Anda di halaman 1dari 13

ANALISA JURNAL

EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY DAN RATIONAL EMOTIVE


BEHAVIOUR THERAPY TERHADAP GEJALA DAN KEMAMPUAN MENGONTROL
EMOSI PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN
Dosen Pembimbing : Endang Nurul S. S.Kep, Ns, MSN

Disusun Oleh :
Ahmad Juais

15160092

Ahmady Firmansyah

15160086

Anggriasha Nastiti P.

15160056

Lalu Sabda Pratalla

15160083

Bernadethe A. Mete

15160046

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Skizofrenia adalah salah satu gangguan mental yang paling serius, tingkat
prevalensi sekitar 1,1% dari populasi di atas usia 18. Hal ini ditandai dengan
gangguan besar dalam pemikiran, bahasa, persepsi, dan kesadaran diri. Ini sering
mencakup pengalaman psikotik, seperti mendengar suara-suara dan delusi.
Skizofrenia adalah penyakit kronis yang sangat penting yang membutuhkan
rehabilitasi jangka panjang. Jadi jenis rehabilitasi kelompok sosial telah ditetapkan,
termasuk pelatihan keterampilan sosial, mengatasi stres dengan pelatihan, terapi
okupasi, terapi seni, terapi musik, dan terapi hiburan. Dari jenis terapi ini, terapi
musik telah menunjukkan efek yang signifikan dalam mengobati skizofrenia. Terapi
musik adalah penggunaan musik pada orang-orang untuk membantu integrasi
fisiologis, psikologis, dan emosional mereka selama pengobatan. Terapi musik aktif
dan pasif dapat memperbaiki psikosis dan depresi, termasuk dalam kasus-kasus
yang resisten terhadap pengobatan. Dalam terapi musik aktif, terapis dan pasien
secara aktif menciptakan musik, menggunakan instrumen dan suara mereka. Dalam
terapi musik pasif, pasien dan terapis terletak memainkan musik, dan mengajak
pasien untuk memvisualisasikan gambar damai untuk menghasilkan keadaan
rehabilitasi mental. Sejumlah penelitian terapi musik telah dilakukan oleh tenaga
medis profesional, seperti dokter, perawat, psikolog, dan terapis okupasi. Hal ini
menunjukkan bahwa terapi musik relevan dengan berbagai disiplin ilmu di bidang
kedokteran. Terapi musik adalah jenis psikoterapi yang menggunakan interaksi
musik

dan

komunikasi.

Sebuah

studi

terapi

musik

untuk

skizofrenia

mengidentifikasi empat percobaan terkontrol secara acak yang memenuhi syarat


untuk meta-analisis. Penelitian ini meneliti efek terapi musik selama pendek untuk
jangka menengah (1-3 bulan), dengan program pengobatan bervariasi 7-78 sesi.
Terapi musik dikombinasikan dengan perawatan standar lebih unggul perawatan
standar saja. Ini membantu orang dengan skizofrenia meningkatkan status global
mereka, dan dapat meningkatkan kondisi mental mereka dan berfungsi jika sesi

terapi musik yang cukup disediakan. Studi menyimpulkan bahwa penelitian lebih
lanjut harus mengeksplorasi efek jangka panjang dan dosis hubungan respon terapi
musik. Beberapa studi dan meta-analisis telah melaporkan bahwa terapi musik
adalah intervensi yang efektif untuk skizofrenia. Satu studi menggunakan
pengobatan intervensi musik individu, dan 3 digunakan intervensi musik kelompok
lain. Pasien dirawat di rumah sakit pasien skizofrenia. Intervensi musik, seperti
mendengarkan, mendiskusikan, menyanyi, dan memainkan instrumen, berlangsung
selama 2-15 minggu. Instrumen pengukuran yang digunakan dalam studi ini
termasuk skala untuk penilaian gejala negatif (SANS), skala sindrom positif dan
negatif (PANSS), dan skala penilaian kejiwaan singkat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa intervensi musik secara signifikan dapat menurunkan gejala
skizofrenia, gejala negatif, dan kualitas hidup. Terapi musik dapat meningkatkan
kualitas hidup pasien dengan gangguan kejiwaan, sehingga kami kelompok tertarik
membahas jurnal tentang pemberian terapi kelompok music terhadap penurunan
gejala dan depresi pada pasien dengan skizofrenia.
B. TUJUAN
1.

