Anda di halaman 1dari 7

Pengantar Kajian Pendidikan

Kedokteran: Rumah Sakit Pendidikan


Bidang Pendidikan dan Profesi ISMKI #SabangMerauke

Wakil Sekretaris Bidang Kajian Pendidikan dan Profesi


Zakka Zayd Zhullatullah Jayadisastra
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
zakkazayd@gmail.com // LINE ID: zhullatullah

Latar Belakang

Rumah sakit pendidikan adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat
pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang Pendidikan
Kedokteran, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi
(Pasal 1 ayat 15 UU No. 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran). Berdasarkan KMK
1069/MENKES/SK/XI/2008 tentang Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan, Rumah
sakit pendidikan memiliki standar yang mengacu pada standar yang diberikan oleh WFME
(World Federation for Medical Education) yang kemudian diterapkan pada Pedoman
Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan yang dikeluarkan oleh Departemen
Kesehatan RI pada tahun 2009. Pada praktiknya, rumah sakit pendidikan juga akan dibantu
oleh rumah sakit pendidikan afiliasi, rumah sakit pendidikan satelit, dan wahana pendidikan
kedokteran. Yang dimaksud rumah sakit pendidikan afiliasi adalah rumah sakit khusus atau
rumah sakit umum dengan unggulan pelayanan kedokteran tertentu yang digunakan Fakultas
Kedokteran dan/atau Fakultas Kedokteran Gigi untuk memenuhi Kurikulum dalam rangka
mencapai kompetensi di bidang kedokteran atau kedokteran gigi (Pasal 1 ayat 17 UU No.
20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran). Sedangkan rumah sakit pendidikan satelit adalah
rumah sakit umum yang digunakan Fakultas Kedokteran dan/atau Fakultas Kedokteran Gigi
untuk memenuhi Kurikulum dalam rangka mencapai kompetensi di bidang kedokteran atau
kedokteran gigi. (Pasal 1 ayat 18 UU No. 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran).
Kemudian, yang dimaksud dengan wahana Pendidikan Kedokteran adalah fasilitas selain
Rumah Sakit Pendidikan yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Pendidikan
Kedokteran (Pasal 1 ayat 19 UU No. 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran)
Pada Pasal 5 ayat 2 UU Pendidikan Kedokteran dijelaskan bahwa, Perguruan tinggi dalam
menyelenggarakan Pendidikan Kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bekerja
sama dengan Rumah Sakit Pendidikan dan Wahana Pendidikan Kedokteran serta
berkoordinasi dengan Organisasi Profesi. Hal ini berakibat pada peran Rumah sakit
pendidikan yang sangat diperlukan dalam proses berjalannya pendidikan kedokteran. Hal ini
ditegaskan pada Pasal 6 ayat 3 poin d UU no. 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran yang
menyatakan bahwa setiap fakultas kedokteran harus memiliki Rumah Sakit Pendidikan atau
memiliki rumah sakit yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pendidikan dan Wahana
Pendidikan Kedokteran.
Menurut Buku Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan Departemen
Kesehatan pada tahun 2009, persyaratan untuk menjadi rumah sakit pendidikan, salah

satunya adalah dengan mendapatkan cap rumah sakit tipe A atau B atau setara yang telah
terakreditasi dengan minimal 12 pelayanan. Sedangkan, pelayanan primer menurut BPJS
Kesehatan adalah Puskesmas, Praktik atau Klinik mandiri, dan Rumah Sakit tipe D. Sehingga
terjadi putus rantai antara tujuan pendidikan kedokteran yang menuntut lulusannya dapat
bekerja di layanan primer, dengan rumah sakit pendidikan sebagai tempat belajar mahasiswa
kedokteran.

Tinjauan Pustaka
Tujuan Pendidikan Kedokteran
a. Menghasilkan Dokter dan Dokter Gigi yang berbudi luhur, bermartabat,
bermutu, berkompeten, berbudaya menolong, beretika, berdedikasi tinggi,
profesional, berorientasi pada keselamatan pasien, bertanggung jawab,
bermoral, humanistis, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mampu
beradaptasi dengan lingkungan sosial, dan berjiwa sosial tinggi
b. Memenuhi kebutuhan Dokter dan Dokter Gigi di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia secara berkeadilan
c. Meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang
kedokteran dan kedokteran gigi.

