Anda di halaman 1dari 42

KADARZI

(KELUARGA SADAR
GIZI)
OLEH :
KEPALA DINAS KESEHATAN PROV. JAWA TENGAH

DISAMPAIKAN DALAM RANGKA PEMBEKALAN PKL


MAHASISWA POLTEKKES GIZI SEMARANG
SENIN, 14 MEI 2012

SISTEMATIKA
1. LATAR BELAKANG
2. KONDISI DI JAWA TENGAH
3. KOMITMEN PEMERINTAH
4. PENGERTIAN, TUJUAN & SASARAN KADARZI
5. STRATEGI KADARZI
6. KEGIATAN & KELEMBAGAAN
7. VARIABEL & DEFINISI OPERASIONAL
8. PENUTUP

LATAR BELAKANG

Menggambarkan Capaian di
sektor Kesejahteraan
Masyarakat

IPM
Ekonomi Daya Beli

INDONESIA 2011
- Rangk 124
- Skor 0,617
- Asean > Vietnam,
Laos, Kamboja,
Myanmar

Pendidikan angka melek huruf


Kesehatan Usia Harapan Hidup

JAWA TENGAH 2010


- IPM 72,49
- Kota Surakarta
77,86
- Kab. Brebes 68,20

Hak Asasi Masy & Investasi


(SDM)
Keharusan & Kewajiban
Bg Pemerintah & Seluruh Pihak utk
memelihara, meningkatkan dan
melindungi kesehatan utk Kesejahteraan
4
Masyarakat

SDM BERKUALITAS

KECUKUPAN GIZI
Kandungan Anak Dewasa Usia Lanjut

1.
2.
3.
4.
Tk
Tk
Tk
Tk

Menggerakkan dan memberdayakan masy utk hidup sehat


Kat Akses masy terhadap Yankes yg berkualitas
Kat Sistem Surveillans, monitoring & Informasi Kesht
Proporsi pembiayaan kesehatan

Keluarga (Ketrm & Norma)


Masyarakat (Duk Stakehold)
Yankes (Prev & Prom)
Pemerintah (Jak Pemrth)
PELIBATAN
LINTAS SEKTOR
& PEMANGKU
KEPENTINGAN

KELUARGA
SADAR
GIZI
KEMISKINAN .....
?

DESA
SIAGA

KONDISI JATENG

PREVALENSI TOTAL PENDEK ANAK BALITA PER KABUPATEN/KOTA


DIBANDINGKAN PROVINSI JAWA TENGAH DAN TARGET MDGS

Sumber : PSG Kadarzi Jateng 2010

PREVALENSI GIZI KURANG DAN BURUK ANAK BALITA (INDEKS BB/U)


KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JATENG DIBANDINGKAN TARGET MDGs

Sumber : PSG Kadarzi Jateng 2010

ASUPAN KALORI PROVINSI JAWA TENGAH


TAHUN 2010
Asupan Kalori Tahun 2010

2.
63

2.
2

3,000.0

2,500.0

Kalori (Kkal/kap/hari)
2,000.0

1,500.0

1,000.0

500.0

0.0

Kab/Kota
Rata2 asupan kalori sudah diatas 1.400
Kkal/orang/hari

PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN


JAWA TENGAH (FSVA) TAHUN 2010

28 KAB SANGAT
TAHAN PANGAN
(hijau tua)
1 KAB TAHAN
PANGAN (hijau
muda)

KETERSEDIAAN PANGAN AMAN


Perempuan buta huruf ( rata-rata 21,78 %)
Angka harapan hidup pada saat lahir ( rata-rata
67,08% )

SKOR POLA PANGAN HARAPAN


90.00

86
,
2 0

100.00

80.00
70.00
60.00
50.00
CAPAIAN 2010

40.00
30.00
20.00
10.00
0.00

KABUPATEN / KOTA

Sumber: BKP

KOMITMEN
PEMERINTAH

Kesepakatan
Sidang PBB (Sept,
2000)
Kepala Negara &
perwakilan dari 189
negara

MILLENNIUM
DEVELOPMENT
GOALS (MDGs)
Inpres 3/2010

Goals 1 :
Menurunnya Prevalensi Gizi
Kurang pada anak balita.
Menurunnya Jumlah
Penduduk dengan defisit
energi.
Penurunan prevalensi
balita dengan BB rendah
Penurunan prevalensi
balita stunting
Penurunan populasi pend.
dg asupan
<1.400kkal/kap/hari

