Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
Pengolahan bahan galian (mineral beneficiation/ mineral processing/ mineral
dressing) adalah proses pengolahan bahan galian dengan memanfaatkan perbedaanperbedaan sifat fisiknya untuk memperoleh produktan dari bahan galian. Pada batu
bara, proses pengolahannya disebut pencucian batu bara (coal washing) atau preparasi
batu bara (coal preparation). Sekarang ini, endapan bahan galian yang ditemukan di
alam sudah jarang yang mempunyai mutu atau kadar yang tinggi dan siap untuk
dimanfaatkan. Bahan galian tersebut perlu digolah agar mutu atau kadarnya dapat
ditingkatkan sampai memenuhi kriteria.
Keuntungan yang diperoleh dari Pengolahan Bahan Galian antara lain :
a. Mengurangi biaya transportasi / angkut.
b. Mengurangi biaya peleburan.
c. Mengurangi kehilangan (losses) logam berharga pada saat peleburan.
d. Pemisahan (pengolahan) secara fisik jauh lebih sederhana dan menguntungkan
daripada pemisahan secara kimia.
Metalurgi (metallurgy) adalah suatu kegiatan untuk memperoleh logam (metal)
melalui proses fisika dan kimia baik menghasilkan logam murni maupun paduannya
(alloy). Metalurgi ada dua macam atau kelompok utama yaitu :
a. Metalurgi ekstraktif (extractive metallurgy).
b. Metalurgi fisik dan ilmu bahan (physical metallurgy and material science).
Menurut Kirk-Othmer metalurgi ekstraktif adalah ilmu yang mempelajari caracara pengambilan (ekstraksi) logam dari bijih (ore = naturally occuring compounds)
dan proses pemurniannya, sehingga sesuai dengan syarat-syarat komersial.
Metalurgi ekstraktif dibagi menjadi 3 (tiga) jalur, yaitu :
a. Piro metalurgi (pyro metallurgy) yang dalam proses ekstraksinya menggunakan
energi panas yang tinggi (bisa sampai 2.000oC).
b. Hidro metalurgi (hydro metallurgy) yang menggunakan larutan kimia atau reagen
organik untuk menangkap logamnya.
c. Elektro metalurgi (electro metallurgy) yang memanfaatkan teknik elektro-kimia
(antar lain elektrolisis) untuk memperoleh logamnya.
Perbedaan utama antara PBG dengan ekstraktif metalurgi adalah :

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-1

PBG :
mineral tidak berubah

- bijih / mineral

kadar logam tinggi

- kadar logam rendah

- sifat-sifat fisik dan kimia tidak berubah


Metalurgi Ekstraktif :
- bijih / mineral

berubah menjadi logam (metal)

- sifat-sifat fisik dan kimia berubah

BAB II
PENGOLAHAN BAHAN GALIAN

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-2

Tahapan-tahapan utama pengolahan bahan galian dapat dilihat pada diagram


alir pada lampiran A. Kegiatan Pengolahan Bahan Galian dikelompokan sebagai
berikut :
1. Kominusi (reduksi ukuran)
2. Sizing (pemisahan ukuran)
3. Konsentrasi (peningkatan kadar)
4. Dewatering ( pemisahan padatan dan cairan )
2.1. KOMINUSI ATAU REDUKSI UKURAN (COMMINUTION)
Kominusi atau pengecilan ukuran merupakan tahap awal dalam Pengolahan
Bahan Galian. Tujuan dilakukannya kominusi yaitu :
a. Membebaskan / meliberasi mineral berharga dari material pengotornya.
b. Menghasilkan ukuran dan bentuk material/mineral yang sesuai dengan untuk
proses selanjutnya.
c. Memperluas permukaan partikel agar dapat mempercepat kontak dengan zat
lain, misalnya reagen pada proses flotasi.
Kominusi ada 2 (dua) macam yaitu :
a. Peremukan / pemecahan (crushing)
b. Penggerusan / penghalusan (grinding)
Proses pada kominusi terdiri dari beberapa tahap yaitu :
- Tahap pertama / primer (primary stage)
- Tahap kedua / sekunder (secondary stage)
- Tahap ketiga / tersier (tertiary stage)
- Kadang-kadang ada tahap keempat / kuarter (quaternary stage), sesuai dengan
kebutuhan proses material.
2.1.1. Peremukan / Pemecahan (Crushing)
Peremukan adalah proses reduksi ukuran bahan galian / bijih (boulder dengan
ukuran > 30 cm) yang berasal langsung dari tambang (ROM = run of mine) menjadi
ukuran yang lebih kecil bahkan bisa sampai ukuran 2,5 cm.
Peralatan yang digunakan pada kegiatan peremukan antara lain :
a. Jaw crusher
b. Gyratory crusher
c. Cone crusher
d. Roll crusher

