Anda di halaman 1dari 22

Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

BAB 1
Geografi dan Sejarah Jepang

1.1 GEOGRAFI JEPANG


Jepang  adalah sebuah negara kepulauan yang
pulaunya bejumlah kira-kira 4000 pulau besar dan kecil,
luas wilayahnya sekitar 370.000 km2. Kepulauan Jepang
tersebut terletak disebelah utara belahan bumi, yang
membujur dari selatan yaitu mulai dari daerah
kepulauan Okinawa yang berbatasan dengan Taiwan dan
disebelah utara berbatasan dengan kepulauan Rusia.
Kemudian disebelah barat adalah laut China dan
disebelah timurnya adalah lautan Pasifik.
Jepang mengenal 4 musim yaitu musim panas
(natsu ᄐ) Juni, Juli, Agustus, dan musim gugur (aki ⑺)
bulan September, Otober dan Nopember. Musim dingin
(fuyu ౻) bulan Desember, Januari, Febuari, kemudian
musim semi (haru ᤐ) bulan Maret, April dan bulan Mei.
Karena perbedaan tempratur antara musim panas dan
musim dingin sangat berbeda mengakibatkan kebutuhan
hidup berbeda seperti perbedaan jenis pakaian dan
makanan masyarakatnya pada masing-masing musim
tersebut. Kemudian temperatur rata-rata setiap musim

1
ILMU KEJEPANGAN

pada masing-masing daerah Selatan dan daerah Utara


juga sangat berbeda. Oleh karna itu tantangan alam di
Selatan Jepang berbeda dengan tantangan alam di
daerah Utara. Kemudian sumber daya alam di daerah
Selatan juga berbeda dengan sumberdaya alam di Utara.
Namun demikian Jepang pada masa sekarang dikenal
sebagai bangsa yang homogen, homogen dibidang bahasa
dan kebudayaannya. Artinya bahwa cara hidup
masyarakat di utara tidak begitu berbeda dengan
masyarakat di Selatan. Contohnya dalam bidang bahasa,
walaupun didapati berbagai dialek yang berbeda namaun
pada dasarnya orang- orang di selatan mengerti bahasa
orang-orang utara. Demikian Juga makanan, pada
umumnya makanan dari daerah yang satu tidak begitu
berbeda dengan daerah yang lainnya. Ke homogenana
Jepang ini dapat kita lihat dari sejarah penyatuan
pemerinahannya yang sudah mempunyai sejarah yang
panjang.

1.2. SEJARAH KEBUDAYAAN JEPANG


Kebudayaan selalu dibedakan dengan budaya.
Jikalau ditanya apa contoh kebudayaan Jepang, maka
mungkin akan dijawab adalah Chanoyu, Ikebana,
masakan Sukiyaki atau pakaian Kimono. Tetapi kalau
ditanya apa contoh budaya Jepang, maka akan dijawab
adalah budaya rasa malu, budaya kelompok atau budaya
nenkoujoretsu (senioritas) dan sebagainya. Oleh karena
itu dari contoh-contoh di atas orang menunjukkan bahwa
kebudayaan adalah sesuatu yang konkrit. Sedangkan
budaya adalah sesuatu yang Semiotik, tidak kentara atau
bersifat laten.
Ienaga Saburo (1990:1) membedakan pengertian
kebudayan (bunka) dalam arti luas dan dalam arti sempit.
Dalam arti luas kebudayaan adalah seluruh cara hidup
manusia ( ੱ 㑆 ߩ ↢ ᵴ ߩ ༡ ߺ ᣇ /ningen no seikatsu no

2
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

itonami kata). Dia menjelaskan bahwa kebudayaan


adalah keseluruhan hal yang bukan alamiah. Misalnya
ikan adalah suatu benda alamiah, tetapi dalam suatu
masyarakat ikan tersebut dibakar, atau di pepes atau
dibuat sashimi maka ikan bakar atau ikan pepes atau
ikan shashimi tersebut adalah kebudayaan.
Sedangkan pengertian kebudayaan dalam arti sempit,
menurut Ienaga adalah terdiri dari, Ilmu pengetahuan,
sistem kepercayaan dan seni. Oleh karena itu di sini Ienaga
mengatakan kebudayaan dalam arti luas adalah segala
sesuatu yang bersifat konkrit yang diolah manusia untuk
memenuhi kebutuhannya. Sedangkan pengertian
kebudayaan dalam arti sempit adalah sama dengan
pengertian budaya dalam pengertian yang diuraikan diatas.
Yaitu kebudayaan dalam arti sempit menurut Ienaga
Saburo adalah sama dengan budaya yang berisikan sesuatu
yang tidak kentara, atau yang bersifat Semiotik.
Kemudian hubungan dari kebudayaan yang bersifat
semiotik/abstrak atau yang bersifat ideologi dengan
kebudayaan yang bersifat konkrit adalah berada dalam
satu lapisan struktur. Kebudayaan dalam arti konkrit
berada dalam struktur luar dan budaya (yang bersifat
semiotik) berada dalam struktur dalam. Oleh karena itu
apa bila dua buah kebudayaan berinteraksi, maka
struktur luar adalah yang paling duluan dapat diterima
oleh kebudayaan lain, sedangkan struktur dalam budaya
tersebut adalah sesuatu yang paling sulit dapat diterima
oleh kebudayaan lain. Sebagai contoh, apabila orang
Indonesia berinteraksi dengan orang Jepang, maka yang
pertama-tama dapat dimengerti atau yang menarik pada
minat orang Indonesia adalah sesuatu yang bersifat
Konkrit. Misalnya, hasil Industri, ekonomi dan
sebagainya. Sementara yang bersifat ideologis akan
sangat sulit dapat dimengerti apalagi untuk diterima.

