Anda di halaman 1dari 15

PEREAKSI PEMBATAS

Oleh Kelompok IV dan VIII:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Lili Maryana(130332603259)
Lukluil Maknun (130332615148)
Maria Ulfa Supriyanto (130332615103)
Moh Rozaq Hasan (130332615112)
Rizki Karomah (130332615143)
Shindy Tirta Ayu P. (130332615139)
Wawan Setiawan (130332615147)
Yulia Gita Choirani (130332615126)
Yusuf Saifurrijal (130332615117)

Tujuan Percobaan

Menentukan pereaksi pembatas pada


campuran garam Natrium fosfat
dodekahidrat Barium klorida dihidrat

Menentukan persen komposisi masingmasing senyawa pada campuran garam


tersebut

Prinsip Percobaan

PEREAKSI PEMBATAS ADALAH


PEREAKSI YANG HABIS BEREAKSI
TERLEBIH DAHULU DALAM SUATU
REAKSI KIMIA. HAL INI DIKARENAKAN
PEREAKSI TERSEBUT MENENTUKAN
JUMLAH PRODUK YANG TERBENTUK.
2Na3PO4.12H2O(s) + 3BaCl2.2H2O(s)
30H2O(l)

Ba3(PO4)2(s) + 6NaCl(aq) +

6Na+ (aq) + 2PO43-(aq) + 24H2O(s) + 3Ba2+ (aq) + 6Cl2- (aq) + 6H2O(s)


Ba3(PO4)2(s) + 6Na+ (aq) + 6Cl-(aq) + 30H2O(l)

METODOLOGI

Alat-alat: 1. Gelas piala


2. Batang pengaduk

5. Kertas saring
6. Gelas arloji

3. Kompor spiritus 7. Kasa asbes


4. Corong

8. Kaki tiga

Bahan:
1. Campuran garanm Natrium fosfat
dodekahidrat Barium klorida dihidrat
2. Akua demineralisasi
3. BaCl2 0,5M
4. Na3PO4 0,5M

Pembentukan Ba3(PO4)2
1.

Gelas arloji dan kertas saring ditimbang

2.

Sebanyak 1g campuran garam Na 3PO4.12H2O dan


BaCl2.2H2O yang sudah dihaluskan pada gelas arloji
yang ditimbang

3.

Garam tersebut dilarutkan dalam gelas beaker dengan


150 mL akua demineralisasi, diaduk dengan batang
pengaduk selama 1 menit, dan endapan dibiarkan turun

4.

Gelas beaker ditutup dengan gelas arloji, larutan


dihangatkan pada suhu 80 90C di atas lampu
spiritus dengan nyala kecil selama 30 menit, dibiarkan
beberapa waktu

5.

Jika telah diperoleh supernatan yang jernih, dilakukan


dekantasi. Supernatan dituangkan masing-masing
sebanyak 50 mL dalam dua gelas piala 100 mL, diberi
label pada masing-masing gelas piala dengan GI dan
GII. Disimpan untuk percobaan selanjutnya

6.

Residu yang diperoleh setelah dekantasi disaring.


Endapan yang tersisa di gelas beaker dicuci dengan
air hangat. Endapan pada kertas saring dicuci dengan
air hangat

7.

Endapan yang diperoleh dieringkan dan ditimbang.

C
A
R
A
K
E
R
J
A

Penentuan Pereaksi Pembatas:


1.

Dua tetes larutan Ba2+ 0,5 M (dari BaCl2 0,5 M)


ditambahkan ke dalam GI, lalu diamati apakah
terbentuk endapan

2.

