Anda di halaman 1dari 7

SENYAWA KARBON DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Unsur karbon memiliki beberapa bentuk yang berbeda yaitu arang, grafit dan
intan. Bentuk-bentuk yang berbeda dari unsur yang sama disebut alotrof.
1. Intan
Sifat-sifat intan :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Keras, tidak berwarna


Transparan
Indeks bias tinggi
Bukan konduktor listrik
Tahan asam dan alkali
Terbakar pada suhu 800oC

Intan merupakan zat padat yang bening berkilauan dan merupakan zat yang
sangat keras. Penggunaannya sesuai dengan sifatnya yang mengkilap dan keras.
Beberapa penggunaan intan :
a. Untuk perhiasan
b. Untuk membuat alat pemotong (seperti pemotong kaca), gerinda, dan mata
bor.
c. Untuk membuat amplas, untuk memoles benda yang sangat keras seperti
baja tahan karat.
Intan buatan dibuat dari grafit melalui pemanasan pada suhu 3300 oC dan pada
tekanan 125.000 atm.
2. Grafit
Sifat-sifat grafit :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Berwarna hitam
Buram
Dapat menghantar listrik
Dapat di hancurkan menjadi serbuk yang lebih kecil
Licin
Tahan panas

Grafit mempunyai struktur yang berbentuk lapisan. Jarak antar lapisan hampir 2,5
kali lebih besar daripada jarak antar atom dalam satu lapisan. Hal ini
menyebabkan grafit bersifat licin karena satu lapisan dapat meluncur di atas

lapisan lainnya. Hubungan antar lapisan dalam grafit dapat diibaratkan dengan
tumpukan lembaran kaca yang basah.
Grafit juga mempunyai titik leleh yang tinggi. Elektron yang digunakan untuk
membentuk ikatan antar lapisan terikat relatif lemah, sehingga dapat mengalir dari
satu atom ke atom lain sehingga grafit dapat menghantarkan listrik. Penggunaan
grafit :
a. Sebagai anode dalm batu baterai dan dalam berbagai proses industri yang
menggunakan elektrolisis, misalnya peleburan aluminium
b. Grafit dicampur dengan tanah liat untuk mebuat pensil, dan bahan kosmetik
c. Bahan pelumas
d. Sebagai komponen dalam pembuatan komposit (paduan material)
3. Arang
Arang dibuat dari kayu atau serbuk gergaji dengan pemanasan pada suhu tinggi
tanpa udara. Arang merupakan kristal halus dengan struktur seperti grafit. Ruang
antar lapisan atom dalam arang yang dibubuk halus dapat menjerat atom,
sehingga zat itu mempunyai daya absorbsi yang besar. Oleh karena itu zat ini
digunakan dalam topeng gas. Penggunaan arang :
a. Untuk mengadsorbsi zat warna, dan bahan polutan lain dalam pengolahan air
b. Untuk mengadsorbsi zat warna yang tedapat dalam air tebu pada pengolahan
gula
c. Sebagai obat sakit perut
4. Karbon Black
Karbon black adalah jelaga yang dibuat pada pembakaran hidrokarbon dengan
oksigen yang terbatas. Penggunaan karbon black:
a. Vulkanisasi karet pada industri ban
b. Membuat ebonit
c. Pigmen dalam cat, tinta, kertas, dan plastik
5. Batu Bara
Batu bara terbentuk dari proses fosilisasi tumbuhan. Selain hidrokarbon, dalam
batu bara juga terkandung belerang dan nitrogen. Penggunaan utama batu bara
adalah untuk :
a. Bahan bakar dalam industri dan PLTU

b. Bahan bakar rumah tangga dalam bentuk briket


Batubara merupakan sumber energi yang lebih murah daripada sumber minyak
bumi. Selain itu juga lebih melimpah. Tempat penambangan batu bara terdapat di
Pulau Laut (Kalimantan), Umbilin (Sumatera Barat), dan Bukit Asam (Sumatera
Selatan). Sebenarnya batu bara dapat dirubah menjadi bahan bakar gas melalui
proses yang di sebut gasifikasi batu bara, akan tetapi proses tersebut masih dalam
tahap pengembangan. Salah satu kendala ialah besarnya investasi yang diperlukan
sementara masih tersedia bahan bakar lain yang lebih murah.
6. Karbonmonoksida (CO)
Karbonmonoksida lebih dikenal karena sifatnya yang beracun daripada
penggunaannya. Gas ini dapat berikatan dengan haemoglobin dalam darah
sehingga menghalangi fungsi utama darah sebagai pengangkut oksigen. Gas CO
tidak berbau, berwarna, dan tidak berasa. Karbonmonoksida berasal dari
pembakaran tak sempurna kendaraan bermotor dan industri. Udara bersih praktis
tidak mengandung gas CO. Penggunaan gas CO :
a. Sebagai reduktor pada pengolahan berbagai jenis logam
b. Sebagai bahan baku untuk membuat metanol
c. Komponen dari berbagai jenis bahan bakar gas, seperti gas air dan gas kokas
7. Gas karbondioksida (CO2)
Karbon dioksida terdapat di udara dengan kadar 0,035%. Juga terdapat dalam air,
terutama air laut. Karbon dioksida lebih mudah larut dalam air laut karena
sifatnya yang basa, sedang CO bersifat asam. Karbon dioksida ternbentuk pada
pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon seperti batu bara, minyak
bumi, gas alam dan kayu. Gas ini juga dihasilkan pada pernapasan makhluk
hidup. Karbondioksida merupakan komponen utama siklus karbon di alam.
Karbon dioksida komersial diperoleh dari pembakaran residu penyulingan minyak
bumi. Penggunaan gas CO2:
Di udara
a. Untuk proses fotosintesis
b. Menentukan suhu global iklim

