Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TONSILITIS
DI RUANG 21 RSU Dr. SAIFUL ANWAR KOTA MALANG

Oleh kelompok 7
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Yudith Subun
Delviani Ismau
Mujina Halla
Ibnu Surya Saputra
Ahmad Afandi Latif Fattahillah
Robby Dhanutirta
Candra Wahyu
Siska Anggraenu

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAN DIII KEPERAWATAN
UNIVERSITAS KADIRI DAN
AKPER PEMKAB LUMAJANG
TAHUN 2015

LEMBAR PENGESAHAN
Topik

: Tonsilitis

Judul

: Tonsilitis

Tempat

: Ruang 21

Tanggal

: 14 November 2015

Oleh

: Universitas Kadiri dan Akper Pemkab Lumajang

Telah diperiksa dan disetujui


Malang, 14 November 2015
Pembimbing Lahan,

Pembimbing Institusi

(................)

(............)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik

: Tonsilitis

Sasaran

: Pasien, keluarga pasien, dan pengunjung ruang 21 RSUD


Dr. Saiful Anwar Malang.

Tempat: Ruang 21 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.


Hari/ Tanggal : 14 November 2015.
I.

TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM


Setelah dilakukan penyuluhan tentang tonsillitis diharapkan pasien, keluarga
pasien, dan pengunjung Ruang 21 dapat mengetahui dan memahami tentang
tonsilitis .

II.

TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan pasien, keluarga pasien, dan
pengunjung Ruang 21 dapat mengetahui :
a. Pengertian tonsilitis .
b. Klasifikasi tonsilitis
c. Penyebab terjadinya tonsilitis .
d. Tanda dan gejala tonsilitis .
e. Komplikasi tonsilitis
f.

Penatalaksanaan tonsilitis

III. MATERI PENYULUHAN


Terlampir.
IV.

KRITERIA EVALUASI
1.

Evaluasi struktur:
a. Membuat SAP
b. Konsul SAP
c. Kontrak tempat dan waktu
d. Persiapan alat, persiapan media dan kelengkapan alat yang akan
digunakan
e. Membuat organisasi atau menyusun petugas penyuluhan

2.

3.

Moderator: Yudith, Robby Dhanutirta


Pemateri: Mujina, Siska Angraieni
Notulen: Delvi, Candra Wahyu
Observer: Ibnu, Ahmad Afandi Latif Fattahillah
Kriteria evaluasi proses:
a. Audien hadir tepat waktu
b. Penyuluhan berjalan lancar
c. Audien tidak ada yang meninggalkan tempat
d. Audien tidak pasif
e. Audien aktif bertanya
Evaluasi Hasil
Sebeleum melekukan penyuluhan pemateri memberikan pertanyaan
dasar mengenai tonsillitis, kemudian setelah penyuluhan diberikan
pertanyaan yang sama dengan pertanyaan yang diberikan sebelum di
lakukan penyuluhan

V.

METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

VI.

METODE
1. LCD
2. Laptop

VII. KEGIATAN PENYULUHAN


NO

WAKTU

KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAN
PESERTA

1.

5 menit

Pembukaan :

1. Menjawab salam.

1. Mengucapkan salam.

2. Mendengarkan.

2. Memperkenalkan diri.
3. Menjelaskan judul materi serta tujuan yang
akan dicapai oleh peserta penyuluhan dan
melakukan kontrak waktu.
2.

15 menit

4. Menggali pengetahuan peserta penyuluhan.


Pelaksanaan :
1. Penyampaian materi

1. Mendengarkan
2. Bertanya

a. Pengertian tonsilitis
b. Penyebab tonsilitis
c. Tanda & gejala tonsilitis
d. Komplikasi dari tonsilitis
e. Penatalaksanaan tonsilitis
2. Tanya Jawab
Memberikan kesempatan kepada peserta untuk
bertanya.
3.

10 menit

Evaluasi :

1. Menjawab

1. Menjawab pertanyaan peserta.


2. Memberikan pertanyaan tentang materi yang

2. Menjelaskan
3. Memperhatikan

telah disampaikan.

4.

