Anda di halaman 1dari 28

BAB II

ISI
PENGERTIAN MESIN BUBUT
Mesin bubut (turning machine) adalah suatu jenis mesin perkakas yang dalam proses
kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan mata potong pahat (tools)
sebagai alat untuk menyayat benda kerja tersebut. Mesin bubut merupakan salah satu
mesin proses produksi yang dipakai untuk membentuk benda kerja yang berbentuk
silindris. Pada prosesnya benda kerja terlebih dahulu dipasang pada chuck (pencekam)
yang terpasang pada spindel mesin, kemudian spindel dan benda kerja diputar dengan
kecepatan sesuai perhitungan. Alat potong (pahat) yang dipakai untuk membentuk
benda kerja akan disayatkan pada benda kerja yang berputar.
Fungsi utama mesin bubut konvensional adalah untuk membuat/memproduksi bendabenda berpenampang silindris, misalnya poros lurus, poros bertingkat (step shaft),
poros tirus (cone shaft), poros beralur (grooveshaft), poros berulir (screw thread) dan
berbagai bentuk bidang permukaan silindris lainnya misalnya anak buah catur (raja,
ratu, pion dll).

MESIN BUBUT

Gambar : Mesin Bubut


Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda
yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang
sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada
pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.
Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi
dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi
benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir
dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar
roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. Roda
gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir.
Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari
jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan
jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir
metrik ke ulir inci.

Mesin bubut tahun 1911 menunjukkan bagian-bagiannya.

Prinsip kerja mesin bubut


Mesin bubut yang menggunakan sabuk di Hagley Museum
Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga
memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan
disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut
diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada
benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.
Bagian-bagian mesin bubut
Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Di dalam kepala tetap terdapat rodaroda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Poros spindel
akan menmutar benda kerja melalui cekal. Eretan utama akan bergerak sepanjang
meja sambil membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan pahat. Sumber
utama dari semua gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley
melalui sabuk.

JENIS-JENIS MESIN BUBUT


Mesin Bubut Universal
Mesin Bubut Khusus
Mesin Bubut Konvensional
Mesin Bubut dengan Komputer (CNC)
Jenis pengerjaan pada mesin bubut antara lain:
a. Membubut lurus
Pada pembuatan memanjang gerak jalan pahat sejajar dengan poros benda kerja,
sedangkan untuk pembubutan yang datar ini pada benda kerja. Dalam pembubutan
yang otomatis pahat dapat digeserkan maju dan mundur kearah melintang.
b. Membubut tirus
Dapat dilakukan dengan 3 cara :
1. dengan menggeser posisi kepala lepas kearah melintang
2. denganmenggeser sekian derajat eretan atas (penjepit pahat)
3. dengan memasang perkakas pembentuk
c. Membubut eksentris
Bila garis hati dari dua / lebih silinder dari sebuah benda kerja sejajar maka benda
kerja itu di sebut eksentris, jarak antara garis-garis hati itu disebut eksentrisitas.

d. Membubut alur
untuk pengerjaan membubut alur di pergunakan pahat bubut pengalur dan jenisnya ada
yang lurus, bengkok, berjenjang ke kanan / ke kiri.
e. Memotong benda kerja
Pemotongan benda kerja berbentuk batang pada mesin bubut digunakan sebuah pahat
pengalur dengan penyayat yang sangat ramping, sebuah benda kerja yang di jepit diantara
senter-senter tidak boleh putus karena dapat melentur dan menghimpit pahat.
f. Mengebor pada mesin bubut
pembuatan lubang senter pada mesin bubut ada 2 cara, yakni benda kerja yang berputar
dan senter yang berputar
g. Membubut dalam
Untuk membesarkan lubang yang sudah ada dapat digunakan pahat dalam, caranya tidak
jauh berbeda dengan membubut lurus. Pahatnya punya bentuk tersendiri.
h. Membubut profil
Untuk membubut pembulatan pahatnya diasah menurut bentuk profilnya, pahat profil
terutama cocok untuk membubut profil pada produk-produk yang pendek, pada umumnya
pahat bubut tidak terlalu tebal sehingga umur pemakaiannya pendek.
i. Mengkartel
Adalah membuat rigi-rigi pada benda kerja dengan gigi kartel yang tersedia. Kartel
dipasang pada rumah pahat dan kedudukannya harus setinggi senter. Kerja kartel ini
adalah menekan benda kerja bukan menyayat seperti pahat bubut.
j. Membubut ulir sekrup
Untuk membuat ulir sekrap dengan mesin bubut digunakan pahat khusus yang berbentuk
seperti : pahat ulir, segitiga, segi empat, trapesium, bulat dan jenis khusus lainnya. Untuk
memeriksa pahat ulir,digunakan mal ulir.
Operasi pada mesin bubut ada beraneka ragam antara lain :

Pembubutan
Pengeboran
Pengerjaan tepi
Penguliran
Pembubutan tirus
Penggurdian
Meluaskan lubang

a. Pembubutan Silindris
Benda disangga diantara kedua pusatnya. Hal ini ditunjukkan pada gambar :

