Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Gesekan akan terjadi bila antara dua buah permukaan benda saling
bersentuhan satu sama lain, baik itu terhadap udara, air ataupun benda
padat. Ketika sebuah benda bergerak, maka permukaan benda tersebut akan
bersentuhan dan terjadi gesekan antara kedua buah benda. Gaya gesekan
juga selalu terjadi antara permukaan benda padat yang bersentuhan,
sekalipun benda tersebut sangat licin. Pada permukaan benda yang sangat
licin, akan terlihat kasar dalam skala mikroskopis. Ketika sebuah benda
bergerak, misalnya ketika sebuah buku didorong diatas permukaan meja,
gerakan buku tersebut mengalami hambatan dan akhirnya akan berhenti,
karena terjadi sebuah gesekan antara permukaan buku dengan permukaan
meja serta gesekan antara permukaan buku dengan udara. Dalam hal ini, jika
permukaaan suatu benda bergesekan dengan permukaan benda lain, masingmasing benda akan melakukan gaya gesek antara satu dengan yang lain.

1.2.

Rumusan Masalah
1. Menentukan koefisien gesekan statis dan kinetis pada bidang miring ?
2. Menentukan percepatan dan kecepatan benda pada bidang miring ?
Hipotesis
1. Koefisien gesek statis umumnya dinotasikan dengan s, dan pada umumnya lebih

1.3.

besar dari koefisien gesek kinetis.Koefisien gesek kinetis umumnya dinotasikan


dengan k dan pada umumnya selalu lebih kecil dari gaya gesek statis untuk

2.
1.4.

material yang sama.


Bes ar nilai kecepat an dan percepatan diten tuks n oleh ga ya ya n g

beker ja pada benda , massa benda dan waktu


Tujuan eksperimen
Dengan dilakukannya percobaan ini, maka mahasiswa dapat mencari koefisien
gesekan statis dan kinetis, percepatan dan kecepatan benda yang bergerak meluncur
pada bidang miring.
Manfaat eksperimen

1.5.

Manfaat eksperimen ini adalah memberi cara alternatif yang lebih menarik
dalam menghitung nilai koefisien statis dan kinetis, percepatan dan kecepatan
pada bidang miring.

BAB III
DASAR TEORI

Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah
kecenderungan benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda
bersentuhan. Benda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat,
melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda
padat misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan gaya antara benda padat
dan cairan serta gas adalah gaya Stokes. Di mana suku pertama adalah gaya gesek yang
dikenal sebagai gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan suku kedua dan ketiga adalah
gaya gesek pada benda dalam fluida.
Gaya gesek dapat merugikan dan juga bermanfaat. Panas pada poros yang
berputar, engsel pintu dan sepatu yang aus adalah contoh kerugian yang disebabkan oleh
gaya gesek. Akan tetapi tanpa gaya gesek manusia tidak dapat berpindah tempat karena
gerakan kakinya hanya akan menggelincir di atas lantai. Tanpa adanya gaya gesek
antara ban mobil dengan jalan, mobil hanya akan slip dan tidak membuat mobil dapat
bergerak. Tanpa adanya gaya gesek juga tidak dapat tercipta parasut.
Terdapat dua jenis gaya gesek antara dua buah benda yang padat saling bergerak
lurus, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis, yang dibedakan antara titik-titik
sentuh antara kedua permukaan yang tetap atau saling berganti (menggeser). Untuk
benda yang dapat menggelinding, terdapat pula jenis gaya gesek lain yang disebut gaya
gesek menggelinding (rolling friction). Untuk benda yang berputar tegak lurus pada
permukaan atau ber-spin, terdapat pula gaya gesek spin (spin friction). Gaya gesek
antara benda padat dan fluida disebut sebagai gaya Coriolis-Stokes atau gaya viskos
(viscous force).

