Anda di halaman 1dari 13

Komponen Kimia penyusun Sel (Biologi)

2013/04/160 comments

Komponen Kimia penyusun Sel (Biologi)


Sel disusun oleh berbagai senyawa kimia, seperti karbohidrat, protein,lemak , asam nukleat dan berbagai
senyawa atau unsur anorganik. Berikut akan diuraikan tentang komposisi kimia sel .

1. Karbohidrat
Karbohidrat disusun oleh unsur C ( karbon ), H ( hidrogen ) dan O ( oksigen ). Karbohidrat merpakan
senyawa yang terdapa dalam tubuh dalam jumlahbesar di dalam tubuh. Karbohidra dibagi ke dalam tiga
kelompok , yaitu sebagai berikut :

a. Monosakarida
Monosakarida merupakan gula sederhana . Sifat dan cirinya adalah rasanya manis, dapat larut dalam
air dan dapat dikristalkan. Monosakarida terdiri dari pentosa dan heksosa. Contoh pentosa antara lain adalah
ribosa, deoksiribosa dan ribulosa. Adapun heksosa contohnya glukosa, galaktosa dan fruktosa .

b. Disakarida
Disakarida merupakan gabungan dua gula dari gugus monosakarida. Memiliki sifat rasanya manis,
larut dalam air dan dapat dikristalkan. Contoh disakarida adalah: maltosa, sukrosa dan laktosa .

c. Polisakarida .
Polisakarida merupakan karbohidrat kompleks dengan rantai molekul yang panjang . Rasanya tidak
manis , tidak dapat dikristalkan dan tidak larut dalam air . jika larut maka akan membentuk suspensi karena
ukuran molekulnya besar.

2. Protein
Protein tersusun atas unsur : C ( karbon ), H ( hidrogen ) dan O ( oksigen ) dan N( nitrogen ) . Protein
merupakan polipeptida atau biopolimer yang tersusun atas asam amino. Ada sekitar 20 macam asam amino
sebagai unit dasar penyusun protein . Asam amino sifatnya larut dalam air , dapat dikristalkan , mempunyai titik
didih yang tinggi dan dapat bersifat asam atau basa . Protein berperan sebagai penyusun membran sel dengan
bergbung bersama lemak membentuk senyawa lipoprotein , protein seperti itu dinamakan protein struktural .
Selain itu protein memiliki fungsi yang lain misalnya membentuk enzim dan ini disebut protein fungsional .

3. Lemak ( lipida )
Merupakan senyawa yang tersusun atas unsur C ( karbon ), H ( hidrogen ) dan O ( oksigen ). Lemak
tersusun atas senyawa gliserol dan asam lemak yang merupakan unit dasar penyusun lemak. Sifat lemak
diantaranya tidak larut dalam air, densitas atau kerapatanna lebih rendah dari air , memiliki viskositas atau
kekentalan yang tinggi . Contoh lemak adalah trigliserida, fosfolipid, steroid . Fungsi lemak antara lain
penyusun membran sel bersama-sama dengan protein, penyusun hormon kelamin pria seperti testosteron .

4. Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan polinukleotida ( terdiri atas nukleotida-nukleotida ) yang terdiri atas DNA
( Deoksiribonucleic acid ) dan RNA ( Ribonucleic acid ). Asam nukleat bertindak sebagai penyipan informasi
genetik pada sel . Asam nucleat terdiri atas nukleotida-nukleotida. Setiap nukleotida tersusun atas : Fosfat , gula
pentosa dan basa nitrogen. DNA berperan penting dalam pembentukan gen pda kromosom adapun RNA
berperan penting dalam sintesis protein.

5. Air
Air merupakan senyawa utama dan merupakan senyawa dalam jumlah terbesar penyusun sel ( 50
60 % berat sel ) . Air merupakan bagian esensial cairan tubuh yang terdiri dari cairan intrasel ( sitoplasma ) ,
plasma darah dan cairan ekstraseluler . Air berfungsi sebagai pelarut dan sebagai katalisator reaksi-reaksi
biologis.