3
ILMU KEJEPANGAN

Apabila kebudayaan adalah segala sesuatu yang


sudah di Jamah manusia untuk memenuhi kehidupannya,
maka kajian kebudayaan adalah sesuatu yang sangat
konpleks. Misalnya kalau kita hendak mengkaji
kebudayaan Ikebana (merangkai bunga) maka kita tidak
cukup hanya mengkaji objek bunga saja karena itu hanya
berupa teknik merangkai bunga saja. Tetapi Kita harus
mengkaji kehidupan masyarakat penghasil Ikebana
tersebut, kemudian harus mengkaji hal-hal yang semiotik
dari masyarakat tersebut supaya kita dapat mengerti
ikebana dalam kehidupan dan sejarah orang Jepang.
Karena Ikebana itu muncul dari dalam sejarah sistem
pendidikan dan juga dalam sistem religi masyarakat
Jepang.
Ikebana dihasilkan dalam kebudayaan Jepang
karena sesuai dengan kebudayaan semiotik, kemudian
tumbuh dalam proses pendidikan masyarakat Jepang.
Oleh karena itu dalam mempelajari kebudayaan ada tiga
poin yang menjadi pusat perhatian kita, yaitu masyarakat
penghasil kebudayaan tersebut (sejarah lahirnya
kebudayaan tersebut), objek kebudayaan itu sendiri dan
masyarakat pengguna kebudayaan atau fungsi
kebudayaan tersebut dalam masyarakat pengguna.
Namun kebudayaan tersebut dapat juga diterima di
negeri asing. Seperti contohnya Karate, Judo, ikebana
sering kita jumpai juga dipergunakan oleh masyarakat
diliar masyarakat Jepang. Namun kadang-kadang sudah
melalui proses adabtasi budaya, sehingga sering ada
pengurangan atau penambahan maknanya.

Sejarah Jepang
Kata “sejarah” adalah menunjukan perkembangan
sesuatu dalam proses  waktu. Oleh karena itu segala
sesuatu yang di sekitar kita dapat kita ambil sejarah nya

4
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

walapun dalam waktu yang relatif pendek. Oleh karena


itu sejarah adalah sebuah metode. Sejarah Jepang adalah
berarti Jepang dalam dalam proses waktu perkembangan.
Kemudian yang menjadi pertanyaan apakah Jepang itu?
Jepang berasal dari kata Jepun atau Jipun atau Yapan
atau Japon, bacaan dari hurup kanji 㧔 ᣣ ᧄ 㧕 di baca
dengan Nihon  atau Nippon. Nippon  adalah sebutan
dari orang Kajin 㧔 ⪇ ੱ 㧕 atau China. Adalah Jepang
karena Jepang berada di sebela timur China, atau asal
munculnya matahari. Ketika itu orang Jepang disebut
dengan orang “wa” atau Wajin.
Naskah tua yang menyebut orang “wa” adalah 㝵ᔒ
୸ ੱ વ  (gishiwajiden/hikayah orang Wa). Di dalam
naskah tersebut di jelaskan bahwa ada sebuah kerajaan
disebelah timur China dimana rajanya sangat di hormati
oleh rakyatnya.
Tetapi di Jepang sendiri, naskah yang paling tua
yang di tulis oleh orang Jepang sendiri adalah Kojiki/ฎ੐
⸥ dan Nihonshoki/ᣣᧄᦠ♿. Kedua naskah ini di tulis
pada tahun 712 dan 720. Di dalam kedua naskah ini
sudah terdapat pemakaian nama Nihon atau Nipon.

a. Zaman prasejarah di Jepang


Zaman prasejarah di Jepang di bagi atas 2 zaman,
yaitu zaman Jomon 㧔✽ᢥ㧕 dan zaman Yayoi 㧔ᒎ
↢㧕. Sebelum tahun 1945, belum di temukan zaman pra
sejarah Zomon dan zaman Yayoi di Jepang. Karena
sebelum tahun 1945, sejarah Jepang dimulai dari mitos
yang tertulis dalam naskah Kojiki (712) dan Nihon shoki
(720).
Sehingga dalam perjalanan sejarah Jepang pernah
mengalami dua buah fisi kesejarahan. Yaitu fisi
kesejarahan yang bersifat religus dan fisi kesejarahan
dari ilmu pengetahuan. Sebelum tahun 1945, sejarah

5
ILMU KEJEPANGAN

Jepang dipelajari bermula dari zaman dewa matahari


turun ke Izumonokuni ( ಴ 㔕 ߩ ࿖ ) yaitu negeri Jepang
sekarang. Sedangkan setelah perang dunia kedua berahir,
Jepang bukan lagi sebuah negara yang dipimpin oleh
Kaisar. Oleh karena itu ilmuan Jepang sudah bebas
menggunakan teori-teori ilmu pengetahuan Eropah dalam
hal membahas kesejarahan mereka. Oleh karena itu
setelah perang dunia kedua berahir, zaman sejarah
Jepang menjadi lebih panjang, yaitu bukan dimulai dari
abad 8, tetapi dimulai dari abad ke 4 dan kemudian
zaman para sejarah dilanjutkan dengan penelitian
arkeologi, sehingga ditemukan zaman prasejarah Jomon
dan Yayoi.

