahirannya. Sebelum bergabung dalam pelatnas angkat besi,
kesibukannya sehari-hari adalah menggembala kambing.
Dikutip dari Jawa Pos, Edisi Minggu 9Desember 2007, halaman 1&15.

Jawablah pertanyaan berikut!


1. a. Peristiwa apa yang terdapat dalam teks berita itu ?
b. Bagaimana peristiwa itu terjadi ?
c. Siapa saja yang terlibat dalam berita itu ?
2. Tulislah pokok pokok itu menjadi sebuah kalimat.
3. Suntinglah teks berita yang telah kamu buat tersebut !

1.
No

Pedoman Penskoran kegiatan kelompok


Nama

Ketepatan
Isi

Kelengkap
an isi

1 2 1 2 3 4 3 4 1 2 3

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Jml.
Skor

Ejaan

Nilai

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.10.1.
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas /Semester
Standar
Kompetensi

: SMPN 2 Sumberasih
: Bahasa Indonesia
: VIII/2
10. Mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi
melalui kegiatan diskusi dan protokoler

Kompetensi Dasar

10.1 Menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan


penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti
atau alasan
Mampu menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan
penolakan pendapat dalam diskusi dengan etika yang
baik dan argumentatif

Indikator

Alokasi Waktu

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1.
2.

Menyampaikan persetujuan dalam diskusi dengan etika yang baik dan santun.
Menyampaikan sanggahan dan penolakan pendapat dalam diskusi dengan etika yang baik
dan argumentatif dengan santun

II. Materi Pembelajaran


1. Menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi dengan etika
yang baik dan argumentatif

Memberikan sanggahan dalam adu pendapat disertai bukti. Untuk membahas suatu
masalah , dilakukan berbagai diskusi. Dalam kegiatan ini, siswa berlatih
mengemukakan pendapat dan menyanggah pendapat/ menolak usul yang ada dalam
diskusi. Siswa akan memperbincangkan masalah sinema remaja yang ditayangkan
televisi dalam suatu diskusi.
Bahan diskusi.
Secara berkelompok, bacalah teks berikut !
Sinema Remaja Tanyangan Televisi Kita
Setelah sukses A2DC ( Ada Apa Dengan Cinta ) menyedot pemirsa remaja,
banyak sineas dan produser melirik pasar baru untuk bisnis hiburannya. Akibatnya,
jangan heran jika puluhan sinema remaja setiap pekannya diputar diberabagai stasiun
televisi lokal. Semua bercerita tentang remaja. Persoalannya, bagaimana dengan
muatan yang dibawa sinema sinema tersebut ?
..................................
( dikutip dari Buku Bahasa Indonesia SMP kelas VIII, Depdiknas, halaman 138)

III. Metode Pembelajaran


1.
2.
3.
4.

Pemodelan
Tanya jawab
Inkuiri
Diskusi

IV. Langkah Langkah Pembelajaran


Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1.
Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
Tanya jab pengalaman siswa dalam berdiskusi atau
melihat. diskusi di TVRI. (ingin tahu)
2.
Siswa menyimak rumusan tujuan

Alokasi
Waktu

Metode

10 menit

Tanya Jawab

pembelajaran yang disampaikan guru.


B.Kegiatan Inti
1. Siswa menyimak pemutaran rekaman kegiatan
diskusi dari salah satu TV dengan sungguhsungguh. (kerja keras)
2. Siswa mengemukakan tata cara diskusi (menjawab
pertanyaan, menyampaikan pendapat, menolak, dll)
dari hasil menyimak.
3. Siswa menerima rumusan bahan untuk diskusikan
dalam kelompok.
4. Siswa berdiskusi dalam kelompok masing-masing
menjawab permasalahan yang diberikan guru.(kerja
sama)
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa menanyakan kesulitan dalam berdiskusi.
2. Guru memberikan tanggapan dan memberikan nilai.

60

Pemodelan
Diskusi
Inkuiri

10

Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan mengadakan
apersepsi (menanyakan tugas yang diberikan ke siswa
pada pelajaran sebelumnya)
2. Siswa mempersiapkan tugas pertemuan yang lalu
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa memperagakan kegiatan diskusi sesuai
dengan rumusan kelompok di depan kelas. (kerja
sama)
2. Siswa kelompok lain mengemukakan kalimat
persetujuan dengan etika yang baik. (santun)
3. Siswa dalam kelompok lain mengemukakan
sanggahan dan penolakan dengan bahasa dan etika
yang baik disertai argumentasi yang logis. (berpikir
logis)
4. Siswa penilai memberikan komentar terkait
persetujuan, sanggahan, dan penolakan yang
disampaikan peserta diskusi dengan memperhatikan
etika berbicara. (santun)
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa melakukan refleksi dengan menyampaikan
kesulitan dalam berdiskusi.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran
V. SUMBER BELAJAR
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Depdiknas Hal.138
LKS Bahasa Indonesia MGMP BIND. Kab. Malang kelas VIII
VI. PENILAIAN
a. Teknik
: Unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen
: Uji kerja dan produk
c Kisi Kisi soal penilaian

Alokasi
Waktu

Metode

10 menit

Tanya
Jawab

60

Diskusi

10

Tanya jawab

Standart
Kompetensi
10. Mengemu
-kakan pikiran,
perasaan, dan
informasi mela -lui
kegiatan diskusi
dan protokoler

Kompetensi Dasar

Indikator Instrumen

10.1 Menyampaikan persetujuan,


sanggahan, dan
penolakan
pendapat dalam
diskusi disertai dengan bukti atau
alasan

1. Disajikan teks bacaan, siswa menemukan


sanggahan.
2. Disajikan teks bacaan, siswa menemukan
pendapat yang sesuai dan tidak sesuai.
3. Disajikan teks bacaan, siswa menemukan
sanggahan dan penolakan yang muncul dalam
diskusi.

d. Soal Penilaian
1. Bagaimana pendapat kelompokmu terhadap pendapat yang terdapat dalam teks ?
2. Tulislah pendapat yang sesuai dan pendapat yang tidak sesuai!
3. Tulislah sanggahan yang muncul dan penolakan usul yang muncul dalam diskusi !

a.

Pedoman Penskoran kegiatan diskusi

No

Skor : A
B

Nama Siswa

Kegiatan diskusi
Keaktifan

= 910
= 7.5 8.5

Kriteria penilaian

Kerjasama

Kesungguhan

Jumlah skor

C = 67
D = kurang dari 6

skor = skor didapat siswa X 100


Skor maksimal (30)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.10.2
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas /Semester
Standar
Kompetensi

: SMPN 2 Sumberasih
: Bahasa Indonesia
: VIII/2
10. Mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi
melalui kegiatan diskusi dan protokoler

Kompetensi Dasar

10.2 Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan


benar serta santun
Mampu menyimpulkan tata cara protokoler pembawa
acara dalam berbagai acara dengan logis
Mampu menunjukkan garis besar susunan acara
dengan benar.

Mampu membawakan acara dengan bahasa yang


baik dan benar serta santun sesuai dengan konteks
acara
: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Indikator

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. menyimpulkan tata cara protokoler pembawa acara dalam berbagai acara dengan logis
2. Menunjukkan garis besar susunan acara dengan benar
3. Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun sesuai dengan konteks
acara

II. Materi Pembelajaran


1. menyimpulkan tata cara protokoler pembawa acara dalam berbagai acara
2. Menunjukkan garis besar susunan acara
Contoh susunan acara : SUSUNAN ACARA PERPISAHAN SISWA KELAS IX
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al Quran
3. Laporan ketua panitia
4. Sambutan sambutan : a. Kesan dan Pesan siswa kelas IX
b. Sambutan perwakilan wali murid
c. Sambutan Kepala Sekolah
5. Ceramah Pendidikan
6. Hiburan
7. Penutup / Doa
3. Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun sesuai dengan konteks
acara
Pembawa acara aaharus bisa meyakinkan pedengar. Untuk itu , suara harus keras,
penampilan tenang. Selipkan humor saat saat tertentu.

III. Metode Pembelajaran


1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri
4. Pelatihan
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Guru menampilkan cuplikan kegiatan pembawa acara
2. Guru menayakan ke siswa mengenai pengalamannya

Alokasi
Waktu
10
menit

Metode
Tanya
Jawab

sebagai pembawa acara.


3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

1.

Kegiatan Inti
Siswa memperhatikan pomodelan pembawa acara
yang disiapkan guru.
2.
Siswa berdiskusi untuk menemukan tata cara dan
hal-hal yang harus dilakukan sebagai pembawa acara
dan tat urutan acara. (kerja sama)
3.
Siswa menyusun rumusan suatu acara untuk
ditampilkan dengan benar. (kerja keras)
4.
Siswa menyampaikan hasil pekerjaan dalam diskusi
kelompok untuk dikomentari temannya dengan santun.
(santun)
5.
Siswa berlatih membawakan susunan acara.
(santun)
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa melakukan refleksi dengan menyampaikan
kesulitannya dalam belajar sebagai pembawa acara.
2. Siswa menyimpulkan hasil akhir tugas.
1.

60

10

Pemodelan
Diskusi
Inkuiri

Tanya
Jawab

Pertemuan Kedua
Alokasi
Waktu

Langkah langkah Pembelajaran


A.Kegiatan Awal
1. Guru membuka pelajaran dengan menanyakan
kegiatan siswa pada pertemuan sebelumnya.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti
1. Siswa secara bergantian berperan sebagai pembawa
acara suatu kegiatan di depan kelas. (bertanggung
jawab)
2. Siswa kelompok lain memberikan komentar dan
penilaian dengan santun (santun).
C.Kegiatan Penutup
1.
Siswa melakukan refleksi dengan menyampaikan
kesulitannya sebagai pembawa acara.
2.
Siswa menyimpulkan pelajaran. menanggapi dan
menilai penampilan siswa dengan logis.)berpikir logis)

Metode

10
menit

Tanya
Jawab

60

Demontrasi
Diskusi

10

Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Depsiknas Hal.148
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII

VI. PENILAIAN
a. Teknik
: Tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen
: Unjuk kerja dan produk.
c Kisi Kisi soal penilaian

Standart Kompetensi
10. Mengemukakan pikiran,
perasa -an, dan informasi
melalui kegiatan diskusi dan
protokoler

Kompetensi
Dasar
10.2 Membawakan
acara dengan
bahasa yang baik
dan benar serta
santun

Indikator Instrumen
Siswa membaca kan /
membawakan susunan acara
didepan kelas secara bergiliran.

d. Soal Penilaian
Bacalah susunan acara berikut ini !
SUSUNAN ACARA PERPISAHAN SISWA KELAS IX
Tahun 2008
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al Quran
3. Laporan ketua panitia
4. Sambutan sambutan : a. Kesan dan Pesan siswa kelas IX
b. Sambutan perwakilan wali murid
c. Sambutan Kepala Sekolah
5. Ceramah Pendidikan
6. Hiburan
7. Penutup / Doa
3. Pedoman Penskoran sebagai pembawa acara
No

Nama siswa

Aspek yang dinilai


Vokal

Bahasa

Penampilan

Skor

Jumlah
skor

Skor : 4 = sangat baik


Skor 3 = Baik
2= Cukup
1 = kurang
Kriteria penilaian

skor = skor didapat siswa X 100


Skor maksimal (12)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.11.1
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas /Semester
Standar
Kompetensi
Kompetensi Dasar

: SMPN 2 Sumberasih
: Bahasa Indonesia
: VIII/2
11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca
ekstensif, membaca intensif, dan membaca nyaring
11. 1 Menemukan masalah utama dari berbagai berita yang
bertopik sama melalui membaca ekstensif

Indikator

Mampu mendata masalah-masalah dari tiap-tiap berita


Mampu menentukan masalah utama dari tiap-tiap berita
Mampu menyimpulkan kesamaan masalah melalui kegiatan
membandingkan beberapa berita
: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Alokasi Waktu
I.

Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. mendata masalah-masalah dari tiap-tiap berita tentang kepahlawanan (nasionalis)
2. Menentukan masalah utama dari tiap-tiap berita dengan logis (berpikir logis)
3. Menyimpulkan kesamaan masalah melalui kegiatan membandingkan beberapa berita
(kreatif)

II. Materi Pembelajaran


1. mendata masalah-masalah dari tiap-tiap berita
Berita 1:

Berita 2 :
.
Berita 3:
.
2. Menentukan masalah utama dari tiap-tiap berita
Dari berita berita diatas, masalah utama yang dibahas adalah :
Berita 1:

Berita 2 :
.
Berita 3:
.
3. Menyimpulkan kesamaan masalah melalui kegiatan membandingkan beberapa berita
Kesimpulan dari ketiga berita tersebut adalah
III. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri
IV. Langkah Langkah Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
(menanyakan pengalaman siswa dalam membaca teks
berita)
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membaca naskah berita yang sudah
disediakan .
2. Siswa menjawab pertanyan tentang isi berita.
3. Siswa mendiskusikan permasalahan yang ada
dalam bacaan (berpikir logis)
C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru menyimpulkan hasil pekerjaannya.

Alokasi
Waktu

Metode

10 menit

Tanya Jawab

60

Pemodelan
Diskusi
Inkuiri

10

Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.

Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang berita dimedia elektronik.
2.
Menyampaikan tujuan
pembelajaran

B.Kegiatan Inti:
1. Siswa mempersiapkan diri untuk mendengarkan
berita dari radio ,televisi atau kaset rekaman berita
2. Dengan diskusi, siswa menyimpulkan masalah
yang utama dari berita yang didengar.
3. Siswa membandingkan penyajIan berita dari radio
dan televisi.
C.Kegiatan Penutup
Guru membahas dan memberikan nilai hasil pekerjaan
siswa.

Alokasi
Waktu

Metode

10 menit

Tanya Jawab

60

Pemodelan
Diskusi

10

Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Yudistira Hal.101
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Depdiknas Hal.102-103 ...........
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII halaman 21
VI. PENILAIAN
a. Teknik
: Unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen
: Portofolio
c Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
11. Memahami
ragam wacana tulis
dengan membaca
eksten sif,
membaca intensif,
dan mem -baca

Kompetensi Dasar
11. 1 Menemukan
masalah utama
dari berbagai
berita yang bertopik sama
melalui mem-

Indikator Instrumen
1. Disajikan teks berita , siswa
menemukan masalah dari
masing masing berita
2. Disajikan beberapa teks
berita, siswa menyimpul- kan
masalah utama yang dibahas.

No soal
1.
2

nyaring

baca ekstensif

d. Soal Penilaian
Bacalah teks berita berikut, kerjakan tugas berikut ini :
1. Tulislah masalah utama berita yang kamu dengar!
2. Buatlah kesimpulan dari beberapa berita yang kamu baca !
e. Pedoman pengamatan kelompok
Nama siswa
( kelompok )

Skor :

Aspek dan Skor


Keaktifan
1 2 3 4

Kerjasama
1 2 3

kesungguhan
4 1 2 3 4

Jumlah
skor

Nilai

4 = sangat baik
3 = Baik
2= Cukup
1 = kurang

Kriteria penilaian

skor = skor didapat siswa X 100


Skor maksimal (12)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.11.2
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca
Kompetensi
ekstensif, membaca intensif, dan membaca nyaring
Kompetensi Dasar
11.2 Menemukan informasi untuk bahan diskusi melalui
membaca intensif

I.