Tujuan RSP
a. Untuk meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan dan penelitian kedokteran,
keberadaan Institusi Pendidikan Kedokteran, Kolegium Ilmu Kedokteran dan
Rumah Sakit Pendidikan dalam pelaksanaan program pendidikan profesi
dokter dan dokter spesialis memegang peranan penting
b. Agar Rumah Sakit yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan program
pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memenuhi persyaratan, perlu
menetapkan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan
dengan Keputusan Menteri

RSP dan Persyaratannya


Kelebihan RSP dibandingkan dengan RS biasa adalah:
a. Penjaminan mutu kesehatan dan keselamatan pasien serta kedokteran
berbasis bukti
b. Penerapan metode penatalaksanaan terapi terbaru
c. Teknologi kedokteran yang bertepat guna
d. Hari rawat yang lebih pendek untuk penyakit yang sama
e. Hasil pengobatan dan survival rate yang lebih baik
f. Tersedianya konsultasi dari staf medis pendidikan, selama 24 jam

Tipe-tipe RSP:
a. Rumah Sakit Pendidikan Utama
b. Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi
c. Rumah Sakit Pendidikan Satelit
Persyaratan Rumah Sakit Pendidikan Utama:
a. Terdapat visi, misi, dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang
tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran.
b. Terdapat dokumen Perjanjian Kerja Sama antara Direktur RS Pendidikan
dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal,
sumber

daya

manusia,

pembiayaan,

sarana

prasarana,

manajemen

pendidikan dan daya tampung peserta didik.


c. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal pada
seluruh proses pendidikan kedokteran di Rumah Sakit tersebut.
d. Rumah Sakit kelas A atau B atau setara yang telah terakreditasi minimal 12
pelayanan.
e. Rumah Sakit yang telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK
penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan.
f. RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar
(penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan
spesialis lainnya.
Persyaratan Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi:
a. Terdapat rumusan visi, misi, dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang
menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran.
b. Terdapat dokumen kesepakatan bersama (MOU) Direktur RS Pendidikan
dengan Kepala Bagian yang terkait dan Pimpinan Institusi Pendidikan
Kedokteran meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan,
sarana prasarana, manajemen pendidikan, dan daya tampung peserta didik.
c. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal
seluruh proses pendidikan kedokteran.
d. Rumah Sakit mempunyai pusat layanan unggulan atau bidang pelayanan
khusus yang telah terakreditasi untuk pendidikan bidang ilmu terkait.

e. Memiliki SK Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Afiliasi/Eksilensi.


f. Mempunyai minimal 1 disiplin ilmu yang merupakan pusat unggulan atau
kekhususan.
Persyaratan Rumah Sakit Pendidikan Satelit:
a. RS Pendidikan mempunyai visi, misi dan tujuan Rumah Sakit yang menunjang
tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran, termasuk penelitian dan
pelayanan.
b. Terdapat kesepakatan bersama atau piagam kerjasama tertulis antara RS
Pendidikan Satelit, Institusi Pendidikan Kedokteran dan RS Pendidikan utama
terkait yang masih berlaku dalam kurun waktu tertentu meliputi aspek
medikolegal, Sumber Daya Manusia (SDM), pembiayaan, sarana prasarana,
manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik yang ditandatangani
oleh pihak RS Pendidikan Satelit, pihak Institusi Pendidikan Kedokteran dan
pihak RS Pendidikan Utama.
c. Kesepakatan bersama harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses
pendidikan profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dalam
bidang tertentu.
d. RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan.
e. RS yang telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan
Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Satelit.
f. RS Satelit mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam, anak,
bedah, kebidanan dan kandungan) dan 4 pelayanan penunjang lainnya .
Terikat kerjasama pembinaan dengan RS Pendidikan Utama.

Sistem kesehatan pada era BPJS Kesehatan


Sistem kesehatan pada era BPJS Kesehatan adalah system rujukan berjenjang yang
dimulai dari pelayanan tingkat I atau primer/ oleh dokter umum hingga pelayanan
tersier/ pelayanan oleh sub-spesialis. Sehingga, kompetensi dokter umum sangatlah
diperlukan mengingat mayoritas dari penyakit yang ada dapat ditangani di tingkat
primer.

REFERENSI
Undang-Undang No. 44/2009 tentang Rumah Sakit
Permenkes No. 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit
Kemenkes No. 1069/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit
Pendidikan
Depkes RI. 2009. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. Jakarta: Depkes RI
Undang-Undang No. 20/2009 tentang Pendidikan Kedokteran
Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan
KKI 2012