Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Arti hamil atau kehamilan adalah bila seseorang wanita mengandung sel
telur yang telah dibuahi atau di hamilkan oleh sperma. Dahulu untuk menguji
kehamilan, di gunakan berbagai macam reaksi, antara lain yaitu :
a. Reaksi dari Hogben
Untuk reaksi ini diperlukan kodok dari Afrika Selatan, yaitu Xenopus laevis.
b. Reaksi dari Consulof
Untuk reaksi ini digunakan kodok berwarna yang disebu Rana exculenta.
c. Reaksi dari Friedman
Friedman adalah dokter gynacologi dari Jerman. Binatang yang digunakan
adalah kelinci betina yang telah diasingkan 3 minggu supaya tidak kawin,
karena kelinci tidak akan ovulasi bila tidak berhubungan dengan jantan.
d. Reaksi Galli Mainini
Pada praktikum kali ini akan dilakukan uji kehamilan dengan metode Galli
Mainini. Walaupun, pada jaman sekarang ini sudah banyak dilakukan uji
kehamilan yang lebih sederhana, mudah, dan lebih modern, tidak ada
salahnya kita sebagai mahasiswa mengetahui cara melakukan uji kehamilan
secara Galli Mainini.
Human Chorionic Gonadotropin juga

disebut

hormon

kehamilan

adalah hormon yang dihasilkan selama kehamilan dalam plasenta manusia


dan bertanggung jawab atas pemeliharaan kehamilan. Melewati ginjal ke
dalam aliran darah dan sinyal indung telur dan kelenjar pituitary, bahwa
wanita hamil. Ini adalah ovulasi tidak ada yang lebih banyak untuk
mendapatkan lapisan rahim dan tidak menstruasi terjadi. Semua tes
kehamilan biasanya menunjukkan hormon ini.
Human chorionic gonadotropin berinteraksi dengan reseptor LHCG
dan mempromosikan pemeliharaan korpus luteum selama awal kehamilan,
menyebabkan

ia

mengeluarkan

hormon

progesteron.

Progesteron

memperkaya rahim dengan lapisan tebal dan pembuluh darah kapiler


sehingga dapat menopang tumbuh janin. Karena biaya yang sangat-negatif,

hCG mungkin mengusir sel-sel kekebalan ibu, melindungi janin selama


trimester pertama. Ini juga telah dihipotesiskan bahwa hCG juga bisa
merupakan link plasenta untuk pengembangan immunotolerance ibu lokal.
Sebagai

contoh,

sel-sel

endometrium

hCG-diperlakukan

mendorong

peningkatan apoptosis sel T (pembubaran T-sel). Hasil ini menunjukkan


bahwa hCG juga bisa merupakan link dalam pengembangan toleransi
kekebalan peritrophoblastic, dan dapat memfasilitasi invasi trofoblas, yang
dikenal untuk mempercepat perkembangan janin di endometrium. Hal ini
juga telah diusulkan bahwa tingkat hCG yang terkait dengan keparahan
morning sickness pada wanita hamil.

1.2. Rumusan masalah


1. Apa yang dimaksud dengan urinel?
2. Bagaimana tanda-tanda kehamilan ?
3. Apa yang dimaksud dengan HCG ?
4. Interprestasi hasil uji kehamilan?
1.3....................................................................................................................Tujua
n
Untuk memeriksa ada tidaknya HCG dan kadar HCG dalam urine
untuk membantu menegakkan diagnosa kehamilan dini.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanda-tanda kehamilan


Dalam urine perempuan yang sedang hamil terdapat semacam hormon
sifatnya menyerupai hormone Gonadotropin (yang berbentuk glikoprotein)
dari bagian depan (lobus anterior) kelenjar hypofisis. Hormone ini tidak
hanya pada perempuan hamil tetapi juga terdapat pada cancer dan ovarium.
Permukaan menopause, kehamilan yang abnormal, abortus mola, tumor dari
testis, dan lain sebagainya. (Zr. Cristina Ibrahim, 2001).
Tanda tanda kehamilan ada yang di bagi menjadi dua saja, yaitu :
Tandatanda tidak pasti
Tandatanda pasti
Dan ada pula yang membaginya menjadi tiga macam, yaitu :
Tandatanda tidak pasti
Tandatanda kemungkinan
Tandatanda pasti
(Zr. Cristina Ibrahim, 2001).
Adapun gunanya mengetahui tandatanda kehamilan itu agar benar-benar
mengetahui apakah ibu yang perutnya besar itu hamil atau tidak, karena tidak
semua ibu yang perutnya besar itu hamil. Perut besar biasa disebabkan karena
asitues, ovarial cyste, myoon, tumor dan lain sebagainya (Zr. Cristina
Ibrahim, 2001).
.
2.2 Tanda tanda tidak pasti
a. Amenorhoe
Pendarahan yang disebabkan karena implantasi dari ovum ke dalam
deciduas. Pendarahan ini tidak terlalu banyakdan lama bila dibandingan
dengan menstruasi biasa.
b. Perubahan buah dada
c. perasaan mual di waktu pagi (morning sickness)

d. Pergerakan janin yang pertama, disebut juga Quickening . quick ini


berarti pula hidup, adanya Quickening menandakan adana individu yang
hidup.
e. Sering buang air kemih.
f. Membesarkan perut.
2.3 Tanda tanda kemungkinan
a.Tanda tanda dari hegar
Berdasarkan adanya uterus segmen bawah yang lebih lunak daripada
bagian yang lain dan embrio belum mengisi bagian seluruh ruangan
uterus, tetapi biasanya bertempat diatas dekat fundus uterine.
b.Tanda tanda dari piskacek
Berdasarkan adanya tempat yang kosong pada rongg uterus karena
embrio biasanya terletak di sebelah atas, sehingga pada pemeriksaan
dimanual akan terasa benjolan yang asimetris.
c.Tanda tanda Braxton Hicks
Berdasarkan adanya kontraksi retraksi, dan relaksasi pada otot otot
utrus yang sedang membesar.
d.Tanda tanda Chadwick
Berdasarkan adanya kongesti setempat ialah pada uterus karena uterus
sangat banyak membutuhkan darah.
e. Reaksi biologik
- Reaksi Hogben
Menggunakan kodok xenopus laevis, disuntikan dengan 2 cc urin
wanita yang sedang hamil. Bila reaksi positif maa kodok akan
mengadakan ovlasi dengan tanda mengeluarka telur dalam waktu 12
24 jam.
- Reaksi dari Consulof
Menggunakan kodok rana exculenta, sebelum di gunakan kodok ini
di ambil kelenjar hypohysenya lebih dahulu hingga warna kodok

menjadi pucat. Kemudian kodok ini disuntikan dengan 2,5 cc urin wnta
yang sedang hamil, bila setelah disuntik warna kodok tersebut menjai
cokelat, maka reaksi kehamilan positif.
- Reaksi dari Galli Mainini
Menggunakan kodok jantan buffo vulgaris disuntikan 5 c air kemih
wanita yang sedang hamil pada bagian bawah kulit peerut kodok. Jika
hasil dari uji tersebut adalah positif maka akan di temukan sperma pada
air kemih kodok yang telah didiamkan selama 3 jam.
- Reaksi Friedman
Menggunakan kelinci betina yang telah 2 minggu diasingkan dari
jantan. Disuntikan 5 cc air kencing wanita yang sedang hamil intravena
pad vena telinga kelinci selama 2 hari berturut turut. Setelah 24 jam
laludilakukan laparotomi, diambil ovarium, diperiksa, bila ada korpus
rubra dan lutea maka hasil tersebut adalah positif.
- Reaksi Aschiem Zondek
Menggunakan 5 ekor tikus betina imatur, pada hari kelima di dakan
operasi pada tikus tikus betina yang telah di suntik itu. Operasi di titik
beratkan pada perubahan ovarium tikus putih, apakah ada korpus
rubrum. Jika ada maka hasilnya adalah positif, yang menandakan
adanya prognandiol dalam air kemih menyebabkan adanya ovulasi pada
tikus yang belum dewasa.
f.

