Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era tekhnologi informasi dan komunikasi (Information and
Communication Technologi /ICT) saat ini, produk ICT telah merambah ke
seluruh belahan dunia, lapisan masyarakat dan berbagai sector kehidupan.
Tidak heran ICT tidak saja menjadi industri raksasa tapi juga menciptakan
gelombang ekonomi baru. Dari sekian banyak tekhnologi yang terus
berkembang pesat di dunia, pilihan tekhnologi yang mempunyai kemampuan
sama dengan ICT untuk merevolusi kehidupan manusia, membentuk industri
raksasa dan menciptakan gelombang ekonomi baru, adalah Bioteknologi.
Bioteknologi modern disebut juga rekayasa genetika, merupakan suatu
jenis teknologi yang baru dan tentu saja sangat berbeda dengan teknologi
bioteknologi konvensional atau breeding tradisional yang diterapkan
sebelumnya. Breeding tradisional hanya mampu melakukan penyilangan antar
organisme sejenisnya, yaitui yang memiliki genetic make up serupa.
Dalam bidang bioteknologi dan rekayasa genetika (genetic
engineering). Kita sangatlah jauh tertinggal, padahal ini merupakan bidang
unggulan yang bisa mengubah secara eksponensial pendapatan Negara
melalui jalur pendapatan hasil pertanian, peternakan, kesehatan dan
sebagainya, sehingga sangat logis kalau Indonesia perlu terus megembangkan
bioteknologi untuk memanfaatkan kekayaannya sendiri itu, supaya tidak
ketinggalan dengan Negara-negara lain.
Negara-negara dengan areal kecil, seperti Israel, Jepang, Thailand, dan
Singapura, sudah sangat jauh mengembangkan bidang ini. Selain itu, Negara-
negara maju, sepertio Inggris, Amerika, Jerman, Australia, dan Jepang telah
lama mengadakan riset terpadu di bidang bioteknologi dan rekayasa genetika,
bahkan mereka sudah menjual produk-produk baru dengan hak paten dari
hasil biotek dan rekayasa genetika(terutama dalam kedokteran dan farmasi),

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 1


seperti antibody, obat-obatan, hormone-hormone, enzim-enzim, bahan
kosmetika, bakteri-bakteri, cloning, bayi tabung dan sebagainya.
Rekayasa genetika (genetic engeneering) ini kebanyakan berasal dari
plasma nutfah-plasma nutfah yang ada di dunia ini. Indonesia merupakan
Negara ke dua terkaya plasma nutfahnya setelah Brasil, Sebagai contoh kalau
kita ambil satu gram tanah sawah atau kita ambil beberapa mili liter air laut
dan danau, akan kita temuakan banyak jenis bakteri atau jamur yang sangat
bermanfaat terutama dalam bidang kedokteran dan farmasi, yaitu bisa
menghasilakan enzim dan bioaktiv tertentu.
Selain itu ada contoh, dari hasil screening pada sample tanah sawah
pertanian dengan tanaman pokok padi, beberapa strain bacteria penghasil
enzimphytase dan phosphatase, di antaranya marga Bacillus, Klebsiella,
Enterobacter, Pantoea, dan bakteri-bakteri baru yang sama sekali belum
dikenal secara taksonomi. Enzim phytase merupakan komoditaas yang sangat
bagus karena merupakan salah satu anggota dari kelompok enzim phosphatase
yang mampu menghidrolisis senyawa phytat.
Berdasarkan uraian di atas, kami mencoba membuat makalah tentang
perkembangan bioteknologi dalam rekayasa generika dan produk-produknya
dalam bidang kedokteran dan farmasi.

B. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui perkembangan bioteknologi trutama dalam bidang
rekayasa genetika dan produk-produknya dalam bidang kedokteran dan
farmasi.
2. Untuk mengetahui manfaat dari produk-produk rekayasa genetika dalamm
kedokteran dan farmasi
3. Untuk memenuhi tugas pembuatan makalah, dalam rangka
penyempurnaan perolehan nilai Mata Kuliah Bioteknologi.