Indikator

Mampu mendata informasi yang problematik dan atau


kontradiktif dari bacaan
Mampu merumuskan masalah dari data yang diperoleh
untuk bahan diskusi

Alokasi Waktu

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. Mendata informasi yang problematik dan atau kontradiktif dari bacaan dengan benar
2. Merumuskan masalah dari data yang diperoleh untuk bahan diskusi secara logis

II. Materi Pembelajaran


1.
Mendata informasi yang problematik dan atau kontradiktif dari bacaan
Bacaan : LKS VIII BIND- MGMP 2008 halaman 18
ADU CERDIK BANDAR-POLISI
Perjudian memang sudah ada sejak lama. Selama itu pula penyakit masyarakat ini sulit
dihilangkan. Polisi sebagai aparat penegak hukum pun merasa kuwalahan untuk memberantas
jenis kejahatan yang masuk nomor urutan pertama atensi Kapolda Jatim Irjen Pol Herman
Sumawiredja ini.
Kendati peraturan yang diterapkan cukup tegas, namun bukan berarti para pengusaha
perjudian dalam hal ini Bandar, pasrah dan menyerah. Mereka pun beradu kecerdikan dengan
polisi untuk melakukan bisnis ini secara diam-diam.
Penelusuran koran ini pada sejumlah pengepul dan pengecer judi togel yang telah berhasil
tertangkap polisi dan telah bebas dari penjara, rata-rata mengaku tidak putus asa kembali
menekuni pekerjaan yang sama. Sebut saja Bondet dan Bondan yang ditemui di sekitar Pasar
Kebalen, Kecamatan Kedung Kandang, sepekan silam.
Dua lelaki berusia 30-an tahun ini mengaku sekarang banyak celah membuka bisnis togel
yang telah ditutup polisi. Memang benar hampir semua lini sudah dihadang. Andaikan ada yang
bisa buka, paling itu adalah mata-mata polisi yang sengaja diciptakan untuk membongkar jaringan
judi yang selama ini memang cukup kuat dan tertutup, kata Bondet, residivis kasus judi togel saat
ditemui di sebuah warung kopi.
Akibat langkah tegas itu, pria berkepala plontos ini mengatakan, banyak inovasi yang
dilakukan untuk bersaing strategi dengan polisi. Di antaranya tidak lagi menggunakan cara-cara
konvensional, yakni banyak digunakan sebelum 2005.
Cara konvensional itu diantaranya menggunakan lembaran kupon dan ada rekapan (catatan)
baik buku atau lembaran kertas serta alat tulis. Selain pada tataran teknis yang mudah terbaca
polisi, juga pada tingkatan jaringan yakni antar pengecer, pengepul, dan bandar yang satu dengan
yang lainnya saling mengenal.
Namun sekarang pelaku makin cerdik dan memanfaatkan teknologi komunikasi sebagai
pengganti cara konvensional. Misalnya, mereka sudah banyak yang memakai HP, faks, bahkan
internet. Begitu juga cara pembayaran yang dilakukan antara mereka jarang dilakukan langsung,
namun melalui transferbank dan penerbitan cek.
Cara itu ditempuh untuk menyulitkan polisi dalam melakukan pembuktian. Hal yang sama juga
dilakukan dengan merapikan jaringan dengan menutup diri dengan lainnya. Sekarang antara
pengecer, pengepul, hingga ke Bandar jarang ada yang saling kenal. Semuanya dilakukan secara

tertutup dengan menggunakan jasa kurir, tambahnya.Dengan cara itu, diharapkan polisi tidak bisa
masuk ke jaringan inti. Apalagi membekuk si Bandar. Kalau mau jujur, kata Bondet, pengecer dan
pengepul adalah orang yang sengaja diciptakan oleh Bandar untuk melindunginya dari aparat
keamanan.
Menambah keterangan Bondet, penjudi lainnya, Bondan yang duduk bersebelahan mengaku
perbuatan yang dia lakukan memang salah di mata hukum. Namun, karena himpitan ekonomi,
mereka pun tidak patah semangat untuk kembali mengulang pekerjaan yang pernah membawa
mereka masuk penjara dan dicap masyarakat sebagai narapidana.
Mau kerja apa lagi, wong sekarang mencari pekerjaan susah. Terlebih kami telah berpredikat
sebagai narapidana, semakin sulit orang yang mempercayai kami untuk memberikan perkerjaan,
tambahnya.
Meski mengaku saat itu dia kerap kucing-kucingan dengan petugas, namun dia bisa
memahami tugas polisi untuk memberantas perjudian. Ketika masih di lapangan dia merasa polisi
juga manusia yang memiliki jiwa-jiwa kemanusiaan dan kepekaan sosial. Sehingga di lapangan
kerap dia temui banyak bentuk-bentuk toleransi-toleransi yang diberikan. Misalnya, jika seorang
tukang becak atau pemulung yang telah berusia lanjut terpegok menjadi pengecer judi, ada saja
yang diamaafkan dan disuruh meninggalkan lokasi karena masih merasa kasihan.
Sebagai gantinya, polisi minta informasi nama pengepulnya. Apabila di media massa selama
ini banyak memberitakan tersangka judi togel adalah dari kalangan kelas bawah, menurut
kacamata Bondan, polisi sudah kepepet lantaran dikejar target perolehan ungkap kasus oleh
komandannya. Jujur saja, anggota yang melakukan penangkapan sebenarnya tidak tega.
Sehingga mereka melakukannya dengan terpaksa, imbuhnya.

2.

Merumuskan masalah dari data yang diperoleh untuk bahan diskusi

Yang perlu dilakukan ketika menjadi penyaji diskusi:


(1)
Baca berbagai buku, majalah, koran, atau media lain yang membahas
topik.
(2)
Jika perlu lakukan wawancara dengan para ahli atau pelaku yang
menguasai topik dengan baik.
(3)
Rumuskan masalah yang akan dibahas.
(4)
Tentukan pokok-pokok pikiran yang akan dibahas.
(5)
Mengembangkan pokok-pokok pikiran menjadi karangan atau makalah
yang siap disajikan.
(6)
Siapkan alat bantu presentasi jika memungkinkan.
(7)
Berlatihlah melakukan presentasi jika belum berpengalaman.
(8)
Tanggapai pertanyaan, masukan, dukungan atau sanggahan dengan
jelas, tegas dan sopan
Yang perlu dilakukan ketika menjadi peserta diskusi:
(1)
Segera membaca makalah tersebut.
(2)
Tandai bagian-bagian yang salah cetak, tulis, pengurutan, atau logika untuk
bahan memberi masukan
(3)
Tandai istilah, frase, kalimat, atau pernyataan yang tidak kalian pahami untuk
bahan pertanyaan.
(4)
Tandai bagian/ pernyataan yang tidak disetujui untuk bahan menyanggah.
(5)
Tandai bagian/pernyataan penting dan mendasar yang disetujui untuk bahan
memberi dukungan.
(6)
Dengarkan dengan seksama saat penyajian, perhatikan jika ada ralat.
(7)
Jika bermaksud menyampaikan pertanyaan, masukan, dukungan, atau
sanggahan sampaikan dengan jelas, tegas, dan sopan.
Sebagai peserta diskusi harus mampu:
(1)
Mendata informasi yang problematis yaitu mencatat informasi yang
menimbulkan masalah
(2)
Mendata informasi yang kontradiktif yaitu mencatat informasi yang
menimbulkan tanggapan setuju dan
tanggapan tidak setuju.
(3)
Merumuskan masalah yaitu menyusun pertanyaan pengarah
pembahasan berdasarkan data yang ada.
(4)
Membaca intensif makalah berupaya memperoleh informasi yang
mendalam tentang isi makalah. Caranya dapat ditempuh dengan: (1) membaca dan
memahami judul, latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan pembahasan (2) membaca
dan memahami detail pembahasan dan kesimpulan , (3) mengikat pemahaman dengan
menuliskan sikap penyaji yang tercermin dalam kesimpulan.

III. Metode Pembelajaran


1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri
IV.Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan apersepsi ( bertanya jawab
terkait pengalaman siswa dalam berdiskusi
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membaca bacaan tentang Adu Cerdik Bandar-Polisi
(ingin tahu)
2. Siswa menemukan informasi yang problematik/

bertentangan dalam bacaan dengan menjawab panduan


pertanyaan bacaan pada buku siswa secara berdikusi.
(berpikir logis)
3. Siswa menyampaikan hasil kegiatannya di depan kelas.
(percaya diri)
4. Siswa dari kelompok lain menanggapi penyajian dari
kelompok penyaj dengan santuni (santun).
5. Siswa menyempurnakan hasil kegiatannya berdasarkan
tanggapan kelompok lain.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa melakukan refleksi dengan menyampaikan
kesulitan menemukan permasalahan problematic dari
bacaan.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
3. Menutup pelajaran dengan berdoa bersama

Alokasi
Waktu

Metode

10
menit

Tanya
Jawab

60

Pemodelan
Diskusi
Inkuiri

10

Tanya
Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan mengingatkan kegiatan
siswa pada pertemuan sebelumnya.
2. Siswa dan guru membahas singkat tentang materi pada
pertemuan pertama
3. Siswa berkelompok untuk berdiskusi

Alokasi
Waktu
10
menit

B.Kegiatan Inti:
1. Tiap kelompok membaca teks bacaan (tanggung jawab)
2. Siswa mendiskusikan isi bacaan dalam kelompok
60
dengan mencatat rumusan masalah, pertanyaan, dan hasil
diskusi. (kerja kelompok)
3. Tiap kelompok menjelaskan hasil diskusinya di depan
kelas.
4. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan
terhadap penyajian kelompok penyaji. (santun)
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa menyimpulkan hasil pekerjaannya.
10
2. Guru memberikan komentar dan memberikan nilai pada
hasil kerja siswa.
IV. BELAJAR
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Yudistira Hal.80

Metode
Tanya
Jawab

Diskusi

Tanya
jawab

Buku Bahasa Indonesia kelas VIII Penerbit Depdiknas Hal.137


LKS Bahasa Indonesia kelas VIII halaman 68
V. PENILAIAN
a. Teknik
: Pelaporan
b. Bentuk Instrumen
: Portofolio dan Proses
c Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
11. Memahami
ragam wacana
tulis dengan
membaca
ekstensif,
membaca
intensif, dan
membaca
nyaring

Kompetensi
Dasar
11.2 Menemukan
informasi untuk
bahan diskusi
melalui
membaca
intensif

Indikator Instrumen
Disajikan bacaan, siswa mencari
masalah utama yang bisa
dijasikan bahan diskusi

d. Soal Penilaian
Bacalah bacaan berikut , kerjakan secara berkelompok ( 2 anak ) tugas berikut ini :
1. Tulislah pokok pokok buku yang kamu baca!
2. Bacalah hasil kerja kelompok didepas kelas !
3. Berikan komentar secara lisan pada hail kerja kelompok lain.
e.

Pedoman Penskoran diskusi

Nama siswa
( kelompok )

Aspek dan Skor

Jumlah
skor

Keaktifan Inisiatip

Kerja
sama

1 2 3

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Nilai

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.12.1
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman,
Kompetensi
teks berita, slogan/poster
Kompetensi Dasar
: 12.1 Menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan
Populer
Indikator
(1) Mampu menulis pokok pokok isi buku ilmu pengetahuan
populer
(2) Mampu merangkai data pokok-pokok buku menjadi
rangkuman
(3) Mampu menyunting rangkuman
Alokasi Waktu
I.

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1). Menulis pokok pokok isi buku ilmu pengetahuan populer
2). Merangkai data pokok-pokok buku menjadi rangkuman
3). Menyunting rangkuman

II. Materi Pembelajaran


1). Menulis pokok pokok isi buku :
Contoh Buku:
Judul buku
: Anggaran Belanja Keluarga
Penulis
: Cuco
Penerbit
: Gramedia
Kota Terbit
: Jakarta
Tahun Terbit : 1995
Tebal buku
: 54 halaman
Anggaran belanja keluarga sangat penting dalam kehidupan keluarga. Anggaran belanja keluarga
umumnya terdiri dari kegiatan mencatat pendapatan keluarga, membuat daftar pengeluaran setiap bulan,
membuat kartu-kartu pos pengeluaran, dan mengisi amplop-amplop pos pengeluaran. Dalam anggaran
belanja keluarga hendaklah memasukkan dana cadangan masa suram dan disarankan minimal mencapai 6
kali gaji.
Anggaran belanja keluarga mencakup sasaran jangka pendek dan jangka panjang. Untuk itu
diperlukan berbagai pos penyisihan sesuai dengan target yang diinginkan. Susunlah sasaran sesuai dengan
prioritas dan kebutuhan, adakanlah simpanan sampai target tercapai, baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Jadilah anggota Koperasi Simpan Pinjam yang memiliki tujuan yang sama. Karena anggota dapat
menyimpan uangnya, dapat meminjam uang, dan dapat memperoleh nasihat keuangan.
Menutup kebocoran dalam anggaran belanja rumah tangga sangat penting. Untuk itu, lakukanlah
pembicaraan sasaran Anda dengan anggota keluarga. Kalau sudah ditentukan jangan sampai belanja di luar
perhitungan. Aturlah keuangan Anda seperti perusahaan yang sukses. Sadari bahwa kesuksesan anggaran
belanja keluarga adalah kesuksesan Anda sendiri. Cari dan tutuplah kebocoran-kebocaran kecil pengeluaran
keuangan yang sia-sia bersama anggota keluarga. Lakukanlah perubahan keuangan sekarang juga.
Lepaskan barang-barang yang tidak merupakan kebutuhan pokok (udara, air, pangan, sandang, papan, dan
transpot). Cari hiburan yang murah meriah. Jangan beli barang-barang kecil yang bersifat tak penting. Hemat
dan gunakan barang yang bisa dipakai. Hindari merokok, minuman kemasan, dan camilan. Pilih yang murah
tapi sehat dan bergizi.
Ada rahasia mengatur keuangan keluarga, baik yang punya hutang maupun yang tidak. Harus
punya kemauan keras bebas dari hutang dan bertahan tanpa hutang. Lakukan berbagai penghematan dan
menyimpan untuk dana cadangan. Simpan dahulu penghasilan sebelum membelanjakan. Sadari bahwa
pinjaman itu menguras uang Anda. Biasakan membayar kontan dan bebas hutang. Tentukan sasaran
sebelum belanja lengkap dengan anggarannya.

Mulai menyusun anggaran belanja. Kalau sudah, tahan belanja sebelum lihat anggaran. Hadapi
kenyataan yang ada, belanja bulanan tidak pernah persis dengan anggaran, tapi jangan melebihi. Dalam
menyusun anggaran diharuskan sudah mempunyai uang cadangan sejumlah satu atau dua kali gaji bulanan.
Dana hari suram, tidak boleh diambil kecuali sangat darurat, dan harus segera diisi kembali. Adapun cara
mencari dana hari suram meliputi: menyisihkan anggaran untuk hari suram; carilah pekerjaan tambahan atau
sambilan; meminjam uang yang tanpa bunga dari famili, sahabat, atau yayasan sosial; meminta bantuan tidak
dalam bentuk uang tetapi bentuk pertolongan tindakan.
Mengelola perusahaan sendiri sangat mempengaruhi anggaran belanja keluarga. Untuk itu, jangan
mempertaruhkan dana hari suram untuk modal usaha karena keluarga harus terjamin. Modal usaha
sebaiknya diambil dari dana simpanan tambahan. Sebaiknya jangan usaha dengan modal pinjaman. Jika
tidak punya modal, cobalah bekerja sama dengan teman untuk mendirikan usaha bersama dengan aturan
yang jelas. Pisahkan keuangan keluarga dengan keuangan perusahan agar kehidupan keluarga dan
perusahaan tidak saling mengganggu. Dalam menjalankan usaha jangan mudah terpikat oleh ide-ide baru
yang belum jelas. Suami-istri harus bertindak saling mengontrol dalam menjalankan anggaran belanja rumah
tangga dan perusahaan.

2). Merangkai data pokok-pokok buku menjadi rangkuman


3). Menyunting rangkuman
Dari rangkuman yang ada diatas , sempurnakan menjadi lebih sempurna dari segi kalimat,
kata maupun ejaan.

III. Metode Pembelajaran


1. Pemodelan
2. Tanya jawab
3. Inkuiri
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1.
Guru membuka pelajaran
dengan apersepsi Tanya jawab ke siswa untuk
menyebutkan macam macam buku yang
pernah dibaca
2.
Siswa menyebutkan cara
membaca buku
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membentuk kelompok 2 atau 3 anak
2. Siswa memilih buku yang akan dibaca
3. Siswa membaca buku untuk menemukan
pokok-pokok isi buku.
4. Siswa menulis pokok pokok isi buku yang
dibaca.
5. Siswa menyampaikan pokok-pokok isi buku
yang dibaca dalam kelompoknya.
C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
bertanya jawab tentang kesulitan dalam menulis
pokok pokok isi buku

Alokasi
Waktu

Metode

10 menit

Tanya Jawab

60

Pemodelan
Diskusi
Inkuiri

10

Tanya Jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
Tanya jawab ke siswa untuk mengemukakan
pokok pokok buku yang telah dibaca
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya Jawab

B.Kegiatan Inti:
1. Siswa berkumpul menurut kelompoknya
masing - masing berdasarkan judul buku yang
pernah dibaca .
2. Secara berkelompok siswa menyusun
rangkuman berdasarkan pokok-pokok buku
yang ditemukannya.
3. Secara berkelompok siswa menyunting
rangkuman buku yang dibacanya.
4. Siswa membetulkan rangkuman isi buku
berdasarkan masukan dari kelompok lain..
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang
kegiatan menulis pokok pokok buku
3. Siswa menyimpulkan pelajaran.