1) Zaman Jomon 㧔✽ᢥᤨઍ㧕


Zaman primitif di Jepang tidak jelas diketahui
berjalan berapa lama. Tetapi dihipotesakan bahwa zaman
Jomon adalah zaman primitif awal dimana
masyarakatnya menggunakan peralatan yang disebut
dengan Jomon. Peralatan Jomon adalah suatu jenis
peralatan yang biasanya dipergunakan masyarakat
sebagai tempat air atau tempat barang-barang lainnya
yang terbuat dari tanah liat. Peralatan ini biasanya
dibawa di punggung oleh masyarakat tersebut.
Ahir-ahir ini peralatan Jomon ini banyak ditemukan
dan dikolekasi dimuseum sebagai benda-benda bersejarah
di Jepang.
Pada zaman Jomon ini orang-orang diperkirakan
tinggal didataran tinggi. Rumahnya didirikan dengan
cara menggali tanah dan ditengah-tengahnya dibuat tiang
penyangga atap, atapnya terbuat dari rerumputan yang
disebut 㧔┙ߡⓣᑼ૑ዬ/tate ana shiki jukyo㧕.

6
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

Tempat tinggal Atap

-------------------------

Gbr. 1 Tateana shiki jukyou

Mereka diduga tinggal dalam kelompok kecil dengan


kehidupan berburu. Masyarakat Jomon diduga tidak
mempunyai pemerintahan dan tidak mengenal kelas-
kelas masyarakat. Pertanian belum begitu dikenal,
sehingga masyarakat hidup dari hasil berburu dan
menangkap ikan. Oleh karena itu belum dikenal sistem
penyimpanan dari sebagian hasil kerja mereka. Sehingga
dengan demikian belum dikenal adanya perbedaan orang
kaya dan orang miskin, atau orang berkuasa dan yang
dikuasai. Oleh karena itu orang-orang pada masa ini
adalah orang-orang bebas. Diduga ikatan keluarga
mereka juga hanya terdiri dari ibu dan anak-anaknya,
sedangkan para pria masih merupakan orang-orang bebas
dari keluarga.

Gbr. 2 Jomon

7
ILMU KEJEPANGAN

2) Zaman Yayoi 㧔ᒎ↢ᤨઍ㧕


Pada abad ke 3 masehi, diduga ada lompatan budaya
di Jepang. Yaitu karena masuknya teknologi pertanian
dari tairiku (daratan China). Pada masa tersebut sudah
dikenal peralatan dari logam seperti arit dan alat-alat
pertanian lainnya. Oleh karena itu pengaruh kebudayaan
China ini diduga sangat mempengaruhi kehidupan
masyarakat Jepang waktu itu sehingga zamannya disebut
dengan Yayoi.
Kebudayaan pertanian ini dapat dipastikan dari
bukti-bukti peninggalan benda-benda purbakala yang
terbuat dari tanah liat dimana pada sisi luar benda-benda
tersebut ada didapat lukisan tentang kehidupan
pertanian pada abad ke 3 sesudah masehi. Pada zaman
Yayoi masyarakat sudah tinggal didataran rendah karena
mereka sudah mengolah sawah. Oleh karena itu
ditemukan bekas rumah takayukashiki (rumah-
panggung). Rumah panggung dibuat sesuai dengan
kebutuhan hidup untuk dapat menyimpan padi dalam
waktu yang cukup lama. Zaman ini disebut zaman Yayoi
karena peninggalan–peninggalan benda-benda purbakala
ini pertama sekali ditemukan di Yayoicho ( ᒎ ↢ ↸ ) di
Tokyo sekarang. Situs sejarah tersebut dinamai
Yayoishikidoki (Toyoda 1988:2).

Gbr. 3 Takayukashiki jukyou

8
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

Masuknya kebudayaan China, pada abad 3 di daerah


Kan (ṽ) peradaban sudah sangat maju. Ketika bangsa
Kan datang ke Jepang, mereka membawa masuk
kebudayaan logam. Masyarakat Kan membawa
kebudayaan pertanian ke Jepang. Bangsa pendatang
tersebut datang dengan jumlah yang sangat besar
sehingga cukup mendominasi masyarakat yang sudah
duluan ada di Jepang waktu itu1. Oleh karena itu maka
zaman Yayoi ditandai dengan lahirnya masyarakat petani.
Pada zaman Jomon sudah dikenal pembuatan alat-alat
dari batu seperti alat berburu binatang dan juga alat-alat
dari tanahliat, tetapi kebudayaan tanah liat pada zaman
Yayoi diduga bukan merupakan suatu fase perkembangan
dari zaman Jomon. Pada zaman Yayoi pembuatan alat
dari tanah liat (kramik) sudah sangat halus, hal ini
adalah karena teknologinya dibawa dari luar negeri yaitu
Tairiku atau daratan China. Sehubungan dengan
dikenalnya teknologi pertanian, maka pada zaman Yayoi
sudah dikenal peralatan pertanian dari logam seperti arit,
cangkul dan sebagainya. Oleh karena itu nenekmoyang
bangsa Jepang sekarang ini adalah merupakan
perpaduan antara pendatang dari Tairiku dan orang-
orang yang sudah duluan tinggal di Jepang (Ienaga 1991,
Kitazima1976).
Dengan dikenalnya kebudayaan pertanian,
mengakibatkan terjadinya perubahan pola kehidupan
masyarakatnya. Pada masyarakat berburu seperti pada
zaman Jomon, masyarakat tidak dapat hidup
berkelompok terlalu besar karena akan mengalami
kesulitan memenuhi nafkah. Karena apabila masyarakat
tinggal dalam suatu tempat dengan jumlah yang banyak,
maka dikuatirkan binatang buruan akan segera habis.
1Hori ichiro mengatakan ada 9 jenis asal usul suku bangsa Jepang, tetapi
diantaranya ada tiga yang dominan, yaitu bangsa mongoloid,
melayupolinesia dan sukubangsa Ainu (Horiichiro 1968;3).