PROV; KAB/KOTA;
STAKEHOLDERS TERKAIT

RAD MDGS
(Pergub No. 20/2011)

RAD
PANGAN & GIZI 2011-2015
(Pergub No. 7 Tahun 2012

TARGET RAD - PG
2011
(%)

2012
(%)

201
3
(%)

201
4
(%)

2015
(%)

NO

TARGET

Penurunan prevalensi
balita
dengan
BB
rendah

11,8

11,6

11,4

11,2

11

Penurunan prevalensi
balita stunting

29,5

29,0

28,5

28,0

27,5

Penurunan
populasi
penduduk
dengan
asupan
<1.400
kkal/kap/hari

13,88

12,54

11,2
0

9,86

8,5

2
3

PENGERTIAN, TUJUAN
& SASARAN KADARZI

PENGERTIAN
KADARZI (KELUARGA SADAR GIZI) SUATU KELUARGA
YANG MAMPU MENGENAL, MENCEGAH DAN MENGATASI
MASALAH GIZI PADA SETIAP ANGGOTANYA.
CIRI BERPERILAKU GIZI YANG BAIK :
1.
2.
3.
4.
5.

MENIMBANG BERAT BADAN TERATUR (DI POSYANDU)


MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF
MAKAN BERANEKA RAGAM
MENGGUNAKAN GARAM BERYODIUM
MINUM SUPLEMEN GIZI ( TABLET TAMBAH DARAH, VIT A )

TUJUAN

TUJUAN UMUM :
Seluruh keluarga berperilaku sadar gizi
TUJUAN KHUSUS :
a. Meningkatkan kemudahan keluarga dan
masyarakat memperoleh informasi gizi
b. Meningkatkan kemudahan keluarga dan
masyarakat memperoleh pelayanan gizi
yang berkualitas

SASARAN
1. 90 % balita di timbang setiap bulan
2. 80 % bayi 0 6 bln diberi ASI saja
3. 90 % keluarga menggunakan garam
beryodium
4. 90 % anak/balita/keluarga makan beraneka
ragam sesuai kebutuhan
5. Semua balita gizi buruk dirawat di
Puskesmas atau Rumah sakit
6. Semua anak 6 24 bln GAKIN mendapat
MP-ASI
7. 90 % Balita diberi Vit A dua kali setahun
8. 95 % Ibu hamil mendapat tablet tambah
darah minimal 90 tablet.

STRATEGI

STRATEGI MENUJU KADARZI


1.Meningkatkan Fungsi POSYANDU
2. Menyelenggarakan Promosi gizi secara
sistimatis melalui :
- Advokasi
- Sosialisasi
- Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)
- Pendampingan keluarga

3. Menggalang kerjasama dengan :


- lintas sektor
- kemitraan
- swasta
- LSM , dll
memobilisasi sumberdaya untuk
penyediaan pangan rumah tangga,
peningkatan daya beli keluarga dan
perbaikan asuhan gizi

4. Mengupayakan terpenuhi kebutuhan


suplementasi gizi terutama zat gizi
mikro dan MP-ASI
5.

Meningkatkan pengetahuan dan


ketrampilan petugas Puskesmas dan
jaringannya
dalam
pengelolaan
tatalaksana pelayanan gizi

6. Mengupayakan
dukungan sarana
prasarana
pelayanan
untuk
meningkatkan cakupan dan kwalitas
pelayanan gizi
di Puskesmas dan
jaringannya
7. Mengoptimalkan surveilans
berbasis
masyarakat
melalui
memantauan
wilayah
setempat
gizi,
Sistim
kewaspadaan dini dan kejadian luar
biasa gizi (KLB Gizi)

KEGIATAN DI KEC/ DESA

1. Mengkoordinir pertemuan lintas sektor dan


lintas program untuk mempersiapkan
pertemuan di tingkat Kecamatan/ Desa
2. Memfasilitasi pelaksanaan SMD MMD
dengan cara diskusi kelompok terarah
3. Pelatihan /orientasi kader dan kader
pendamping keluarga.
4. Pembinaan kegiatan gizi di Pos Kesehatan
Desa
5. Pelayanan rujukan dan tatalaksana gizi buruk
6. Mencatat , mengolah dan melaporkan hasil
kegiatan ke Kecamatan/ Puskesmas dengan
tembusan ke DKK

VARIABEL & DO

Variabel dan Definisi


Operasional

A.