6. Vitamin dan mineral


Vitamin dibutuhkan dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi harus ada . Peran vitamin adalah
mempertahankan fungsi metabolisme , pertumbuhan dan penghancur radikal bebas . Contoh vitamin : A, B1,
B2, B3, B5, B6, B12, C, D, E, K dan H )

7. Mineral
Mineral merupakan unsur-unsur kimia selain karbon, hidrogen dan oksigen . Mineral ada yang
terdapat dalam jumlah yang besar ( makroelemen ) seperti : kalsium ( Ca ), fosfor ( P ) , magnesium ( Mg ),
natrium ( Na ), klor ( Cl ) dan belerang ( S ). Mineral lain terdapat dalam jumlah sedikit ( mikroelemen ) seperti:
zat besi ( Fe ), yodium ( I ), Seng ( Zn ) kobalt ( Co ) fluorin ( F ) . Mineral berfungsi sebagai komponen
struktural sel, pemeliharaan fungsi metabolisme , pengaturan kerja enzim, menjaga keseimbangan asam dan
basa

Komponen Kimiawi Sel

Sel hidup tersusun dari kumpulan elemen, yang terbanyak hampir 99% dari berat sel adalah
elemen C, H ,N , dan O. Bahan dasar sebuah sel terdiri atas air sekitar 70-85%, protein sekitar
10-20%, lemak 2%, karbohidrat 1%, dan elektrolit. Komponen kimia dalam sel dapat berupa
komponen anorganik, misalnya air dan ion-ion mineral, dan komponen organik misalnya
protein, lipida, karbohidrat, dan asam nukleat.
A.

Protein

1. Pengertian Protein
Protein (protos yang berarti paling utama) adalah senyawa organik kompleks yang
mempunyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam
amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Peptida dan protein
merupakan polimer kondensasi asam amino dengan penghilangan unsur air dari amino dan
gugus karboksil.
Jika bobot molekul senyawa lebih kecil dari 6.000, biasanya digolongkan sebagai polipeptida.
Proetin banyak terkandung di dalam makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia. Seperti
pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya. Secara umum, sumber dari protein adalah dari
sumber nabati dan hewani.

Protein sangat penting bagi kehidupan organisme pada umumnya, karena ia berfungsi untuk
memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan suplai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. jenis protein lain berperan dalam
fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi
sitoskeleton.
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk
hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara.
Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam aminobagi organisme
yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Protein merupakan salah
satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida,lipid, dan polinukleotida, yang merupakan
penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang
paling banyak diteliti dalam biokimia.
Protein ditemukan oleh Jns Jakob Berzelius pada tahun1838. Biosintesis protein alami sama
dengan ekspresi genetik . Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang
berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein
masih mentah, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme
pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.Sumber
sumber protein berasal dari Daging, Ikan, Telur , Susu, dan produk sejenis Quark , Tumbuhan
berbji, Suku polong-polongan dan Kentang.
2. Komponen Penyusun Protein
Unit dasar penyusun struktur protein adalah asam amino. Dengan kata lain protein tersusun
atas asam-asam amino yang saling berikatan.
Struktur asam amino
Suatu asam amino- terdiri atas:
1. Atom C . Disebut karena bersebelahan dengan gugus karboksil (asam).
2. Atom H yang terikat pada atom C .
3. Gugus karboksil yang terikat pada atom C .
4. Gugus amino yang terikat pada atom C .
5. Gugus R yang juga terikat pada atom C .
3.Fungsi Protein
Protein mempunyai fungsi unik bagi tubuh, antara lain:
a) Menyediakan bahan-bahan yang penting peranannya untuk pertumbuhan dan
memeliharajaringan tubuh,
b) Mengatur kelangsungan proses di dalam tubuh,
c) Memberi tenaga jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan
d)Sumber energi
e) Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
f) Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi
g) Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel
4. Kekurangan Protein

lemak.

Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita.Pada dasarnya protein
menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh.Setiap orang dewasa harus
sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein
bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet .Kekurangan Protein bisa
berakibat fatal:
Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)

Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein.[7]
Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung
lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan
odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
a. Hipotonuso gangguan pertumbuhan
b. Hati lemak
Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian
1. 2.

Lipida

2. 1.

