Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KASUS

HIDRAADENITIS SUPURATIVA

Disusun Oleh:
Melisa
406148037

Dokter Pembimbing :
Dr. Hendrik Kunta Adjie, SpKK

KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
TARUMANAGARA
RS HUSADA-JAKARTA
PERIODE 18 JANUARI 2016 20 FEBRUARI 2016

STATUS LAPORAN KASUS


KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
RUMAH SAKIT HUSADA
A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Nn. RC

Umur

: 26 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Alamat

: Jl. Bungur Besar GG XI/1, Kemayoran, Jakarta

Pusat
Tgl / Jam Masuk

: 30 Januari 2016 / 10.00 WIB

Status Pendidikan

: S1

Status Pernikahan

: Belum menikah

Pekerjaan

: Karyawan Swasta

Agama

: Islam

DOKTER YANG MERAWAT : dr. Linda


B. ANAMNESIS
Autoanamnesis dengan pasien, dilakukan pada tanggal 30 Januari 2016 pukul
10.00 WIB
Keluhan Utama

: Bisul pada lipatan ketiak sebelah kanan

Keluhan Tambahan : nyeri pada daerah sekitar bisul


Riwayat Perjalanan Penyakit

Pasien datang ke poli kulit RS Husada dengan keluhan adanya bisul


sebanyak 1 buah pada lipatan ketiak sebelah kanan yang sudah diderita sejak 1
bulan terakhir ini hilang timbul. Bisul sempat pecah dengan cairan seperti nanah
dan berbau amis, tidak disertai gatal, namun pasien sering merasa nyeri
terutama sesudah makan makanan berlemak seperti bakso.
Keluhan ini pertama kali dialami mula-mula diakibatkan Karena iritasi pada
deodorant yang dikenakan oleh pasien, berawal dari kemerahan dan lama
kelamaan muncul bisul yang berisi, berwarna putih jernih.
Pasien memiliki kebiasaan sering mencukur rambut ketiak dengan pisau
cukur yang dipakai berulang kali. Sehari-hari pasien memakai sabun mandi yaitu

lifebuoy. Pada pekerjaan pasien jarang berkeringat dan bekerja di dalam


ruangan.
Pasien sudah pernah berobat dengan keluhan ini sebelumnya ke dokter
umum dan diberikan obat antibiotic tetapi hanya membaik sebentara dan
muncul lagi kemudian hari
Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat alergi (-)
Riwayat Penyakit Keluarga : (-)
C. STATUS GENERALIS
Keadaan Umum

: Tampak Baik

Kesadaran

: Compos mentis

Berat Badan

: 55 kg

Tinggi Badan

: 165 cm

Status Gizi

: Normal (IMT )

Tekanan Darah

: 120/80 mmHg

Nadi

: 82x / menit, reguler, isi cukup

Pernapasan

: 19 x / menit, reguler, pernafasan abdomino-thorakal

Suhu

: 36,5 oC

Mata

: CA (-/-), SI (-/-), refleks cahaya (+/+), pupil isokor kanan/kiri

Gigi dan mulut

: Karies gigi (-), mukosa mulut normal dan tidak

hiperemis
THT

: Telinga: normotia, liang telinga lapang, serumen (-)


Hidung: bentuk normal, mukosa hidung normal, sekret (-).
Tenggorokan: faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1

D. STATUS DERMATOLOGI
Lokasi

: Ketiak kanan

Distribusi : Intertriginosa?
Susunan :
Batas

: tegas

Ukuran

Jumlah

: soliter

Efloresensi

: abses dengan dasar hiperpigmentasi

E. PEMERIKSAAN

Pemeriksaan Penunjang

: Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang

F. RESUME
Telah diperiksa seorang wanita berumur 26 tahun dengan keluhan adanya
bisul soliter pada intertriginosa ketiak sebelah kanan yang sudah diderita sejak 1
bulan terakhir ini hilang timbul. Bisul sempat pecah dengan cairan seperti nanah,
berbau amis, disertai nyeri. Mula-mula dari iritasi deodorant dengan kemerahan
dan lama kelamaan muncul bisul yang berisi, berwarna putih jernih. Pasien
memiliki kebiasaan sering mencukur rambut ketiak dengan pisau cukur yang
dipakai berulang kali.
Pada pemeriksaan fisik, status generalis dalam batas normal. Status
dermatologikus pasien:
Lokasi

: lipatan ketiak kanan

Distribusi : soliter, unilateral


Susunan : Batas

: tegas

Ukuran

: lentikular

Jumlah

: soliter

Efloresensi

: lesi papulovesikular, bulat, dengan dasar eritema

G. DIAGNOSIS
Diagnosis Kerja

: Hidraadenitis supurativa

Diagnosis Banding :1. Dermatitis Kontak Iritan


2. Folikulitis
3. Skrofuloderma
H. PENATALAKSANAAN
Non-Medikamentosa

1. Edukasi kepada pasien bahwa penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan


pasien yang kurang higienis pada kebersihan ketiak.
2. Pasien dianjurkan untuk tidak menggaruk atau memecahkan lesi
sendiri.
3. Menjaga daya tahan tubuh tetap optimal dengan istirahat dan asupan
nutrisi yang seimbang.
4. Mencegah faktor pemicu yang dapat menginduksi timbulnya bisul
kembali.
5. Meminum obat yang diberikan secara teratur.
Medikamentosa
Sistemik :
1. Antibiotic
2. Antiinflamasi
Topikal :

Kompres terbuka

I. PROGNOSIS
Ad vitam

: Bonam

Ad functionam

: Bonam

Ad kosmetikam

: Bonam

Ad sanationam

: dubia ad bonam

J. PEMERIKSAAN LANJUTAN
Melakukan kontrol kembali setelah 7 hari kemudian
Tinjauan pustaka