Reaksi Imunologik
Dasarnya adalah reaksi antigen antibody, dimana hcg bersifat antigen,
sebagai antibody di kenal pregnosticon, gravidex dan qoravis.

2.4 Tanda tanda pasti


a. Terdengarnya detik jantung anak
b. Terabanya bagian bagian anak
c. Pergerakan anak
d. Pemeriksaan roentgen (Zr. Cristina Ibrahim, 2001)

2.5 Alat Reproduksi


Alat kelamin pada katak jantan terdiri atas satu pasang testis yang
berwarna putih kekuning kuningan. Disebelah mukanya terdapat badan
lemak yang dinamakan korpus adiposum.testis menghasilkaan spermatozoa di
keluarkan melalui saluran halus menuju ke ginjal dan dikelarkan bersama
sama air kencing melalui ureter.alat kelamin betina terdiri ats satu pasang
ovarium yang terletak pada rongga perut. Pada musim birahi, ovarium ini
membesar dan berisi ovum, yang kemudian akan di keluarkan masuk dalam
corong oviduct (infundibulum) dan di lanjutkan ke saluran telur (oviduct).
Letak corong ovidut yaitu disebelah cranial dari ovarium. Dalam saluran
telur itu, ovum di lengkapi dengan selaput telur berbentuk selai yang di
keluarkan

oleh

dinding

saluran

telur

di

keluarka

pada

saat kopulasi. (Soedarjatmo, 2000).


Pada laki-laki dan perempuan, gonad memiliki fungsi endokrin dan
reproduksi sperma dan ovum berasal dari epitel germinatifum, sedang epitel
sekretorik yang secara embriologis berbeda menghasilkan testosteron pada
laki laki, dan estrogen serta progesterone pada laki laki. (Sacher, 2004)
Hormonehormone hipofisis yang mengatur sekresi endokrin sehingga
mempengaruhi fungsi reproduksi. Hormone hormn tropic ini baik pada
lakilaki maupun perempuan, disebut follicle stimulating hormone (FSH) dan
lutoinizing hormone (LH). (Sacher, 2004)
Hormone gonadotropin chronik (HCG) merupakan hormone glikoprotein
yang unik untuk plasenta yang sedang tumbuh. Sebelum immunoassay
tersedia paa tahun 1960-an ujiuji kehamilan menggunakan bioassay yang
memerlukan hewan (kelinci, tikus, dan katak) untuk membuktkan adanya
HCG dalam serum atau urine. Tes yang menggunakan kelinci, tikus, dan
katak pada waktu ini telah diganti oleh tes imunologik yang menggunakan
antibody terhadap HCG, (Sacher, 2004)
Dari kelima reaksi yang dilakukan untuk menguji adantya kehamilan
pada seorang wnita, yang banyak di gunakan pada rumah sakit besar maupun
kecil adalah reaksi Galli Mainini hal ini disebabkan karena reaksi ini

menggunakan kodok yang mudah di dapat. Kodok yang di gunakan adalah


kodok biasa yaitu Buffo vulgarisdengan berat katak antaa 2530 gram yang
hidup di padang rumput dekat rumahrumah, tetapi katak jantan tersebut
tidak mempunyai sel mani. Jadi kodok ini sebelum disuntikan dengn urin
wanita yang sedang hamil, diperiksa terlebih dahulu urin katak tersebut
apakah mengandung sel mani atau tidak mengandung sel mani, lalu urin
penderiuta disuntikan pada katak, jika mengandung sel mani berarti
menandakan bahwa reaksi kehamilan positif, sehingga dapat di ketahui
pregnandiol mempengaruhi keluarnya sel mani. (Zr. Christina Ibrahim, 2001)
Telah kita ketahui bahwa dalam melakukan reaksi Galli Mainini harus di
gunakan katak Buffo vulgaris jantan. Adapun ciri ciri dari katak Buffo
vulgaris jantan adalah sebagai berikut :
1. Pada telapak kaki depan terdapat penebalan berwarna hitam.
2. Pada
yang

kulit

leher

bagian

ventral

terdapat

warna

agak

merah

kekuning kuningan.

3. Warna tubuh biasanya lebih agak gelap di banding dengan betina.


(Zr. Christina Ibrahim, 2001).
Hormone HCG tidak hanya terdapat pad perempuan hamil saja, tetapi
terdapat juga pada cancer dari ovarium, permulaan menopause, kehamilan
yang abnormal, abnrtus, tumor dari testis, dan lain lain. Bentuk dari chonon
gonadotropin belum begitu jelas, (Zr. Christina Ibrahim, 2001).
Penetapan HCG dalam urin sejak lama di pakai sebagai indikator
kehamilan. Saat ini uji serologic, HCG dalam cairan tubuh, di samping
digunakan untuk kehamilan, juga dapat dipakai untuk menunjang diagnosis
kehamilan I luar kandungan, memperkirakan terjadinya abnotus, tumor
tiofoblastik, tumor testicular, bahkan beberapa jenis tumor lain yang tidak
berasal dari tiofoblas, (Kresno, 2002).

BAB III
METODELOGI
3.1. Pra analitik
a. Alat
1. Slide kehamilan (berwarna hitam).
2. Pipet disposable.
3. Pengaduk disposable.
4. Stopwatch / timer.
b. Reagent
Direct monoclonal latex pregnancy test kid
c. Sampel
Urine pagi hari (urine pada orang hamil three semester pertama)
d. Probandus
NAMA

: Ny.X

UMUR

:-

ALAMAT: 3.2. Analitik


a. Prinsip
1. Direct
-

Urine (HCG +) + anti HCG latex aglutinasi positif sehingga test


positif.

Urine (HCG -) + anti HCG latex aglutinasi negatif sehingga test


negatif.

2. Indirect
-

Urine (HCG +) + anti HCG kompleks HCG-anti HCG + HCG


yang dilabelkan pada latex aglutinasi negatif, hambatan
aglutinasi positif sehingga test positif.

Urine (HCG -) + anti HCG anti HCG bebas + HCG yang


dilabelkan pada latex aglutinasi positif, hambatan aglutinasi
negatif sehingga test negatif.

b. Motode
Slide Aglutinasi direct dan indirect
c. prosedur
1. Direct
Pada slide ditetesi 1 tetes urine dan ditambah 1 tetes anti HCG dan diaduk.

Kemudian diaduk dan dibaca adanya aglutinasi tepat setelah 1 - 2 menit.

2.Indirect
Pada slide ditetesi 1 tetes urine dan ditambah 1 tetes anti HCG dan diaduk.

Setelah 10 menit ditambah 1 tetes HCG yang dilabelkan pada latex.

Diaduk dan dibaca adanya aglutinasi tepat setelah 2 menit.

BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN

4.1. Pasca analiti


a Interprestasi hasil
DIRECT
-

Positif

: terjadi aglutinasi.

Negatif : tidak terjadi aglutinasi.


INDIRECT

Positif

: aglutinasi (-) dan hambatan aglutinasi (+)

Negatif : aglutinasi (+) dan hambatan aglutinasi (-)

4.2. Hasil
No
1

Uji
Uji kehamilan

Hasil
(+) Terdapat aglutinasi

4.3. Pembahasan
1. Terdapat 3 antibodi anti HCG pada strip
Antibodi tersebut adalah antibodi anti HCG yang pertama (kita
sebut saja anti HCG-1), antibodi anti HCG yang kedua (anti HCG-2)
dan anti-anti HCG-1 (antibodi dengan anti HCG-1 sebagai antigen).
Ketiga antibodi itu terletak di lokasi yang berbeda dengan sifat yang
berbeda pula. Anti HCG-1 bersifat mobile sehingga bisa ikut berpindah
ke area Test (T) dan Control (C) melalui gerakan kapilaritas. Anti HCG1 merupakan antibodi monoklonal sedangkan anti HCG-2 bersifat
poliklonal. Anti HCG-2 di area T dan anti-anti HCG-1 di area C bersifat
fixed atau tertanam, artinya tidak dapat berpindah sehingga tidak ikut
mengalir/berpindah tempat.
2.