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-3

e. Impact crusher
f. Rotary breaker
g. Hammer mill
2.1.2. Penggerusan / Penghalusan (Grinding)
Penggerusan adalah proses pengecilan ukuran butiran mineral dari yang
berukuran 2,5 cm menjadi ukuran yang lebih halus.
Berdasarkan media yang digunakan, penggerusan bahan galian dibagi 4 yaitu :
a. Ball mill dengan media penggerus berupa bola-bola baja atau keramik.
b. Rod mill dengan media penggerus berupa batang-batang baja.
c. Semi autogenous mill (SAG) bila media penggerusnya berupa bola-bola baja dan
bahan galian nya sendiri.
d. Autogenous mill bila media penggerusnya adalah bahan galiannya sendiri.
2.2. PEMISAHAN BERDASARKAN UKURAN (SIZING)
Setelah bahan galian atau bijih diremuk dan digerus, akan dihasilkan bermacammacam ukuran material. Material tersebut harus dipisahkan berdasarkan ukuran
partikel agar sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan pada proses pengolahan yang
berikutnya.
2.2.1. Pengayakan / Penyaringan (Screening / Sieving)
Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan material secara mekanik
berdasarkan perbedaan ukurannya. Pengayakan (screening) umumnya dipakai dalam
skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.
Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu :
- Oversize : ukuran material lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan.
- Undersize : Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan.
Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium adalah :
a. Hand sieve
b. Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive
c. Sieve shaker / rotap
d. Wet and dry sieving
Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri antara lain :
a. Stationary grizzly
b. Roll grizzly

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-4

c. Sieve bend
d. Revolving screen
e. Vibrating screen (single deck, double deck, triple deck, etc.)
f. Shaking screen
g. Rotary shifter
2.2.2. Klasifikasi (Classification)
Klasifikasi

adalah

proses

pemisahan

partikel

berdasarkan

kecepatan

pengendapannya dalam suatu media (udara atau air). Klasifikasi dilakukan dalam
suatu alat yang disebut classifier.
Produk hasil proses klasifikasi ada 2 (dua) yaitu :
- Produk yang berukuran kecil/halus (slimes) mengalir di bagian atas disebut
overflow.
- Produk yang berukuran lebih besar/kasar (sand) mengendap di bagian bawah
(dasar) disebut underflow.
Proses pemisahan dalam classifier dapat terjadi dalam tiga cara (concept) yaitu :
a. Partition concept
b. Tapping concept
c. Rein concept
Hal ini dapat berlangsung apabila sejumlah partikel dengan bermacam-macam ukuran
jatuh bebas di dalam suatu media atau fluida (udara atau air), maka setiap partikel
akan menerima gaya berat dan gaya gesek dari media. Pada saat kecepatan gerak
partikel menjadi rendah (tenang/laminer), ukuran partikel yang besar-besar mengendap
lebih dahulu, kemudian diikuti oleh ukuran-ukuran yang lebih kecil, sedang yang
terhalus (antara lain slimes) akan tidak sempat mengendap.
Peralatan yang umum dipakai dalam proses klasifikasi adalah :
a. Scrubber
b. Log washer
c. Sloping tank classifier (rake, spiral & drag)
d. Hydraulic bowl classifier
e. Hydraulic clindrical tank classifier
f. Hydraulic cone classifier
g. Counter current classifier
h. Pocket classifier

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-5

i. Hydrocyclone
j. Air separator
k. Solid bowl centrifuge
l. Elutriator
2.3. PENINGKATAN KADAR ATAU KONSENTRASI (CONCENTRATION)
Bahan galian yang mutu atau kadarnya rendah (marginal) agar dapat diolah lebih
lanjut atau diekstrak logamnya, maka kadar bahan galian itu harus ditingkatkan.
Peningkatan kadar bahan galian dikenal dengan proses konsentrasi. Sifat-sifat fisik
mineral yang dapat dimanfaatkan dalam proses konsentrasi yaitu :
- berat jenis, pemisahan mineral berdsarkan perbedaan berat jenis mineral.
- sifat kondutivitas, pemisahan mineral berdasarkan sifat kelistrikan.
- sifat kemagnetan, pemisahan mineral berdasarkan sifat magnetik.
- Perbedaan sifat permukaan partikel, pemisahan secara proses flotasi.
Proses peningkatan kadar itu ada bermacam-macam antara lain :
2.3.1. Pemilahan (Hand Sorting)
Bila ukuran material cukup besar, maka pemisahan mineral berharga dari
pengotornya dapat dilakukan secara manual dengan tangan.

2.3.2. Konsentrasi Gravitasi (Gravity Concentration)


Pemisahan mineral berdasarkan perbedaan berat jenis didalam suatu media
fluida. Memanfaatkan perbedaan kecepatan pengendapan mineral-mineral didalam
fuida karena perbedaan berat jenis dari setiap mineral.
Ada 3 (tiga) cara pemisahan mineral secara gravitasi bila dilihat dari segi gerakan
fluidanya, yaitu :
- Fluida tenang, contoh dense medium separation (DMS) atau heavy medium
separation (HMS).
- Aliran fluida horisontal, contoh sluice box, shaking table dan spiral
concentration.
- Aliran fluida vertikal, contoh jengkek (jig).

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-6

Bila jumlah partikel (mineral) di dalam fluida relatif sedikit, maka akan terjadi
pengendapan bebas (free settling). Bila jumlah partikelnya banyak, maka gerakannya
akan terhambat sehingga terbentuk stratifikasi yang terdiri dari 3 (tiga) tahap sebagai
berikut :
a. Hindered settling classification ; klasifikasi pengendapannya terhalang.
b. Differential acceleration pada awal pengendapan : artinya partikel yang berat
mengendap lebih dahulu.
c. Consolidation trickling pada akhir pengendapan : partikel-partikel kecil berusaha
mengatur diri di antara partikel-partikel besar sesuai dengan berat jenisnya.
Produk dari proses konsentrasi gravitasi ada 3 (tiga), yaitu :
- Konsentrat (concentrate), kumpulan mineral berharga dengan kadar tinggi/
memenuhi syarat untuk proses selanjutnya.
- Amang (middling) yaitu konsentrat yang kadarnya belum memenuhi syarat.
- Ampas (tailing) yaitu mineral-mineral pengotor belum dapat dimanfaatkan karena
factor teknologi dan ekonomi saat ini.

Peralatan konsentrasi gravitasi yang banyak dipakai adalah :


a. Jengkek (jig)
b. Meja goyang (shaking table).
c. Konsentrator spiral (Humprey spiral concentrator).
d. Palong / sakan (sluice box).
e. Air Table (Meja Angin)
2.3.3. Konsentrasi dengan Media Berat (Dense/Heavy Medium Separation)
Merupakan proses konsentrasi yang bertujuan untuk memisahkan mineralmineral berharga dari pengotornya dengan menggunakan medium pemisah yang berat
jenisnya lebih besar dari air (berat jenisnya > 1). Biasanya berat jenis mineral berharga
lebih besar dibandingkan berat jenis pengotornya.
Produk dari proses konsentrasi ini adalah :
- Endapan (sink) yang terdiri dari mineral-mineral berharga yang berat.
- Apungan (float) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang ringan.