Gaya gesek statis adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak
relatif satu sama lainnya. Seperti contoh, gesekan statis dapat mencegah benda
meluncur ke bawah pada bidang miring. Koefisien gesek statis umumnya dinotasikan
dengan s, dan pada umumnya lebih besar dari koefisien gesek kinetis.
Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya yang diaplikasikan tepat sebelum
benda tersebut bergerak. Gaya gesekan maksimum antara dua permukaan sebelum

gerakan terjadi adalah hasil dari koefisien gesek statis dikalikan dengan gaya normal f =
s Fn. Ketika tidak ada gerakan yang terjadi, gaya gesek dapat memiliki nilai dari nol
hingga gaya gesek maksimum. Setiap gaya yang lebih kecil dari gaya gesek maksimum
yang berusaha untuk menggerakkan salah satu benda akan dilawan oleh gaya gesekan
yang setara dengan besar gaya tersebut namun berlawanan arah. Setiap gaya yang lebih
besar dari gaya gesek maksimum akan menyebabkan gerakan terjadi. Setelah gerakan
terjadi, gaya gesekan statis tidak lagi dapat digunakan untuk menggambarkan kinetika
benda, sehingga digunakan gaya gesek kinetis.
Gaya gesek kinetis (atau dinamis) terjadi ketika dua benda bergerak relatif satu
sama lainnya dan saling bergesekan. Koefisien gesek kinetis umumnya dinotasikan
dengan k dan pada umumnya selalu lebih kecil dari gaya gesek statis untuk material
yang sama.

BAB III
METODOLOGI EKSPERIMEN

3.1.

Tempat dan Waktu


1. Tempat : Laboratorium Fisika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
2. Waktu : 20 Mei 2014
3.2.
Variabel
Variabel manipulasi = Massa Balok
Variabel control = Jarak, Ketinggian
Variabel respon = Waktu, Titik terjauh

3.3.

Alat dan Bahan


1. Papan luncur
2. Mistar ukur
3. Stopwatch
4. 3 buah balok kayu
3.4.
Langkah-Langkah Eksperimen
1. Diletakkan balok di atas bidang luncur pada tempat yang sudah diberi tanda. Ukur
panjang lintasan yang akan dilalui oleh benda (St).
2. Diangkat bidang luncur perlahan-lahan hingga balok pada kondisi akan meluncur.
Diukur posisi vertikal (y) dan horizontal (x) balok.
3. Diangkat bidang luncur sedikit ke atas lagi hingga balok meluncur. Dengan
menggunakan stopwatch diukur waktu yang diperlukan balok selama meluncur
sepanjang lintasan tadi.
4. Diulang percobaan nomor 1 sampai 3 lima kali, kemudian hitung koefisien gesek
statis (s), percepatan (a), koefisien gesek kinetis (k), dan kecepatan benda pada saat
mencapai ujung bawah bidang luncur (Vt).
5. Dilakukan percobaan diatan dengan menggunakan benda lain.
3.5.
Teknik Pengumpulan Data
Pada eksperimen ini, data di kumpulkan dengan teknik metode dasar. Metode dasar
yaitu pengukuran besaran fisis yang langsung dibaca pada alat ukurnya. Ketelitian hasil
pengukuran dengan menggunakan metode dasar sangat dipengaruhi oleh alat ukur.
3.6.

Teknik Analisis Data


Koefisien statis
sin 1
s=
cos 1
Koefisien kinetis

g .sin
g . cos
( 1)
( 1)a

k =

Percepatan
a=

2 . st
t2

Kecepatan

Vt=a .t BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Eksperimen
1. Data 1
s = ( 0,503 0,05052 cm
k = ( 0,467 0,0475 cm
a = ( 32,1 2,05 cm/det
v = ( 80,086 2,556 cm/det
2. Data 2

s = ( 0,464 0,008 cm
k = ( 0,439 0,0339 cm
a = ( 7,633 0,2083 cm /det
v = ( 39,066 0,3789 cm/det

3. Data 3

s = ( 0,416 0 cm
k = ( 0,392 0,003 cm
a = ( 22,328 1,7835 cm/det
v = ( 66,771 2,670 cm/det

4.2.

Pembahasan
Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan
benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan.
Permukaan bidang yang kasar akan membuat gesekan semakin besar sehingga kecepatan
laju balok sedikit lambat atau lebih cepat balok yang permukaannya licin atau halus .
Jika benda tersebut permukaannya halus dan bidang luncurnya pun halus maka benda
tersebut akan lebih cepat meluncur dari pada benda yang meluncur pada permukaan
bidang yang permukaannya kasar.
Permukaan bidang yang kasar akan membuat gesekan semakin besar sehingga
kecepatan laju balok sedikit lambat atau lebih cepat balok yang permukaannya licin atau
halus, pada saat mendorong benda secara terus-menerus maka akan muncul fs (arah gaya
gesek) yang membesar sampai benda itu tepat bergerak, setelah benda bergerak, gaya
gesek menurun sampai mencapai nilai yang tepat, keadaan itu dikenal dengan gaya gesek
kinetis. Maka gesekan kinetis akan besar ketika sedut kemiringan itu rendah, sedang
semakin tinggi gaya gesek semakin kecil.