9
ILMU KEJEPANGAN

Hal ini berbeda dengan pada masyarakat pertanian,


dalam masyarakat pertanian justru dibutuhkan jumlah
orang banyak untuk memenuhi tenaga kerja. Hasil
pertanian seperti padi dapat disimpan dalam waktu yang
cukup lama.
Karena pertanian dapat menjamin pendapatan yang
tetap, sehingga memungkinkan masyarakat untuk tinggal
bersama dalam skala yang relatif lebih besar dari pada
masyarakat berburu, dan hal ini mengakibatkan semakin
berkembangnya strata sosial dalam masyarakat tersebut.
Perkembangan ini melahirkan adanya orang kaya dan
orang miskin, orang berkuasa dan orang tidak berkuasa.
Kemudian melahirkan adanya status Tuan atau Raja dan
difihak lain melahirkan status pekerja atau budak.
Sedangkan status-status seperti diatas tidak dikenal
dalam masyarakat berburu.
Pada zaman Yayoi ini sudah ditemukan adanya
pemerintah pusat di Jepang yang dipimpin oleh seorang
ratu yang bernama (Himiko). Pada ketika itu diduga ada
30 kerajaan kecil di Jepang yang dibawah pemerintahan
pusat Himiko yang berpusat di (yamataikoku). Data
mengenai pemerintah pusat yang dipimpin ratu Himiko
ini ada tertulis dalam (legenda tentang orang wa) yang
ditulis oleh orang China pada abad ke 3 (Tahun 233-297).
Pada kira-kira abad 4 di daerah Yamato atau daerah
Nara sekarang muncul penguasa besar, kira-kira abad 5
sudah menguasai hampir seluruh Jepang. Pada abad 6
mendirikan pemerintahan yang disebut Yamato Chotei,
raja nya disebut dengan Tenno. Kuburan para penguasa
abad 4 hingga 6 ini sering ditemui berupa kuburan besar
yang disebut dengan (kofun/ฎზ).
Kofun adalah kuburan tua yang sangat besar yang
hingga kini dapat ditemui diberbagai daerah. Dalam
pembuatan kuburan ini dapat dipastikan membutuhkan

10
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

tenaga kerja yang banyak. Dari dalam kuburan tersebut


banyak ditemukan peninggalan-peninggalan purbakala
seperti patung yang terbuat dari tanah liat yang berupa
bentuk manusia, binatang, rumah, dan kapal yang
disebut dengan (haniwa/ ၨベ) benda-benda ini dikubur
bersama mayat. Hal ini dapat menunjukkan bukti bahwa
pada ketika itu sudah ada penguasa besar dan
pengauasa-penguasa daerah yang dihormati rakayatnya.
Hal ini juga menunjukan sudah adanya stratifikasi sosial
yang jelas pada masyrakat zaman Yayoi.
Pada abad 5-6 kerajaan Yamato Chotei sudah
membuka hubugan dengan Kudara (Korea) dan dengan
pemerintah di daratan China. Oleh karena itu pada saat
itu masuk teknologi perkayuan, pengolahan benang sutra.
Pada saat itu juga masuk agama Budha dan Konfuchu
dan ilmu pegetahuan lainnya yang menjadi dasar ilmu
pengetahuan bagi Jepang
Pada akhir abad ke 6 agama Budha didukung oleh
Shotokutaishi yang berasal dari keluarga Shoga yang
menjalakan pemerintahan penganti Kaisar. Pada akhir
abad ke 6 didirikan kuil Horyujidi Kyoto, yaitu kuil kayu
tertua yang sampai sekarang pun masih dapat dijumpai
di Kyoto.
Setelah Shotokutaishi meninggal penguasa
digantikan anaknya Nakatomi nokamatari yang kemu-
dian membuat reformasi Taika, dimana pemerintahan
meniru sistim China yang berpusat pada kerajaan dengan
membuat undang undang Taihounoritsuryou (ᄢቲߩᓞ઎).
Dalam taihounoritsuryou ditetapkan pemikiran
kochikomin (౏࿾౏᳃) yaitu bahwa tanah dan warnga
adalah dibawah kekuasaan pemerintah pusat. Kemudian
para keluarga bangsawan menjadi pegawai pemerintah
pusat yang bertugas di daerah maupun dipusat