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-7

Media pemisah yang pernah dipakai antara lain :


- Air + magnetit halus dengan kerapatan 1,25 - 2,20 ton/m3.
- Air + ferrosilikon dengan kerapatan 2,90 - 3,40 ton/m3.
- Air + magnetit + ferrosilikon dengan kerapatan 2,20 - 2,90.
- Larutan berat seperti :
tetra bromo ethana (b.j. = 2,96),
bromoform (b.j. = 2,85)
methylene jodida (b.j. = 3,32).
Tetapi larutan berat ini harganya mahal, oleh sebab itu hanya dipakai untuk percobaanpercobaan di laboratorium.
Peralatan yang biasa dipakai adalah gravity dense/heavy medium separators yang
berdasarkan bentuknya ada 2 (dua) macam, yaitu :
a. Drum separator karena bentuknya silindris.
b. Cone separator karena bentuknya seperti corongan.
2.3.4. Pemisahan berdasarkan sifat Kelistrikan (Electrostatic Separation)
Merupakan proses konsentrasi dengan memanfaatkan perbedaan sifat
kelistrikan mineral. Mineral yang dihasilkan dari proses konsentrasi ini terbagi menjadi
mineral yang bersifat konduktor (mudah menghantarkan arus listrik) dan nonkonduktor.
Peralatan yang digunakan untuk pemisahan berdasarkan sifat kelistrikan adalah :
a. Electrodynamic separator (high tension separator).
b. Electrostatic separator yang terdiri dari :
- plate electrostatic separator
- screen electrostatic separator
Kendala yang dihadapi pada proses konsentrasi ini adalah :
-

Mineral harus dipanaskan terlebih dahulu (temperatur yang dibutuhkan yaitu


antara 700C -1200C) agar sifat kelistrikannya keluar. Bila temperatur tidak
tercapai maka akan kesulitan diproses secara Electrostatic Separator.

- Ukuran material yang diproses yaitu 75 250 microns atau 60# - 200# dan
sebaiknya dilakukan sizing untuk memperoleh hasil yang maksimal.
- Proses konsentrasi dilakukan dengan jumlah umpan yang tidak terlalu besar.
- Mineral yang diproses harus kering, maka timbul masalah debu pada saat proses.

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-8

Mineral-mineral konduktor yang ada pada kegiatan pengolahan mineral di PT Timah


antara lain : (Lampiran B)
- Magnetit (Fe3 O4)
- Kasiterit (Sn O2)
- Ilmenit (Fe Ti O3)
- Molibdenit (Mo S2)
- Wolframit [(Fe, M) WO4]
- Galena (Pb S)
- Pirit (Fe S2)
Produk proses pengolahan mineral di PT Timah dengan menggunakan electrostatic
separator adalah :
- Mineral-mineral konduktor sebagai konsentrat karena terdapat Cassiterite
sebagai mineral utama timah, ilmenite, magnetite, pyrite dan lain-lain.
- Mineral-mineral non-konduktor sebagai ampas (tailing). Tailing masih dapat
diproses untuk mendapatkan mineral ikutan timah seperti zircon, monazite,
xenotime dan lain-lain.
2.3.5. Pemisahan berdasarkan sifat Kemagnetan (Magnetic Separation)
Proses konsentrasi dengan memanfaatkan sifat kemagnetan (magnetic
susceptibility) yang dimiliki atau terkandung pada tiap mineral. (Lampiran B)
Sifat kemagnetan bahan galian ada 3 (tiga) macam yaitu :
- Ferromagnetic, yaitu bahan galian (mineral) yang sangat kuat untuk ditarik oleh
medan magnet.
Contoh : magnetit (Fe3O4).
- Paramagnetic, yaitu bahan galian yang dapat tertarik oleh medan magnet.
Contoh : hematit (Fe2 O3), ilmenit (Se Ti O3), xenotime (YPO4) dan pyrhite
(FeS2).
- Diamagnetic, yaitu bahan galian yang tak tertarik oleh medan magnet. Contoh :
kwarsa (SiO2), Cassiterite (SNO2) dan mineral feldspar [(Na, K, Al) Si3 O8] .
Proses Magnetic Separation mineral yang dilakukan PT Timah menghasilkan produk
yaitu :

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

-9

- Mineral-mineral non-magnetik sebagai konsentrat, karena mengandung mineral


cassiterite sebagai mineral utama timah, zircon, pyrite, anatase dan lain-lain.
- Mineral-mineral magnetik sebagai ampas (tailing), tetapi masih mengandung
mineral ikutan timah yang terdiri dari ilmenite, monazite, xenotime, siderite,
magnetite dan lain-lain.
Peralatan yang dipakai disebut magnetic separator yang terdiri dari :
a. Induced roll dry magnetic separator.
b. Wet drum low intensity magnetic separator yang arah aliran dapat :
- concurrent
- countercurrent
- counter rotation
c. berdasarkan letak magnetnya :
- Suspended magnets
- Suspended magnets with continuous removal
- Cobbing drum
2.3.6. Konsentrasi Secara Flotasi (Flotation Concentration)
Merupakan proses konsentrasi berdasarkan sifat senang terhadap udara atau
takut terhadap air (hydrophobic). Pada umumnya mineral-mineral oksida dan sulfida
akan tenggelam bila dicelupkan ke dalam air, karena permukaan mineral-mineral itu
bersifat suka akan air (hydrophilic) tetapi beberapa mineral sulfida seperti
Calcophyrite (CuFeS2), Galena (Pb S), dan Stalerit (ZnS) mudah diubah sifat
permukaannya dari suka air menjadi suka udara dengan menambahkan reagen yang
terdiri dari senyawa hidrokarbon.
Sejumlah reagen kimia yang sering digunakan dalam proses flotasi adalah :
a. Pembuih (frother) yang berfungsi sebagai pengstabil gelembung-gelembung
udara.
Contoh : methyl isobuthyl carbinol (MIBC), minyak pinus, dan terpentin.
b. Kolektor / pengumpul (collector) yang bisa mengubah sifat permukaan mineral
yang semula suka air menjadi suka udara.
Contoh : xanthate, thiocarbonilid, asam oleik, dll.

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 10

c. Penekan / pencegah (depresant) yang berguna untuk mencegah agar mineral


pengotor tidak ikut menempel pada udara dan ikut terapung.
Contoh : ZnSO4 untuk menekan Zn S.
d. Pengatur keasaman (pH regulator) yang berfungsi untuk mengatur tingkat
keasaman proses flotasi.
Contoh : HCl, HNO3, Ca (OH)3, NH4 OH, dll.
Produk flotasi yang dihasilkan pada pengolahan mineral di PT Timah ada 3 (tiga)
macam yaitu :
- Ampas (tailing), berupa mineral-mineral yang ikut terapung (mineral-mineral
apungan) dengan gelembung-gelembung udara, seperti calcophyrite, phyrite dan
marcasite.
- Amang (middling), berupa mineral - mineral apungan yang masih mengandung
banyak mineral-mineral pengotor.
- Konsentrat, berupa mineral tenggelam yang terdiri dari mineral cassiterite dan
mineral ikutan timah lainnya.
Peralatan yang biasa dipakai adalah :
a. Mechanical flotation, terdiri dari berbagai variasi antara lain :
- Agitair cell
- Denver cell
- Krupp cell
- Outokumpu cell
- Wemco-Fagregren cell
b. Pneumatic flotation, terdiri dari variasi :
- Column cell
- Cyclo cell
- Davcra cell
- Flotaire cell