Pengertian Lipida

Lipid, yang merupakan makronutrien penghasil energi kedua, terus mengalami


perkembangan. Walaupun kita biasa mendengar tentang bahaya diet berlemak tinggi dan
risiko penyakit jantung, tetapi kita juga membaca tentang manfaat kesehatan dari diet
Mediterania yang cukup tinggi kandungan lemaknya. Sebuah survei konsumen terbaru
menyelidiki alasan-alasan mengapa masyarakat umum sangat menyukai hamburgerhamburger siap saji dan survei ini menemukan jawaban antara lain Memiliki rasa yang tidak
ada duanya, Cukup hangat dan menggoda, dan Tepat mengobati rasa lapar. Sebagian
besar dari opini ini disebabkan oleh lemak. Lemak menambahkan cita rasa dan sensasi dalam
mulut yang nikmat bagi makanan kita dan berkontribusi bagi perasaan puas kita. Lemak
sendiri adalah sebuah gizi yang esensial.
Lipid adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa yang
terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik tetapi sukar larut
atau tidak larut dalam air.
Suatu lipid didefinisikan sebagai senyawa organik yang terdapat dalam alam serta tak larut
dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu hidrokarbon atau dietil
eter.Lipid adalah ester asam lemak. Biasanya zat tersebut tidak larut dalam air akan tetapi
larut dalam pelarut lemak. Pelarut lemak adaah eter, chloroform, benzena,
carbontetrachlorida, xylena, alkohol panas, dan aseton panas. (Iskandar, 1974).
1. 2.

Fungsi Lipida

Fungsi lipida termasuk (soendoro, 1981) :


a.) Penyimpan energy dan transport
b.) Struktur membrane
c.)Kulit pelindung, komponen dinding sel
d.)Penyampai kimia
Selain itu ada beberapa referensi peran lipid dalam sistem makhluk hidup adalah sebagai
berikut (Toha, 2005) :

Komponen struktur membran

Semua membran sel termasuk mielin mengandung lapisan lipid ganda. Fungsi membran
diantaranya adalah sebagai barier permeabel.

Lapisan pelindung pada beberapa jasad

Fungsi membran yang sebagian besar mengandung lipid sperti barier permeabel untuk
mencegah infeksi dan kehilangan atau penambahan air yang berlebihan.

Bentuk energi cadangan.

3. Karakteristik Lipid
Lemak berkarakteristik sebagai biomolekul organik yang tidak larut atau sedikit larut dalam
air dan dapat diekstrasi dengan pelarut non-polar seperti chloroform, eter, benzene, heksana,
aseton dan alcohol panas. Di masa lalu, lemak bukan merupakan subjek yang menarik untuk
riset biokimia. Karena kesukarannya dalam meneliti senyawa yang tidak larut dalam air dan
berfungsi sebagai cadangan energi dan komponen struktural dari membran, lemak dianggap
tidak memiliki peranan metabolik beragam seperti yang dimiliki biomolekul lain, contohnya
karbohidrat dan asam amino.
Namun, dewasa ini, riset lemak merupakan subjek yang paling menawan dari riset biokimia,
khususnya dalam penelitian molekular mengenai membran. Pernah diduga sebagai struktur
lembam (inert), dewasa ini membran dikenal secara fungsional sebagai dinamik dan suatu
pengertian molekular dari fungsi selularnya merupakan kunci untuk menjelaskan berbagai
komponen biologi yang penting, contohnya, sistem transport aktif dan respon selular terhadap
rangsang luar (Armstrong, 1995). Jaringan bawah kulit di sekitar perut, jaringan lemak
sekitar ginjal mengandung banyak lipid terutama lemak kira-kira sekitar 90%, dalam jaringan
otak atau dalam telur terdapat lipid kira-kira sebesar 7,5-30% (Riawan, 1990).
Lipid menurut International Congress of Pure and Applied Chemistry adalah
kelompok senyawa kimia yang mempunyai sifat-sifat :

Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter,

CHCl3, benzen,alkohol/aseton panas, xylen, dll. serta dapat diekstraksi dari sel
hewan/tumbuhan dengan pelarut tersebut.

Secara kimia, penyusun utama adalah asam lemak (dalam 100 gram lipid terdapat
95%asam lemak).

