Anda di halaman 1dari 50

I.

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah


Dewasa ini, perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
sangat pesat. Hal ini telah mengakibatkan persaingan di antara berbagai perbankan
semakin ketat. Era globalisasi telah menuntut adanya perubahan paradigma lama
dalam segala bidang, salah satunya adalah bidang pemasaran. Dengan tingginya
persaingan dalam dunia perbankan ini menuntut suatu bank untuk lebih kreatif dan
memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) dibandingkan dengan bank
lain agar mampu bersaing dalam bidang perbankan.
Menyadari akan semakin ketatnya persaingan bank dalam menarik minat
masyarakat untuk menyimpan dananya pada bank, berbagai strategi disusun oleh
bank untuk mencapai tujuan dan mengantisipasi kemungkinan larinya nasabah ke
bank yang lain. Salah satunya adalah bank melakukan suatu promosi dengan
menawarkan produk yang dimiliki oleh suatu bank misalnya melalui iklan di media
cetak dan elektronik maupun memberikan hadiah-hadiah guna menarik nasabah.
Kegiatan promosi suatu bank termasuk dalam kegiatan manajemen pemasaran bank,
yang harus dilakukan secara profesional sehingga kebutuhan dan keinginan
pelanggan akan segera terpenuhi. Tentunya promosi harus dilakukan dengan seefektif
dan seefisien mungkin agar tujuan yang ditetapkan suatu bank dapat tercapai
Promosi merupakan kegiatan yang penting untuk dilaksanakan suatu bank
dalam memasarkan produk yang ditawarkannya. Sedangkan promosi sendiri
dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk
mengendalikan seseorang/organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran
dalam pemasaran (Swastha, 2005). Kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan
1

meliputi: periklanan, promosi produk, personal selling dan publisitas. Keseluruhan


kegiatan promosi harus dibuat sedemikian rupa agar mempunyai dampak komunikasi
yang maksimum bagi perbankan.
Salah satu tujuan bank dalam melakukan promosi adalah untuk meningkatkan
dana yang dapat terkumpul dari masyarakat yang dikenal dengan tabungan
masyarakat, yaitu giro, tabungan, dan deposito. Tabungan masyarakat memiliki peran
penting dalam pertumbuhan ekonomi, berfungsi bagi pembentukan modal dan
tersedianya investasi. Dana tersebut akan disalurkan kembali kepada masyarakat
dalam bentuk kredit, sehingga tingkat tabungan sangat mempengaruhi tingkat
penyaluran kredit kepada masyarakat dengan hubungan yang positif. Semakin besar
jumlah tabungan yang dikumpulkan perbankan dari masyarakat maka akan semakin
besar tingkat penyaluran kredit demikian juga sebaliknya. Dengan melakukan
promosi, bank-bank berharap dapat menghimpun dana murah dari para nasabah.
Karena dengan bunga tabungan yang hanya sekitar 8% per tahun, masih terbuka
spread yang cukup besar untuk mendanai program promosi untuk para nasabah.
Dengan asumsi suku bunga kredit yang masih berkisar 18% setahun maka terdapat
spread bunga 10%. Setelah dikurangi over head cost yang berkisar 2,5%-4%
(tergantung tingkat efisiensi bank) bank masih bisa memperoleh keuntungan 6%.
Terlepas dari efektifnya promosi dalam menghimpun dana dari masyarakat,
secara alamiah masyarakat dapat menilai sehat tidaknya suatu bank melalui
informasi-informasi yang dipublikasikan di media massa. Selain itu bank yang sehat
juga dapat dilihat dari perkembangan layanannya dari waktu ke waktu misalnya
jumlah cabang yang terus bertambah, fasilitas produk yang terus ditingkatkan dan

lainnya. Sehingga keamanan, keuntungan, serta kemudahan merupakan faktor utama


yang dipertimbangkan calon nasabah dalam memilih bank sebagai tempat menabung.
Salah satu indikator keberhasilan perbankan dalam menjalankan fungsinya
sebagai lembaga perantara adalah besar dana yang dapat dihimpun dari masyarakat.
Apabila dilihat dari sisi suatu bank maka himpunan dana tersebut merupakan dana
pihak ketiga (DPK), yaitu terdiri dari giro, tabungan, dan deposito. Lembaga
keuangan berfungsi untuk menghubungkan dana yang tersedia dari masyarakat
dengan yang memerlukan dana untuk investasi. Tingkat tabungan masyarakat di
Indonesia masih relatif rendah, sehingga menyebabkan dana modal untuk
pembangunan

juga terbatas. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya tingkat

pertumbuhan ekonomi. Alternatif modal pembangunan adalah bantuan luar negeri


dalam membantu negara berkembang menuju ke tingkat pertumbuhan yang di topang
sendiri. Namun, terlepas dari seberapa besar peran bantuan luar negeri dan modal
asing, sebaiknya pembangunan ekonomi didasarkan pada sumber daya ekonomi
domestik. Hal ini diperlukan untuk lepas landas (take off) menuju pertumbuhan yang
ditopang sendiri (self substaining growth) (Lambok, 2006).
Peran promosi di Bank Jateng Cabang Temanggung sangat penting dalam
meningkatkan daya saing dan pangsa pasar bank (market share). Dalam menarik
minat serta meyakinkan para nasabah dan calon nasabah akan keamanan, keuntungan
dan kemudahan yang dapat diperoleh, bank melakukan promosi baik berupa hadiah
yang menarik maupun melalui periklanan biasa. Pemberian hadiah yang
dilakukanoleh perbankan merupakan salah satu bentuk promosi disamping bentuk
promosi lainnya. Bentuk promosi lainnya dapat melalui periklanan, sponsorsif, dan
sebagainya. Berdasarkan pengamatan penulis dari berbagai media promosi yang
3

digunakan perbankan untuk berpromosi. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan
studi kasus di Bank Jateng Cabang Temanggung. Saat ini peningkatan dana pihak
ketiga dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1.
Peningkatan Dana Pihak Ketiga di Bank Jateng Cabang Temanggung
Dari Bulan Januari November 2015
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Jumlah

Jumlah Nasabah
275
189
185
183
201
198
158
184
179
312
380
2.444

Jumlah Dana Masuk


441.500.000
378.340.000
367.530.000
345.460.000
261.430.000
255.340.000
232.150.000
324.530.000
357.460.000
525.850.000
578.640.000
4.068.230.000

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah dana yang masuk di


Bank Jateng Cabang Temanggung selama periode tahun 2015 antara bulan
Januari sampai dengan bulan november terjadi kenaikan dan penurunan dana
yang masuk setiap bulannya. Pada bulan Mei, Juni dan Juli terjadi penurunan
dari bulan sebelumnya, hal ini dikarenakan pada bulan tersebut bank justru
mengeluarkan dana untuk dipinjam oleh nasabah untuk modal musim tembakau
dan ada yang digunakan untuk keperluan sekolah serta hari raya Idul Fitri.
Sedangkan pada bulan Oktober dan November mengalami kenaikan dana yang
masuk karena sehabis musim panen tembakau banyak yang menabung. Kenaikan

dana pihak ketiga paling tinggi adalah di bulan November dan penurunan paling
banyak di bulan Juli.
Beberapa penelitian mengenai Efektifitas Promosi terhadap Peningkatan
Dana Pihak Ketiga sudah sering dilakukan, diantaranya adalah penelitian yang
dilakukan oleh Jefri Hamonangan (2008), dimana hasil penelitiannya
menyatakan bahwa promosi cukup efektif untuk meningkatkan dana pihak ketiga
di Bank Rakyat Indonesia. Penelitian lainnya dilakukan oleh Nur Rianto Al Arif
(2010), dimana hasil penelitiannya menyatakan bahwa biaya promosi dan biaya
diklat berpengaruh terhadap penghimpunan dana pihak ketiga. Dan juga
penelitian dilakukan oleh Lambok Siringoringo (2006), yang hasil penelitiannya
adalah bahwa adanya promosi berpengaruh secara signifikan terhadap
penghimpunan tabungan dan deposito di sepuluh bank di Bogor.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penulis tertarik untuk
melakukan

penelitian

yang

berjudul:

EFEKTIFITAS

PROMOSI

TERHADAP PENINGKATAN DANA PIHAK KETIGA PADA BANK


JATENG CABANG TEMANGGUNG

I.2. Rumusan Masalah


Dari uraian latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1. Bagaimana pengaruh biaya promosi (bunga khusus, cinderamata, dan hadiah
yang diundi) terhadap peningkatan dana pihak ketiga pada Bank Jateng
Cabang Temanggung?

2. Bagaimana promosi yang dilakukan oleh Bank Jateng Cabang Temanggung


dalam meningkatkan dana pihak ketiga?

I.3. Tujuan Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan
penelitian yang akan dicapai adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh biaya promosi (bunga khusus,
cinderamata, dan hadiah yang diundi) terhadap peningkatan dana pihak
ketiga pada Bank Jateng Cabang Temanggung.
2. Untuk mengetahui promosi yang dilakukan oleh Bank Jateng Cabang
Temanggung dalam meningkatkan dana pihak ketiga.

I.4. Manfaat Penelitian


Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk :
1. Secara Teoretis
Memperoleh pengetahuan baru tentang pengaruh efektifitas promosi
terhadap peningkatan dana pihak ketiga di Bank Jateng Cabang
Temanggung.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Bank Jateng Cabang Temanggung
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana sumbangan
pikiran dalam melaksanakan efektifitas promosi dalam meningkatkan
dana pihak ketiga.

b. Bagi Nasabah
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan wawasan
dalam keputusan menjadi nasabah yang baik.
c. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk
penelitian selanjutnya.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Telaah Teori


2.1.1. Promosi
2.1.1.1. Pengertian Promosi
Promosi merupakan seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk
mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya pada target pemasarannya
(Kotler, 2000). Menurut Sounders (2003) menjelaskan bahwa promosi merupakan
salah satu cara untuk menarik dan mempertahankan nasabah bank. Sedangkan Kasmir
(2014) mengemukakan bahwa promosi merupakan kegiatan marketik mix yang
terakhir dimana setiap bank berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa
yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung.Tanpa promosi nasabah tidak
akan mengenal produk dengan baik. Oleh karena itu, promosi merupakan sarana yang
paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan nasabahnya.
Jadi promosi merupakan kegiatan untuk mempromosikan produk dan jasanya
baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mempertahankan nasabah dan
merupakan faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran.

2.1.1.2.

Macam-macam Promosi

Ada beberapa macam promosi menurut Kasmir (2014), antara lain:


1. Periklanan (advertising)
Iklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh bank guna menginformasikan,
menarik, dan mempengaruhi calon nasabahnya. Tujuan penggunaan dan
pemilihan media iklan tergantung dari tujuan bank. Masing-masing media
memiliki tujuan yang berbeda.
Promosi Penjualan (sales promotion)
Promosi penjualan dilakukan untuk menarik nasabah agar membeli setiap produk
atau jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu, agar nasabah tertarik untuk membeli
produk dan jasanya maka perlu dibuatkan promosi penjualan yang semenarik
mungkin.
Publisitas (publicity)
Publisitas merupakan kegiatan promosi untuk memancing nasabah melalui
kegiatan seperti pameran, bakti sosial, perlombaan cerdas cermat, kuis serta
kegiatan lainnya melalui berbagai media. Kegiatan ini dapat meningkatkan pamor
bank di mana para nasabahnya, baik secara langsung atau tidak langsung, oleh
karena itu kegiatan publisitas perlu diperbanyak lagi.
4. Penjualan Pribadi (personal selling)
Dalam dunia perbankan, penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh
pegawai bank, mulai dari cleaning service, satpam sampai pejabat bank. Secara
khusus personal selling dilakukan oleh petugas Customer Service atau Service
Assistensi.

Dengan adanya macam-macam jenis promosi tersebut di atas, diharapkan bank


atau suatu perusahaan dapat menggunakannya promosi dengan tujuan untuk menarik
minat nasabah agar menggunakan produk yang ditawarkan.
2.1.1.3. Tujuan dan Fungsi Promosi
Tujuan promosi adalah memberi informasi, menarik perhatian dan selanjutnya
memberi pengaruh meningkatkan penjualan (Alma, 2000: 353). Tujuan utama dari
promosi

adalah

menginformasikan,

mempengaruhi

dan

membujuk,

serta

mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya.


Disamping itu, promosi juga bertujuan untuk mengarahkan seseorang agar dapat
memahami produk perusahaan, berubah sikap, menyukai, yakin, dan membeli yang
akhirnya dapat meningkatkan penjualan produk tersebut. Menurut Rossister dan
Percy (Novera, 2014) mengklasifikasikan tujuan promosi sebagai efek dari
komunikasi sebagai berikut:
1. Menumbuhkan persepsi pelanggan trhadap suatu kebutuhan (catergory need).
2. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suau produk kepada
konsumen (brand awareness).
3. Mendorong pemilihan terhadap siati produk (brand attitude).
4. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk (brand purchase intention).
5. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (purchase facilitation).
6. Menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning).
Adapun fungsi promosi menurut Terence A. Shimp (2000:7), promosi memiliki
lima fungsi yang sangat penting bagi suatu perusahaan/lembaga. Kelima fungsi
tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Informing (Memberikan informasi)


Promosi membuat nasabah sadar akan produk-produk baru, mendidik nasabah
tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra
sebuah perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa.
2. Persuading (Membujuk)
Media promosi yang baik akan mampu mempersuasi nasabah untuk mencoba
produk dan jasa yang ditawarkan. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi
permintaan primer, yakni menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori
produk.
3. Reminding (Mengingatkan)
Promosi menjaga agar produk bank tetap segar dalam ingatan para nasabah. Saat
kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan produk dan jasa yang ditawarkan.
Dampak promosi di masa lalu memungkinkan produk hadir di benak nasabah.
4. Adding Value (Menambah nilai)
Terdapat tiga cara mendasar dimana bank bisa memberi nilai tambah bagi
penaran-penawaran produk dan jasa bank yaitu inovasi, penyempurnaan kualitas
atau mengubah persepsi nasabah. Promosi yang efektif menyebabkan produk
dipandang lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi, dan bisa lebih unggul dari
tawaran pesaing.
5. Assisting (Mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan)
Promosi membantu perwakilan penjualan terhadap suatu produk. Dengan promosi
dapat memberikan informasi kepada nasabah yang prospektif. Upaya, waktu, dan
biaya promosi dapat dihemat karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk

10

memberi informasi kepada nasabah tentang keistimewaan dan keunggulan produk


dan jasanya.