Gambar 1. Operasi pembubutan : A. Pahat mata tunggal dalam operasi pembubutan


B. Memotong tepi.
b. Pengerjaan Tepi (Facing)
Pengerjaan tepi adalah apabila permukaan harus dipotong pada pembubut. Benda
kerja biasanya dipegang pada plat muka atau dalam pencekam seperti gambar 2B.
Tetapi bisa juga pengerjaan tepi dilakukan dengan benda kerja diantara kedua
pusatnya. Karena pemotongan tegak lurus terhadap sumbu putaran maka kereta
luncur harus dikunci pada bangku pembubut untuk mencegah gerakan aksial.
c. Pembubutan Tirus
Terdapat beberapa standar ketirusan1 dalam praktek komersial. Penggolongan
berikut yang umum digunakan :
1. Tirus Morse, banyak digunakan untuk tangkai gurdi, leher, dan pusat pembubut.
Ketirusannya adalah 0,0502 mm/mm (5,02%).
2. Tirus Brown dan Sharp, terutama digunakan dalam memfris spindel mesin : 0,0417
mm/mm (4,166%).
3. Tirus Jarno dan Reed, digunakan oleh beberapa pabrik pembubut dan perlengkapan
penggurdi kecil. Semua sistem mempunyai ketirusan 0.05 mm/mm (5,000%),tetapi
diameternya berbeda.
4. Pena tirus.
Digunakan sebagai pengunci. Ketirusannya 0,0208 mm/mm (2,083%).
d. Memotong Ulir
Biasanya pembuatan ulir dengan mesin bubut dilakukan apabila hanya sedikit ulir
yang harus dibuat atau dibuat bentuk khusus. Bentuk ulir didapatkan dengan
menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan gage atau
plat pola. Gambar 7. memperlihatkan sebuah pahat untuk memotong ulir -V 60
derjat dan gage yang digunakan untuk memeriksa sudut pahat. Gage ini disebut
gage senter sebab juga bisa digunakan sebagai gage penyenter mesin bubut.

Pemotong berbentuk khusus bisa juga digunakan untuk memotong ulir.

Gambar 2. Proses Penguliran

MACAM-MACAM MESIN BUBUT DAN FUNGSINYA


Jenis mesin bubut berdasarkan ukurannya secara garis besar di bedakan menjadi:
1. Mesin Bubut Ringan

Mesin bubut ringan dapat diletakan di atas meja, dan mudah dipindahkan sesuai dengan
kebutuhan, Benda kerjanya berdimensi kecil (mini). Jenis ini umumnya digunakan untuk
membubut benda-benda kecil dan biasanya dipergunakan untuk industri rumah tangga
(home industri). Panjangnya mesin umumnya tidak lebih dari 1200 mm, dan karena
bebanya ringan dapat diangkat oleh satu orang.
2. Mesin Bubut Sedang (Medium Lathe)

Jenis mesin bubut sedang dapat membubut diameter benda kerja sampai dengan 200 mm
dan panjang sampai dengan 100 mm cocok untuk industri kecil atau bengkel-bengkel
perawatan dan pembuatan komponen. Umumnya digunakan pada dunia pendidikan atau
pusat pelatihan, karena harganya terjangkau dan mudah dioperasikan.
3. Mesin Bubut Standar (Standart Lathe)

Jenis mesin bubut mesin bubut standar disebut sebagai mesin bubut standar karena di
samping memiliki komponen seperti pada mesin ringan dan sedang juga telah dilengkapi
berbagai kelengkapan tambahan yaitu keran pendingin, lampu kerja, bak penampung
beram dan rem untuk menghentikan mesin dalam keadaan darurat.
4. Mesin Bubut Meja Panjang (Long Bed Lathe)

Mesin ini termasuk mesin bubut industri yang digunakan untuk mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan panjang dan besar, bahan roda gigi dan lainnya.
Sedangkan jenis mesin bubut berdasarkan ukurannya secara garis besar di bedakan
menjadi:
1. Mesin bubut centre lathe
Mesin bubut ini dirancang utnuk berbagai macam bentuk dan yang paling umum
digunakan, cara kerjanya benda kerja dipegang (dicekam) pada poros spindle
dengan bantuan chuck yang memiliki rahang pada salah satu ujungnya, yaitu pada
pusat sumbu putarnya, sementara ujung lainnya dapat ditumpu dengan center
lain.

2. Mesin Bubut Sabuk


Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga
memutar roda gigi yang digerakkan sabuk atau puli pada poros spindel. Melalui
roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh
klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada
eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan
yang berbentuk ulir.
3. Mesin bubut vertical turning and boring milling
Mesin ini bekerja secara otomatis, pada pembuatan benda kerja yang dibubut dari
tangan, pekerjaan yang tidak dilakukan secara otomatis hanyalah pemasangan
batang-batang yang baru dan menyalurkan produk-produk yang telah dikerjakan,

oleh sebab itu satu pekerja dapat mengawasi beberapa buah mesin otomatis
dengan mudah.
4. Mesin bubut facing lathe
Sebuah mesin bubut terutama digunakan untuk membubut benda kerja berbentuk
piringan yang besar. Benda-benda kerjanya dikencangkan dengan cakar-cakar
yang dapat disetting pada sebuah pelat penyeting yang besar, tidak terdapat kepala
lepas.
5. Mesin Bubut Turret
Mesin bubut turret mempunyai ciri khusus terutama menyesuaikan terhadap
produksi. Ketrampilan pekerja dibuat pada mesin ini sehingga memungkinkan
bagi operator yang tidak berpengalaman untuk memproduksi kembali suku cadang
yang identik. Kebalikannya, pembubut mesin memerlukan operator yang sangat
terampil dan mengambil waktu yang lebih lama untuk memproduksi kembali
beberapa suku cadang yang dimensinya sama.
Karakteristik utama dari mesin bubut jenis ini adalah bahwa pahat untuk operasi
berurutan dapat disetting dalam kesiagaan untuk penggunaaan dalam urutan yang
sesuai. Meskipun diperlukan keterampilan yang sangat tinggi untuk mengunci dan
mengatur pahat dengan tepat tapi satu kali sudah benar maka hanya sedikit
keterampilan untuk mengoperasikannya dan banyak suku cadang dapat diproduksi
sebelum pensettingan dilakukan atau diperlukan kembali.

