Anda di halaman 1dari 10

KHAS DAERAH MELALUI MEDIA DIGITAL

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER


SENI DAN MEDIA

Dosen Pengampu
Garin Nugroho

Di Susun Oleh
Aragani Timur Kanistren
1520912411

PROGRAM STUDI PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN


PROGRAM PASCA SARJANA
INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
2015

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan


tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air
pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.
Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang
memiliki pasokan air yang terbatas.
Pada mulanya, kegiatan membudidayakan tanaman yang daratan tanpa tanah ditulis
pada buku Sylva Sylvarum oleh Francis Bacon dibuat pada tahun 1627, dicetak setahun
setelah kematiannya. Teknik budidaya pada air menjadi penelitian yang populer setelah itu.
Pada tahun 1699, John Woodward menerbitkan percobaan budidaya air dengan spearmint. Ia
menemukan bahwa tanaman dalam sumber-sumber air yang kurang murni tumbuh lebih baik
dari tanaman dengan air murni.
Pada tahun 1842 telah disusun daftar sembilan elemen diyakini penting untuk
pertumbuhan tanaman, dan penemuan dari ahli botani Jerman Julius von Sachs dan Wilhelm
Knop, pada tahun-tahun 1859-1865, memicu pengembangan teknik budidaya tanpa tanah.[1]
Pertumbuhan tanaman darat tanpa tanah dengan larutan yang menekankan pada pemenuhan
kebutuhan nutrisi mineral bagi tanaman. Dengan cepat menjadi standar penelitian dan teknik
pembelajaran, dan masih banyak digunakan saat ini. Sekarang, Solution culture dianggap
sebagai jenis hidroponik tanpa media tanam inert, yang merupakan media tanam yang tidak
menyediakan unsur hara.
Pada tahun 1929, William Frederick Gericke dari Universitas California di Berkeley
mulai mempromosikan secara terbuka tentang Solution culture yang digunakan untuk
menghasilkan tanaman pertanian.[2][3] Pada mulanya dia menyebutnya dengan istilah
aquaculture (atau di Indonesia disebut budidaya perairan), namun kemudian mengetahui
aquaculture telah diterapkan pada budidaya hewan air. Gericke menciptakan sensasi dengan
menumbuhkan tomat yang menjalar setinggi duapuluh lima kaki, di halaman belakang
rumahnya dengan larutan nutrien mineral selain tanah.[4] Berdasarkan analogi dengan sebutan
Yunani kuno pada budi daya perairan, ,[5] ilmu budidaya bumi, Gericke
menciptakan istilah hidroponik pada tahun 1937 (meskipun ia menegaskan bahwa istilah ini
disarankan oleh WA Setchell, dari University of California) untuk budidaya tanaman pada air
(dari Yunani Kuno , air ; dan , tenaga[5]).[1]

Pada laporan Gericke, dia mengklaim bahwa hidroponik akan merevolusi pertanian
tanaman dan memicu sejumlah besar permintaan informasi lebih lanjut. Pengajuan Gericke
ditolak oleh pihak universitas tentang penggunaan greenhouse dikampusnya untuk
eksperimen karena skeptisme orang-orang administrasi kampus. dan ketika pihak Universitas
berusaha memaksa dia untuk membeberkan resep nutrisi pertama yang dikembangkan di
rumah, ia meminta tempat untuk rumah kaca dan saatnya untuk memperbaikinya
menggunakan fasilitas penelitian yang sesuai. Sementara akhirnya ia diberikan tempat untuk
greenhouse, Pihak Universitas menugaskan Hoagland dan Arnon untuk menyusun ulang
formula Gericke, pada tahun 1940, setelah meninggalkan jabatan akademik di iklim yang
tidak menguntungkan secara politik, dia menerbitkan buku berjudul Complete Guide to Soil
less Gardening.
Keuntungan teknik hidroponik

Tidak membutuhkan tanah

Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain,
misal disirkulasikan ke akuarium

Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien

Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan

Memberikan hasil yang lebih banyak

Mudah dalam memanen hasil

Steril dan bersih

Bebas dari tumbuhan pengganggu

Media tanam dapat dilakukan selama bertahun-tahun

Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma

Tanaman tumbuh lebih cepat

Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang
interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik.
Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna
yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut
nutrisinya.

Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat
Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial
harus diperhatikan, karena tidak semua hasil pertanian bernilai ekonomis. Jenis tanaman yang
mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan di hidroponik yaitu:

Paprika

Tomat

Timun Jepang

Melon

Terong Jepang

Selada

Pengertian Digital
Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila
kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut
terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu
keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua
sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga
dengan

istilah

Bit(BinaryDigit).

Peralatan canggih, seperti komputer, pada prosesornya memiliki serangkaian


perhitungan biner yang rumit. Dalam gambaran yang mudah-mudah saja, proses biner seperti
saklar lampu, yang memiliki 2 keadaan, yaitu Off (0) dan On (1). Misalnya ada 20 lampu dan
saklar, jika saklar itu dinyalakan dalam posisi A, misalnya, maka ia akan membentuk gambar
bunga, dan jika dinyalakan dalam posisi B, ia akan membentuk gambar hati. Begitulah kirakira

biner

digital

tersebut.

Konsep digital ini ternyata juga menjadi gambaran pemahaman suatu keadaan yang
saling berlawanan. Pada gambaran saklar lampu yang ditekan pada tombol on, maka ruangan
akan tampak terang. Namun apabila saklar lampu yang ditekan pada tombol off, maka
ruangan menjadi gelap. Kondisi alam semesta secara keseluruhan menganut sistem digital ini.
Pada belahan bumi katulistiwa, munculnya siang dan malam adalah suatu fenomena yang
tidak terbantahkan. Secara psikologis, manusia terbentuk dengan dua sifatnya, yaitu baik dan
buruk. Konsep Yin dan Yang ternyata juga bersentuhan dengan konsep digital ini.

Seni dan Media


Khas Daerah Melalui Media Digital
Aragani Timur Kanistren
Dosen Pembimbing : Garin Nugroho

Ide pokok
uEra

digitalisasi internet online


uKehidupan keseharian masyarakat
uMakanan tanaman organik
uHiegienis Praktis dan cepat
uPeluang usaha dan investasi

WHY..?

Organik food memiliki banyak jenis sayuran


Mudah di temui
Memberikan variasi pengolahan memasak dengan proses yang sehat
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan hidup sehat

Pengemasan
Khas Daerah Melalui Media Digital
VIDEO INSTRUKSIONAL DIBAGI 3 SEGMEN DALAM ACARA TERSEBUT.
Durasi : 15 menit
Target audiens : semua umur
Penayangan : 2x dalam seminggu.
Visual : streaming

1.

PENGENALAN MAKANAN ATAU SAYURAN

2.

PENGOLAHAN MAKANAN MENTAH DENGAN CARA MENARIK, BERGAYA


SURVIVAL

3.

CARA PENANAMAN and TIPS

Kerangka program
Khas Daerah Melalui Media Digital
Segmen

Shot

Art

Lokasi

PENGENALA
N MAKANAN
ATAU
SAYURAN

CUT TO CUT
DETAIL

TANAMAN

PERKEBUNAN

ALAT DAPUR ,
INGREDIENTS

DAPUR,
LANDSCAPE

PENGOLAHA VT. MEDIUM,


N MAKANAN MCU, CU,
MENTAH
DETAIL
CARA
PENANAMAN
and TIPS

Keterangan