11
ILMU KEJEPANGAN

b. Zaman sejarah Jepang


1) Zaman Nara
Pada tahun 710 Chotei membagun istana di Nara.
Zaman ini berlangsung kira-kira 70 tahun, dimana Nara
menjadi ibukota. Tetapi kemudian karena banyak para
bangsawan yang tingal di daerah, sudah menjadi kuat
maka banyak terjadi keributan-keributan. Ditambah lagi
karena kesulitan kehidupan petani pada pemerintah
Chotei, mengakibatkan banyak petani pindah ke
bangsawan (kekizoku) atau pemerintah daerah. Oleh
karena itu pada zaman Nara pemerintah daerah menjadi
kuat
Naskah-naskah tua Jepang Kojiki 㧔ฎ੐⸥㧕dan
Nihonsoki 㧔 ᣣ ᧄ ᦠ ♿ ), Kojiki artinya adalah tulisan-
tulisan tua yang dikumpulkan oleh Onoyasumaro, ditulis
pada tahun 712. Sedangkan Nihonshoki dikumpulkan
oleh Toneri Shinnou pada tahun 720. Kedua naskah
tersebut adalah berisi cerita-cerita mitos tentang asal
mula Jepang.
Orang Jepang meganggap kedua kitab ini sebagai
bahan yang penting dalam megetahui sejarah Jepang.
Baik Kojiki maupun Nihonshoki menceritakan asal-usul
negara Jepang. Misalnya tentang cerita. Izanagi dan
Izanami yang melahirkan negeri Jepang. Kedua dewa
tersebut menikah dan melahirkan anak, yang kemudian
megawini tiga oran gadis bumi, dan keturunan merekalah
orang Jepang.
Inti tulisan ini adalah menceritakan tentang nenek
moyang kaisar adalah Amaterasu Omikami (dewa
matahari). Kaisar yang pertama adalah Jinmu Tenno.
Omikami turun di Takamagahara, dan keturunannya
adalah Tenno. Setelah itu banyak tulisan-tulisan tentang
Jepang muncul, misalnya Fudoki, Manyoshu㧔ਁ⪲㓸㧕
dan lainnya. Fudoki ( 㘑 ࿯ ⸥ )  adalah buku yang

12
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

berisikan cerita lagenda dan data-data tentang kebiasaan


dan kepercayaan berbagi daerah. Sedangkan Manyoshu
berisikan kumpulan lagu-lagu yang berjumlah kira-kira
4500 buah, lagu-lagu megenai kehidupan seluruh lapisan
masyarakat zaman Nara.
Huruf yang dipakai pada waktu itu adalah huruf
Kanji degan tulisan Manyogana, yaitu tulisan huruf
China degan struktur tulisan bahasa China. Kemudian
pada abat ke 9 lahirlah huruf Jepang yang disebut degan
huruf Katakana 㧔 ઒ฬ㧕dan Hiragana㧔ᐔ઒ฬ). Huruf
Katakana adalah yang pertama dibuat, merupakan huruf
yang diambil dari bagian-bagian huruf Kanji. Huruf ini
dikarang oleh Kibinomakibi (ศ஻⌀஻). Kemudian lahir
pula huruf hiragana yang dikarang oleh Kobodaishi㧔ᒄᴺ
ᄢᏧ). Huruf hiragana pada awalnya dipergunakan oleh
kaum wanita dan huruf katakana dipergunakan oleh
kaum pria 2 . Tetapi pada akhir-akhir ini, orang Jepang
lebih banyak mengunakan huruf Hiragana daripada
Katakana. Huruf Katakana pada akhir-akhir ini hanya
dipergunakan untuk menuliskan bahasa-bahasa yang
merupakan serapan dari bahasa asing, bahasa tiruan dari
bunyi alam, suara binatang, dan yang merupakan istilah
tentang bentuk atau keadaan benda.
Dengan ditemukannya huruf Katakana dan
Hiragana ini, mendorong kemajuan dan kemampuan
membaca dan menulis di kalangan masyarakat Jepang3.
Karena dengan lahirnya huruf ini semakin mem-
permudah penulisan bahasa Jepang.

2 Setelah dipergunakan hiragana dan katakana maka para satrawan Jepang


banyak bermunculan, seperti Murasakishikibu dengan karyanya
Genjimonogatari, Seishonagon dengan karyanya makuranoshoshi yang
menggambarkan kehidupan kaum bangsawan pada zaman Yayoi (Toyota
1988:14).
3 Pada awalnya huruf hiragana dipergunakan pleh kaum wanita dan kata

kana dipergunakan oleh pria. Tetapi sekarang huruf hiragana dipergunakan


untuk menulis okurigana dan kata bantu, kemudian kata kana dipergunakan
menulis bahasa serapan dari bahasa asing.

13
ILMU KEJEPANGAN

Kebudayaan Masyarakat Ritsuryou


Sistim kerajaan, pada awalnya seorang Raja daerah
dapat menyatukan kerajaan-kerajaan kecil yang berada
diseluruh wilayah Jepang. Hal tersebut melahirkan suatu
kerajaan besar (Okami). Raja yang terkenal pada waktu
itu adalah Shotoku Taishi. Membuat undang-undang 17
pasal. Inilah undang- undang yang pertama dibuat di
Jepang. Hal ini juga mengatur tentang sistim
penggunaan tanah.
Dalam sistim Ritsurio, Tenno (kaisar) adalah
penguasa administrasi pemerintahan tertinggi. Saudara-
saudara kaisar adalah menjadi bangsawan. Para
bangasawan kerabat Tenno ini bertugas melaksanakan
pekerjaan birokrasi di istana maupun di daerah.
Sistem pemilikan pada masa itu dikenal dengan
sistem Kochikomin (wilayah umum dengan masyarakat
umum). Pada masa itu tidak dikenal pemilikan tanah
secara pribadi dan penguasaan atas diri orang secara
pribadi. Tetapi kemudian para bangsawan kerabat kaisar
tersebut banyak yang menguasai tanah secara pribadi.
Sehingga mereka membutuhkan tenaga kerja untuk
menggarap tanah yang dikuasainya tersebut. Hal seperti
ini melahirkan kelompok-kelompok kecil di daerah yang
semakin lama semakin kuat dan tidak membayar pajak
kepada kaisar.
Pada perkembangan kemudian, para kelompok
tersebut saling berperang karena memperebutkan lahan
dan memperebutkan tenaga kerja. Sehingga melahirkan
pekerjaan keamanan (militer). Pada masa ini muncullah
tenaga-tenaga militer feodal.
Dalam perkembangan berikutnya, para militer
tersebut semakin kuat dan dirasa bahwa bangsawan
menjadi tergantung hidupnya kepada budi baik mereka.