2.4. PENGURANGAN KADAR AIR (DEWATERING)


Bertujuan untuk mengurangi kandungan air yang ada pada konsentrat yang
diperoleh dari proses basah, misalnya proses konsentrasi gravitasi dan flotasi.
Kegiatan proses dewatering terdiri dari 3 (tiga) yaitu :

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 11

2.4.1. Cara Pengentalan / Pemekatan (Thickening)


Konsentrat yang berupa lumpur dimasukkan ke dalam bejana bulat. Bagian
yang pekat mengendap ke bawah disebut underflow, sedangkan bagian yang encer
atau airnya mengalir di bagian atas disebut overflow. Kedua produk itu dikeluarkan
secara terus menerus (continuous).
Peralatan yang biasa dipakai adalah :
a. Rake thickener.
b. Deep cone thickener.
c. Free flow thickener.
2.4.2. Cara Penapisan (Filtration)
Dengan cara pengentalan kadar airnya yang masih cukup tinggi, maka bagian
yang pekat dari pengentalan dimasukkan ke penapis yang disertai dengan pengisapan,
sehingga jumlah air yang terisap akan banyak. Dengan demikian akan dapat
dipisahkan padatan dari airnya.
Peralatan yang dipakai adalah :
a. Vacuum (suction) filters yang terdiri dari :
- intermitten, misalnya Moore leaf filter.
- Continuous ada beberapa tipe, yaitu :
* bentuk silindris / tromol (drum type), contoh : Oliver filter, Dorrco filter.
* bentuk cakram (disk type) berputar, contoh : American filter.
* bentuk lembaran berputar (revolving leaf type), contoh : Oliver filter.
* bentuk meja (desk type), contoh : Caldecott sand table filter.
b. Pressure filter, misalnya :
- Merrill plate and frame filter
- Kelly pressure filter
- Burt revolving filter
2.4.3. Pengeringan (Drying)
Proses membuang seluruh kandungan air dari padatan yang berasal dari
konsentrat dengan cara penguapan (evaporization/evaporation).
Peralatan atau cara yang dipakai ada bermacam-macam, yaitu :
a. Hearth type drying/air dried/air baked, yaitu pengeringan yang dilakukan di atas
lantai oleh sinar matahari dan harus sering diaduk (dibolak-balik).

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 12

b. Shaft drier, ada dua macam, yaitu :


- tower drier, material (mineral) yang basah dijatuhkan di dalam saluran silindris
vertikal yang dialiri udara panas (80o C - 100o C).
- rotary drier, material yang basah dialirkan ke dalam silinder panjang yang
diputar pada posisi agak miring dan dialiri udara panas yang berlawanan arah.
c. Film type drier (atmospheric drum drier), silinder baja yang di dalamnya dialiri
uap air (steam). Methode ini jarang dipakai.
d. Spray drier, material halus yang basah dan disemburkan ke dalam ruangan panas,
material yang kering akan terkumpul di bagian bawah ruangan.
Methode ini juga jarang dipakai.
2.5. PENANGANAN MATERIAL (MATERIAL HANDLING)
Bahan galian (mineral/bijih) yang mengalami proses pengolahan harus ditangani
dengan cepat dan seksama, baik berupa konsentrat basah dan kering maupun yang
berbentuk ampas (tailing).
2.5.1. Penanganan Material Padat Kering (Dry Solid Handling)
Bila masih berupa bahan galian hasil penambangan (ROM), maka harus
ditumpuk di tempat yang sudah ditentukan yang dilengkapi dengan saluran penyaliran
(drainage system). Tetapi jika sudah berupa konsentrat, maka harus disimpan di dalam
gudang yang tertutup sebelum diproses lebih lanjut.
2.5.2. Penanganan Lumpur (Slurry Handling)
Bila lumpur itu sudah mengandung mineral berharga yang kadarnya tinggi,
maka dapat segera dimasukkan ke pemekat (thickener) atau penapis (filter). Jika
masih agak kotor (middling), maka harus diproses dengan alat khusus yang sesuai.
2.5.3. Penanganan / Pembuangan Ampas (Tailing Disposal)
Ampas/tailing adalah produk sampingan dari kegiatan pengolahan yang belum
atau tidak dapat dimanfaatkan dengan teknologi saat ini. Kegiatan pembuangan ampas
harus diperhatikan penanganannya karena :
a. Jumlah (volumenya) sangat banyak, mencapai 70% - 90% dari material hasil
penambangan.
b. Kadang-kadang tailing masih mengandung limbah berbahaya dan mengandung
racun (limbah B-3).
c. Sulit mencarikan lahan untuk menimbun ampas, bila metode timbun-balik (back
fill mining method) tidak segera dilakukan. Sehingga harus dibuatkan kolam

