Anda di halaman 1dari 26

BINTANG DAN ALAM SEMESTA

MELIPUTI KATALOG DAN


KLASIFIKASI GALAKSI, GALAKSI
BIMASAKTI

Disusun Oleh :

Muhamad Rifki
(061111813200
Lara Kurnia Febri

(061111813200

Arum Erischa Widyowati (061111813200


Siti Rodiyah

(061111813200

Meliza Puspita Sari

(061111813200

Dosen Pengampuh :

SYUHENDRI, S.Pd.,M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
i
2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji

syukur

kami

haturkan

kehadirat

Allah

SWT

yang

telah

memberikanrizki dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam selalu
kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar

Muhammad SAW, sebagai

Rahmatan lilalamin yang telah membawa umat manusia dari jalan kegelapan
menuju kehidupan yang mendapat sinar illahi seperti sekarang ini.
Alhamdulillah makalah

yang berjudul Bintang Dan Alam Semesta

Meliputi Katalog dan Klasifikasi Galaksi, Galaksi Bimasakti ini dapat


diselesaikan semata-mata atas kehendak-Nya dan rahmat serta cinta kasih-Nya
yang berlimpah. Rasa syukur kami atas kemurahan-Nya karena telah diberi
kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini, khususnya
kepada bapak Syuhendri, S.Pd, M.Pd. selaku dosen pengasuh mata kuliah IPBA
yang telah membimbing kami dalam mata kuliah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Dan semoga dengan terselesaikannya penyusunan makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Inderalaya,

November 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah............................................................................1
1.3. Tujuan...............................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Klasifikasi Galaksi...........................................................................2
2.2. Galaksi Bimasakti............................................................................16
2.3. Dimensi............................................................................................17
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan........................................................................................22
3.2. Saran ................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................23

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam sistem tatasurya, terdapat beberapa galaksi yang kita kenal sebagai
salahsatu bagian yang mengisi sistem tata surya. Bumi kita merupakan planet
yang termasuk dalam sistem galaksi bima sakti. Pada zaman dahulu, Galileo
Galilei (Galileo (1609), dengan menggunakan teleskop temuannya melihat bahwa
kabut cahaya Milky Way sebenarnya terdiri dari bermilyar bintang yang sangat
lemah cahayanya (karena jarak terlalu jauh). Adapun Thomas Wright (1750)
menyatakan bahwa matahari terletak dalam kumpulan bintang-bintang yang
membentuk suatu sistemyang berbentuk piringan yang disebut GALAKSI.
Hingga awal abada XX, orangmasih menganggap bahwa Bima Sakti merupakan
isi alam semesta, berbentuk seperti telur dadar dengan matahari sebagai pusatnya.
Leavit (1912), menemukan bahwa Awan Magellan berada cukup jauh dari Bima
sakti Hal ini mengindikasikan bahwa ia bukanlah anggota bima sakti. Artinya, di
luar bima sakti ada sejumlah galaksi lain. Melalui penemuan yang dilakukan oleh
Hubble, menyatakan bahwa terdapat berbagai jenis galaksi yang diklasifikasikan
menurut bentuknya yakni : galaksi berbentuk spiral, elliptical, dan lentikular
(tidak beraturan).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja klasifikasi galaksi menurut bentuknya ?
2. Apa yang dimaksud dengan galaksi Bima sakti ?
3. Apa yang dimaksud dengan dimensi pada galaksi?

1.3
1.
2.
3.

Tujuan
Mahasiswa mengetahui klasifikasi galaksi menurut bentuknya.
Mahasiswa mengetahui galaksi Bima sakti.
Mahasiswa mengetahui dimensi pada galaksi.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi Galaksi


Secara garis besar, menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi 3 tipe,
yaitu: tipe galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak-beraturan. Pembagian tipe
ini berdasarkan bentuk / penampakan galaksi-galaksi tersebut. Galaksi-galaksi
yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini terdiri dari sekitar 75%
galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan 5% galaksi tak beraturan. Namun ini bukan
berarti galaksi spiral adalah galaksi yang paling banyak terdapat di alam semesta
ini. Sesungguhnya yang paling banyak terdapat di alam semesta ini adalah galaksi
elips. Jika kita mengambil volume ruang angkasa yang sama, kita akan
menemukan lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya saja galaksi
tipe ini banyak yang amat redup, sehingga amat sulit untuk diamati. Pada tahun
1926,

Edwin

Hubble

membuat

klasifikasi galaksi menurut bentuknya,


yaitu berbentuk spiral, elips, dan tidak
beraturan.