60

Diskusi

10

Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Buku buku Pengetahuan
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII karangan Agus Supriatna Penerbit Grafindo Hal.102103 ...........
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII halaman 21
VI. PENILAIAN
a. Teknik
: Tes
b. Bentuk Instrumen
: Portofolio
c Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
12

Kompetensi Dasar
12.1. Menulis rang
kuman buku ilmu
pengetahuan

Indikator Instrumen
Diberikan buku Pengetahuan, siswa
menulis pokok pokok buku dan membuat
rangkuman

d. Soal Penilaian
Bacalah buku pengetahuan , kerjakan secara berkelompok ( 2 anak ) tugas berikut ini :
1. Tulislah pokok pokok buku yang kamu baca!
2. Buatlah rangakuman dari buku yang kamu baca !
3. Suntinglah / Betulkan teks berita berikut ini !
e. Pedoman Penskoran menulis

Nama siswa
( kelompok )

Aspek dan Skor


Kesesuaian
Ejaan dan
dengan isi
tanda baca
buku
1
2
3
1 2 3

Mengetahui,

Kelancaran
1

Jumlah
skor

Nilai

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.12.2
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman,
Kompetensi
teks berita, slogan/poster
Kompetensi Dasar
: 12.2 Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas
Indikator
1). Mampu menulis topik berita
2). Mampu menulis pokok pokok berita
3). Mampu merangkai data pokok-pokok berita
menjadi teks berita yang singkat, padat, dan jelas
Alokasi Waktu
I.

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat
1).Mampu menulis topik berita
2). Mampu menulis pokok pokok berita
3). Mampu merangkai data pokok-pokok berita menjadi teks berita yang singkat,
padat, dan jelas

II. Materi Pembelajaran


1). menulis topik berita dengan kalimat yang singkat dan jelas
contoh : Teks bacaan berita

Sudah Telan 40 Korban


Serangan demam berdarah dengue (DBD) kian meluas dan mengganas. Hingga
kemarin, dari data yang dihimpun Radar di Rumah Sakit Panti Waluyo (RKZ), Rumah Sakit
Tentara Soepraoen (RSTS), dan Rumah Sakit Islam Aisyiah (RSIA), jumlah penderita terus
menunjukkan peningkatan tajam.
Penderita terbaru tercatat tiga orang dari Jl. Anyelir 8 Kota Malang, yakni Eddo, 17;
Nawasista, 39; dan Fitra, 3. Tiga orang tersebut adalah satu keluarga yang masuk dini hari
kemarin di RKZ. Dengan tambahan itu, secara kumulatif di RKZ ada 25 penderita terhitung
mulai awal Oktober. Sisanya tersebar di RSI, RST Soepraoen, dan RS Lavallete. Totalnya 40
pasien.
Menurut salah seorang anggota keluarga mereka, Jumat kemarin di kampungnya
telah dilaksanakan pengasapan (fogging). Ironisnya, dini hari setelah pengasapan itu tiga
anggota keluarganya harus menjalani rawat inap karena DBD. Malam-malam mas bawanya
ke rumah sakit. Ketahuannya malam hari itu, kata seorang wanita di rumah tersebut.
Sementara di RST tercatat satu penderita di ruang anak-anak Paviliun Nusa Indah.
Satu penderita itu adalah Awang Shinta, 8. Dia tak lain adalah kakak kandung dari Awang
Akbar Rafsanjani 2,5 tahun, warga Jl. Kemantren III Gg. 3 No. 12 yang meninggal Jumat lalu
akibat serangan DBD pada Kamis sebelumnya.
Sedangkan di RSIA, hingga saat ini tercatat delapan orang penderita. Dua orang dari
Klayatan Gg. III, seorang dari Perumahan Sawojajar I, seorang dari Kasin Gg. Keramat,
seorang dari Jl. Kematren, seorang dari kecamatan Dau, dan seorang lagi dari Kebonagung.
Sedangkan satu lagi warga dari Klayatan Gg. II masih berstatus suspect (diduga DBD).

(Dikutip dari Jawa Pos dengan perubahan seperlunya )

2). Menulis pokok pokok berita


- Berupa kalimat singkat

- Dicari dengan menggunakan kata tanya ( 5 W + 1 H ) atau ASDiBiMeGa ( Apa,


Siapa, Dimana, Bilamana/ Kapan, Mengapa, Bagaimana ) atau ADiK SiMBa ( Apa,
Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana )
Contoh :
- Apa yang diberitakan
: wabah demam berdarah
- Siapa
: warga Malang
- Dimana
: Rumah sakit wilayah Malang
- Kapan
: Hari Jumat dan Sabtu
- Mengapa
: Terserang wabah demam berdarah
- Bagaimana
: dirawat di rumah sakit.
3). Merangkai data pokok-pokok berita menjadi teks berita yang singkat,
padat, dan jelas
HARDIKNAS 2008
Pada tanggal 2 dan 3 Mei 2008 dilaksanakan lomba baca puisi dalam rangka
memperingati Hardiknas tahun 2008. Lomba dilaksanakan di aula sekolah dengan juri
guru bahasa Indonesia.
III. Metode Pembelajaran
Gambar peristiwa
Tanya jawab
Inkuiri
Demonstrasi
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran

Alokasi
Waktu

A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan Tanya jawab
10 menit
kepada siswa untuk memberikan contoh berita yang
pernah didengar
2. Siswa menjelaskan isi berita yang pernah didengar
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa menemukan cara mencari cara mudah
menulis berita.
2. Siswa menuliskan pertanyaan pertanyaan pokok
berita.
3. Siswa memperhatikan gambar-gambar yang
tersedia, lalu menyusun jawaban dari pertanyaan pertanyaan pokok berkaitan dengan fakta yang
terdapat dalam gambar-gambar tersebut.
4. Berdasarkan jawaban jawaban singkat yang telah
tersusun, siswa menulis kalimat kalimat singkat
tentang isi berita
5. Secara berkelompok siswa menyunting teks berita
yang ditul
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan tanya
jawab tentang materi yang telah dipelajari.
2. Siswa mendapatkan tugas untuk mendata hal-hal
yang terdapat di lingkungan sekolahnya yang dapat
diangkat sebagai berita dan menuliskan pokok-pokok
beritanya dengan memperhatikan 5 W + 1 H

Metode
Tanya
Jawab

Diskoveri
Inkuiri

60

Diskusi
Kelompok

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan tanya jawab
tentang materi pertemuan pertama
2. Guru menyampaikan tujuan pelajaran
B Kegiatan Inti
1.Siswa membahas tugas yang diberikan
2 siswa menulis tugas dipapan tulis
3.Siswa membuat kalimat singkat
4. Siswa mengembangkan kalimat yang ada menjadi
sebuah paragraph/ teks berita.
.5.Siswa menyunting naskah berita yang tersusun
dengan memperhatikan ketepatan penggunaan kata,
tanda baca, dan ejaan.
C. Kegiatan Penutup
A. Siswa dan guru melakukan refleksi

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya Jawab

60 menit

10 menit

V. SUMBER BELAJAR
Gambar
VCD
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII halaman 2 dan 3
VI. PENILAIAN
1.
Teknik
: Unjuk kerja
2.
Bentuk Instrumen
: Portofolio
3.
Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
12
12.2. Menulis
teks Berita

Indikator Instrumen
Disajikan sebuah gambar tentang
suatu peristiwa, siswa :
a. Menulis topik berita
b. Menuliskan pokok pokok berita
c. Menyusun teks berita

4.

Soal Penilaian
Perhatikan gambar berikut ini !
a.
Apakah topik yang tepat dari gambar tersebut
b.
Tulislah pokok pokok berita !
c.
Buatlah teks berita dari pokok berita tersebut !
5.
Pedoman Penskoran:
Kegiatan
1. Siswa menuliskan data pokok berita yang diperoleh dari
lingkungan sekolah: 5W + 1H atau ADIK SIMBA
a. Apa
b. Di mana
c. Kapan
d. Siapa
e. Mengapa
f. Bagaimana
Siswa tidak menuliskan apa-apa

Skor
1
1
1
1
1
1
0

1) Kembangkan data pokok berita menjadi sebuah teks berita!


Rubrik penilaian teks berita
N
Aspek
Deskriptor
o
1

Kelengkapan
isi

Kesesuaian
isi

Sistematika

Penggunaan
ejaan dan
tanda baca

Isi berita lengkap (terdapat 5 W + 1 H)


Isi berita mendekati lengkap (ada 4 atau lebih
unsur)
Isi berita tidak lengkap (kurang dari 4 unsur
berita)
Semua tulisan sesuai dengan data
Sebagian kecil data tidak sesuai dengan
tulisan
Sebagian besar data tidak sesuai dengan
tulisan
Semua data tidak sesuai data dengan tulisan
Urut-urutan sesuai
Urut-urutan tidak sesuai
Tidak ada kesalahan penggunaan ejaan dan
tanda baca
Terdapat sedikit kesalahan penggunaan ejaan
dan tanda baca
Sebagian besar penulisan ejaan dan tanda
baca salah
Penggunaan ejaan dan tanda baca salah
semua

Skor

Skor
maksim
um

2
1

0
3
2

1
0
1
0
3
2

1
0

Jumlah Skor
Maksimum

10

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut.


Perolehan Skor
Nilai akhir =
-----------------------X
Skor Ideal (100)
= . . .
Skor Maksimum (21)
e. Kunci Jawaban

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
KD 12.3
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman,
Kompetensi
teks berita, slogan/poster
Kompetensi Dasar
: 12.3 Menulis slogan/poster untuk berbagai keperluan
dengan pilihan kata dan kalimat yang bervariasi, serta
persuasi
Indikator
1). Mampu menulis slogan / poster sesuai dengan konteks
2). Mampu menyunting slogan / poster
Alokasi Waktu
I.

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat
1). menulis slogan / poster sesuai dengan konteks
2). menyunting slogan / poster yang di buatnya

II. Materi Pembelajaran


1). Menulis slogan / poster sesuai dengan konteks
Contoh:
1. KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA
2. BERSIH ITU INDAH
3. KECIL MENANAM SUDAH BESAR MEMANEN
Perhatikan kaitan tujuan dan visi kegiatan/ organisasi/ perusahaan dengan wujud slogan yang
dibuatnya berikut!
Kegiatan/ organisasi/
Tujuan kegiatan/ organisasi
Kalimat slogan
perusahaan
Penanaman pohon
Meningkatkan kepedulian masyarakat
Alamku, Alammu,
pada hutan gundul
pada kelestarian lingkungan
Alam kita
Mari Selamatkan Bersama
Sharp
Menunjukkan keunggulan produk
Sharp,
dibandingkan dengan produk lain yang
Udara Bersih dan Sehat
sejenis
Lebih Lama
Slogan adalah kalimat pendek yang menarik/ mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan
tujuan/ visi suatu organisasi, kegiatan, golongan, atau perusahaan. Isi slogan menggambarkan
visi, tujuan, dan harapan dari sebuah kegiatan/ organisasi/ perusahaan.
2.
Mengenali ciri-ciri poster
Amati perbedaan contoh berikut

No
1
2
3

Kalimat
Mari Ciptakan lingkungan bersih dan indah.
Permata mitra remaja cerdas dan bertaqwa.
Untuk masakan pedas kasih aja sambel ABC!

Jenis Kalimat
Poster
Slogan
iklan

Poster adalah plakat (kertas ditempelkan pada dinding) berupa pengumuman atau iklan yang
dipasang di tempat

Umum (biasanya disertai gambar)


Dalam Menyusun poster, slogan, dan iklan perlu memperhatikan:
1. pilihan kata
: abtratif (mempunyai daya tarik, sehingga menimbulkan rasa ingin tahu)
2. kalimat
: singkat, padat, menarik, mudah dipahami.
3. Ilustrasi
: menarik dan sugestif misalnya diberi gambar-gambar yang menarik
dan sopan.

2). Menyunting slogan / poster


III. Metode Pembelajaran
1.
Pemodelan
2.
Inkuiri
3.
Demonstrasi
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Siswa menyebutkan contoh slogan dan poster yang
pernah dilihat
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
3. Siswa membentuk kelompok dengan anggota 2 anak

Alokasi
Waktu
10 menit

B.Kegiatan Inti:
1. Siswa menjelaskan macam macam slogan dan poster
2. Siswa menuliskan contoh kalimat slogan / poster yang
pernah dilihat
3. Siswa mendiskusikan contoh slogan / poster yang ada
dari segi pilihan kata, kalimat bahasa dan gambar.
4. Siswa menjelaskan hasil diskusinya secara bergantian
antar kelompok

Metode
Tanya
Jawab

Pemodelan
Diskusi
demonstrasi

C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan
ke siswa kesulitannya dalam mempelajarai
pelajarantersebut.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran
Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan pertama
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membahas tugas yang diberikan yaitu menyusun
slogan.
2. Siswa membuat slogan dengan tema teretntu.
3. Siswa menyunting slogan yang dibuatnya berdasarkan
ketepatan bahasa, dan tujuan.
4. Siswa menyajikan hasil kegiatannya untuk dikomentari
teman yang lain.
C.Kegiatan Penutup

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya
Jawab
Pelatihan

60 menit
diskusi

Tanya

1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menyatakan


kesulitan siswa dalam menyusun slogan.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran

10

jawab

V. SUMBER BELAJAR
Slogan dengan berbagai jenis dan isi
Buku Bahasa Indonesia karangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII semester 2 MGMP BIND Hal. 53.
VI. Penilaian
a. Teknik
: Tes
b. Bentuk Instrumen
: uji petik produk
c. Instumen soal:
1. Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
12

Kompetensi
Dasar
12.3. Menulis
Slogan / Poster

Indikator Instrumen
Membuat sebuah slogan dan
poster tentang kebersihan.

2. Soal Penilaian
Buatlah sebuah slogan dan poster dengan tema tentang kebersihan!
3. Pedoman penskoran penilaian
NO

Aspek Yang Dinilai

1.
2
3

Pilihan kata
Penulisan kalimat
Kesesuaian tema

Komposisi gambar ( untuk


poster )

Baik

Nilai
Sedang Kurang

Jumlah

Jumlah
Rata Rata ( Nilai )
Keterangan Nilai :
Baik
: 86 - 100
Sedang
: 75 - 84
Kurang
: < 74
4. Kunci Jawaban

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.13.1
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 13. Memahami unsur instrunsik novel remaja ( asli/
Kompetensi
terjemahan) yang dibaca
Kompetensi Dasar
: 13.1 Mengidentifikasi karakter tokoh novel remaja ( asli/
terjemahan) yang dibaca
Indikator
1).Mampu mendata tokoh utama dan sampingan dalam
cuplikan novel
2). Mampu mengidentifikasi karakter tokoh disertai dengan
bukti/ alasan yang jelas/ logis
Alokasi Waktu
I.

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1). mendata tokoh utama dan sampingan dalam cuplikan novel
2). mengidentifikasi karakter tokoh disertai dengan bukti/ alasan yang jelas/ logis

II. Materi Pembelajaran


1). Jenis jenis tokoh cerita dan karakter tokoh
a. Jenis tokoh
: 1. Tokoh Utama
2. Tokoh Sampingan
b. Karakter tokoh
: - Antagonis = Jahat, jelek
- Protagonis = Baik
- tritagonis = Penengah
2). Cara menemukan karakter tokoh dalam cerpen/novel:
Melalui pernyataan langsung dari pencerita terhadap tokoh
Melalui dialog, jalan pikiran, dan perbuatan tokoh dalam menghadapi
peristiwa.
Melalui interaksi antartokoh dalam keseluruhan cerita.
3). Menulis karakter tokoh dan bukti atau alasan yang mendukung/ logis
Nama tokoh
- Nona Kraft

III. Metode Pembelajaran


Pemodelan
Tanya jawab
Inkuiri

Karakter
Protagonis, perhatian
pada orang lain dan
telaten

Bukti dalam teks / kalimat


- Apakah kalian lupa makan vitamin
pagi ini ?
- Aku harap kalian semua juga ingat
membawa benda benda yang
diperlukan .

