Anda di halaman 1dari 4

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

s/d 16 minggu (12 14 mgg)


Mual muntah, terjadi 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung + 10 minggu, muntah 10x/hr sehingga
mengganggu pekerjaan sehari-hari dan keadaan umum menjadi buruk.
Etiologi :
o Faktor predisposisi yg sering dikemukakan adalah primigravida, gemelli, mola hidatidosa,
dimana -hCG berlebihan.
o Masuknya villi chorialis dalam sirkulasi maternal & perubahan metabolic akibat kehamilan
o Alergi
o Faktor psikologik
Patologi :
o Hepar : degenerasi lemak tanpa nekrosis
o Jantung : menjadi lebih kecil, kadang2 ada perdarahan subendokardial
o Otak : ensefalopati wernicke
o Ginjal : pucat, degenerasi lemak dapat ditemukan.
Gejala & Tanda :
GRADE I
GRADE II
GRADE III
Ibu lemah
Lemah, apatis
KU lebih parah
Anoreksia
Turgor kulit
Muntah berhenti
BB
Lidah kering & kotor
Kesadaran dari
somnolen s/d koma
Nyeri epigastrium
Nadi kecil & cepat
Nadi kecil & cepat
Takikardia
Suhu
Suhu
TD Sistolik
Mata sedikit ikterik
TD
Turgor
BB
Lidah kering
TD
Mata cekung
Hemokonsentrasi
Oliguria
Konstipasi

Lab :
o
o
o
o

-hCG
USG (u/ tau benar hamil/ tidak)
bila aseton urine ++/ +++ rawat inap
Aseton urine :
+ makan biasa
++/ +++ rawat, th/ nya apa?
Indikasi Rawat Inap :
o Semua makanan & minuman dimuntahkan berlangsung lama (muntah > 10x)
o BB > 1/10 BB Normal
o Dehidrasi (turgor , lidah kering, mata cekung)
o asetonuria ++/+++.

Patofisiologi
Kadar estrogen me mual,
muntah terus-menerus

Kalium & Robekan selaput lender


esophagus & lambung (MalloryWeiss Synd.)

Dehidrasi
Gang keseimbangan elektrolit
alkalosis hipokloremik
Cad lemak & KH hbs dipakai u/
energi
Oksidasi
lemak

Hemokonsentrasi
Aliran darah ke janin
Makanan & O2 ke jar
Shg tertimbun zat metabolic yang
toksik
Cairan ekstraseluler &
plasma
Na & Cl darah me Cl terbuang
lewat urine

Ketosis (tertimbunnya aseton,


asam asetoasetat, asam hidroksi
butirat)
aseton dipecah jd benda keton
Asidosis Sindrom WernickeKorsakoff (bias juga akibat
kekuarangan
vit:B1.
Pengelolaan

o Advise kpd pasien :


Memberikan penjelasan pada pasien bahwa itu suatu keadaan fisiologis
Mengubah menu makan, jumlah kecil tetapi lebih sering
Bangun pagi makan roti kering/ biscuit, baru turun dari tempat tidur
Hindari makan berminyak & tinggi lemak
Dianjurkan makanan yg banyak mengandung gula
o Obat-obatan :
Sedative : Phenobarbital
Vitamin B1 (merupakan bagian dari TTP, yaitu koenzim yg dibutuhkan untuk metabolism
energy, membantu tubuh dalam mengubah makanan menjadi energy, mencegah kulit
kering) & B6 (berperan dalam metabolism asam amino dan asam lemak, membantu
tubuh mensintesis asam amino nonessential, jg dpt membantu sintesis sel darah merah).
Antihistamin juga dianjurkan (Dramamin, Avomin)
Bila berat diberi Antiemetik (Disklomin hidrokloride, Klorpromazin
neuroleptik/antipsikotik tipikal yg bekerja pada CTZ)
o Isolasi
Catat input & output cairan
makan & minum selama 24 jam
o Terapi Psikologik
o Cairan Parenteral :
D5 dalam NaCl 2-3 liter/ hari + K, Vit (B kompleks & C) / asam amino IV
defisiensi vit K pd hiperemesis gravidarum berakibat koagulopati (G/K epistaksis)