5 menit

Penutup :

1. Mendengarkan

1. Menyimpulkan hasil penyuluhan

2. Menjawab salam

2. Mengucapkan terima kasih atas peran serta


peserta yang telah berpartisipasi
3. Menutup acara penyuluhan

MATERI
1. Pengertian
Tonsilitis adalah suatu peradangan pada hasil tonsil (amandel), yang sangat
sering ditemukan, terutama pada anak-anak (Firman sriyono, 2006).

Tonsilitis akut adalah radang akut yang disebabkan oleh kuman streptococcus
beta hemolyticus, streptococcus viridons dan streptococcus pygenes, dapat juga
disebabkan oleh virus (Mansjoer, A. 2000).
Tonsilitis kronik merupakan hasil dari serangan tonsillitis akut yang berulang.
(Mansjoer, A. 2000).
2. Klasifikasi
Macam-macam tonsillitis menurut Imam Megantara (2006)
A. Tonsillitis akut disebabkan oleh streptococcus pada hemoliticus,
streptococcus

viridians,

dan

streptococcus

piogynes,

dapat

juga

disebabkan oleh virus.


1. Tonsilitis

falikularis

adalah

Tonsil

membengkak

dan

hiperemis,

permukaannya diliputi eksudat diliputi bercak putih yang mengisi kipti


tonsil yang disebut detritus. Detritus ini terdapat leukosit, epitel yang
terlepas akibat peradangan dan sisa-sisa makanan yang tersangkut.
2. Tonsilitis Lakunaris adalah bercak yang berdekatan bersatu dan mengisi
lacuna (lekuk-lekuk) permukaan tonsil.
3. Tonsilitis Membranosa (Septis Sore Throat) Bila eksudat yang menutupi
permukaan tonsil yang membengkak tersebut menyerupai membran.
Membran ini biasanya mudah diangkat atau dibuang dan berwarna putih
kekuning-kuningan.
B. Tonsilitis Kronik adalah Tonsillitis yang berluang, faktor predisposisi :
rangsangan kronik (rokok, makanan) pengaruh cuaca, pengobatan radang
akut yang tidak adekuat dan hygiene mulut yang buruk.

3. Penyebab
Menurut Adams George (1997), tonsilitis bakterialis supuralis akut paling
sering disebabkan oleh streptokokus beta hemolitikus grup A.
1. Pneumococcus
2. Staphilococus

3. Haemalphilus influ
4. Kadang streptococcus non hemoliticus atau streptococcus viridens
4. Tanda dan gejala
Menurut Mansjoer, A (2000) gejala tonsilitis antara lain :
a) Tonsilitis akut :
1. Suhu naik sampai 40OC
2. Mudah lelah
3. Nyeri kepala
4. Nyeri sendi
5. Disfagia (sakit saat menelan)
6. Mual dan muntah
7. Lesu
8. Suara serak (bila laring terkena)
b) Tonsilitis kronik :
1. Tenggorokan terasa kering
2. Pada pemeriksaan tonsil membesar dengan permukaan tidak rata, kriptus
membesar dan terisi detritus
3. Pasien mengeluh ada penghalang di tenggorokan
4. Sering batuk pilek
5. Tidur ngorok seperti tersedak karena ada bstruksi jalan napas

5. Komplikasi
Menurut Mansjoer, A (2000) komplikasi yang dapat terjadi adalah
a. Tonsillitis akut :
1.

Otitis media akut

2.

Abses perionsil

3.

Abses parafaring

4.

Toksemia

5.

Septicemia

6.

Bronchitis

7.

Nefritis akut

8.

Miokarditis

9.

Atritis

b. Tonsillitis kronik
1.

Pasien sering batuk pilek dan panas

2.

Untuk anak saat masa sekolah mengalami penurunan kecerdasan


karena batuk pilek panas dan sering tidak masuk sekolah

3.

Rhinitis kronik

4.

Sinusitis

5.

Optitis media secara perkontinuitatum

6.

Furunkuloris

7.

Kejang demam pada anak

8.