Maka percepatannya akan berbeda antara balok yang beratnya ringan dengan yang
lebih berat. Sebab massa juga mempengaruhi kecepatan dan gaya. Seperti pada Hukum
Newton 2
F = m. a
Dari rumus tersebut dapat dibuktikan bahwa massa dan percepatan berbanding lurus.
Pada sudut kemiringan bidangnya lebih besar benda yang lebih berat dikarenakan
terjadi tekanan pada bidang miring dengan berat benda yang menyebabkan hambatan,
sedangkan benda yang lebih ringan akan mengalami tekanan pada bidang lebih kecil, yang
menghasilkan sudut kemiringan lebih kecil pula.
Kecepatannya lebih cepat yang ringan, karena berat balok mempengaruhi tekanan balok
ke bidang kasar, sehingga gesekan semakin besar, bisa dihubungkan dengan W = m x g. jadi
ada gravitasi yang mempengaruhi gesekan dan mempengaruhi terhadap kecepatan.

BAB V
PENUTUP
5.1.

Kesimpulan
Dari percobaan, pengamatan dan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik

kesimpulan sebagai berikut.


Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan

benda akan bergerak.


Massa pada balok mempengaruhi kecepatan meluncur balok tersebut diatas bidang miring.

Sudut kemiringan bidang mempengaruhi kecepatan dan waktu tempuh balok saat
meluncur.
5.2. Saran
Eksperimen ini sudah cukup baik untuk mengetahui besar koefisien statis, koefisien
kinetis, percepatan dan kecepatan benda pada bidang miring, tetapi akan lebih baik jika
kedepannya

menggunakan

eksperimen

yang

mengaitkan

perhitungan

gravitasi

didalamnya.

DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit Erlangga
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan),Jakarta:
Penerbit Erlangga
Tipler, Paul A. 1991. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Erlangga. Jakarta
Buku Penuntun Praktikum Fisika Dasar . Universitas Pakuan. Bogor

LAMPIRAN
A) Laporan Sementara
Balok A
Massa : 125,5 gram
N
o
1
2
x
x

45
55
50
0,55

25
25
25
0

r
51,478
60,415
55,94
4,468

sin

2,42
2,58
2,5
0,113

0,485
0,413
0,446
0,036

sin

cos

vt

0,874
0,910
0,892
0,018

29,012
24,393
26,702
2,05

Balok B
Massa : 93 gram
N
o
1

55

26

60,835 5,05 0,427

cos

0,904

vt

25,77

2 59
x 57
x 2

25
64,078 5,19 0,390 0,920
25,5 62,456 5,12 0,408 0,912
0,5 1,621 0,098 0,0261 0,0113

22,954
24,362
1,4079

Balok C
Massa : 123,5 gram
N
o
1
2
x
x

sin

60
60
60
0

25
25
25
0

65
65
65
0

3,12
2,88
3
0,12

0,384
0,384
0,384
0

cos

vt

0,923
0,923
0,923
0

22,581
22,581
22,581
0

B) Data Hasil Perhitungan dan Ralat


Balok A
Massa : 125,5 gram
N
o
1
2
x
x

45
55
50
0,55

25
25
25
0

sin

51,478
60,415
55,94
4,468

2,42
2,58
2,5
0,113

0,485
0,413
0,446
0,036

sin

cos
0,874
0,910
0,892
0,018

0,554
0,453
0,503
0,050

0,515
0,420
0,467
0,0475

34,150
30,05
32,1
2,05

82,643
77,529
80,080
2,556

29,012
24,393
26,702
2,05

vt

0,472
0,456
0,464
0,008

0,463
0,415
0,439
0,0339

7,842
7,424
7,633
0,208

39,602
38,530
39,066
0,3789

vt

vt

Balok B
Massa : 93 gram
N
o
1
2
x
x

55
59
57
2

26
25
25,5
0,5

r
60,835
64,078
62,456
1,621

cos

5,05
5,19
5,12
0,098

0,427
0,390
0,408
0,0261

0,904
0,920
0,912
0,0113

sin cos

25,77
22,954
24,362
1,4079

Balok C
Massa : 123,5 gram
N

o
1
2
x
x

60
60
60
0

25
25
25
0

65
65
65
0

3,12
2,88
3
0,12

0,384
0,384
0,384
0

0,923
0,923
0,923
0

Perhitungan
1.

