Anda di halaman 1dari 57

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

DINAS PERHUBUNGAN DAN LLAJ

Jember,

28 Oktober 20

SOSIALISASI PENYELENGGARAAN
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS
ANDALALIN

Oleh :
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas
ARJANI HIA PUTRA, ATD, MT

DASAR HUKUM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

UU No. 22 Tahun 2007 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan


Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2006 tentang Jalan
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis
Dampak, serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas;
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2011 tentang Forum Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas Dan
Angkutan Jalan
Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah
Provinsi Jawa Timur
Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2014 tentang Jalan Berkeselamatan
Peraturan Gubernur Nomor 82 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Sekretariat, Bidang,
Sub Bagian dan Seksi Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi
Jawa Timur
2

DASAR HUKUM TEKNIS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 13 Tahun 2014 tentang Rambu-Rambu


Lalu Lintas di Jalan
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 49 Tahun 2014 tentang Alat Pemberi
Isyarat Lalu Lintas
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 75 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan
Analisis Dampak Lalu Lintas
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 96 Tahun 2015 tentang Pedoman
Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas
Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota I038/TBM/1997, Departemen
Pekerjaan Umum, Direktorat Jendral Bina Marga.
Manual Kapasitas Jalan Indonesia tahun 1997.
Petunjuk Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Analisis Dampak Lalu
Lintas;

PENGERTIAN ANDALALIN
Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) adalah:
suatu kajian khusus yang menilai efek-efek yang
ditimbulkan
oleh
lalu
lintas
yang
dibangkitkan/ditarik, oleh suatu pengembangan
kawasan terhadap jaringan transportasi di
sekitarnya. (Evaluating Traffic Impact Studies, 1994)

Definisi lain.
Andalalin adalah:
serangkaian kegiatan kajian mengenai dampak lalu
lintas
dari
pembangunan
pusat
kegiatan,
permukiman,
dan
infrastruktur yang
hasilnya
dituangkan dalam bentuk dokumen hasil analisis
dampak lalu lintas. (PP 32 Tahun 2011)
Manajemen rekayasa lalu lintas adalah :
serangkaian usaha dan kegiatan yang meliputi perencanaan,
pengadaan, pemasangan, pengaturan, dan pemeilharaan
fasilitas perlengkapan jalan dalam rangka mewujudkan,
mendukung dan memelihara, keselamatan, ketertiban dan
kelancaran lalu lintas.

LATAR BELAKANG
Mengapa diperlukan ANDALALIN??
Perubahan tata guna lahan menimbulkan lalulintas

Pembangunan suatu kawasan dan/atau lokasi tertentu


mempunyai pengaruh terhadap lalu lintas di sekitarnya.
Secara umum telah diterima suatu konsep pay your own way
pihak pengembang harus memberikan kontribusi yang nyata
sebagai akibat pengembangan suatu kawasan.
Kota-kota di Indonesia saat ini tumbuh dengan pesatnya
spasial, demografi, ekonomi meningkatkan intensitas
pergerakan orang/barang permasalahan (kemacetan, polusi).
Mengurangi dan mencari solusi terhadap dampak lalu lintas
yang
kemungkinan
timbul
akibat
pembangunan
/
pengembangan suatu kawasan.
Memberikan jaminan bahwa kegiatan pembangunan /
pengembangan kawasan memiliki aksesibilitas yang baik, agar
dapat berkembang dengan baik namun dengan potensi dampak
lalu lintas yang dapat dikendalikan.
6

Analisis dampak lalu lintas dipergunakan untuk

memprediksi apakah : infrastruktur transportasi


dalam daerah pengaruh pembangunan dapat
melayani (lalu lintas yang ada (eksisting) + lalu
lintas
yang
dibangkitkan
/
ditarik)
oleh
pembangunan tersebut.
Jika prasarana yang ada tidak dapat mendukung lalu

lintas tersebut maka harus dilakukan manajemen


dan rekayasa terhadap lalu lintasnya.

Kapan ANDALALIN Dilakukan ??