2.1.1.4. Anggaran Promosi


Pada dasarnya biaya merupakan salah satu aspek preventive controll dan
feedback controll atas biaya. Preventive controll adalah pengendalian yang dilakukan
sebelum pelaksanaan suatu kegiatan dimulai. Sedangkan feedback controll adalah
pemilihan yang dilakukan selama pelaksanaan sedang berjalan dari suatu kegiatan
(Kotler, 2007). Anggaran disusun untuk menetapkan jumlah biaya-biaya yang dapat
digunakan untuk periode yang akan datang dan untuk membandingkan antara
pelaksanaan sebenarnya dengan yang direncanakan, maka akan mudah diketahui bila
ada penyimpangan yang terjadi.
Penetapan anggaran promosi penjualan merupakan hal yang tidak kalah
pentingnya dalam rangka melaksanakan kegiatan promosi penjualan, karena tanpa
adanya anggaran, promosi hanya merupakan rencana saja tanpa ada realisasinya.
Salah satu hal yang tersulit bagi manajemen perusahaan adalah untuk memutuskan
metode apa yang digunakan dalam hal penetapan anggaran promosi.
Kotler (2007) menyatakan ada 4 metode dalam memutuskan anggaran
promosi, yaitu: : (1) metode kesanggupan/affordable method, (2) metode persentase
penjualan/percentage of sale method, (3) metode keseimbangan perusahaan/
competitive parity Method, dan (4) metode tujuan dan tugas/objective and task
method.
Empat metode dalam memutuskan anggaran promosi tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
11

1. Metode kesanggupan/affordable method


Banyak perusahaan memutuskan besarnya anggaran untuk promosi berdasarkan
kesanggupan perusahaan. Metode ini sama sekali mengabaikan promosi sebagai
investasi dan pengaruh langsung promosi terhadap volume penjualan. Hal ini
menyebabkan anggaran tahunan tidak menentu, yang mengakibatkan perencanaan
jangka panjang menjadi sulit.
2. Metode persentase penjualan/percentage of sale method
Metode ini memandang penjualan sebagai penentu promosi, bukan sebagai
hasilnya. Ini menyebabkan anggaran ditetapkan berdasarkan ketersediaan dana.
Hal ini menghambat eksperimen dalam mengembangkan promosi.
3. Metode keseimbangan perusahaan/competitive parity Method
Banyak perusahaan mengeluarkan biaya promosi penjualan untuk mencapai
keseimbangan dalam pesaingan. Seberapa besar pesaing mengeluarkan anggaran
buat promosi bisa dijadikan acuan untuk mengeluarkan biaya promosi.
4. Metode tujuan dan tugas/objective and task method
Metode ini meminta pemasar mengembangkan anggaran promosi dengan
mendefinisikan tujuan yang jelas, menentukan tugas-tugas yang jelas untuk
mencapai tujuan, dan memperkirakan biaya untuk melaksanakan tugas ini.

2.1.2. Dana Pihak Ketiga


2.1.2.1. Pengertian Dana Pihak Ketiga
Dana pihak ketiga adalah dana yang berasal dari masyarakat luas yang
merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional suatu bank dan
merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasionalnya dari

12

sumber dana ini (Kasmir, 2011). Dana pihak ketiga ini dihimpun oleh bank dengan
melalui berbagai macam produk dana yang ditawarkan kepada masyarakat luas yang
menaruh kepercayaan terhadap bank yang bersangkutan untuk menyimpan dan
memutarkan uangnya untuk kemudian ditarik kembali pada saat jatuh temponya
dengan imbalan bunga maupun capital gain dari bank tersebut (Teguh, 2003).
Bagi bank, dana pihak ketiga merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan
operasionalnya dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai
operasinya dari sumber dana ini. Selain itu, biaya pencarian dana dari sumber ini
relatif paling mudah jika dibandingkan dengan sumber lainnya (Kasmir, 2002).
Ketatnya persaingan antar bank dalam mengumpulkan dana pihak ketiga,
mengakibatkan dana ini sangat sensitif terhadap harga, produk yang ditawarkan, dan
kualitas pelayanan yang diberikan bank kepada nasabahnya (Haron, 2006). Untuk
alasan inilah kegiatan promosi pada bidang perbankan banyak dilakukan.
Disimpulkan bahwa dana pihak ketiga merupakan dana yang berasal dari
masyarakat luas yang dihimpun melalui berbagai macam produk dan merupakan
sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional suatu bank .

2.1.2.2. Macam-macam Dana Pihak Ketiga


Dana pihak ketiga menurut Ali Suyanto (2013) terdiri dari: (1) tabungan, (2)
deposito, dan (3) giro. Dana pihak ketiga tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tabungan
Tabungan (saving account) adalah simpanan pihak ketiga dalam bentuk
rupiah pada bank, yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut sistem
tertentu dari masing-masing bank pengelola rekening. Tabungan merupakan
13

sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan tetapi disimpan sebagai


cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek.
Pengertian tabungan menurut undang-undang perbankan No. 10 tahun
1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan syarat-syarat
tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik melalui cek, bilyet giro, dan
atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Syarat-syarat penarikan tertentu
maksudnya adalah sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat antara bank dengan
penabung. Dalam sarana atau penarikan juga tergantung dengan perjanjian antara
bank dan penabung.
Tabungan yang ada di dalam perbankan indonesia terdiri dari, beberapa
jenis diantaranya antara lain: Tabanas, Taska, dan tabungan lainnya. Perbedaan ini
hanya terletak pada fasilitas yang diberikan kepada penabung, sehingga dengan
demikian penabung mempunyai banyak pilihan (Kashmir, 2002).
2. Deposito
Deposito adalah sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan oleh bank
kepada masyarakat. Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana
uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah sebelum jatuh tempo periode
kontrak penempatannya (placement). Bunga deposito biasanya lebih tinggi
daripada bunga tabungan karena terikat dalam kontrak penempatan.
Menurut undang-undang No. 10 tahun 1998, simpanan deposito adalah
simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu
berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. deposito merupakan
salah satu tempat bagi nasabah untuk melakukan investasi dalam bentuk
suratsurat berharga. Pemilik deposit akan mendapatkan bunga atas depositnya.
14

Bagi bank, bunga yang diberikan kepada para deposan merupakan bunga yang
tertinggi jika dibandingkan dengan simpanan giro dan tabungan (Kashmir, 2001).
Jenis-jenis deposito terdiri dari:
a. Deposito Berjangka
Deposito berjangka adalah simpanan pihak ketiga dalam rupiah, yang
diterbitkan atas nama nasabah kepada bank dan penarikannya hanya dapat
dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan
bank yang bersangkutan. Simpanan berjangka termasuk deposit on call yang
jangka waktunya lebih singkat dan dapat ditarik sewaktu-waktu dengan
pemberitahuan sebelumnya.
b. Sertifikat Deposito
Sertifikat deposito sering disingkat dengan CD (Negotiable Certificate of
Deposits) adalah deposito berjangka atas unjuk yang bukti simpanannya
dapat diperdagangkan, yang juga merupakan surat pengakuan hutang dari
bank dan lembaga keuangan bukan bank yang dapat diperjualbelikan di pasar
uang.
c. Deposit On Call
Deposit on call adalah simpanan deposito atas nama dalam jumlah yang
besar. Penarikannya hanya dapat dilakukan dengan pemberitahuan beberapa
hari sebelumnya. Pemberitahuan nasabah kepada bank untuk penarikan
tersebut dilakukan, misalnya dalam jangka waktu sehari, tiga hari, seminggu,
atau jangka waktu lain yang disepekati oleh nasabah dan bank yang
bersangkutan.