Bila urin mengandung HCG


HCG sebagai antigen, akan berikatan dengan anti HCG. Gaya

kapilaritas membawa senyawa ikatan HCG dan anti HCG-1 menuju


daerah T. Di daerah T, anti HCG-2 akan berikatan dengan HCG yang
telah berikatan dengan anti HCG-1 namun pada epitop yang berbeda.
Terbentuklah kompleks anti HCG-1, HCG, dan anti HCG-2. Enzim
menjadi aktif dan daerah T berwarna merah. Selanjutnya, sisa anti

HCG-1 yang belum berikatan dengan HCG akan menuju daerah C dan
berikatan dengan anti-anti HCG-1. Kompleks ini akan mengaktifkan
enzin sehingga daerah T berwarna merah. Pada akhirnya, akan terlihat
dua strip merah yaitu pada daerah T dan daerah C dan diintepretasikan
sebagai hasil positif hamil.
3.

Bila urin tidak mengandung HCG


Urin tidak mengandung HCG sehingga tidak terjadi kompleks anti

HCG-1 dengan HCG. anti HCG-1 yang bebas kemudian menuju ke area T
tempat anti HCG-2. Karena tidak ada HCG maka tidak akan terjadi interaksi
antara anti HCG1 dan anti HCG-2 melalui perlekatan dengan HCG pada
epitop berbeda.Enzim pada anti HCG-1 tetap inaktif dan reaksi enzimatis
pembentukan warna tidak terjadi. Akibatnya anti HCG-1 akan terus ikut gaya
kapilaritas menuju daerah C. Di daerah ini terjadi kompleks antigen antibodi
yaitu anti HCG-1 (sebagai antigen) dengan anti anti HCG-1 (sebagai antibodi
terhadap anti-HCG-1). Kompleks ini membuat enzim aktif sehingga terbentuk
warna merah. Warna merah hanya pada area C sehingga hanya ada satu garis
dan diintepretasikan sebagai hasil negatif hamil (tidak hamil).
Pada praktikum uji kehamilan (direct latex agglutination)kita
menguji urin untuk menunjukkan pada urin wanita hamil tekandung hormon
hCG (Human Chorionic Gonadtropine) dan menunjukkan tidak terkandung
(negative) hCG (Human Chorionic Gonadtropine) pada urin wanita tidak
hamil dan urin pria. Dengan menggunakan metode aglutinasi lateks. Hormon
Chorionic

Gonadotropin (hCG)

adalah

hormon

gonadotropin

yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas
dari placenta. Hormon hCG mempunyai dua rangkaian rantai peptide yaitu
yang mengandung 92 asam amino dan mengandung 145 asam
amin. Hormon Chorionic Gonadotropin(hCG) mempertahankan korpus
luteum yang terbentuk ketika sel telur dibuahi yang dilanjutkan dengan
terjadinya ovulasi. Hormon hCG berdampak pada meningkatnya produksi
progesterone oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga
kehamilan. Produksi hormon hCG akan meningkat hingga hari ke 70 dan

akan menurun selama sisa kehamilan. Hormon ini di ekskresikan melalui urin
juga terdapat dalam serum. Kali ini kta akan mendeteksi hormon hormon
hCG di urin wanita hamil.
Pada praktikum kali ini dilakukan dengan dua metode yaitu metode
strip dan slide aglutinasi, dan pada sampel pasien diperoleh hasil yang
negative yaitu terbentuk 1 garis pada are control untuk metode strip dan tidak
terjadi aglutinasi pada metode slide aglutinasi.
Pada praktikum uji kehamilan (direct latex agglutination)kita
menguji urin untuk menunjukkan pada urin wanita hamil tekandung hormon
hCG (Human Chorionic Gonadtropine) dan menunjukkan tidak terkandung
(negative) hCG (Human Chorionic Gonadtropine) pada urin wanita tidak
hamil dan urin pria. Dengan menggunakan metode aglutinasi lateks. Hormon
Chorionic

Gonadotropin (hCG)

adalah

hormon

gonadotropin

yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas
dari placenta. Hormon hCG mempunyai dua rangkaian rantai peptide yaitu
yang mengandung 92 asam amino dan mengandung 145 asam
amin. Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) mempertahankan korpus
luteum yang terbentuk ketika sel telur dibuahi yang dilanjutkan dengan
terjadinya ovulasi. Hormon hCG berdampak pada meningkatnya produksi
progesterone oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga
kehamilan. Produksi hormon hCG akan meningkat hingga hari ke 70 dan
akan menurun selama sisa kehamilan. Hormon ini di ekskresikan melalui urin
juga terdapat dalam serum. Kali ini kita akan mendeteksi hormon hormon hcg
pada urin wanita hamil
Penentuan kehamilan dengan menggunakan urine dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu cara biologik dan cara imuno- logik. Percobaan
biologik dengan tiga cara yaitu cara Ascheim Zondek, cara Friedman dan cara
Galli Mainini; masing-masing cara biologik ini menggunakan binatang
percobaan yaitu tikus putih, kelinci dan katak jantan. Sedangkan pemeriksaan
secara imunologik dapat dilakukan secara langsung dengan cara Direct Latex
Agglutination (DLA) atau secara tidak langsung dengan caraLatex

Agglutination Inhibition (LAI) serta cara Hemagluti- nation Inhibition (HAI)


(2,3,4,5) Sejak tahuri 1960 cara imunologik telah mendapat tempat yang luas.
Hal ini disebabkan karena cara ini lebih mudah, cepat dan lebih sensitif dari
cara biologik; walaupun demikian cara Galli Mainini masih tetap digunakan
sampai sekarang. Dewasa ini untuk pemeriksaan kehamilan di laboratoriumlaboratorium yang paling banyak digunakan adalah cara imunologik dengan
cara Latex Agglutination Inhibition. Prinsip tes imunologik ini adalah
berdasarkan terjadinya reaksi imunologis kimiawi antara HCG dalam urine
dengan antobodi HCG (anti HCG)
Pada praktikum ini deteksi hormon hCG dilakukan dengan
menggunakan metode aglutinasi lateks. Aglutinasi adalah Teknik yang dapat
menentukan antigen atau antibodi secara semikuantitatif, aglutinasi dapat
dilihat dengan mata atau dengan mikroskop. Metode aglutinasi yang sering
dipakai adalah aglutinasi lateks dan hemaglutinasi, yang masing-masing
menggunakan partikel lateks dan sel eritrosit yang dilapisi antibody atau
antigen.
Tergantung apakah yang hendak ditentukan itu antigen atau antibodi.
Cara aglutinasi lateks banyak dipakai untuk menetapkan adanya rheumatoid
faktor (RA) atau CRP dalam serum dan Human chorionic gonadotropin
(hCG) dalam urin, sedangkan cara hemaglutinasi sering dipakai untuk
menetapkan HBsAg dan anti--HBsAg, masing - masing cars reverse passive
hemaglu- tination (RPHA) dan passive hemaglutination (PHA), disamping itu
juga untuk menetapkan adanya antibodi terhadap Treponema pallidum.
Prinsip tes imunologik ini adalah berdasarkan terjadinya reaksi
imunologis kimiawi antara hormon hCG dalam urine dengan antobodi (anti
HCG). Suspensi lateks mengandung antibody monoclonal anti hCG dengan
natrium azida sebagai pengawet sebagai anti hCG dan hormon hCG yang
terkandung dalam urin sebagai antigen. Ketika anti hCG (antibodi) bertemu
dengan antigen(hormon hCG) maka terbentuklah kompleks imun.
Urin ditetesi pada plat kaca dan ditambahkan suspense lateks
selanjutnya diaduk hingga seluruh lingkaran penuh. Positif hCG ditunjukkan

dengan terbentuknya gumpalan bewarna putih pada urin. Pada hasil


pengamatan menunjukkan bahwa pada urin uji terbentuk gumpalan bewarna
putih. Dimana pada bulan tersebut hormon hCG yang disekresikan oleh
placenta telah berkurang. Hormon hCG diproduksi banyak pada trimester
pertama. Hormon hCG yang terdapat pada urine wanita hamil, berperan
sebagai antigen. Antibodi yang digunakan pada media tes ini ada tiga tipe
antibody. Sebagian terdapat enzim yang dapat menampilkan warna saat
menangkap antibodi.
.

BAB V
KESIMPULAN
5.1. Kesimpulan

Dari praktikum pemeriksaan uji kehamilan dengan metode slide


test. Terhadap serum Ny.X di dapatkan aglutinasi pada urin yang diberi
antiHCG.
5.2. Saran
1. Sebaiknya pemeriksaan uji kehamilan ini saat melaukan pembacaan
harus tepat 1 menit. Karena jika < 1 menit akan didapatkan hasil
negatif palsu. Sedangkan jika > 1 menit maka akan mendapatkan hasil
positif palsu.
2. Sebaiknya menggunakan urin pagi agar urin yang digunakan masi
murni belum tercampur oleh bahan yang lain
3. Digunakan urine trisemester pertama karena pada urine triemester
pertama terbentuk plasenta muda yang dapat membantu menegakkan
diagnosa kehamilan.

DAFTAR PUSTAKA

Boedina Kresno , Siti Berbagai Pemeriksaan Imunologi untuk Menunjang


Diagnosa Bagian, Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia/RSCM, Jakarta
Cunningham FG, MacDonald PC, et al. Williams Obstetrics. 18 th edition 1995.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Hardjoeno dkk. 2003.Interpretasi hasil test diagnostic.Makassar.

Hidayat,rahmat.pemeriksaan uji kehamilan . 31 mei 2012.


http://kumpulanmateridiiianaliskesehatan.blogspot.co.id/20
12/05/test-widal-slide.html . diakses 11 januari 2016 pukul
10.05
Jawetz, Ernest. 1996. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : EGC.
Markum AH, Ismail S, Alatas H. Buku ajar ilmu kesehatan anak. Jakarta: Bagian
IKA FKUI.
Setia,rahmad.Pemeriksaan

uji

kehamilan.

mei

2013.

http://kuliahanaliskesehatan.blogspot.co.id/2013/05/pemeriksaanwidal.html. diakses 11 januari 2016 pukul 10.00.


Setyo.laporan

praktikum

urine

18

juni

2013.

http://rekammedis-

kesmas.blogspot.co.id/2014/04/laporan-praktikum-pemeriksaanwidal.html. diakses 11 januari 2016 pukul 10.30.


Soemarno. 2000. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Klinis. Yogyakarta: Akademi
Analis kesehatan Yogyakarta Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Tudehope DI, Thearle MJ. A primer of neonatal medicine. Queensland: William
Brooks Queensland.

Van De Graaff , Human Anatomy, 6th ed, McGraw-Hill 2001


Wagle S. Hemolytic disease of the newborn. www. Neonatology.org. 2002
Yuli,rahma.prosedur

pemeriksaan

kehamilan

16

maret

http://myblogaintyours.blogspot.co.id/2013/02/prosedur-pemeriksaan
laboratorium-tes.html.diakses 11 januari 2016 pukul 10.10.

1013.

LAMPIRAN

Alat yang digunakan

Proses pemipetan urin

Hasil uji kehamilan

serum yang digunakan

proses meletakkan AntiHCG pada slide

DISKUSI
Macam-macam uji kehamilan biologi yaitu:
1. Imunologi
-

Direct

Indirect

2. Biologi
-

Azheim zondex (pakai tikus betina).

Galli mainini (katak jantan).

Fridman (kelinci betina).

Bellerboy (katak afrika betina).

Syarat-syarat katak jantan yang dapat digunakan:


1. Pada leher terdapat tanda merah.
2. Bersuara.
3. Kaki depan lebih lebar.
4. Berat 25 - 35 gram.
5. Spermatozoa (-).
Hasil positif palsu disebabkan:
1. Hamil anggur.
2. Tumor kandungan.
3. Tumor ovarium.
4. Tumor testis.
5. Permulaan monopause.
HCG (Human Coreonic Gonadotobin) yaitu: suatu glikoprotein yang
mengandung galaktosa dan heksosamin yang diproduksi oleh jaringan
plasenta muda.