Anda di halaman 1dari 51

Gangguan neurologi

pada geriatri
Dr. Sariningsih, SpS

materi
Gangguan vaskuler Stroke
Gangguan motorik (gerak) Tremor,
sindroma Parkinson, Gangguan
Keseimbangan Falls
Gangguan Kognitif Demensia
Gangguan sensorik nyeri
( osteoporosis)
Gangguan otonom inkontinensia uri,
alvi

DEMENSIA
Suatu sindroma (yang disebabkan berbagai
kelainan) yang ditandai dengan gangguan
fungsi kognitif yang sebelumnya lebih
tinggi (termasuk gangguan memori)
Gangguan ini cukup berat sehingga
mengganggu fungsi okupasional/pekerjaan
dan atau aktifitas sosial
DSM-IV (1994)

Patokan mengenal
DEMENSIA
Menurunnya daya ingat
Merosotnya interaksi sosial
Cenderung makin berat

?
Demensia banyak dijumpai
Prevalensi : 3 - 5% pada usia >
65 th
Indonesia : 15,3 juta
Gejala awalnya mudah lupa
(gangguan memori) :
ringan -------------- berat

PREVALENSI DEMENSIA
Prevalensi meningkat sesuai
bertambahnya usia
Usia
60-64
65-69
70-74
75-79
80-84
85+

% prev
0,7
1,4
2,8
5,6
10,5
29.7
Jorm et al, 1987

JENIS DEMENSIA

Dementia
Two Types:
Reversible
Irreversible

Dementia
Reversible:
D=
E=
and
M=
E=
N=
T=
I=
A
Overview of

Drugs, Delirium
Emotions (such as depression)
Endocrine Disorders
Metabolic Disturbances
Eye and Ear Impairments
Nutritional Disorders
Tumors, Toxicity, Trauma to Head
Infectious Disorders
Alcohol, Arteriosclerosis (Dick-MulhekeAlzheimer's Disease)

Dementia
Irreversible:
Alzheimers
Lewy Body Dementia
Picks Disease (Frontotemperal
Dementia)
Parkinsons
Heady Injury
Huntingtons Disease
Jacob-Cruzefeldt Disease
10

ETIOLOGI

Penyakit Alzheimer
Demensia multi infark
Pseudodemensia
Demensia alkoholik
Tumor intrakranial
NPH
Intoksikasi
Huntington
Penyakit lain

50%
10%
8%
7%
5%
5%
3%
2%
10%
Adams RD, 1997

Proses Menua
Semua organ : perubahan struktural dan
fisiologis
Tidak dapat dihindari :
- Menua dengan bermasalah NO
- Menua dengan sukses
OK
?
- Perhatian pada Lansia
- Mencegah . . .
- Menghambat menjadi lebih buruk
Otak menua, sampai usia berapapun masih
dapat aktif secara intelektual dan kreatif :
Mc.D.Critchley ~ 98 th : biografi

Kondisi saraf dan otak


usia lanjut
Arsitektur dan fungsi otak menurun

secara berangsur- angsur


Berat otak menurun 10%
Jumlah sel saraf berkurang 100.000
sel/hr
Sambungan antar sel berkurang
Kekuatan otot menurun 60-80 %
Kecepatan dan ketrampilan tangan
berkurang 20-45 %

Sebuah penelitian : penurunan fungsi


organ secara umum meningkat sesuai usia
:
- 50 59 th 39%
- 60 69 th 50%
- 70 79 th 63%
- >/= 80 th 82%
Akibat berbagai kondisi yang kompleks
Faktor genetik dan lingkungan
berpengaruh pada kemampuan adaptasi
individual terhadap perubahan sistem
biologik sesuai usia

Terjadi penurunan fungsi otak secara wajar,


a.l :
* fungsi memori :
- kemampuan penamaan (naming)
- kecepatan mencari kembali informasi yang
telah tersimpan dalam pusat memori
(speed of information retrieval from memory)

kegagalan pengiriman informasi dari


memori
jk pendek memori jk panjang

kemampuan belajar (learning process)


gejala mudah lupa (forget fulness)
* fungsi visuospasial dan abstraksi baik

PATOGENESIS
Tergantung jenis / penyebab demensia
Peranan sistem kolinergik :
* Hewan : lesi kolinergik ggn transmisi
kolinergik penurunan fs. Memori
* Skopolamin (antagonis asetilkolin)
ggn. fs. Memori
* Derajat penurunan kolinasetil transferase
~ derajat keparahan demensia
* Berbagai sebab demensia ~
reseptor kolinergik

Mudah lupa (forgetfulness)

Normal
state

Transitional

BSF
MCD
Demensia
AAMI
MND
ACMI
CND
LLF
MCI
AACD
ARCD
Pre-dementia
Pre clinical dementia

Abnormal

Progression of normal ageing to


dementia
Normal
Cognition

Brain Ageing

stable or
Prodromal
revers
MCI
reversible
Dementia
impairmentMCI

other
Dementia

stable or
reversible
impairment

Alzheimers
vascular
other
Alzheimer
vascular
dementia disease
dementia

dementia

Golomb J,Kluger A,Ferris SH, 1999

dementis

dementia

Penyakit

Alzheimer

Ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer, seorang dokter


Jerman, pada tahun 1906.
Sel-sel otak dirusak dan mati secara perlahan
sehingga menimbulkan:
Daya ingat mundur secara bertahap
Turunnya kemampuan melakukan
tugas rutin
Disorientasi
Kesulitan dalam belajar
Hilangnya kemampuan berbahasa
Terganggunya pengambilan keputusan
Perubahan kepribadian

Changes Caused by
Alzheimer's

Diminished blood flow


Neurofibrillary Tangles
Neuritic Plaques
Degeneration of hippocampus,
cerebral cortex, hypothalamus, and
brain stem

21

Alzheimers disease; tangles


& plaques (Bielschowsky
stain)

23

24

CTscan of Alzheimers patient

Theories Regarding Causes of


Alzheimer's
Changes in Neurotransmitters
Acetycholine is decreased--necessary for
cognitive functioning.

Changes in Protein Synthesis


Beta amyloid--may be responsible for
forming plaques.
Tau--major component of neurofibrillary
tangles.

Genetic Theories
ApoE4 on chromosone 19 linked to lateonset Alzheimers Disease.

26

Theories Regarding Causes of


Alzheimer's
Genetic Theories
Chromosome 21 --Responsible for earlyonset Alzheimers Disease.

Metabolic Theories
Glucose metabolism declines dramatically
in Alzheimers patients.

Calcium Theories
Too much calcium can kill cells. Suspect
that it may reason why neurons die in
Alzheimer's patients.
27

Theories Regarding Causes of


Alzheimer's
Environmental
Aluminum--Traces of metal found in brain.
Zinc--found in brains on autopsies.
Food borne poisons--amino acids found in
legumes in Africa and India my cause
neurological damage.

Viral
May be hidden in body and attack brain cells
years later. (NIH-1995)

28

Neuronal Degeneration
The pathobiology of
Alzheimers disease is
characterized by:

Amyloid plaques
Neurofibrillary tangles

29

DIAGNOSIS
Anemnesis
Pemeriksaan klinis
Neuropsikologi : bedside kognitif testing
(MMSE), formal neuropsychological ass.
(WAIS)
Neurofisiologi
Neuroimaging
Lain-lain :
* Lab. Darah, LCS * X-foto thoraks
* Genetik
* biopsi
* EKG

GEJALA DEMENSIA
Perubahan perilaku
Perubahan emosi & hubungan sosial
Kemunduran fungsi intelektual :
* daya ingat (memori)
* menyelesaikan pekerjaan
* sering tersesat
* sering membuat kesalahan dalam
aktifitas motorik

Gejala dini demensia


Kesulitan mengingat kejadian yang baru
Gangguan orientasi tempat dan waktu
Lupa dimana meletakkan barang
Lupa kata-kata yang lazim digunakan
Perubahan kepribadian
Emosi labil
Kehilangan inisiatif dan motivasi
Sukar berfikir abstrak
( Lily Sidiarto, 1999 )

PROBLEMATIKA PERILAKU
Penyebab :
Primer : gejala demensia
Sekunder
: depresi, ansietas, stressor
Penyakit fisik : infeksi, nyeri
Iatrogenik
: ESO
Penyebab tak langsung :
- disharmoni
- frustasi / bosan
- ggn komunikasi
- Elder abuse
Harvey, 1999

* Ringan : - Mudah lupa, terutama peristiwa


baru
- Meninggalkan tugas/hobi yang sulit
* Sedang : - Bingung terhadap waktu dan
tempat
- Butuh bantun : berpakaian,
kebersihan tubuh
- Tak ada keinginan untuk mandiri di
luar rumah
* Berat

: - Kehilangan kemampuan berpikir


- Bicara kacau, lupa keluarga
- Berbaring ditempat tidur

Pengobatan Farmakologik

Asetilkolinesterase inhibitor
Anti depresan
Penenang
Vitamin E (anti oksidan)
Latar belakang penyakit (etiologi)

Pengobatan Non
Farmakologik
Dukungan dari keluarga untuk
pasien
Manipulasi lingkungan
Penanganan pasien (latihan,
rehabilitasi)

Pencegahan DEMENSIA

Kontrol kesehatan secara teratur


Mengatur pola/menu makanan
Olah raga teratur
Pergunakan otak
Datang ke dokter, begitu ada
tanda dini dari demensia (pikun)

Pengelolaan

DEMENSIA
MEDIS/PROFESIONAL KELUARGA
Diagnosis

AAzI

MASYARAKAT

Asuhan keperawatan Support group


Riwayat lengkap
dalam keluarga
Pemeriksaan medik
Informasi
Tes neuropsikologik
Peran serta anggota Media massa
Scan-otak
keluarga
Internet
Terapi
Obat-obat
Peran Caregiver
Pendanaan
Perawatan medik
Pada stadium lanjut/ (pendamping)
Networking
komplikasi
Konsultasi

Ingat L -U -P -A
supaya tidak lupa
L

Latihan

Ulangan

Perhatian

Asosiasi

PENYAKIT PARKINSON
Etiologi : Idiopatik
80% Parkinsonism
Onset :
>50 TAHUN
PUNCAK 70 an TAHUN

PRIA : WANITA = 3 :2
5% familial
Rata-rata 9 tahun meninggal tanpa
terapi

GEJALA KLINIS
EMPAT GEJALA UTAMA (T.R.A.P.)
1.
2.
3.
4.

(
(
(
(

T)
R)
A)
P)

Tremor
Rigidity
Akinesia
Postural instability

Gejala 1,2, dan 3 = gejala kardinal

GEJALA PENYAKIT PARKINSON


Tremor
Disebabkan oleh hambatan pada aktivitas motoneuron
gamma. Tremor mungkin pula dicetus oleh lepasan ritmik dari
motoneuron alfa dibawah pengaruh impuls yang berasal dari
nukleus ventro-lateral talamus.

Rigiditas
Rigiditas disebabkan oleh peningkatan tonus pada antagonis
dan protagonis, dan terdapat kegagalan inhibisi aktivitas
motoneuron pada protagonis dan antagonis sewaktu gerakan.
Meningkatnya aktivitas motoneuron alfa pada protagonis dan
antagonis menghasilkan rigiditas yang terdapat pada seluruh
luas gerakan ekstremitas yang terlibat.

Bradikinesia
Bradikinesia merupakan hasil akhir dari gangguan integrasi
impuls sensorik, optik, labirin, proprioseptif dan impuls
sensorik lainnya di ganglia basalis Ini mengakibatkan
perubahan pada aktivitas refleks yang mempengaruhi
motoneuron gamma dan alfa.

GEJALA KLINIS LAIN


1. MOTORIK
Freezing, festination, propulsi.
2. OTONOMIK
Polakisuri, konstipasi, disfungsi
seksual, orthostatic hypotension.

3.

SENSORIK: Nyeri otot

4.

NEUROPSIKIATRIK
Ansietas, depresi, demensia,
insomnia.

5.

Lain-lain: Edema, seborea, BB


menurun.

DIAGNOSIS
Berdasarkan kriteria klinis:
1. Dua dari 3 gejala kardinal (T,R,A).
2. Tiga dari 4 gejala utama (T,R,A,P).
3. Respon nyata terhadap terapi LDOPA.

KRITERIA DIAGNOSIS ?

PEMERIKSAAN KLINIS
1. TREMOR
- Kepala: kepala, palpebra, bibir, dagu.
- Tangan: resting/postural tremor.
- Kaki: resting/postural tremor.
2. RIGIDITAS
Leher, siku, pergelangan tangan, lutut,
ankle.

PEMERIKSAAN KLINIS
3. AKINESIA/BRADIKINESIA
- Kepala: masked face, palpebra,
disfagia,
hipofonia
- Lengan: mikrografia.
- Badan: duduk,berbaring.
- Tungkai: Festination (langkah
kecil,cepat
diseret), freezing/hesitation.
4. POSTURAL INSTABILITY
- Mudah jatuh, pulling test.

STAGING
STADIUM KLINIS (HOEHN and YAHR)
Stage
Stage
Stage
Stage

1
2
3
4

= Gejala unilateral.
= Bilateral.
= Instabilitas postural; jarang jatuh.
= Instabilitas postural jelas; cenderung
jatuh.
Stage 5 = Berbaring atau duduk di kursi roda
saja.

Parkinsons Disease
Faktor yang dapat menyebabkan meningkatnya
Resiko Penyakit Parkinson :
Aging , Gender (Men) , and RaCe (White)
Riwayat Keluarga :
Trauma
Stress Emosional
Personality (Shyness and Depressiveness)

Environmental Exposures

Metals (Manganese , Iron)


Drinking well water
Farming
Herbicide and Pepticide exposure
MPTP (methyl phenyl tetrahydropiridine)

ALGORITMA
PENATALAKSANAAN
PENYAKIT PARKINSON

Konsensus POKDI
Gangguan Gerak
PERDOSSI 2003

MUDAH MUDAHAN

BERMANFAAT
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA