Anda di halaman 1dari 22

JUDUL PROYEK

Dalam konteks urban, bangunan tinggi multi fungsi, dikenal dengan istilah mixed-use building adalah suatu bangunan yang mengakomodasi beberapa
fungsi sekaligus, umum-nya fasilitas komersial yang meliputi mall, per-kantoran, perbankan, perhotelan, kondominium, apartemen, rekreasi, auditorium, cineplex,
studio radio/TV, ruang observasi dan restoran, parkir. Dari semua fungsi yang telah disusun secara vertical dalam wujud suatu bangunan tinggi untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia, menciptakan citra dan identitas spesifik serta integrasi maksimal semua elemen sistem dalam bangunan.
Tujuan utama dari mixed use building ini adalah menuju bangunan tinggi sebagai sinergi antar multi fungsi, dimana semua fasilitas yang dirancang sebagai
sumber pendapatan harus saling mendukung dan melengkapi dengan menghindari kompetisi antar fasilitas sehingga secara kolaboratif dapat memberikan
kontribusi pendapatan yang baik.
Penerapan bangunan tinggi ini diutamakan pada area strategis yang hanya menempati lahan yang relatif kecil, umumnya di pusat kota atau di CBD/kota2
mandiri yang banyak bermunculan. Pada beberapa kota, implementasi konsep mixed-use merupakan strategi yang tepat untuk menggerakkan momentum
revitalisasi kota, terutama pada beberapa bagian kota yang cenderung tertinggal.

TEMA
Istilah kontekstual bila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi keterkaitan. Dengan kata lain konstektual
bisa diartikan adanya keterkaitan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Di bidang arsitektur, dalam sebuah proses perencanaan dan perancangan, perlu
diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan karya baru yang direncanakan. Hal-hal yang mempunyai keterkaitan tersebut antara lain adalah lingkungan, budaya,
gaya regional, karakter masyarakat, sejarah, dll.
Arsitektur bangunan gedung harus dirancang dengan memperhatikan bentuk dan karakteristik arsitektur dan lingkungan yang ada di sekitarnya, serta harus
mempertimbangkan perwujudan kualitas bangunan gedung dan lingkungan. Sehingga proses analisa penentuan bentuk dan penampilan bangunan juga harus
memperhatikan karakteristik bangunan-bangunan yang terdapat di lingkungan setempat.
Pokok-pokok pemikiran kontekstual yang mengemukakan tentang keterkaitan antara bentuk dan penampilan bangunan baru dengan karakteristik
bangunan-bangunan yang terdapat di lingkungan setempat, antara lain dikemukakan oleh:
Brent C Brolin
Seorang arsitek atau perencana bangunan dianjurkan untuk memperhatikan dan menghormati lingkungan fisik sekitarnya, mengutamakan kesinambungan
visual antara bangunan baru dengan bangunan, landmark dan gaya setempat yang keberadaannya telah diakui sebelumnya.

DEFINISI
Apa??
Gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan sebagai bangunan berfungsi banyak
Siapa??
Para pengusaha yang bergerak dibidang bisnis untuk mengisi lahan
pusat perbelanjaan dan juga karyawan yang bekerja di perkantoran itu.
Dimana?
Di kota bandung, jawa barat
Daerah mesjid agung di area kantor bri

Kapan..?
Ketika masyarakat ingin memenuhi kebutuhan sehari hari dengan berbelanja dan
ketika membutuhkan pekerjaan
Kenapa?
Karena meningkatnya kuantitas penduduk dan minimnya lahan sehingga
dibangunlah bangunan vertikal dengan 2 fungsi untuk memudahkan masyarakat
Bagaimana?
Merancang 1 gedung yang memiliki 2 fungsi

PERMASALAHAN
Aspek perancangan
# Bangunan dirancang mengikuti standar yang telah ditetapkan sebagai pusat perbelanjaan dan perkantoran
# Menyelaraskan bangunan dengan kondisi lingkungan sekitar
# Bangunan diharapkan dapat menjadi ikon kawasan
Aspek bangunan / struktur
# Pemilihan jenis struktur yang tepat dan baik untuk bangunan high rise
# Jenis struktur yang dipilih disesuaikan dengan kondisi tanah di site
Aspek lingkungan
# Mendesain bangunan disesuaikan dengan iklim tropis yang ada di indonesia
Aspek tapak
# Merancang akses yang baik sebagai sirkulasi
# Merancang ruang luar yang baik agar tidak tercipta ruang negatif

DATA LOKASI
#
#
#
#

Lokasi Site
Kondisi Lahan
Luas Lahan
Batasan Lahan
Utara

: Lokasi berada di Palaguna Jalan Dalem Kaum


: Relatif datar
: 6.000 m2
:

: Berbatasan Site Tetangga

Selatan : Berbatasan Jalan Dalem Kaum

# KDB

= Luas Site x 70%

70%

= 6.000 m2 x 70%

Ground Floor

= 4.200 m2

Jadi, luas lantai dasar maksimal yang dapat dibangun ialah 4.200m2
# KLB

= Luas Site x 5,6

Timur

: Berbatasan dengan Sungai Cikapundung

5,6

= 5,6 x 6.000 m2

Barat

: Berbatasan dengan Jalan Alun alun timur dan Masjid Agung Bandung

Floor

= 33.600 m2

Jadi, luas lantai maksimal yang dapat dbangun ialah 33.600 m2

# GSB

# KDH

= Luas Site x 20%

Utara

: 4 meter

Barat

: 10 meter

20%

= 6.000 m2 x 100%

Timur

: 4 meter

Green Area

= 1.200 m2

Selatan : 10 meter

Jadi, luas daerah hijau minimal yang harus ada ialah 1.200 m2

REVISI

AKSESIBILITAS
Akses Untuk menuju Site
# Dapat menggunakan kendaraan Pribadi baik Mobil
Maupun Motor.dapat pula di tempuh dengan berjalan
kaki.Jalan yang dapat dilalui ada beberapa alternatif,
Dapat melalui Jalan Asia Afrika Lalu belok ke Jalan
Alun2 timur,
Jika dari Arah Dewi Sartika dapat melalui Jalan
Dalem Kaum.
# Untuk menuju Site dapat pula menggunakan kendaraan
umum, sepeti taksi, Bus kota, dan angkutan kota. Ada
beberapa jurusan angkutan kota yang melalui site
tersebut misalnya,
jurusan Cicadas-Elang,
Kalapa-Cicaheum,
Kalapa-Dago,
Kalapa-Aceh,
Kalapa-Ledeng,
Antapani-Ciroyom, dan masih banyak lagi.
Untuk yang menggunakan kendaraan umum kami
meyediakan sebuah shelter sebagai tempat menampung
penumpang yang naik atau turun dari kendaraan.

Kendaraan Pribadi

Kendaraan umum

REVISI

FASADE BANGUNAN
Bangunan terdiri dari podium dan tower dan letak towernya pada bagian depan podium karena bangunan
berorientasikan terhadap
Alun - alun kota Bandung

GEDUNG

Fasade memiliki tiga bagian massa yang disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Seperti pada gedung
pertama sebagai pusat perbelanjaan, kemudian bentuk massa diatasnya sebagai kantor pengelola, dan kemudian yang
paling atas adalah sebagai kantor penyewaan.

Ruko yang berada di dekat site ini, fasade hampir sama


bias dibilang bangunan kontekstual, karena bentuk,
material dan ketinggiannya hampir sama.

Bangunan Parahyangan ini bisa dibilang tidak kontekstual


atau di sebut bangunan ignore karena terlihat dari fasade
bangunan tersebut yang tidak sama dengan bangunan
sekitar.

ANALISA TAPAK

Arah orientasi matahari pada


Site, arah timur dan barat akan menerima panas
matahari yang berlebih sehingga kurang bijak
untuk membuat bukaan pada daerah ini.

Peletakan bangunan akan beradda di sudut


bagian dalam site karena ingin memperluas
bagian dalam site yang akan menjadi olahan
Bukaan hijau dan memudah kan sirkulasi
keluar masuknya kendaraan.

Vegetasi pada sekitar site sangat


diperlukan untuk respirasi dan
penghijauan lahan.

Untuk keadaan kontur site terbilang


cukup datar sehingga tidak
membutuhkan upaya cut and fill yang
terlalu banyak.

Orientasi bangunan menghadap ke 2 arah


jalan jadi bangunan memiliki 2 view.
Bangunan dimaksudkan dapat menarik
perhatian masyarakat yang melintasi jalan
tersebut

GEDUNG

Oriedrainase dari bangunan dapat mengalir dengan


lancar ke riol kota untuk mencegah timbulnya banjir.

Yang menjadi sedikit kelemahan pada site ini adalah jalan satu
arah yang dilalui kendaran, jadi bila terlewatkan pengunjung
akan memutar balik cukup jauh.

