Anda di halaman 1dari 13

TEORI EKONOMI KLASIK

Amalia Azariska

(12630054)

Vera Alkathirie (12630025)


Maisaroh

(12630040)

Luthfi Helvida (12630066)

Pengantar Ekonomi Pembangunan


Fakultas Ekonomi Akuntansi
Semester V (Lima)
Universitas Borobudur Jakarta

HALAMAN PENGESAHAN

Nama

Amalia Azariska

(12630054)

Vera Alkathirie (12630025)


Maisaroh

(12630040)

Luthfi Helvida (12630066)

Semester

V (Lima)

Fakultas

Ekonomi Akuntansi

Judul

Teori Ekonomi Klasik

Dosen Pembimbing

Myv. Faizhall , SE,MM

Ekonomi Klasik

Page 2

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,


Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah
YME, kami berterimakasih melalui karuna-Nya, akhirnya tugas
makalah TEORI EKONOMI KLASIK dapat selesai tepat pada
waktunya.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen
pembimbing Pengantar Manajemen, Bapak Myv. Faizhall, SE
MM. Yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengulas
dan membahas mengenai kepemimpinan. Dalam pembuatan
makalah in tidak luput juga dari dukungan dan doa orangtua
kami, sehingga kami semangat dalam menyelesaikannya.
Ketidaksempurnaan dalam makalah ini mungkin masih
ada. Tetapi, kami berharap pembahasan ini dapat diterima oleh
para pembaca.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh

Hormat Kami

Ekonomi Klasik

Page 3

Kelompok IV

Ekonomi Klasik

Page 4

TEORI EKONOMI KLASIK

Ekonomi klasik secara umum dianggap sebagai aliran modern pertama


dalam sejarah pemikiran ekonomi. Pemikir dan pengembang utama aliran
ini antara lain adalah Adam Smith, Jean-Baptiste Say, David Ricardo,
Thomas Malthus dan John Stuart Mill. Berikut adalah isi teori dari beberapa
ahli ekonomi teori klasik ;

1. Adam Smith (1723-1790),


Menurut Adam Smith, untuk berlakunya perkembangan ekonomi
diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja agar produktivitas
tenaga kerja bertambah. Pembagian kerja harus ada akumulasi kapital
terlebih dahulu dan akumulasi kapital ini berasal dari dana tabungan, juga
menitik beratkan pada Luas Pasar.
Pasar harus seluas mungkin agar dapat menampung hasil produksi,
sehingga perdagangan internasional menarik perhatian. Karena hubungan
perdagangan internasional itu menambah luasnya pasar, jadi pasar terdiri
pasar
luar
negeri
dan
pasar
dalam
negeri.
Sekali pertumbuhan itu mulai maka ia akan bersifat kumulatif artinya bila
ada pasar yang dan ada akumulasi kapital, pembagian kerja akan terjadi
dan akan menaikkan tingkat produktivitas tenaga kerja.

2. David Ricardo (1772-1823)


Menurut David Ricardo di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan
masyarakat, yaitu:
A) Golongan Kapital
Adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang
penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan
kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang
mengakibatkan naiknya pendapatan nasional.
B) Golongan Buruh
Golongan buruh ini tergantung pada golongan kapital dan merupakan
golongan yang terbesar dalam masyarakat
C) Golongan tuan tanah
Mereka hanya memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal
tanah yang di sewakan.

Ekonomi Klasik

Page 5

David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah


terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur
menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya.
3. Thomas Robert Malthus (1766-1834)
Menurut Thomas Robert Malthus kenaikan jumlah penduduk yang terus
menerus merupakan unsur yang perlu untuk adanya tambahan
permintaan, tetapi kenaikan jumlah penduduk saja tanpa dibarengi
dengan kemajuan faktor-faktor atau unsur-unsur perkembangan yang lain
sudah tentu tidak akan menaikan pendapatan dan tidak akan menaikan
permintaan. Turunnya biaya produksi akan memperbesar keuntungankeuntungan para kapitalis dan mendorong mereka untuk terus
berproduksi.
Menurut Thomas Robert Malthus untuk adanya perkembangan ekonomi
diperlukan adanya kenaikan jumlah kapital untuk investasi yang terus
menerus, sedangkan menurut J.B.Say berkembang dengan hukum pasar,
dimana dikatakan bahwa Supply Creates its own demand yang artinya
asal jumlah produksi bertambah maka secara otomatis permintaan akan
ikut bertambah pula karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak
terbatas.

4. John Stuart Mill


John Stuart Mill merupakan salah satu tokoh Utilitarianisme yang
terkenal dalam menelurkan konsep kebebasan, yang dituangkan secara
komprehensif di dalam bukunya On Liberty. Bukunya yang berkaitan
dengan ekonomi, Principles of Political Economy pada tahun 1848
berupaya untuk memahami masalah ekonomi sebagai suatu masalah
sosial. Masalah tentang bagaimana manusia hidup dan ikut ambil bagian
dalam kemakmuran bangsanya, baik dalam proses produksi, perlindungan
terhadap produk dalam negeri dan perpesaing antar produk, maupun
masalah distribusi melalui instrument uang dan kredit (mikhael
dua,2008).
Dalam hal pemikirannya mengenai ekonomi, Mill dipengaruhi oleh
Thomas Robert Malthus, dimana pertumbuhan ekonomi selalu diliputi
dengan tekanan jumlah penduduk dengan sumber yang tetap.
Universalime etis merupakan konsep utilitariannya yang lebih
mengedepankan kepada kebahagiaan orang lain, dimana disanalah
moralitas utilitarian dibangun oleh Mill. Prinsip tersebut memang cukup
relevan dalam hal aktifitas ekonomi, disamping Mill menerima pasar
bebas Adam Smith, namun usaha untuk memperhatikan kebahagiaan
orang lain dalam hal persaingan ekonomi pasar, menjadi agenda Mill.
Kondisi pasar bebas yang cenderung bersikap egoisme sentris, berusaha
ditekan Mill dengan pemberlakuan nilai moralitas bersama, dimana prinsip
kebahagiaan harus dirasakan oleh setiap pemain pasar, pelaku usaha,
Ekonomi Klasik

Page 6

produsen, distribusi, hingga tataran konsumen. Pasar bebas memang


cenderung melahirkan kondisi menang-kalah, namun diantara dua belah
pihak diharapkan harus tetap mampu menjalin hubungan yang kelak
melahirkan kebahagiaan bersama, yang merupakan konsekuensi atas
universalisme etis ala John Stuart Mill.

Ekonomi Klasik

Page 7

Para ahli teori klasik berpendapat bahwa perekonomian suatu Negara


dapat tumbuh dan berkembang jika dititkberatkan pada pasar, selain itu
peran pemerintah sangat membantu laju perkembangan suatu Negara.
Teori ini yang merupakan sumbangan pemikiran Adam Smith dalam
teori perdagangan internasional yang berawal dari kritiknya terhadap
ajaran merkantilisme. Adam Smith mengkritik ajaran merkantilis-me
dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut: ukuran kemakmuran
suatu negara bukan ditentukan oleh logam mulia (emas), suatu negara
yang makmur adalah negara-negara yang mengembangkan produksi
barang-barang dan jasa melalui perdagangan, dan bukan oleh suatu
negara yang berusaha
menghambat perdagangan karena ingin
menumpuk logam mulia.

Teori klasik secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut :


a.

Kebijakan Pasar Bebas.

Para ahli ekonomi meyakini adanya perekonomian persaingan sempurna


Pasar bebas yang secara otomatis bebas dari segala campur tangan
pemerintah . Yang akan memaksimumkan pendapatan nasional

b.

Memupuk Modal, Kunci ke Arah Kemajuan

Semua kaum klasik memandang pemupukan modal sebagai kunci


kemajuan. Karena itu mereka menekankan betapa penting arti tabungan
dalam jumlah besar. Hanya pemilik modal dan pemilik tanah yang mampu
untuk menabung, kata mereka . kelas pekerja tidak mampu menabung
kerena mereka hanya menerima upah yang besar sama dengan tingkat
kebutuhan hidup minimal.

c.

Keuntungan, Rangsang bagi Investasi

Menurut kaum klasik, keuntungan merangsang investasi. Semakin besar


keuntungan, semakin besar pula akumulasi modal dan investasi.

d.