Balok A
Perhitungan x
x ( x )=

xi
N

x ( x )=

45+55
2

x ( x )=

100
2

x ( x )=50 cm
x ( x )=

(x xi)2

25+25
2

N (N1)

(5045)2 +(5055)2
x ( x )=
2(21)
x ( x )=

x ( x )= 25

Ketelitian =
=

= 5 cm

|Xx| 100
5
1| | 100
50

= 90 %

Perhitungan y
x ( y )=

xi
N

0,416
0,416
0,416
0

0,395
0,389
0,396
0,003

20,545
24,112
22,328
1,7835

64,1004
69,442
66,771
2,670

22,581
22,581
22,581
0

x ( y )=

25+25
2

x ( y )=

50
2

x ( y ) =25 cm

x ( y )=

(xxi)2
N ( N 1)

2525

2
+
(2525)2

x ( y ) =
x ( y )=

0+ 0
2

x ( y ) = 0

Ketelitian =
=

= 0 cm

|Xx| 100
0
1| |100
25

= 100 %

Perhitungan r
r 1= x 2+ y 2
45

r 1=

r 2 = x 2+ y 2

r 2= (55)2 +( 25)2

r 1= 2650

r 2= 3650

r 1=51,478 cm

r 2=60,415 cm

x (r )=

xi
N

x (r )=

51,478+60,415
2

x (r )=

111,893
2

x ( r ) =55,94 cm

x ( r )=

x ( r )=

x ( r )=

( xxi)2

19,9094 +20,025
2

N ( N 1)

(55,9451,478)2 +(55,9460,415)2
2(21)

x ( r )= 19,967

Ketelitian =
=

|Xx| 100
4,468
1|
100
55,94 |

= 92,1 %

Perhitungan t
x ( t )=

xi
N

x ( t )=

2,42+2,58
2

x ( t )=

5
2

x ( t )=2,5 s

= 4,468 cm

x (t )=

x (t )=

x (t )=

( x xi)2

0,0064+ 0,0064
2

N ( N1)
(2,52,42)2 +(2,52,58)2
2(21)

x (t )= 0,0128

Ketelitian =

= 0,1131 s

|Xx| 100
0,1131
1|
100
2,5 |

= 95,5 %

Perhitungan sin
sin 1 =

y1
r1

sin 1 =

25
51,478

sin 2=

sin 1 =0,485

x ( sin )=

xi
N

x ( sin )=

0,485+0,413
2

x ( sin )=

0,898
2

x ( sin )=0,449

y2
r2

sin 2=
sin 2=0,413

25
60,415

x ( sin )=

( x xi)2

0,001296+0,001296
2

N ( N1)

(0,4490,485)2 +(0,4490,413)2
x ( sin )=
2( 21)
x ( sin )=

x ( sin )= 0,001296

Ketelitian =
=

= 0,036

|Xx| 100
0,036
1|
100
0,449 |

= 92 %

Perhitungan cos
cos 1=

x1
r1

cos 1=

45
51,478

cos 2=

cos 1=0,874

x ( cos )=

xi
N

x ( cos )=

0,874 +0,910
2

x ( cos )=

1,784
2

x ( cos )=0,892 cm

x2
r2

cos 2=
cos 2=0,910

55
60,415

x ( cos )=

x ( cos )=

x ( cos )=

( xxi)2
N (N 1)
(0,8920,874)2 +(0,8920,910)2
2(21)
0,000324 +0,000324
2

x ( cos )= 0,000324

= 0,018 cm

|Xx| 100
0,018
1|
100
0,892 |

Ketelitian =
=

= 98 %

Perhitungan s
sin 1
s 1=
cos 1
s 1=

0,485
0,874

s 1=0,554

x ( s )=

x ( s )=

0,554+0,453
2

x ( s )=

1,007
2

x ( s )=0,503 cm

sin 2
cos 2

s 2=

0,413
0,910

s 2=0,453

xi

x ( s )=

s 2=

(xxi)2
N (N 1)