Pembangunan
Wilayah Perkotaan
Pembangunan &
Peningkatan Sistem
Transportasi

Peningkatan
Bangkitan Lalu
Lintas

Perubahan
Peruntukan Lahan

Analisis
Dampak
Lalu Lintas

Pembangunan
Pusat Kegiatan
Perkotaan

Tata Guna Tanah


(Land Use) Yang
Baru

PERMASALAHAN UMUM
Isu traffic impact mengemuka ketika permasalahan

lalu lintas sudah muncul;


Formalitas dan costly;
Analisis dan mitigasi kurang bisa dipertanggung
jawabkan;
Pemisahan tanggung jawab;
Kemudahan aksesibilitas terhadap pembangunan
kawasan.
Pengendalian dan penanganan Damapak Lalu Lintas.
Lain-lain .
9

ANDALALIN
Dalam

UNDANG-UNDANG
NOMOR 22 TAHUN 2009

10

Pasal 99
(1). Setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan
infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan Keamanan,
Keselamatan, Ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan
jalan wajib dilakukan analisis dampak lalu lintas.
(2). Analisis dampak lalu lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
sekurang-kurangnya memuat :
a.Analisis bangkitan dan tarikan lalu lintas dan angkutan jalan;
b.Simulasi kinerja lalu lintas tanpa dan dengan adanya
pengembangan;
c.Rekomendasi dan rencana implementasi penanganan dampak;
d.Tanggung jawab pemerintah dan pengembang atau pembangun
dalam penanganan dampak; dan
e.Rencana pemantauan dan evaluasi.
(3). Hasil analisis dampak lalu lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan salah satu syarat bagi pengembang untuk mendapatkan
izin pemerintah dan/atau pemerintah daerah menurut peraturan
perundang-undangan.
11

..... Lanjutan
Pasal 100
(1). Analisis dampak lalu lintas sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 99 ayat (1) dilakukan oleh lembaga
konsultan yang memiliki tenaga ahli bersertifikat
(2). Hasil analisis dampak lalu lintas sebagaiman
dimaksud dalam pasal 99 (3) harus mendapatkan
persetujuan dari instansi yang terkait di bidang lalu
lintas dan angkutan jalan
(Penjelasan : Instansi yg membidangi Jalan, Sarpras serta
Kepolisian)

Pasal 101
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan analisis
dampak lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal
99 dan pasal 100 diatur dengan peraturan pemerintah
12

Dampak Sosial Ekonomi DA

ANDALALIN
Dalam

PERATURAN PEMERINTAH R.I.


NOMOR : 32 Tahun 2011

13

Pasal 47 : Setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman,


dan infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan keamanan,
keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan
wajib dilakukan analisis dampak lalu lintas.
Pasal 48 ayat 4 : Kriteria pusat kegiatan, permukiman dan infrastruktur
yang dapat menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan,
ketertiban dan kelancaran lalu lintas angkutan jalan diatur oleh
menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan prasarana lalu
lintas dan angkutan jalan setelah mendapat pertimbangan dari :
a. menteri yang bertanggung jawab di bidang jalan; dan
b. Kepala Kepolisian Negara R.I.

Penjelasan :

Yang dimaksud dengan rencana pembangunan pusat kegiatan,


permukiman, dan infrastruktur dalam hal ini dapat berupa
pembangunan baru, pengembangan, atau peningkatan kepadatan.

14

..Lanjutan
Pasal 49 : Hasil analisis dampak lalu lintas merupakan salah
satu persyaratan pengembang atau pembangun untuk
memperoleh :
a. izin lokasi;
b. izin mendirikan bangunan; atau
c. izin pembangunan bangunan gedung dengan fungsi
khusus sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di
bidang bangunan
gedung
Pasal 50 ayat 1 : Pengembang atau pembangun melakukan
analisis dampak lalu lintas dengan menunjuk lembaga
konsultan yang memiliki tenaga ahli bersertifikat.
Pasal 50 ayat 2 : Sertifikat sebagaimana dimaksud diberikan
oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.
15

..Lanjutan
Pasal 51 ayat 1 & 2 : Hasil analisis dampak lalu lintas disusun
dalam bentuk dokumen hasil analisis dampak lalu lintas.
Dokumen hasil analisis dampak lalu lintas paling sedikit
memuat:

a. analisis bangkitan dan tarikan lalu lintas dan


angkutan jalan akibat pembangunan
b. simulasi kinerja lalu lintas tanpa dan dengan
adanya pengembangan.
c. rekomendasi
dan
rencana
implementasi
penanganan dampak.
d. tanggung jawab pemerintah dan pengembang
atau pembangun dalam penanganan dampak.
e. rencana pemantauan dan evaluasi, dan
f. gambaran umum lokasi yang akan dibangun
16