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT


Perhatikan gambar skema mesin di bawah ini, kemudian lakukan pengamatan secara
langsung di bengkel atau video mesin bubut di internet untuk mengetahui fungsi
dari bagian-bagian utama dari mesin bubut

1. Sumbu Utama (Main Spindle)

Sumbu utama atau dikenal dengan main spindle merupakan suatu sumbu utama
mesin bubut yang berfungsi sebagai dudukan chuck (cekam), plat pembawa, kolet,
senter tetap dan lain-lain
2. Meja Mesin (bed)

Meja mesin bubut berfungsi sebagai tempat dudukan kepala lepas, eretan, penyangga
diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu pembubutan.
Bentuk alas ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah satu atau kedua
sisinya mempunyai ketinggian tertentu.
3. Eretan (Carriage)

Eretan
terdiri atas eretan memanjang (longitudinal carriage) yang bergerak
sepanjang alas mesin, eretan melintang(cross carriage) yang bergerak melintang alas
mesin dan eretan atas(top carriage), yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan di
ataseretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikanpemakanan yang
besarnya dapat diatur menurut kehendak operatoryang dapat terukur dengan
ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya.

4. Kepala Lepas (Tail Stock)

Kepala lepas digunakan untuk dudukan senter putar sebagai pendukung benda kerja
pada saat pembubutan, dudukan bor tangkai tirus dan cekam bor sebagai menjepit
bor. Kepala lepas dapat bergeser sepanjang alas mesin, porosnya berlubang tirus
sehingga memudahkan tangkai bor untuk dijepit. Tinggi kepala lepas sama dengan
tinggi senter tetap.

5. Penjepit Pahat (Tools Post)

Penjepit pahat digunakan untuk menjepit atau memegang pahat,yang bentuknya ada
beberapa macam. Jenis ini sangat praktis dan dapat menjepit pahat 4(empat) buah
sekaligus sehingga dalam suatu pengerjaan bilamemerlukan 4 (empat) macam pahat
dapat dipasang dan disetel sekaligus.

6. Transporter dan Sumbu pembawa


Transporter atau poros transporter adalah poros berulir segi empat atau trapesium
yang biasanya memiliki kisar 6 mm, digunakan untuk membawa eretan pada waktu
kerja otomatis, misalnya waktu membubut ulir, alur dan atau pekerjaan pembubutan
lainnya. Sedangkan sumbu pembawa atau poros pembawa adalah poros yang selalu
berputar untuk membawa atau mendukung jalannya eretan.

7. Tuas Pengatur Kecepatan Transporter dan Sumbu Pembawa

Tuas pengatur kecepatan digunakan untuk mengatur kecepatan poros transporter dan
sumbu pembawa.Ada dua pilihan kecepatan yaitu kecepatan tinggi dan kecepatan
rendah. Kecepatan tinggi digunakan untuk pengerjaan benda-benda berdiameter kecil
dan pengerjaan penyelesaian sedangkan kecepatan rendah digunakan untuk
pengerjaan pengasaran, ulir, alur, mengkartel dan pemotongan (cut off).

PERLENGKAPAN DAN ALAT BANTU KERJA MESIN BUBUT


1. Chuck (Cekam)

Cekam adalah sebuah alat yang digunakan untuk menjepit benda kerja. Jenisnya ada
yang berahang tiga sepusat (Self centering Chuck), dan ada juga yang berahang tiga
dan empat tidak sepusat (Independenc Chuck). Cekam rahang tiga sepusat, digunakan
untuk benda-benda silindris, dimana gerakan rahang bersama-sama pada saat
dikencangkan atau dibuka. Sedangkan gerakan untuk rahang tiga dan empat tidak
sepusat, setiap rahang dapat bergerak sendiri tanpa diikuti oleh rahang yang lain,
maka jenis ini biasanya untuk mencekam benda-benda yang tidak silindris atau
digunakan pada saat pembubutan eksentrik.

2. Plat Pembawa

10

Plat pembawa ini berbentuk bulat pipih digunakan untuk memutar pembawa sehingga
benda kerja yang terpasang padanya akan ikut berputar dengan poros mesin,
permukaannya ada yang beralur dan ada yang berlubang.
3. Pembawa

Pembawa ada 2 (dua) jenis,


yaitu pembawa
berujung lurus dan
pembawa
berujung bengkok. Pembawa berujung lurus digunakan berpasangan dengan plat
pembawa rata sedangkan pembawa berujung bengkok dipergunakan dengan plat
pembawa beralur. Caranya adalah benda kerja dimasukkan ke dalam lubang pembawa,
terbatas dengan besarnya lubang pembawa kemudian dijepit dengan baut yang ada
pada pembawa tersebut, sehingga akan dapat berputar bersama-sama dengan sumbu
utama. Hal ini digunakan bilamana dikehendaki membubut menggunakan dua buah
senter.
4. Penyangga

Penyangga ada dua macam yaitu penyangga tetap (steady rest), dan penyang jalan
(follower rest). Penyangga ini digunakan untuk membubut benda-benda yang panjang,
karena benda kerja yang panjang apabila tidak dibantu penyangga maka hasil
pembubutan akan menjadi berpenampang elip/oval, tidak silindris dan tidak rata.
5. Kolet (Collet)

11

Kolet digunakan untuk menjepit benda silindris yang sudah halus dan biasanya
berdiameter kecil.Bentuknya bulat panjang dengan leher tirus dan berlubang,
ujungnya berulir dan kepalanya dibelah menjadi tiga.