Keuntungan Cenderung Menurun

Ekonomi Klasik

Page 8

Keuntungan tidak akan naik secara terus menerus, namun cenderung


menurun apabila persaingan untuk menghimpun modal antar kapitalis
meningkat .
Menurut Adam Smith naiknya upah sebagai akibat dari persaingan antar
kaum kapitalis. Sedangkan upah dan harga sewa naik berdasarkan harga
kebutuhan pokok. Sedangkan, menurut Ricardo Keuntungan akan
menurun.

e.

Keadaan Stationer

Semua ahli teori klasik meramalkan timbulnya keadaan stationer pada


akhir proses pemupukan modal. Sekali keuntungan mulai menurun, proses
ini akan berlangsung terus sampai keuntungan menjadi nol. Pertumbuhan
penduduk dan pemupukan modal terhenti, dan tingkat upah mencapai
tingkat kebutuhan hidup minimal.
Malthus menunjukan adanya korelasi khusus antara pertumbuhan
penduduk dan persediaan makanan. Menurut Malthus, jika pertumbuhan
penduduk di biarkan tak terkendali, maka ia akan melampaui
pertumbuhan modal dan juga sarana bagi kebutuhan hidup. Ricardo dan
Malthus melihat pertumbuhan penduduk dan kemerosotan pertumbuhan
modal sebagai akibat bekerjanya hukum. Hasil yang semakin
menurun ., sebagai peghalang akhir pembangunan ekonomi.

DALAM GARIS BESAR, TEORI KLASIK TENTANG


PEMBANGUNAN DAPAT DINYATAKAN SEBAGAI
DEMIKIAN ;
Kenaikan keuntungan yang diharapkan, dapat menaikan investasi
sehingga menambah stok modal yang telah ada dan mendorong
penyempurna teknik. Kenaikan dalam memupukan modal menaikan
jumlah cadangan upah. Sebagai akibatnya, upah naik. Upah yang lebih
tinggi , mengundang pertumbuhan pertumbuhan penduduk, yang
menyebabkan permintaan akan makanan menjadi meningkat.
Produksi makanan di tingkatkan dengan menggunakan buruh dan
modal tambahan. Tetapi hasil yang semakin menurun pada tanah akan
berakibatkan upah buruh menjadi naik. Akibat upah naik, harga
kebutuhan pokok akan naik dan sebaliknya sewa naik, upah naik dan
karena
itu
keuntungan
akan
berkurang.
Penurunankeuntungan
menandakan penurunan dalam investasi, menghambat kemajuan
Ekonomi Klasik

Page 9

teknologi,
mempersusut
cadangan
upah,
pertumbuhan penduduk dan pemupukan modal.

serta

memperlambat

Dalam model klasik, hasil akhir pembangunan kapitalis adalah


stagnasi. Stragnasi terjadi karena kecenderungan alamiah keuntungan
untuk menurun dan sebagai konsekuensi lemahnya pemupukan modal.
Jika hal ini terjadi, pemupukan modal berhenti, penduduk mandek
dan keadaan stationer terjadi.

BEBERAPA KRITIK TENTANG TEORI KLASIK TENTANG


PEMBANGUNAN ;
1.

Mengabaikan Kelas Menengah.

Keseluruhan analisa klasik di dasarkan pada lingkungan sosial ekonomi


yang berlaku di negara Inggris dan bagian bagian tertentu Eropa. Teori
tersebut mengasumsikan adanya pembagian masyarakat secara lugas
menjadi 2 kaum kapitalis ( termasuk pemilik tanah ), dan kaum buruh.
Teori ini mengabaikan peranan kelas menengah yang diberikan daya
dorong kepada pertumbuhan ekonomi. Tidak terfikir oleh mereka bahwa
sumber utama tabungan di negara maju adalah para penerima
pendapatan dan bukan pemilik harta.

2.

Melalaikan Sektor Publik.

Bagi kaum klasik, persaingan sempurna dan lembaga milik pribadi


merupakan prasyarat utamabagi pembangunan ekonomi. Akan tetapi
mereka gagal mengakui peranan penting yang di pegang sektor publik di
dalam mempercepat akumulasi modal pada tahun - tahun terakhir ini.

3.

Meremehkan Teknologi.