Di air
a. Untuk proses fotosintesis tumbuhan air
b. Digunakan oleh siput dan sejenisnya untuk membuat cangkang
Komersial
a. Karbon dioksida mudah di padatkan yang disebut es kering
b. Untuk memadamkan kebakaran
c. Untuk membuat minuman ringan (soft drink)
8. Natrium Bikarbonat
Disebut juga soda kue atau bikarbonat. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan
pengembang kue. Bubuk pengembang kue merupakan campuran dari serbuk
NaHCO3 dengan suatu zat yang bersifat asam, dapat berupa natrium, aluminium
sulfat atau kalium asam tartrat. Natrium hidrogen karbonat dan asam tersebut
tidak bereaksi dalam keadaan kering, tetapi begitu berada dalam adonan segera
bereaksi membebaskan gas CO2 yang akan memekarkan adonan.
9. Karbonat
Karbonat dalah senyawa yang mengandung ion CO3-2. Senyawa kabonat yang
terpenting adalah natrium karbonat dan kalsium karbonat. Natrium karbonat
disebut juga soda pembersih digunakan untuk membuat gelas dan untuk
melunakkan air sadah. Beberapa bentuk kalsium karbonat antara lain batu kapur
dan marmer. Penggunaan batu kapur :
a.
b.
c.
d.
e.

Sebagai bahan bangunan yang disebut batu alam


Sebagai fluks pada peleburan besi
Bahan pembuat gelas bila dicampur dengan natrium bikarbonat
Dipanaskan dengan tanah liat untuk membuat semen
Dipanaskan dengan tanur untuk membuat kapur (CaO) yang banyak
digunakan untuk mengurangi keasaman tanah pertanian)

MUSIK SUMATERA BARAT


Musik Minangkabau berupa instrumentalia dan lagu-lagu dari daerah ini pada
umumnya bersifat melankolis. Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya
yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan
kampung halaman yang tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi merantau.
1. Saluang
alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatra Barat. Yang mana alat musik
tiup

ini

terbuat

dari

bambu

tipis

atau

talang

(Schizostachyum

brachycladum Kurz). Orang Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling


bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang
yang ditemukan hanyut di sungai. Alat ini termasuk dari golongan alat musik
suling. Panjang saluang kira-kira 40-60 cm, dengan diameter 3-4 cm.

SALUANG
2. Bansi
Bentuknya Pendek dan memiliki 7 lubang dan dapat memainkan lagu-lagu
tradisional maupun modern karena memiliki nada standar. Setelah tahu bentuknya
lalu saya coba untuk belajar bansi terlebih dahulu karena mudah, saya bawakan
musik bansi yang ada dalam tari pasambahan, dan lumayan mudah. Untuk
saluang, sampai saat ini masih belajar dengan keras karena saya anggap orang
yang mahir di saluang berarti untuk alat musik tiuplainnya pasti mudah.

BANSI
3. Talempong
Bentuknya hampir sama dengan gamelan dari Jawa. Talempong dapat terbuat
dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu, saat ini
talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan.

TALEMPONG
4. Rabab
Rabab merupakan

kesenian

di Minangkabau yang

dimainkan

dengan

menggesek biola.Dengan rabab ini dapat tersalurkan bakat musik seseorang.

RABAB
5. GANDANG TABUIK
Tabuik berbentuk bangunan bertingkat tiga terbuat dari kayu, rotan, dan bambu
dengan tinggi mencapai 10 meter dan berat sekitar 500 kilogram. Bagian bawah
Tabuik berbentuk badan seekor kuda besar bersayap lebar dan berkepala wanita
cantik berjilbab. Kuda gemuk itu dibuat dari rotan dan bambu dengan dilapisi
kain beludru halus warna hitam dan pada empat kakinya terdapat gambar
kalajengking menghadap ke atas.

GANDANG TABUIK