Lipid mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh manusia seperti asam lemak essential
(EFA contohnya asam linoleat) dari asam linoleat dapat dibuat asam linolenat dan
asam arakidonat.

Dalam penjelasan yang lain di sebutkan bahwa karakteristik suatu lipid dibagi menjadi dua,
yaitu sebagai berikut :
1.) Karakteristik Fisik Lipid

Berikut ini adalah beberapa karakteristik fisik lipid, yaitu (Rolifartika, 2011) :
v Pada suhu kamar, lemak hewan pada umumnya berupa zat padat, sedangkan lemak dari
tumbuhan berupa zat cair.
v Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi mengandung asam lemak jenuh, sedangkan
lemak yang mempunyai titik lebur rendah mengandung asam lemak tak jenuh. Contoh:
Tristearin (ester gliserol dengan tiga molekul asam stearat) mempunyai titik lebur 71 C,
sedangkan triolein (ester gliserol dengan tiga molekul asam oleat) mempunyai titik lebur 17
C.
v Lemak yang mengandung asam lemak rantai pendek larut dalam air, sedangkan lemak
yang mengandung asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air.
v Semua lemak larut dalam kloroform dan benzena. Alkohol panas merupakan pelarut lemak
yang baik.
v Pada suhu kamar, jika berbentuk cair cenderung disebut dengan minyak. Jika berbentuk
padat disebut sebagai lemak.
v Tidak larut dalam air sehingga disebut hidrofobik (takut air), sifat ini sangat penting dalam
pembentukan membran sel
v Namun, fosfolipid bersifat ampifatik, yaitu dalam satu molekul ada bagian molekul yang
nonpolar dan hidrofob dan di bagian ada yang polar dan hidrofil (suka air).
v Larut dalam solven semacam alkohol, hidrogen, dan oksigen, tetapi kadar oksigen setiap
molekulnya lebih rendah dari yang dimiliki karbohidrat. Juga larut dalam pelarut nonpolar,
seperti kloroform dan eter. Minyak mempunyai titik leleh dan titik didih lebih rendah
daripada lemak.
2.) Karakteristik Kimia Lipid

Beberapa karakteristik kimia lipid adalah sebagai berikut:


v Penyabunan atau Saponifikasi (Latin, sapo = sabun)
Hidrolisis yang paling umum adalah dengan alkali atau enzim lipase. Hidrolisis dengan alkali
disebut penyabunan karena salah satu hasilnya adalah garam asam lemak yang disebut sabun
v Pembentukan membran, misel (micelle) dan emulsi.
Pada umumnya lipid tidak larut dalam air, karena mengandung hidrokarbon adalah nonpolar.
Akan tetapi asam lemak, beberapa fosfolipid, sfingolipid mengandung lebih banyak bagian
yang polar dibandingkan dengan bagian yang non polar. Karena itu dinamakan polar lipid.
Polar lipid tersebut sebagian larut dalam air, dan bagian lain larut dalam pelarutan nonpolar.
Pada oil water interface, bagian yang polar dalam fase air (water phase) sedangkan bagian

yang nonpolar pada fase minyak (oil phase). Dengan adanya polar lipid tersebut dapat
membentuk membran biologik dengan lapis ganda (double layer).
4.Klasifikasi Lipid
Lipid yang terdapat dalam tubuh dapat diklasifikasikan menurut struktur kimianya ke dalam 5
grup, seperti pada tabel di bawah. Asam lemak, kelas pertama , berfungsi sebagai sumber
energi utama bagi tubuh. Selain itu, asam lemak adalah blok pembangun dario asamlemak ini
kompleks kompleks lipid disintetis. Prostaglandin, yang dibentukdariasam lemak tidak
jenuh ganda tertentu, adalah substansi pengatur intrasel yang mengubah tanggapan
tanggapan sel terhadap rangsangan luar. Karena prostaglandin berperan dalam kerja hormon.
Kelas lipid kedua terdiri dari ester-ester gliseril. Ester-ester ini termasuk pula asilgliserol,
yang selain merupakan senyawa antara atau pengangkut metabolik dan bentuk penyimpanan
asam lemak, dan fosfogliserid yang merupakan komponen utama lipid dari membran sel.
Sfingolipid, kelas ketiga, juga merupakan komponen membran. Mereka berasal dari
alkohollemak sfingosin. Sterol mencangkup kelas ke empat lipid. Derivat sterol, termasuk
kolesterol, asam empedu, hormon steroid, dan vitamin D sangat penting dari segi kesehatan.
Aspek-aspek metabolisme ester kolesteril yang berkaitan dengan bagian-bagian asam
lemaknya. Terpen, kelas terakhir lipid, mencangkup dolikol dan vitamin A, E, K yang larut
dalam lemak. Derivat-derivat isoprene ini terdapat dalam jumlah kecil, tetapi mempunyai
fungsi metabolik yang sangat penting dan terpisah.
Tabel klasifikasi dan fungsi lipid
No
Lipid
1