VIEW KELUAR

VIEW KEDALAM

STUDI LITERATUR
PUSAT PERBELANJAAN

OFFICE

OFFICE

TANGGA

KORIDOR

PARKIRAN

REVISI
STUDI PRESEDEN
San Francisco Public Utilities
Commission Headquarters
The San Francisco Utilities Commission (SFPUC) adalah badan publik
Kota dan County San Francisco yang menyediakan air, air limbah, dan jasa
tenaga listrik ke kota. Sejak didirikan pada bulan Februari 2005, Divisi SFPUC
Power Enterprise telah memasok daya ke banyak fasilitas Kota termasuk
Muni, Bandar Udara Internasional San Francisco serta Modesto dan Turlock
Irigasi districts.
City and the Public Utilities Commission (SFPUC) menantang tim desain
untuk menciptakan " bangunan hijau perkotaan di Amerika Serikat." ini
kemudian didefinisikan sebagai "sebuah bangunan perkotaan yang dekat
dengan transportasi massal yang meminimalkan konsumsi sumber daya alam
ke level tertinggi dan menghasilkan sejumlah besar energi terbarukan.
"Konsumsi sumber daya alam diminimalkan melalui sejumlah pendekatan
yang inovatif.
Pemilik Proyek
: The City and County San Francisco
Lokasi
: 525 Golden Gate Street
San Francisco California 94102
Amerika Serikat
Arsitek
: KMD Arsitek
Joint Venture atau Arsitek Associate
Penyelesaian Proyek Tanggal
Situs Proyek Konteks / Setting
Proyek Jenis
Proyek Gross Floor Area
Jam Operasi

: KMD / Stevens Joint Venture


: Juni 2012
: Perkotaan
: Kantor
: 27,500 kaki persegi
: M-F 8:00-05:00

Biaya total proyek

: $ 146,500,000.00

Edith Green Wendell Wyatt Federal


Building Modernization
The Edith Green-Wendell Wyatt (EGWW) l Proyek Gedung perkantoran dengan luas 18, 512.474
meter persegi yang terletak di pusat kota Portland. Selesai pada tahun 1974. Tujuan proyek termasuk
upgrade sistem bangunan, memperbarui lingkungan kerja dan meningkatkan aksesibilitas, sementara
juga memenuhi konservasi air energi sesuai dengan standar. Proyek ini telah mengubah bangunan
menjadi gedungyang sehat modern untuk 16 lembaga federal, dan selesai dalam waktu 39 bulan.
Pemilik Proyek

: General Services Administration - Wilayah 10 NW Arctic Region

Lokasi

: 1220 SW 3rd Avenue


Portland Oregon 97204
Amerika Serikat

Arsitek

: SERA Architects Inc

Joint Venture atau Arsitek Associate

: Cutler Anderson Arsitek

Penyelesaian Proyek Tanggal

: Mei, 2013

Proyek Kategori

: Reuse Adaptive

Situs Proyek Konteks / Setting

: Perkotaan

Proyek Jenis

: Kantor

Proyek Gross Floor Area

: 512.474 meter persegi

Jam Operasi

: 8:00-17:00

Biaya total proyek pada saat penyelesaian, tanah dikecualikan:


$ 141,500,000.00

REVISI

ANALISA STRUKTUR

BEBAN AIR HUJAN

MODUL VERTIKAL
Modul vertikal dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan, sehingga
tidak ada space yang terbuang percuma. Modul vertikal dibuat
berdasarkan atas dari kebutuhan ruang serta jaringan- jaringan yang
akan dipasang nantinya seperti jaringan mekanikal, elektrikal,
plumbing, security and safety. Penyaluran beban vertikal biasanya
berasal dari beban statis yang nantinya disalurkan melalui balok lalu
diteruskan ke kolom hingga akhirnya ke pondasi.
MODUL HORIZONTAL
Modul horizontal dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan ruang,
serta biasanya dibuat semacam grid agar lebih memudahkan
dalam mengolah ruang, serta dalam aspek struktur juga bisa
dibilang lebih mudah dikarenakan sudah terpola sebelumnya.
Beban horizontal biasanya berasal dari beban dinamis
menyalurkan bebannya melalui plat lantai yang ditahan oleh balok
lalu diteruskan menuju kolom, hingga berakhir di pondasi. Modul
hrozontal yang digunakan berjarak 8m x8 m.
1.2 MODUL STRUKTUR
Modul struktur menggunakan 8mX8m di karnakan
mempertimbangkan besaran dari parkiran basement dan juga
luasan ruangan kantor sewa dan retail yang mempunyai type
tertentu sesuai dengan kebutuhan user kelak.

ANALISA TERHADAP ANGIN

ANALISA TERHADAP GEMPA

Pembebanan dari arah atas yang disalurkan ke samping pangunan


atau dinding bangunan yang di tahan oleh pondasi, hal tersebut
menjadikannya adanya reaksi dan aksi.
Beban horizontal adalah beban dari arah angin, sedangkan beban
dari arah vertikal adalah beban gempa dan beban dari air hujan yang
turun di sertai demngan beban atap.