14
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

Oleh karena itu lahirlah kelompok-kelompok militer


daerah.
Untuk menjaga keamanan di kota tempat tinggal
Kaisar (di Kyoto) ketika itu, Kaisar memanggil kelompok
militer Taira dan Genji untuk tinggal di  kota yang
bertugas untuk mengawasi keamanan kekaisaran.
Ketika itu keluarga bangsawan yang dekat adalah
keluarga Fujiwara. Disebut zaman Heian adalah berasal
dari kata heiankyo, artinya perpindahan ibukota dari
Nara ke Kyoto.

2) Zaman Heian (794-1192)


Kanmu tenno ingin memperbaharui politik Ritsuryo,
oleh karena itu dia memindahkan ibukota ke Kyoto.
Dengan harapan supaya kedamaian bisa terwujud dengan
lama maka disebut nama ibukota tersebut heiankyo 4 .
Oleh karena itu nama zaman tersebut dinamai Heian
jidai yang berlangsung kira-kira 400 tahun. Istana Kaisar
berada di Kyoto selama masa feodal yang berlangsung
kira-kira 1100 tahun (Toyota Toyoko 1988:12).
Pada zaman Heian, jumlah Shoen (wilayah swasta)
semakin banyak. Salah satu penguasa Shoen yang
terbesar adalah keluarga Fujiwara ( ⮮ ේ ᳁ ). Fujiwara
mengawinkan putrinya dengan anak Tenno, oleh karena
itu Tenno generasi berikutnya adalah cucu Fujiwara.
Kemudian keluarga Fujiwara memegang peranan dalam
pemerintahan. Seperti Sekkanseiji ( ៨ 㑐 ᡽ ᴦ /politik
perwalian kaisar), sekkan adalah singkatan dari Sessho
dan Kanpaku. Sessho adalah pelaksana kekuasaan
pemerintahan ketika kaisar masih kecil, dan Kanpaku
adalah pelaksana pemerintahan ketika Kaisar
mengadakan Inkyou ( 㒮 ዬ / bertapa di kuil), disebut
dengan politik Insei.

4 Heiankyou artiny kota yang damai.

15
ILMU KEJEPANGAN

Dalam perkembangan berikutnya, para kelompok


militer Taira dan Genji di undang ke Kyoto untuk
mengamankan perang yang terjadi dalam keributan
keluarga Fujiwara. Tetapi kemudian keluarga Genji dan
Taira pun saling berperang seperti perang Hogennoran (଻
రߩੂ) tahun 1156 dan Heijinoran tahun 1159. Dalam
perang tersebut dimenangkan oleh keluarga Taira oleh
Taira no kyoumori. Mulai saat inilah bushi menjadi sangat
berpengaruh dalam perintah pusat. Ketika itu sistem
Ritsuryou menjadi hancur, berubah menjadi sistem Ujizoku
(kekerabatan). Kemudian Tairano Masakado menikahi putri
Fujiwara dengan maksut untuk mengadakan persekutuan
supaya dapat juga menjadi keluarga Sekkan. Tetapi teryata
setelah kalah dalam peperangan heiji tahun 1159, keluarga
Minamoto memperkuat prajurit nya di Jepang bagian timur
yaitu di Kamakura
Minamoto no Yoritomo berasal mengalahkan
keluarga taira tahun 1185 pada perang Dannoura (სߩᶆ
ߩ ੂ ). Hal ini mengakibatkan kekuasaan berpindah
ketangan Minamoto. Minamoto no Yoritomo meminta
perstujuan kepada kaisar supaya di angkat menjadi
Shogon (jendral) oleh karena itu lah maka sistem
keshogunan di kenal di Jepang hinga zaman Edo (1868).
Shogun adalah pemegang kekuasaan Pemerintahan
dari kalangan militer. Kehogunan ini diwariskan turun
temurun, tetapi di Jepang sudah sempat 3 keluarga yang
menjadi shogun, yaitu keluarga Minamoto dengan pusat
di Kamakura, sehingga zamannya disebut dengan zaman
Kamakura. Kemudian keluarga Taira atau disebut juga
Heisi, pusat pemerintahannya adalah di Muromachi,
sehinga zamannya disebut dengan zaman Muromachi
(1333-1568). Kemudian keluarga Tokugawa memusatkan
pemerintahannya di Edo atau Tokyo (1603-1867).

16
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

Selama pemerintahan dipegang oleh keluarga


keshogunan tersebut, bentuk pemerintahannya disebut
dengan sistim feudal (Hokenseido) Oleh karena itu
kebudayaan pada masa itu adalah kebudayaan feodal.
Inti dari sistem feodal tersebut adalah pengelolaan tanah
oleh petani dimana para tuan tanah menggunakan tenga
Bushi (Samurai) sebagai alat pemaksa untuk pembayaran
pajak yang tinggi.