Salah satu kekurangan pokok teori klasik ialah kealpaan


mempertimbangkan peranan yang dimainkan oleh ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam pembangunan. Kenaikan produksi timbul dari tambahan
modal dan peningkatan pembagian kerja. Penemuan besar Revolusi
Industri dianggap sebagai kelainan dan tidak biasa. Adam Smith
menyadari arti penting teknologi maju dalam pembangunan ekonomi.
Menurut dia, teknologi menimbulkan pembagian kerja dan keperluan
pasar. Namun demikian justru Ricardo yang menunjukan bahwa teknologi
maju di bidang industri menimbulkan perpindahan buruh dan konsekuensi
negatif lainnya. Pada mulanya kemajuan teknologi mungkin menangkal
Ekonomi Klasik

Page 10

bekerjanya hukum penurunan hasil. Tetapi pada akhirnya, pada waktu


dampak kemajuan teknologi terkuras habis, hukum penurunan hasil
berlaku dan tperekonomian bergerak menuju keadaan stationer. Kaum
klasik alpa mempertimbangkan pengaruh penting ilmu dsn teknologi pada
pembangunan. Ekonomi di negara negara yang sekarang yang telah
maju.

4.

Hukum yang Tidak realistik.

Pandangan pesimis para ahli ekonomi klasik seperti Ricardo dan Malthus
bahwa hasil akhir pembangunan kapitalis adalah Stagnasi didasarkan
pada asumsi berlakunya hukum penurunan hasil dan teori kependudukan
Malthus. Kenaikan cepat produk pertanian di negara maju telah
membuktikan bahwa kaum klasik kurang menduga potensi kemajuan
teknologi didalam membendung penurunan hasil pada tanah. Begitu juga
teori kependudukan Malthus telah disangkal oleh kecenderungan
penduduk yang berlaku di negara Barat. Berlawanan diametral dengan
prinsip prinsip Malthus, penduduk ternyata tidak berkembang sebegitu
cepat sehingga melampaui persediaan makanan. Pada pihak lain,
produktivitas pertanian telah lebih cepat daripada pertumbuhan
penduduk.

5.

Pemikiran Keliru Mengenai Upah dan Keuntungan.

Upah ternyata tidak cenderung menuju ke tingkat hidup minimal.


Kenaikan upah uang terjadi terus menerus tanpa didukung dengan
kemerosotan tingkat keuntungan. Perekonomian yang telah matang
ternyata tidak mengalami tahap stagnasi ekonomi. Ricardo dan Malthus
ditertawakan sebagai nabi palsu dalam rangka pembangunan ekonomi
dunia Barat.

6.

Proses Pertumbuhan yang Tidak Realistis.

Teori klasik mengasumsikan suatu keadaan mendek (stationer) dimana


ada perubahan tetapi sekitar titik ekuilibrium ; kemajuan berjalan mulus
dan terus menerus seperti sebatang pohon. Penjelasan ini ternyata tidak
memuaskan, karena seperti yang terlihat sekarang, proses pertumbuhan
ekonomi terbukti tidak berjalan secara mulus dan tidak
berkesinambungan, tetapi dengan Melompat lompat

Ekonomi Klasik

Page 11

KESIMPULAN

Para ahli teori klasik berpendapat bahwa perekonomian suatu Negara


dapat tumbuh dan berkembang jika dititkberatkan pada pasar, selain itu
peran pemerintah sangat membantu laju perkembangan suatu Negara.
Teori ini yang merupakan sumbangan pemikiran Adam Smith dalam
teori perdagangan internasional yang berawal dari kritiknya terhadap
ajaran merkantilisme. Adam Smith mengkritik ajaran merkantilis-me
dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut: ukuran kemakmuran
suatu negara bukan ditentukan oleh logam mulia (emas), suatu negara
yang makmur adalah negara-negara yang mengembangkan produksi
barang-barang dan jasa melalui perdagangan, dan bukan oleh suatu
negara yang berusaha
menghambat perdagangan karena ingin
menumpuk logam mulia.
Dalam model klasik, hasil akhir pembangunan kapitalis adalah
stagnasi. Stragnasi terjadi karena kecenderungan alamiah keuntungan
untuk menurun dan sebagai konsekuensi lemahnya pemupukan modal.
Namun tiap tiap Negara memiliki cara tersendiri dalam pembangunan
perekonomiannya, tidak ada teori ekonomi yang buruk karena pada
dasarnya teori perekonomian akan terus berubah mengikuti kebutuhan
dan keadaan di tiap Negara itu sendiri.

Ekonomi Klasik

Page 12

DAFTAR ISI

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_klasik
https://www.scribd.com/

Ekonomi Klasik

Page 13