Dua tetes larutan PO43- 0,5 M (dari Na3PO4 0,5 M)


ditambahkan ke dalam GII, lalu diamati apakah
terbentuk endapan

DATA HASIL PENGAMATAN


Data yang Diamati

Hasil Pengamatan

Massa gelas arloji

32.61 g dan 33.25 g

Massa kertas saring

0,48 g dan 0.48 g

Massa campuran garam


Na3PO4.12H2O dan BaCl2.2H2O

1.00 g dan 1.00 g

Warna Na3PO4.12H2O dan BaCl2.2H2O Putih


Campuran garam + 100 mL akua
demineralisasi, diaduk 1 menit

Larutan berwarna putih keruh

Campuran dihangatkan pada suhu 8090oC di atas lampu spirtus dengan


nyala kecil selama 30 menit, selama
proses ini beaker gelas ditutup gelas
arloji

Awal: larutan agak jernih


Suhu 80-90oC: semakin mengeruh
karena partikel-partikelnya
bercampur
Setelah dipanaskan 30 menit: jernih
(supernatan)

Data yang Diamati

Hasil Pengamatan

Dibiarkan beberapa menit setelah


proses penghangatan

Terbentuk endapan dan larutan


jernih

Didekantasi untuk memperoleh


supernatan yang jernih, dituang
masing-masing sebanyak 50 ml dalam
2 gelas piala (GI dan GII)

Diperoleh supernatan jernih tanpa


endapan

Residu hasil dekantasi disaring,


endapan yang tersisa pada beaker
gelas dan pada kertas saring dicuci
dengan air hangat. Endapan
dikeringkan dan ditimbang

massa kertas saring + residu = 0.98 g


massa residu = 0.5 g

Pada GI ditambah 2 tetes larutan


Ba2+ 0,5 M

Terbentuk endapan

Pada GII ditambah 2 tetes larutan


PO42- 0,5 M

Tidak terbentuk endapan

massa 3 kertas saring + residu +


gelas arloji = 34.69 g
massa residu = 0,48 g

ANALISIS PROSEDUR
Prosedur

Analisis

1. Gelas arloji dan kertas saring


ditimbang

Mengetahui massa kertas saring dan gelas


arloji agar mengetahui massa bersih
campuran garam.

2. Sebanyak 1 g campuran garam


Na3PO4.12H2O dan BaCl2.2H2O yang

Penggunaan campuran garam yang sudah


dihaluskan untuk mempermudah
menimbang sebanyak 1 g serta lebih
mudah untuk dilarutkan

3. Garam tersebut dilarutkan dalam


gelas beaker dengan 150 mL akua
demineralisasi. Diaduk dengan batang
pengaduk selama 1 menit, endapan
dibiarkan turun

Diaduk selama 1 menit untuk memastikan


garam dan akua demineralisasi benarbenar bercampur

4. Gelas beaker ditutup dengan gelas


arloji, larutan dihangatkan pada suhu 80
90C di atas lampu spiritus dengan
nyala kecil selama 30 menit. Dibiarkan
beberapa waktu

Digunakan gelas arloji sebagai penutup


untuk mencegah penguapan
Suhu yang diberikan hanya sampai 8090C agar tidak banyak yang menguap dan
agar tidak sampai mendidih yang mungkin
akan mengubah partikel yang ada.

sudah dihaluskan pada gelas arloji


ditimbang

Prosedur

Analisis

5. Jika telah diperoleh supernatan


yang jernih, dilakukan dekantasi.
Supernatan dituangkan masingmasing sebanyak 50 mL dalam dua
gelas piala 100 mL. Diberi label pada
masing-masing gelas piala dengan GI
dan GII. Disimpan untuk percobaan
selanjutnya

Diberi label pada masing-masing


supernatan untuk membedakan mana
yang diberi Ba2+ dan mana yang
diberi PO42-

6. Residu yang diperoleh setelah


dekantasi disaring. Endapan yang
tersisa di gelas beaker dicuci dengan
air hangat. Endapan pada kertas
saring dicuci dengan air hangat

Pencucian gelas beaker dan kertas


saring dengan air hangat agar supaya
tidak mempengaruhi residu yang
tertinggal di kertas saring

7. Endapan yang diperoleh


dikeringkan dan ditimbang

Pengeringan kertas saring agar tidak


ada H2O yang tertinggal
Endapan ditimbang untuk menghitung
peren komposisi senyawa campuran

PEMBAHASAN
Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah:
2Na3PO4.12H2O(s) + 3BaCl2.2H2O(s)

Ba3(PO4)2(s) + 6NaCl(aq) + 30H2O(l)

Dari percobaan yang telah dilakukan memberikan hasil bahwa yang menjadi pereaksi pembatas
adalah larutan BaCl2. Karena supernatan (yang berisi larutan NaCl dan air) dengan kode GI
yang ditetesi oleh larutan Ba2+ 0,5 M dari larutan BaCl2 0,5 M membentuk endapan. Endapan
tersebut merupakan endapan BaCl2. BaCl2 merupakan pereaksi pembatas karena di dalam
supernatan tersebut tidak ada BaCl2 yang tersisa. Karena di dalam supernatan tersebut masih
tersisa Na3PO4, maka pada saat ditetesi dengan larutan PO 43- tidak membentuk endapan karena
larutan tersebut akan bereaksi.
Persamaan reaksi:
2Na3PO4.12H2O(s) + 3BaCl2.2H2O(s)
M

1,84 mmol

1,95 mmol

-1,30 mmol

-1,95 mmol

0,54 mmol

Ba3(PO4)2(s) + 6NaCl(aq) + 30H2O(l)


-

+0,65 mmol +0,65 mmol +0,65 mmol

Pereaksi pembatasnya adalah BaCl 2, karena BaCl2 habis bereaksi.

PEMBAHASAN
Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah:
2Na3PO4.12H2O(s) + 3BaCl2.2H2O(s)
Ba3(PO4)2(s) + 6NaCl(aq) +
30H2O(l)
M x mmol
R 0.0016 mmol

0.0024 mmol
0.0024 mmol

S x-0.0016 mmol

0.0008 mmol

Jadi, pereaksi pembatasnya adalah BaCl2, karena BaCl2 habis


bereaksi. Hal ini dapat diamati dengan adanya endapan saat
penambahan Ba2+ (dari BaCl2 0.5 M) ke dalam supernatan jernih
yang telah didekantasi pada GI. Sedangkan pada GII tidak ada
endapan.
Hal ini juga dapat dibuktikan pada persamaan reaksi berikut :
3Ba2+(aq) + 2PO43-(aq)

Ba3(PO4)2(s)

Apabila ditambah dengan ion Ba2+, maka ion Ba2+ akan

MENGHITUNG KOMPOSISI GARAM


Massa Ba3(PO4)2 = 0.48 g
Massa molar Ba3(PO4)2 = 601 g/mol
Mol Ba3(PO4)2 = 0.0008 mol
Massa molar BaCl2.2H2O = 244 g/mol
Massa BaCl2.2H2O = 0.5856 g
Massa Na3PO4.12H2O = 1.00 - 0.5856 = 0.4144 g
2Na3PO4.12H2O(s) + 3BaCl2.2H2O(s)

M
R

x mol
0.0016 mol

S x-0.0016 mol

0.0024 mol
0.0024 mol
0

% w/w Na3PO4.12H2O = 41.44 %


% w/w BaCl2.2H2O = 58.56 %

Ba3(PO4)2(s) + 6NaCl(aq) + 30H2O(l)

0.0008 mol

KESIMPULAN
Pada percobaan ini didapatkan bahwa pereaksi
pembatasnya adalah BaCl2 karena pada percobaan
supernatan yang ditetesi larutan Ba2+ 0,5 M
membentuk endapan. Dan pada perhitungan BaCl2
habis bereaksi.
Dari hasil percobaan tersebut, dapat dihitung
pula persen komposisi senyawa campuran garam
yaitu :
% w/w Na3PO4.12H2O = 41.44 %

% w/w BaCl2.2H2O = 58.56 %

Terima Kasih..

Anda mungkin juga menyukai