Anda di halaman 1dari 26

SCROTAL

MASS
Hanindia Ayu
Scherlly Reviana
KEPANITERAAN ILMU
BEDAH
RSUD KARAWANG
NOVEMBER, 2015

Scrotal Mass
Massa pada Skrotum
Kelainan dalam isi skrotum; kantong kulit yang menggantung di belakang penis
Sebuah massa skrotum mungkin akumulasi cairan, pertumbuhan jaringan abnormal,
atau isi normal skrotum yang telah menjadi bengkak, meradang atau mengeras.
Tanda dan gejala dari massa skrotum bervariasi, tergantung pada sifat dari kelainan.
Dalam beberapa kasus, satu-satunya tanda mungkin adanya benjolan di dalam
skrotum

ANATOMI

DIAGNOSIS

KLASIFIKASI

PAINFUL
Torsio testis
Epididimitis
Orchitis
Hematocele

Hydrocele
PAINLESS
Varicocele
Spermatocele
Tumor testis
Inguino-scrotal
Hernia

PAINFUL

Torsio Testis

Terpelintirnya funiculus sprematicus yang berakibat terjadinya gangguan aliran


darah pada testis

ditemukan pada 1 dari 4000 pria


berusia < 25thn, & paling banyak
pada masa pubertas (12-20 thn)

Adanya
kelainan
sistem
penyanggah testis --> torsio; jika
bergerak berlebihan (perubahan
suhu mendadak, ketakutan, latihan
berlebihan,
batuk/trauma
yg
mengenai skrotum)

Terpluntirnya funikulus spermatikus


menyebabkan
obstruksi
aliran
darah
testis
sehingga
testis
mengalami hipoksia, edema testis,
dan iskemia. Pada akhirnya testis
akan mengalami nekrosis.

Klinis:

- Nyeri hebat di daerah


skrotum mendadak & diikuti
pembengkakan testis (akut
skrotum)
- Nyeri menjalar ke inguinal
- Bayi: gelisah, rewel, tidak
mau menyusui

Pemeriksaan Fisik:

- Testis membengkak
- Letak lebih tinggi dan
horizontal daripada testis sisi
kontralateral
- Kadang-kadang pada torsio
testis yang baru saja terjadi,
dapat diraba adanya lilitan
atau penebalan funikulus
spermatikus.
- Keadaan ini biasanya tidak
disertai dengan demam

Pemeriksaan Laboratorium
- Pemeriksaan sedimen urine tidak menunjukkan adanya leukosit
dalam urine
- Pemeriksaan darah tidak menunjukkan tanda inflamasi, kecuali
pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami
keradangan steril

Pemeriksaan Penunjang
lainnya:
- Stetoskop Doppler
- USG Doppler
- Sintigrafi testis
>> utk menilai adanya aliran
darah ke testis
- torsio: tdk ada aliran darah
testis
- peradangan akut testis:
peningkatan aliran darah ke
testis

DD:
- Epididimitis akut
- Hernia skrotalis inkarserta
- Hidrokel terinfeksi
- Edema skrotum
Terapi
- Detorsi manual
- Operasi

Epididimytis

Reaksi inflamasi yang terjadi pada epididimis

Reaksi inflamasi ini berasal dari


bakteri yang berada didalam vesika
urinaria, prostat, uretra, yang
secara ascending menjalar ke
epididimis.

Mikroba penyebab infeksi pada pria


dewasa muda yang tersering
adalah chlamidia trachomatis atau
neiserria gonorhoika, sedangkan
pada anak-anak dan orang tua
yang tersering adalah E.coli atau
ureoplasma ureolitikum.