15

3. Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan
setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau
dengan cara pemindahbukuan.
Undangundang perbankan No. 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998
menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan giro adalah simpanan yang
pengambilannya dapat dilakukan setiap saat menggunakan cek, bilyet giro, sarana
perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Sedangkan
pengertian simpanan adalah dana yang dipercayakan masyarakat kepada bank
dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan atau yang
dapat dipersamakan dengan itu. Penarikan berarti diambilnya uang tersebut dari
rekening giro sehingga menyebabkan deposito tersebut berkurang, yang dapat
ditarik secara tunai maupun ditarik secara non tunai.
Menurut Lukman dalam Hanifeliza (2004), giro adalah simpanan pihak
ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan
menggunakan cek, bilyet giro, dan surat perintah lainnya atau dengan cara
pemindahbukuan. Sifat sumber dana ini dapat dikategorikan sangat labil, karena
pemilik rekening giro dapat menarik dananya setiap saat tanpa ada pemberitahuan
terlebih dahulu kepada pihak bank. Jenis simpanan ini tidak memiliki jatuh
tempo. Perkembangan rekening giro pada bank bukan hanya berdasarkan
kepentingan pihak bank semata-mata melainkan kepentingan masyarakat modern
juga karena giro adalah uang giral yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran
melalui penggunaan cek dan sejenisnya.
Pemilik rekening giro disebut girant dan kepada setiap girant akan
diberikan imbalan bunga berupa jasa giro yang besarnya tergantung bank yang
16

mengeluarkannya. Bagi bank, giro merupakan dana murah karena imbalan bunga
yang diberikan kepada girant merupakan bunga yang paling rendah dibandingkan
dengan suku bunga simpanan tabungan dan deposito

2.1.3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dana Pihak Ketiga


U Tun Way dalam bukunya Financial Intermediaries and National Savings in
Developing Countries yang terbit pada tahun 1973 berpendapat bahwa tabungan
masyarakat dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: kemampuan (ability), kemauan
(willingness) dan kesempatan (oportunity) (Hanifeliza, 2004). Ketiga faktor tersebut
merupakan fungsi dari beberapa variabel independen yang mempengaruhi tabungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dana pihak ketiga bank tersebut antara lain: (1)
pendapatan, (2) tingkat suku bunga, (3) tingkat inflasi.
2.1.3.1. Pendapatan
Menurut Keynes, tabungan masyarakat dipengaruhi oleh pendapatan
(Hanifeliza, 2004). Secara matematika teori tabungan Keynes dapat dituliskan
sebagai berikut:
S=Y-C
dimana:
S = saving (tabungan),
Y = Pendapatan,
C = Pengeluaran.
Secara teori hubungan antara tabungan dengan pendapatan adalah positif.
Peningkatan pendapatan akan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk
menabung. Jika tingkat pendapatan meningkat maka tingkat tabungan juga akan
meningkat, dan sebaliknya.
17

2.1.3.2. Tingkat Suku Bunga


Tingkat suku bunga merupakan balas jasa yang diberikan oleh pihak perbankan
kepada penabung atau sebagai harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu
tertentu. Tingkat suku bunga merupakan opportunity cost of holding money sehingga
tingkat suku bunga yang semakin tinggi cenderung meningkatkan tabungan
(willingness to save) (Boediono, 2005). Sedangkan menurut Ken dan Guttman
(Laksmono, 2001) yang menganggap bahwa suku bunga merupakan sebuah harga
dan sebagaimana harga lainnya. Menurut pandangan klasik, tingkat suku bunga
adalah harga dari penggunaan dana yang tersedia untuk dipinjamkan atau dana
investasi (loanable funds). Pandangan klasik menyatakan bahwa bunga timbul karena
uang adalah produktif, artinya uang dapat meningkatkan produktivitas sehingga
dengan adanya kenaikan produktivitas orang mau membayar bunga. Menurut Keynes,
tingkat bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang. Secara teori terdapat
hubungan yang positif antara tingkat suku bunga dengan tabungan. Kenaikan suku
bunga akan meningkatkan kemauan masyarakat untuk menabung.
Disimpulkan bahwa tingkat suku bunga merupakan balas jasa yang diberikan
oleh pihak perbankan kepada penabung atau sebagai harga dari penggunaan uang
untuk jangka waktu tertentu sehingga dengan adanya kenaikan suku bunga akan
meningkatkan kemauan masyarakat untuk memasukkan dananya ke bank.
Ikatan Bankir Indonesia (2014) membedakan tingkat suku bunga, yaitu:
1. Suku bunga nominal, adalah suku bunga yang dapat diamati di pasaran.
2. Suku bunga riil, adalah suku bunga yang secara konseptual diukur tingkat
pengembaliannya setelah dikurangi inflasi.

18

3. Suku bunga jangka pendek adalah suku bunga yang jatuh tempo (maturity) satu
tahun atau kurang.
4. Suku bunga jangka panang adalah suku bunga yang jatuh tempo (maturity) lebih
dari satu tahun.

2.1.3.3. Tingkat Inflasi


Inflasi merupakan kecenderungan dari harga untuk meningkat secara umum
dan secara terus-menerus, kenaikan tersebut meluas atau menyebabkan kenaikan
sebagian besar barang-barang lain (Boediono, 2005). Boediono membedakan inflasi
berdasarkan sebab awal terjadinya inflasi tersebut, berdasarkan besarnya inflasi
tersebut dan berdasarkan asal terjadinya inflasi tersebut.
1. Penggolongan berdasarkan sebab awal terjadinya inflasi :
a. Demand Inflation, yaitu inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat
terhadap berbagai barang terlalu kuat.
b. Cost Inflation, yaitu inflasi yang timbul karena kenaikan barang produksi.
2. Penggolongan berdasarkan besarnya tingkat inflasi :
a. Inflasi ringan, dibawah 10% setahun
b. Inflasi sedang, antara 10-30% setahun
c. Inflasi berat, antara 30-100% setahun
d. Hiper inflasi, diatas 100% setahun
3. Penggolongan berdasarkan asal dari terjadinya inflasi
a. Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation), yaitu inflasi yang
timbul karena faktor internal. Misalnya defisit anggaran belanja yang dibiayai
dengan pencetakan uang baru sehingga akhirnya terjadi inflasi.
19

b. Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation), yaitu inflasi yang
timbul karena kenaikan harga-harga di luar negeri atau negara yang menjadi
langganan kerjasama perdagangan negara indonesia. Penularan inflasi dari
luar negeri dapat juga melalui kenaikan barang ekspor. Pada umumnya inflasi
ini lebih mudah terjadi pada negara-negara dengan perekonomian terbuka.

2.1.4. Bank
2.1.4.1. Pengertian Bank
Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah
menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke
masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya (Kasmir, 2014). Menurut UndangUndang No. 10 Tahun 1998 yang merupakan penyempurna dari Undang-Undang No.
7 Tahun 1992 tentang Perbankan pasal 1 ayat 2 yang dikutip oleh Gatot Supramono
menyatakan bank adalah sebagai berikut: Bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. (Gatot, 2009: 45).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bank merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha perbankan selalu berkaitan masalah
bidang keuangan.