3) Zaman Kamakura 1192-1333


Keluarga Minamoto setelah megalahkan keluarga
Taira dan membuat pusat pemerintahan di Kamakura
untuk menguasai seluruh negeri Jepang. Pada tahun
1192 Minamotono Yoritomo menjadi Seiitaishogun 5
dengan mendirikan pemerintahan Kamakura bakufu
yang berlanjut hinga tahun1933.
Padamasa Godaigo Tenno, Tenno menjatuhkan
kekuasan Kamakura Bakufu tahun 1333, kemudian
kekuasaan pemerintahan beralih ketangan Tenno. Tetapi
kemudian Ashikaga Takauji mengumpulkan seluruh
kekuatan bushinya untuk menyerang militer kekaisaran.
Kemudian disebelah utara Kyoto diangkat kaisar Utara
(hokucho), oleh karena itu pada pada masa itu (tahun
1338-1573) ada dua kaisar yang disebut dengan
nanbokucho yaitu kaisar utara dan kaisar selatan.
Kemudian Ashikaga Takauji menjadi Shogun di Nara
tahun 1338-1573. Zaman ini disebut dengan zaman
Muromachi.
Kaisar di selatan adalah Godaigo tenno yang
melarikan diri ke Yoshino. Oleh karena itu zaman
Muromachi ini disebut juga Nanbokuchojidai (zaman
utara-selatan).

5 Bushi (keluarga militer) yang menjadi penguasa pemerintahan pusat


dengan sistem feodal.

17
ILMU KEJEPANGAN

4) Zaman Muromachi (1338-1573)


Pada tahun 1334 Godaigo Tennno kembali
memegang kekuasaan pemerintahan. Tetapi kemudian
bushi dibawah pinpinan Ashikaga Takauji menyerang
Kyoto tempat pemerintahan Kaisar. Kemudian pada
tahun 1336 Ashikaga megangkat Tenno Utara kemudian
Ashikaga Takauji menjadi Seiitaisogun dan membuka
pusat pemerintahan Bakufu di Nara Kyoto.

5) Zaman Azuchimomoyama 1573-1603


Odanobunaga adalah seorang Daimyo 6 di
Owarinokuni atau Prefecture Aichi sekarang.
Odanobunaga mendapat persejataan dari Portugal yang
masuk dari Tanega shima, megakibatkan dia dapat
menyerang daimyo–daimyo kecil lainnya dan
mempersatukan seluruh wilayah Jepang. Tetapi
kemudian dia dibunuh oleh anakbuahnya sendiri Akechi
Mitsuhide tahun 1582. Tetapi kemudian Toyotami
Hideyoshi membunuh Akechimitsuhide dan kemudian
mendirikan istana di Osaka. Pemerintahan Odanobunaga
dan Toyotami Hideyoshi ini disebut degan zaman
Azuchimomoyama (1573-1603).
Ciri-ciri zaman ini adalah banyak pergolakan
diberbagai daerah, yang disebut dengan gekokujoikki.
Dimana diseluruh negeri terjadi keributan -keributan
karena orang-orang dari kelas bawah memberontak ingin
menjatuhkan yang atas. Zaman ini disebut juga sengoku
jidai, perang diseluruh negeri.

6) Zaman Edo 1603-1868


Tokugawa Iemitsu adalah damimyo dari Mikawa,
sebuah daimyo kecil, kemudian mampu megalahkan

6Daimyo disebut juga ⮲ ਥ (hanshu), adalah tuan penguasa wilayah di


daerah.

18
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

Hidoyoshi pada perang Sekigahara tahun 1600.


Kemudian menjadi seiitaishogun pada tahun 1603 degan
pusat pemerintahan Bakufu di Edo. Selama zaman
pemerintahan Tokugawa di Edo berlangsung kira-kira
260 tahun ini disebut zaman Edo.
Sistim pemerintahan nya disebut sistim
7
bakuhantaisei . Bakufu meguasai kira-kira seperempat
wilayah Jepang secara langsung. Selain itu kota-kota
besar seperti Kyoto, Osaka, Nagasaki juga dikuasai
secara langsung.
Daimyo yang merupakan keluarga Shogun disebut
degan Shinpan, dibuat menjadi peguasa wilayah Han
dekat dengan Edo. Sedangkan Daimyo yang membantu
Tokugawa dalam perang sekigahara disebut dengan Fudai
daimyo diberikan menjadi penguasa Han mengantarai
Daimyo yang menjadi musuh Tokugawa dalam perang
Sekigahara. Kemudian Daimyo yang menjadi musuh
Tokugawa dalam perang Sekigahara disebut Tozama
Daimyo di tempatkan jauh disebelah barat daya atau juga
disebelah utara Jepang (Situmorang 1986).
Untuk mempertahankan kekuasaannya Tokugawa
membuat berbagai kebijaksanaan. Diantaranya,
Sankinkoutai yaitu peraturan bahwa setiap Daimyo harus
membuat tempat tingal keluarganya di Edo. Oleh karena
itu para daimyo shinpan dan fudai wajip tingal selang 6
bulan di Edo dan 6 bulan lagi tingal diwilayah
kedaimyoannya. Sedangkan bagi daimyo Tozama, wajib
tinggal selang 1 tahun di Edo dan 1 tahun tinggal
diwilayah kedaimyoannya. Sedangkan  bagi daimyo
Tozama, wajib tinggal selang 1 tahun di Edo dan 1 tahun

7 Bakuhantaisei, adalah sitrem pemerintahan bakufu dan han. Bakufu


adalah pemerintah pusat pusat dan memmpunyai wilayah sendiri.
Sedangkan wilayah Han diperintah oleh Daimyo, dan untuk urusan kedalam
bebas tanpa campurtangan Shogun. Namun demikian banyak sekali
peraturan Keshogunan untk memperlemah kedaimyoan/wilayah han.