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 13

pengendap untuk tampungan sementara tailing. Pembuangan ampas seringkali


menjadi komponen dalam kegiatan penambangan sehingga meminta pemikiran
khusus sepanjang umur tambang mengenai penangannya.

BAB III
DAMPAK NEGATIF PENGOLAHAN BAHAN GALIAN (PBG)
Kegiatan Pengolahan Bahan Galian selain menghasilkan produk yang
diinginkan juga menimbulkan beberapa dampak negatif. Dampak negatif yang harus
diwaspadai antara lain :
3.1. PENGECILAN UKURAN / KOMINASI (COMMINUTION)
Pada proses ini, belum ada bagian dari bahan galian yang sengaja dibuang.
Apabila kegiatan proses dilakukan tanpa bantuan air (proses kering), yang timbul dari
proses tersebut adalah debu hasil proses dan transportasi material. Sebaiknya dilokasi
pengolahan pekerja menggunakan masker dan untuk transportasi dipasangi tutup dan
pengisap debu (dust collector). Jika proses menggunakan air (proses basah), akan ada
ceceran-ceceran lumpur (slurry) atau air sehingga perlu diberi tanda/rambu bahaya
terjatuh karena licin di titik-titik perpindahan dan penggunaan APD yang tepat.
3.2. PEMISAHAN BERDASARKAN UKURAN (SIZING)
Pada tahap ini pun belum ada bagian dari proses yang disengaja dibuang. Apabila
proses dilakukan secara kering akan menghasilkan debu, sebaiknya dilakukan pada
ruang tertutup, dipasangkan penghisap debu dan pekerja menggunakan masker
penutup. Jika dilakukan pada proses basah, harus dipasang rambu tanda bahaya
terjatuh karena licin dan penggunaan APD yang tepat.
3.3. PENINGKATAN KADAR ATAU KONSENTRASI (CONCENTRATION)
Produk dari proses konsentrasi baik yang berupa konsentrat, middling dan tailing
harus ditangani secara khusus. Beberapa penangan terhadap produk dari konsentrasi
yang harus dilakukan antara lain :
a. Konsentrat yang harus ditangani dengan sebaik-baiknya jangan ada yang
tertumpah, karena mengandung mineral berharga dengan kadar tinggi.