x ( s )=

(0,50350,554)2 +(0,50530,453)2
2(21)

x ( s )=

0,002371+ 0,002735
2

x ( s )= 0,002553

Ketelitian =

= 0,05052 cm

|Xx| 100
0,050
1|
100
0,503 |

= 90,1 %

Perhitungan k
g = 980 cm/s2
g .sin
g . cos
( 1)
( 1)a

k 1=
k 1=

( 980 .0,485 )34,150


(980. 0,874)

k 1=

441,15
856,52

k 1=0,515
x ( k )=

xi
N

x ( k )=

0,515+0,420
2

x ( k )=

0,935
2

x ( k )=0,467 cm

g .sin
g . cos
( 2)
( 2)a

k 2=
k 2=
k 2=

374,69
891,8

k 2=0,420

( 980 . 0,413 )30,05


(980 .0,910)

x ( k ) =

x ( k ) =

x ( k ) =

( xxi)2
N (N 1)
( 0,4670,515)2 +(0,4670,420)2
2(21)

0,002304+ 0,002209
2

x ( k ) = 0,0022565

Ketelitian =
=

= 0,0475 cm

|Xx| 100
0,0475
1|
100
0,467 |

= 89,9 %

Perhitungan a
st = 100cm
2 . st
a1= 2
t

a2=

a1=

2 .100
2,422

a2=

2 .100
2,58 2

a1=

200
5,8564

a2=

200
6,6564

a1=34,150 cm/det

x ( a )=

xi
N

x ( a )=

34,150+30,05
2

x ( a )=

64,2
2

x ( a )=32,1 cm/det

2 . st
t2

a2=30,05 cm/det

x ( a )=

x ( a )=

x ( a )=

(xxi)2
N (N1)
(32,134,150)2 +(32,130,05)2
2(21)
4,2025+ 4,2025
2

x ( a )= 4,2025

= 2,05 cm/det

|Xx| 100
2,05
1|
100
32,1 |

Ketelitian =
=

= 93,7 %

Perhitungan Vt
Vt 1=a1 . t 1

Vt 2=a2 . t 2

Vt 1=34,150 . 2,42

Vt 2=30,05 . 2,58

Vt 1=82,643 cm/det

Vt 2=77,529 cm/det

x ( Vt )=

xi
N

x ( Vt )=

82,643+ 77,529
2

x ( Vt )=

160,172
2

x ( Vt )=80,086 cm/det

x (Vt )=

(xxi)2
N (N 1)

(80,08682,643)2 +( 80,08677,529)2
x (Vt )=
2(21)

x (Vt )=

6,5382+6,5382
2

x (Vt )= 6,5382

= 2,556 cm/det

|Xx| 100
2,556
1|
100
80,086 |

Ketelitian =
=

= 96,81 %

Perhitungan
x ( )=

xi
N

x ( )=

34,150+30,05
2

x ( )=

64,2
2

x ( )=32,1

x ( )=

x ( )=

x ( )=

( x xi)2
N ( N1)

(32,134,150)2 +(32,130,05)2
2(21)
4,2025+ 4,2025
2

x ( )= 4,2025

Ketelitian =
=

|Xx| 100
2,05
1|
100
26,702|

= 92,33 %
2. Balok B

= 2,05

Perhitungan x
x ( x )=

xi
N

x ( x )=

55+59
2

x ( x )=

114
2

x ( x )=57 cm
x ( x )=

(x xi)2

4 +4
2

N (N1)

