Anda di halaman 1dari 24

STUDI KASUS PASIEN

HIPERTENSI PADA LANSIA OVERWEIGHT YANG TINGGAL SENDIRIAN


DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS
KECAMATAN TANJUNG PRIOK
PERIODE 12 OKTOBER 13 NOVEMBER 2015

Disusun oleh :
Muhammad Afdhal
1102010175

Pembimbing:
dr. Yusnita, M.Kes

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI JAKARTA
2015

LEMBAR PERSETUJUAN
Laporan studi kasus yang berjudul HIPERTENSI PADA LANSIA OVERWEIGHT YANG
TINGGAL SENDIRIAN DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI
PUSKESMAS KECAMATAN TANJUNG PRIOK PERIODE 12 OKTOBER 13
NOVEMBER ini telah disetujui oleh pembimbing untuk dipublikasikan dalam rangka
memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI bagian Kedokteran Keluarga.

Jakarta, Oktober 2015


Pembimbing

dr. Yusnita, M. Kes

ii

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur Saya panjatkan Kehadirat Allah SWT atas Karunia dan Hidayah-Nya
sehingga tugas Studi Kasus Pasien dengan menggunakan penerapan pendekatan Ilmu
Kedokteran Keluarga dengan judul HIPERTENSI PADA LANSIA OVERWEIGHT
YANG

TINGGAL

SENDIRIAN

DENGAN

PENDEKATAN

KEDOKTERAN

KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN TANJUNG PRIOK PERIODE 12


OKTOBER 13 NOVEMBER 2015 dapat diselesaikan. Tujuan pembuatan Studi Kasus
Pasien dengan penerapan pendekatan Kedokteran Keluarga ini sebagai salah satu tugas dalam
menjalani Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
untuk periode 7 September 9 Oktober 2015
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Prof..Dr. Hj. Qomariyah, RS MS PKK DK AIFM selaku guru besar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
2. dr. Yusnita, M.Kes selaku dosen pembimbing Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas
dan Kedokteran Keluarga yang telah membimbing dan memberi masukan yang
bermanfaat dan juga selaku koordinator Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas dan
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
3. dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DiplDK. selaku Kepala Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.
4. dr. Erlina Wijayanti, M.PH selaku sekretaris Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
5. Dr. dr. Artha Budi Susila Duarsa, M.Kes, dekan dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
6. dr. Dini Widianti, M.KK., dr. Dian Mardhiyah, M.KK., dr. Citra Dewi, M.Kes., dr.
H. Sumedi Sudarsono, M.PH., dr. Fathul Jannah, M.Si., Rifqatussaada, SKM,
M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.

iii

7. dr. Yudi, dr. Hanafi dan Seluruh staf Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara
yang telah memberikan bimbingan dan data untuk kelancaran pembuatan Studi Kasus
Pasien ini
8. Orang tua dan keluarga tercinta yang selalu memberikan doa, restu, semangat, dan
motivasi
9. Seluruh Rekan Sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerja sama sehingga
tersusun laporan ini
Dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Jakarta, November 2015

Penulis

iv

DAFTAR ISI
Lembar persetujuaan.........................................................................................................
Kata Pengantar...................................................................................................................
Daftar Isi..............................................................................................................................
Daftar Tabel........................................................................................................................
Daftar Gambar...................................................................................................................
Laporan Kasus....................................................................................................................
I. Berkas Pasien..................................................................................................................
A. Identitas...........................................................................................................................
B. Anamnesis........................................................................................................................
C. Pemeriksaan Fisik............................................................................................................
D. Pemeriksaan Penunjang...................................................................................................
II. Berkas Keluarga............................................................................................................
A. Profil Keluarga................................................................................................................
B. Genogram........................................................................................................................
C. Identifikasi Permasalahan ...............................................................................................
D. Diagnosis Holistik ..........................................................................................................
E. Rencana Pelaksanaaan.....................................................................................................
F. Prognosis .........................................................................................................................

ii
iii
v
vi
vi
1
1
1
1
3
5
5
5
11
14
14
16
18

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Anggota keluarga yang tinggal serumah.................................................................
Tabel 2 Lingkungan tempat tinggal......................................................................................
Tabel 3 Pelayanan kesehatan................................................................................................
Tabel 4 Food recall..............................................................................................................
Tabel 5 Fungsi keluarga........................................................................................................
Tabel 6 Dinamika keluarga...................................................................................................
Tabel 7 Rencana pelaksanaan...............................................................................................

6
6
7
8
12
13
16

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Denah Rumah Pasien........................................................................................... 7
Gambar 2 Genogram............................................................................................................ 12

vi

LAPORAN KASUS
I.
A.

B.

BERKAS PASIEN
Identitas
Nama penderita
Jenis kelamin
Umur
Status
Nama Suami
Agama
Suku
Alamat
Tanggal berobat
Tanggal kunjungan

: Ny. MM
: Perempuan
: 76 tahun
: Janda
: Alm. Tn. M
: Kristen
: Batak
: Jl. Swasembada timur 20, No. 8, Kecamatan Tj. Priok
: 13 Oktober 2015
: 13 Oktober 2015

Ananmnesis (tanggal 13 Oktober 2015)


1. Keluhan Utama :
Tengkuk terasa tegang
2. Keluhan Tambahan :
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang sendirian ke Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, karena
mengeluh tengkuk terasa tegang sejak 2 hari sebelum datang ke puskesmas.
Keluhan dirasakan hilang timbul sejak beberapa tahun yang lalu..
Selain itu pasien menyangkal nyeri pada bagian kepala dan belakang leher.
Serta sering merasa pegal-pegal pada punggung dan kedua kaki. Pasien juga
sering merasa pusing dan kelelahan. Pasien menyangkal mual, muntah, jantung
berdebar-debar, dan gangguan penglihatan. Pasien menyangkal adanya trauma
pada bagian leher dan kepala. Pasien belum pernah melakukan pemeriksaan
laboratorium.
Semenjak didiagnosa memiliki tekanan darah tinggi pada beberapa kunjungan
yang lalu, pasien khawatir bila tekanan darah nya tidak terkendali dan
menyebabkan komplikasi. Pasien rajin kontrol ke puskesmas, pasien berharap
penyakitnya tidak menjadi lebih berat dan tekanan darahnya dapat dikendalikan.
Pasien mengaku sering mengkonsumsi makanan yang asin agar lebih
berselera.

Pasien

juga

sering

mengkonsumsi

makanan

yang

digoreng,

mengkonsumsi kopi, jarang mengkonsumsi buah dan sayuran serta jarang


berolahraga.
4. Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien mengaku sering mengalami keluhan seperti ini sebelumnya, sejak
beberapa tahun yang lalu.
5. Riwayat Penyakit Keluarga :
1

Pasien mengaku bahwa ayahnya dulu menderita tekanan darah tinggi.


6. Riwayat Sosial Ekonomi :
Pasien adalah janda dengan 5 orang anak. Anak pertama pasien adalah
perempuan yang sekarang berusia 51 tahun. Anak kedua pasien adalah seorang lakilaki yang sekarang berusia 50 tahun. Anak ketiga pasien adalah perempuan berusia 47
tahun. Anak keempat pasien adalah seorang perempuan berusia 44 tahun. Anak
kelima pasien adalah seorang laki-laki berusia 38 tahun. Pasien tidak memiliki
pekerjaan yang menghasilkan, tapi setiap bulannya pasien menerima uang sekitar Rp.
300.000,- hingga Rp. 500.000,- dari anak-anaknya.
7. Riwayat Kebiasaan :
Pasien menyukai makanan yang asin dan makanan yang digoreng.
8. Riwayat Pengobatan :
Sebelumnya pasien rutin untuk berobat di Puskesmas Tj. Priok dan diberikan
9.

obat Captopril 12,5 mg, 3x1 tablet.


Riwayat Alergi :
Alergi obat atau makanan disangkal. Riwayat alergi pada orang tua dan anak
disangkal.

C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum: Pasien tampak sakit ringan.
Kesadaran : Compos mentis
2. Vital Sign :
- Tekanan darah
: 140/90.
- Nadi
: 80x/ menit.
- Pernapasan
: 22x /menit.
- Suhu
: 36,8oC
- Berat Badan
: 61 kg
- Tinggi Badan
: 151 cm
- BMI
: 26,75 kg/m
- Status Gizi
: Overweight
3. Status Generalis:
-

Kepala

:
2

Bentuk

: Bulat, simetris.

Rambut

: Hitam, lurus, tidak mudah dicabut.

Kulit

: Tidak ada kelainan.

Mata

Palpebra

: Tidak cekung.

Konjugtiva

: Tidak hiperemis.

Sklera

: Tidak ikterik.

Air mata

: (+)

Telinga

Bentuk

: Normal.

Hiperemis

: (-)

Serumen

: (-)

Membrane timpani

: Intak.

Hidung

Bentuk

: Normal.

Septum nasi

: Deviasi (-)

Pernafasan cuping hidung : (-)

Sekret

Mulut

: (-)

Mukosa bibir

: Basah.

Sianosis

: (-)

Lidah

: Bersih.

Faring

: Tidak hiperemis.

Leher

Bentuk

: Simetris.

Trachea

: Di tengah.

KGB

: Tidak membesar.

Retraksi Suprasternal

: (-)

Paru
-

:
Inspeksi

: Pergerakan dinding thorax kiri-kanan simetris, tidak ada bekas

luka, tidak ada benjolan, retraksi ICS (-)


-

Palpasi

: Vocal fremitus simetris

Perkusi

: Sonor pada seluruh lapang paru kiri-kanan

Auskultasi : Suara nafas vesikuler diseluruh lapang paru kiri-kanan.


Ronkhi (-/-), wheezing (-/-).

Jantung :
- Inspeksi
- Palpasi
- Perkusi

: Iktus kordis tidak terlihat.


: Iktus kordis teraba sela iga IV garis midclavicula sinistra.
: Batas atas sela iga II garis parasternal sinistra.
Batas jantung kanan sela iga II garis parasternal dextra.
Batas jantung kiri sela iga IV garis midklavikula sinistra.
Kesan : batas jantung dalam batas normal
- Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, murmur (-), gallop (-).
Abdomen
-

Inspeksi

: Datar, simetris.

Palpasi

: Turgor baik, hepar dan lien tidak teraba membesar.

Perkusi

: Timpani.

Auskultasi

: Bising usus (+) meningkat.

Genitalia eksterna
- Kelamin
: Perempuan, tidak ada kelainan.
- Anus
: Eritema perianal (-)
Ekstermitas
-

Akral hangat, Edema (-), CRT < 2 detik.

D. Pemeriksaan penunjang
Belum dilakukan
II.
A.

BERKAS KELUARGA
Profil Keluarga
1.
Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala keluarga
: Tn. M (Alm)
b. Struktur Komposisi Keluarga : Keluarga Orang Tua Tunggal

Tabel 1. Anggota keluarga yang tinggal serumah


No.

Nama

Status

Jenis

Keluarga

Kelamin

Usia
-

Pendidika
n
-

Pekerjaan
-

Kesan : Tidak ada anggota keluarga yang tinggal serumah.


Sumber: Hasil olah data
2.

Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal : Pemukiman padat penduduk
Tabel 2. Lingkungan tempat tinggal
Status kepemilikan rumah : Pasien tinggal di rumah kontrakan
Daerah perumahan : Padat
Karakteristik Rumah dan Lingkungan
Kesimpulan
2
Luas rumah : 7 x 4 m
Pasien tinggal sendirian di
Jumlah penghuni dalam satu rumah : 1 orang
rumah yang
sederhana, di
Luas halaman rumah : 7 x 0,5 m2
Tidak bertingkat
lingkungan padat.
Lantai rumah dari : Semen
Rumah tediri dari satu lantai
Dinding rumah dari : Kayu
dengan lantai semen, dinding
Jamban keluarga : ada
Tempat bermain : ada
bata, terdapat jamban di dalam
Penerangan listrik : 900 watt
rumah, ketersediaan air bersih
Ketersediaan air bersih : ada
Tempat pembuangan sampah : ada
ada, dan terdapat tempat
pembuangan sampah.
Kesan: lingkungan tempat
tinggal pasien kurang baik.
Sumber: Hasil olah data
b. Kepemilikan barang barang berharga
Keluarga ini memiliki :
- Satu buah kulkas
- Satu buah televisi
- Satu buah kompor gas
- Satu buah kipas angin
- Satu buah telepon genggam

Gambar 1. Denah Rumah Pasien


3.

Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Tempat Berobat
Jika sakit, Ny. MM sering membeli obat warung terlebih dahulu. Apabila
penyakit tidak kunjung sembuh Ny. MM berobat ke puskesmas Tanjung Priok
atau ke klinik dokter umum.
b. Asuransi/Jaminan Kesehatan
Keluarga Ny. MM memiliki jaminan kesehatan (BPJS).

4.

Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)


Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
Faktor
Cara mencapai pusat

Keterangan
Pasien menggunakan

Kesimpulan
Letak Puskesmas

pelayanan kesehatan

angkutan umum untuk

Kecamatan Tanjung Priok

menuju ke puskesmas.
Gratis dengan BPJS.

tidak jauh dari tempat

Tarif pelayanan kesehatan


Kualitas pelayanan

Menurut pasien kualitas

untuk mencapai

kesehatan

pelayanan kesehatan yang

puskesmas pasien dapat

tinggal pasien, sehingga

didapat cukup memuaskan. menggunakan sarana


angkutan umum. Untuk
biaya pengobatan diakui
cukup karena ditanggung
sendiri oleh BPJS dan
pelayanan Puskesmas pun
dirasakan keluarga pasien
7

Faktor

Keterangan

Kesimpulan
cukup memuaskan pasien.

Sumber: Hasil olah data


5.

Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan: Ny. MM memiliki kebiasaan makan antara 3 kali dalam
sehari. Menu yang sering tersedia berupa nasi, tahu, sayur, tempe, dan telur.
Pasien jarang makan buah-buahan. Makanan yang dikonsumsi diakui bahwa di
buat lebih asin daripada biasanya agar pasien berselera untuk makan. Pasien
juga sering mengkonsumsi kopi dan teh.
b. Pola makan pasien tiga hari terakhir ialah :
Tabel 4. Food recall
Hari
Waktu
10 Oktober 2015 Pagi
Siang

Menu
1 air putih, 1 porsi
bubur ayam
1 porsi nasi, 1

Jumlah Kalori
K: 253,75 gr
P:36,25 gr
L:32,22 gr
Total:1450 kkal

potong ayam, 1
mangkuk sayur, 1
bakwan, 2 gelas
Malam

air putih
1 potong tempe,
porsi nasi goreng ,

11 Oktober 2015 Pagi

1gelas air putih


2 gelas air putih, 2
potong combro, 3

Siang

bakwan
1 porsi nasi, 1

K: 262,5 gr
P:37,5 gr
L:33,3 gr
Total:1500 kkal

mangkuk sayur
lodeh, 1 tempe, 1
tahu, 1 gelas es
Malam

teh manis
1 porsi nasi, 1
ikan asin,sambel
terasi, 1 gelas air

12 Oktober 2015 Pagi

putih
1 air putih, 1 porsi
nasi uduk

K: 266 gr
P:38 gr
8

Hari

Waktu
Siang

Menu
1 porsi nasi, 1
ikan asin, 1

Jumlah Kalori
L:33,7 gr
Total:1520 kkal

mangkuk sayur
lodeh, 2 bakwan,
1 porsi somay, 2
gelas air putih
1 porsi nasi, 1

Malam

potong ikan asin,


1 potong tempe, 2
gelas air
Sumber: Hasil olah data
Kebutuhan kalori dengan penggunaan rumus BBI X 25 untuk usia 76 tahun
dengan Berat Badan 61 kg dan Tinggi Badan 151 kg.
BBI =(TB-100)-10% = 45,9 kg

Kebutuhan kalori basal = BBI X 25(Wanita) = 45,9 X 25 Kkal/Kg BB =


1147,5 Kkal.
Koreksi usia >70 tahun
Koreksi aktifitas fisik ringan
Koreksi overweight

= -20% Kalori basal = -229,5 Kkal


= +10% Kalori basal = +114,75 Kkal
= -10% Kalori basal = -114,75 Kkal

Maka didapatkan kebutuhan kalori basal pada Ny. MM sebesar 918 Kkal/hari.
Kebutuhan karbohidrat adalah
50% x 918 kkal
= 459 kkal/hari
Dikorversikan menjadi satuan berat menjadi 459 kkal/4 = 114,75 gram/hari
Kebutuhan lemak adalah
35% x 918 kkal
= 321,3 kkal/hari
Dikonvesikan menjadi satuan berat menjadi 321,3 kkal/9 = 35,7 gram/hari.
Kebutuhan protein adalah
15% x 918 kkal
= 137,7 kkal/hari
Dikonversikan menjadi satuan berat menjadi 137,7 kkal/4 = 34,42 gram/hari.
6.

Pola Dukungan Keluarga


a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Ny. MM mau memeriksakan diri ke puskesmas sampai penyakitnya
sembuh, Ny. MM mau meminum obat secara rutin sesuai petunjuk dokter.
9

Keingintahuan keluarga pasien yang tinggi tentang penyakit pasien dan cara
mengontrolnya, kemauan keluarga pasien dapat mendukung pasien dalam
pengobatannya.
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Kebiasaan dan hobi makan makanan yang asin. Pola konsumsi
makanan gizi seimbang yang masih kurang baik dikarenakan jarangnya
mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Kebiasaan pasien makan nasi dengan
garam saja. Pasien tinggal sendirian dirumah. Anak dan menantu pasien
tinggal terpisah dengan pasien.
B.

Genogram
1. Bentuk keluarga :
Keluarga Orang Tua Tunggal.
2. Tahapan siklus keluarga :
Keluarga ini menurut Duvall (1977) berada dalam tahap VIII, yaitu keluarga
dalam masa pensiun dan lansia. Keluarga dalam masa pensiun dan lansia, memiliki
berbagai macam stressor atau kehilangan-kehilangan saat seseorang mengalami
proses menua dan masa pensiun, meliputi masalah ekonomi, perumahan, sosiologis,
pekerjaan, dan kesehatan.
Tugas perkembangan yang tepat dalam siklus ini adalah :

1. Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan.


2. Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun.
3. Mempertahankan hubungan perkawinan.
4. Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan.
5. Mempertahankan ikatan keluarga antar generasi.
6. Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka

10

Family map

Gambar 2. Genogram
Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Pasien
: Meninggal
3. Fungsi keluarga menurut Mubarak dkk,2009 yaitu:
Tabel 5. Fungsi Keluarga
No
Fungsi keluarga
1 Fungsi Biologis
2

Fungsi Psikologis

Keterangan
Keluarga Ny. MM dan suaminya

Penilaian
Cukup

dikaruniai 5 anak tanpa cacat bawaan lahir baik


Ny. MM apabila memiliki masalah dari
Cukup
hal kecil sampai yang besar selalu

baik

menceritakan dan meminta pendapat


kepada anak-anaknya, begitu juga
3

Fungsi sosialisasi

sebaliknya
Ny. MM juga sering bersosialisasi dengan

Cukup

11

No

Fungsi keluarga

Fungsi ekonomi

Keterangan
orang-orang yang tinggal dekat dengan

Penilaian
baik

rumahnya
Ny. MM tidak bekerja, tetapi dia selalu

Kurang

mendapatkan uang dari anak-anak dan


menantunya sebesar Rp. 300.000 Rp.
5

Fungsi pendidikan

500.000 perbulannya.
Ny. MM merupakan tamatan SMA. Ia

Cukup

tidak melanjutkan pendidikan karena

baik

orangtua nya tidak sanggup untuk


membiayai.
Sumber: Hasil olah data
4. Dinamika keluarga:
Tabel 6. Dinamika Keluarga
Ny. MM
Ny. MM
Anak I
Anak II
Anak III
Anak IV
AnakV

Anak I

Anak II

Anak III

Anak IV

Anak V

Hubungan Hubungan Hubungan Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik

baik

Hubungan

Hubungan Hubungan Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik

baik

Hubungan Hubungan

Hubungan Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik

Hubungan Hubungan Hubungan

Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik
baik

baik

Hubungan Hubungan Hubungan Hubungan

Hubungan

baik

baik

baik

baik

baik

Hubungan Hubungan Hubungan Hubungan Hubungan


baik

baik

baik

baik

baik

Sumber: hasil olah data


C. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga
1. Masalah dalam organisasi keluarga :
Pasien adalah ibu dari 5 orang anak. Anak pasien tinggal terpisah dari pasien,
sehingga tidak bisa mengetahui keadaan pasien secara langsung. Hubungan yang
terjalin sesama anggota keluarga cukup baik.
2. Masalah dalam fungsi biologis

12

Saat ini pasien menderita hipertensi dengan status gizi overweight. Pasien
memiliki kebiasaan diet tinggi garam.
3. Masalah dalam fungsi psikologi
Pasien adalah seorang janda berusia 76 tahun. Pasien tinggal sendirian dirumah.
Suami pasien sudah meninggal, anak pasien tinggal di tempat yang berbeda.
Meskipun begitu anak bungsu pasien masih tinggal di kecamatan yang sama
dengan pasien.
4. Masalah dalam fungsi ekonomi
Pasien adalah seorang janda yang tidak bekerja. Total pendapatan tidak menentu
per bulannya, diberi oleh anak pasien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.
Pendapatan dirasakan cukup.
5. Masalah lingkungan
Pasien tinggal di lingkungan rumah padat penduduk, serta sedikit kumuh.
Kebersihan lingkungan di sekitar rumah kurang terjaga dengan baik. Untuk sistem
pencahayaan dan sirkulasi udara di rumah tergolong masih kurang serta belum
dioptimalkan karena hanya terdapat 1 jendela di kamar tidur dan 1 jendela di
ruang tamu.
6. Masalah perilaku kesehatan
Pasien pergi ke puskesmas atau klinik terdekat dengan rumahnya bila sedang
sakit.
D. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal:
Alasan kedatangan :
Alasan kedatangan pasien adalah karena tengkuk terasa kaku sehingga pasien
ingin memeriksakan kondisi kesehatannya.

Harapan :
Pasien memiliki harapan untuk dapat sembuh dan mengotrol tekanan

darahnya.
Kekhawatiran :
Pasien khawatir apabila tekanan darahnya tidak dapat di kendalikan bahkan

menyebabkan komplikasi.
Persepsi :
Pasien menganggap penyakitnya adalah warisan dari orang tuanya.

2. Aspek Klinik :
Diagnosis kerja

: Hipertensi dan Overweight.

13

Diagnosis banding

: Tension Type Headache, Hypercholesterolemia,

Myalgia
3. Aspek Resiko Internal :
Pola makan pasien yang tinggi garam. Riwayat hipertensi pada ayah pasien. Pasien
sering lupa makan obat.
4. Aspek Psikososial Keluarga :
Pasien tinggal sendirian dirumah.
5. Aspek fungsional :
Dengan kondisi fisik seperti ini pasien merasa terganggu dalam menjalankan
aktivitasnya dengan skor ICPC I.

14

E. Rencana Pelaksanaan
Tabel 7. Rencana Pelaksanaan
Aspek
Aspek
personal

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Hasil yang

Biaya

Keterangan

Saat

diharapkan
Pasien mengerti Tidak ada

Tidak

edukasi

pasien

bahwa tekanan

menolak

kepada pasien

berobat

darah

tinggi

bahwa

ke

dapat

di

penyakit

Puskes

kontrol.

darah

mas

Memberikan

Pasien

tingginya
adalah sebuah
penyakit
kronis

yang

tidak

dapat

sembuh,

Tidak ada
Pasien

namun masih

Pasien mengerti

bias

Saat

tentang

dikendalikan.

pasien

penyakit darah

berobat

tingginya

Memberikan
penjelasan
kepada pasien
bahwa gejala
yang

Tidak
menolak

ke
Puskes
mas

pasien

adalah gejala
dari penyakit
yang
dideritanya,
dan
menjelaskan
tentang
komplikasi
dari penyakit
pasien.
15

Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Aspek

Memberikan

klinik

Pasien

Saat

diharapkan
Hipertensi

penjelasan

pasien

pasien

kepada pasien

berobat

terkendali.

tentang

ke

penggunaan

Puskes

obat

mas

yang

Hasil yang

Biaya
Gratis

dapat ditanggung

Keterangan
Tidak
menolak

BPJS.

akan
diberikan
yaitu
Captopril

Pasien

12,5 mg 3x1
tablet.
Mengajarkan

dapat Tidak ada

Saat

mencapai berat

pasien

badan ideal

Tidak
menolak

berobat

pasien

ke

mengenai
pola

Pasien

makan Pasien

1000

kkal

Puskes
mas
Menyingkirkan

sesuai
kebutuhan
pasien.

diagnosis
Saat

Gratis

Tidak

ditanggung

menolak

BPJS

banding

pasien

Menyarankan

berobat

pemeriksaan

ke

penunjang

Puskes

seperti

mas

pemeriksaan
laboratorium
untuk
menyingkirka
n

diagnosis

banding
Hiperkolester
16

Aspek

Kegiatan

Sasaran

Aspek

ol.
Menjelaskan

resiko

Waktu

Hasil yang

Biaya

Keterangan

diharapkan

internal

Pasien

Saat

Pasien

kepada pasien

pasien

mengurangi

agar

berobat

kebiasaan

mengkonsum

ke

tinggi garam.

si

Puskes

makanan

rendah garam

dapat Tidak ada

Tidak
menolak

diet

mas

untuk
membantu
pengobatan
darah

Pasien

Tidak ada

tinggi

Pasien
Saat

pasien.

pasien
Menjelaskan

berobat

kepada pasien
bahwa

ke

ia

dapat

Tidak
menolak

mengerti
tentang

faktor

resiko penyakit
hipertensi.

Puskes

memang

mas

memiliki
salah

satu

faktor resiko
Aspek

hipertensi
Menjelaskan

Seluruh

Saat

Salah satu anak Tidak ada

Sedang

resiko

dan

Keluarga

kunjun

pasien

dipertimbang

eksternal menyarankan

gan ke mengajak

kepada

rumah

pasien

anggota

pasien

tinggal

keluarga agar

an
untuk

oleh

keluarga

bersama.

pasien dapat
tinggal
bersama
anggota
keluarga
lainnya.
17

Aspek
Aspek
fungsion
al

Kegiatan

Hasil yang

Biaya

Saat

diharapkan
Mencapai

Tidak ada

aktifitas fisik

kunjun

kondisi

dengan

gan ke kesehatan yang

olahraga atau

rumah

optimal

aktifitas

pasien

mempertahanka

Melatih

Sasaran

Waktu

Pasien

ringan.

skor

Keterangan
Tidak
menolak

dan
ICPC

pasien.

F.
1.
2.
3.

Prognosis
Ad vitam
: ad bonam
Ad sanasionam : ad bonam
Ad fungsionam : ad bonam

18