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 2


BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Rekayasa Gentika Dalam Kedokteran dan Farmasi


Bioteknologi adalah teknologi yang tergantung sepenuhnya terhadap
sumber daya genetic dari berbagai makhluk hidup dari jasad renik atau
mikroba sampai organisme sempurna, seperti manusia atau mahluk lainnya
yang sempurna.
“Next Greet Entrepreneural Wave” demikian ramalan majalah bisnis
Amerika, The Red Herring (The Business of Technology) beberapa tahun
yang lalu. Era bioteknologi mulai berkembang tahun 1970-an, yang di mulai
dari pemanfaatan bioteknologi untuk industri farmasi dan kedokteran
Bioteknologi merupakan gabungan dari sekian banyak tekhnologi yang
terus berkembang pesat di dunia, pilihan tekhnologi yang mempunyai
kemampuan sama untuk merevolusi kehidupan manusia, membentuk industri
raksasa dan menciptakan gelombang ekonomi baru
. Sebelum rekayasa genetika (genetica engeneering) ditemukan ada
suatu teknologi bioteknologi konvensional atau breeding tradisional yang
hanya mampu melakukan penyilangan antar organisme sejenisnya, yaitu yang
memiliki genetic yang sama
Dalam melakukan tugas itu, para breeder tradisional dengan sengaja
atau tidak sengaja sebetulnya telah menstransfer bukan hanya satu atau dua
gen saja tetapi beberapa puluh ribu gen. Hal itu merupakan perbandingan yang
sangat kontras, bila disbanding dengan teknologi rekayasa genetika atau
rDNA yang mampu mentrasper secara lebih cermat, yaitu hanya dengan
beberapa gen terpilih, yang ditransfer antar spesies sama sampai antar spesies
yang sangat berbeda.
Hasil organisme yang telah mengalami rekayasa genetika, yang
dilakukan melalui pemindahan atau transfer sebuah atau lebih gen antara
species yang sama atau yang berbeda itu, disebut transgenic.

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 3


Para pakar rDNA mampu memotong atau mencopot suatu gen yang
dikehendaki, praktis dari semua organisme apa saja, memindahkan dan
menyisipkan organisme ke dalam setiap organisme lain apa saja.sebagai
contoh, kini dengan cara yang relative mudah manusia dapat memindahkan
sebuah gen yang terdapat dalam sel seekor tikus ke dalam DNA dari sel
tanaman selada (lettuce), sehingga jenis itu lebih kaya vitamin C-nya, atau
memindahkan gen dari sel binatang ke tanaman buah apel, sehingga menjadi
apel yang tahan penyakit.
Selain terhadap tumbuhan, hewan juga bisa ditrasgenik yaitu dengan
cara mentranformasi suatu gen asing (bisa dari spesies yang sama sampai
divisio yang berbeda) yang dikerjakan terhadap embrio sebelum hewan
transgenic itu dilahirkan.

B. Tekhnis dan Prosedur Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan


Farmasi
1. Farmasi
Perkembangan bioteknologi dalam memperoleh produk pangan baru,
berpotensi dapat mengganti alat bioreactor atau fermator stainless steel
melalui suatu tanaman yang mampu berproduksi berbagai jenis obat-obatan,
vitamin dan bahkan vaksin. Kalau impian itu terwujud, bioteknologi mampu
memindahkan proses yang terjadi dalam bejana-bejana stainless steel tersebut
kearah perkebunan tanaman yang memproduksi berbagai jenis bio active
component proses alami back to nature
Gambaran tersebut secara jelas disampaikan oleh Dean Della Penna
pakar plant biochemist, Amerika Serikat. Bioteknologi berpeluang besar
dalam memproduksi senyawa-senyawa farmasi, gizi dan bioaktif. Gen-gen
dari tumbuahn menghasilkan bahan atau senyawa kimia antikanker.
Selain menghasilkan hal yang telah disebutkan diatas dan mengingat
cukup banyaknya jenis penyakit yang berbahaya seperti anthrax, flu burung,
penyakit kulit dan sebagainya, maka dengan adanya rekayasa genetika akan
ada usaha-usaha menciptakan system kekebalan atau imun pada manusia dan

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 4


ternak secara genetic. Tetapi sampai saat ini masih sedikit jenis gen yang
diketahui bertanggung jawab terhadap ketahanan hewan terhadap jenis-jenis
penyakit diatas.