Kolet mempunyai ukuran yang ditunjukkan pada bagian mukanya yang menyatakan
besarnya diameter benda yang dapat dicekam. Misalnya kolet berukuran 8 mm, berarti
kolet ini dipergunakan untuk menjepit benda kerja berukuran 8 mm. Pemasangan
kolet adalah pada kepala tetap dan dibantu dengan kelengkapan untuk menarik kolet
tersebut. Karena kolet berbentuk tirus, alat penariknyapun berbentuk lubang tirus,
dengan memutar ke kanan uliran batangnya.
6. Senter

Senter terbuat dari baja yang dikeraskan dan digunakan untuk mendukung benda
kerja yang akan dibubut. Ada dua jenis senter yaitu senter mati (tetap) dan senter
putar.Pada umumnya senter putar pemasangannya pada ujung kepala lepas dan senter
tetap pemasangannya pada sumbu utama mesin (main spindle).
Bagian senter yang mendukung benda kerja mempunyai sudut 60, dan dinamakan
senter putar karena pada saat benda kerjanya berputar senternyapun ikut
berputar.Berlainan dengan senter mati (tetap) untuk penggunaan pembubutan
dantara dua senter, benda tersebut hanya ikut berputar bersama mesin namun
ujungnya tidak terjadi gesekan dengan ujung benda kerja yang sudah diberi lubang
senter. Walaupun tidak terjadi gesekan sebaiknya sebelum digunakan, ujung senter
dan lubang senter pada benda kerja diberi greace/gemuk atau pelumas sejenis lainnya.
7. Taper Attachment (Kelengkapan tirus)

12

Alat ini digunakan untuk membubut tirus. Selain menggunakan alat ini membubut
tirus juga dapat dilakukan dengan cara menggeser kedudukan kepala lepas ataupun
eretan atas.

BAHAN ALAT POTONG PADA MESIN BUBUT


Alat potong berdasar bahan pembentuknya di
bedakan menjadi :
1. HSS (High Speed Steel)
Pada tahun 1900 FW. Taylor dan Maunsel White
menemukan HSS (High Speed Steel) atau baja
kecepatan tinggi. Amstead (1977) menyempurnakan
HSS dengan menambahkan tungsten 18% dan
chromium 5,5% ke dalam baja paduan. Komposisi
HSS biasanya terdiri dari paduan besi dengan
karbon, tungsten, molybdenum, chromium dan vanadium bahkan kadang-kadang ada
tambahan cobalt (ASM International Vol. 16, 1997).
HSS dikategorikan sebagai HSS konvensional dan HSS spesial. HSS konvensional
terdiri atas Molydenum HSS dan Tungsten HSS. Standar AISI dari HSS jenis ini adalah
M1, M2, M7, M10, T1 dan T2. Sedangkan HSS spesial antara lain terdiri atas Cobalt
Added HSS, High Vanadium HSS, High Hardness Co HSS, Cast HSS, Powder HSS dan
Coated HSS (Rochim, 1993). Pengunaan pada material lunak : ST41, almunium,
kuningan, dll.
2. Widia
Pahat keras yaitu pahat yang terbuat dari logam keras yang mengandung bahan karbon
tinggi yang dipadu dengan bahan-bahan lainnya, seperti Cemented Carbid, Tungsten,
Wide dan lain-lain. Pahat jenis ini tahan terhadap suhu kerja sampai dengan kurang
lebih 1000 C, sehingga tahan aus/gesekan tetapi getas/rapuh dan dalam
pengoperasiannya tidak harus menggunakan pendingin, sehingga cocok untuk
mengerjakan baja, besi tuang, dan jenis baja lainnya dengan pemakanan yang tebal
namun tidak boleh mendapat tekanan yang besar

13

Di pasaran pahat jenis ini ada yang berbentuk segi tiga, segi empat dan lain-lain yang
pengikatan dalam tangkainya dengan cara dipateri keras (brassing) atau dijepit
menggunakan tangkai dan baut khusus.
3. Carbida
Terdiri dari tungsten, tantalium, boron, cobalt, dan karbon. Carbida mampu bertahan
pada suhu 9000C tanpa kehilangan kekerasannya. Sehingga mampu memotong benda
kerja dengan kekerasan 60HRC dan mampu mencapai angka kecepatan potong 1000
sfpm. Keuntungannya adalah waktu pengerjaan yang singkat, mutu permukaan bagus,
dan cocok untuk berbagai macam material. Kerugiannya adalah bahan ini peka
terhadap benturan dan pertukaran suhu secara tiba-tiba.

Perawatan Alat Potong


Pahat bubut harus disimpan sedemikian rupa sehingga sisi potongnya tidak mudah
rusak. Sisi potong yang tumpul menyebabkan getaran yang besar, sehingga
menyebabkan panas dan permukaan yang kasar. Oleh sebab itu janganlah menunggu
sampai sisi potong tumpul. Untuk benar mempertajam pahat, menggunakan batu asah
yang standard. Anda mungkin perlu secara teratur mengasah sisi datar untuk menjaga
ketajaman mata pahat teratur dengan baik. Penyimpanan yang lebih baik adalah
untuk menggantung pahat pada rak atau laci dengan garis pembagi untuk benturan
dengan benda lain

GEOMETRIS PAHAT BUBUT


Hal yang sangat penting diperhatikan adalah bagaimana alat potong dapat menyayat
dengan baik, dan untuk dapat menyayat dengan baik alat potong diperlukan adanya
sudut baji, sudut bebas dan sudut tatal sesuai ketentuan, yang semua Ini disebut
dengan istilah geometris alat potong.Sesuai dengan bahan dan bentuk pisau, geometris
alat potong untuk penggunaan setiap jenis logam berbeda. Selain itu sudut kebebasan
pahat juga harus dipertimbangkan berdasarkan penggunaan, arah pemakanan dan
arah putaran mesin.
1. Pahat bubut rata kanan

14

Pahat bubut rata kanan memilki sudut baji 80 dan sudut-sudut bebas lainnya
sebagaimana gambar 26, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata
memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi
cekam.
2.