Pasien mengeluh nyeri mendadak pada


daerah skrotum, diikuti dengan bengkak
pada kauda hingga kaput
epididimis.tidak jarang disertai demam,
malaise, dan nyeri dirasakan hingga
pinggang.
Pemeriksaan
menunjukkan
pembengkakan pada hemiskrotum dan
kadang pada palpasi sulit untuk
memisahkan antara epididimis dengan
testis.
Reaksi inflamasi dan pembengkakan
dapat
menjalar
ke
funikulus
spermastikus pada daerah inguinal.
Gejala klinis epididimis akut sulit
dibedakan dengan torsio testis yang
serimg terjadi pada usia 10-20 tahun.
Pada epididitis akut jika dilakukan
elevasi testis nyeri akan berkurang, hal
ini berbeda dengan torsio testis.
Pemeriksaan urinalisa dan darah lengkap
dapat membuktikan adanya proses
inflamasi. Pemerisaan dengan USG
doppler dan stetoskop doppler dapat
mendeteksi peningkatan aliran darah di
daerah epididimitis.

Terapi:
- Antibiotik (tergantung
kuman)
- Sebagai terapi simptomatik
untuk menghilangkan nyeri
dianjurkan memakai celana
ketat agar testis terangkat
(terletak
lebih
tinggi),
mengurangi aktivitas
Untuk
pembengkakan
dengan es.

mengurangi
dikompres

- Pemberian terapi diatas akan


menghilangkan keluhan nyeri
dalam beberapa hari akan
tetapi pembengkakan baru
sembuh setelah 4-6 minggu.

Orchitis

Reaksi inflamasi akut dari testis terhadap infeksi

Etiologi

Virus: orchitis gondong (mumps)


paling umum. Infeksi Coxsackievirus
tipe A, varicella, dan echoviral jarang
terjadi.
Infeksi bakteri dan pyogenik: E. coli,
Klebsiella, Pseudomonas,
Staphylococcus, dan Streptococcus
Granulomatous: T. pallidum,
Mycobacterium tuberculosis,
Mycobacterium leprae, Actinomycetes
Trauma sekitar testis
Virus lain meliputi coxsackievirus , varicella ,
dan echovirus

FAKTOR RISIKO
Instrumentasi dan pemasangan kateter merupakan
faktor risiko yang umum. Urethritis atau prostatitis
juga bisa menjadi faktor risiko.

Klinis
- Nyeri testis dan
pembengkakan.
- Nyeri berkisar dari
ketidaknyamanan ringan
sampai nyeri yang hebat.
- Kelelahan / mialgia
- Kadang-kadang pasien
sebelumnya mengeluh
gondongan
- Demam dan menggigil
-Mual
- Sakit kepala

Pemeriksaan Fisik
o Pembesaran testis dan skrotum
o Erythematous kulit skrotum dan lebih hangat.
o Pembengkakan KGB inguinal
o Pembesaran epididimis yang terkait dengan
epididymo-orchitis

Pemeriksaan Penunjang
- Pemeriksaan darah tidak
dapat membantu menegakkan
diagnosis orchitis.
- USG dapat digunakan untuk
menyingkirkan kemungkinan
torsio testis.

Terapi
- Pengobatan suportif: Bed rest, analgetik, elevasi skrotum
- Antibiotik

Hematocele

Penumpukan darah pada skrotum yang terjadi setelah skrotum


mengalami cedera.

Hematokel biasanya disebabkan oleh trauma langsung


pada testis.
Gejala pada hematokel yaitu :
a. Bengkak pada skrotum
b. Terdapat bruise
c. Nyeri pada daerah skrotum
Pemeriksaan Fisik :
- Masa kistik
-Transiluminasi (-)

PAINLESS

Hydrocele

penumpukan cairan yang berlebihan diantara lapisan parietalis dan


viseralis tunika vaginalis

Hidrokel terjadi akibat adanya obstruksi


(penyumbatan) limfatik yang menyebabkan
berkurangnya penyerapan

pada bayi baru lahir terjadi krn:

(1) Belum sempurnanya penutupan prosesus


vaginalis sehingga terjadi aliran
cairan
peritoneum ke prosesus vaginalis.

(2) Belum sempurnanya sistem limfatik di daerah


skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan
hidrokel.

Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara


idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab
sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada
testis atau epididimis yang menyebabkan
terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan
di kantong hidrokel. Kelainan pada testis itu
mungkin suatu tumor, infeksi, atau trauma pada
testis/epididimis.

Klasifikasi
1. Hidrokel testis
2. Hidrokel funikulus
3. Hidrokel komunikan

Klinis
- Benjolan tidak nyeri
- Palpasi: fluktuasi, kenyal,
seperti balon berisi air
- Transiluminasi dengan
cahaya dalam ruang gelap
positif

Terapi
- Bayi: tunggu sampai 1 thn
- hidrokel dapat diserap secara spontan pada dewasa
- Aspirasi
- Operasi:
Indikasi >>hidrokel yang besar sehingga dapat menekan
pembuluh darah, indikasi kosmetik, dan hidrokel permagna yang
dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan
aktivitasnya sehari-hari

Varicocele

Dilatasi abnormal dari vena pada pleksus pampiniformis akibat


gangguan aliran darah balik vena spermatika interna
Klinis:
- belum mempunyai anak
setelah
beberapa
tahun
menikah, atau kadang-kadang
mengeluh adanya benjolan di
atas testis yang terasa nyeri.
- Jika terdapat varikokel, pada
inspeksi dan papasi terdapat
bentukan seperti kumpulan
cacing-cacing
di
dalam
kantung
yang
berada
di
sebelah kranial testis.
- Bandingkan testis kiri dan

3 tingkatan/derajat
o Derajat kecil: adalah varikokel yang dapat dipalpasi
setelah pasien melakukan manuver valsava
o
Derajat sedang: adalah varikokel yang dapat
dipalpasi tanpa melakukan manuver valsava
o Derajat besar: adalah varikokel yang sudah dapat
dilihat bentuknya tanpa melakukan manuver valsava.

Penunjang
- Analisis Semen: Penurunan
motilitas
sprema,
meningkatnya jumlah sperma
muda
(immature,)
dan
terdapat
kelainan
bentuk
sperma (tapered).

Terapi
(1) ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo
melalui operasi terbuka atau bedah laparoskopi,
(2) varikokelektomi cara Ivanisevich,
(3) atau secara perkutan dengan memasukkan bahan
sklerosing ke dalam vena spermatika interna
(embolisasi)

Spermatocele

suatu massa di epididimis yang menyerupai kista mengandung cairan


dan sel sperma yang mati.

Penyebab pasti spermatokel tidak diketahui namun


kemungkinan dikarenakan adanya obstruksii pada satu
saluran yang membawa sperma.
Jika berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan
keluhan, jika berukuran besar gejala yang akan timbul
yaitu nyeri atau tidak nyaman pada testis yang
terkena,I terasa berat di atas testis.

Tumor Testis
Keganasan pada testis

terbanyak pada pria berusia diantara 15-35 tahun dan


merupakan 1-2% dari semua neoplasma pada pria.
Faktor yang erat kaitannya dengan peningkatan
kejadian tumor testis, antara lain maldesensus testis,
trauma testis, atrofi atau infeksi testis dan pengaruh
hormon, kriptorkismus.

transiluminasi
.

Gejala Klinis
a. pembesaran testis yang seringkali tidak nyeri
b. massa di perut sebelah atas (10%) karena
pembesaran kelenjar para aorta,
c. benjolan pada kelenjar leher
d. Ginekomastia

Tumor marker
o FP (Alfa
Feto Protein)
o
HCG
(Human
Chorionic
Gonadotropin)

Hernia Inguinalis

Penonjolan usus melalui bagian dinding bawah abdomen pada lipat


paha yang lemah atau robek

Anamnesa :
benjolan di daerah inguinal/skrotal yang hilang timbul.
Timbul saat mengedan, batuk, atau menangis, dan
hilang bila pasien tidur.
Pemeriksaan fisik :
Terdapat benjolan di lipat paha/ skrotum pada bayi saat
menangis dan bila pasien diminta untuk mengedan.
Benjolan menghilang atau dapat dimasukkan kembali
ke rongga abdomen.
Transiluminasi (-)

THANK YOU