2. Kedokteran
Produk rekayasa genetika dalam kedokteran adalah :
a) Transplantasi Organ (Xenotransplantation)
Banyak pasen meninggal karena tidak terpenuhinya transplantasi
organ tubuh yang rusak seperti jantung, hati dan ginjal. Setiap tahunnya
tidak kurang dari 5000 organ tubuh yang dibutuhkan. Disinyalir
modifikasi organ babi yang lebih cocok buat manusia, hanya saja masih
tersisa masalah adanya protein babi yang tertolak oleh tubuh manusia.
Usaha-usaha untuk menghilangkan masalah tersebut, dimana protein babi
yang bersangkutan diganti dengan protein manusia, sedang berlangsung.

a) Suplementasi Nutrisi dan Pharmaceuticals


Beberapa jenis zat farmasi seperti hormone pertumbuhan, insulin,
factor anti kebekuan darah, tissue plasminogen activator (t-PA), sekarang
sudah bisa diproduksi bersama-sama air susu sapi, domba dan kambing.
Maka air susu hewan-hewan tersebut mungkin berguna untuk memacu
pertumbuhan anak lebih cepat, mengobati diabetes, atau mempercepat
penyembuhan luka. Susu ini sedang dalam penelitian untuk dapat
mengobati penyakit-penyakit lain seperti phenylketonurea, emphysema
yang menurun dan cystic fibrosis.
Contoh Pada tahun 1997 pernah dihasilkan sapi transgenic yang
diberi nama Rosie, yang air susunya menyerupai ASI, Susu Rosie tersebut
mengandung alpha-lactalbumin manusia pada kadar 2,4 g/liter. Seperti
diketahui air susu sapi biasa bila diberikan pada bayi dapat menyebabkan
perdarahan anus karena feces yang mengeras (karena tidak sempurna
dicerna oleh baik).

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 5


b) Terapi Genetik Pada Manusia
Terapi genetic manusia adalah teknik menggantikan gen yang rusak
pada genom dengan gen yang normal. Ada sekitar 5000 jenis penyakit
genetic yang berpotensi disembuhkan dengan teknik ini. Sebagai contoh.
A.I.Virtanen Institute di Finlandia menghasilkan anak sapi yang mampu
menghasilkan zat yang merangsang pertumbuhan sel darah manusia

C. Perkembangan dan Pemamfaatan Rekayasa Genetika dan Produknya


Dalam Kedakteran dan Farmasi
Perkembangan rekayasa genetika sangatlah pesat terutama dalam
bidang kedokteran dan farmasi. Perkembangan tersebut melalui tahapan-
tahapan sebagai berikut :
a) Teknologi DNA Rekombinan,
Teknologi DNA rekombinan yang dikembangkan, digunakan untuk
memproduksi protein rekombinan yang sangat penting bagi kedokteran
seperti insulin dan hormone-hormon pertumbuhan.
Selain itu juga teknik DNA rekombinaan bisa untuk menghasilkan
atau melahirkan organisme-organisme jenis baru atau untuk memunculkan
kembali organisme-organisme yang sudah punah. Sebagai contoh untuk
memu - 6nculkan kembali Kuda Quagga (bagian kepala mirip dengan
kuda zebra sedangkan bagian ekor seperti kuda biasa) atau yang lebih
dikenal kuda kuningan yang sudah punah, dengan rekayasa genetika
(genetica engineering) dengan teknik DNA rekombinan bisa dilahirkan
kembali dengan cara kromosom sel microbial yang akan dijadikan objek
sisipan gen-gen dari kulit kering sel-sel hewan quagga yang dipotong
dengan menggunakan suatu jenis enzim yang sama dengan enzim yang
telah digunakan untuk memotong gen-gen yang ada di dalam kulit kering
sel-sel kuda quagga. Bakteri sebagai mikroba yang akan dijadikan umtuk
objek percobaan diambil dari jenis bakteri khusus, yaitu Escherchia coli
(disebut E. coli). Bakteri ini dalam bidang bioteknologi terutama dalam
rekayasa genetika sudah biasa digunakan sebagai inang (host).

