Anda di halaman 1dari 4

PORTOFOLIO 4

INSTALASI GAWAT DARURAT


SNAKE BITE

Oleh:
Rina Mulya Sari, dr.

Portofolio Kasus-4
No. ID dan Nama Peserta :
No. ID dan Nama Wahana :
Topik : Snake Bite
Tanggal (kasus): 19 April 2015
Nama Pasien: Tn. E
Tanggal Presentasi: Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan
Diagnostik
Manajemen
Neonatus
Bayi
Anak

/ Rina Mulya Sari, dr.


/ RSUD Blambangan
No RM: Pendamping: dr. Wahju H..
Penyegaran
Masalah
Remaja
Dewasa

Tinjauan Pustaka
Istimewa
Lansia
Bumil

Deskripsi: Laki-laki, 27 tahun, digigit ular.

Tujuan: mengenali gejala snake bite, penanganan penyakit selanjutnya


Bahan bahasan
Cara membahas

Tinjauan Pustaka
Diskusi

Riset
Kasus
Presentasi dan diskusi
E-mail

Audit
Pos

Data pasien
Nama: Tn. E (27 tahun)
No RM:
Nama Klinik: RSUD
Telp Terdaftar sejak
Blambangan
Data utama untuk bahan diskusi
1. Diagnosis/ Gambaran Klinis/Laboratoris/Radiologis: Snake Bite
ANAMNESIS
Pasien mengeluh telunjuk tangan kanan baru saja digigit ular kobra saat akan memasukkan
ular ke dalam kandang. Jari terasa nyeri. Pasien tidak merasa pusing, tidak mual/muntah, tidak
sesak.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : cukup
Kesadaran
: GCS 456
Tekanan darah : 110/60 mmHg
Suhu badan
: 37,50C
Pernapasan
: 24x/menit
Nadi
: 92x/menit, teratur, dan kuat angkat
Kepala & leher : anemis (-), icterus (-), cyanosis (-), dyspnea (-), pKGB (-)
Thorax
: simetris, bentuk normal, deformitas (-)
Cor: S1S2 tunggal, murmur (-), gallop (-), extra systole (-)
Pulmo: vesikuler/vesikuler, wheezing -/-, rhonchi -/Abdomen
: flat, BU(+), timpani, soepel
Extremitas
: akral hangat,kering, merah, CRT<2detik, edema tungkai -/Status Lokalis:
Digiti II Manus (D): vulnus morsum serpentis berjarak 1 cm, edema, eritema (+) kehitaman, 2
bula diameter masing-masing 5mm, warna kehitaman.

PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
2. Riwayat Pengobatan
3. Riwayat Kesehatan/ Penyakit
4. Riwayat Keluarga
Belum ada keluarga yang pernah mengalami hal serupa.
5. Riwayat Psikososial
Pasien tinggal di daerah Jalan Yos Sudarso, seorang wiraswasta, pemelihara reptil, seorang
pemeluk agama Islam, datang ke IGD diantar oleh teman-temannya.
6. Riwayat Gizi
Kesan gizi pasien cukup.
Daftar Pustaka:
Jong, W.D., Sjamsuhidajat, R. 2005. Buku Ajar: Ilmu Bedah. Cetakan I. Penerbit Buku Kedokteran
EGC.
Hasil pembelajaran:
1. Penegakan diagnosis snake bite
2. Differensial diagnosis snake bite
3. Saran penanganan lanjutan untuk pasien snake bite

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio Kasus-4


1. Subyektif
Pasien mengeluh digigit ular kobra di jari tangan kanannya saat akan memasukkan ular ke
kandang. Jari tangan terasa nyeri dan menghitam akibat racun yang menyebabkan nekrosis
jaringan yang luas dan hemolisis.
2. Obyektif
Pada pemeriksaan fisik, ditemukan kondisi pasien secara umum tampak baik, RR 24
x/menit, Nadi 92 x/menit, dan didapatkan vulnus morsum serpentis berjarak 1 cm, edema, eritema
(+) kehitaman, 2 bula diameter masing-masing 5mm, warna kehitaman.
Pada kasus ini diagnosis ditegakkan berdasarkan:
Adanya bekas gigitan.
Gejala lokal: edema, nyeri tekan pada luka gigitan, ekimosis, kulit melepuh
3. Assesment
Gigitan ular berbahaya jika ularnya tergolong jenis berbisa. Racun/bisa diproduksi dan disimpan
sepasang kelenjar di bawah mata. Racun tersebut dapat merusak jaringan sehingga menyebabkan
nekrosis jaringan yang luas dan hemolisis. Gejala dan tanda yang menonjol berupa nyeri hebat dan
tidak sebanding dengan besar luka, edema, petekia, ekimosis, bula, dan tanda nekrosis jaringan.
4. Plan
Diagnosis:
Darah Lengkap, BT/CT
Pengobatan:
Cross insisi
SABU 2 vial dalam Inf. D5% 1 Flash 40 tpm
Monitoring:
Keadaan umum, tanda-tanda vital
Konsultasi:
Dilakukan konsulatasi dengan dr.Abd. Hanan, SP.B dengan advis terapi sesuai yang direncaakan,
dengan tambahan:
Bulektomi, tekan sampai keluar cairan warna bening
Maint. Inf. RL 20 tpm
Inj. Ceftriaxone 2x1gr
Inj. Ranitidin 2x1amp
Observasi di ruangan
Rujukan:
Kontrol: bila ada keluhan setelah KRS