(5755)2 +(5759)2
x ( x )=
2(21)
x ( x )=

x ( x )= 4

Ketelitian =
=

= 2 cm

|Xx| 100
2
1| | 100
52

= 96,16 %

Perhitungan y
x ( y )=

xi
N

x ( y )=

26+ 25
2

x ( y )=

51
2

x ( y ) =25,5 cm

x ( y )=

x ( y )=

x ( y )=

(xxi)2

0,25+ 0,25
2

N ( N 1)
(25,526)2 +(25,525)2
2(21)

x ( y )= 0,25

Ketelitian =
=

= 0,5 cm

|Xx| 100
0,5
1|
100
25,5 |

= 98,04 %

Perhitungan r
r 1= x 2+ y 2

r 2 = x 2+ y 2

r 1= (55)2 +( 26)2

r 2=(59)2 +( 25)2

r 1= 3701

r 2= 4106

r 1=60,835 cm

r 2=64,078 cm

x (r )=

xi
N

x (r )=

60,835+ 64,078
2

x (r )=

124,913
2

x ( r ) =62,456 cm

x ( r )=

x ( r )=

x ( r )=

( xxi)2

2,627+ 2,630
2

N ( N 1)
(62,45660,835)2 +(62,45664,078)2
2(21)

x ( r )= 2,628

= 1,621 cm

|Xx| 100
1,621
1|
100
62,456 |

Ketelitian =
=

= 97,41 %

Perhitungan t
x ( t )=

xi
N

x ( t )=

5,05+5,19
2

x ( t )=

10,24
2

x ( t )=5,12 s
x (t )=

x (t )=

x (t )=

( x xi)2

0,0049+0,0049
2

N ( N1)

(5,125,05)2 +(5,125,19)2
2(21)

x (t )= 0,0098

= 0,098 s

Ketelitian =

|Xx| 100
0,098
1|
100
5,12 |

= 98,09 %

Perhitungan sin
sin 1 =

y1
r1

sin 1 =

26
60,835

sin 2=

sin 2=

sin 1 =0,427

x ( sin )=

sin 2=

xi
N

x ( sin )=

0,427+0,390
2

x ( sin )=

0,817
2

x ( sin )=0,408

x ( sin )=

x ( sin )=

x ( sin )=

y2
r2

( x xi)2

0,000361+0,000324
2

N ( N1)
(0,4080,427)2 +(0,4080,390)2
2(21)

x ( sin )= 0,000685

= 0,0261

25
64,078

0,390

|Xx| 100
0,0261
1|
100
0,408 |

Ketelitian =
=

= 93,61 %

Perhitungan cos
cos 1=

x1
r1

cos 1=

55
60,835

cos 2=

cos 2=

cos 1=0,904

x ( cos )=

cos 2=0,920

xi
N

x ( cos )=

0,904 +0,920
2

x ( cos )=

1,824
2

x ( cos )=0,912

x ( cos )=

x ( cos )=

x ( cos )=

x2
r2

( xxi)2
N (N 1)

(0,9120,904)2 +(0,9120,920)2
2(21)
0,000064 +0,000064
2

x ( cos )= 0,000128

= 0,0113

59
67,078

|Xx| 100
0,0113
1|
100
0,912 |

Ketelitian =
=

= 98,77 %

Perhitungan s
sin 1
s 1=
cos 1
s 1=

0,427
0,904

s 1=0,472

x ( s )=

s 2=

sin 2
cos 2

s 2=

0,390
0,920

s 2=0,423

xi
N

x ( s )=

0,472+ 0,456
2

x ( s )=

0,928
2

x ( s )=0,464

x ( s )=

(xxi)2

0,000064+0,000064
2

N (N 1)

(0,4640,472)2 +( 0,4640,456)2
x ( s )=
2( 21)
x ( s )=

x ( s )= 0,000064

Ketelitian =

= 0,008

|Xx| 100

100
|0,008
0,464 |

= 98,28 %

Perhitungan k
g = 980 cm/s2
g .sin
g . cos
( 1)
( 1)a

k 1=
k 1=

( 980 .0,427 )7,842


( 980.0,904)

k 1=

410,61
885,92

g .sin
g . cos
( 2)
( 2)a

k 2=
k 2=
k 2=

k 1=0,463

x ( k )=

k 2=0,415

xi
N

x ( k )=

0,463+0,415
2

x ( k )=

0,878
2

x ( k )=0,439

x ( k ) =

x ( k ) =

x ( k ) =

374,77
901,6

( xxi)2
N (N 1)