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 6


Ada empat tahapan yang digunakan untuk melakukan kegiatan rekayasa
genetika gen-gen kulit kering kuda quagga, yakni :
1. Memilih atau memperoleh gen-gen hewan kuda quagga yang benar
2. Menyisipkan ggen-gen hewan quagga ke mikroba
3. Tahapan membujuk mikroba untuk membuat produknya
4. Menyisipkan hasil produk mikroba untuk difertilisasikan ke dalam sel
telur kuda zebra gunung

b) Pembuatan Antibodi
Setelah melewati fase awal pembuatan protein rekombinan, industri
farmasi berkembang kearah pembuatan antibody dari yang poliklonal ssampai
dengan monoclonal dengan teknologi yang diawali dari hibridoma sampai
rekayasa antibody. Antibodi digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh
atau sebagai imun baik manusia ataupun hewan. Antibodi memperluas
jangkauan aplikasi bioindustri farmasi dari terapi ke diagnostic.

c) Teknologi Kloning
Selanjutnya fase ketiga yang sedang dilalui sekarang menginjakn ke
cloning, yang memperluas sekaligus memperdalam teknologi rekayasa
genetika atau rekayasa jaringan yang awalnya dikembangkan untuk
pemenuhan transplantasi jaringan atau organ saja. Teknologi cloning terdiri
dari tiga teknologi utama yaitu :
1) Teknologi sel tunas, Teknologi sel tunas ini merupakan cara
pengkloningan dari sel tunas
2) Teknologi transfer inti sel
3) Teknologi telomere.

d) Bertani Protein
Bertani protein merupakan salah satu bentuk agrofarmasi yang sangat
mungkin dilakukan di Indonesia. Sebagai bentuk pertanian lainnya, bertani
pisang untuk menghasilkan pisang, bertani jagung untuk mendapatkan jagung.
Bertani protein untuk mendapatkan protein rekombinan yang menjadi bahan

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 7


baku obat. Teknologi perakitan tanaman transogenik yang sudah lama
dikuasai peneliti Indonesia, di sinergikan dengan teknologi rekayasa protein
yang menjadi fondasi bioteknologi modern untuk merakit tanaman yang dapat
memproduksi erythropoietin, albimin, interferon, dan sebagainya yang
digunakan untuk berbagai terapi penyakit.
Produk atau hasil dari bertani protein atau moleculer farming ini tidak
hanya bahan baku obat yang diekstra dari daun atau biomassa lain dari
tanaman hasil rakitan bioteknologi itu, tapi bisa juga buah yang langsung
dikonsumsi melalui arahan tenaga medis karena berfungsi sebagai vaksin,
/edible vaccine. Berkat rekayasa genetika pulalah, beberapa produk vaksin
generasi baru sudah ridak menggunakan pathogen yang mematikan atau
dilemahkan tapi cukup antigen proteinnya saja. Protein inilah yang
diekstrasikan ke dalam buah pisang sehingga menjadi vaksin yang dimakan.
Rekayasa genetika dalam sector kedokteran pengaruhnya sangat besar
dan penting. Misalnya penderita diabetes sekarang bisa hidup seperti orang
normal, karena selalu disuntik insulin rekombinan dan alat pengukur gula
darah yang menggunakan enzim rekombinan glukosa dehidrogenase.
Penderita kanker semakin panjang harapan hidupnya berkat erythropoietin
rekombinan, growh koloni stimulating factor rekombinan yang memacu
pertumbuhan sel-sel darah setelah kemoterapi atau radioterapi.
Bahkan dengan tekhnologi rekayasa antibody, beberapa jenis kanker
sudah bisa disembuhkan total tanpa efek samping sedikitpun, dicegah dengan
vaksin kanker atau dilambatkan pertumbuhannya menjadi semacam penyakit
menahun saja yang tidak mematikan.
Bioteknologi rekayasa genetika ini sedang mendapat perhatian lebih
dari dunia karena mampu mengurangi biaya produksi yang membuat harga
obat sangat mahal. Apalagi sekarang sudah mulai banyak di kenal obat
bioteknologi generic karena masa paten 20 tahun sejak ditemukannya sudah
habis.

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 8


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Bioteknologi modern atau teknologi genetika adalah teknologi yang
tergantung sepenuhnya terhadap sumber daya genetic dari berbagai makhluk
hidup dari jasad renik atau mikroba sampai organisme sempurna, seperti manusia
atau mahluk lainnya yang sempurna.
Produk rekayasa genetika dalam farmasi adalah obat-obatan, hormone-
hormon pertumbuhan, enzim-enzim, insulin, veksin, vitamin, antibody atau zat
imun.
Produk rekayasa genetika dalam kedokteran diantaranya:
• Transplantasi Organ (Xenotransplantation)
• Suplementasi Nutrisi dan Pharmaceuticals
• Terapi Genetik Pada Manusia
• Kloning
• Teknik DNA rekombinan
• Pertanian Protein

Makalah Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika Dalam Kedokteran dan Farmasi) 9