IV. Langkah Langkah Pembelajaran


Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan apersepsi berupa Tanya
jawab ke siswa untuk menyebutkan jenis buku cerita
yang pernah dibacanya.
2. Siswa mengemukakan contoh novel yang pernah dibaca
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membaca buku novel yang telah dipili sebelumnya
2. Siswa mendata tokoh tokoh yang terdapat dalam novel
(tokoh ujtama dan tokoh sampingan, tokoh protagonist
dan atau tokoh tokoh antagonis)
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan
kesulitan siswa dalam menemukan tokoh dalam novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran

Alokasi
Waktu
10
menit

60
menit

Metode
Tanya
Jawab

Penugasan
Diskoveri
inkuiri

10
menit

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan apersepsi berupa jawab
tentang novel yang sudah dibaca siswa.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa membahas tugas yang diberikan
2. Siswa menuliskan watak / karakter dari masing masing
tokoh dengan disertai bukti pendukungnya.
3. Dalam kelompok siswa menyampaikan hasil
pekerjaannya untuk dikomentari teman kelompoknya.
4. Siswa menyempurnakan hasil pekerjaannya berdasarkan
masukan anggota kelompok.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan
kesulitan siswa dalam menemukan watak tokoh dalam
novel/cerpen.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

Alokasi
Waktu

Metode

10
menit

Tanya
Jawab

60
menit

Penugasan
Diskusi

10
menit

Tanya
jawab

V. SUMBER BELAJAR
Buku novel remaja
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS bahasa Indoesia kelas VIII MGMP BIND halaman 31 dan 32
VI. PENILAIAN
1.
a. Teknik
2.
b. Bentuk Instrumen
3.
Kisi Kisi soal penilaian

: Tes Tulis
: Uji petik kerja dan produk

Standart
Kompetensi
13

Kompetensi
Indikator Instrumen
Dasar
13.1.
Disajikan penggalan novel, siswa
Mengidentifikasi menuliskan tokoh tokohnya dan
Karakter
menjelaskan karakter masing
masing tokoh

4. Soal Penilaian
Bacalah penggalan novel berikut, jawablah pertanyaan dibawah ini !
Sebenarnya, sejak Sekar remaja bahkan sampai di perguruan tinggi dan kemudian bekerja
sebagai guru, ia cukup banyak disukai di dalam pergaulan. Kehadirannya selalu diterima dengan
senang hati karena ia memiliki banyak sifat yang menyenangkan. Tetapi di dalam masalah yang
teramat peka, yaitu masalah cinta, Sekar mempunyai masalah tersendiri yang tak mungkin dapat
diungkapkan dengan kata-kata. Sudah sejak dulu ia selalu bertanya-tanya sendiri mengapa dirinya
tidak seperti gadis-gadis lain yang mengalami jatuh cinta beberapa kali dalam kehidupan remajanya.
Entah itu cinta monyet entah pula cinta yang bukan pula cinta monyet sekalipun. Betapapun kuatnya
daya tarik yang terpancar dari teman-teman lelakinya, hatinya tetap saja tegar tak bergerak. Bahkan
tetap demikian meski ia telah menjadi mahasiswi di Yogya. Padahal ada beberapa pemuda yang
menaruh hati kepadanya. Dua diantaranya malahan sudah hampir meraih gelar kesarjanannya.
Mula-mula Sekar menyangka kebekuan hati itu diakibatkan tumpukan kehati-hatiannya.
Kehati-hatian sebagai hasil internalisasi dari simboknya yang berulang-ulang menekankan kehatihatian ekstra, khusus untuk diri Sekar.
Ingat, Nak. Kau itu cantik dan menarik. Menilik asal-usulmu, orang akan memiliki
kecenderungan untuk lebih mempermainkan dirimu daripada sungguh-sungguh! Begitu yang sering
diucapkan oleh simboknya. Lebih-lebih apabila memergoki surat di tangan Sekar.
Kini ketika bertemu kembali dengan Joko sesudah lebih tujuh tahun tidak bertemu, tahulah
Sekar biang keladi apa yang menyebabkan hatinya begitu beku terhadap daya tarik pemuda-pemuda
lain. Dan kenyataan itu sungguh menyakitkan bersamaan dengan munculnya kesadaran bahwa ia
jatuh cinta kepada Joko, timbul juga kesadaran lain. Ia hanyalah seekor katak yang merindukan
rembulan. Tak lebih dari itu!
Sudah sejak Sekar mulai besar, dirinya terlihat dalam ambiguitas yang tak pernah usai. Ia tahu
bahwa dirinya datang dari golongan rakyat kebanyakan. Orang bilang, rakyat kecil. Kelas masyarakat
bawah. Bukankah ibunya seorang pembantu rumah tangga yang datangnya ke dalam rumah tangga
Ibu Suryokusumo itu karena kemauan sendiri? Karena keinginan orang tuanya untuk memasukkan
anak gadisnya yang masih kecil itu supaya masuk ke dalam kehidupan orang-orang terhormat, orang
orang yang konon darahnya biru?
Dari Simboknya, Sekar tahu bahwa kakeknya dulu adalah seorang petani. Untuk ukuran
masyarakat desa pada waktu itu, kakek Sekar termasuk orang yang berkecukupan. Justru karena
itulah Simbok Sekar tidak perlu harus ikut menyangga beban ekonomi keluarga dengan jalan ikut pergi
ke sawah atau pun ke ladang. Ambisi kakek Sekar sebagaimana juga ambisi kebanyakan orang-orang
desa yang hidupnya sedikit dia atas rata-rata, adalah membawa anak gadisnya terutama yang
tercantik, ke lingkungan yang dianggap lebih terhormat. Kalau tidak dapat di suwitokan (mengabdi) ke
balik dinding keraton, ya dibalik kaum bangsawan atau priyayi. Entah sebagai abdi dalem, penari,
penyanyi atau apa saja asal dapat mengabdi kepada Gusti Ratu. Sukur-sukur kalau ada pangeran
atau malah Gusti sendiri yang mau menjadikannya sebagai selir. Pikiran picik orang-orang desa yang
berorientasi ke arah keraton itu membawa pengertian bahwa menjadi selir atau bahkan cuma menjadi
lelangenan (orang yang disayang dalam arti tertentu) raja, merupakan anugerah yang menaikkan
derajat keluarga. Konon akibat cara berpikir yang seperti itu, beberapa puluh tahun lalu jika para
pangeran sedang berjalan-jalan dengan kudanya ke pelosok-pelosok kampung, mereka yang
mempunyai anak gadis yang sedikit manis saja, selalu berusaha memajang si gadis. Entah dengan
cara pura-pura sibuk menyiram tanaman di halaman depan atau momong adik-adiknya. Tentu saja
cara mereka memajang itu tidak tampak menyolok namun para pangeran atau bangsawan muda itu
mengetahuinya. Mereka sendiri pun tidak hanya mencari angin saja di atas kudanya itu sebab mata
mereka seringkali melirik ke kiri atau ke kanan. Dan kalau kebetulan ada yang menarik hatinya,
pastilah beberapa hari kemudian rumah si gadis itu akan kedatangan utusan untuk mematangkan
cinta kilat itu.
Memang bagi mereka yang memiliki wawasan lebih luas, keadaan itu terasa menoreh
perasaan. Norma-norma moral seperti terabaikan. Dan nilai-nilai keindahan tersingkirkan. Bahkan
martabat seorang wanita seperti tercampakkan. Nilai atau harga seorang wanita akan menjadi naik
apabila tersentuh, apabila jika disukai oleh pangeran-pangeran dari balik dinding keraton itu. Apalagi
kalau pangeran itu seorang putra mahkota.
Kakek Sekar pun memiliki ambisi semacam itu. Ya, hanya semacam itu sebab dorongan
utamanya bukan karena ingin melihat anak gadisnya berkulit putih bersih itu menjadi selir seorang

pangeran melainkan karena ingin melihat si gadis itu menjadi lebih beradab. Tahu sopan santun, tahu
aturan dan semacam itu. Beruntung bahwa Simbok Sekar yang pada waktu itu masih sebagai gadis
kecil, diterima bangsawan tinggi kerabat keraton yang memiliki sikap hidup yang bersih. Gadis desa
berkulit bersih berambut hitam tebal itu tidak pernah dipakainya melainkan diberikannya kepada anak
gadisnya untuk dijadikan pelayan pribadinya. Ketika gadis itu menikah, Simbok Sekar dibawanya.
Begitulah simbok Sekar menjadi bagian dari kehidupan Ibu Suryokusumo hingga kini, setelah
keduanya sama-sama menjadi tua.
Dengan demikian, Sekar pun ikut terbawa masuk di dalam lingkup kehidupan Ibu
Suryokusumo. Hanya bedanya, kalau simboknya dulu hanya belajar membaca, menulis, dan meraih
ilmu peradaban, Sekar yang hidup di alam kemerdekaan itu mendapat kesempatan yang lebih jauh
dan luas di bidang pendidikan. Tetapi meskipun demikian asal-usul dirinya sebagai seorang anak
pelayan, masih saja melekat pada dirinya. Seolah sebuah benda yang terlontar jauh tetapi talinya tak
terlepas dari tonggaknya!

2. Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan penggalan novel yang telah dibacakan!


a. Sebutkan pokok-pokok persoalan yang dibahas dalam penggalan novel yang dibacakan!
1) .................................................................................................................................................
2) ...................................................................................................................................................
3) ..................................................................................................................................................
4) ...................................................................................................................................................
b. Sebutkan tokoh dan karakternya dalam penggalan novel yang dibacakan!
1) ...................................................................................................................................................
...
2) ...................................................................................................................................................
.
3) ...................................................................................................................................................
.
4) ...................................................................................................................................................
...
c. Tentukan amanat penggalan novel yang dibacakan!
1) ...........................................................................................................................................
2) ...................................................................................................................................................
3) .......................................................................................................................................
d. Tentukan sikap dan tingkah laku yang layak dicontoh dalam penggalan novel yang dibacakan!
.......................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
e. Tentukan sikap dan tingkah laku yang tidak layak dicontoh dalam penggalan novel yang
dibacakan !
......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

5. Pedoman penskoran penilaian


No soal
a
b
c
d.
e

skor maksimal
4
4
3
2
2

Nilai = skor diperoleh siswa X 100


Skor maksimal (15)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.13.2
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 13. Memahami unsur instrinsik novel remaja ( asli/
Kompetensi
terjemahan) yang dibaca
Kompetensi Dasar
: 13.2 Menjelaskan tema dan latar novel remaja yang dibaca
Indikator
1).Mampu menyimpulkan tema cuplikan novel
2). Mampu mengidentifikasi latar yang ada dalam cuplikan
novel
Alokasi Waktu
: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)
I.

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajara siswa :
1). Mampu menyimpulkan tema cuplikan novel
2). Mampu mengidentifikasi latar yang ada dalam cuplikan novel

II. Materi Pembelajaran


1. Mengenal tema cerita
Masih ingatkah kalian pengertian tema? Tema merupakan pokok persoalan yang melandasi
penyusunan novel. Biasanya dinyatakan dalam bentuk kalimat yang menunjukkan adanya hubungan
sebab akibat. Misalnya:
(1) Kesabaran seorang istri dapat menyelamatkan seorang suami dari ketergantungan terhadap
narkoba.
(2) Dengan kerja keras kuliah sambil bekerja dapat mengantarkan seseorang menjadi pengusaha
sukses.
(3) Kecantikan fisik yang tidak disertai ketahanan mental justru membuat hidupnya sengsara dan
teraniaya.
(4) Kemewahan harta tanpa keimanan dapat menjerumuskan anak dalam dunia kejahatan.
Tema ada yang membedakan tema utama atau tema besar dengan tema pendukung, bawahan,
atau tambahan. Tema utama dapat diibaratkan batang sedangkan tema pendukung merupakan
cabang-cabangnya.

2. Mengenal setting
Masih ingatkah kalian pengertian latar?Setiap peristiwa dalam kehidupan tidak terlepas dari
pertanyaan di mana terjadi, kapan terjadi, bagaimana suasana saat terjadi. Jawaban atas
pertanyaan tersebut yang dikatakan sebagai latar. Dengan demikian terdapat latar tempat, nama
ruang, gedung, kampung, desa, kecamatan, kabupaten, kota, propinsi, negara, darat, laut, hutan,
gunung; terdapat latar waktu, zaman, masa, musim, abad, tahun, bulan, minggu, hari, tanggal, pagi,
siang, sore, malam, jam, menit, detik; terdapat latar suasana, mencekam, panik, hiruk pikuk, gaduh,
memilukan, mengerikan, mengharukan, tegang, ceria, bahagia, romantis, sahdu.

2). Menulis latar yang ada dalam cuplikan novel


Perhatikan cuplikan novel berikut!
Rika memandang putrinya, Mayang, dengan rupa gusar. Apa lagi yang diceritakan Oom
Erwin? Tanyanya dengan sikap bernafsu.
Ya itu saja, Ma. Bahwa Henry ikut membereskan rumah yang akan ditempati Papa kalau
pulang dari rumah sakit nanti.
Kok anak itu tidak bilang-bilang, ya?
Saya pikir, Mama sudah tahu. Bahkan saya kira Mama yang suruh.

Ah, nggak mama nggak tahu apa-apa. Bagusnya Erwin mau memberitahu, ya
Pantasnya Oom Erwin juga mengira, Mama sudah tahu atau Mama yang nyuruh.
Huh anak itu sudah main diam-diam. Kalau ada apa-apa, nggak mau bilang. Sudah berapa
hari dia sibuk membereskan rumah Papa?
Baru tiga hari.
Rika merenung sambil cemberut. Dalam usianya yang setengah abad dia masih memiliki sisa
kecantikan waktu muda. Kulitnya yang putih masih halus dan licin. Dari jauh tak tampak keriputkeriputnya. Tapi tubuhnya yang dulu langsing sekarang sudah menjadi tambun, hingga dagunya jadi
rangkap. Mayang, sang putri tidak secantik dirinya sewaktu berusia muda. Usia Mayang baru berusia
28 tahun, tapi kelihatan seperti berusia 35 tahun. Justru Henry, sang putra, yang mewarisi keindahan
rupa Rika.
Nanti tanya langsung saja sama dia kalau pulang, Ma, Mayang menganjurkan.
Oh, ya, tentu saja. Itu pasti. Cuma Mama lagi mikirin apa motivasi perbuataannya itu. Kok
tumben, ya. Tiba-tiba nggak hujan nggak angin dia mendekati Papa.
Barangkali ada maunya Ma.

...
(lihat LKS BIND Kelas VIII MGMP BIN Kab. Malang hal 27 30)

III. Metode Pembelajaran


Tanya jawab
Penugasan
Inkuiri
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan menanyakan pengalaman
siswa dalam membaca buku novel yang pernah dibacanya.
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bertanya jawab untuk memahami tema dan latar novel.
2. Siswa berkelompok berdasarkan judul novel yang berbeda.
3. Siswa membaca kutipan novel dari buku sumber yang
disediakan guru dalam kelompoknya.
3. Siswa menemukan pokok-pokok masalah yang terdapat
dalam novel yang dibacanya.
4. Siswa menyampaikan rumusan pokok-pokok cerita dari novel
ke kelompok lain yang sama judulnya untuk ditanggapi
temannya.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa menyimpulkan pelajaran

Alokasi
Waktu
10
menit
60
menit

Metode
Tanya
Jawab

Tanya
jawab
Diskusi
Kelompok
Inkuiri

10
menit

Tanya
jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.

B.

Alokasi
Waktu

Metode

Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan tanya jawab tentang novel
yang sudah dibaca
2. Guru menjelaskan tujuan pelajaran

10
menit

Tanya
Jawab

Kegiatan Inti:
1. Siswa dalam kelompok merumuskan tema dan latar cerita
dari novel yang dibcanya
2. Siswa menyampaikan hasil kegiatannya untuk dikomentari

60
menit

Penugasan
Diskusi

kelompok lain
3. Siswa memperbaiki hasil pekerjaannya berdasarkan
masukan dari temannya.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi untuk mengetahui
kesulitan siswa dalam menemukan tema dan latar dari
novel yang dibaca.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran

10
menit

Tanya
jawab

V. SUMBER BELAJAR
Novel dengan judul ..
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS Bind kelas VIII MGMP Kab. Malang hal. 2730.
VI. PENILAIAN
1. a. Teknik
: tes
2. Bentuk Instrumen
:Uji petik kerja dan produk
3. Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
13

Kompetensi
Dasar
13.2.
Menjelaskan
tema dan
latar novel

Indikator Instrumen
Disajikan penggalan novel, siswa
menuliskan tema dan latar

4. Soal Penilaian
Bacalah penggalan novel berikut, jawablah pertanyaan dibawah ini !

ULANG TAHUN PALING BURUK


(Harry Potter 2, J. K. Rowling)

Bukan untuk pertama kalinya pertengkaran meledak di meja makan rumah Privet Drive nomor 4.
Sebelumnya Mr. Vernon Dursley telah terbangun pagi-pagi buta oleh bunyi uhu-uhu keras dari
kamar keponakannya, Herry.
Untuk ketiga kalinya minggu ini! ruangannya. Kalau kau tidak bisa mengontrol burung hantu itu,
dia harus pergi!
Harry mencoba sekali lagi, untuk menjelaskan.
Dia bosan, katanya. Dia biar beterbangan di luar. Kalau aku boleh melepasnya di malam
hari
Apa aku kelihatan bodoh? kata paman Vernon geram, seserpih telor goreng bengantung
pada kumisnya yang lebat. Aku tahu apa yang akan terjadi kalau burung hantu itu dibiarkan
lepas.
Dia bertukar pandang geram dengan istrinya Petunia.
Harry mencoba berargumentasi, tetapi kata-katanya tenggelam oleh sendawa Dubley yang
keras dan panjang. Debley adalah anak Mr dan Mrs Dursley.
Aku mau tambah daging asap.
Masih banyak di wajan, Manis, jawab Bibi Petunia, matanya terharu menatap anak laklilakinya yang super gemuk. Kami harus memberimu makanan banyak- banyak lagi selagi ada
kesempatan aku tak senang mendengar tentang makanan di sekolahmu
Omong kosong, Petunia, aku tak pernah kelaparan waktu aku di Smeltangs, kata Paman
Vernon memprotes. Dudley mendapat cukup makanan. Ya kan Nak?
Dudley, yang luar biasa gemuknya sampai pantatnya melimpak ke kiri ke kanan kursi dapur,
menyeringai dan menoleh kepada Harry.
Ambilkan wajannya.
Kau lupa kata sihirnya, kata Harry jengkel.
Dampak kalimat sederhana pada keluarga itu sungguh luar biasa. Dudley tersedak dan
terjatuh dari kursinya keras sekali sampai menggetarkan seluruh dapur. Mrs Dursley menjerit dan
menutup mulutnya. Mr Dursley melompat bangun urat-urat berdenyutan di pelipisnya.
Maksudku kata tolong! kata Harry cepat-cepat. Aku tidak bermaksud ...
Bukankah sudah kularang, Gelegar pamannya dari seberang meja, Mengucapkan kata s
itu di dalam rumah kita?
Tapi aku

Berani-beraninya kau mengancam dudley! raung Paman Vernon menggebrak meja dengan
tinjunya.
Aku Cuma ..
Kuperingatkan kau! Aku tak mengizinkan keabnormalanmu disebut-serbut di bawah atap
rumah ini!
Harry bergantian memandang wajah keunguan pamannya dan wajah pucat bibinya, yang sedang
berusaha membantu Dudley bangun.
Baiklah, kata Harry, baiklah
Paman Vernon duduk kembali, tersengal seperti badak bercula satu yang kehabisan napas.
Dia memandang Harry lewat sudut matanya yang kecil tajam.
Sejak Harry pulang untuk liburan musim panas, Paman Vernon memperlakukannya seperti
bom yang bisa meledak setiap waktu, karena Harry bukan anak biasa. Sebetulnya, dia memang
sama sekali bukan anak biasa.
Harry Potter adalah penyihir yang baru melewatkan tahun pertamanya di sekolah sihir
Hogwarts. Dan jika keluarga Dursley tidak senang menerimanya selama liburan, itu bukan apa-apa
di banding perasaan Harry.
Harry merasa sangat rindu pada Hogwarts sehingga rasanya dia sakit perut terus-menerus.
Dia merindukan kastilnya, dengan lorong-lorong rahasia dan hantu-hantunya, pelajaran-pelajaran
(Walaupun mungkin tidak merindukan Snape, guru pelajaran ramuannya), surat-surat yang di
bawa oleh burung-burung hantu, makan bersama di Aula Besar, tidur di tempat tidurnya di menara
asrama, mengunjungi si pengawas binatang liar, Hagrid, di pondokannya di dekat Hutan Terlarang,
dan terutama Quidditch, olahraga paling populer di dunia sihir (enam tiang gawang tinggi, empat
bola terbang, empat belas pemain di atas sapu terbang)
Semua buku pelajaran Harry, tongkat, jubah, kuali, dan saou top Nimbus Dua Ribunya dikunci
dalam lemari bawah tangga oleh paman Vernon begitu Harry tiba di rumah. Apa pedulinya
keluarga Dursley kalau Harry kehilangan tempat di tim Quidditch asramanya karena dia tidak
berlatih selama musim panas? Apa urusannya bagi keluarga Dursley jika Harry kembali ke sekolah
tanpa mengerjakan PR-PR-nya? Keluarga Dursley termasuk yang oleh para penyihir disebut
Muggle (tak memiliki setetes pun darah penyihir di nadi mereka) dan bagi mereka memiliki penyihir
dalam keluarga adalah aib yang sangat memalukan. Paman Vernon bahkan telah menggembok
burung hantu Herry, Hedwig, di dalam sangkarnya, untuk mencegahnya membawa surat-surat
kepada siapa pun di dunia sihir.
................................................................................

a.
b.
c.
d.
e.

Siapakah tokoh dalam cerita tersebut?


Bagaimana watak tokoh tersebut?
Apasajakah pokok-pokok ceritanya?
Rumusakanlah tema cerita berdasarkan pokok-pokok cerita tersebut!
Dimanakah dan kapankah cerita itu terjadi? Apa buktinya?

5. Pedoman penskoran penilaian


a) Setiap butir soal diberi bobot skor 2
b) Skor = skor diperoleh siswa X 100
Skor maksimal (10)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.13.3
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 13. Memahami unsur instrunsik novel remaja ( asli/
Kompetensi
terjemahan) yang dibaca
Kompetensi Dasar
: 13.3 Mendiskripsikan alur novel remaja yang dibaca
Indikator

Alokasi Waktu
I.

1).Mampu mendata tahap alur cerita


2). Mampu menentukan alur disertai dengan bukti/ diskripsi
yang jelas/ logis
: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1). mendata tahap-tahap alur cerita
2). menentukan alur disertai dengan bukti/ diskripsi yang jelas/ logis

II. Materi Pembelajaran


1). Tahapan alur
Ketika kalian membaca cerita atau menonton sinetron di TV tentu pernah tertarik dengan
cerita tersebut. Salah satu ketertarikan kalian misalnya karena jalan ceritanya menarik. Tahaptahapan peristiwa yang dimulai dari perkenalah (tokoh watak, setting) jalinan konflik antar
tokoh sampai menuju klimaks cerita dan akhirnya penyelesaian disebut alur cerita. Pada
umumnya cerita menggunakan alur maju, maksudnya cerita berurutan dari awal hingga akhir.
Alur balik merupakan alur yang dibalik, bagian akhir didahulukan baru bagian awal. Sedangkan
alur mundur adalah alur yang mengisahkan peristiwa masa lalu. Ayo kita cermati pembhasan
materi ini!
3
4
Tahap-tahapan alur :
1. Perkenalan (denoumen)
2. Pertikaian (konflik)
3. Klimaks
4. Penurunan (relevasi)
5. Penyelesaian

2
1.

(skema alur)

1. Perkenalan merupakan tahap awal cerita, dalam hal ini dikenalkan tokohtokohnya, wataknya, seting ceritanya dan bagaimana hubungan antar tokoh.
2. Pertikaian dalam tahap ini terjadi perbedaan kepentingan antartokoh untuk
salaing memenangkan dirinya baik dari masalah diri sendiri atau masalah
dengan tokoh lain. Biasanya ditandai dengan pertengkaran, perkelhaian,
peperangan secara fisik. Juga ditandai dengan tingkat stres yang terus
menerus yang dialami tokoh, kebingungan, kesedihan mendalam secara batin.
3. Kilmaks puncak dari segala pertikaian antartokoh. Misalnya salah satu
tertusuk pisau, jatuh dari tangga, dll.

4. Relevasi tahapan ini ditandai dengan mulai terjawabnya kerumitan antar


tokoh. Biasanya
jika berkelahi mulai berbaikan lagi karena saling
menyadari.Jika keruwetan hati mulai terlihat alternatif penyelesaiannya. Dll.
5. Penyelesaian akhir dari cerita, biasanya ditanai oleh perasaaan sedih atau
bahagia yang dialami oleh tokoh utama.
III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Penugasan
Inkuiri
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan menanyakan
pengalaman siswa dalam membaca novel ( pernah
membaca novel, kenikmatan apa yang diperolehnya,
bagian mana yang menarik, dll)
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bertanya jawab dalam bimbingan guru untuk
mengemukakan tahap-tahapan alur dalam novel.
2. Siswa membaca kutipan novel dalam kelompok
3. Siswa menuliskan tahap-tahapan alur cerita dari novel
yang dibacanya.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan kesulitan siswa dalam menemukan
tahapan alur cerita.

Alokasi
Waktu
10
menit

60 menit

Metode
Tanya
Jawab

Tanya jawab
Penugasan
inkuiri

10 menit

Tanya jwab

V. SUMBER BELAJAR
Buku novel sesuai perkembangan siswa
misalnya : Cinta Bersemi Di belakang Tembok Karya Bagin
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS Bahasa Indonesia Kelas VIII MGMP Kab. Malang hal. 43--44
VI. PENILAIAN
1.
a. Teknik
: tes uji petik kerja
2.
Bentuk Instrumen
: uji petik kerja dan produk.
3.
Kisi Kisi soal penilaian
Standart
Kompetensi
13

4.

Kompetensi
Dasar
13.3 Mendiskripsi
kan alur novel
remaja yang
dibaca
Soal Penilaian

Indikator Instrumen
Disajikan penggalan novel,
siswa menjelaskan alur novel

AKHIR SEMESTER
MARY-LOU melihat lemari kecil di dekatnya. Ia tahu apa isinya. Bola, raket, sepatu
rusak.pokoknya benda-benda yang sudah tak dipakai tapi pemiliknya merasa sayang untuk
membuangnya. Mungkin sepatu Gwendoline ada di situ! Hati-hati ia membuka pintu lemari kecil
tersebut, takut kalau-kalau ada labah-labah atau binatang kecil lain keluar.

Diperiksanya berbagai benda rongsokan di dalamnya. Dengan takut ia memindah-mindahkan


barang-barang itu satu per satu. Ditariknya sebuah raket, dan sebuah benda terjatuh dengan suara
keras. Mary-Lou membeku seketika. Adakah orang yang mendengar suara itu? Ia menahan napas
dengan badan gemetar. Tidak, agaknya tak ada. Ia mulai mencari-cari lagi.
Dan ditemukannya sepatu Gwendoline! Ditemukannya botol dengan tinta ungu. Itulah yang
jatuh dengan suara keras tadi. Mary-Lou memperhatikan botol tinta itu, dan ia tahu digunakan untuk
apa benda tersebut oleh Gwendoline. Diperhatikannya sepatunya dan di sepatu yang sebelah
kanan terlihat bekas tinta ungu. Nyata sekali!
Dengan tangan gemetar Mary-Lou melihat nama yang tertulis di dalam sepatu itu. Untuk
meyakinkan diri. Ya, di situ tertulis denagn tulisan rapi Nona Winters: Gwendoline Lacey.
Jadi betul-betul Gwendoline!piker Mary-Lou.
Aku memang telah yakin bahwa bukan Darrell yang berbuat. Akau akan segera
membangunkan anak-anak.akan kuceritakan sekarang juga. Ah, lebih baik jangan. Mungkin
Katherine akan marah aku keluyuran malam-malam begini.
Mary-Lou mengambil botol dan sepatu itu. Dipadamkannya lampu kamar. Ia berdiri dalam
kegelapan. Tetapi apakah dia takut? Sedikitpun tidak. Tak sekali pun ia memikirkan kegelapan di
sekelilingnya. Pikirannya dipenuhi oleh penemuannya yang begitu berarti. Ia telah membuktikan
bahwa bukan Darrell yang melakukan perbuatan itu. Darrell tidak bersalah!
Mary-Lou bangun paling pagi. Ia langsung pergi ke tempat Katherine. Diguncangnya ketua
kelasnya itu sehingga terbangun. Bangun! serunya. Ada sesuatu yang sangat penting yang harus
kukatakan padamu. Bangunkan yang lain!
Yang lain terbangun juga oleh keributan Mary-Lou. Mereka duduk di tempat tidur, mengusapusap mata masing-masing. Mary-Lou berdiri menghadap semua tempat tidur, dan ia angkat sepatu
Gwendoline dengan gaya penuh arti.
Lihat! Telah kutemukan sepatu yang betul-betul terkena tinta. Dan kutemukan pula satu botol
tinta ungu. Lihat ini? Anak yang telah menghancurkan pulpenku menyembunyikan sepatunya dan
mengoles sepatu Darrel dengan tinta ungu ini. Dengan demikian kalian semua menuduh Darrel
berbuat.
Tetapi sepatu siapa itu? tanya Katherine heran. Dan kau temukan di mana?
Malam tadi aku pergi ke bawah, dan menyelidiki di tempat penyimpanan barang-barang
yang tak terpakai,kata Mary-Lou bangga. Semua semakin heran. Mary-Lou berani turun dalam
kegelapan? Semua tahu bahwa Mary-Lou sangat takut di kegelapan.
Kutemukan sepatu dan botol tinta ini di dalam lemari kecil di tempat itu,kata Mary-Lou. Dan
apakah kalian ingin mengetahui sepatu siapakah ini? Aku tak akan mengatakannya pada kalian.
Tidak. Lihat saja ke seisi kamar ini. Dan kalian bisa melihat dari gerak-gerik mukanya, nama siapa
yang tertulis di dalam sepatu ini!
Memang benar. Muka Gwendoline merah padam oleh rasa marah dan rasa ketakutan.
Dengan gusar dipelototinya Mary-Lou. Wah, jadinya dirinya tertangkap juga. Mengapa tidak
dibuangnya saja botol dan sepatu itu ke laut!
Gwendoline! bisik anak-anak itu. Mereka memandang dengan rasa marah dan jijik pada
anak yang kini wajahnya merah padam itu. Dan kali ini Gwendoline tidak berusaha untuk
menyangkal. Ia merebahkan badan kembali ke tempat tidur, menyembunyikan mukanya di bantal.
Katherine memeriksa sepatu dan botol itu. Kemudian ia mendekati Darrel, mengulurkan
tangan minta maaf.
Darrel, aku minta maaf karena telah berpikir bahwa kaulah yang berbuat,katanya.
Sesungguhnya aku tak meragukan kejujuranmu, tapi aku harus mempunyai bukti nyata untuk itu.
Oh, tak apa. Lupakanlah ,kata Darrel dengan wajah berseri-seri. Memang aku sangat
menderita karena sikap kalian, tetapi aku ternyata dapat mengandalkan dua orang sahabat yang tak
pernah meragukan aku.Sally dan Mary-Lou. Aku masih beruntung. Gwendoline tak akan punya
sahabat seperti keduanya.
Satu persatu anak-anak di kamar itu minta maaf pada Darrel. Alicia agak kaku sikapnya,
sebab ia betul-betul malu akan kata-kata keras yang diucapkannya dulu itu. Namun memang
begitulah sifat Alicia. Selalu keras dan tajam. Ia harus mendapat banyak pelajaran sebelum bisa
menguasai sifat kekerasannya itu dan memperoleh pengertian dari orang-orang di dekatnya.
Aku ingin bersahabat denganmu lagi,kata Alicia kikuk. Bergabunglah dengan Betty dan aku
seperti dulu.
Terima kasih,kata Darrel, dan ia menoleh pada wajah kecil penuh rasa setia, Sally, di
sampingnya Tapi kalau kau tak keberatan aku lebih suka bersahabat dengan Mary-Lou dan Sally
saja. Aku sering memperlakukan meraka buruk, tetapi ternyata mereka malah membelaku pada
saat aku mendapat kesulitan. Kukira merekalah sahabat-sahabat sejatiku.
Oh, terima kasih, Darrell! kata Mery-Lou dengan wajah bahagia.
Sally tak berkata apa-apa. Tetapi Darrel merasakan sebuah cubitan lembut di lengannya.
Darrel berpaling pada Sally dan tersenyum. Ia juga merasa sangat bahagia kini. Segalanya telah
selesai dan keadaan pasti akan baik terus sampai akhir semester. Bagus.
Ia melihat Gwendoline tengkurap di tempat tidurnya, menangis. Dalam kebahagiaannya,
Darrel bahkan tak bisa melihat musuhnya bersedih. Didekatinya Gwendoline, dan diguncangkannya
punggung anak itu perlahan.

Gwendoline,katanya, aku tak akan mengatakan peristiwa ini pada siapapun. Dan temanteman di kamar ini juga akan berbuat yang sama, bila kuminta. Tapi kau harus membelikan pulpen
baru bagi Mary-Lou. Pulpen yang sama indahnya, sama bagusnya dengan pulpen yang
kauhancurkan. Bagaimana?
Baiklah, kata Gwendoline lemas, hamper tak terdengar. Aku akan membelikannya.
Hanya itulah yang bisa dikatakan Gwendoline. Ia bahkan tak bisa berkata bahwa ia
menyesal. Ia bahkan tak bisa berkata minta maaf ketika akhirnya ia memberi Mary-Lou sebuah
pulpen baru dan sangat bagus.

Setelah mendengarkan pembacaan kutipan novel, bentuklah kelompok untuk


mengerjakan tugas-tugas berikut ini!
No
1
2
3

Indikator

Jawaban

Peristiwa yang menunjukkan bagian


awal cerita yaitu ....
Bagian yang menunjukkan konflik
cerita yaitu ....
Bagian yang menunjukkan klimak
cerita yaitu .....

4.Tuliskan garis besar rangkaian cerita penggalan di atas di bawah ini mulai dari bagian
pengenalan sampai penyelesaian!

5.Berdasarkan garis besar rangkaian peristiwa, alur cerita dikembangkan


adalah ...................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................
...........

Pedoman penskoran penilaian


c) Setiap butir soal diberi bobot skor 2
d) Skor = skor diperoleh siswa X 100
Skor maksimal (10)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.14.1
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar Kompetensi
: 14. Mengapresiasi kutipan novel remaja ( asli/
terjemahan) melalui kegiatan membaca
Kompetensi Dasar
: 14.1 Mengomentari kutipan novel remaja yang dibaca
Indikator

1).Mampu mendata masalah masalah yang yang perlu


dikomentari
2). Mampu Mengomentari kutipan novel dengan alasan
yang logis
: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Alokasi Waktu
I.

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran diharapkan siswa:
1).Mampu mendata masalah masalah yang perlu dikomentari dari membaca kutipan
novel remaja.
2). Mampu Mengomentari kutipan novel dengan alasan yang logis

II.

Materi Pembelajaran
1). Masalah Masalah yang perlu dikomentari dari sebuah novel, antara lain
a. Identitas novel
b. Isi novel secara garis besar
c. Kelebihan Kelebihan novel
d. Kelemahan Kelemahan novel
e. Saran untuk pengarang
2). Mengomentari kutipan novel dengan alasan yang logis

III.

Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Diskusi
Inkuiri

IV. Langkah Langkah Pembelajaran


Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (melalui
tanya jawab ke siswa mengemukakan contoh novel
yang pernah dibaca)
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya
Jawab

B.Kegiatan Inti:
1. Siswa berkelompok sesuai bimbingan guru menurut
judul novel yang dipilihnya.
2. Siswa membaca kutipan buku novel yang
telah dipilihnya dalam kelompok.
3. Siswa dalam kelompok menemukan masalah-masalah
yang perlu dikomentari dari kutipan novel yang dibaca.
4. Siswa bertanya jawab tentang masalah-masalah
yang ada dalam kutipan novel yang dibaca.
(meliputi tokoh, alur cerita, tema, konflik, setting, dll)
C.Kegiatan Penutup
1.
Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menyampaikan ketertarikannya dalam belajar
mengapresiasi novel.
2.
Siswa menyimpulkan pelajaran

Diskusi
60 menit
Tanya
jawab

10 menit

Tanya
jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Membuka pelajaran dengan melakukan tanya
jawab tentang seputar novel yang sudah dibaca
(hal-hal yang menarik, masalah yang muncul, dll)
2. Guru menyampaikan tujuan pelajaran.
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa berkelompok sesuai kelompok pada
kegiatan sebelumnya
2. Siswa dalam kelompok menunjukkan keunggulan,

Alokasi
Waktu
10 menit

Tanya Jawab

Diskusi
60 menit
penugasan
Inkuiri

kekurangan, pendapat, kritik, ataupun saran dengan


alasan yang logis dari novel yang dibaca

3. Siswa menyampaikan hasil diskusi kelompoknya


di depan kelas untuk ditanggapi kelompok lain
yang sama judul novelnya.
4. Siswa menyempurnakan hasil pekerjaannya
berdasarkan masukan dari kelompok dan guru.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menyampaikan kesulitan siswa dalam
mengementari novel yang dibaca.
2. siswa menyimpulkan pelajaran.

Metode

Presentasi

10 menit

Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Novel berjudul Are You There God? Its Me Maegaret ( Tuhan Ini Aku Margaret) karya
Yudi Blume, penerbit Gramedia, Jakarta. Tahun 2003
LKS BIND. KELAS VIII MGMP KAB. MALANG Hal. 11--13
Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII karangan Dawud dan Yuni Penerbit Erlangga

VI. PENILAIAN
1.
2.
3.
Standart

a. Teknik
: . Observasi
Bentuk Instrumen
: lembar observasi
Kisi Kisi soal penilaian
Kompetensi

Indikator Instrumen

Kompetensi
14

Dasar
14.1
Mengomentari
kutipan novel
remaja yang
dibaca

Disajikan kutipan novel siswa


dapat mengementari masalahmasalah dalam novel dengan
alas an yang logis.

Bacalah kutipan novel berikut , kemudian jawablah pertanyaannya!


Pada hari Rabu, sewaktu pelajaran aritmatika, aku mendengar suara burung mencicit.
Kebanyakan anak lain juga mendengarnya dan demikian pula Pak Benedict. Aku tahu karena ia
mengangkat wajahnya. Aku kembali menekuni soal, tetapi sejenak kemudian aku mendengar suara itu
lagi. Ciiit.
Sesudah bunyi ciiit yang kedua, Pak Benedict bangkit dan membuka jendela. Dijulurkannya
kepalanya dan memandang berkeliling. Pada saat itulah terdengar tiga suara ciiit lagi dari dalam kelas.
Pak Benedict kembali ke mejanya dan berdiri dengan tangan di punggungnya. Ciiit, aku memandang
Nancy. Aku yakin ia yang bersuara mencicit. Tetapi ia tak memandangku atau mengatakan apa pun.
Pak Benedict duduk dan mengetuk-ngetukkan jemarinya ke meja. Tidak lama kemudian kelas kami
berubah menjadi seperti pasar burung. Setiap detik terdengan suara ciiit. Susah sekali menahan diri
untuk tidak tertawa. Sewaktu Nancy menendang kakiku di bawah mejaku aku tahu giliranku tiba.Aku
menunduk dan menghapus salah satu jawabanku. Sambil menghapus bekas hapusan, aku bilang ciiit.
Pada saat Pak Benedict memandang ke arahku, suara cicit datang dari arah lain. Kupikir itu suara
Philip Leroy. Kami terus menanti Pak Benedict mengatakan sesuatu, tetapi ternyata di diam saja.
Ketika kami tiba keesokan harinya, susunan meja kami sudah berubah, menjadi berbentuk
huruf U. Di tiap meja dilekatkan kartu bernama masing-masing. Di salah satu sisiku duduk Freddy
Barnett, yang sama sekali tak kusukai. Aku tahu ia tukang bikin ribut karena aku pernah melihatnya
beraksi pada hari pertama masuk sekolah. Waktu itu ia berdiri di belakang Jay Hassler, dan pada saat
Jay hendak duduk, Freddy menarik bangkunya sehingga Jay jatuh terduduk. Aku benci pada anakanak yang melakukan itu! Aku harus berhati-hatri agar tidak terjebak Si Udang itu. Itulah panggilan
kami untuknya, karena pada hari pertama kali masuk sekolah kulitnya merah sekali terbakar matahari.
Tetapi di sisi satu lagi malahan lebih parah.Aku duduk di sebelah Laura Danker! Aku bahkan
tak berani memandang ke arahnya. Nancy memperingatkan aku bahwa nama jelek Laura bisa
menular. Yah, aku tidak usah khawatir karena Laura juga tidak memandang ke arahku. Ia memandang
lurus ke depan. Tentu saja, keempat anggota PRC terpisah-pisah. Tapi Nancy beruntung duduk di
sebelah Philip Leroy!
Tak ada suara mencicit lagi. Pak Benedict mengingatkan kami agar bersiap-siap menghadapi
ulangan IPS keesokan harinya. Siang harinya kami berolah raga. Murid-murid laki-laki bermain basket
dengan Pak Benedict. Kami yang perempuan ditinggal bersama guru senam, Bu Abbott, yang
menyuruh kami berbaris sesuai dengan besar tubuh kami. Aku nomor tiga dari depan. Janie nomor
satu. Laura Danker paling belakang. Gretchen dan Nancy berdiri di tengah. Sesudah berbaris, Bu
Abbott berbicara tentang sikap tubuh dan betapa pentingnyaberdiri tegak lurus. Tidak peduli
petapapun jangkungnya kalian, kalian tidak boleh berdiri bungkuk, karena tinggi badan karunia Tuhan,
kata Bu Abbott seraya berdiri tegak dan menarik napas panjang. Tingginya mungkin 180 sentimeter.
Janie dan aku saling pandang dan tertawa cekikikan. Kami tidak mempunyai karunia itu.
Kemudian Bu Abbott memberitahukan bahwa karena kami sudah kelas enam dan sudah besar
, akan ada satu mata pelajaran khusus untuk anak-anak perempuan. Hanya itulah yang ia katakan,
tetapi aku sudah bisa menebak maksudnya.Mengapa sih kita harus menanti sampai kelas enam baru
diberi tahu trentang segala hal.
Malam itu aku belajar sungguh-sungguh. Aku membaca dua baba pertama buku IPS
sebanyak empat kali. Sesudahnya aku duduk di lantai dan melakukan latihanku. Harus-harus-harustambah besar! Aku melakukannya 35 kali kemudian naik ke tempat tidur.
Adakah Kau di situ, Tuhan? Ini aku, Margaret. Aku baru sja melakukan latihan supaya tumbuh
besar. Sudahkah Kau memikirkan itu Tuhan? Maksudku, tentang pertumbuhan badanku. Aku sudah
punya beha sekarang. Aku pingin agar memang ada yang harus ditutupi dengan beha. Tapi tentu saja,
kalau menurutMu belum siap, aku juga akan maklum kok. Besok ada ulangan. Tolonglah agar aku
mendapat nilai bagus, ya Tuhan. Aku inginKau merasa bangga akan diriku. Terima kasih.
Keesokan harinya Pak Benedict mebagikan kertas ulangan sendiri. Pertanyaan-pertanyaan
sudah tertulis di papan tulis. Disuruhnya kami bekerja begitu memperoleh kertas. Freddy si Udang
mencolek aku dan berbisik, Jangan pakai nama. Apa maksudmu jangan pakai nama? bisikku

kembali. Freddy berbisik,tidak akan ada yang pakai nama di kertas ulangan. Dengan begitu Pak
Benedict tidsk sksn tshu kertas masing-masing anak. Mengerti?
Aku mengerti tapi aku sebal mendengarnya. Soalnya empat kali sudah aku menghafalkan
buku IPS itu. Tapi kalau yang lain tuidak mencantumkan nama, aku juga tidak mau. Hanya saja aku
merasa rugi sekali karena Pak Benedict tidak akan tahu betapa kerasnya aku belajar.
Dalam waktu lima belas menit aku sudah menjawab semua pertanyaan. Pak Benedict
meminta Janie mengumpulkan kertas ulangan. Aku tak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan
kalau dilihatnya tak ada anak yang mencantumkan nama di kertas ulangan. Kurasa dia akan marah,
tetapi tidak akan membuat apa-apa selain menyetrap kami sesudah jam pelajaran. Tidak mungkin
kami semua dikeluarkan bukan?
Hari Jumat pagi, waktu memasuki kelas, kami lihat kertas ulangan kami di atas meja. Setiap
kertas sudah diberi nama pemiliknya. Aku dapat 98. Wuih, senang sekali. Freddy sebaliknya. Nilainya
53! Pak Benedict tidak menyinggung sekali pun tentang kertas ulangan yang tidak diberi nama itu. Ia
hanya berdiri sambil tersenyum. Selamat pagi anak-anak katanya tanpa mendeham-deham lagi.
Kupikir ia tahu bahwa ia sudah menang.
Siang harinya, Pak Benedict kembali mengingatkan tentang proyek pribadi kami. Dimintanya
agar kami tidak menunda sampai detik terakhir. Akhir pekan depan, kami sudah harus tahu topik apa
yang akan kami pilih dan mulai mencatatnya di notes.
...................
Dikutip dari novel remaja dengan judul: Are You There God? It`s Me Margaret (Tuhan Ini Aku
Margaret) karya Yudy Blume, Penerbit Gramedia, Jakarta, tahun 2003, halaman 60-65.

Jawablah pertanyaan dibawah ini !


1. Apakah tema novel diatas?
2. Kemukakan kelebihan novel tersebut dengan alasan yang logis?
3. Kemukakan kelemahan novel tersebut dengan alas an yang logis!
4. Apakah pendapatmu tentang isi novel tersebut?
5. Bagaimana jika sebagai tokoh utama dalam novel tersebut? Jelaskan!
4. Pedoman penskoran penilaian observasi
No. 1
Kegiatan
Siswa menuliskan tema dialog secara tepat
Siswa menuliskan tema dialog kurang tepat
Siswa menuliskan tema dialog salah
Siswa tidak menjawab apa-apa
No. 2
Kegiatan
Siswa mengemukakan kelebihan novel dengan alasan logis
Siswa mengemukakan kelebihan novel dengan alasan kurang tepat
Siswa mengemukakan kelebihan novel kurang tepat
Siswa tidak menjawab apa-apa
No. 3
Kegiatan
Siswa mengemukakan kelemahan novel dengan alasan logis
Siswa mengemukakan kelemahan novel dengan alasan kurang tepat
Siswa mengemukakan kelemahan novel kurang tepat
Siswa tidak menjawab apa-apa
No. 4 dan 5
Kegiatan
Siswa mengemukakan penapat dengan alasan logis
Siswa mengemukakan pendapat dengan alasan kurang tepat
Siswa mengemukakan pendapat kurang tepat
Siswa tidak menjawab apa-apa

Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut:
Perolehan skor

Skor
5
3
1
0
Skor
5
3
1
0
Skor
5
3
1
0
Skor
5
3
1
0

Nilai akhir =

X skor (100)

Ideal = ............................

Skor maksimum (5)

5.

Lampiran 2: Lembar observasi dalam diskusi kelompok

No

Keaktifan

Nama

Hasil

Kerjasama
C

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Ket:

A
B

90100
7085

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

5565

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.14.2
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 14. Mengapresiasi kutipan novel remaja ( asli/ terjemahan)
Kompetensi
melalui kegiatan membaca
Kompetensi Dasar
: 14.2 Menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel
remaja ( asli atau terjemahan )
Indikator
1).Mampu mengungkapkan hal yang menarik dari novel
yang dibaca dengan alasan yang logis
2). Mampu menanggapi komentar teman tentang novel
dengan bahasa yang santun.
Alokasi Waktu
I.

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa diharapkan:
1).Mampu mengungkapkan hal yang menarik dari novel yang dibaca dengan alasan
yang logis
2). Mampu menanggapi komentar teman tentang novel dengan bahasa yang santun.

II. Materi Pembelajaran


1).Hal hal yang menarik dari sebuah novel
Misalnya tentang :
unsur instrinsik seperti tokoh dan karakternya, gaya bahasa, alur bercerita, Tema,
jalinan konflik, setting, dll.
Unsur fisik buku seperti , gambar , sampul, bahasa, gambar ilustrasi, dsb.
2). Beberapa komentar yang bisa diberikan teman yang mengungkapkan hal - hal
tentang novel meliputi unsur intrinsik novel.
III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
penugasan
Inkuiri
Demonstrasi
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
(menanyakan pengalaman siswa dalam membaca
novel) misalnya: pernahkah memabca novel?

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya
Jawab

Adakah hal yang menariuk dari novel yang dibaca?