( 0,4390,463)2 +(0,4390,415)2
2(21)
0,000576+ 0,000576
2

x ( k ) = 0,001152

= 0,0339

( 980 . 0,390 )7,424


(980 . 0,920)

|Xx| 100
0,0338
1|
100
0,439 |

Ketelitian =
=

= 92,31 %

Perhitungan a
st = 100cm
2 . st
a1= 2
t

a2=

a1=

2 .100
5,052

a2=

2 .100
5,192

a1=

200
25,502

a2=

200
26,936

a1=7,842 cm/det

x ( a )=

a2=7,425 cm/det

xi
N

x ( a )=

7,842+7,425
2

x ( a )=

15,267
2

x ( a )=7,633 cm/det
x ( a )=

(xxi)2

0,0436+0,0432
2

N (N1)

(7,6337,842)2 +(7,6337,425)2
x ( a )=
2(21)
x ( a )=

x ( a )= 0,0434

2 . st
2
t

= 0,2083 cm/det

|Xx| 100
0,2083
1|
100
7,633 |

Ketelitian =
=

= 97,28 %

Perhitungan Vt
Vt 1=a1 . t 1

Vt 2=a2 . t 2

Vt 1=7,842 . 5,05

Vt 2=7,425 . 5,19

Vt 1=39,602 cm/det

x ( Vt )=

Vt 2=38,530 cm/det

xi
N

x ( Vt )=

39,602+38,530
2

x ( Vt )=

78,132
2

x ( Vt )=39,066 cm/det

x (Vt )=

x (Vt )=

x (Vt )=

(xxi)2

0,000016+0,2872
2

N (N 1)

(39,06639,062)2 +(39,06638,530)2
2(21)

x (Vt )= 0,1436

Ketelitian =
=

=0,3789 cm/det

|Xx| 100
0,3789
1|
100
39,066 |

= 99,1 %

Perhitungan
x ( )=

xi
N

x ( )=

25,77+22,954
2

x ( )=

48,724
2

x ( )=24,362

x ( )=

( x xi)2

1,9824+1,9824
2

N ( N1)

(24,36225,77)2 +(24,36222,954)2
x ( )=
2(21)
x ( )=

x ( )= 1,9824

Ketelitian =

|Xx| 100
1,4079
1|
100
24,362|

= 94,23 %

3. Balok C
Perhitungan x
x ( x )=

=1,4079

xi
N

x ( x )=

60+60
2

x ( x )=

120
2

x ( x )=60 cm

x ( x )=

(x xi)2

0+0
2

N (N1)

(6060)2 +(6060)2
x ( x )=
2(21)
x ( x )=

x ( x )= 0

= 0 cm

|Xx| 100
0
1| |100
60

Ketelitian =
=

= 99,47 %
Perhitungan y
x ( y )=

xi
N

x ( y )=

25+25
2

x ( y )=

50
2

x ( y ) =25 cm

x ( y )=

(xxi)2

0+ 0
2

N ( N 1)

(2525)2 +(2525)2
x ( y )=
2(21)
x ( y )=

x ( y ) = 0

= 0 cm

|Xx| 100
0
1| |100
25

Ketelitian =
=

= 100 %

Perhitungan r
r 1= x 2+ y 2

r 2 = x 2+ y 2

r 1=( 60)2 +(25)2

r 2= ( 60)2 +(25)2

r 1= 4225

r 2= 4225

r 1=65 cm

r 2=65 cm

x (r )=

xi
N

x (r )=

65+ 65
2

x (r )=

130
2

x ( r ) =65 cm

x ( r )=

x ( r )=

x ( r )=

( xxi)2

0+ 0
2

N ( N 1)

(6565)2 +(6565)2
2(21)

x ( r ) = 0

Ketelitian =

= 0 cm

|Xx| 100

|650 |100

= 100 %

Perhitungan t
x ( t )=

xi
N

x ( t )=

3,12+2,88
2

x ( t )=

6
2

x ( t )=3 s

x (t )=

x (t )=

x (t )=

( x xi)2

0,0144+ 0,0144
2

N ( N1)
(33,12)2 +(32,88)2
2(21)

x (t )= 0,0144

Ketelitian =
=

= 0,12 s

|Xx| 100
0,12
1|
100
3 |

= 96 %

Perhitungan sin
sin 1 =

y1
r1

sin 2=

y2
r2

sin 1 =

25
65

sin 2=

25
65

sin 1 =0,384

x ( sin )=

sin 2=0,384

xi
N

x ( sin )=

0,384+ 0,384
2

x ( sin )=

0,768
2

x ( sin )=0,384

x ( sin )=

( x xi)2

0+0
2

N ( N1)