Jantung rematik

6. Penatalaksanaan
Focus pengkajian :
1. Anamnesa
a. Kaji identitas klien
b. Kaji adanya riwayat penyakit sebelumnya dan penyakit keluarga
(tonsillitis)
d. Kapan gejala itu muncul
e. Apakah mempunyai kebiasaan merokok
f. Bagaimana pola makannya
g. Apakah rutin / rajin membersihkan mulut
2. Pemeriksaan fisik
Hasil pemerisaan fisik di dapat :
A. Inspeksi

1) Kebersihan mulut
2) Ada tidaknya masa di leher
3) Ukur pembesaran tonsil dengan penilaian :
Nilai pembesaran tonsil :
1. T0 = Tidak ada tonsillitis atau sudah di operasi.
2. T1 = Ukuran yang normal ada.
3. T2 = Pembesaran tonsil tidak sampai garis tengah.
4. T3 = Pembesaran sampai garis tengah
5. T4 = Pembesaran melewati garis tengah.
B. Palpasi
1) Ada tidaknya nyeri tekan.
2) Teraba masa atau tidak
3) Jika teraba masa maka tentukan konsistensinya
4) Tentukan ukuran massa
3. Pemeriksaan diagnostik
a. Pemeriksaan Lboratorium : DL, FH, SE, pada pasien dewasa ditambah
pemeriksaan kimia darah
b. Pemeriksaan EKG untuk mengetahui apakah terjadi komplikasi
c. Pemeriksaan foto rontgen thorax
d. Pemeriksaan usap tenggorok
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan sebelum memberikan pengobatan,
terutama bila keadaan memungkinkan. Dengan melakukan pemeriksaan ini kita
dapat mengetahui kuman penyebab dan obat yang masih sensitif terhadapnya.
4. Tindakan non farmakologi
a. Terapi lokal untuk hygiene mulut dengan obat kumur atau isap.
b. Perawatan sendiri Apabila penderita tonsillitis diserang karena virus
sebaiknya biarkan virus itu hilang dengan sendirinya. Selama satu atau dua
minggu sebaiknya penderita banyak istirahat, minum minuman hangat
juga mengkonsumsi cairan menyejukkan.

5. Tindakan farmakologi
Jika penyebabnya bakteri, diberikan antibiotik peroral (melalui mulut) selama
10 hari, jika mengalami kesulitan menelan, bisa diberikan dalam bentuk suntikan.
Antibiotik golongan penicilin atau sulfanamid selama 5 hari dan obat kumur atau
obat isap dengan desinfektan, bila alergi dengan diberikan eritromisin atau
klindomisin. Antibiotik yang adekuat untuk mencegah infeksi sekunder,
kortikosteroid untuk mengurangi edema pada laring dan obat simptomatik. Pasien
diisolasi karena menular, tirah baring, untuk menghindari komplikasi kantung
selama 2-3 minggu atau sampai hasil usapan tenggorok 3x negatif.
6. Tindakan Pembedahan
Bila terapi medikamentosa atau terapi konservatif tidak berhasil maka
dilakukan terapi radikal dengan tonsilektomi.
Pengangkatan tonsil (tonsilektomi) dilakukan jika :
1. Tonsilitis terjadi sebanyak 7 kali atau lebih / tahun.
2. Tonsilitis terjadi 5 kali atau lebih / tahun dalam kurun waktu 2 tahun.
3. Tonsilitis terjadi 3 kali atau lebih / tahun dalam kurun waktu 3 tahun.
4. Tonsilitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik.
C. Perawatan Prabedah
Diberikan sedasi dan premedikasi, selain itu pasien juga harus dipuasakan,
membebaskan anak dari infeksi pernafasan bagian atas.

D. Perawatan Pasca-bedah
1. Pasien sadar penuh
2. Pasien diberikan minum ice cream sekali saja yang tidak merangsang
batuk sepert makanan pedas, panas, dan asam.
3. Observasi tanda perdarahan
4. Menghindari makan dan minum dengan memakai sedotan

5. Pasien bed rest total


6. Observasi tanda - tanda vital
7. Diet dengan memberikan makanan cair
E. Pencegahan Tonsilitis
1. Usahakan hidup sehat dengan jalan kaki
2. Menghindari makanan instan dan mengandung bahan pengawet
3. Bila mengalami batuk pilek dan panas segera berobat

DAFTAR PUSTAKA
Adams, George L. 1997. BOISE Buku Ajar Penyakit THT. Jakarta:EGC.
Junadi, Purnawan, 1982, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media
Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta:Media Aeus Calpius.