Anda di halaman 1dari 1

Pemeriksaan Fisik

TNRS

Tekanan darah
: tinggi (hipertensi pulmonal)
Denyut nadi : takikardi (>100x/menit)
Respirasi
: takipnea (>24x/menit)
Suhu
: subfebril (kadang-kadang 40-41 oC)

Pemeriksaan fisik tambahan


1. Inspeksi
Pada tuberkulosis paru yang lanjut dengan fibrosis yang luas sering
ditemukan atrofi dan retraksi otot-otot interkostal.
2. Palpasi
Pada pemeriksaan vocal fremitus didapatkan menurun dikarenakan
adanya redaman getaran suara yang diakibatkan adanya efusi pleura
apabila infeksi kuman sudah mencapai pleura.
3. Perkusi
Jika kelainan lesi TB paru yang paling dicurigai adalah apeks paru. Bila
dicurigai adanya infiltrat yang agak luas, maka didapatkan perkusi
yang redup. Bila didapatkan kavitas yang cukup besar, perkusi akan
memberikan suara hipersonor atau timpani. Dan jika tuberkulosis
mengenai pleura, sering terbentuk efusi pleura dan didapatkan bunyi
perkusi yang pekak.
4. Auskultasi
Jika kelainan lesi TB paru yang paling dicurigai adalah apeks paru. Bila
dicurigai adanya infiltrat yang agak luas, maka didapatkan auskultasi
suara napas bronkial. Akan didapatkan juga suara napas tambahan
berupa ronki basah, kasar, dan nyaring. Tetapi bila infiltrat diliputi oleh
penebalan pleura, suara napasnya menjadi vesikuler melemah. Bila
didapatkan kavitas yang cukup besar, auskultasi memberikan suara
amforik. Dan jika tuberkulosis mengenai pleura, auskultasi
memberikan suara napas yang lemah sampai tidak terdengar sama
sekali.