Variabel

Definisi Operasional

1. Menimbang
BB secara
teratur
pada balita
0 59 bl

Balita yang datang ke Posyandu


ditimbang berat badannya setiap
bulan, dicatat dalam KMS balita atau
buku register atau buku KIA minimal 4
x selama 6 bulan terakhir
Cara mengukur:
Lihat catatan penimbangan balita
pada KMS atau buku KIA selama 6
bulan terakhir.
Bila bayi berusia > 6 bulan
Baik: bila 4 kali berturut-turut
Belum baik: bila < 4 berturut-turut
Bila bayi berusia 4-5 bln
Baik: bila 3 kali berturut-turut
Belum baik: bila < 3 berturut-turut

pengumpulan
data

Melihat
catatan
penimbangan
balita pada
KMS, buku
KIA, buku
register
selama 6
bulan terakhir

Variabel

pengumpulan
data

Definisi Operasional
Bila bayi berusia > 6 bulan
Baik: bila 4 kali berturut-turut
Belum baik: bila < 4 berturut-turut
Bila bayi berusia 4-5 bln
Baik: bila 3 kali berturut-turut
Belum baik: bila < 3 berturut-turut
Bila bayi berusia 2-3 bln
Baik: bila 2 kali berturut-turut
Belum baik: bila <2 kali berturutturut.
Bila bayi berusia 0-1 bln
Baik: bila 1 kali ditimbang
Belum baik: bila belum
ditimbang.

pernah

2.
Memberika
n ASI saja
kepada bayi
sejak lahir
sampai
umur 6
bulan (ASI
Eksklusif)

Bayi berumur 0-6 bulan diberi


ASI saja tidak diberi makanan
dan minuman lain.
Baik : Hanya ASI saja tdk
diberikan makanan dan
minuman (ASI Eksklusi, 0,
1,2,3,4,5 dan 6 bulan)
Belum baik :
Bila sdh diberikan makanan
dan minuman lain.

Melihat cacatan
status ASI
Eksklusif pada
KMS dan Kohort
(catatan
pemberian ASI
pada bayi). Lalu
tanyakan pada
ibunya apakah
bayi berusia 0 bln,
1 bln, 2 bln, 3 bl,
4 bln, 5 bln dan 6
bln selama 24 jam
terakhir sudah
diberikan
makanan atau
minuman lain
selain ASI.

3. Makan aneka
ragam
Ada Balita

Tidak ada
balita/ kelg.

Balita 6 -59 bulan mengkonsumsi makanan


pokok, lauk pauk, sayur dan buah setiap hari.
Baik:
Bila setiap hari makan lauk hewani dan buah.
Belum Baik:
Bila tidak setiap hari makan lauk hewani dan
buah.
Keluarga
mengkonsumsi
makanan
pokok, lauk pauk, sayur dan
buah
setiap hari.
Baik:
Bila sekurang-kurangnya dalam 1 hari
keluarga makan lauk hewani dan buah.
Belum Baik:
Bila tidak makan lauk hewani dan buah.

Menanyakan
kepada ibu
tentang
konsumsi
lauk hewani
dan buah
dalam menu
anak balita
selama 2
(dua) hari
terakhir.

4. Gunakan
garam
beryodium

Keluarga menggunakan garam beryodium


untuk memasak setiap hari.
Baik:
Beryodium (warna ungu)
Belum baik:
Tidak beryodium
(warna tidak berubah/muda)

Menguji contoh
garam yang
digunakan
keluarga dengan
tes yodina/tes
amilum atau
melihat label
garam.