2
3
4

Fungsi

Asam LemakProstaglandin

Bahan bakar metabolik, blok


pembangun untuk lipid lainModulator
intrasel
EstergliserilAsilgliserolFosfogliseril Penyimpanan asam lemak, senyawa
metabolikStruktur membran
SfingolipidSfingomielinGlikosfingoli Struktur membranMembran antigen,
pid
permukaan
Derivat sterolKolesterolEster
Membran dan struktur
Kolesterol
lipoproteinPenyimpanan dan angkutan
Asam empedu

Pencernaan lipid dan absorbsi

Hormon steroid

Pengaturan metabolik

Vitamin D

Metabolisme kalsium dan fosfor

TerpenDolikolVitamin A

Sintesis glikoproteinPenglihatan,
integritas epitel

Vitamin E
Antioksidan lipid

Vitamin K

1. 3.

Karbohidrat

2. 1.

Pengertian Karbohidrat

Pejendalan darah

Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil
energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan energi
lebih besar, namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan
pokok, terutama pada negara sedang berkembang. Di negara sedang berkembang karbohidrat
dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin bisa
mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%.
Hal ini disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih murah
harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak maupun protein.
Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan
sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam. Karbohidrat termasuk penyusun
sel karena penyusun sel terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom
karbon (C), hidrogen (H), dan aksigen (O). Secara biologis, karbohidrat memiliki fungsi
sebagai bahan baku sumber energi baik pada hewan, manusia dan tumbuhan.
Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom Karbon,
Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen dan oksigen dalam komposisi
menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino
dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan
makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan.
Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan
karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan,
karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam selsel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber
dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai.
Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan menggunakan
enersi matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari udara dan air
(H2O) yang berasal dari tanah. Energi kimia yang terbentuk akan disimpan di dalam daun,
batang, umbi, buah dan biji-bijian.
Jadi, karbohidrat adalah hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar mataharidan zat
hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Karbohidrat merupakan suatu molekul yang
tersusun dari unsure-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Rumus umumnya adalah
CnH2nOn. Karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energi.
2. Penggolongan Karbohidrat
a)

Karbohidrat yang Terdapat pada Makanan

Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokkan menjadi:

Available Carbohydrate (Karbohidrat yang tersedia): yaitu karbohidrat yang dapat


dicerna, diserap serta dimetabolisme sebagai karbohidrat.

Unvailable Carbohydrate (Karbohidrat yang tidak tersedia), yaitu karbohidrat yang


tidak dapat dihidrolisa oleh enzim-enzim pencernaan manusia, sehingga tidak dapat
diabsorpsi.

b)

Karbohidrat Berdasarkan Jumlah Molekulnya

Monosakarida

Karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh karena tidak bisa lagi dihidrolisa,
hanya terdiri dari satu gugus. Rumus umumnya yaitu C6H12O6.Monosakarida larut di dalam
air dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut juga gula. Penamaan kimianya selalu
berakhiran -osa. Tiga jenis monosakarida yang penting yaitu, glukosa, fruktosa dan galaktosa.

Glukosa

Disebut juga gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak dijumpai di alam, Buah-buahan, sayursayuran, madu, sirup jagung dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir
pencernaan amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa. Dalam aliran darah (disebut Kadar Gula
Darah) dan berfungsi sebagai penyedia energi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. N 80120 mg %. Melebihi normal disebut hiperglikemia, pada penderita Diabetes Mellitus.

Fruktosa

Disebut juga gula buah ataupun levulosa. Disebut levulosa karena larutan fruktosa memutar
bidang polarisasi ke kiri (laevus=kiri). Merupakan jenis sakarida yang paling manis, Banyak
dijumpai pada buah-buahan, mahkota bunga, madu dan hasil hidrolisa dari gula tebu. Di
dalam tubuh fruktosa didapat dari hasil pemecahan sukrosa.

Galaktosa

Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam .Galaktosa yang ada di dalam tubuh merupakan
hasil hidrolisa dari laktosa.

Disakarida

Merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida, pada bahan makanan disakarida terdapat
3 jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa.
1. 3.

Sumber dan Fungsi Karbohidrat

Bahan-bahan yang mengandung karbohidrat antara lain padi, gandum, jagung, ubi jalar, talas,
ketela, kentang dan sagu.
Fungsi karbohidrat

4. Karbohidrat merupakan suatu molekul yang tersusun dari


hydrogen, dan oksigen. Rumus umumnya adalah CnH2nOn.

unsur-unsur karbon,

5. Sumber karbohidrat antara lain padi, gandum, jagung, ubi jalar, talas, ketela, kentang dan
sagu dll. Karbohidrat memiliki beberapa fungsi, utamanya yaitu sebagai sumber energi.
Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan,
seperti rasa, warna dan tekstur.
Fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah:
1.
Fungsi utamanya sebagai sumber enersi (1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori)
bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah langsung menjadi
enersi untuk aktifitas tubuh, clan sebagian lagi disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan di
otot. Ada beberapa jaringan tubuh seperti sistem syaraf dan eritrosit, hanya dapat
menggunakan enersi yang berasal dari karbohidrat saja.
2.

Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil enersi.

Kebutuhan tubuh akan enersi merupakan prioritas pertama; bila karbohidrat yang di
konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan enersi tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak
di dalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan di dalam tubuh, maka protein akan
menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil enersi. Dengan demikian protein akan
meninggalkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Apabila keadaan ini berlangsung
terus menerus, maka keadaan kekurangan enersi dan protein (KEP) tidak dapat dihindari lagi.
3. Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat mencegah terjadinya
ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
4.

Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.

5.
Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa
rnisalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan merupakan komponen
yang penting dalam asam nukleat.
6.
Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat
(dietary fiber) berguna untuk pencernaan, memperlancar defekasi.
Komponen kimiawi sel antara lain :
Secara garis besarnya, komponen kimia sebuah sel terdiri atas senyawa
organik, senyawa anorganik, unsur makro dan unsur mikro.
A. Senyawa OrganikSe nyawa organik tersusun atas unsur utama C, H, dan O .
Ditambah beberapa unsur lain seperti N, S dan P. Setidaknya ada 3 macam
senyawa organik yang menjadi komponen kimia sebuah sel, yaitu : karbohidrat,
lemak dan protein.
1. Karbohidrat,Karbohidrat tersusun atas unsur C, H dan O dengan rumus
molekul ( CnHnOn ) misalnya : glukosa ( C6H12O6 ), triosa ( C3H6O3 ) dan lain
sebagainya. Karbohidrat disintesis terutama oleh sel tumbuhan melalui proses
fotosintesis. Pada beberapa jenis mikroorganisme tertentu, karbohidrat juga

disintesis melalui proses kemosintesis.Fungsi utama dari senyawa organik yang


satu ini, adalah sebagai sumber energi bagi sel ( bagi mahkluk hidup ).Beberapa
jenis karbohidrat yang dikenal manusia, antara lain :struktur galaktosa ( dari :
http://ms.wikipedia.org/wiki/Galaktosa )monosakarida, merupakan karbohidrat
yang tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul yang lebih kecil lagi. Beberapa
contoh karbohidrat dari jenis ini, antara lain : triosa ( C3H6O3 ), tetrosa ( C4H6O4
), pentosa ( C5H10O5 ) yang penting untuk penyusunan senyawa lainnya seperti
DNA, RNA, ADP maupun ATP. Termasuk monosakarida adalah glukosa
( C6H12O6 ), fruktosa ( C12H22O11 ) dan galaktosa.disakarida, merupakan
karbohidrat yang mengandung 2 unit sakarida, dimana pada saat dihidrolisi
sakarida akan menjadi dua monosakarida . Contohnya : sukrosa ( dihidrolisis
menjadi glukosa dan fruktosa ), maltosa ( dihidrolisis menjadi 2
glukosa ).polisakarida, yang merupakan karbohidrat dengan susunan terdiri atas
unit-unit monosakarida. Beberapa golongan polisakarida, antara lain : amilum /
zat tepung / pati , glikogen / gula hati, dan selulosa sebagai pembentuk dinding
sel tumbuhan.2. Lemak / LipidaTersusun atas unsur C, H dan O, lemak memiliki
beberapa fungsi , seperti : membentuk membran sel bersama protein dan
karbohidrat, mengatur peredaran lemak, juga sebagai sumber energi cadangan
bagi sel. Senyawa utama yang membentuk lemak adalah asam lemak dan
gliserol. Beberapa senyawa yang termasuk lemak meliputi asam lemak, malam,
sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak ( contohnya vitamin A, D, E,
dan K ), monogliserida, digliserida, trigliserida, fosfolipid, glikolipid,
terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid ) dan lain-lain.
3. ProteinAgak berbeda dengan karbohidrat dan lemak, protein selain tersusun
atas unsur C, H dan O juga tersusun atas unsur N dan kadang-kadang juga
ditambah dengan P dan S. Protein merupakan komponen pembentuk sel dan
bagian-bagiannya. Beberapa peran / fungsi yang penting dari protein, antara lain
: membentuk organel sel ( ribosom, mitokondria, kromosom dll ), membentuk
selaput sel, membangun dan mengganti jaringan yang aus, membentuk
senyawa lain ( hormon, antibodi, enzim ). Di dalam sel sendiri terdapat berbagai
jenis protein, misalnya : protein sederhana ( albumin, globulin ), protein
kompleks ( lipoprotein, nukleoprotein ), enzim ( koenzim, apoenzim ), hormon,
asam nukleat. Protein disintesis di dalam tubuh melalui sebuah proses sintesis
protein dimana asam-asam amino tertentu akan disusun membentuk rangkaian
polipeptida.

B. Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik yang menjadi komponen kimiawi sel antara lain :
air ( H2O ) yang memiliki peran besar / sentral bagi kehidupan sebuah sel.
Beberapa peran air di dalam sel antara lain : sebagai media reaksi kimia,
transportasi zat, juga sebagai pelarut berbagai zat di dalam sel.garam mineral,
yang sebagian besar terdapat dalam bentuk ion positip ( anion ) ataupun ion
negatip ( kation ). beberapa contoh garam mineral dalam sel antara lain : NaCl,
MgCl, CaSO4, NaHCO3.gas, meliputi beberapa jenis gas yang banyak terlibat
dalam aktivitas sel seperti : Oksigen ( O2 ), karbondioksida ( CO2 ), amonia ( NH3
).

C. Unsur makroUnsur makro merupakan unsur terbesar yang menyusun sebuah


sel. Unsur makro ini terdiri atas 5 ( lima ) unsur utama , yaitu Oksigen ( O2 )
sebanyak 62 %, karbon ( C ) sebanyak 20 %, hidrogen ( H ) sebanyak 10 %,
nitrogen ( N ) sebanyak 10 % dan kalium ( K ) sebanyak 25 %. Selain itu juga
terdapat sulfur ( S ), fosfor ( P ), kalsium ( Ca ), magnesium ( Mg ), natrium
( Na ) . Dari berbagai jenis unsur tersebut, unsur karbon, hidrogen dan oksigen
adalah unsur paling utama dan dapat bersenyawa membentuk molekul
karbohidrat, lemak, asam nukleat dan protein.
D. Unsur mikroUnsur mikro merupakan unsur yang terdapat dalam jumlah sedikit
sekali. Beberapa jenis unsur mikro, antara lain : besi ( Fe ), tembaga ( Cu ),
kobalt ( Co ), mangan ( Mn ), seng ( Zn ), molibdenum ( Mo ), boron ( Bo ) dan
silikon ( Si )