19
ILMU KEJEPANGAN

tinggal di wilayah kedaimyoannya. Kemudian ada


kebijaksanaan sakoku, yaitu kebijaksanaan menutup diri
dari luar negeri. Oleh karena itu pada zaman Edo ini
dianggap sebagai zaman pembentukan kebudayaan
Jepang secara Universal. Kemudian ada peraturan
kugeshohatto dan Buke shohatto. Kugeshohatto adalah
larangan berkomunikasi dengan keluarga kaisar,
sedangkan Bukeshohatto adalah larangan sesama daimyo
membentuk ikatan, maupun perkawinan. Untuk menjaga
supaya tidak ada usaha destruktif dari para petani, maka
diadakan juga peraturan katanagari yaitu larangan
memiliki senjata atau pedang bagi para petani. Oleh
karena itu karena berbagai peraturan ini dilaksanakan
secara ketat maka pada zaman Edo ini dalam negeri
Jepang sangat tenang dan stabil.
Karena peraturan dan kebijaksanaan Shogun
tersebut maka pada zaman Edo adalah zaman yang aman,
tetapi rakyat sangat menderita kemiskinan. Untuk
membiayai keluarga Daimyo yang tinggal di Edo, dan
untuk perjalanan para samurai ke Edo memakan biaya
besar. Sedangkan penghasilan yang dapat diharapkan
adalah terutama dari hasil padi. Oleh karena itu pada
zaman Edo, pajak pertanian hingga mencapai 60% dari
hasil panen. Oleh karena itu petani hanya dapat
menerima 40% dari hasil panennya saja.
Golongan masyarakat pada zaman Edo di terapakan
sangat ketat. Setiap kelas/golongan tidak diperbolehkan
pindah ke golongan masyarakat lainnya. Pada zaman Edo
jumlah golongan bushi (militer) sebanyak 9,8%, Petani
sebanyak 76,4% sisanya adalah golongan pendeta,
pedagang dan tukang (Toyoda 1988:33).
Pada tahun 1865, kapal Amerika memasuki teluk
Tokyo. Tetapi ternyata kapal Amerika tersebut mendapat
serangan dari tentara daimyo Choshu dan Satsuma, yaitu

20
Bab 1: Geografi dan Sejarah Jepang

Daimyo tozama yang tinggal di barat daya Jepang. Oleh


karena itu Shogun sebagai pemerintah pusat harus
bertanggung jawab kepada Amerika. Oleh karena
keputusannya berupa pembukaan kantor Konsulat
Amerika di Jepang, maka para daimyo Tozama meminta
kepada Tokugawa supaya menyerahkan kekuasaan
pemerintahan kembali kepada Kaisar. Oleh karena itu
pada tahun 1867 diadakan Restorasi Meiji, dimana
pemerintahan dikembalikan kepada kaisar.

7㧕 Zaman Meiji hingga perang dunia II 㧔 ᣿ ᴦ ᤨ ઍ 㨪


1945㧕
Pada tahun 1868, Meiji Tenno sebagai pemerintah
baru mengutarakan janji ੖ ▎ ᧦ ߩ ߏ ⹿ ᢥ /
gokajonogoseimon. Tenno meningkatkan kehidupan
Ekonomi dan politik, dengan cara mencari ilmu dari
seluruh dunia. Kemudian ibukota Edo dirubah menjadi
Tokyo, dan Kaisar pindah dari Kyoto ke Tokyo.
Kemudian tahun 1871 han berubah menjadi ken,
kemudian perbedabedaan golongan masyarakat
dihapuskan dengan pemikiran shimin byoudou
(kesetaraan rakyat).

ᢥ᣿㐿ൻ㧛bunmeikaika (pencerahan peradaban)


Pada tahun 1872, ditetapkan bahwa seluruh lapisan
masyarakat bebas mengenyam pendidikan dan bebas
memilih pekerjaan yang cocok baginya. Oleh karena itu
banyak orang Jepang yang belajar ke Eropah dan
Amerika. Sistem penanggalan tahun Masehi, dan sistem
libur hari minggu pun diterapkan.
Fukuzawa Yukichi dalam teorinya Gakumonnosusume
menjadi terkenal. Dia mengatakan “tidak ada manusia
diciptakan diatas manusia, dan tidak ada manusia
diciptakan dibawah manusia” artinya manusia semua
sama.

21
ILMU KEJEPANGAN

Selain pembukaan sekolah dasar dan sekolah


menengah, tahun 1877 didirikan sekolahtinggi
kedokteran Tokyo, yang kemudian menjadi Universitas
Tokyo pada tahun 1945. Kemudian didirikan sekolah-
sekolah tinggi lainnya, seperti Keiou Juku yang kemudian
menjadi Keioudaigaku, Doshishadaigaku dan Tokyo
semmongakkou yang kemudian berubah menjadi Waseda
Daigaku.
Setelah diperkenalkan pemikiran moderen dari
Eropah, maka lahirlah pemikiran kebebasan, kesetaraan,
dan demokrasi dikalangan masyarakat. Pada tahun 1881
lahirlah pergerakan Demokrasi, dan melahirkan partai-
partai. Pada tahun 1889 lahir ᄢᣣᧄᏢ࿖ᙗᴺ/ dainihon
teikokukenpou adalah undang–undang dasar kerajaan
Jepang. Pada tahun 1890 Juli pertama sekali diadakan
pemilihan wakil rakyat, tetapi hanya orang yang berusia
25 tahun keatas yang dapat memilih, oleh karena itu
peserta pemilih hanya sekitar 1% dari warga negara saja.

22