Anda di halaman 1dari 27

FISIOLOGI HEWAN

SISTEM INDRA
KELOMPOK 3 : Amin Fadly
Anis Fitriana
Ayu Maitreya Ch.
Dwi Arianita W.
Eka Imbia Agus
Fiqih Dewi
KELAS A
JURUSAN BIOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1. a) mengindra dimulai dari reseptor.


Berdasarkan strukturnya ada berapa macam
reseptor? Jelaskan
Ada 2 macam, yaitu:
1. Reseptor saraf
Merupakan reseptor saraf yang paling sederhana,
yang hanya berupa ujung dendrite dari suatu sel
saraf (tidak memiliki selubung mielin), dapat di
temukan pada reseptor nyeri nosiseptor.
2. Reseptor nonsaraf
Merupakan struktur saraf yang lebih rumit dapat di
temukan dalam organ pendengaran vertebrata
(berupa sel rambut) dan pada organ penglihatan
(berupa sel batang dan kerucut). Reseptor ini
merupakan reseptor khusus dan bukan reseptor
saraf.

Reseptor saraf

Reseptor non
saraf

1. b) apa fungsi reseptor pada indra?


Bagaimana reseptor melaksanakan
fungsinya/prosesnya? Sertai gambar
Fungsi reseptor indra adalah untuk mengubah
energi stimulus menjadi suatu sinyal
Serabut saraf yang menanganinya merupakan
alat perantara yang membawa kesan rasa
(sensory infersion) dari organ indra menuju ke
otak dimana perasaan ini ditafsirkan.
Serabut saraf dilengkapai dengan ujung akhir
yang khusus mengumpulkan rangsangan. Sistem
indra memerlukan bantuan sistem saraf yang
menghubungkan badan indra dengan sistem
saraf pusat.

Cara berfungsinya reseptor yaitu,


apabila suatu jenis reseptor menerima rangsang yang
sesuai maka membran reseptor tersebut akan
mengalami serangkaian peristiwa yang menyebabkan
timbulnya potensial aksi pada bagian tersebut.
potensial aksi yang terbentuk dinamakan potensial
reseptor atau potensial lokal
dalam hal ini, potensial aksi tidak menjalar ke bagian
lainnya. Namun, jika rangsang yang d terima reseptor
cukup kuat, potensial reseptor yang timbul akan lebih
besar
makin besar rangsang yang diterima, makin besar
pula potensial lokal yang dihasilkan, sehingga dapat
melampaui batas ambang perangsangan pada
membran
apabila hal ini terjadi, potensial aksi akan menyebar
ke membran di sebelahnya, hingga ke sel saraf aferen,
bahkan ke membran sel berikutnya
dalam keadaan yang demikian, potensial aksi yang

1. c) apakah struktur reseptor indra sama


dengan reseptor pada membran subsinaps?

Struktur reseptor indra tidak sama


dengan reseptor membran subsinaps.
Pada membran subsinaps, reseptor
berbentuk molekul-molekul protein
yang akan berinteraksi dengan
neurotransmitter/hormon

No 2
Apakah stimulus pada suatu reseptor langsung
diubah menjadi potensial aksi atau melalui potensial
bertingkat dulu baru menjadi potensial aksi?
Langsung ke potensial aksi
Membran akan lebih permeabel, shg ion Na ekstrasel
masuk ke intrasel kenegatifan intrasel berkurang
penurunan beda potensial ekstrasel & intrasel
(DEPOLARISASI)
Depolarisasi akan meningkatkan permeabilitas membran
sehingga makin banyak ion Na ekstrasel yang masuk ke
intrasel depolarisasi makin besar (LINGKARAN HODGKIN)
Bila peristiwa terus berlanjut, suatu saat depolarisasi
mencapai ambang letup sehingga terbentuklah
POTENSIAL AKSI; bila tidak berlanjut akan kembali ke
keadaan istirahat (REPOLARISASI)
Potensial aksi yang menjalarIMPULS

3. Apakah sensasi (ekspresi sensorik)


dimana terjadinya sensasi tersebut?

Sensasi adalah interpretasi otak


terhadap impuls yang datang
kepadanya dari saraf sensori. Jadi,
tempat terjadinya sensasi adalah di
otak. Ekspresi sensori (sensasi)
ditentukan oleh pusat sensori dan
pusat sensori tersebut bertanggung
jawab untuk bagian tertentu dari
tubuh secara lengkap.

4. Jelaskan proses mengindera


(misal melihat lilin). Buat jalur
saraf yang dilewati impuls sampai
terjadi proses mengindra

Cahaya memasuki mata melalui kornea.


Kornea dan lensa secara bersamaan
membelokkan sinar cahaya yang datang
sehingga bisa fokus di retina. Syaraf optik dari
mata kemudian ke optik chiasma yang ada di
otak. Setelah bersinapsis di thalamus, jalur
dari visi neuron berakhir di lobus oksipitalis
pada visual korteks. Jalur kolateral dari
thalamus ke otak tengah yang bersinapsis
dengan neuron eferen saraf kranial III yang
mengontrol diameter pupil.