5.
Distribusi
Kapsul Vit.
A
- 6 11 bl
- 12-59 bl

Bayi 6-11 bulan mendapat kapsul


vitamin A biru pada bulan Februari atau
Agustus.
Anak balita 12-59 bulan mendapat
kapsul vitamin A merah setiap bulan
Februari dan Agustus.
Baik:
Bila anak 6 11 bulan mendapat
kapsul vitamin A biru pada bulan
Februari atau Agustus dalam 1 tahun
terakhir.
Bila anak 12 -59 bulan mendapat
kapsul vitamin A merah pada bulan
Februari dan Agustus dalam 1 tahun
terakhir.
Belum baik:
Bila tidak mendapat kapsul

Wawancara
kepada ibu
dengan
menunjukkan
contoh kapsul dan
verifikasi dengan
KMS, buku KIA
atau catatan
pemberian kapsul
vitamin A pada
Posyandu

6.

Supplement
asi TTD
pada ibu
hamil

Ibu hamil mendapat supplementasi TTD


minimal 90 selama masa kehamilan.
Baik:
Bila jumlah TTD yang diminum sesuai
anjuran.
Belum baik:
Bila jumlah TTD yang diminum tidak
sesuai anjuran.

Lihat catatan
ibu hamil di
bidan
Poskesdes,
bila tidak
ada
tanyakan
pada ibu
sambil
melihat
bungkus TTD

7. Ibu nifas
mendapat
kapsul vit.A

Ibu nifas mendapatkan 2 (dua) kapsul


vitamin A merah : satu kapsul diminum
setelah melahirkan dan satu kapsul lagi
diminum pada hari berikutnya paling
lambat pada hari ke 28
Baik: Bila mendapatkan 2 (dua) kapsul
vitamin A merah sampai hari ke 28.
Belum baik: Bila tidak mendapat 2
(dua) kapsul vitamin A merah sampai
hari ke 28.

Menanyakan
pada ibu nifas
dan
diverivikasi
dengan buku
KIA.

8.Pemberia
n
MP-ASI
pada
baduta.

Kapan baduta 6-23 bulan pertama kali


diberi MP-ASI
Jenis MP-ASI yang pertama kali
diberikan pada baduta 6 -11 bulan.
Cakupan MP-ASI pabrikan pada
baduta 6 23 bulan dari keluarga
miskin.
Rumah tangga dari keluarga miskin
yang mendapatkan MP-ASI pabrikan
Depkes pada periode satu tahun
sebelumnya

Wawanca
ra kepada
ibu
tentang
jenis
makanan
yang
dimakan
24 jam
terakhir
dan pola
makan
baduta
selama 1
bulan
terakhir
oleh
petugas

Formulir Pencatatan
NO
1
2
3
4
5

Indikator
Nimbang Balita sec teratur
Memberikan ASI Eksklusif
Makan beraneka ragam
Konsumsi Garam beryodium
Minum suplementasi Gizi

Ya

Tidak

Contoh Mengisi Formulir

Nama KK : ..............................
NO
1
2
3
4
5

Indikator

Ya

Nimbang Balita sec teratur


Memberikan ASI Eksklusif
Makan beraneka ragam
Konsumsi Garam beryodium
Mangkonsumsi suplementasi

V
V
V
V
V

Tidak

Keluarga tersebut berarti termasuk keluarga kadarzi

Contoh hasil Wawancara pd keluarga


lain
NO
1
2
3
4
5

Indikator

Ya

Nimbang Balita sec teratur


Memberikan ASI Eksklusif
Makan beraneka ragam
Konsumsi Garam beryodium
Mangkonsumsi suplementasi

V
V
V
V

Tidak

Keluarga diatas bukan keluarga kadarzi,


Jk ada salah satu indikator ada yg diisi tidak

PENUTUP

KADARZI
GERAKAN
NASIONAL
SADAR GIZI

GERAKAN
NASIONAL SADAR
GIZI
RISKESDAS 207
&2010

Balita gizi kurang


17,9%
Balita pendek
35,6%
Balita kurus
13,3%
Usia >18 tahun
Kegemukan
Pengetahuan dan
sikap, perilaku
gizi seimbang
rendah
Meningkatnya
penyakit
degeneratif

GIZI
BAIK

PBB : SUN
(1000 hari)

PRIORITA
S
SASARAN

REMAJA PRA
KEHAMILAN
IBU HAMIL
BAYI
ANAK s.d
USIA 2 TAHUN

MANUSIA
INDONESI
A PRIMA

Sehat
Cerdas
Produktif

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai