Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Sistem limfatik merupakan suatu jalur tambahan tempat cairan dapat mengalir dari
ruang interstisial ke dalam darah. Hal yang terpenting, sistem limfatik dapat mengangkut
protein dan zat-zat berpartikel besar keluar dari ruang jaringan, yang tidak dapat
dipindahkan dengan proses absorbsi langsung kedalam kapiler darah. Pengembalian
protein ke dalam darah dan ruang interstisial ini merupakan fungsi penting dan tampa
adanya fungsi tersebut kita akan meninggal dalam waktu 24 jam.1
Kegunaan dari sistem limfatik yaitu mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang
keluar dari kapiler, mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi, pembuluh limfatik
khusus mentranspor nutrien yang terabsorpsi, terutama lemak dari sistem pencernaan ke
dalam darah, sistem limfatik mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan
setelah infeksi atau kerusakan jaringan, sistem limfatik mengendalikan kualitas aliran
cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum
mengembalikannya ke sirkulasi.4
Sekitar 75 buah kelenjar getah bening terdapat pada setiap sisi leher, dan
kebanyakan berada pada daerah jugularis interna dan spinalis asesorius. Regio jugularis
interna dibagi dalam kelompok superior, media dan inferior. Kelompok kelenjar limfe yang
lain adalah submental, submandibula, servikalis superfisial, retrofaring, paratrakeal, spinal
asesorius, skalenus anterior, dan supraklavikula. 2 Kelenjar getah bening berisi kumpulan
sel-sel pembentuk pertahanan tubuh dan merupakan tempat penyaringan antigen (protein
asing) dari pembuluh-pembuluh getah bening yang melewatinya. Pembuluh-pembuluh
limfe akan mengalir ke kelenjar getah bening sehingga dari lokasi kelenjar getah bening
akan diketahui aliran pembuluh limfe yang melewatinya.7
Oleh karena dilewati oleh aliran pembuluh getah bening yang dapat membawa
antigen (mikroba, zat asing) dan memiliki sel pertahanan tubuh maka apabila ada antigen
yang menginfeksi maka kelenjar getah bening dapat menghasilkan sel-sel pertahanan tubuh
yang lebih banyak untuk mengatasi antigen tersebut sehingga kelenjar getah bening
membesar. Pembesaran kelenjar getah bening dapat berasal dari penambahan sel-sel
pertahanan tubuh yang berasal dari kelenjar getah bening itu sendiri seperti limfosit, sel
plasma, monosit dan histiosit,atau karena datangnya sel-sel peradangan (neutrofil) untuk

mengatasi infeksi di kelenjar getah bening (limfadenitis), infiltrasi (masuknya) sel-sel


ganas atau timbunan dari penyakit metabolit makrofag (gaucher disease).
Sistem aliran limfe leher sangat penting untuk dipelajari, karena hampir semua
bentuk radang atau keganasan kepala dan leher akan terlihat dan bermanifestasi ke kelenjar
limfe leher. Dengan mengetahui lokasi pembesaran kelenjar getah bening maka kita dapat
mengarahkan kepada lokasi kemungkinan terjadinya infeksi atau penyebab pembesaran
kelenjar getah bening.
Terdapat pembagian level kelenjar getah bening daerah leher yaitu level I dimana
pada level ini terbagi menjadi dua sublevel yaitu sublevel IA (submental) dan sublevel IB
(submandibular), level II (jugularis atas) terbagi menjadi sublevel IIA dan sublevel IIB,
Level III (jugularis tengah), level IV (jugular bawah), level V (posterior triangle group)
terbagi menjadi dua sublevel yaitu sublevel VA dan sublevel VB, level VI (anterior triangle
group). Pada referat ini pemateri hanya akan membahas mengenai kelenjar limfe pada
leher.4