5.a)Jelaskan bagaimana cahaya diubah


menjadi impuls pada retina?
Cahaya yang masuk ke dalam retina diserap oleh rhodopsin, suatu
protein yang tersusun dari opsin (protein transmembran) yang
terikat pada aldehida vitamin A. Penyerapan cahaya ini akan
menyebabkan isomerisasi rhodopsin dan memisahkan opsin dari
ikatannya dengan aldehida vitamin A menjadi opsin bentuk aktif. Opsin
bentuk aktif kemudian memfasilitasi pengikatan guanosin triphosphate
(GTP) dengan protein transducin. Kompleks GTP-transducin ini kemudian
mengaktifkan
ensim
cyclic
guanosin
monophosphate
phosphodiesterase (PDE) suatu ensim yang berperan dalam
pembentukan senyawaan cyclic guanosin monophosphate (cGMP). Siklik
guanosin monophosphate (cGMP) ini berperan dalam pembukaan kanal
natrium di dalam plasmalema sel batang dan menyebabkan masuknya
natrium dari segmen luar sel batang menuju ke segmen dalam sel
batang. Keadaan ini akan menyebabkan hiperpolarisasi di segmen dalam
sel batang dan merangsang dilepaskannya neurotransmitter dari sel
batang menuju ke sel bipolar. Oleh sel bipolar rangsang kimiawi ini
dirubah menjadi impuls listrik yang akan diteruskan menuju ke sel
ganglion untuk selanjutnya dikirim ke otak.

PHOTOTRANSDUCTION

5.b)Apa keistimewaan fotoreseptor dibandingkan


dangan reseptor lain dalam mengubah stimulus?
Fotoreseptor yang terdapat di retina mata terdiri dari sel
batang dan sel kerucut. Sel batang mengandung bahan
kimia fotosensitif yang disebut Rhodopsin sedangkan sel
kerucut mengandung satu dari beberapa fotopigmen
(Photopsin), yang terjrai apabila terkena cahaya.
Cahaya tersebut mengalami transduksi hingga sedemikian
rupa hingga mengalami hiperpotarisasi yang menurunkan
kecepatan lepas muatan sel batang ke sel kedua retina, yaitu
sel bipolar sehingga inhibisi terhadap sel bipolar lenyap dan
sel bipolar mengalami depolarisasi. Depolarisasi sel bipolar
menyebabkan munculnya suatu potensial aksi di sel ketiga
retina, sel ganglion. Potensial aksi yang dihasilkan sel
ganglion dikirim ke otak melalui saraf optikus.

6a. Dimana alat keseimbangan kita


berada? Ada berapa alat keseimbangan
kita
Alat keseimbangan terdapat dua macam yaitu alat
keseimbangan dinamis (krista ampularis) dan alat
keseimbangan statis (makula akustika). Krista
ampularis berada didalam ampula. Jadi setiap telinga
memilikki tiga ampularis yang posisinya tegak lurus
satu sama lain. Makula akustika terletak didalam
sakulus dan utrikulus. Makula akustika alat
keseimbangn statis yang memberitahukan posisi
kepala pasa saat kita diam atau melakukan gerak
lurus beraturan. meskipun reseptor dalam sakulus
ataupun utrikulus pada dasarnya sama tetapi masing
masing berorientasi pada arah yang berbeda.

6b. Bagaiman prinsip kerja alat kesetimbangan.


Sebut dan jelaskan beserta stimulus
Pada krista ampularis posisinya
saling tegak lurus satu sama
lain, dan masing masing
berpasangan kanan dan kiri.
Setiap gerakan kepala akan
dideteksi oleh paling tidak 2
krista ampularis , dimana sel
reseptor salah satu krista akan
mengalami depolarisasi dan sel
reseptor satunya akan
mengalami
hiperpolarisasi.akibatnya maka
setiap gerakan rotasi kepala dan
tubuh akan disadari,sehingga
keseimbangan tubuh tetap
terjaga.

Dalam utrikulus pada setiap


sisi kepala,sebagian rambut
sel reseptor terdepolarisasi
dan sebagia yang lain
terhipolarisasi. Sel reseptor
yang terdepolarisasi akan
melepaskan neurotransmitter
yang selanjutnya diikuti
terjainya impuls pada ujung
saraf sensoris untuk
diteruskan kepusat
kesetimbangan di otak .
Dengan demikian kita akan
sadar posisi kepala kita saat
diam.rambut resptor dalam
utrikulus juga mengalami
perubahan bila kita
melakukan gerak lurus
horizontal.

7. Bagaimana proses mendengar


terjadi? Sertai dengan jalur sarafnya!
Getaran udara yang ditimbulakan sumber bunyi masuk ke dalam
liang telinga dan menimpa gendang telinga dan ditransmisikan
melalui tulang pendengaran, dan melalui jendela lonjong melalui
perilimfe. Energi suara yang mengenai gendang dengar dan
dirambatkan melalui tulang pendengaran ke jendela lonjong akan
dikonsentrasikan pada area yang lebih kecil.
Getaran akan terus dilanjutkan dan merambat ke cairan kohlear,
membrane reisnerr dan basiler, kemudian tersebar tersebar ke
bagian bagian kohlear sebelum energinya dibebaskan melalui
jendela bundar. Gerakan membrane basiler akan merangsang
sekelompok sel rambut. Rangsangan ini menyebabkan sel rambut
melepaskan neurotransmitter ke akson sel sensori. Sumasi arus
reseptor akan menimbulkan implus pada saraf pendengaran yang
akan disampaikan ke pusat pendengaran.

Jalur saraf
Getaran suara memasuki liang
telinga menekan membran
tympani melintas melalui tulangtulang pendengaran menekan
tingkap jorong menimbulkan
gelombang pada perilimfe menekan
membran vestibularis dan skala
basilaris merangsang sel-sel
rambut pada organ Corti.