.....Lanjutan
Pasal 51 ayat 3 : Tanggung jawab pengembang atau

pembangun dalam penanganan dampak sebagaimana


dimaksud dalam penanganan dampak dilakukan dalam
lokasi pusat kegiatan, permukiman atau infrastruktur yang
dibangun atau dikembangkan.
Pasal 52 : Hasil analisis dampak lalu lintas sebagaimana
dimaksud harus mendapatkan persetujuan dari :
a. menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
prasarana
lalu lintas dan angkutan jalan, untuk jalan nasional;
b. gubernur, untuk jalan propinsi;
c. bupati, untuk jalan kabupaten dan/atau jalan desa; atau
d. walikota, untuk jalan kota

17

.....Lanjutan
Pasal 54 ayat 1 : Untuk memberikan persetujuan, menteri
yang bertanggung jawab di bidang sarana dan prasarana
lalu lintas dan angkutan jalan, gubernur, bupati atau
walikota sesuai dengan kewenangannya membentuk tim
evaluasi dokumen hasil analisis dampak lalu lintas.
Pasal 54 ayat 2 : Tim evaluasi terdiri dari unsur pembina
sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan,
pembina jalan dan Kepolisian Negara R.I.
Pasal 55 : Tim evaluasi mempunyai tugas :

a. melakukan penilaian terhadap hasil analisis dampak lalu


lintas; dan
b. menilai kelayakan rekomendasi yang diusulkan dalam
hasil analisis
dampak lalu lintas
18

Menteri/Gubernur/Bupati atau Walikota memberikan


persetujuan terhadap hasil studi Analisis Dampak Lalu
Lintas setelah mendapat hasil penilaian dari Tim Evaluasi
Analisis Dampak
Lalu Lintas.
1). Tim Evaluasi
ANDALALIN terdiri dari instansi yg
menangani urusan :
a. Bidang Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan. (LLAJ)
b. Bidang Pekerjaan Umum atau Prasarana dan
Sarana. (PU)
c. Bidang Lalu Lintas Kepolisian (POLRI).
2). Instansi yang menangani urusan Sarana dan prasarana
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai Koordinator dari
Tim Analisis Dampak Lalu Lintas.
3). Menteri/Gubernur/Bupati atau Walikota dapat
melibatkan instansi lain diluar instansi sebagai anggota
Tim Analisis Dampak Lalu Lintas dengan pertimbangan
tertentu.
19

Dampak Sosial Ekonomi DA

ANDALALIN
Dalam

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN


NOMOR : 75 TAHUN 2015

20

Pasal 2
1) Setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman,

dan infrastuktur yang akan menimbulkan gangguan kemanan,


keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan
angkutan jalan wajib dilakukan Analisis Dampak Lalu Lintas.
2) Rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan
infrastuktur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa
pembangunan baru atau pengembangan.
3) Pusat kegiatan sebagaimana diaksud pada ayat (1) berupa
bangunan untuk:
a.
b.
c.
d.

Kegiatan perdagangan
Kegiatan perkantoran
Kegiatan industri
Fasilitas Pendidikan :
1. sekolah atau universitas
2. lembaga kursus
21

Lanjutan
e. Fasilitas pelayanan umum

1. Rumah Sakit
2. klinik bersama
3. bank
f. Stasiun pengisisan bahan bakar
g. Hotel
h. Gedung pertemuan
i. Restoran
j. Fasilitas olah raga (indoor atau outdoor)
k. Bengkel kendaraan bermotor
l. Pencucian mobil dan / atau
m. Bangunan lainnya.
22

22

Pasal 3

1) Kriteria rencana pembangunan pusat kegiatan

perdagangan, perkantoran, industri, dan gedung


pertemuan sebagimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (3)
huruf a, huruf b, huruf c dan huruf h yang wajib dilakukan
Analisis Dampak Lalu Lintas dihitung berdasarkan luas
lantai bangunan
2) Kriteria rencana pembangunan fasilitas pendidikan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) huruf d
yang wajib Dilakukan Analisis Dampak Lalu Lintas dihitung
berdasarkan:
a. Jumlah Siswa yang mampu ditampung atau diterima
untuk didik atau
b. Jumlah siswa yang mampu ditampung dalam satuan
waktu tertentu
23

Lanjutan
3) Kriteria rencana pembangunan fasilitas pelayanan umum

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (3) huruf e yang


wajib dilakukan Analisis Dampak Lalu Lintas dihitung
berdasarkan :
a. Jumlah tempat tidur, untuk rumah sakit;
b. Jumlah ruang praktek dokter, untuk klinik bersama atau
c. Luas bangunan, atau bank
4) Kriteria rencana pembangunan stasiun pengisian bahan
bakar umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (3)
huruf f yang wajib dilakukan Analisis Dampak Lalu Lintas
dihitung berdasarkan jumlah dispenser.
5) Kriteria rencana pembangunan hotel sebagimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (3) huruf g yang wajib dilakukan Analisis
Dampak Lalu Lintas dihitung berdasarkan jumlah kamar.