2.1.4.2. Kegiatan Bank


Kasmir (2014) menjelaskan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan
utama, yaitu: (1) menghimpun dana, (2) menyalurkan dana, dan (3) memberikan jasa
bank lainnya. Tiga kegiatan utama tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
20

1. Menghimpun Dana
Menghimpun dana adalah mengumpulkan atau mencari dana (uang) dengan cara
membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan
deposito (Kasmir, 2014). Dalam hal ini bank bertindak sebagai tempat
menyimpan uang atau berinvestasi bagi masyarakat. Strategi bank dalam
menghimpun dana adalah dengan memberikan rangsangan berupa balas jasa yang
menarik dan menguntungkan. Balas jasa tersebut dapat berupa bunga bagi bank
yang berdasarkan prinsip konvensional dan bagi hasil bagi bank yang berdasarkan
prinsip syariah.
2. Menyalurkan Dana
Menyalurkan dana adalah melemparkan kembali dana yang diperoleh lewat
simpanan giro, tabungan dan deposito ke masyarakat dalam bentuk pinjaman
(kredit) bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional atau pembiayaan bagi
bank yang berdasarkan prinsip syariah (Kasmis, 2014). Bagi perbankan yang
berdasarkan prinsip konvensional keuntungan utama diperoleh dari seluruh bunga
simpanan yang diberikan kepada penyimpan dengan bunga pinjaman atau kredit
yang disalurkan.
3. Memberikan Jasa Bank lainnya
Memberikan jasa bank lainnya merupakan jasa pendukung atau pelengkap
kegiatan perbankan (Kasmir, 2014). Jasa-jasa ini diberikan terutama untuk
mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang
berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak
langsung. Banyaknya jenis jasa yang ditawarkan sangat tergantung dari
kemampuan bank masing-masing.
21

2.1.4.3 Jenis Bank


Jenis bank menurut Kasmir (2004) dapat ditinjau dari beberapa segi, antara
lain:
1) Dilihat dari Segi fungsinya
Menurut Undang-Undang RI No. 10 Tahun 1998, bank terdiri dari:
a) Bank Umum
b) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
2) Dilihat dari Segi Kepemilikannya
a) Bank Pemerintah
b) Bank Milik Swasta Nasional
c) Bank Milik Asing
d) Bank Milik Campuran
3) Dilihat dari Segi Status
a) Bank Devisa
b) Bank Non Devisa
4) Dilihat dari Segi Cara Menentukan Harga
a) Bank yang Berdasarkan Prinsip Konvensional
b) Bank yang Berdasarkan Prinsip Syariah.
2.1.4.4. Produk Bank
Bank memiliki berbagai macam produk dan jasa yang ditawarkan kepada
masyarakat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Menurut Lukman
Dendawijaya (2009: 16) bahwa produk bank terdiri dari:
1. Produk bank pada sisi pasiva,
2. Produk bank pada sisi aktiva.
Produk bank menurut Lukman Dendawijaya tersebut dapat dijelaskan lebih
terperinci sebagai berikut:
1. Produk Bank pada Sisi Pasiva

22

Produk bank pada sisi pasiva adalah pengarahan dana. Dana-dana bank
pada sisi pasiva adalah sebagai berikut :
a. Giro, yaitu simpanan dana pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan
setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet goro dan surat perintah
pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan.
b. Tabungan, yaitu simpanan pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat
dilakukan menurut ketentuan dan syarat yang disepakati.
c. Deposito, yaitu simpanan pihak ketiga kepada bank yang penarikannya hanya
dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara
pihak ketiga dan bank yang bersangkutan
2. Produk bank pada Sisi Aktiva
Produk bank pada sisi aktiva adalah perkreditan. Kredit yang masuk dalam
produk bank pada sisi aktiva adalah Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi,
Kredit off Shore, Kredit On Shore, kredit Cash Collateral, Kredit Profesi, Kredit
Konsumsi, Kredit Sindikasi, Kredit-kredit program.

2.2. Penelitian Terdahulu


Penelitian-penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian
ini antara lain seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 2.
Penelitian Terdahulu
No

Peneliti, Tahun, dan


Judul

Variabel

23

Alat
Analisis

Hasil Penelitian

Lambok Siringoringo
(2006)
Analisis Pengaruh
Promosi Bank
terhadap
Penghimpunan
Tabungan dan
Deposito

Independen:
Promosi
Dependen:
1. Tabungan
2. Deposito

Analisis
koreksi
kesalahan
(Error
Correctio
n Model

Variabel promosi
berpengaruh terhadap
penghimpunan tabungan
dan deposito

M. Nur Rianto Al Arif


(2010)
Efejtifitas Biaya
Promosi dan Biaya
Diklat terhadap
Penghimpunan Dana
Pihak Ketiga di Bank
Syariah.

Independen:
1. Biaya
promosi
2. Biaya Diklat
Dependen:
Penghimpunan
dana pihak
ketiga

Analisis
Regresi
OLS
Sederhana

Variabel biaya promosi dan


biaya diklat berpengaruh
signifikan terhadap
penghimpunan dana pihak
ketiga.

Jefri Hamonangan
(2008)
Efektifitas Promosi
terhadap Peningkatan
Dana Pihak Ketiga
pada PT. Bank Rakyat
Indonesia Tbk.

Independe:
Biaya promosi

Analisis
Error
Correctio
n Model
(ECM)

Variabel biaya promosi


berpengaruh terhadap
peningkatan dana pihak
ketiga

Dependen:
Peningkatan
dana pihak
ketiga

2.3. Kerangka Pemikiran Teoritis dan Hipotesis Penelitian


2.3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis
Bank merupakan lembaga keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf
hidup masyarakat, namun sebagai badan usaha bank juga bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan. Tugas pokok dari suatu bank yaitu menghimpun dana dan
menyalurkannya kembali kepada masyarakat. Dalam pengelolaan perbankan,
pemerintah memberlakukan undang-undang No. 10 tahun 1998 yang merupakan

24

penyempurnaan dari Undang-Undang No. 7 tahun 1992 yang berisi mengenai


peraturan-peraturan perbankan yang memberikan ketegasan mengenai perbankan.
Pengertian bank menurut Undang-Undang No.10 Tahun 1998 yang dikutip oleh Gatot
Supramono (2009) yaitu : Bank adalah Badan Usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan pada masyarakat dalam bentuk
kredit dan bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak.
Promosi memiliki peran yang sangat penting terhadap penghimpunan dana
pihak ketiga (DPK) bank. Disamping sebagai sarana untuk memperkenalkan
produk/layanan yang disediakan bank, promosi diperkirakan mampu menarik minat
masyarakat untuk menabung karena tertarik dengan promosi yang dilakukan oleh
pihak bank. Namun, diperkirakan nasabah akan cenderung mencari bank dengan
promosi yang terbesar. Jika musim promosi yang dilakukan suatu bank telah selesai
maka penabung akan pindah kepada bank yang masih melakukan promosi yang
menarik. Untuk itu di Bank Jateng Cabang Temanggung menggencarkan progam
promosi sehingga akan menjadi daya tarik nasabahnya untuk menyimpan dana ke
bank tersebut. Hal inilah yang akan menjadi titik berat penelitian ini.
Penelitian ini akan difokuskan pada pengaruh biaya promosi, yang dilakukan
Bank Jateng Cabang Temanggung tahun 2015 dari bulan Januari sampai dengan
November, terhadap kenaikan dana pihak ketiga di bank tersebut.
Berdasarkan

pada

tujuan

penelitian,

dan

permasalahan

yang

telah

dikemukakan sebagai dasar perumusan hipotesis, untuk memudahkan dalam


melakukan penelitian maka dibuat suatu kerangka pemikiran teoritis yang menjadi
acuan dalam melakukan pengumpulan data dan analisisnya. Selain itu didasarkan

25

pada variabel-variabel sebagai dasar kerangka pemikiran teoritis. Variabel-variabel


tersebut adalah: Biaya promosi meliputi: bunga khusus (X 1), cinderamata (X2), dan
hadiah yang diundi (X3) sebagai variabel dependen, sedangkan peningkatan dana
pihak ketiga (Y) sebagai variabel independen. Secara sistematis, kerangka pemikiran
penelitian ini dapat dilihat pada Gambar berikut ini:
Bunga Khusus
(X1)

Cinderamata
(X2)

Kenaikan Dana Pihak Ketiga


(Y)

Hadiah yang diundi


(X3)
Gambar 1. Skema Kerangka Berfikir
Dari skema di atas, penulis menduga bahwa biaya promosi: bunga khusus
(X1), cinderamata (X2), dan hadiah yang diundi (X 3) memiliki pengaruh terhadap
peningkatan dana pihak ketiga (Y).

