Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PENAMBAHAN MODAL

Perlukah penambahan modal??


Kalau perlu sebaiknya pinjam ke bank atau dengan
uang sendiri?
Untuk menjawabnya, diperlukan perhitungan:
1. Tingkat imbalan (rate of return)
2. Rentabilitas ekonomi
3. Rentabilitas modal Sendiri

PERHITUNGAN TINGKAT IMBALAN


DAN RENTABILITAS EKONOMIS
Perhitungan tingkat imbalan dan rentabilitas ekonomis dihitung dengan cara:
Modal Akhir tahun 2015:
- Utang Rp11.000.000
- Modal Sendiri Rp23.081.283
Total modal Rp34.081.283
Rencana Penambahan modal:
a. Rp2.000.000 / (Rp34.081.283+Rp2.000.000) = 5,543%
b. Rencana Laba bersih setahun Rp4.650.969
c. Tingkat imbalan = (Rp4.650.969*5,543%)/Rp2.000.000 = 12,89%
d. Rentabilitas ekonomis = Rp4.650.969/(Rp34.081.283+Rp2.000.000) = 12,89%

PERHITUNGAN TINGKAT IMBALAN


DAN RENTABILITAS EKONOMIS
Berdasarkan perhitungan tingkat imbalan dan rentabilitas ekonomis masingmasing sebessar 12,89%, atau lebih besar dibandingkan dengan tingkat
bunga pinjaman sebesar 12%.
Oleh karena itu rencana penambahan modal sebesar Rp2.000.000 dapat
disetujui.

PERHITUNGAN RENTABILITAS MODAL


SENDIRI
Untuk menentukan jenis modal yang ditambah diperlukan perhitungan
rentabiitas modal sendiri seperti:

PERHITUNGAN RENTABILITAS MODAL


SENDIRI
Perhitungan rentabiitas modal sendiri juga dapat dilakukan dengan cara:

PERHITUNGAN RENTABILITAS MODAL


SENDIRI
Dari kedua perhitungan tadi, ditarik kesimpulan bahwa tambahan modal
sebesar Rp2.000.000 lebih baik menggunakan modal asing (pinjaman)
karena rentabilitas modal sendiri apabila menggunakan modal asing
sebesar 12,29% atau lebih besar dibandingkan dengan rentabilitas modal
sendiri apabila menggunakan modal sendiri sebesar 11,95%