Misalnya apakah yangv menarik itu? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok
2. Siswa diberi tugas membaca kutipan novel remaja
terjemahan, kemudian mendiskusikan hal-hal yang
menarik dari kutipan novel tersebut dengan alasan
yang logis.
3. Menyampaikan hal-hal yang menarik pada
kelompoknya masing-masing dan anggota
kelompok menanggapinya dengan bahasa yang
santun.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang dihaapi
dalam menyampaikan hal-hal yang menarik dari
kutipan novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

60 menit

Diskusi
Penugasan
Inkuiri
Presentasi

10 menit

Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan
pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan
saat itu.
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya
seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa menyampaikan hal-hal yang menarik
pada kelompok lain dengan alasan yang logis.
3. Siswa kelompok lain menanggapinya dengan
mengajukan pertanyaan dan pendapat dengan
alasan bahasa yang santun.
4. Siswa kelompok pemerhati memberikan
penilaian terhadap penyaji dan penanggap
dengan mengisikan pada format pengamatan.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang dihaapi
dalam menyampaikan hal-hal yang menarik
dari kutipan novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya Jawab

Diskusi
60 menit
presentasi

10 menit

Tanya jawab

V. SUMBER BELAJAR
Novel terjemahan berjudul ..karya ..penerbit
Buku Bahasa Indonesia Harangan ................ Penerbit ................ Hal. ...........
LKS bahasa Indonesia kelas VIII MGMP Kab. Malang hal. 45-46
VI. PENILAIAN
1. Teknik

: observasi

2. Bentuk Instrumen
3. Intrumen penilaian

: lembar observasi

Bacalah kuitpan novel berikut kemudian jawablah pertanyaannya!

AKHIR SEMESTER
MARY-LOU melihat lemari kecil di dekatnya. Ia tahu apa isinya. Bola, raket, sepatu
rusak.pokoknya benda-benda yang sudah tak dipakai tapi pemiliknya merasa sayang untuk
membuangnya. Mungkin sepatu Gwendoline ada di situ! Hati-hati ia membuka pintu lemari kecil
tersebut, takut kalau-kalau ada labah-labah atau binatang kecil lain keluar.
Diperiksanya berbagai benda rongsokan di dalamnya. Dengan takut ia memindah-mindahkan
barang-barang itu satu per satu. Ditariknya sebuah raket, dan sebuah benda terjatuh dengan suara
keras. Mary-Lou membeku seketika. Adakah orang yang mendengar suara itu? Ia menahan napas
dengan badan gemetar. Tidak, agaknya tak ada. Ia mulai mencari-cari lagi.
Dan ditemukannya sepatu Gwendoline! Ditemukannya botol dengan tinta ungu. Itulah yang
jatuh dengan suara keras tadi. Mary-Lou memperhatikan botol tinta itu, dan ia tahu digunakan untuk
apa benda tersebut oleh Gwendoline. Diperhatikannya sepatunya dan di sepatu yang sebelah
kanan terlihat bekas tinta ungu. Nyata sekali!
Dengan tangan gemetar Mary-Lou melihat nama yang tertulis di dalam sepatu itu. Untuk
meyakinkan diri. Ya, di situ tertulis denagn tulisan rapi Nona Winters: Gwendoline Lacey.
Jadi betul-betul Gwendoline!piker Mary-Lou.
Aku memang telah yakin bahwa bukan Darrell yang berbuat. Akau akan segera
membangunkan anak-anak.akan kuceritakan sekarang juga. Ah, lebih baik jangan. Mungkin
Katherine akan marah aku keluyuran malam-malam begini.
Mary-Lou mengambil botol dan sepatu itu. Dipadamkannya lampu kamar. Ia berdiri dalam
kegelapan. Tetapi apakah dia takut? Sedikitpun tidak. Tak sekali pun ia memikirkan kegelapan di
sekelilingnya. Pikirannya dipenuhi oleh penemuannya yang begitu berarti. Ia telah membuktikan
bahwa bukan Darrell yang melakukan perbuatan itu. Darrell tidak bersalah!
Mary-Lou bangun paling pagi. Ia langsung pergi ke tempat Katherine. Diguncangnya ketua
kelasnya itu sehingga terbangun. Bangun! serunya. Ada sesuatu yang sangat penting yang harus
kukatakan padamu. Bangunkan yang lain!
Yang lain terbangun juga oleh keributan Mary-Lou. Mereka duduk di tempat tidur, mengusapusap mata masing-masing. Mary-Lou berdiri menghadap semua tempat tidur, dan ia angkat sepatu
Gwendoline dengan gaya penuh arti.
Lihat! Telah kutemukan sepatu yang betul-betul terkena tinta. Dan kutemukan pula satu botol
tinta ungu. Lihat ini? Anak yang telah menghancurkan pulpenku menyembunyikan sepatunya dan
mengoles sepatu Darrel dengan tinta ungu ini. Dengan demikian kalian semua menuduh Darrel
berbuat.
Tetapi sepatu siapa itu? tanya Katherine heran. Dan kau temukan di mana?
Malam tadi aku pergi ke bawah, dan menyelidiki di tempat penyimpanan barang-barang
yang tak terpakai,kata Mary-Lou bangga. Semua semakin heran. Mary-Lou berani turun dalam
kegelapan? Semua tahu bahwa Mary-Lou sangat takut di kegelapan.
Kutemukan sepatu dan botol tinta ini di dalam lemari kecil di tempat itu,kata Mary-Lou. Dan
apakah kalian ingin mengetahui sepatu siapakah ini? Aku tak akan mengatakannya pada kalian.
Tidak. Lihat saja ke seisi kamar ini. Dan kalian bisa melihat dari gerak-gerik mukanya, nama siapa
yang tertulis di dalam sepatu ini!
Memang benar. Muka Gwendoline merah padam oleh rasa marah dan rasa ketakutan.
Dengan gusar dipelototinya Mary-Lou. Wah, jadinya dirinya tertangkap juga. Mengapa tidak
dibuangnya saja botol dan sepatu itu ke laut!
Gwendoline! bisik anak-anak itu. Mereka memandang dengan rasa marah dan jijik pada
anak yang kini wajahnya merah padam itu. Dan kali ini Gwendoline tidak berusaha untuk
menyangkal. Ia merebahkan badan kembali ke tempat tidur, menyembunyikan mukanya di bantal.
Katherine memeriksa sepatu dan botol itu. Kemudian ia mendekati Darrel, mengulurkan
tangan minta maaf.
Darrel, aku minta maaf karena telah berpikir bahwa kaulah yang berbuat,katanya.
Sesungguhnya aku tak meragukan kejujuranmu, tapi aku harus mempunyai bukti nyata untuk itu.
Oh, tak apa. Lupakanlah ,kata Darrel dengan wajah berseri-seri. Memang aku sangat
menderita karena sikap kalian, tetapi aku ternyata dapat mengandalkan dua orang sahabat yang tak
pernah meragukan aku.Sally dan Mary-Lou. Aku masih beruntung. Gwendoline tak akan punya
sahabat seperti keduanya.
Satu persatu anak-anak di kamar itu minta maaf pada Darrel. Alicia agak kaku sikapnya,
sebab ia betul-betul malu akan kata-kata keras yang diucapkannya dulu itu. Namun memang
begitulah sifat Alicia. Selalu keras dan tajam. Ia harus mendapat banyak pelajaran sebelum bisa
menguasai sifat kekerasannya itu dan memperoleh pengertian dari orang-orang di dekatnya.

Aku ingin bersahabat denganmu lagi,kata Alicia kikuk. Bergabunglah dengan Betty dan aku
seperti dulu.
Terima kasih,kata Darrel, dan ia menoleh pada wajah kecil penuh rasa setia, Sally, di
sampingnya Tapi kalau kau tak keberatan aku lebih suka bersahabat dengan Mary-Lou dan Sally
saja. Aku sering memperlakukan meraka buruk, tetapi ternyata mereka malah membelaku pada
saat aku mendapat kesulitan. Kukira merekalah sahabat-sahabat sejatiku.
Oh, terima kasih, Darrell! kata Mery-Lou dengan wajah bahagia.
Sally tak berkata apa-apa. Tetapi Darrel merasakan sebuah cubitan lembut di lengannya.
Darrel berpaling pada Sally dan tersenyum. Ia juga merasa sangat bahagia kini. Segalanya telah
selesai dan keadaan pasti akan baik terus sampai akhir semester. Bagus.
Ia melihat Gwendoline tengkurap di tempat tidurnya, menangis. Dalam kebahagiaannya,
Darrel bahkan tak bisa melihat musuhnya bersedih. Didekatinya Gwendoline, dan diguncangkannya
punggung anak itu perlahan.
Gwendoline,katanya, aku tak akan mengatakan peristiwa ini pada siapapun. Dan temanteman di kamar ini juga akan berbuat yang sama, bila kuminta. Tapi kau harus membelikan pulpen
baru bagi Mary-Lou. Pulpen yang sama indahnya, sama bagusnya dengan pulpen yang
kauhancurkan. Bagaimana?
Baiklah, kata Gwendoline lemas, hamper tak terdengar. Aku akan membelikannya.
Hanya itulah yang bisa dikatakan Gwendoline. Ia bahkan tak bisa berkata bahwa ia
menyesal. Ia bahkan tak bisa berkata minta maaf ketika akhirnya ia memberi Mary-Lou sebuah
pulpen baru dan sangat bagus.

1.

Tulislah hal yang menarik terhadap novel tersebut dengan mengisi tabel berikut!
Hal yang membuktikan dari
Alasan Menarik
Hal yang ditanggapi
cerita
Tentang tokoh dan

2
3
4
5

karakternya
Gaya bahasa
Gaya bercerita
Tema
Latar

No

2.
No

Menanggapi komentar teman tentang hal yang menarik dari novel


Hal yang Ditanggapi
Uraian Tanggapan

1. Pedoman penskoran penilaian observasi dalam menanggapi novel


No. 1
Kegiatan
Skor
Siswa menanggapi secara tepat
5
Siswa menanggapi kurang tepat
3
Siswa menanggapi salah
1
Siswa tidak menyampaikan apa-apa
0
No. 2
Kegiatan
Skor
Siswa mengemukakan hal yang menarik dengan alasan logis
5
Siswa mengemukakan hal menarik dengan alasan kurang tepat
3
Siswa mengemukakan hal menarik kurang tepat
1
Siswa tidak menjawab apa-apa
0
No. 3
Kegiatan
Skor
Siswa menunjukkan kerjasama dan aktif
5
Siswa kurang berkerja sama dan kurang aktif
3
Siswa tidak berkeja sama dan tidak aktif
1
Siswa tidak melakukan apa-apa
0

Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut:
Perolehan skor
Nilai akhir =

X skor (100)

Ideal = ............................

Skor maksimum (5)

2.
No

Lembar penilaian observasi dalam diskusi kelompok oleh pengamat

Tanggapan

Nama

Penyajian
1

Kerjasama
kelompok
1

Jumlah
skor

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Perolehan skor
Nilai akhir =

X skor (100)
Skor maksimum (15)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Ideal = ............................

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.15.1
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 15 Memahami buku novel remaja ( asli / terjemahan ) dan
Kompetensi
antologi puisi
Kompetensi Dasar
: 15.1 Menjelaskan alur cerita , pelaku dan latar novel ( asli /
terjemahan )
Indikator
1).Mampu menentukan alur cerita
2). Mampu menulis tokoh dalam novel yang dibaca
3). Mampu menentukan latar novel dengan bukti yang
faktual
Alokasi Waktu
I.

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa diharapkan:
1) Mampu menentukan alur cerita
2) Mampu menulis tokoh dalam novel yang dibaca
3) Mampu menentukan latar novel dengan bukti yang faktual

II. Materi Pembelajaran


1). Menentukan alur cerita
Misalnya :
alur linier cerita diawalai dengan perkenalan, krisis, konflik, klimaks, penurunan,
dan penyelesaian.
Alur flasback cerita dimulai penurunan cerita atau klimaks kemdian secara
berurutan kembali dari awal sampai akhir cerita.
Alur campuran cerita tidak terikat pada urutan alur konvensional.
2). Menulis tokoh dalam novel yang dibaca
Misalnya: watak tokoh, konflik yang dialami tokoh, dan hal-hal yang bisa diambil dari
tokoh untuk diteladani
3). Menentukan latar novel dengan bukti yang faktual
Misalnya: latar tempat dan waktu baik tersurat mapun tersirat dalam cerita.
III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Penugasan
Inkuiri
Demonstrasi
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
VII. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran

Alokasi

Metode

Waktu
A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
(menanyakan pengalaman siswa dalam membaca
novel) misalnya: pernahkah membaca novel?
Adakah hal yang menarik dari novel yang dibaca?
Misalnya apakah yang menarik itu? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok
2. Siswa diberi tugas membaca kutipan novel remaja
terjemahan, kemudian mendiskusikan alur, pelaku,

10 menit

Tanya
Jawab

60 menit

Diskusi
Penugasan
Inkuiri

dan latar dalam kutipan novel terjemahan serta menyimpulkan keterkaitan alur, pelaku, dan latar

3. Menyampaikan hasil diskusinya pada kelompok


lain dengan alasan logis
4. Masing-masing anggota kelompok menanggapinya
dengan bahasa yang santun.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi
dalam menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar
cerita pada kelompok lain.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

presentasi

10 menit

Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan pertama
sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan
saat itu.
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya
seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa membaca buku novel terjemahan,

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya Jawab

Diskusi
60 menit
presentasi

kemudian menganalisis alur cerita, pelaku, dan


latar novel terjemahan.

3. Siswa menjelaskan hasil kegiatannya untuk


ditanggapi oleh kelompok lain.
4. Siswa kelompok lain menanggapinya dengan
mengajukan pertanyaan dan pendapat dengan
alasan bahasa yang santun.
5. Siswa kelompok pemerhati memberikan
penilaian terhadap penyaji dan penanggap
dengan mengisikan pada format pengamatan.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang dihaapi
dalam menyampaikan hal-hal yang menarik
dari kutipan novel.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.
V. SUMBER BELAJAR

10 menit

Tanya jawab

Kutiopan novel terjemahan judul .karya ..penerbit


Buku Bahasa Indonesia kelas VIII karangan Nurhadi, Dawud & Yuni Penerbit Erlangga .
2004
LKS bahasa Indonesia kelas VIII MGMP BIND Kab. Malang 2008 hal. 46-47.
VI. PENILAIAN
1.
a. Teknik
: tes
2.
Bentuk Instrumen
: tes tulis uraian
3.
Kisi Kisi soal penilaian
Bacalah Kutipan novel berikut kemudian jawablah pertanyaannya!

A CHANGE OF HEART
(Lynn Stanley,Amerika)
Debora tidur-tiduran sambil terlentang menatap kelambu ungu buatan Swis bercorak titik-titik
yang tergantung di kamarnya. Dia membolak-balik sebuah novel remaja. Belum lama membaca,
mamanya mengagetkannya.
Bagaimana Deb, apa kamu perlu segelas minuman beralkohol ?, tanya ibunya. Debora
menggeleng.
Kalau begitu, siapkan makan malam!
Makan apa kita malam ini?
Bistik dan slada bayam, jawab mamanya sambil menyisir rambut pirangnya yang panjang
terurai. Debora mengerutkan keningnya.
Yeak! Mama kan tahu Debora tidak suka slada bayam!
Slada bayam penting, Deb, Nyonya Nichols menekankan suaranya.
Debora tampak ragu dan menelan ludah dengan sukar. Dia mulai menjalankan tugasnya
membereskan meja makan. Debora meletakkan alat-alat makan dengan hati-hati. Garpu di sebelah kiri
piring, di atas lap tangan. Pisau di sebelah kanan, sisi tajamnya menghadap ke arah piring.
Biar aku saja yang menghabiskan slada bayam ini, Papa Debora tiba-tiba muncul di meja
makan. Kata-kata ayahnya memberinya sedikit ketenangan seperti meminum teh hangat di hari yang
sangat dingin.
......................................................................
Pasal 2
Debora menelepon Cheryl. Suara Debora terdengar gelagapan ketika berbicara di telepon.
Cheryl?
Suara di seberang sana terdengar lembut, Ya.
Ini saya Debora!
Hening. Untuk menghormati pribadi anaknya, Tuan Nichols dan istrinya meninggalkan
ruangan.
Ada apa?, tanya Cheryl.
Aku hanya minta maaf. Cheryl tidak berkata apa-apa.
Maksud saya tentang ejekan saya kepadamu sebelum liburan musim panas Cheryl masih
diam. Cheryl masih tidak percaya, Debora gadis terpopuler di sekolahnya itu mau minta maaf
padanya.
Cheryl, saya sudah berpikir bahwa sekaranglah saat menerimamu untuk bergabung di klub
kami.
Cheryl tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Selama lebih dari setahun, ia
sangat ingin menjadi anggota klub tersebut. Setiap gadis seusianya ingin menjadi anggota klub
tersebut. Klub itu hanya beranggotakan 11 orang dan mereka adalah gadis-gadis yang paling populer.
Anggota klub ini adalah siswa yang paling pandai, paling populer, dan memiliki pakaian yang paling
bagus. Gadis-gadis anggota klub ini pernah pernah mengadakan perjalanan selama libur Natal dan
pernah bermalam seminggu di sebuah kabin kapal sewaan di danau pada musim panas. Mereka
selalu mengadakan pesta-pesta atau melakukan sesuatu yang menyenangkan.
................................................................