2.3.2. Hipotesis
Menurut Arikunto (2010), hipotesis adalah alternatif dugaan jawaban yang
dibuat oleh peneliti bagi problematika yang diajukan dalam penelitiannya. Dugaan
jawaban tersebut merupakan kebenaran yang sifatnya sementara, yang akan diuji
kebenarannya dengan data yang telah dikumpulkan melalui penelitian. Bertitik tolak
dari kerangka pemikiran yang telah penulis uraikan diatas maka penulis menetapkan
hipotesis penelitian sebagai berikut :
26

Hipotesis 1: Terdapat pengaruh signifikan antara bunga khusus terhadap


peningkatan dana pihak ketiga.
Hipotesis 2: Terdapat pengaruh signifikan antara cinderamata terhadap
peningkatan dana pihak ketiga.
Hipotesis 3: Terdapat pengaruh signifikan antara hadiah yang diundi terhadap
peningkatan dana pihak ketiga.

III. METODE PENELITIAN


III.1. Pendekatan Penelitian
Sesuai dengan judul yang dikemukakan di depan bahwa jenis penelitian ini
termasuk

penelitian

dengan

pendekatan

kuantitatif

yang

bertujuan

untuk

mendiskripsikan sejauh mana variasi-variasi pada suatu fariabel berkaitan dengan


variasi-variasi pada satu atau lebih fariabel lain. Dalam hal ini adalah pengaruhpengaruh biaya promosi: bunga khusus (X1), cinderamata (X2), dan hadiah yang
diundi (X3) terhadap peningkatan dana pihak ketiga.

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian


3.2.1. Tempat
Adapun tempat yang dijadikan penelitian adalah Bank Jateng Cabang
Temanggung.
3.2.2. Waktu Penelitian
Waktu yang digunakan untuk mengadakan penelitian yaitu
November sampai dengan Januari.

27

dari bulan

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian


3.3.1. Populasi
Sugiyono

(2012)

mengemukakan

bahwa

populasi

adalah

wilayah

generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan


karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya. Sedangkan Suharsimi Arikunto (2010) mengatakan bahwa
populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.
Dalam penelitian ini yang menjadi target populasi sebagai subyek adalah para
nasabah debitur di Bank Jateng Cabang Temanggung pada bulan Januari sampai
dengan November 2015 yang berjumlah 2444 orang.

3.3.2. Sampel
Sugiyono (2012: 116) mendefinisikan bahwa sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan menurut
Arikunto (2010), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Pada
dasarnya ukuran sampel adalah merupakan langkah untuk menentukan besarnya
sampel yang akan diambil untuk melaksanakan penelitian suatu objek, kemudian
besarnya sampel tersebut biasanya diukur secara statistika ataupun estimasi
penelitian. Pengukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya
sampel yang diambil dalam melaksanakan suatu penelitian. Selain itu juga
diperhatikan bahwa sampel yang dipilih harus representatif artinya segala
karakteristik populasi hendaknya tercermin dalam sampel yang dipilih. Apa yang
dipelajari dari sampel itu kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi, sehingga
sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif.

28

Penelitian ini dalam mendapatkan sampel menggunakan rumus Slovin (Husein


Umar, 2009) sebagai berikut:
N
n =
1 + N (e)
2444
n =
1 + 2444 (0,1)
n = 96,07. Dibulatkan menjadi 96 responden.
Keterangan:
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
e = margin of error, atau tingkat kesalahan maksimum yang dapat ditolerir,
yaitu 10%
Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh jumlah sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah 96 responden. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah random sampling. Menurut Sugiyono (2012) teknik random
sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama
bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel.

3.4. Variabel Penelitian


Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2006), sedangkan menurut Arikunto
(2010), variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik

29

perhatian suatu penelitian. Dalam penelitian ini, variabelnya terdiri dari dependen dan
independen yang diuraian sebagai berikut:
a.

Variabel Dependen (Bebas)


Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi
sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2011). Variabel
bebas dalam penelitian ini adalah: bunga khusus (X 1), cinderamata (X2), dan
hadiah yang diundi (X3).

b.

Variabel Terikat
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2011). Variabel terikat dalam
penelitian ini adalah peningkatan dana pihak ketiga. Variabel ini disebut variabel
Y.
Operasional variabel penelitian merupakan batasan pendefinisian dari

serangkaian variabel yang digunakan dalam penulisan penelitian, dengan maksud


menghindari kemungkinan adanya makna ganda, sekaligus mendefinisikan variabelvariabel sampai dengan kemungkinan pengukuran dan cara pengukurannya (Abdul
Hamid, 2007). Adapun variabel penelitian beserta definisi operasionalnya dijelaskan
sebagai berikut:
Tabel 3.
Definisi Operasional Variabel
No
Variabel
1 Bunga khusus
(X1)

Definisi
Harga yang harus dibayar
kepada nasabah (yang
menabung) dengan yang
harus dibayar oleh nasabah
kepada bank (yang

30

Indikator
1. Jumlah bunga
2. Jumlah simpanan
3. Lama menyimpan

meminjam)
2

Cinderamata (X2) Barang yang diberikan


kepada nasabah sebagai
kenang-kenangan

1. Bentuk barang
2. Harga barang
3. Jumlah simpanan

Hadiah yang
diundi (X3)

1. Bentuk barang
2. Harga barang
3. Waktu undian

Dana pihak
ketiga (Y)

Barang yang diberikan


kepada nasabah dengan cara
diundi, siapa yang beruntung
akan mendapatkan hadiah
tersebut.

Dana yang berasal dari


masyarakat luas yang
merupakan sumber dana
terpenting bagi kegiatan
operasional suatu bank dan
merupakan ukuran
keberhasilan bank.
Sumber: Dikembangkan untuk penelitian, 2015.

1. Jumlah simpanan
2. Waktu simpanan
3. Kepercayaan dari
nasabah

3.5. Metode Pengumpulan Data


Dalam metode pengumpulan data, sumber data yang digunakan adalah sebagai
berikut:
a. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber data dengan cara
mengadakan penelitian langsung ke lapangan.
b. Data Sekunder
Yaitu data yang sudah disediakan dan dipublikasikan oleh pihak lain tanpa
melibatkan peneliti.