Hubble Sequence adalah

sebuah skema klasifikasi morfologi


galaksi yang diciptakan oleh Edwin
Hubble.

Dalam

bahasa

sehari-hari

sering disebut sebagai Diagram garpu


tala Hubble karena bentuknya yang
mirip garpu tala. Sampai hari ini, urutan Hubble adalah sistem yang paling umum
digunakan untuk mengklasifikasikan galaksi, baik dalam penelitian astronomi
profesional dan dalam astronomi amatir.

a. Galaksi Berbentuk Spiral

Galaksi bentuk spiral merupakan bentuk umum galaksi yang


dikenal manusia. Oleh karena itu,
bila kita mendengar kata galaksi,
maka pikiran kita akan langsung
tertuju pada galaksi berbentuk spiral.
Kira-kira 75% galaksi-galaksi yang
terang

mempunyai bentuk spiral,

seperti galaksi bimasakti dan galaksi


andromeda. Galaksi berbentuk spiral
berotasi dengan kecepatan yang lebih
besar dibandingkan galaksi bentuk lainnya. Kecepatan berotasi galaksi
inilah yang menyebabkan galaksi spiral berbentuk pipih. Besar kecilnya
kecepatan rotasi galaksi bergantung pada massa galaksi tersebut. Galaksi
bentuk spiral mempunyai kecepatan berotasi yang berbeda - beda.
Semakin kearah pusat galaksi, kecepatan rotasinya semakin besar.
Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang yang berjumlah
puluhan sampai ratusan ribu bintang yang lahir bersama-sama,
mengumpul berbentuk bola. Gugus-gugus bola inilah yang membentuk
halo bersama sama dengan bintang-bintang yang tidak terdapat di bidang
galaksi. Bintang-bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi yang
berada di bidang galaksi. Bintang-bintang muda ini masih banyak
diselimuti materi antar bintang, yaitu bahan yang membentuk bintang itu.
Bulge pada galaksi spiral adalah bagian yang paling padat. Pada Bima
Sakti, pusat galaksi terletak di arah Rasi Sagittarius, tetapi kita tidak dapat
mengamatinya dengan mudah, karena materi antar bintang banyak
menyerap cahaya yang berasal dari pusat galaksi itu.
Galaksi spiral berotasi dengan kecepatan yang jauh lebih besar dari
galaksi elips. Kecepatan rotasinya yang besar itulah yang menyebabkan
galaksi ini memipih dan membentuk bidang galaksi. Besar kecilnya
kecepatan rotasi pada galaksi spiral ini bergantung pada massa galaksi
tersebut. Kecepatan rotasi tiap bagian galaksi spiral sendiri tidaklah sama.

Semakin ke arah pusat galaksi, kecepatan rotasinya semakin besar. Contoh


lain galaksi spiral selain dari Bima Sakti adalah galaksi Andromeda.
Andai saja kita bisa melihat galaksi Bima Sakti dari luar, kita akan
melihatnya seperti bentuk galaksi Andromeda ini. Ukuran galaksi
Andromeda ini sedikit lebih besar dari Bima Sakti. Galaksi Andromeda
bersama-sama dengan Bima Sakti termasuk galaksi spiral raksasa. Jarak
galaksi Andromeda ini sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Untuk mengarungi
jarak sejauh itu, cahaya memerlukan waktu 2,5 juta tahun. Ini berarti
cahaya yang kita terima dari galaksi ini adalah cahaya yang dikirimnya 2,5
juta tahun yang lalu yang menggambarkan keadaan galaksi tersebut pada
waktu itu.
Jarak yang merentang antara Bima Sakti dan Andromeda sejauh
2,5 juta tahun cahaya itu dalam ukuran astronomi masih terhitung dekat.
Jarak ke galaksi-galaksi lainnya jauh lebih fantastis. Bahkan ada yang
sampai milyaran tahun cahaya.
Di sebelah kanan dari diagram urutan Hubble, ada dua cabang yang
meliputi galaksi spiral. Sebuah galaksi spiral terdiri dari cakram pipih,
dengan bintang-bintang membentuk struktur spiral, dan terkonsentrasi
pada pusat bintang yang dikenal sebagai tonjolan (bulge). Sekitar setengah
dari semua spiral juga diamati memiliki struktur batang (bar), membentang
dari tonjolan pusat, ke ujung dimana lengan spiral dimulai. Dalam diagram
garpu tala, spiral biasa menempati cabang atas dan ditandai dengan huruf
S, sedangkan cabang yang lebih rendah berisi spiral berbatang, dengan
simbol SB. Kedua jenis spiral lebih lanjut dibagi sesuai dengan
penampilan rinci struktur spiral mereka. Keanggotaan dari salah satu
subdivisi ditunjukkan dengan menambahkan huruf huruf kecil dengan
jenis morfologi, sebagai berikut:

Sa (SBa) - lengan spiral rapat, halus; besar, tonjolan pusat cerah

M81 adalah tipe Sa

M95 adalah galaksi spiral berbatang (barredspiral) tipe


Sba
Sb (SBb) - lengan spiral kurang rapat dari Sa (SBa); tonjolan agak
redup

M51 atau galaksi Whirpool (depan) adalah tipe Sb

NGC 1365 di Fornax adalah galaksi spiral batang tipe SBb


Sc (SBc) - lengan spiral lebih longgar, jelas terlihat individu-individu
gugus bintang dan nebula; lebih kecil, tonjolan redup.

NGC 2997 adalah galaksi spiral tipe Sc

NGC 1073 adalah galaksi tipe SBc


Hubble awalnya menggambarkan tiga kelas galaksi spiral. Kemudian
diperluas oleh de Vaucouleurs dengan memasukkan kelas keempat:
Sd (SBd) - lengan spiral sangat longgar, lengan fragmentaris, sebagian
besar
Luminositas adalah di lengan dan bukan di tonjolan. Meskipun
kelas Sd adalah bagian dari system Vaucouleurs de klasifikasi, namun
sering dimasukkan dalam Hubble Sequence. Jenis-jenis spiral dasar dapat
diperluas untuk memungkinkan perbedaan yang lebih jelas dari
penampilan. Misalnya, galaksi spiral yang penampilannya adalah
ditengah-tengah antara dua kelas di atas sering diidentifikasi dengan
menambahkan dua huruf kecil dengan jenis galaksi utama (contoh Sbc
untuk menyatakan sebuah galaksi yang penampilannya antara Sb dan
Sc). Bima Sakti kita umumnya digolongkan sebagai SBb, yang artinya
galaksi kita adalah jenis galaksi spiral berbatang (barredspirral) dengan
lengan yang terdefinisikan dengan baik. Namun, klasifikasi ini agak tidak
pasti karena kita hanya dapat menyimpulkan bagaimana galaksi kita akan

terlihat

jika

diamati

dari

luar.

Lenticular dan galaksi spiral, bila digabungkan, sering disebut sebagai


galaksi galaksi disk.
b. Galaksi Berbentuk Elips
Sesuai dengan namanya, penampakan galaksi ini seperti elips. Tapi
bentuk yang sebenarnya tidak kita ketahui dengan pasti, karena kita tahu
apakah arah pandang kita dari depan, samping, atau atas dari galaksi
tersebut. Yang termasuk tipe galaksi ini adalah mulai dari galaksi yang
berbentuk bundar sampai galaksi yang berbentuk bola pepat. Struktur
galaksi tipe ini tidak terlihat dengan jelas. Galaksi elips sangat sedikit
mengandung

materi

antar

bintang

anggotanya
bintang-bintang

dan

adalah
tua.

Contoh galaksi tipe ini


adalah

galaksi

M87,

yaitu

galaksi

elips

raksasa yang terdapat di


Rasi Virgo.
Di sebelah kiri adalah kelompok elliptical. Galaksi elips memiliki
distribusi cahaya halus tanpa fitur dan berbentuk elips dalam gambar
fotografi. Mereka dilambangkan dengan huruf E, diikuti oleh sebuah
integer n yang mewakili derajat eliptisitas mereka di langit. Dengan
konvensi, n adalah sepuluh kali eliptisitas galaksi, dibulatkan ke bilangan
bulat terdekat, di mana eliptisitas didefinisikan sebagai
untuk elips dengan a adalah panjang sumbu semi-mayor dan b adalah
panjang sumbu semi-minornya. Eliptisitas ini meningkat dari kiri ke kanan
pada diagram Hubble, dengan galaksi yang bentuknya mendekati
lingkaran (E0) terletak di bagian paling kiri dari diagram.. Observasional,

galaksi elips yang paling rata memiliki elliptisitas e = 0,7 (dilambangkan


E7).

M87 tipe E0

Messier 49 atau NGC 4472 ini adalah galaksi elips raksasa tipe E2
di
konstelasi Virgo

M59 adalah galaksi elips tipe E5

c. Galaksi Tak Beraturan

Galaksi bentuk ini adalah galaksi yang tidak simetri dan tidak
mempunyai bentuk khusus. Materi yang terkandung dalam galaksi jenis
ini adalah gas dan debu debu. Galaksi yang tak beraturan bentuknya adalah galaksi awan Magellan
besar dan awan Magellan kecil yang merupakan galaksi terdekat dengan
galaksi bima sakti. Di pusat dari garpu tala Hubble, di mana dua cabang
galaksi spiral berawal, terletak sebuah kelas galaksi menengah yang
dikenal sebagai lenticular dan diberi simbol S0. Galaksi-galaksi kelas ini
terdiri dari tonjolan pusat yang terang, sama seperti dengan galaksi-galaksi
elips, dikelilingi oleh struktur seperti disk yang memanjang. Tidak seperti
galaksi spiral, disk dari galaksi lenticular tidak memiliki struktur spiral dan
tidak aktif membentuk bintang-bintang dalam jumlah yang signifikan.

10

Komponen dari tonjolan biasanya menjadi sumber cahaya yang dominan


cahaya di sebuah galaksi lenticular.

NGC 2787 adalah contoh dari sebuah galaksi lenticular dengan


penyerapan debu yang terlihat.
Dilihat dari muka, galaksi lenticular sulit dibedakan dari galaksi
elliptic

tipe

E0,

membuat

klasifikasi galaksi ini tidak pasti.


Bila dilihat dari tepi, jalur debu
baru

bisa

penyerapan

terlihat

dalam

terhadap

cahaya

bintang di disk.
Galaxy Spindle (NGC 5866), sebuah galaksi lenticular di konstelasi
Draco. Gambar ini menunjukkan bahwa galaksi lenticular dapat menyimpan
cukup banyak debu di disk mereka. Galaksi lentikular bisa mengandung
sedikit gas atau tidak ada gas sama sekali, dan dengan demikian mereka
dianggap kekurangan materi antar bintang

d. Galaksi-Galaksi Irregular
Galaksi yang tidak cocok dengan urutan Hubble, karena mereka
tidak memiliki struktur yang teratur (baik disk atau ellipsoid), ini disebut
galaksi tidak teratur. Hubble mendefinisikan dua kelas galaksi tidak teratur :
a. Irr I : galaksi yang memiliki profil asimetris dan tidak memiliki
tonjolan pusat atau struktur spiral yang jelas, namun mengandung
banyak kelompok individu dari bintang-bintang muda
11

b. Irr II : galaksi yang memiliki, penampilan asimetris yang halus


dan tidak dapat dipisahkan secara jelas apakah terdiri dari individu
bintang atau kelompok bintang

Salah satu Galaksi satelit dari Bimasakti, Large Magellanic Cloud


Dalam perluasannya untuk Hubble Sequence, de Vaucouleurs menyebut
Irr I sebagai 'Magellan irregular' nama berasal dari Awan Magellan yang
adalah dua galaksi satelit dari Bima Sakti yang diklasifikasikan oleh
Hubble sebagai Irr I. penemuan struktur spiral samar dalam Awan
Magellan Besar dipimpin de Vaucouleurs, lebih membagi galaksi-galaksi
irregular menjadi:
* Galaksi-galaksi irregular yang menunjukkan beberapa bukti untuk
struktur spiral (ini diberi simbol Sm)
* Galaksi irregular yang tidak memiliki struktur jelas, seperti Awan
Magellan Kecil (dilambangkan Im).
Dalam Hubble Sequence yang diperluas, irregular Magellanis biasanya
ditempatkan pada akhir dari cabang spiral garpu tala Hubble.

12

Dua galaksi satelit dari bima sakti tampak di sebelah kanan atas
(Large Magellanic Cloud) dan kanan bawah (Small Magellanic Cloud)
sedangkan ditengah adalah disk dari Galaksi Bimasakti kita
Awalnya Hubble mengatakan bahwa skemanya ini bukanlah
evolusi dari galaksi. Namun beberapa orang menganggapnya ini adalah
gambaran evolusi galaksi karena fakta bahwa galaksi-galaksi elips banyak
mengandung bintang-bintang tua dan galaksi-galaksi spiral banyak
mengandung bintang-bintang muda. Jadi mereka menganggap skema
Hubble ini adalah evolusi dari galaksi. Tapi ini tidaklah benar. Penelitian
terakhir justru menunjukkan fakta bahwa alam semesta awal justru lebih
banyak di dominasi oleh galaksi-galaksi spiral dan irregular. Dan galaksi
elip terbentuk dari hasil merger galaksi galaksi spiral dan irregular.
Sedangkan galaksi lentikular dapat berevolusi menjadi galaksi spiral, saat
gas

nya

terlucuti.

Gambar dibawah ini adalah gambar-gambar 75 galaksi tetangga yang


diambil oleh SPITZER dalam cahaya inframerah, dan diletakkan sesuai
dengan Diagram garpu tala Hubble. Galaksi-galaksi yang bertipe di
tengah, juga diletakkan di tengah antara baris spiral (atas) dan baris
barredspiral (bawah). Tipe spiral disini dituliskan dengan lambang SA.

13

Galaksi Bima Sakti


Galaksi kita termasuk galaksi spiral dan berbentuk seperti cakram,
garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya (30.600 pc). Bintang yang
lebih tua ditemukan di pusat tonjolan dengan ketebalan 20.000 tahun
cahaya (6.100 pc). Bintang yang lebih muda ditemukan di lengan spiral.
Pusat galaksi berada dalam gugusan bintang sagitarius. Kutub utaranya di
Coma Berenices, Kutub selatanya di Sculptor. Matahari ada di sudut dalam
lengan spiral CarinaCygnus kira-kira 32.000 tahun cahaya (9.800 pc) dari
pusat galaksi. Diperkirakan galaksi berumur 12-14 biliun tahun dan terdiri
dari 100 biliun bintang.
Untuk membayangkan bagaimana kira-kira bentuk galaksi kita,
kita dapat membayangkan dua buah telur mata sapi yang bagian bawahnya
disatukan. Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh
cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s, dalam
waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta juta
kilometer. Jadi satu tahun cahaya adalah 9,5 juta juta km. Ini berarti garis
tengah galaksi kita sekitar 100.000 x 9,5 juta juta km, atau 950 ribu juta
juta km (950 diikuti oleh 15 buah nol di belakangnya). Untuk
memudahkan perhitungan, maka digunakan satuan jarak yaitu tahun
14

cahaya. Dengan satuan ini, tebal bagian pusat galaksi kita sekitar 10.000
tahun cahaya.
Lalu, di mana letak Matahari kita? Matahari terletak sekitar 30.000
tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang
istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota
Bima Sakti. Bintang bintang anggota Bima Sakti ini tersebar dengan jarak
dari satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya.
Bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari
sistem tiga bintang: Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya.
Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antar bintang semakin dekat, atau
dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar.
Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam
semesta ini. Dalam alam semesta, ada begitu banyak sistem seperti ini,
yang mengisi setiap sudut langit sampai batas yang bisa dicapai oleh
telekop yang paling besar. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret
dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar mungkin sampai kirakira satu milyar buah galaksi. Maka tidak salah jika kita mengira bahwa
jika kita mempunyai teleskop yang lebih besar, kita akan dapat melihat
jauh lebih banyak lagi.
Sebelum kita memiliki metode pengukuran jarak yang cukup baik,
para astronom mengira Bima Sakti adalah keseluruhan dari alam semesta.
Bercak-bercak

cahaya

yang

tampak

di

langit

pada

mulanya

diklasifikasikan sebagai nebula (kabut), yang juga adalah anggota Bima


Sakti. Pada waktu itu, dikenal ada dua macam nebula, yaitu nebula gas dan
nebula spiral. Adalah Harlow Shapley dan George Ellery Hale, dua orang
astronom yang amat berjasa membangun pengertian kita tentang galaksi.
Shapley inilah yang mengembangankan metode untuk mengukur jarak
yang diterapkan untuk mengukur diameter Bima Sakti.
Sedangkan Hale amat besar perannya dalam pengembangan
teleskop-teleskop besar, yang digunakan untuk pengamatan bintangbintang dan nebula. Atas jasa mereka sekarang kita tahu bahwa yang
semula disebut nebula spiral itu adalah galaksi yang juga seperti Bima

15

Sakti, terdiri dari ratusan juta sampai milyaran bintang, dan berada amat
jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti. Dan melalui jalan yang telah
mereka rintis, kita menyadari bahwa Bima Sakti hanyalah satu dari begitu
banyak galaksi-galaksi yang bertebaran di alam semesta yang maha luas
ini.

2.2 Galaksi Bima Sakti

Pusat galaksi di arah rasi Sagitarius. Bintang-bintang utama dalam rasi


Sagitarius ditandai dengan titik
merah. Tampak bahwa terdapat
penampakan seperti bayangan hitam
di tengah yang dikelilingi oleh
semacam

aura

Bayangan

hitam

cemerlang.
itulah

yang

menjadi asal usul nama Bima


Sakti.
Bima Sakti (dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa
Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Galaxias yang berarti
susu) adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan
total masa sekitar 1012 massa matahari, yang memiliki 200-400 miliar bintang
dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya. Jarak
antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam
galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet
Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam
supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam
supermasif ini. Tata surya kita memerlukan waktu 225250 juta tahun untuk
menyelesaikan satu orbit, jadi telah 2025 kali mengitari pusat galaksi dari sejak
saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d.
Di dalam bahasa Indonesia, istilah Bima Sakti berasal dari tokoh
berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang

16

Jawa kuno melihatnya sebagai bayangan hitam yang dikelilingi semacam aura
cemerlang. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya milky way sebab
mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada
bola langit. Pita kabut atau aura cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan
jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di
piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius,
dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.
Diperkirakan ada 4 spiral utama dan 2 yang lebih kecil yang bermula dari
tengah galaksi. Dan dinamakan sebagai berikut:

Lengan Norma

Lengan Scutum-Crux

Lengan Sagitarius

Lengan Orion atau Lengan Lokal

Lengan Perseus

Lengan Cygnus atau Lengan Luar

2.3 Dimensi
Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya
(9.51017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun
cahaya (9.51015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200
miliar bintang dan mungkin hingga 400 miliar bintang. Angka pastinya tergantung
dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. Melebihi
bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir
mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar
12.000 tahun cahaya (1.11017 km) sebesar dua kali nilai yang diterima
sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau
diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort, akan berukuran
tidak lebih dari 1 mm.
Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tapi ini dibatasi oleh orbit dari dua
satelit Bima Sakti yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small

17

Magellanic Clouds), yang memiliki perigalacticon kurang lebih 180.000 tahun


cahaya (1.71018 km). Pada jarak ini dan lebih jauh selanjutnya, orbit-orbit dari
obyek sekitar akan didisrupsi oleh awan magelan, dan obyek obyek itu
kemungkinan besar akan terhempas keluar dari Bima Sakti.
Perhitungan terakhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA)
menunjukkan bahwa ukuran Bima Saki adalah lebih besar dari yang diketahui
sebelumnya. Ukuran Bima Sakti terakhir sekarang dipercaya adalah mirip seperti
tetangga galaksi terdekat, galaksi Andromeda. Dengan menggunakan VLBA
untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terletak jauh ketika
bumi sedang mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, para ilmuwan
dapat mengukur jarak dari berbagai daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit
dari usaha pengukuran sebelumnya. Estimasi kecepatan rotasi terbaru dan lebih
akurat (yang kemudian menunjukan dark matter yang terkandung di dalam
galaksi) adalah 914,000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum
sebelumnya 792,000 km/jam. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa total masa
Bima Sakti adalah sekitar 3 trillion bintang, atau kira kira 50% lebih besar dari
perkiraan sebelumnya.
Galaksi Bimasakti ternyata merupakan galaksi padat planet. Studi terbaru
menyatakan bahwa Bimasakti memiliki lebih banyak planet daripada bintang.
Jumlah planet diperkirakan mencapai 160 miliar, sedangkan jumlah bintang
adalah 100 miliar.
"Statistik ini menunjukkan bahwa planet di sekeliling bintang adalah biasa,
tak istimewa. Mulai sekarang, kita harus melihat bahwa galaksi tidak hanya
dipadati miliaran bintang, bayangkan bahwa mereka dikelilingi planet
ekstrasurya," kata Arnaud Cassan dari Paris Institute of Astrophysics. Tercatat
sebelumnya telah ada lebih dari 700 planet di luar tata surya kita yang
terkonfirmasi. Sementara itu, masih ada lagi 2.300 kandidat planet yang
ditemukan wahana Kepler milik NASA yang menunggu kepastian. Planet-planet
itu ditemukan dengan dua metode, transit fotometri dan radial velocity. Metode
pertama mendeteksi planet dari kedipan cahaya bintang sebagai tanda adanya
planet yang mengelilingi. Cara kedua dengan melihat "goyangan" bintang sebagai
hasil gravitasi planet.

18

Dalam studi ini, peneliti memakai metode baru yang disebut gravitational
microlensing. Dalam metode ini, planet dideteksi dengan adanya cahaya bintang
yang dibiaskan atau dimagnifikasi oleh obyek yang mengelilinginya. Peneliti
mengungkapkan, gravitational microlensing memiliki kelebihan dibanding transit
fotometri dan radial velocity. Gravitational velocity bisa mendeteksi adanya
planet yang terletak jauh dari bintangnya, berbeda dengan kedua teknik lain yang
bias pada planet yang dekat bintang. Berdasarkan riset, peneliti menunjukkan
bahwa seperenam Bimasakti dihuni oleh planet seukuran Jupiter, setengahnya
oleh planet seukuran Neptunus dan dua pertiganya oleh super-Earth. Itu pun
hanya yang ada pada jarak yang sudah terdeteksi. "Lebih lanjut, kami menemukan
bahwa planet bermassa rendah, seperti super-Earth (1-10 kali massa Bumi) dan
serupa Neptunus, lebih melimpah daripada planet raksasa seperti Jupiter dan
Saturnus (kira-kira 6-7 kali lebih banyak dari planet massa rendah)," kata Cassan
seperti dikutip Space.

Planet yang sebenarnya ada di Bimasakti mungkin sedikit lebih banyak


daripada yang telah terhitung. Pada jarak yang belum bisa terdeteksi, mungkin
masih ada banyak planet lagi. Penemuan lain yang dipublikasikan tahun lalu dan
dilakukan dengan teknik microlensing menunjukkan adanya planet seukuran
Jupiter yang melayang sendirian, yatim piatu, tidak mengorbit bintang. Jumlah
planet ini diperkirakan melebihi planet "normal" hingga 50 persen. "Kedua hasil

19

penelitian dengan microlensing menunjukkan bahwa planet ada di mana saja,


tidak selalu mengorbit bintang," jelas Cassan.
Seperti yang terlihat dari Bumi, Bima Sakti muncul sebagai band kabur
dari cahaya putih di langit selama malam. Ini membagi langit malam menjadi dua
belahan yang agak sama. Disk bintang galaksi adalah ukuran sekitar 100.000
tahun cahaya dengan diameter. Ini adalah sekitar 1000 tahun cahaya dalam
ketebalan. Ini terdiri dari sebanyak 2-400 bintang. Itu hampir mustahil untuk
memperkirakan usia yang tepat dari Bima Sakti. Namun, usia bintang tertua di
Galaxy adalah sekitar 13,2 miliar tahun
Galaksi terdiri dari sebuah cakram gas, debu dan bintang-bintang yang
mengelilingi wilayah berbentuk bar. Disk bentuk-bentuk struktur lengan empat
yang mengambil bentuk spiral. Pusat galaksi Bima Sakti di arah Sagitarius. Disk
galaksi tonjolan keluar di pusat galaksi. Ia memiliki diameter nilai antara 70.000
sampai 100.000 tahun cahaya.
Massa Galaxy diperkirakan 5.81011 massa matahari. Sebagian besar
massa adalah materi gelap, masalah hipotetis yang tidak reaktif terhadap gaya
elektromagnetik. Tetapi keberadaan materi gelap terlihat melalui studi tentang
efek gravitasi pada materi yang terlihat. Pembentukan bintang aktif mengambil
tempat di disk galaksi dan di daerah kepadatan tinggi di lengan spiral. Bagaimana
lahir bintang-bintang? Pergi melalui siklus hidup sebuah bintang untuk
mengetahui jawabannya. Galaxy diyakini memiliki empat lengan spiral
logaritmik. Mereka disebut sebagai Lengan Perseus, Lengan Scutum-Crux, lengan
Carina dan Sagitarius dan Lengan Norma dan Cygnus. Menurut penemuan
terbaru, ada ekstensi luar ke Lengan Cygnus. Dengan nama lengan Orion, yang
merupakan lengan relatif lebih kecil, berisi sistem surya kita. Fakta ini hanya
membuat kita menyadari keberadaan kita tidak penting dalam kaitannya dengan
hamparan tak terbatas alam semesta.

20

Peta ini menunjukkan satu ukuran penuh galaksi Bima Sakti sebuah galaksi
spiral paling sedikit dua ratus miliar bintang. Matahari kita dimakamkan jauh di
dalam Lengan Orion sekitar 26 000 tahun cahaya dari pusat. Di bagian tengah
Galaxy bintang-bintang ini berkumpul rapat daripada bintang-bintang disekitar
kita. Silahkah di klik untuk melihat lebih besar. Perhatikan juga adanya gugus
bola kecil dari bintang-bintang yang terletak dengan baik di luar bidang Galaxy,
dan perhatikan juga keberadaan galaksi kerdil terdekat yang kerdil Sagitarius
yang terlihat seolah-olah secara perlahan akan ditelan oleh pusaran galaksi kita.

21

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada makalah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa :
a. Edwin Hubble membuat klasifikasi galaksi menurut bentuknya, yaitu
berbentuk spiral, elips, dan tidak beraturan.
b. Galaksi berbentuk spiral berotasi dengan kecepatan yang lebih besar
dibandingkan galaksi bentuk lainnya. Kecepatan berotasi galaksi inilah
yang menyebabkan galaksi spiral berbentuk pipih.
c. Galaksi elips sangat sedikit mengandung materi antar bintang , dan
anggotanya adalah bintang-bintang tua. Contoh galaksi tipe ini adalah
galaksi M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.
d. Galaksi tak beraturan adalah tipe galaksi yang tidak simetri dan tidak
memiliki bentuk khusus, tidak seperti dua tipe galaksi yang lainnya.
Anggota dari galaksi tipe ini terdiri dari bintang-bintang tua dan muda.

3.2 Saran
Dalam makalah ini sebaiknya ditambah lagi kompleksitas materi agar isi
dari makalah ini tersampaikan dengan jelas.

DAFTAR PUSTAKA

22

http://www.kafeastronomi.com/macam-macam-bentuk-galaksi.html. Diakses pada


tanggal 15 November 2015.
http://www.astronomi.us/2011/10/tipe-jenis-dan-bentuk-galaksi.html.
pada tanggal 15 November 2015.

23

Diakses