Pasal 3
Setiap orang berubah setelah liburan musim panas, terutama anak laki-laki, mereka bertambah
tinggi paling sedikit 15 cm. Di halaman sekolah itu nampak anak-anak perempuan mengubah mode
rambut mereka, dan hampir setiap orang memakai pakaian baru.
Hi Deb, apa kabar? Reynold mencium pipi Debora.
Baik, bagaimana libur musim panasmu? Debora kembali bertanya.
Cukup menyenangkan, Jawab Reynold sambil berlari.
Debora!, Wendy gadis berambut pirang itu tiba-tiba memeluknya dan mencium pipinya. Wendy
mengajak

Debora berlari ke arah Sally, yang sedang membandingkan jadwal kelasnya di sekitar kantin sekolah.
Sally mengambil jadwal Peter dan memeriksanya dengan teliti.
Wah asyk! Kita sekelas di pelajaran fisika dan biologi! Debora melihat Cheryl di sudut kantin
duduk sendiri.
Debora ingin mendekat, tapi tiba-tiba keraguan menyergap hatinya. Debora yang angkuh dan tidak
mau minta maaf, kembali merasuk ke dalam pikirannya. Debora terus berjuang melawan
keangkuhannya. Debora berlari mendekati Cheryl. Dengan tegas ia menjabat tangan yang selama ini
dibenci. Cheryl memeluk Debora dengan hangat.
Terima kasih, Ryl kamu mau memaafkan kesalahanku selama ini mereka segera menuju kelas
yang sudah dipenuhi siswa lain.

Jawablah pertanyaan berikut!


1. Jelaskan alur kutipan novel diatas dengan menunjukkan tahapan-tahapannya!
2. Siapakah tokoh utama dalam kutipan di atas? Bagaimana watak tokoh tersebut?
Jelaskan dengan disertai bukti kutipannya!
3. Tentukan latar yang terdapat dalam kutipan novel di atas! Jelaskan dengan disertai bukti
kutipannya!
4. Adakah keterkaitan antara alur cerita, tokoh dan setting dalam cerita di atas? Jelaskan
dengan alsan yang logis!

1.

Pedoman penskoran penilaian observasi dalam menanggapi novel


No. 1

Kegiatan
Siswa menjawab secara tepat tiap butir soal
Siswa menjawab kurang tepat tiap butir soal
Siswa menjawab salah tiap butir soal
Siswa tidak menjawab apa pun

Skor
5
3
1
0

Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut:
Perolehan skor
Nilai akhir =

2.
No

X skor (100)
Skor maksimum (20)

Ideal = ............................

Lembar penilaian observasi dalam diskusi kelompok

Keaktifan

Nama

Kerjasama
kelompok

Kesungguhan
A

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Ket:

A
B

90100
7085

5565

Jumlah
skor

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.15.2
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
: 15 Memahami buku novel remaja ( asli / terjemahan ) dan
Kompetensi
antologi puisi
Kompetensi Dasar
: 15.2 Mengenali ciri ciri umum puisi dari buku
antologi puisi
Indikator
1).Mampu mendata hal hal yang bersifat khusus dari
puisi puisi dalam antologi
2). Mengidentifikasi ciri ciri umum puisi yang terdapat
dalam buku antologi puisi
Alokasi Waktu

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

I.

Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran siswa diharapkan dapat:
1). mendata hal hal yang bersifat khusus dari puisi puisi dalam antologi
2). Mengidentifikasi ciri ciri umum puisi yang terdapat dalam buku antologi puisi

II.

Materi Pembelajaran
1). mendata hal hal yang bersifat khusus dari puisi puisi dalam antologi
Misalnya: diksi, majas, persajakan, efoni , kakafoni dan tema yang disampaikannya.
2). Mengidentifikasi ciri ciri umum puisi yang terdapat dalam buku antologi puisi
Ciri-ciri umum puisi
Puisi merupakan karya sastra yang imajinatif
Puisi disusun dengan mengutamakan pilihan kata
Puisi memiliki nilai keindahan musikalitas
Puisi memiliki licensi poitika
Perhatikan puisi berikut!

CEMAS
bila langit punya mata
mungkin ia akan menarikku
dan membiarkanku bergelantungan di udara
seperti kekasihku yang membiarkanku
terkatung sendiri di sini
bila laut punya mata,
mungkin ia akan menenggelamkanku di antara
dan mencepitkan diriku diantara karang-karangnya
seperti teman-teman menyudutkanku
tersisih sendiri di sini
Oleh : Eko Ufi
Mahasiswa JPBSI95 IKIP Malang
Dari : Makna Adalah Edisi I/XII/97

III.

Metode Pembelajaran
Tanya jawab
diskusi
Inkuiri
Demonstrasi

IV.

Langkah Langkah Pembelajaran


Pertemuan Pertama
Alokasi
Waktu

Langkah langkah Pembelajaran


A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
(menanyakan pengalaman siswa dalam membaca
puisi )misalnya: pernahkah membaca puisi ? Adakah
hal yang menarik dari puisi yang dibaca? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok
2. Siswa diberi tugas Membaca puisi-puisi dalam buku

Metode

10 menit

Tanya
Jawab

60 menit

Diskusi
Penugasan
Inkuiri

antologi puisi, kemudian ber tanya jawab untuk mendata


hal-hal yang khusus dari puisi-puisi dalam antologi
(misalnya; diksi, majas, musikalitas, persajakannya, dll)
3. Siswa menyampaikan hasil diskusinya untuk

presentasi

ditanggapi kelompok lain


C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi
dalam menemukan cirri-ciri puisi dari buku antologi
puisi.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

10 menit

Tanya
jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan
pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan
saat itu.
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya
seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa membaca puisi untuk mengidentifikasi ciri-

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya Jawab

Diskusi
60 menit
inkuiri

ciri umum puisi yang terdapat di dalam antologi


puisi dalam kelompoknya.

presentasi

3. Siswa menjelaskan hasil kegiatannya untuk


ditanggapi oleh kelompok lain.
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang
dihadapi dalam menemukan cirri-ciri puisi.

10 menit

Tanya jawab

2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

V.

SUMBER BELAJAR
Antologi Puisi
Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII Karangan Nurhadi, Dawud & Yuni penerbit Erlangga
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII MGMP BIND kab. Malang hal. 56.57

VI.
1.
2.
3.
4.

PENILAIAN
a. Teknik
: tes
Bentuk Instrumen
: tes tulis uraian
Kisi Kisi soal penilaian
Soal Penilaian

Bacalah puisi berikut kemudian jawabalah pertanyaannya!


TUHAN HUJANI KEMARAUKU
.....................................
gurun ini terik mengeringkan dedaunan
meredam pasir hingga membara
tapi tetap saja aku bersenandung
gurun ini MilikMu jua
tuhan hujani kemarau keimananku
agar dapat kutanami melati
diantara pepohonan yang tumbang
.................................

Oleh : Ana N.
Mahasiswa JPBSI95 IKIP Malang
Dari : Makna Adalah Edisi I/XII/97

Jelaskan ciri-ciri puisi tersebut dari segi:


NO

Indikator

Makna Puisi

Rima/persajakan

Kata-kata majas

Pilihan kata

5.

Jawaban

Pedoman penskoran penilaian

Kegiatan
Siswa menjawab secara tepat tiap butir soal
Siswa menjawab kurang tepat tiap butir soal
Siswa menjawab salah tiap butir soal
Siswa tidak menjawab apa pun

Keterangan:

Skor
5
3
1
0

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut:


Perolehan skor
Nilai akhir =

1.

No

X skor (100)
Skor maksimum (20)

Ideal = ............................

Lembar penilaian observasi dalam diskusi kelompok

Keaktifan

Nama

Kerjasama
kelompok

Kesungguhan
A

Jumlah
skor

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Ket:

A
B

90100
7085

5565

Keterangan Nilai :
Baik
: 86 - 100
Sedang
: 75 - 84
Kurang: < 74
6.
Kunci Jawaban

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.16.1
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
16. Mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas
Kompetensi
Kompetensi Dasar
16.1 Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata
yang sesuai
Indikator
1). Mampu mendata obyek yang akan disajikan bahan
menulis puisi
2). Mampu menulis puisi dengtan menggunakan pilihan
kata yang tepat
3). Mampu menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis
Alokasi Waktu
I.

II.

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa diharapkan dapat:
1) Mendata obyek yang akan dijasikan bahan menulis puisi
2) Menulis puisi dengtan mengguinakan pilihan kata yang tepat
3) Menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis
Materi Pembelajaran
1). Mendata obyek yang akan disajikan bahan menulis puisi
Misalnya:
mengamati seputar lingkungan sekolah taman, pohon, kolam, tempat
sampah, dll.
Menyusun kata-kata terkait objek yang diamatinya dengan bebas
Menyunting susunan kata-kata agar menjadi puisi yang bagus.
2). Menulis puisi dengtan menggunakan pilihan kata yang tepat
3). Menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis

III.

Metode Pembelajaran
Pemodelan
Tanya jawab
Inkuiri
Penugasan
pelatihan

IV.

Langkah Langkah Pembelajaran


Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran

Alokasi
Waktu

Metode

A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
(menanyakan pengalaman siswa dalam membaca
puisi) misalnya: pernahkah membaca puisi? Adakah
kesulitan dalam membaca puisi? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.
B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok masing-masing
2. Siswa diberi tugas Membaca berbagai puisi, kemudian

10 menit

Tanya
Jawab

60 menit

Diskusi
Penugasan
Inkuiri

mendaftar topik yang akan diangkat sebagai puisi


3. Bertanya jawab untuk menentukan puisi yang akan
ditulis.

presentasi
C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi
dalam menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar
cerita pada kelompok lain.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

10 menit

Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan
pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan
saat itu.
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya
seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa Mengamati objek, mendata objek yang akan
3.
4.
5.
6.

10 menit

Metode
Tanya Jawab

Diskusi
60 menit
Penugasan
pelatihan

dijadikan bahan penulisan puisi


Mendeskripsikan objek dalam larik-larik puisi
Menulis puisi dengan menggunakan pilihan kata
yang tepat
Menyunting sendiri pilihan kata yang terdapat di
dalam puisi yang ditulis agar bersifat puitis
Siswa menyajikan puisinya pada kelompok untuk
dikomentari.

C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang
dihadapi dalam menulis puisi
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

V.

Alokasi
Waktu

10 menit

Tanya jawab

SUMBER BELAJAR
Puisi berbagai bentuk
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII karangan Nurhadi, Dawud & Yuni penerbit Erlangga

VI. PENILAIAN
a. Teknik
: tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen
: uji petik kerja dan produk
c. Kisi Kisi soal penilaian

d.

Soal Penilaian
Buatlah puisi bebas dengan mengamati objek di sekitar sekolah dalam beberapa bait!

e. Pedoman penskoran penilaian


Diskriptor penulisan puisi
Siswa mengerjakan tugas dengan baik dan benar
Siswa mengerjakan tugas kurang lengkap
Siswa mengerjakan tugas tidak tepat
Siswa tidak mengerjakan apapun

No

Nama Siswa
Isi

Diksi

Skor
5
3
1
0

Aspek
Persajakan musikalitas

total

1
2
3
4

Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut:
Perolehan skor
Nilai akhir =

X skor (100)

Ideal = ............................

Skor maksimum (20)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
K.D.16.2
Sekolah
: SMPN 2 Sumberasih
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas /Semester
: VIII/2
Standar
16. Mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi
Kompetensi
bebas
Kompetensi Dasar
16.2 Menulis puisi bebas dengan memperhatikan unsur
persajakan
Indikator
1). Mampu mendata obyek yang akan dijasikan bahan
menulis puisi
2). Mampu mendiskripsikan obyek dalam laarik larik yang
bersifat puitis
3). Mampu menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis
Alokasi Waktu
I.

: 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1) Mendata obyek yang akan dijasikan bahan menulis puisi
2) Mendiskripsikan obyek dalam laarik larik yang bersifat puitis
3) Menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis

II. Materi Pembelajaran


1). Mendata obyek yang akan disajikan bahan menulis puisi
2). Mendiskripsikan objek dalam larik larik yang bersifat puitis
3). Menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis
III. Metode Pembelajaran
Pemodelan
Tanya jawab
Penugasan
Inkuiri
Demonstrasi
IV. Langkah Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal :
1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
(menanyakan pengalaman siswa dalam menulis
puisil) misalnya: pernahkah menulis puisi? Adakah
hal yang menarik dari menulis puisi ? adakah
kesulitan selama menulis puisi? Dst.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat itu.

Alokasi
Waktu
10 menit

Metode
Tanya
Jawab

B.Kegiatan Inti
1. Siswa bergabung dalam kelompok
2. Siswa diberi tugas membaca berbagai puisi untuk

60 menit

Diskusi
Penugasan
Inkuiri
Tanya jawab

mendaftar topik yang akan diangkat sebagai puisi


3. Bertanya jawab untuk menentukan puisi yang akan
ditulis
4. Menyampaikan hasil diskusinya pada kelompok

presentasi

lain dengan alasan logis


C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang dihadapi
dalam menulis puisi.
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

10 menit

Tanya jawab

Pertemuan Kedua
Langkah langkah Pembelajaran
A.Kegiatan Awal:
1. Tanya jawab tentang materi pertemuan
pertama sebelumnya
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaraan
saat itu.
B.Kegiatan Inti:
1. Siswa bergabung dengan kelompoknya
seperti pada pertemuan sebelumnya
2. Siswa Mengamati objek dan mendata objek yang

Alokasi
Waktu
10 menit

Tanya Jawab

60 menit

Diskusi
penugasan

akan dipuisikan
3. Mendeskripsikan objek dalam larik-larik yang
bersifat puitis
4. Menulis puisi dengan memperhatikan unsur
persajakan
5. Menyunting puisi yang ditulis sendiri
6. Siswa membacakan hasil tulisan puisinya untuk
ditanggapi kelompok.

C.Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan
menanyakan ke siswa hambatan yang
dihadapi dalam menulis puisi
2. Siswa menyimpulkan pelajaran.

VII.

Metode

presentasi

10 menit

Tanya jawab

SUMBER BELAJAR
Puisi berbagai bentuk persajakan
Buku Bahasa Indonesia kelas VIII karangan Nurhadi, Dawud & Yuni penerbit Erlangga
LKS Bahasa Indonesia kelas VIII MGMP Kab. Malang hal 57-59

VIII.
PENILAIAN
a. Teknik
b. Bentuk Instrumen

: tes unjuk kerja


: uji petik kerja dan produk

c. Kisi Kisi soal penilaian


1.Soal Penilaian
Buatlah puisi bebas dengan mengamati objek di sekitar sekolah dalam beberapa bait!
2.Pedoman penskoran penilaian
Diskriptor penulisan puisi
Siswa mengerjakan tugas dengan baik dan benar
Siswa mengerjakan tugas kurang lengkap
Siswa mengerjakan tugas tidak tepat
Siswa tidak mengerjakan apapun

No

Nama Siswa
Isi

Skor
5
3
1
0

Aspek
Persajakan musikalitas

total
diksi

1
2
3
4

Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut:
Perolehan skor
Nilai akhir =

X skor (100)

Ideal = ............................

Skor maksimum (20)

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Dra.Anda Baroroh
NIP. 196411231992032003

Probolinggo ,05 Januari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Dra.Endang Purbowatiningsih.
NIP. 196306112006042003