Anda di halaman 1dari 14

PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI

DENGAN JUDUL :

HUBUNGAN RIWAYAT KELUARGA DAN UMUR DENGAN


KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PADANG TEPONG
KABUPATEN EMPAT LAWANG
Oleh :
ANWAR HUSIN
Program S1 Keperawatan

Bengkulu,

Februari 2014

Mengetahui
Pembimbing 1

Pembimbing 2

WIDARYOTO, SKM, M. Kes

RANU PUSPO WIBOWO, S.Kep

A.

Latar Belakang
Meningkatnya prevalensi penyakit kardiovaskuler setiap tahun menjadi
masalah utama di negara berkembang dan negara maju. Berdasarkan data Global
Burden of Disease (GBD) tahun 2000, 50% dari penyakit kardiovaskuler
disebabkan oleh hipertensi (Shapo, 2003). Berdasarkan Data Lancet, jumlah
penderita hipertensi di seluruh dunia terus meningkat. Di India, misalnya,
mencapai 60,4 juta orang pada 2002 dan diperkirakan 107,3 juta orang pada 2025.
Di China, 98,5 juta orang dan bakal jadi 151,7 juta orang pada 2025. Di bagian
lain di Asia, tercatat 38,4 juta penderita hipertensi pada 2000 dan diprediksi jadi
67,4 juta orang pada 2025 (Ramita, 2008).
Data dari The National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES)
menunjukkan bahwa dari tahun 1999-2000, insiden hipertensi pada orang dewasa
adalah sekitar 29-31%, yang berarti terdapat 58-65 juta penderita hipertensi di
Amerika, dan terjadi peningkatan 15 juta dari data NHANES tahun 1988-1991
(Yogiantoro, 2006). Sekitar 50 juta orang dewasa Amerika menderita tekanan
darah tinggi.
Angka kejadian hipertensi diperkirakan berkisar antara 15-25 populasi
penduduk dunia (WHO, 1999). Prevalensi hipertensi di beberapa negara maju
yakni : Jepang 15-22%, Cina 5-10%, Australia 19,1%, Jerman 19,3%, Amerika 1015%, Taipei 6,2% dan di Indonesia 25,8%. Dari uraian diatas dapat di lihat bahwa
prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia masih sangat tinggi dan menduduki
peringkat pertama di enam negara (Boedhi Darmojo, 2001). Di Indonesia,

mencapai 17-21% dari populasi penduduk dan kebanyakan tidak terdeteksi


(Ramita, 2008)
Di Indonesia, hipertensi didapatkan pada 83 per 1000 anggota rumah tangga.
Prevalensi tekanan darah tinggi meningkat dengan seiring dengan peningkatan
usia. Lebih dari setengah penduduk berusia antara 60 sampai dengan 69 tahun dan
tiga perempat penduduk berusia 70 tahun atau lebih menderita tekanan darah
tinggi. Sebuah studi meta analisis menunjukkan bahwa sekitar seperempat dari
populasi dunia, atau sekitar satu triliun penduduk menderita hipertensi pada tahun
2000. Proporsi ini akan meningkat sebanyak 29% atau menjadi 1,56 triliun
penduduk pada tahun 2025. (A.Ridjab, 2007). Dari penyelidikan epidemiologis di
buktikan bahwa kegemukan merupakan ciri khas pada populasi hipertensi, dan di
buktikan bahwa faktor ini mempunyai kaitan yang erat dengan terjadinya
hipertensi di kemudian hari. Pada penyelidikan dibuktikan bahwa curah jantung
dan sirkulasi volume darah, penderita obesitas dengan hipertensi, lebih tinggi di
bandingkan dengan penderita dengan berat badan normal. Merokok juga di
hubungkan dengan hipertensi, walaupun pada manusia mekanisme secara pasti
belum di ketahui. Hubungan antara merokok dengan peningkatan resiko
kardiovaskuler telah banyak di buktikan. Sedangkan olah raga lebih banyak
dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olah raga isotonik dan teratur
dapat menurunkan tahanan perifer, yang akan menurunkan tekanan darah. Olah
raga juga dikaitkan dengan peran obesitas pada hipertensi. Dengan kurangnya olah