Pahat bubut rata kiri

Pahat bubut rata kiri memilki sudut baji 55, pada umumnya digunakan untuk
pembubutan rata memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan
mendekati posisi kepala lepas.
3. Pahat bubut muka

Pahat bubut muka memilki sudut baji 55, pada umumnya digunakan untuk
pembubutan rata permukaan benda kerja (facing) yang pemakanannya dapat dimulai
dari luar benda kerja ke arah mendekati titik senter dan juga dapat dimulai dari titik
senter ke arah luar benda kerja tergantung arah putaran mesinnya.

15

4. Pahat bubut ulir


Pahat bubut ulir memilki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan dibuat,
sudut puncak 55 adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan untuk
pembuatan ulir jenis metrik sudut puncak pahat ulirnya dibuat 60. Sudut potong dan
sudut baji merupakan sudut yang dipersaratkan untuk memudahkan pemotongan
benda kerja, sudut bebas adalah sudut untuk membebaskan pahat dari bergesekan
terhadap benda kerja dan sudut tatal adalah sudut untuk memberi jalan tatal yang
terpotong.

PARAMETER PEMOTONGAN MESIN BUBUT


A. KECEPATAN POTONG (CUTTING SPEED
Yang dimaksud dengan kecepatan potong (CS) adalah kemampuan alat potong
menyayat bahan dengan aman menghasilkan tatal dalam satuan panjang /waktu
(m/menit atau feet/menit). Karena nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan
sudah ditetapkan secara baku, maka komponen yang bisa diatur dalam proses
penyayatan adalah putaran mesin/benda kerja.
Dengan demikian rumus untuk menghitung putaran menjadi:

CS
d
n

=
=
=
=

Kecep
diame
kecepa
3,14 at

Karena satuan Cs dalam meter/menit sedangkan satuan diameter pisau/benda kerja


dalam millimeter, sehingga dikalikan 1000 seperti rumus di atas.

Tabel Kecepatan Potong

Gontoh:

16

Benda yang akan dibubut berdiameter 30 mm dengan kecepatan potong (Cs) 25


m/menit, maka besarnya putaran mesin (n) diperoleh?

B. KECEPATAN PEMAKANAN (FEEDING)


yang dimaksud dengan kecepatan pemakanan adalah jarak tempuh gerak maju
pisau/benda kerja dalam satuan millimeter permenit atau feet permenit. Pada gerak
putar, kecepatan pemakanan, f adalah gerak maju alat potong/benda kerja dalam n
putaran benda kerja/pisau per menit.
Besarnya kecepatan pemakanan dipengaruhi oleh:

jenis bahan pahat yang digunakan

jenis pekerjaan yang dilakukan, misalnya membubut rata, mengulir, memotong


atau mengkartel dan lain-lain

menggunakan pendinginan atau tidak

jenis bahan yang akan dibubut, misalnya besi, baja, baja tahan karat (stainless
steel), atau bahan-bahan non fero lainnya

kedalaman pemakanan

Tabel Kecepatan Pemakanan

Pekerjaan kasar yang dimaksud adalah pekerjaan pendahuluan dimana pemotongan


atau penyayatan benda kerja tidak diperlukan hasil yang halus dan presisi, sehingga
kecepatan pemakanannya dapat dipilih angka yang besar dan selanjutnya masih
dilakukan pekerjaan penyelesaian (finising).Pekerjaan ini dapat dilakukan dengan
gerakan otomatis ataupun gerakan manual, namun demikian tidak boleh mengabaikan
kemampuan pahat dan kondisi benda kerja.Semakin tebal penyayatan hendaknya

17

semakin rendah putarannya untuk menjaga umur pahat dan tidak terjadi beban lebih
terhadap motor penggeraknya.
Sedangkan pekerjaan penyelesaian yang dimaksud adalah pekerjaan penyelesaian
(finishing) akhir yang memerlukan kehalusan dan kepresisian ukuran tertentu,
sehingga kecepatan pemakanannya harus menggunakan angka yang kecil dan tentunya
harus menggunakan putaran mesin sesuai perhitungan atau data dari table kecepatan
potong.

MESIN FRAIS
PENGERTIAN MESIN FRAIS
Mesin frais (milling machine) adalah mesin perkakas yang dalam proses kerja
pemotongannya dengan menyayat atau memakan benda kerja menggunakan alat
potong bermata banyak yang berputar (multipoint cutter). Pisau frais dipasang pada
sumbu atau arbor mesin yang didukung dengan alat pendukung arbor. Pisau tersebut
akan terus berputar apabila arbor mesin diputar oleh motor listrik, agar sesuai dengan
kebutuhan, gerakan dan banyaknya putaran arbor dapat diatur oleh operator mesin
frais (Rasum, 2006).
BENTUK PENGEFRAISAN
Mesin frais mempunyai beberapa hasil bentuk yang berbeda, dikarenakan cara
pengerjaannya. Berikut ini bentu-bentuk pengfraisan yang bisa dihasilkan oleh mesin
frais.
1. Bidang rata datar
2. Bidang rata miring menyudut
3. Bidang siku
4. Bidang sejajar
5. Alur lurus atau melingkar
6. Segi beraturan atau tidak beraturan
7. Pengeboran lubang atau memperbesar lubang
8. Roda gigi lurus, helik, paying, cacing
9. Nok/eksentrik, dll.

JENIS - JENIS MESIN FRAIS


Jenis-jenisnya terdiri dari mesin frais tiang dan lutut (column-and-knee), mesin frais
hobbing (hobbing machines), mesin frais pengulir (thread machines), mesin pengalur
(spline machines) dan mesin pembuat pasak (key milling machines). Untuk produksi
massal biasanya dipergunakan jenis mesin frais banyak sumbu (multi spindles planer
type) dan meja yang bekerja secara berputar terus-menerus (continuous action-rotary
table) serja jenis mesin frais drum (drum type milling machines) (Efendi, 2010).
Berikut ini ada macam-macam mesin frais:

18

A. Mesin frais horizontal atau bisa disebut


dengan mesin frais mendatar dapat
digunakan untuk mengejakan pekerjaan
sebagai berikut ini antara lain:

mengfrais rata.
mengfrais ulur.
mengfrais roda gigi lurus.
mengfrais bentuk.
membelah atau memotong.