Tujuan umum
Untuk mengetahui efek dari pemberian terapi kelompok music terhadap
penurunan gejala dan depresi pada pasien dengan skizofrenia.

2.

Tujuan khusus
a. Mampu menganalisa jurnal keperawatan jiwa
b. Mampu menganalisa metode dan hasil penelitian
c. Mampu mengimplementasi jurnal keperawatan pada klinik

BAB II
JURNAL ASLI

BAB III
PEMBAHASAN
A. Analisa Jurnal Keperawatan Jiwa
1. Judul Jurnal
Jurnal dengan judul EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOUR
THERAPY DAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY
TERHADAP GEJALA DAN KEMAMPUAN MENGONTROL EMOSI
PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN ini mengulas tentang
efektivitas cognitive behaviour therapy (CBT) dan rational emotive
behaviour therapy (REBT) terhadap perubahan gejala dan kemampuan
klien perilaku kekerasan. Selain itu menurut Sugiono (2010) menyatakan
bahwa judul yang ideal untuk sebuah penelitian terdiri dari 12-14 kata.
2. Nama Peneliti
Penelitian ini dilakukan oleh I Ketut Sudiatmika, Budi Anna Keliat, dan
Ice Yulia Wardani.
Analisa: pekerjaan peneliti sudah sesuai dengan apa yang di teliti.
a. I Ketut Sudiatmika adalah seorang Perawat Rumah Sakit Dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor
b. Budi Anna Keliat adalah seorang yang termasuk Kelompok Keilmuan
Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
c. Ice Yulia Wardani adalah seorang yang termasuk dalam Kelompok
Keilmuan Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia
3. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor
adalah rumah sakit negeri kelas A di kota Bogor Jawa Barat. Kelompok
Keilmuan Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia. Penelitian dimulai pada bulan Mei 2013. Namun tidak
diketahui tanggal dilaksanakannya penelitian. tempat penelitian sudah
sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan, tetapi dalam penelitian

ini tidak di cantumkan waktu penelitian dan hanya di cantumkan waktu


publikasi penelitian ini.
Analisa :
Menurut kelompok kami jurnal ini belum baik karena tidak
mencantumkan tanggal dilaksanakannya penelitian.
4. Tujuan Penelitian

Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas cognitive behaviour


therapy (CBT) dan rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap
perubahan gejala dan kemampuan klien perilaku kekerasan. Menurut
kelompok kami jurnal ini sudah menjelaskan tujuan dari judul penelitian
tersebut.
Analisa :
Menurut kelompok 15 tujuan penelitian ini dipaparkan secara jelas oleh
penulis

secara

jelas

dalam

latar

belakang

penelitian

berjudul

EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY DAN RATIONAL


EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY TERHADAP GEJALA DAN
KEMAMPUAN MENGONTROL EMOSI PADA KLIEN PERILAKU
KEKERASAN.
5. Metode
a. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan metode
kuantitatif

dengan

menggunakan

desain

penelitian

Quasi

Experimental Pre-Post Test with Control Group dengan intervensi


Cognitive Behaviour Therapy (CBT) dan Rational Emotive Behaviour
Therapy (REBT).
b. Tidak dicantumkan popuasi dalam penelitian ini, penelitian ini hanya
menyebutkan pasien yang di rawat inap di rumah sakit tersebut.
c. Sampel dan Teknik pengambilan sampel
Responden berjumlah 60 orang yang terdiri atas 30 orang menjadi
kelompok kontrol dan 30 orang kelompok intervensi. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.

d. Instrumen penelitian
Cognitive Behaviour Therapy (CBT) dan Rational Emotive Behaviour
Therapy (REBT).
Analisa :
Menurut kelompok 15 metode penelitian yang dilakukan sudah tepat,
pelaksanaan sesuai teori. Menurut kelompok jumlah sampel yang
digunakan sudah cukup banyak untuk mewakili populasi dalam
pengambilan data. Dalam penelitian ini tidak di cantumkan kriteria
inklusi dan eksklusi padahal dalam penelitian ini menggunakan teknik
pengambilan sampel yaitu purposive sampling.
6. Hasil penelitian
Berikut akan dijabarkan hasil penelitian :
a. Karakteristik klien dengan perilaku kekerasan dalam penelitian ini
lebih banyak laki-laki 51 orang (85.0%), sebagian besar tidak bekerja
32 orang (53.3%), memiliki jenjang pendidikan SMA dan PT 36 orang
(60.0%), sebagian besar tidak kawin 45 orang (75.0%), adanya
riwayat gangguan jiwa 35 orang (58.3%) dan frekuensi dirawat di
rumah sakit 2 kali atau lebih 45 orang (75.0%).
b. Perubahan

gejala

perilaku

kekerasan

sebelum

dan

sesudah

pelaksanaan cognitive behaviour therapy dan rational emotive


behaviour therapy.
Penurunan gejala perilaku kekerasan pada klien yang mendapatkan
CBT dan REBT lebih besar mencapai rata-rata 50.00 (77%) dalam
katagori rendah dari pada klien yang tidak mendapatkan CBT dan
REBT mencapai 59.03 (66%) dalam katagori sedang.
Efektifitas CBT dan REBT dalam menurunkan gejala perilaku
kekerasan adalah:
E = 21.50-11.93/21.50 x 100 % = 45 %
Perubahan kemampuan kognitif, afektif dan perilaku klien dengan
perilaku kekerasan sebelum dan sesudah pelaksanaan cognitive
behaviour therapy dan rational emotive behaviour therapy.

Kemampuan kognitif klien meningkat secara bermakna mencapai


65.87 (74%), afektif 66.03 (76%), dan perilaku 66.90 (77%)
dengan p value < 0.05.
Komposit kemampuan kognitif, afektif dan perilaku meningkat
mencapai 198.80 (75%) dengan p value < 0.05.
Efektifitas CBT dan REBT dalam meningkatkan kemampuan
kognitif, afektif dan perilaku pada klien perilaku kekerasan adalah:
E = 198.80-101.50/240 x 100% = 41 % .
c. Penelitian ini tidak menemukan karakteristik klien yang berpengaruh
terhadap penurunan gejala perilaku kekerasan.
d. Karakteristik yang berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan
perilaku klien adalah usia terutama 32 tahun dan status perkawinan
terutama

klien

yang

menikah.

Penelitian

tidak

menemukan

karakteristik yang berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan


kognitif dan afektif klien.
Analisa :
Menurut kelompok 15 pemaparan hasil penelitian sesuai dengan
tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektivitas cognitive
behaviour therapy (CBT) dan rational emotive behaviour therapy
(REBT) terhadap perubahan gejala dan kemampuan klien perilaku
kekerasan. Hasil jurnal ini juga sudah sesuai dengan analisa data yang
digunakan yaitu Analisis statistik yang digunakan adalah univariat,
bivariat dan multivariat dengan analisis dependen dan independent
sample t-Test, Chi-square serta regresi linier ganda.
7. Korelasi antara isi jurnal dengan teori
a. Isi jurnal
Dalam jurnal ini berisi tentang efektivitas cognitive behaviour therapy
(CBT) dan rational emotive behaviour therapy (REBT) untuk
meningkatkan koqnitif, afektif dan perilaku serta untuk menurukan
gejala perilaku kekerasan.
b. Stuart (2009) menyatakan terapi CBT bertujuan mengubah keyakinan
yang tidak rasional, kesalahan penalaran dan pernyataan negatif