Control urine : protein, aseton, khlorida dan bilirubin.


o Penghentian kehamilan
Bila ada komplikasi : delirium, kebutaan, takikardia, ikterus, anuria, perdarahan.
Footlink Breech Presentation
Prinsip :
o harus lancar & cepat
o drip oksitosin maksimal 1 labu
o pemecahan ketuban harus sesudah pembukaan 10 cm/ lengkap
Syarat Partus per vaginam pada letak sungsang :
o janin tidak terlalu besar
o tidak ada suspek CPD
o tidak ada kelainan jalan lahir
o jika TBBA > 3500 gr pd primi atau > 4000 gr pd multi, primitua, anak mahal, CPD absolute,
letak kaki (kecuali TBBA < 1800 gr) SC!.
Ekstraksi pada kaki :
o Pada Su
o setelah versi dalam
Syarat-syarat :
o Pembukaan harus lengkap
o Jalan lahir tidak boleh sempit (CV <10 cm)
tarik kedua kaki , bila satu kaki sudah keluar kita tarik kaki tsb dgn kedua tangan (ibu jari
berdampingan) kearaj bawah (kea rah kaki kita) s/d trochanter depan depan ada dibawah symphisis,
kemudian kita tarik keatas untuk melahirkan pantat belakang.
sekarang kita pegang panggul anak dgn 2 tangan ibu jari berdampingan/ bersilang pd sacrum & jari
telunjuk pada crista iliaca, jari2 lainnya menggenggam bokong dan paha tarik lg kearah kaki kita.
waktu pusat lahir, tali pusat dilonggarkan. Kita tarik s/d menjumpai rintangan (biasanya wkt bahu akan
lahir).
bahu kita lahirkan secara Muller atau Deventer (Klasik).
Kepala dilahirkan secara Mauriceau.

Grandemultipara RISTI?
jumlah kehamilan sebelumnya merupakan keterangan penting.
setelah kelahiran anak ke-5 terdapat pean kemungkinan risiko terjadinya :
o inertia uteri
o HPP (tonus, tissue, trauma, thrombin)
o plasenta previa
o solutio plasenta
Prematuritas
Penatalaksanaan

o Infeksi : Ab spectrum luas dosis tinggi


o Kontraksi :
kontraksi yg berisiko tinggi adalah kontraksi dengan frekuensi lebih dari 3-4x per jam.
Dalam 48 jam menjelang partus, kontraksi akan meningkat (his) s/d 2-4x/ 10 menit dgn
intensitas yg makin kuat, makin lama, dan makin sering. pada kasus dengan kontraksi
terapi tokolitik (obat2an beta agonis) sambil terus pantau ibu & janin.
o Pemicu pematangan paru janin :
kortikosteroid (deksametason, betametason) yg akan menstimulasi produksi & sekresi
surfaktan di paru janin. ideal 2x24 jam.
Infertilitas
definisi : kegagalan mengandung setelah 1 thn berusaha hamil.
o infertilitas primer menunjuk pd pasien yg belum pernah hamil sama sekali.
o infertilitas sekunder pasien yg pernah hamil sebelumnya.
PMS (tu gonorrhoe & Chlamydia) kerusakan tuba
periksa analisis cairan semen.
Angka fertilitas ditentukan dengan menggunakan fekundibilitas (kemungkinan hamil per bulan paparan)
: hanya 25% pasangan muda sehat yg sering melakukan hub seks akan hamil per bulan
fekundibiltas menurun seiring bertambahnya umur, efeknya lebih jelas pada wanita.
o Th/ fertilisasi in vitro (IVF)
Etiologi :
o factor coitus-pria (40%), serviks (5-10%)
o uterus-tuba (30%)
o factor ovulasi (15-20%)
o factor peritoneum atau panggul (40%)
o genetic (amenorrhoe primer)