Gambar : Mesin Frais Horizontal


B. Mesin frais vertical atau bisa disebut dengan mesin frais tegak dapat digunakan
untuk mengerjakan pekerjaan sebagai berikut:

mengfrais rata.
mengfrais ulur.
mengfrais bentuk.
membelah atau memotong.
mengebor.

Gambar : Mesin Frais Vertical


C. Mesin frais universal adalah suatu mesin frais dengan kedudukan arbornya
mendatar perubahan kearah vertikal dapat dilakukan dengan mengubah posisi arbor.
Gerakan meja dari mesin ini dapat kearah memanjang, melintang, naik turun. Dan
dapat diputar membuat sudut tertentu terhadap bodi mesin.

19

Gambar Mesin Frais Universal

Bagian-bagian Mesin Frais


Bagianbagian mesin frais dapat dilihat pada gambar di bawah ini yaitu:
a. Lengan untuk kedudukan penyongkong obor
b. Penyongkong obor
c. Tunas untuk mengerakan meja secara otomatis
d. Nok pembatas, untuk membatasi jarak gerakan otomatis meja
e. Meja mesin, tempat untuk memasang benda kerja dengan perlengkapan mesin
f. Engkol untuk mengerakan meja dalam arah memanjang
g. Tuas untuk mengunci meja
h. Baut menyetel, untuk menghilangkan getaran meja
i. Engkol untuk menggerakan lutut dalam arah melintang.
j. Engkol untuk menggerakan lutut dalam arah tegak
k. Tuas untuk mengunci meja
l. Tabung pendukung dengan batang ulir, untuk mngatur tingginya meja
m. Lutut untuk kedudukan alas meja
n. Tuas untuk mnegunci sadel
o. Alas meja, tempat kedudukan untuk meja
p. Tuas untuk merubah kecepatan motor listrik
q. Engkol meja
r. Tuas untuk menentukan besarnya putaran spindel/pisau frais
s. Tuas untuk mengatur angka-angka kecepatan spindel/pisau frais
t. Tiang, untuk mengantar turun naiknya meja
u. Spindel, untuk memutarkan arbor dan pisau frais
v. Tuas untuk menjalankan spindle
Macam-Macam Pisau Frais
Ada bermacam-macam pisau pada mesin frais. Berikut ini jenis pisau frais adalah:
1. Pisau silindris, pisau ini digunakan untuk menghasilkan permukaan horizontal
dan dapat mengerjakan permukaan yang lebar dan pekerjaan berat.
2. Pisau muka dan sisi, pisau ini memiliki gigi potong di kedua sisinya. Digunakan
untuk menghasilkan celah dan ketika digunakan dalam pemasangan untuk
menghasilkan permukaan rata, kotak, hexagonal, dll. Untuk ukuran yang besar,
gigi dibuat terpisah dan dimasukkan ke dalam badan pisau. Keuntungan ini
memungkinkan cutter dapat dicabut dan dipasang jika mengalami kerusakan.

20

3. Slotting cutter, Pisau ini hanya memilki gigi di bagian kelilingnya dan pisau ini
digunakanuntuk pemotongan celah dan alur pasak.
4. Metal slitting saw, pisau ini memiliki gigi hanya di bagian keliling saja atau
memiliki gigi keduanya di bagian keliling dan sisi sisinya. Digunakan untuk
memotong kedalaman celah dan untuk memotong panjang dari material. Ketipisan
dari pisau bermacam -macam dari 1 mm 5 mm dan ketipisan pada bagian tengah
lebih tipis dari bagian tepinya. Hal ini untuk mencegah pisau dari terjepit dicelah.
5. Frais ujung, Frais ujung berukuran dari berdiameter 4 mm sampai diameter 40
mm.
6. Shell end mill, Kelopak frais ujung dibuat untuk disesuaikan dibor pendek yang
dipasang di poros. Kelopak frais ujung lebih murah untuk diganti daripada frais
ujung padat/solid.
7.

Frais muka, Pisau ini dibuat untuk mengerjakan pemotongan berat dan juga
digunakan untuk menghasilkan permukaan yang datar. Ini lebih akurat
daripada cylindrical slab mill/frais slab silindris. Frais muka memiliki gigi di
ujung muka dan kelilingnya. Panjang dari gigi di kelilingnya selalu kurang dari
separuh diameter dari pisaunya.

8. Tee-slot cutter Pisau ini digunakan untuk frais celah awal. Suatu celah atau alur
harus dibuat pada benda kerja sebelum pisau ini digunakan.

Pisau Frais
Beberapa bentuk pisau frais sesuai dengan penggunaanya, antara lain:(a) Pisau
mantel, (b) Pisau alur, (c) Pisau frais bergigi, (d) Pisau frais radius cekung dan
cembung, (e) Pisau frais alur T, (f) Pisau frais sudut, (g) Pisau jari, (h) Pisau frais muka
dan sisi, (i) Pisau frais pengasaran, dan (j) Pisau frais bergigi.

a. Pisau mantel
Pisau jenis ini dipakai pada mesin frais horizontal. Biasanya digunakan untuk
pemakanan permukaan kasar (Roughing) dan lebar.

Gambar Pisau mantel

21

b. Pisau alur
Pisau alur berfungsi untuk membuat alur pada bidang permukaan benda kerja. Jenis
pisau ini ada beberapa macam yang penggunaanya disesuaikan dengan kebutuhan.

Gambar Pisau Alur

c. Pisau frais bergigi


Pisau jenis ini digunakan untuk membuat roda gigi sesuai jenis dan jumlah gigi yang
diinginkan. Pada pisau bergigi ini benda yang tersayat akan lebih cepat, dikarenakan
bentuk pisaunya yang bergigi.

Gambar Pisau frais bergigi

d. Pisau frais radius cekung dan cembung


Pisau jenis ini digunakan untuk membuat benda kerjanya yang bentuknya memiliki
radius dalam (cembung atau cekung). Pisau frais radius cekung proses kerjanya sama
dengan pisau radius cembung hanya saja yang membedakan adalah bentuk pisau yang
berbeda.

22

Gambar Pisau radius Cekung

Gambar Pisau radius Cembung

e. Pisau frais alur T


Pisau ini hanya digunakan untuk membuat alur berbentuk T seperti halnya pada meja
mesin frais. Benda kerja yang akan disayat diatur dengan selera operator, sehingga
menghasilkan bentuk sayatan yang diinginkan.

Gambar Pisau frais Alur T


f. Pisau frais sudut
Pisau ini berguna untuk membuat alur berbentuk sudut yang hasilnya sesuai sudut
pisau yang digunakan. Pisau jenis ini memiliki sudut-sudut yang berbeda diantaranya
30, 45, 50, 60, 70, 80 derajat.

Gambar Pisau frais Sudut

g. Pisau jari
Ukuran pisau jenis ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Pada
pengoperasiannya biasanya dipakai untuk membuat alur pada bidang datar atau pasak
dan jenis pisau ini pada umumnya dipasang pada posisi tegak (mesin frais vertical).

23

Gambar Pisau Jari

h. Pisau frais muka dan sisi


Jenis pisau ini memiliki mata sayat dimuka dan disisi, dapat digunakan untuk
mengfrais bidang rata dan bertingkat.

i. Pisau frais pengasaran


Pisau jenis ini mempunyai satu ciri khas yang berbeda sisinya berbentuk alur helik.
Cara tersebut dapat digunakan untuk menyatat benda kerja dari sisi
potong cutter sehingga potongan pisau ini mempu melakukan penyayatan yang cukup
besar.
j. Pisau frais gergaji
Pisau jenis ini digunakan untuk memotong atau membelah benda kerja. Selain itu juga
dapat digunakan untuk membuat alur yang memiliki ukuran lebar kecil.

Alat dan Bahan


a. Milling machine (mesin frais)
b. Jangka sorong / kaliper
c. Pahat alas
d. Kuas
e. Coolant (pendingin)
f. Palu plastik
g. Stopwatch
h. Mistar siku
i. Kikir
j. Kunci tanggem

PERINSIF KERJA MESIN FRAIS


Cara Kerja Mesin Frais (milling Machine)
Pengerjaan yang terjadi di mesin frais horizontal. Benda kerja dijepit di suatu ragum
mesin atau peralatan khusus atau dijepit di meja mesin frais. Pemotongan dikerjakan
oleh pemakanan benda kerja di bawah suatu pisau yang berputar. Pekerjaan yang
terjadi mesin frais vertikal. Pergerakkan meja dan ke atas dan ke bawah dari spindel.
Mesin frais vertikal dapat menghasilkan permukaan horizontal.
Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama

24

oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui
suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin milling.
Spindel mesin milling adalah bagian dari sistem utama mesin millingyang bertugas
untuk memegang dan memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau gerakan
pemotongan.
Gerakan pemotongan pada cutter jika dikenakan pada benda kerja yang telah dicekam
maka akan terjadi gesekan/tabrakan sehingga akan menghasilkan pemotongan pada
bagian benda kerja, hal ini dapat terjadi karena material penyusun cutter mempunyai
kekerasan diatas kekerasan benda kerja.
Adapun langkah-langkah sebelum melakukan pengefresan yaitu:
1.`Mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan dan benda kerja.
2. Mengukur benda kerja dengan menggunakan kaliper dan menghaluskan sedikit
permukaannya dengan menggunakan kikir.
3. Mengatur putaran spindel yang sesuai untuk jenis benda kerja.
4. Menempatkan benda kerja yang akan difrais pada meja kerja.
5. Mencari titik permukaan/titik nol dan kemudian melakukan pemakanan untuk
masingmasing sisi. Saat pemakanan dilakukan, mata pahat dan benda kerja diberi
pendingin, sehingga benda kerja tidak mengeluarkan asap ( benda kerja panas
6. Mengatur ketebalan pemakanan.
7. Mencatat waktu yang diperlukan untuk satu kali pemakanan.
8. Mencatat keadaan akhir benda kerja.

Jenis-jenis Pengerjaan Mesin Frais


1. Menfrais Datar
Pengerjaan yang dilakukan untuk membuat datar permukaan benda kerja.
2. Menfrais Sudut
Pengerjaan yang dilakukan untuk membentuk sudut dengan kemiringan tertentu
pada benda kerja.
3. Menfrais Alur
Bentuk atau ukuran pisau frais yang digunakan untuk menfrais alur adalah
tergantung dari bentuk alur itu, dalam hal ini kita dapat menggunakan segala alur.
4. Menfrais Alur T
Menfrais alur T adalah pengerjaan dasar menfrais untuk membentuk alur T atau
langkah pertamanya yaitu benda kerja di jalankan dengan alur kemudian alur T nya
digunakan frais alur T. cara kerjanya alur T digunakan frais dengan menfrais alur.
5.

Menfrais Ekor Burung


Pengerjaan datar menfrais untuk membentuk alur atau celah ekor burung.Langkah
pertamanya yaitu membentuk alur biasa dengan menggunakan frais alur kemudian
digunakan dengn frais ekor burung, arah pengerjaan berlawanan arah dengan
lontarannya.

TEKNIK PENGEFRAISAN
Teknik pengefraisan tergantung dari jenis mesin frais dan posisi alat potong (pisau
frais terhadap bidang kerja). Berdasarkan hal tersebut ada dua macam teknik
pengefraisan, yaitu:

25

1. Pengefraisan Sisi
Sisi mata potong sejajar dengan permukaan bidang benda kerja. Teknik
pengefraisan ini menggunakan mesin frais datar.

2. Pengefraisan Muka
Sisi mata potong tegak lurus terhadap bidang permukaan benda kerja. Pisau frais
mempunyai mata potong sisi dan muka yang keduanya dapat melakukan
pemotongan secara bersamaan. Pengefraisan ini menggunakan mesin frais tegak.
KECEPATAN POTONG DAN PEMAKANAN
Keberhasilan pemotongan dengan mesin frais dipengaruhi oleh kemampuan
pemotongan alat potong dan mesin. Kemampuan pemotongan tersebut menyangkut
kecepatan potong dan pemakanan.
Kecepatan potong pada mesin frais dapat didefenisikan sebagai panjangnya bram yang
terpotong oleh satu mata potong pisau frais dalam satu menit. Kecepatan potong untuk
tiap-tiap bahan tidak sama. Umumnya makin keras bahan, makin kecil harga
kecepatan potongnya dan juga sebaliknya. Kecepatan potong dalam pengefraisan
ditentukan berdasarkan harga kecepatan potong menurut bahan dan diameter pisau
frais. Jika pisau frais mempunyai diameter 100 mm maka satu putaran penuh
menempuh jarak p x d = 3.14 x 100 = 314 mm. Jarak ini disebut jarak keliling yang
ditempuh oleh mata pisau frais. Bila pisau frais berputar n putaran dalam satu menit,
maka jarak yang ditempuh oleh mata potong pisau frais menjadi p x d x n. jarak yang
ditempuh mata pisau dalam satu menit disebut juga dengan kecepatan potong (V).
Maka:
Tabel 01 Harga Kecepatan Potong
Bahan
Bahan Pisau Frais
Baja
HSS
HSS
Stelit Tantalum Tngsten
Karbon
Super
Karbit
Karbid
Alumunium 83 66
Kuningan 13 26
Perunggu 10 20
Besi Tuang 10 14
Besi Tempa 12 16
Baja Karbon 10 15
Lunak
10 14
Sedang
Tinggi

166 332 20 34
24 58 14 24
21 44 10 16
10 16 26 42
16 26 24 34
10 16 20 30
24 34 14 24
20 30
16 26
10 16

267 498 50 84
50 64
44 64
34 54
34 50
16 24
30 44
20 30
14 20
38 50

332 664
116 200
64 142
42 64
84 108
50 64
94 164
84 124

Pemakanan juga menentukan hasil pengefraisan. Pemakanan maksudnya adalah


besarnya pergeseran benda kerja dalam satu putaran pisau frais. Pemakanan
mempengaruhi gerakan bram terlepas dari benda. Faktor dalamnya pemotongan dan
tebalnya bram juga menentukan proses pemotongan. Besarnya pemakanan di hitung
dengan rumus :
Dimana :
f
= Besarnya pemakanan per menit
F
= Besarnya pemakanan per mata pisau
T
= Jumlah mata potong pisau
n
= Jumlah putaran pisau per menit

26

Tabel 02 Harga Pemakanan Menurut Jenis Bahan dan Pisau Frais (per
mata potong mm)
Jenis
Jenis Bahan Benda
Pisau
Baja
Besi
Frais Alumunium Kuninga Perunggu Baja Baja
n
Sedang Keras Campuran Tuang
Muka
0,55
0,55
0,45
0,23 0,20
0,18
0,33
Spiral
0,43
0,43
0,35
0,18 0,15
0,13
0,25
Sisi dan
0,33
0,33
0,28
0,15 0,13
0,10
0,20
Muka
0,28
0,28
0,23
0,13 0,10
0,10
0,15
Jari
0,15
0,15
0,13
0,07 0,07
0,05
0,10
Bentuk
0,15
0,13
0,10
0,07 0,05
0,05
0,07
Gergaji

Gerakan dalam mesin milling


Pekerjaan dengan mesin milling harus selalu mempunyai 3 gerakan kerja.
1.

Gerakan Pemotongan
Sisi potong cutter yang dibuat berbentuk bulat dan berputar dengan pusat sumbu
utama.

2. Gerakan Pemakanan
Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong dan digerakkan
mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.
3. Gerakan Penyetelan
Gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakanan, dan
pengembalian, untuk memungkinkan benda kerja masuk ke dalam sisi
potong cutter, gerakan ini dapat juga disebut gerakan pengikatan.
PERAWATAN MESIN
Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan
yang intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin
bubut dan mesin frais. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Pelumasan secara rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.
2. Mesin harus dibersihkan setelah digunakan
3. Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.
4. Mesin diolesi dengan cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat
5. Pastikan untuk alat pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.
6. Hindari pakaian longgar
7. Perlindungan khusus untuk mata

BAB III
27

PENUTUP
KESIMPULAN
Keselamatan kerja dalam bekerja merupakan aspek penting yang harus diperhatikan
pada saat melaksanakan kerja yang terkait dengan manusia (operator/pekerja), mesin,
dan alat. Sehubungan dengan sebelum kita melakukan suatu pekerjaan, harus
diperhatikan instruksi-instruksi yang terkait dengan keselamatan kerja.
SARAN
Hindari Hal-Hal Potensial Yang Menyebabkan Kecelakaan.
1. Lindungi lintasan meja dari hubungan langsung dengan listrik
2. Selalu gunakan kaca mata pelindung
3. Jangan menghentian spindel dengan tangan

28

Anda mungkin juga menyukai