raga, kemungkinan timbulnya obesitas akan meningkat dan apabila asupan garam
bertambah akan mudah timbulnya hipertensi (Artjatmo T, 2001).
Hasil survei kesehatan rumah tangga di kalangan penduduk umur 25 tahun
ke atas menunjukkkan bahwa 27% laki-laki dan 29% wanita menderita hipertensi;
0,3% mengalami penyakit jantung iskemik dan stroke. Terdapat 50% penderita
tidak menyadari sebagai penderita, sehingga penyakitnya lebih berat karena tidak
merubah dan menghindari faktor risiko. Sebanyak 70% hipertensi ringan, maka
banyak diabaikan/terabaikan sehingga menjadi ganas (hipertensi maligna).
(Sugiharto, Aris dkk, 2007).
Sehat berkaitan erat dengan perilaku atau gaya hidup manusia. Derajat
kesehatan ditentukan oleh tiga pilar yaitu perilaku sehat, lingkungan sehat, serta
pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Gaya hidup bersih dan sehat
merupakan pilar utama yang akan memicu dan memacu terciptanya pilar
lingkungan sehat dan pilar pelayanan kesehatan menuju tercapainya derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Menurut Mansjoer ddk, (1999),
berdasarkan penyebabnya hipertensi, dibagi menjadi dua golongan yaitu hipertensi
esensial atau primer dan hipertensi sekunder atau hipertensi non esensial tidak
diketahui penyebabnya atau sering disebut dengan hipertensi idiopatik. Namun
banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi seperti genetik,
lingkungan, susunan syaraf simpatis, sistem rennin-angiotensin, defek dalam
sekresi Na, peningkatan Na dan Ca intraselular, dan faktor-faktor yang dapat
menimbulkan risiko seperti obesitas, alkohol, merokok serta polisetimia.

Hipertensi ini juga merupakan bagian terbesar (95%) dari penderita hipertensi di
masyarakat.
Angka prevalensi penyakit hipertensi di Propinsi Sumatera Selatan tahun
2013 sebanyak 171,8219 jumlah kasus (DinKes Sumasel, 2013). Berdasarkan data
dari Rekam Medik Puskesmas Padang Tepong didapatkan bahwa pada tahun 2013
kasus hipertensi sebanyak 154 kasus sedangkan pada tahun 2014 sebanyak 214
kasus penyakit terbanyak rawat jalan di Puskesmas Padang Tepong (Profil
Puskesmas Padang Tepong, 2013-2014)
Berdasarkan uraian tersebut di atas disimpulkan bahwa kasus Hipertensi di
Puskesmas Padang Tepong termasuk kasus yang tinggi, maka peneliti merasa
tertarik untuk meneliti Hubungan riwayat keluarga dan usia dengan
kejadian hipertensi di puskesmas Padang Tepong Kab. Empat
Lawang.
B.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Apakah ada hubungan antara
riwayat keluarga dan

usia dengan kejadian hypertensi di

puskesmas Padang Tepong Kab. Empat Lawang.


C.

Tujuan Penelitian

1.

Tujuan Umum

Diketahuinya hubungan antara riwayat keluarga dan usia dengan


kejadian hipertensi di puskesmas Padang Tepong Kab. Empat
Lawang.

2.

Tujuan Khusus
a.

Diketahuinya gambaran kejadian hipertensi di Puskesmas Padang


Tepong.

b.

Diketahuinya gambaran riwayat keluarga pasien yang berkunjung ke


Puskesmas Padang Tepong.

c.

Diketahuinya gambaran umur pasien yang berkunjung ke Puskesmas


Padang Tepong.

d.

Diketahuinya hubungan antara riwayat keluarga dan

usia

dengan kejadian hypertensi di puskesmas Padang Tepong


Kab. Empat Lawang.
e.

Diketahuinya hubungan antara riwayat keluarga dan

usia

dengan kejadian hypertensi di puskesmas Padang Tepong


Kab. Empat Lawang.
D.

Manfaat Penelitian

1.

Bagi pendidikan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan bacaan dan informasi untuk
menambah dan meningkatkan pengetahuan bagi mahasiswa-mahasiswi tentang
kejadian hipertensi dan faktor-faktor resikonya.
2.

Bagi Puskesmas
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan suatu masukan dan evaluasi
dalam pelaksanaan program sehingga dapat mengurangi kejadian hipertensi.

3.

Bagi penulis
Untuk menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman penulis dalam
bidang penlitian mengenai hipertensi.

E.

Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang kebenarannya masih harus diuji,

atau rangkuman kesimpulan teoritis yang diperoleh dari tinjauan pustaka (Martono,
2012). Pada penelitian ini hipotesisnya adalah :
Ha1 =Ada hubungan riwayat keluarga dengan kejadian hypertensi di puskesmas
Padang Tepong Kab. Empat Lawang
Ha2 =Ada hubungan usia dengan kejadian hypertensi di puskesmas Padang
Tepong Kab. Empat Lawang
F.

Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian cross sectional dimana
dalam desain penelitian ini, variabel independen (riwayat keluarga hipertensi,
umur) dan variabel dependen (Hipertensi) diukur dalam waktu bersamaan dengan

cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat
(Point Time Approach) artinya, tiap subyek hanya diobservasi sekali saja dan
pengukurannya dilakukan terhadap status karakter atau variabel subyek pada saat
pemeriksaan. Hal ini tidak berarti bahwa semua subyek penelitian diamati pada
waktu yang sama (Notoatmodjo, 2002).
G.

Populasi dan Sampel


1.

Populasi
Populasi merupakan keseluruhan sumber data yang diperlukan dalam suatu
penelitian. (Alimul, Aziz, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien
hipertensi yang berobat ke Puskesmas Padang Tepong tahun 2014 sebanyak 214
orang (Profil Puskesmas Padang Tepong, 2014).

2.

Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang mewakili suatu populasi
(Alimul, 2007). Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang berobat di
ke Puskesmas Padang Tepong, pengambilan

sampel

dilakukan

secara

Accidental sampling, dimana penelitian ini hanya di lakukan dengan mengambil


responden yang kebetulan ada atau tersedia.
Adapun

besar

sampel

(Stanley Lameshow, 1997) :


N . Z 2 . (1 P )
n 2
d . ( N 1) Z 2 . P (1 P )

ditetapkan

dengan

menggunakan

rumus

Keterangan :
n

Perkiraan besar sampel

Perkiraan besar populasi

Nilai standar normal (1,96)


Perkiraan proporsi kejadian hipertensi = 0,5
Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (0,10)

214 (1,96) 2 . 0,5 (1 0,5)


n
(0,10) 2 . (214 1) (1,95) 2 . 0,5 (1 0,5)

214 (3,8416) . 0,25


(0,01) . ( 213) (3,8416) . 0,25

205,5256
2,13 0,9604

205,5256
3,0904

n = 66,5
Jadi sampel yang digunakan sebanyak 66 pasien.
Dengan kriteria :
a.
b.
c.
H.

Pasien yang berobat ke Puskesmas Padang Tepong


Umur minimal 30 tahun
Bersedia menjadi responden

Variabel Penelitian
1. Hipertensi

2. Riwayat Keluarga
3. Umur pasien

I.