(0,3840,384)2 +( 0,3840,384)2
x ( sin )=
2(21)
x ( sin )=

x ( sin )= 0

Ketelitian =
=

=0

|Xx| 100
0
1|
100
0,384 |

= 100 %

Perhitungan cos
cos 1=

x1
r1

cos 2=

x2
r2

cos 1=

60
65

cos 2=

60
65

cos 1=0,923

cos 2=0,923

x ( cos )=

xi
N

x ( cos )=

0,923+ 0,923
2

x ( cos )=

1,846
2

x ( cos )=0,923

x ( cos )=

x ( cos )=

x ( cos )=

( xxi)2
N (N 1)

(0,9230,923)2 +(0,9230,923)2
2(21)
0+ 0
2

x ( cos )= 0

Ketelitian =

=0

|Xx| 100
0
1|
100
0,923 |

= 100 %

Perhitungan s
sin 1
s 1=
cos 1
s 1=

0,384
0,923

s 1=0,416
x ( s )=

x ( s )=

xi
N
0,416+0,416
2

s 2=

sin 2
cos 2

s 2=

0,384
0,923

s 2=0,416

x ( s )=

1,832
2

x ( s )=0,416

x ( s )=

(xxi)2

0+0
2

N (N 1)

(0,4160,416)2 +(0,4160,416)2
x ( s )=
2(21)
x ( s )=

x ( s )= 0

Ketelitian =

=0

|Xx| 100
0
1|
100
0,416 |

= 100 %

Perhitungan k
g = 980 cm/s2
g .sin
g . cos
( 1)
( 1)a

k 1=
k 1=

( 980 .0,384 ) 20,545


(980 . 0,923)

k 1=

355,775
904,54

k 1=0,395

x ( k )=

xi
N

g .sin
g . cos
( 2)
( 2)a

k 2=
k 2=
k 2=

( 980 . 0,384 )24,112


(980. 0,923)

352,208
904,54

k 2=0,389

x ( k )=

0,395+0,389
2

x ( k )=

0,784
2

x ( k )=0,392

x ( k ) =

x ( k ) =

x ( k ) =

( xxi)2
N (N 1)

( 0,3920,395)2 +(0,3920,389)2
2(21)

0,000009+0,000009
2

x ( k ) = 0,000009

Ketelitian =
=

= 0,003

|Xx| 100
0,003
1|
100
0,392 |

= 99,24 %

Perhitungan a
st = 100cm
2 . st
a1= 2
t

a2=

a1=

2 .100
3,122

a2=

2 .100
2,88 2

a1=

200
9,7344

a2=

200
8,2944

a1=20,545 cm/det

x ( a )=

x ( a )=

xi
N
20,545+24,112
2

2 . st
t2

a2=24,112 cm/det

x ( a )=

44,657
2

x ( a )= 22,328 cm/det

x ( a )=

(xxi)2

3,179089+3,182656
2

N (N1)

(22,32820,545)2 +(22,32824,112)2
x ( a )=
2(21)
x ( a )=

x ( a )= 3,1808725

Ketelitian =

= 1,7835 cm/det

|Xx| 100
1,7835
1|
100
22,328 |

= 92,11 %

Perhitungan Vt
V 1=a 1 . t 1
V 1=20,545 . 3,12
V 1=64,1004

x ( Vt )=

xi
N

x ( Vt )=

64,1004+69,442
2

x ( Vt )=

133,5424
2

x ( Vt )=66,771 cm/det

V 2=a 2 . t 2
V 2=24,112 .2,88
V 2=69,442

x (Vt )=

x (Vt )=

x (Vt )=

(xxi)2

7,132+7,134
2

N (N 1)
(66,77164,1004 )2 +(66,77169,442)2
2(21)

x (Vt )= 7,133

= 2,670 cm/det

|Xx| 100
2,670
1|
100
66,771|

Ketelitian =
=

= 96.01 %

Perhitungan
x ( )=

xi
N

x ( )=

22,581+22,581
2

x ( )=

45,162
2

x ( )=22,581

x ( )=

x ( )=

( x xi)2
N ( N1)

(22,58122,581)2 +(22,58122,581)2
2(21)

x ( )=

0+0
2

x ( )= 0

Ketelitian =
=

=0

|Xx| 100
0
1|
100
22,581|

= 100 %