24

24

Lanjutan
6) Kriteria rencana pembangunan restoran

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3)


huruf i yang wajib dilakukan Analisis Dampak lalu
lintas dihitung berdasarkan jumlah tempat duduk.
7) Kriteria rencana pembangunan fasilitas olahraga
(indoor atau outdoor) sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (3) huruf j yang wajib dilakukan
Analisis Dampak Lalu Lintas dihitung berdasarkan
kapasitas penonton dan/ luas lahan
8) Kriteria rencana pembangunan bengkel kendaraan
bermotor dan pencucian mobil sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) huruf k dan l yang
wajib dilakukan Analisis Dampak Lalu Lintas
dihitung berdasarkan luas lahan.
25

KRITERIA UKURAN MINIMAL ANDALALIN


Sesuai PM 75 Tahun 2015
tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas

KRITERIA UKURAN MINIMAL ANDALALIN


Sesuai PM 75 Tahun 2015
tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas

ISI DOKUMEN ANDALALIN

28

ISI DOKUMEN ANDALALIN

29

ISI DOKUMEN ANDALALIN

30

ISI DOKUMEN ANDALALIN

31

ISI DOKUMEN ANDALALIN

32

ISI DOKUMEN ANDALALIN

33

ANDALALIN
terhadap PERATURAN LAIN (IMB)
PRA-PEMBANGUNAN
1).Setiap pemohon Ijin
Mendirikan Bangunan
(IMB) untuk
bangunan dengan
kriteria yang
ditetapkan, terlebih
dahulu wajib
melakukan Analisis
Dampak Lalu Lintas.
2).Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB)
dapat disetujui
setelah persetujuan
Analisis Dampak Lalu
Lintas disetujui oleh
instansi yang
berwenang.

ANALISIS MITIGASI
Analisis Mitigasi dapat berupa peningkatan kapasitas atau
pengurangan permintaan.
Cara-cara mitigasi harus mempertimbangkan:
= Tahapan pembangunan kawasan.
= Kebutuhan dana.
Cara mitigasi meliputi:
= Pembangunan fasilitas baru.
= Penambahan jumlah lajur.
= Penerapan strategi manajemen sistem transportasi.
= Manajemen akses.
= Peningkatan angkutan umum.
= Penerapan manajemen permintaan angkutan.
= Perubahan site plan atau tata guna lahan.
Hasil Analisis Mitigasi ini berupa usulan program-program rencana
untuk peningkatan/perbaikan tingkat pelayanan lalu lintas.

35

SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH
2/2/16

By GK copyright 2014

36

HUBUNGAN ANDALALIN terhadap AMDAL


AMDAL : UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tujuan
utama untuk keberlanjutan & kelestarian lingkungan
hidup.
ANDALALIN : UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan, pada Pasal 99 bertujuan untuk
menciptakan lalu lintas yang aman, keselamatan, tertib
dan lancar.

..... Lanjutan
PEMBANGUNAN ATAU PENGEMBANGAN
KAWASAN BARU
Kriteria

masuk kriteria
AMDAL

masuk kriteria
AMDAL dan
ANDALALIN

masuk kriteria
ANDALALIN

tidak masuk kriteria


AMDAL dan
ANDALALIN

WAJIB
Amdal

WAJIB
Amdal+Andalalin

WAJIB
Andalalin

TIDAK WAJIB
Amdal+Andalalin

ANDALALIN
terhadap PERATURAN LAIN (IMB)
PRA-PEMBANGUNAN
1).Setiap pemohon Ijin
Mendirikan Bangunan
(IMB) untuk
bangunan dengan
kriteria yang
ditetapkan, terlebih
dahulu wajib
melakukan Analisis
Dampak Lalu Lintas.
2).Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB)
dapat disetujui
setelah persetujuan
Analisis Dampak Lalu
Lintas disetujui oleh
instansi yang
berwenang.