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 14

b. Amang (middling) akan diproses lebih lanjut untuk menangkap sisa-sisa mineral
berharga yang masih dikandungnya karena itu perlu diperhatikan penyimpanannya
dan penangannya..
c. Ampas (tailing) yang harus dibuang dan banyak menimbulkan masalah
pencemaran lingkungan lebih-lebih bila mengandung bahan-bahan berbahaya dan
beracun. Tetapi kadang-kadang ampas bisa berguna bila dapat dimanfaatkan
sebagai bahan pengisi (filling materials) lubang-lubang bekas penambangan.
3.4. PENGURANGAN KADAR AIR / PENGAWA-AIRAN (DEWATERING)
Yang harus diwaspadai adalah pencemaran karena pembuangan air, karena belum
tentu air buangan itu sudah bersih dan jernih. Perlu dipersiapkan kolam pengendap
(settling pond) untuk mengurangi jumlah padatan yang terkandung dalam air buangan
sebelum dialirkan ke badan air bebas. Jika dalam proses pengeringan (drying) ada gasgas berbahaya atau beracun yang menguap (CO, NO 2, CN, dll), maka ventilasi pabrik
pengolahan harus baik sekali disamping para pekerja juga harus memakai penutup
hidung (masker).
3.5. PENANGANAN MATERIAL (MATERIAL HANDLING)
Terpenting tetapi juga sulit dilakukan adalah penanganan ampas (tailing) agar
jangan sampai mencemari dan merusak lingkungan hidup. Ampas hasil proses
pengolahan material dapat berupa material padatan dan cairan. Penanganan yang
terbaik material padatan adalah dengan cara ampas dikembalikan ke bekas lubang
penambangan. Ampas harus dibuang ke daerah penampungan yang cekungan atau
kolam atau bendungan agar ampas tersebut tidak menyebar ke daerah yang luas, yang
berakibat merusak flora dan fauna untuk jangka waktu yang lama. Upaya reklamasi
harus dilakukan walaupun memakan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.
Penanganan ampas yang berupa cairan dengan cara melakukan water treatment di
settling pond. Setelah memenuhi persyaratan, barulah boleh cairan tersebut di lepas
keluar dari settling pond. Bila langsung dibuang ke sungai tanpa treatment akan
merusak ekosistem sungai dan daerah aliran sungai (DAS).

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 15

DAFTAR PUSTAKA
1.

Gaudin, A.M., Flotation, Mc Graw Hill Book Co., Inc., New York, 1957.

2.

Hayes, P.C., Process Selection in Extractive Metallurgy, Hayes Publishing Co.,


Brisbane, Australia, 1985.

3.

Taggart, A.F., Elements of Ore Dressing, John Wiley & Sons, Inc., New York,
1954.

4.

Taggart, A.F., Handbook of Mineral Dressing, John Wiley & Sons, Inc., New
York, 1956.

LAMPIRAN A

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 16

DIAGRAM ALIR PENGOLAHAN BAHAN GALIAN


Bijih dari tambang
(ROM = run of mine)

Peremukan I
(crushing/comminution)

Pengayakan
(screening/sieving)

oversize

Peremukan II
(crushing)

undersize

Penggerusan
(grinding)

Klasifikasi
(classification)

Konsentrasi
(concentration)

Konsentrat
(concentrate)

Ampas
(tailing)

Filtrasi
(filtration/dewatering)

Pembuangan ampas
(tailing disposal)

Pasar (market) atau


metalurgi (metallurgy)

LAMPIRAN B

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 17

MINERAL DAN SIFAT FISIKNYA

Mineral
Kassiterite
Pirit / Markasite
Rutile
Ilmenite
Hematite
Zirkon
Topaz
Xenotime
Monazite
Kuarsa
Tourmaline
Siderite

Rumus Kimia
SnO2
FeS2
TiO2
FeTiO3
Fe2O3
ZrSiO4
Al2SiO4(OH,F)2
YPO2
(Ce La Y Th)PO4
SiO2
Na, Mg, Fe, Al
FeCO3

BJ
67
5
4,2 4,3
4,5 5
5 5,26
4,2 4,7
3,5 3,6
4,4 5,1
4,6 5,4
2,65
3,0 3,2
3,8 - 4

Kekerasan
6,5
6,5
6,5
6
6
7,5
8
4 -5
5
7
7,5
4

Listrik
C
C
C
C
C
NC
NC
NC
NC
NC
NC
NC

Magnet
NM
NM
NM
M
M
NM
NM
NM
NM
NM
Lemah
NM

Kegiatan Pengolahan Bahan Galian,

- 18

Anda mungkin juga menyukai