Defenisi Operasional
No

Variabel

Definisi operasional

Alat Ukur

Riwayat
Keluarga

Kuesioner,
Register/
Status

Umur

Riwayat keluarga yang


menderita hipertensi yang
diketahui melalui kuesioner
terpimpin. Yang dimaksud
dengan keluarga disini
adalah ayah kandung dan
ibu kandung
Umur
penderita
yang
tercatat pada buku register
Puskesmas Padang Tepong

Hipertensi Penderita hipertensi adalah


penderita yang didiagnosis
hipertensi oleh dokter yang
bertugas
di
Puskesmas
Padang Tepong, dan tercatat
dalam buku register rawat
jalan

Register
atau Status

Register

Hasil Ukur

Skala Ukur

0.

Memiliki riwayat
keluarga hipertensi
1. Tidak
Memiliki
riwayat
keluarga
hipertensi

Ordinal

0. Umur 45 Tahun
(faktor resiko)
1. Umur < 45 thn
(bukan faktor resiko)

Ordinal

0. Pasien Hipertensi
1. Tidak Hipertensi

Nominal

J.

Cara Pengumpulan Data


Data dikumpulkan melalui status pasien dan kuesioner yang berisikan pertanyaan
yang berhubungan dengan variabel yang diteliti. Sumber data diperoleh dari :
1.

Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden melalui
kuesioner/wawancara

2.

Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari Catatan Medik Puskesmas
Padang Tepong

K.

Pengolahan Data
Data yang terkumpul akan diolah secara manual maupun menggunakan komputer,
adapun pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.

Pemeriksaan Data (Editing)


Merupakan kegiatan pengecekan isian angket, apakah jawaban yang ada
diangket sudah lengkap, jelas, relevan dan konsisten

2.

Pemberian Kode (Coding)


Yaitu pengkodean data menjadi bentuk kategori, variabel dependen dan
independen dengan dilakukannya tahap ini maka proses pengolahan dan entry
data menjadi mudah.

3.

Pemberian Skor (Scoring)


Pemberian nilai skor pada data yang memerlukan scoring.

4.

Tabulating
Yaitu mentabulasi data berdasarkan kelompok data yang telah ditentukan
kedalam master tabel.

5.

Memasukkan Data (Entry Data)


Data yang telah dikoding dimasukkan kemudian dianalisis dengan
menggunakan komputer.

6.

Membersihkan Data (Cleaning Data)


Yaitu pengecekan data (variabel data) yang telah dimasukkan kedalam
program komputer sebelum dilakukan analisis lebih lanjut. untuk menghindari
kesalahan, sehingga hasil analisa data nantinya sesuai data sebenarnya.

L.

Analisa Data
Tekhnik analisis data yang digunakan adalah
1. Analisis Univariat
Analisis univariat digunakan untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi
dan proporsi dari variabel yang diteliti, baik variabel dependen maupun
independen.
Analisis ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi frekuensi masingmasing variabel penelitian dengan menggunakan ukuran proporsi (Arikunto,
2002)
Dengan Rumus
P=

Keterangan :

f
= x 100%
n

P : Proporsi / jumlah persentase


f : Jumlah responden setiap kategori
n : Jumlah Sampel
Persentase yang diperoleh disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi dan
diinterpretasikan sebagai berikut :
0% - 25%
26% - 49%
50%
51% - 75%`
76% - 99%
100%

= Sebagian kecil responden


= Hampir sebagian dari responden
= Setengah/sebagian dari responden
= Sebagian besar responden
= Hampir seluruh responden
= Seluruh responden

2. Analisis Bivariat
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independent
dengan variabel dependent. Jenis Uji Statistik yang digunakan X2 (Chi-Square)
dengan derajat kepercayaan 95%.
Chi - square menurut Arikunto, (2002). Menggunakan tabel 2 x 2 dengan
rumus;
X2 = {(ad bc) N)2 N)}
(a+c) (a+b) (c+d) (b+d)
Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan :
a) Jika P value (0,05), Ho ditolak, berarti ada hubungan bermakna antara
variabel independen dengan dependen.
b) Jika P value > (0,05), Ho diterima, berarti tidak ada hubungan bermakna
antara variabel independen dengan dependen.