Prinsip Proses Andalalin


Proses Andalalin harus efektif, efisien, rasional,
murah, adil
dan transparan

PROSEDUR TEKNIS
ANDALALIN

Tahap 1

PENGEMBANGAN METODOLOGI

Tahap 2

ANALISIS KONDISI SAAT INI

Tahap 3

LALU LINTAS DASAR

Tahap 4

BANGKITAN LALU LINTAS

Tahap 5

DISTRIBUASI LALU LINTAS

Tahap 6

PEMILIHAN MODA

Tahap 7

PEMBEBANAN LALU LINTAS

Tahap 8

ANALISIS KONDISI AKAN DATANG


apakah tingkat pelayanan
diterima?

Tahap 9

ANALISIS MITIGASI

Tahap 10

AKSES SIRKULASI, LINGKUNGAN & PARKIR

Tahap 11

PENILAIAN DAN PERSETUJUAN

Tahap 12

PENGENDALIAN DAN EVALUASI

I. PENGEMBANGAN METODOLOGI
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan
analisis dampak lalu lintas, meliputi:

Jenis pusat kegiatan/permukiman/kawasan yang


dikembangkan
Asumsi umum bangkitan, distribusi, pemlihan moda,
pembebanan, tingkat pelayanan
Batasan Wilayah Studi Andalalin
Data pusat kegiatan, luas lahan, luas bangunan,
jumlah tingkat
Periode Analisis
Kebutuhan Pengumpulan data lalin
Data demografi eksisting & masa datang
Metode untuk distribusi lalin & pemilihan moda
Kebutuhan manajemen akses
Kebutuhan dan ketersediaan tempat parkir kendaraan

II. ANALISIS KONDISI SAAT INI


A. Pengumpulan Data

Data sistem transportasi eksisting:


karakteristik fisik dan fungsi sistem
transportasi, :
= jaringan transportasi,
= pelayanan angkutan,
= fasilitas pejalan kaki dan pesepeda,
= peningkatan transportasi yg
direncanakan,
= pengendalian lalu lintas.

Data Permintaan Lalin & Angkutan Eksisting:


= data historis volume lalu lintas,
= volume gerakan membelok,
= data penumpang angkutan umum, pejalan kaki,
pesepeda, dsb.

Data Demografi dan Tata Guna Lahan :


= data guna lahan eksisting dan rencana masa
mendatang,
= data sosio-ekonomi dan prediksi ke depan,
= rencana komprehensif yang diperlukan.

B. Analisis Kinerja
Rasio antara volume dan kapasitas jalan
Kecepatan
Waktu perjalanan

III. LALU LINTAS DASAR


Data historis lalu lintas yang digunakan sebagai dasar
untuk membandingkan kondisi lalu lintas sebelum dan
setelah adanya pembangunan.
Menyediakan latar belakang lalu lintas yang realistis untuk
evaluasi dampak dari suatu pengembangan yang diusulkan
Pada tahap ini lalu lintas untuk kondisi mendatang harus
dihitung, baik untuk kondisi tanpa maupun dengan adanya
pembangunan.

48

IV. BANGKITAN LALU LINTAS


Dari instansi transportasi setempat untuk jenis kawasan serupa dan mengasumsi
bahwa kawasan yang akan dibangun (data base).
Dari kawasan serupa dari daerah lain.
Dari referensi atau manual yang tersedia.
Variabel untuk menghitung jumlah perjalanan:
perjalanan per orang;
perjalanan per kendaraan;
perjalanan per tempat tinggal;
perjalanan per m2 luas lantai bangunan.

Bangkitan didasarkan asumsi jumlah yg menggunakan angkutan


umum, sepeda, atau pejalan kaki adalah rendah dan dapat
diabaikan;
Batasan-batasan
dan Asumsi
Sekolah/Perguruan Tinggi/Tempat kursus, tingkat bangkitan
pejalan kaki harus mendapat perhatian khusus;
Tingkat bangkitan lalu lintas dapat didasarkan pada sejumlah
studi;
Adanya variasi dalam tingkat bangkitan lalu lintas. yg
bergantung pada:
= kawasan berlokasi dalam wilayah metropolitan atau
non-metropolitan;
= apakah kawasan terletak di pusat kota atau di pinggir
kota.
Variasi harian maupun musiman juga ada. Hari Sabtu/Minggu
utk perbelanjaan.
Tingkat bangkitan lalu lintas yg masuk dan keluar kawasan
pengembangan;
Bila dua kawasan pengembangan terletak saling
berseberangan, terdapat bangkitan lalu lintas milik bersama
sebesar kurang lebih 10%. dapat diasumsikan bahwa sekitar
10% dari lalu lintas masuk dan 10% dari lalu lintas keluar dari