3.6. Teknik Pengumpulan Data

31

Seperti dikatakan di atas bahwa teknik pengumpulan data yang dapat


dipertanggungjawabkan dalam penelitian. Maka teknik pengumpulan data harus
tepat. Untuk penelitian ini digunakan teknik observasi dan wawancara.
1. Observasi
Sebagai metode ilmiah, observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan
pencatatan dengan sistematis atau fenomena-fenomena yang diteliti. Dalam arti
luas observasi sebenarnya tidak terbatas kepada pengamatan yang dilakukan baik
secara langsung maupun tidak langsung (Hadi Sutrisno, 2002: 151).
Dari penggunaan metode ini diharapkan akan mendapatkan dan mengenal
situasi umum, sarana, dan prasarana dan lain-lain yang ada pada nasabah.
Kegiatan observasi meliputi kegiatan mendengar, melihat, membaca, dan
mengamati kondisi nasabah dan data yang diperoleh dari bank.

2. Wawancara
Sutrisno Hadi (2002: 193) wawancara atau interview dapat dipandang
sebagai metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang
dikerjakan dengan sistematik dan berdasarkan kepada tujuan. Wawancara
digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan
studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga
apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam
dan jumlah responden sedikit atau kecil.
Dalam hal ini Bank Jateng Cabang Temanggung mengadakan wawancara
kepada nasabah yang akan menyimpan dananya, dan kepada petugas bank
mendata tersebut.
32

3.7. Deskripsi dan Analisis Hasil Penelitian


3.7.1. Deskripsi Hasil Penelitian
Deskripsi ini digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi empiris
terhadap data yang dikumpulkan dalam penelitian. Dalam penelitian ini peneliti ingin
mengetahui persepsi secara umum pada responden mengenai variabel yang diteliti
untuk mendapatkan gambaran mengenai derajat persepsi responden atas variabel
yang diteliti.
Alat yang digunakan untuk mengetahui deskripsi hasil penelitian ini adalah
menggunakan tabel biaya promosi dan dana pihak ketiga yang diperoleh bank. Tabel
tersebut dapat menjelaskan seberapa besar jumlah yang dikeluarkan bank untuk
promosi dan pendapatan bank dari dana pihak ketiga.

3.7.2. Analisis Hasil Penelitian


Dalam menganalisis hasil penelitian ini, maka dilakukan dengan menggunakan
teknik analisis sebagai berikut:
3.7.2.1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk meramalkan pengaruh dua atau lebih variabel
predictor (variabel bebas) terhadap satu variabel kriterium (variabel terikat) atau
untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsional antara dua variabel bebas
(X) atau lebih dengan sebuah variabel terikat (Y) (Usman dan Akbar, 2006).
Rumus:
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Keterangan:
33

: Dana pihak ketiga

: Konstanta

b1 dan b2

: Koefisien regresi masing-masing variabel

X1

: Bunga khusus

X2

: Cinderamata

X3

: Hadiah yang diundi

: Standar kesalahan

3.7.2.2. Uji Normalitas


Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang akan digunakan
dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji suatu data
berdistribusi normal atau tidak, dapat diketahui dengan menggunakan grafik, yaitu
grafik normal plot (Ghozali, 2007). Pada grafik normal plot, dengan asumsi:
a. Apabila data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal
atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model
regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Apabila data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis
diagonal atau grafik histrogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka
model regresi tidak memenuhi uji asumsi normalitas.

3.7.2.3. Uji Asumsi Klasik


Uji asumsi klasik digunakan untuk menguji data bila dalam suatu penelitian
menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Uji asumsi klasik, teridir dari:
1. Uji Multikolinieritas
34

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi


ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika variabel bebas
saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Varibael ortogonal
adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen
sama dengan nol (Ghozali, 2007). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya
multikolinieritas di dalam model regresi adalah sebagai berikut:
a. Mempunyai angka tolerance di atas atau lebih besar dari 0,1.
b. Mempunyai nilai VIF di bawah atau lebih kecil dari 10.

2. Uji Heterokedastisitas
Imam Ghozali menyatakan bahwa uji heteroskedastisitas bertujuan
menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual
atau pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2007). Jika varians dari
residual

satu

pengamatan

ke

pengamatan

lain

tetap,

maka

disebut

homoskesdatisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model yang baik


adalah yang homoskesdatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas karena data
ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran.
Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas menurut
Ghozali (2007) dapat dilakukan dengan melihat grafik sctterplot antara nilai
prediksi variabel terikat yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID dengan dasar
analisis sebagai berikut:

35

a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang
teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka telah terjadi
heteroskedastisitas.
b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titiknya menyebar di atas dan di
bawah adalah angka nol pada sumbu Y, maka tidak ada heteroskedastisitas.

2.7.2.4. Uji Goodness of Fit


Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari
Goodness of Fit. Dalam penelitian ini, uji kelayakan model yang digunakan yaitu:
1. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R) pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien
determinasi adalah antara nol (0) dan satu (1). Nilai R yang kecil berarti
kemampuan variabel-variabel independen (bebas) dalam menjelaskan variasi
variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabelvariabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk
memprediksi variasi variabel independen (Ghozali, 2007). Banyak peneliti
menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R (Adjusted R Square) pada
saat mengevaluasi mana model regresi terbaik. Tidak seperti R, nilai Adjusted R
dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam
model.
2. Uji Statistik F
Pada dasarnya uji ini digunakan untuk menguji model regresi sebagai alat
untuk memprediksi variabel pemberian kredit dari variabel kemampuan dan
36

jaminan nasabah. Kriteria pengambilan keputusan pada uji statistik F adalah


sebagai berikut:
a. Jika nilai signifikannya < 0,05, artinya bahwa model regresi signifikan dan
dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat.
b. Jika nilai signifikannya > 0,05, artinya bahwa model regresi tidak signifikan
dan tidak dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat

2.7.2.5. Uji Hipotesis (Uji Statistik t)


Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji statistik t. Pada dasarnya
uji ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara
individual dalam menerangkan variasi variabel independen. Langkah-langkah
hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Merumuskan Hipotesis
Ho : bi = 0 (artinya tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan variabel bebas
terhadap variabel terikat)
Ho : bi > 0 (artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan variabel bebas
terhadap variabel terikat)
2. Menentukan t tabel dengan taraf signifikansi 5% ( = 0.05)
df = n 1 k
= 96 1 4 = 92 (t tabelnya : 2,000)
dimana : n = jumlah responden,

k = jumlah variabel bebas.

3. Pengambilan Keputusan

37

a. Jika nilai t tabel < t hitung dan nilai signifikansi < 0,05, maka hasilnya adalah
menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis alternatif (Ha). Artinya
bahwa ada pengaruh signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
b. Jika nilai t tabel > t hitung dan nilai signifikansi > 0,05, maka hasilnya adalah
menerima hipotesis nol (Ho) dan menolak hipotesis alternatif (Ha). Artinya
bahwa ada tidak pengaruh signifikan dari variabel bebas terhadap variabel
terikat.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi,


Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Fadjrijah, S. 9 Desember 2005. Bank Indonesia Minta agar Bank Tidak Lakukan
Promosi Secara Berlebihan. Harian Ekonomi Neraca. Jakarta
Boediono, 2005. Ekonomi Moneter. BPFE. Yokyakarta
Hadi, Sutrisno, 2004, Metodologi Research, Jilid 2, Yogyakarta: Andi Offset.

38

Hamonangan, Jefri dan Dyah Nirmalawati. 2008. Efektifitas Promosi terhadap


Peningkatan Dana Pihak Ketiga di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Jurnal
National Conference on Management Research, Makasar. ISBN: 79-442-242-8.
Hanifeliza, R. 2004. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Total Tabungan
Masyarakat yang Dihimpun Perbankan di Indonesia. Skripsi pada Fakultas
Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Ghozali, Imam, 2007. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Universitas Diponegoro Semarang.
Gujrati. 2006. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Erlangga.
Ikatan Bankir Indonesia. 2014. Mengelola Kredit secara Sehat. Jakarta: Penertbit PT
Gramedia Pustaka Utama.
Indonesia, Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana
telah diubah dengn Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998.
Kasmir, 2002. Manajemen Perbankan. Edisi I. Cetakan 3. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
---------, 2011. Dasar-Dasar Perbankan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
---------, 2014, Manajemen Perbankan, Jakarta: PT, Raja Grafindo Persada.
Siringoringo, Lambok. 2006. Analisis Pengaruh Promosi Bank terhadap
Penghimpunan Tabungan dan Deposito. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
----------, 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung:
Alfabeta.
----------, 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Supramono, Gatot. 2009, Perbankan dan Masalah Kredit. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Sutrisno Hadi. 2002. Metodologi Research. Yogyakarta : Andi Offset.
Swastha, Basu DH dan Irawan. 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta:
Liberty.
Teguh Pudjo Muljono, 2003. Bank BudgetingProfit Planning dan Control,
Yogyakarta: BPFE,

39

Undang-undang No, 10 tentang Perbankan, 1998, http://komisiinformasi,go,id/


assets/data/arsip/uu-bank-10-1998,10 Nopember 1998, Diakses pada tanggal 21
Juli 2012,

EFEKTIFITAS PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN DANA


PIHAK KETIGA PADA BANK JATENG
CABANG TEMANGGUNG

PROPOSAL

Untuk Memenuhi Persyaratan


40

Guna Mencapai Derajad Sarjana S-1


Program Studi Manajemen

Diajukan Oleh
FEBRIYAN ADITYA INDONESIA
NPM. 131003612010375

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG
2015
EFEKTIFITAS PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN DANA
i
PIHAK KETIGA PADA
BANK JATENG
CABANG TEMANGGUNG
Yang Dipersiapkan dan disusun oleh
FEBRIYAN ADITYA INDONESIA
NPM. 131003612010375

41

Telah Disetujui Pembimbing


Pada Tanggal Desember 2015

----------------------Penguji 1
Joko Riyanto
Pembimbing

----------------------Semarang, Desember 2015


Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Ketua Program Studi Akuntansi

Dra. Hikmah, SE. M.Si.


NRP: 1113217

KATA PENGANTAR
ii
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan
judul: EFEKTIFITAS PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN DANA
PIHAK KETIGA PADA BANK JATENG CABANG TEMANGGUNG.

42

Adapun tujuan penulisan proposal ini adalah guna memenuhi persyaratan


untuk mencapai derajat Srata Satu (S1) pada Program Studi Manajemen Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Pembuatan proposal ini tidak lepas atas bantuan dari berbagai pihak, oleh
sebab itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Drs. Giyah Yuliari, MM.

selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.


2. Joko Riyanto

selaku dosen pembimbing yang telah dengan sabar memberi

petunjuk dan bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini.


3. Bapak dan Ibu Dosen yang telah memberikan bekal ilmu selama penulis kuliah
pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
4. Bapak dan Ibu pimpinan Bank Jateng Cabang Temanggung beserta seluruh staf
kantor yang telah membantu memberikan ijin dan kemudahan dalam penelitian
ini.
5. Kedua orang tua tercinta, yang selalu memberikan doa, harapan dan semangat
untuk menyelesaikan penulisan proposal ini.
6. Seluruh teman di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945
Semarang yang telah membantu penulisan
iii proposal ini.
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini dan tidak bisa
penulis sebutkan satu persatu.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan pahala kepada semua
pihak yang telah membantu penulis dalam penelitian ini dan semoga skripsi ini
bermanfaat.

43

Semarang,

Desember 2015
Penulis

FEBRIYAN ADITYA INDONESIA


NPM. 131003612010375

DAFTAR ISI
iv

Halaman

HALAMAN JUDUL ...............................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................

ii

KATA PENGANTAR...............................................................................................

iii

DAFTAR ISI ...........................................................................................................

DAFTAR TABEL .................................................................................................... vii


44

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... viii


DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... vix
I.

II.

PENDAHULUAN ..........................................................................................

1.1. Latar Belakang Masalah .........................................................................

1.2. Perumusan Masalah ................................................................................

1.3. Tujuan Penelitian ....................................................................................

1.4. Manfaat Penelitian ..................................................................................

TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................

2.1. Telaah Teori .............................................................................................

2.1.1. Promosi..........................................................................................

2.1.2. Dana Pihak Ketiga ........................................................................ 12


2.1.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dana Pihak Ketiga ............... 17
2.1.4. Bank............................................................................................... 20
2.2. Penelitian Terdahulu ............................................................................... 23
2.3. Kerangka Pemikiran Teoritis dan Hipotesis Penelitian ........................... 24
2.3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis ........................................................ 24
2.3.2. Hipotesis Penelitian ...................................................................... 26
III.

METODE PENELITIAN ............................................................................... 27


3.1. Pendekatan Penelitian ............................................................................. 27
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................. 27
v
3.3. Populasi dan Sampel ...............................................................................
28
3.4. Variabel Penelitian .................................................................................. 30
3.5. Metode Pengumpulan Data ..................................................................... 31
3.6. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 32
3.7. Deskripsi dan Analisis Hasil Penelitian .................................................. 33
3.7.1. Deskripsi Hasil Penelitian ............................................................ 33

45

3.7.2. Analisis Hasil Penelitian .............................................................. 33


3.8.2.1. Analisis Regresi Linier Berganda ................................... 33
3.8.2.2. Uji Normalitas ................................................................. 34
3.8.2.3. Uji Asumsi Klasik ........................................................... 35
3.8.2.4. Uji Goodness of Fit ......................................................... 36
2.8.2.5. Uji Hipotesis (Uji Statistik t) .......................................... 37
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTARviTABEL
Halaman
Tabel 1.

Peningkatan Dana Pihak Ketiga di Bank Jateng Cabang


Temanggung Dari Bulan Januari November 2015 .............................

Tabel 2.

Penelitian Terdahulu .............................................................................. 24

Tabel 3

Operasional Variabel ............................................................................. 31

46

DAFTAR GAMBAR
vii

Halaman

Gambar 1. Skema Kerangka Berpikir .................................................................... 26

47

DAFTAR LAMPIRAN
viii
1. Data Penelitian

48

DATA PENELITIAN
vix
No

Bulan

Bunga Khusus

1
2
3
4
5

Januari
Februari
Maret
April
Mei

14
15
13
14
14

Biaya
Cinderamata
350.000
375.000
250.000
270.000
300.000

49

Biaya Hadiah
yang Diundi
750.000
575.000
550.000
535.000
500.000

Jumlah Dama
Masuk
441.500.000
378.340.000
367.530.000
345.460.000
261.430.000

6
7
8
9
10
11

Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November

14
13
14
14
12
12

360.000
410.000
420.000
350.000
550.000
650.000

50

650.000
700.000
550.000
850.000
1.250.000
2.000.000

255.340.000
232.150.000
324.530.000
357.460.000
525.850.000
578.640.000
4.068.230.000