Anda di halaman 1dari 5

Laporan Kasus Divisi

Tanggal: 30 Juni 2015

TINEA UNGUIUM YANG DITERAPI DENGAN ITRAKONAZOL


DOSIS DENYUT DAN SIKLOPIROKSOLAMIN TOPIKAL
Oleh: Pramita Kusuma Catur N
Pembimbing: dr. Lies Marlysa Ramali, SpKK(K)
dr. Risa Miliawati NH, SpKK
IDENTITAS
Nama
: Tn. T
Usia

: 65 tahun

Alamat

: Citepus 1 RT 2/RW 5, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo.


Bandung

Pekerjaan

: Pensiunan PNS

Pendidikan

: D3

Status

: Menikah

Suku

: Sunda

Agama

: Islam

KELUHAN UTAMA
Kuku jari kaki tampak rusak yang kadang-kadang disertai gatal.
ANAMNESIS KHUSUS (autoanamnesis tanggal 20 Mei 2015)
Sejak dua bulan sebelum berobat, pasien mengeluhkan gatal pada kuku jari kaki
yang sebelumnya sudah tampak rusak semakin sering hilang timbul. Gatal tidak
disertai nyeri, maupun bertambah gatal saat berkeringat. Keluhan disertai kuku yang
tampak berwarna kekuningan dan rusak terutama pada kedua kuku ibu jari kaki
disertai kerusakan kulit sekitar kuku. Keluhan tidak disertai pembengkakan di sekitar
kuku. Pasien belum pernah mengobati keluhannya tersebut.
Keluhan pertama kali dirasakan pasien sejak lebih kurang satu tahun sebelum
berobat, berupa bercak kekuningan pada kuku ibu jari kaki kanan, disertai
permukaan kuku yang semakin tampak bergelombang. Keluhan serupa kemudian
dirasakan menyebar ke semua bagian kuku kaki lainnya, namun pasien lupa tepat
waktunya. Pasien belum pernah mengobati keluhannya tersebut.

Keluhan disertai dengan gatal pada pergelangan kaki kanan bagian depan sejak
lebih kurang 2 minggu sebelum pasien berobat. Keluhan gatal dirasakan hilang
timbul sejak lebih kurang tiga tahun yang lalu. Gatal timbul bila pasien sedang
banyak pikiran. Untuk keluhannya ini pasien berobat ke poliklinik IKKK RSHS dan
diberikan obat klobetasol 0,05% dioles 1xsehari dan obat minum setirizin
1x10mg/hari, perbaikan diakui.
Pasien mandi dua kali sehari dengan air ledeng yang digunakan bersama dengan
anggota keluarga lain. Pasien mengakui sering bercocok tanam. Jarang memakai alas
kaki saat beraktifitas diakui pasien. Adanya pemakaian handuk bersamaan dan
bertukar-tukar pakaian, kaos kaki, atau sepatu disangkal pasien. Riwayat keluhan
serupa pada keluarga disangkal. Adanya trauma pada jari-jari kaki sebelum kelainan
kuku timbul disangkal. Pasien tidak memiliki hewan peliharaan. Riwayat penyakit
gula diakui pasien sejak lebih kurang tiga tahun dan pasien kontrol secara teratur ke
poli geriatri RSHS mendapatkan terapi metformin xr 1x500 mg/hari p.o serta
glimepirid 1x1 mg/hari p.o (pasien menunjukkan obatnya). Adanya mata kuning
disertai buang air kecil seperti teh, mengonsumsi obat dalam jangka panjang, batuk
lama disertai penurunan berat badan disangkal. Keluhan tidak disertai kelainan kulit
bersisik tebal terutama pada siku dan lutut.
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
Keadaaan Umum

: Kesadaran

: kompos mentis, tampak sakit ringan

Tekanan darah

: 120/80 mmHg

Nadi

: 88 x/menit

Respirasi

: 20 x/menit

Suhu

: 36,7 C

Tinggi Badan

: 165 cm

Berat Badan

: 56 kg

Status Gizi

: normoweight

Indeks Massa Tubuh : 20,58


Kepala

: Mata

: konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/konjungtiva hiperemis -/-, sekret -/-

Hidung

: sekret -/-

Telinga

: sekret -/-

Mulut
Leher

: tonsil T1-T1 tenang, faring hiperemis (-)

: Jugular venous pressure tidak meningkat


2

Dada

: Bentuk dan pergerakan simetris


Paru-paru

: Vesicular breath sound kanan = kiri


ronki -/-, wheezing -/-

Jantung
Perut

: bunyi jantung murni reguler

: Datar, lembut, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-)


Hati dan limpa tidak teraba

Anggota gerak atas

: Bentuk dan pergerakan tidak ada kelainan, edema -/-

Anggota gerak bawah : Bentuk dan pergerakan tidak ada kelainan, edema -/Pada kuku digiti I dan kuku digiti V pedis sinistra dan
dekstra, tampak onikolisis, onikodistrofi, dan diskolorisasi.
Pada kuku digiti II-IV pedis sinistra dan dekstra, tampak
onikodiskolorasi.
Ukuran kuku sehat digiti III: 2 mm
Ukuran kuku sehat digiti IV: 3 mm
Kelenjar getah bening pada leher, ketiak, dan kedua lipat paha:
Inspeksi : tidak tampak adanya pembesaran
Palpasi : tidak teraba adanya pembesaran
Status dermatologikus
Distribusi: regioner
Pada pergelangan kaki kanan, tampak lesi multipel, diskret, bentuk tidak teratur,
ukuran terkecil 2x3 cm dan ukuran terbesar 8x5 cm, batas tegas, sebagian menimbul,
kering berupa makula hiperpigmentasi, makula hipopigmentasi, likenifikasi, dan
skuama.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan mikroskopis langsung dari kerokan kuku dengan larutan KOH 20%
ditambah tinta Parker blue-black: ditemukan hifa panjang, bercabang, dan bersepta.
Pemeriksaan mikroskopis langsung dari kerokan lesi kulit pergelangan kaki kanan
dengan larutan KOH 20% ditambah tinta Parker blue-black: tidak ditemuka hifa
maupun spora.

RESUME
Seorang laki-laki, 65 tahun, pensiunan PNS, lulusan D3, suku Sunda, Islam,
berobat ke Poliklinik Jamur Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (IKKK) RSHS
Bandung dengan keluhan utama kuku pedis yang tampak rusak yang kadang-kadang
terasa gatal. Sejak lebih kurang satu tahun sebelum berobat, berupa onikodiskolorasi
pada kuku ibu jari kaki kanan, disertai permukaan kuku yang semakin tampak
bergelombang. Keluhan serupa kemudian dirasakan menyebar ke semua bagian kuku
kaki lainnya, namun pasien lupa tepat waktu nya. Pasien belum mengobati
keluhannya tersebut. Sejak dua bulan sebelum berobat, pasien mengeluhkan gatal
pada kuku jari kaki yang sebelumnya sudah tampak rusak semakin hilang timbul.
Nyeri (-), bertambah gatal saat berkeringat (-). Keluhan disertai onikodiskolorasi dan
onikodistrofi terutama kedua kuku ibu jari kaki disertai kerusakan kulit sekitar kuku.
Pembengkakan di sekitar kuku (-). Pasien belum pernah mengobati keluhannya
tersebut. Keluhan disertai dengan gatal pada pergelangan kaki kiri bagian depan.
Keluhan gatal dirasakan hilang timbul sejak lebih kurang tiga tahun yang lalu. Gatal
timbul bila pasien sedang banyak pikiran. Untuk keluhannya ini pasien berobat ke
poliklinik IKKK RSHS dan diberikan obat klobetasol 0,05% dioles 1xsehari dan
obat minum setirizin 1x10mg/hari, perbaikan (+). Riwayat sering bercocok tanam
(+), jarang memakai alas kaki (+). Adanya diabetes melitus (+). Hasil pemeriksaan
fisik ditemukan pada kuku digiti I -V pedis dekstra et sinistra, tampak onikolisis,
onikodistrofi, diskolorisasi. Pemeriksaan mikroskopis langsung dari kerokan kuku
digiti I dan digiti V pedis dekstra et sinistra dengan larutan KOH 20% ditambah tinta
Parker blue-black: ditemukan hifa panjang, bercabang, dan bersepta.
DIAGNOSIS KERJA
Tinea unguium pedis + neurodermatitis
PEMERIKSAAN SELANJUTNYA

Pemeriksaan serum glutamic oxaloaxetic transaminase (SGOT) dan serum

glutamic pyruvic transaminase (SGPT)


Pemeriksaan kultur jamur

PENATALAKSANAAN
Umum

Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit pada kukunya disebabkan oleh

infeksi jamur
Menjelaskan kepada pasien bahwa akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,
yaitu pemeriksaan kultur jamur untuk mengetahui spesies jamur penyebab

infeksi tersebut
Menjelaskan kepada pasien mengenai rencana pengobatan yang akan
diberikan dalam jangka panjang dan menyarankan pasien untuk kontrol

teratur
Menjelaskan kepada pasien mengenai cara pemakaian obat

Khusus
Topikal: - Siklopiroksolamin 8% nail lacquer 1x sehari
Sistemik: - Itrakonazol dosis denyut siklus I, yaitu 400 mg/hari selama 7 hari (bila
SGOT dan SGPT normal)
Konsul poliklinik umum IKKK RSHS untuk penanganan neurodermatitis.
PROGNOSIS
Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad functionam

: ad bonam

Quo ad sanationam

: dubia ad bonam

Pengamatan hari ke-2

Hasil laboratorium darah:


SGOT: 22 U/L
SGPT: 22 U/L
Terapi:
Topikal: dilanjutkan
Sistemik: Itrakonazol dosis denyut siklus I, yaitu 400 mg/hari selama 7 hari