V. DISTRIBUSI LALU LINTAS


1. Metode Manual:

= Metode Analogi: dgn basis data lalin eksisting dari guna lahan sejenis.
= Studi Asal-Tujuan: menggunakan basis survai asal-tujuan terdahulu.
= Metode Manual dari Model Gravity:

2. Metode Pemodelan:

Keluaran dari model dapat dipakai sebagai pembanding dan koreksi bagi
perhitungan distribusi manual. Dalam proses pembebanan manual, sangat
umum bila dipakai metode pemodelan untuk menentukan persentase
distribusi kendaraan. Namun untuk pembebanan jaringan jalan yang sangat
besar, metoda pemodelan merupakan pilihan yang tepat

VI. PEMILIHAN MODA


Pemilihan Moda dalam ANDALALIN adalah untuk mengestimasi
jumlah perjalanan antar zona yang diperkirakan akan
menggunakan moda selain kendaraan pribadi.

VII. PEMBEBANAN LALU LINTAS


Pembebanan pada jaringan jalan dan pembebanan pada tiap-tiap
pintu masuk sebagai dasar dalam mengestimasi apakah jaringan
jalan dapat menampung tambahan lalu lintas yang dibangkitkan
oleh pembanguna pusat kegiatan / kawasan baru tersebut.

VIII. ANALISIS KONDISI YANG AKAN DATANG


Dievaluasi untuk menentukan apakah dampaknya :
(1) signifikan dan/atau
(2) merugikan.
Bila jalan mengalami penurunan nilai V/C rasio di bawah nilai yang
direncanakan.
Bila jalan tidak dapat ditingkatkan karena kondisi fisik dan terdapat
masalah lingkungan.
Bila jalan pada saat ini nilai V/C rasio sudah di bawah nilai yang
disyaratkan, tetapi jalan itu dalam 5 tahun belum masuk dalam program
peningkatan pemerintah daerah.

IX. ANALISIS MITIGASI


Analisis Mitigasi dapat berupa peningkatan kapasitas atau
pengurangan permintaan.
Cara-cara mitigasi harus mempertimbangkan:
= Tahapan pembangunan kawasan.
= Kebutuhan dana.
Cara mitigasi meliputi:
= Pembangunan fasilitas baru.
= Penambahan jumlah lajur.
= Penerapan strategi manajemen sistem transportasi.
= Manajemen akses.
= Peningkatan angkutan umum.
= Penerapan manajemen permintaan angkutan.
= Perubahan site plan atau tata guna lahan.
Hasil Analisis Mitigasi ini berupa usulan program-program rencana
untuk peningkatan/perbaikan tingkat pelayanan lalu lintas.

X. AKSES LINGKUNGAN, SIRKULASI & PARKIR


Analisis rencana pembangunan dan rencana peningkatan yang diusulkan, dampak
dari proyek terhadap pergerakan lalu lintas serta evaluasi keselamatan dan operasi
pada titik-titik akses menuju kawasan.
Penanganan Manajemen Akses
Untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas
pada jaringan jalan dan pada titik-titik akses menuju kawasan, dengan cara
membatasi titik konflik, memisahkan titik konflik, meniadakan arus membelok dan
antrian dari lalu lintas menerus.
Sirkulasi di sekitar kawasan
Harus dengan mudah mengakomodir pergerakan kendaraan, termasuk
angkutan umum dan pejalan kaki.
angkutan barang harus dibuat terpisah dari akses dan sirkulasi kendaraan
lainnya serta tidak mengganggu pejalan kaki atau parkir.
Keselamatan
Memastikan sistem sirkulasi internal dan titik akses didesain untuk pejalan kaki,
pesepeda dan keselamatan kendaraan guna meminimalkan konflik potensial yang
mungkin timbul.

XI. PENILAIAN & PERSETUJUAN


Penilaian dilakukan oleh instansi yang berwenang, dimana
semua instansi terkait dapat memberi tanggapan atas hasil
Andalalin tsb.

XII. PENGENDALIAN & EVALUASI IMPLEMENTASI


Merupakan proses monitoring, pengendalian terhadap
implementasi program-program peningkatan/perbaikan
tingkat pelayanan.
Rekomendasi perijinan yang telah disetujui oleh Instansi
yg berwenang merupakan acuan dalam pengendalian.
Implementasi yang tidak sesuai dengan program & skedul
perlu diberikan sanksi sesuai ketentuan.

TERIMA KASIH