tentang keberadaan individu. REBT lebih memfokuskan pada


perubahan interpretasi klien terhadap kejadian atau peristiwa.
CBT adalah salah satu terapi yang digunakan untuk memodifikasi
fungsi berpikir, merasa dan bertindak dengan menekakan peran otak
dalam menganalisa, memutuskan, bertanya, berbuat dan memutuskan
kembali sehingga dengan mengubah status pikiran dan perasaanya,
klien diharapkan dapat merubah tingkah laku dari negatif ke positif
(oemarjoedi, 2003).
REBT adalah terapi yang digunakanuntuk mengagani otrang yang
mengalami kesulitan untuk membiasakan diri dalam mengendalikan
emosi (Albert Ellis, 1974)
Analisa:
Dalam jurnal ini terdapat korelasi atau hubungan antara isi jurnal dan
teori.
8. Korelasi antara isi jurnal dengan realita klinis (lahan praktik)
Lahan praktik kelompok berada di wisma Drupada RSJ. Soerojo
Magelang. Wisma ini merupakan salah satu bangsal kelas 2. Dari nama
instalasinya jelas merupakan tempat rawat untuk pasien gangguan jiwa.
Di bangsal ini ditemukan berbagai macam gangguan jiwa salah satunya
adalah perilaku kekerasan.
Dari tujuh pasien diantaranya ditemukan riwayat perilaku kekerasan
sebelum dirawat dirumah sakit dan tidak mendapatkan peneganan hingga
mengarah ke arah gangguan jiwa lain seperti menarik diri, harga diri
rendah, waham, halusinasi, hingga percobaan bunuh diri. Penanganan
perilaku kekerasan juga masih ditangani dengan terapi psikofarmaka dan
terapi individu dan kelompok, maka dengan di analisanya jurnal ini
diharapkan mampu memberikan pelayanan keperawatan jiwa yang lebih
optimal untuk pasien gangguan jiwa, khususnya yang mengalami
perilaku kekerasan sehingga tingkat kekambuhan yang dialami lebih
rendah.
Jurnal dengan lahan praktik kelompok jelas mempunyai korelasi yang
besar, sebagai bukti evidence based bahwa hasil penelitian ini dapat
diterapkan di bangsal baik pada individu maupun kelompok.
9. Analisa SWOT penerapan jurnal di klinik
a. Strength/ Kekuatan

1) Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah eksperimen sehingga dapat


dijadikan referensi baru.
2) Terapi CBT dan REBT mampu meningkatkan kognitif, afektif, dan
perilaku.
3) Terapi CBT dan REBT dapat menurunkan gejala perilaku
kekerasan.
4) Terapi CBT dan REBT efektif untuk diterapkan pada pasien
perilaku kekerasan yang kurang kooperatif.
b. Weakness/Kelemahan
1) Waktu penelitian tidak dicantumkan
2) Dalam jurnal ini, peneliti tidak mencantumkan jumlah populasi
3) Dalam jurnal ini tidak dijelaskan proses pelaksanaannya
c. Opportunities/Peluang
1) Mempercepat pasien untuk kooperatif atau meningkatkan derajat
kesehatan jiwa pasien.
2) Peneliti merekomendasikan bahwa Hasil penelitian ini hendaknya
digunakan sebagai evidence based dalam mengembangkan terapi
CBT yang dipadukan dengan REBT baik pada individu maupun
kelompok, sehingga menjadi modalitas terapi keperawatan jiwa
yang efektif dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa dan
meningkatkan derajat kesehatan jiwa.
3) Peninggkatan mutu pelayanan di rumah sakit jiwa
d. Threats/Tantangan
1) Tidak semua pasien yang mengalami perilaku kekerasan kooperatif
sehingga membuat terapi efektif.
2) Meningkat kemampuan
perawat dalam berkomunikasi dan
berinteraksi dengan pasien jiwa
10.Analisa PICO
Person
: Klien dengan perilaku kekerasan.
Intervention : Memberikan cognitive behaviour therapy (CBT) dan
Rational Emotif behaviour Therapy (REBT).
Comparison : Kelompok control tidak diberi perlakuan.
Outcome
: Didapatkan hasil yaitu terapi CBT dan terapi REBT efektif
untuk meningkatkan koqnitif, afektif, dan perilaku dan
menurunkan gejala perilaku kekerasan.
11.Implikasi keperawatan
a. Penggunaan cognitive behaviour therapy (CBT) dan Rational Emotif
behaviour Therapy (REBT) efektif untuk meningkatkan koqnitif,

afektif, dan perilaku dan menurunkan gejala perilaku kekerasan dan


dapat di terapkan di bangsal baik pada individu maupun kelompok.
Walaupun hasil penelitian jurnal ini tidak mempengaruhi hasil
kesehatan mental pasien secara signifikan, namun terapi ini bisa
diterapkan disetiap bangsal terutama di wisma drupada untuk
meningkatkan ekspresi diri, meningkatkan kesehatan emosianal dan
meningkatkan kognitif,afektif dan perilaku.
b. Peneliti merekomendasikan bahwa Hasil penelitian ini hendaknya
digunakan sebagai evidence based dalam mengembangkan terapi CBT
yang dipadukan dengan REBT baik pada individu maupun kelompok,
sehingga menjadi modalitas terapi keperawatan jiwa yang efektif
dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa dan meningkatkan derajat
kesehatan jiwa.
12. Manfaat Jurnal
a. Bagi mahasiswa
1) Mampu menggunakan terapi CBT dan terapi REBT sebagai salah
satu terapi untuk meningkatkan koqnitif, afektif, dan perilaku dan
menurunkan gejala perilaku kekerasan pada pasien perilaku
kekerasan.
2) Menambah lagi wawasan dan pengetahuan dalam memberikan
terapi kepada pasien dengan perilaku kekerasan
b. Bagi institusi ( RSJ Soerojo Magelang maupun bangsal Wisma
Drupada.
Terapi CBT dan REBT dapat diterapkan untuk meningkatkan koqnitif,
afektif, dan perilaku serta menurunkan gejala perilaku kekerasan pada
pasien perilaku kekerasan.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Metode penelitian yang di ambil peneliti sudah tepat yaitu dengan eksperimen
pendekatan kasus control yang dapat memberikan kejelasan hasil penelitian
karena benar-benar dilakukan penelitian.
2. Hasil penelitian jurnal ternyata penggunaan terapi CBT dan terapi REBT efektif
dalam meningkatkan kognitif, efektif, perilaku, dan menurunkan gejala perilaku
kekerasan.
3. Jurnal ini sangat bermanfaat karena dapat memberikan tambahan pengetahuan
tentang manfaat terapi CBT dan terapi REBT dalam mengontrol emosi klien
sengingga mampu memberikan perawatan yang tepat untuk pasien.
4. Isi jurnal sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa terapi CBT dan terapi
REBT terbukti mampu meningkatkan kognitif, efektif dan perilaku. Serta
menurunkan gejala perilaku kekerasan.
B. SARAN

Perawat jiwa di rumah sakit diharapkan selalu memotivasi klien


dan mengevaluasi kemampuan-kemampuan yang telah dipelajari dan
dimiliki oleh klien sehingga latihan yang diberikan membudaya.
Apabila terjadi kemunduran pada klien hendaknya perawat
ruanganmengkonsultasikan perkembangan kliennya yang telah
mendapat terapi spesialis kepada perawat spesialis yang ada di rumah
sakit.