Alasan memaikai modul 8mx8m :


# Pembagian tempat parkir di basement
# Pembagian retail di bagian mall
# Pembagian ruang di bagian office

PONDASI

1.4 Sistem Struktur

SISTEM UTILITAS
Sumber air bersih dari PDAM mengunakan system upfeed
dengan mengunakan reservoar atas dan bentuk dan luasan PDAM : Air bersih utama reservoar
disesuaikan dengan kebutuhan bangunan.Sumber air cadangan dari sumur dalam.
Asumsi pengunaan air bersih 45 liter/hari
jumlah pengguna 1600 orang
- Kebutuhan air bersih untuk 1600 orang/hari dalam sebuah gedung mall dan kantor sewa adalah:
1600 orang/hari x 45 liter/hari/orang = 9000 liter
- Asumsi pengunaan air (efektif) adalah: Jam 07.00 s/d 21.00
- Asumsi tidak mengunakan air (tidak efektif) adalah: Jam 21.00 s/d 07.00
- Asumsi total air yang di keluarkan per jam adalah: 5 liter/menit x 60 menit
- Asumsi total air yang di keluarkan dalam 12 jam adalah: 14 jam x 300 liter/jam = 4200 liter
- Total air yang di butuhkan dalam 1 hari adalah:
- Total air yang di butuhkan dalam 1 hari adalah: 1600 orang/hari x 45 liter/hari/orang = 72000 liter
- Kapasitas tanki air bersih minimum adalah:72000 liter - 3600 liter = 68400 liter dimensi = 68.4 m3

Asumsi pemakaian : 200 liter/orang/hari


Kualitas air limbah :1600 orang
Asumsi pemakaina : 1 hari
Waktu defensi (T) : 40 liter/orang/tahun
Banyak lumpur (L) : 2 tahun
Periode pengurasan
: 1 tahun
Penyelesaian
: Volume air dalam septic tank
: 200 liter/orang/hari X 1600 orang X 1 hari
: 320000 liter/orang/tahun
3
: 320 m
: Volume lumpur yang mengendap
: 200 liter/orang/hari X 40 liter/orang X 2 tahun
: 16000 liter/orang/tahun
: 16 m3
: Vt = Va+Vl = 32 m3 + 8 m3 = 40m3

Air hujan di yang di tampung sebagian di salurkan ke sumur resapan dan sebagian
lagi di olah kembali dan di jadikan air kosumsi untuk mencuci, flush toilet dan lain
sebaginya.

Sampah di buang
melaluai trash room/saff
yang menuju lantai dasar
dan kemudian sampah di
angkut mengunakan
mobil ke tempat
pembuangan
sampah/TPS.

Pasokan listrik utama dari PLN. Untuk menghindari mati lampu


mengunakan
listrik cadangan dengan mengunakan genset agar bangunan tetap
beroprasi
serta kegiatan didalamnya tidak terhenti.

Jaringan komunikasi dari telkom kemudian di kontrol di ruang kontrol PABX


dan kemudian di salurkan ke MDF di setiap lantai dan TBT di setiap unit
terdapat TBE.

Bangunan ini mwngunakan


sistem pengondisian udara water
cooled
dengan peralatan sebagai
berikut:
CH: Chiler
CT: Colling tower
RA: Reservoar atas
AHU: Air handling unit
Pb: Pompa boster
Ph: Pompa hydrophoor

Ruang-ruang yang akan


dilengkapi sistem
komunikasi pada RETAIL
ini adalah:
Ruang informasi
Ruang keamanan dan
CCTV
Ruang Staff
R. manager
R.Multimedia
Terhubung dengan jaringan
seluruh kawasan
perbelanjaan dan office.

Penangkal petir yang di gunakan pada bangunan ini adalah


sistem preventor
LCT(Lighting Central Terminal) di pasang 1 buah untuk satu
bangunan seperti
sistem franklin. besaran zona yang di lindungi berbentuk
slinder.

Transportasi vertikal pada bangunan ini mengunakan


lift, lift penumpang
dan lift barang. Selain itu ditambah tangga kebakaran
untuk evakuasi

KEBUTUHAN RUANG

REVISI

BLOK PLAN KAWASAN

BATAS SITE
-Sebelah selatan berbatasan dengan jl. Dalem Kaum
-Sebelah barat berbatasan dengan jl. Alun-alun Timur
-Sebelah timur berbatasan dengan Sungai
-Sebelah utara berbatasan dengan Bangunan Konstruksi

POTENSI
-Mempunyai 2 akses jalan yaitu jl. Alun-alun Timur dan jl. Dalem Kaum
-Dekat dengan pusat Keramaian
-Terletak di jalan utama sehingga mudah di akses
-Lahan tidak berkontur, sehingga memudahkan pada saat pembangunan
KENDALA
-Tidak adanya vegetasi

PERANCANGAN ARSITEKTUR VI

ASISTEN DOSEN:
NURTATI SOEWARNO, IR, MT.

MARDIAN
MUTHOSILARAHMAN
ARDI NASRUL W.
M. IMADDUDIN

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

21-2006-057
21-2010-079
21-2011-024
21-2011-028