Anda di halaman 1dari 9

1

KARAKTERISTIK EKOSISTEM PERAIRAN MENGGENANG, MENGALIR,


DAN PAYAU

Penulis: Kelompok 3*

ABSTRAK

Praktikum komunitas organisme akuatik meliputi komunitas perairan


tergenang,komunitas perairan mengalir, dan komunitas perairan payau. Tujuan dari
praktikum kali ini adalah agar mahasiswa dapat membandingkan antara komunitas
perairan tergenang yaitu Situ Gede, komunitas perairan mengalir yaitu Sungai Cihideung,
dan komunitas perairan payau yaitu pada daerah Blanakan, Subang. Dimana untuk
membandingkan komunitas organisme pada ketiga perairan tersebut yaitu dengan cara
menghitung Indeks Keanekaragaman Shannon, Indeks Keseragaman, dan Indeks
Dominansi.
Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Keragaman plankton yang diperoleh pada
perairan payau yaitu 2,1440, Indeks Keseragaman komunitas perairan payau yaitu
0,83611, dan Indeks Dominansinya yaitu 0,16836. Pada perairan mengalir, nilai H’, E, C
untuk plankton yang didapatkan adalah 2,5689, 0,7712, 0,2288, untuk perifiton yaitu
0,5657, 0,7269, 0,2731, dan untuk benthos sebesar 1.7184, 0.8597, 0.1403.
Sedangkan pada perairan tergenang diperoleh Indeks H’ yaitu 2,225495, dan
Indeks E yaitu 0,867877, serta indeks C yaitu 0,127903. Indeks Keragaman perifiton
pada komunitas perairan payau yaitu 0,856864 dan Indeks E-nya yaitu 0,946395. Indeks
C perifiton pada komunitas perairan tergenang yaitu 0,067964. Indeks H’, E, dan C
benthos pada komunitas perairan payau yaitu 0,943963, 0,472255, dan 0,102926.
Sedanglkan Indeks H’ benthos pada perairan tergenang yaitu 1,416362, Indeks E-nya
yaitu 0,675776, dan Indeks C benthos yang diperoleh yaitu 0,399137.

PENDAHULUAN

Karakteristik setiap perairan berbeda - beda, baik secara fisik maupun kimiawi,
mislanya pada perairan tawar, terbagi menjadi dua yaitu perairan tergenang dan
mengalir. Kedua perairan ini memilik perbedaan yaitu pada faktor fisika dan faktor kimia.
Pada ekosistem perairan tergenang tidak terdapat arus atau bahkan cenderung stagnan.
Residene time yang lama merupakan salah satu faktor pembeda antara perairan
tergenag dan perairan mengalir. Sedangkan ekosistem perairan mengalir atau habitat
lotik (berasal dari kata lotus berarti tercuci), mata air aliran air (brook-creek) atau sungai
(Odum, 1971). Ekosistem perairan mengalir adalah perairan terbuka yang didalamnya
terdapat arus dan memiliki gradien lingkungan yang terdapat interaksi antar komponen
ekosistem. Perairan menggenang yang dilakukan pengamatan adalah situ. Dimana situ
merupakan wadah genangan air diatas permukaan tanah yang terbentuk secara alami
maupun buatan dengan sumber air dari tanah atau permukaan melalui siklus hidrologis
yang dicirikan dengan kondisi ketenangan air (Lenis) dan tidak mempunyai gradien.
Contoh dari perairan mengalir adalah sungai, saluran irigasi, dan selokan. Sebagai
contoh perairan mengalir yang kita lakukan pengamatan adalah sungai
Faktor yang membatasi keberadaan suatu organisme di perairan mengalir adalah
arus. Arus air dipengaruhi oleh jatuhnya aliran air dan laju aliran akan menurun pada
ketinggian yang rendah dan volume air akan meningkat. Kecepatan arus mempengaruhi
keberadaan dan komposisi makrobenthos serta secara tidak langsung mempengaruhi

---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)
2

substrat perairan (Nietzke, 1973 in Hawkes, 1979). Arus sering menyebabkan berbagai
jenis hewan dasar perairan yang terdapat pada batu dan diantara batu-batu sungai
hanyut terbawa arus. Menurut Odum (1971), Pola adaptasi organisme perairan mengalir
yang menyesuaikan dengan lingkungannya, sehingga kemudian menjadi ciri-ciri
organisme perairan mengalir adalah: melekat permanen pada substrat yang kokoh,
mempunyai alat pengait dan penghisap, permukaan bawah yang lengket, badan yang
stream line, badan yang pipih, Rheotaxis positif, dan Thigmotaxis positif.
Menurut Pritchard (1976) dalam Odum (1971), Perairan Payau didefinisikan
sebagai suatu badan air pantai setengah tertutup yang berhubungan langsung dengan
laut terbuka, jadi sangat terpengaruh oleh gerakan pasang surut, dimana air laut
bercampur dengan air tawar dari buangan air daratan. Dalam keanekaragaman
organisme yang terdapat pada ekosistem perairan payau ada faktor yang membatasi
keberadaan suatu organisme untuk hidup pada ekosistem payau adalah salinitas.
Dimana salinitas pada perairan payau sangat tinggi. Salinitas bersama-sama dengan
suhu merupakan dua komponen yang berperan penting dalam mengendalikan densitas
air laut.
Menurut Krebs (1972), struktur komunitas mempunyai lima katareistik yaitu
keanekaragaman, dominansi, bentuk dan struktur pertumbuhan, kelimpahan relatif, dan
struktur trofik. Beberapa populasi spesies yang cenderung untuk hidup bersama di
berbagai daerah geografis membentuk suatu komunitas ekologi. Spesies yang jumlahnya
berlimpah tersebut disebut dominan dan biasanya dipakai sebagai ciri khas suatu
komunitas (Nybakken, 1997). Suatu ekosistem dikatakan tercemar atau tidak, tidak dapat
terdeteksi dari hubungan antara keanekaragaman dan kestabilan komunitasnya. Sistem
yang stabil dalam pengertian tahan dalam gangguan atau bahan pencemar, dapat saja
memiliki keanekaragaman yang rendah atau tinggi. Hal ini dapat tergantung dari fungsi
aliran energi yang terdapat dalam sistem tersebut. Komunitas dikendalikan oleh spesies-
spesies yang dominan. Hilangnya spesies-spesies yang dominan akan menimbulkan
perubahan-perubahan penting yang tidak hanya pada komunitas biotiknya sendiri tetapi
juga dalam lingkungan fisiknya (Odum, 1971). Hal yang menyebabkan terbentuknya
struktur komunitas adalah jumlah macam species, jumlah individu masing-masing
species, dan total individu dalam komunitas. Hubungan antara ketiga komponen ini dapat
dijabarkan secara matematis dalam Indeks Keanekaragaman Shannon (Diversity),
Indeks Keseragaman (Eveness), dan Indeks Dominansi.
Tujuan: membandingkan struktur komunitas antara ekosistem perairan
tergenang, perairan mengalir, dan perairan payau dengan menghitung Indeks
Keanekaragaman Shannon, Indeks Keseragaman (eveness), dan Indeks Dominansi.

METODELOGI (ANALISIS DATA)

A. Indeks keanekaragaman Shannon (H’)


1. Plankton (Phytoplankton dan Zooplankton)

Keterangan :
H’ : Indeks keanekaragaman Shannon
pi : Komposisi Organisme jenis ke-i
ni : Jenis organisme
N : Jumlah total organisme
S : Jumlah spesies atau genus

---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)
3

2. Perifiton

Keterangan :
H’ : Indeks keanekaragaman Shannon
pi : Komposisi Organisme jenis ke-i
ni : Jenis organisme
N : Jumlah total organisme
S : Jumlah spesies atau genus

3. Benthos

Keterangan :
H’ : Indeks keanekaragaman Shannon
pi : Komposisi Organisme jenis ke-i
ni : Jenis organisme
N : Jumlah total organisme
S : Jumlah spesies atau genus

B. Indeks Keseragaman / Eveness (E)


1. Plankton

Keterangan:
E : Indeks Keseragaman
H’ : Indeks keanekaragaman Shannon
S : Jumlah spesies atau genus

2. Perifiton

E : Indeks Keseragaman
H’ : Indeks keanekaragaman Shannon
S : Jumlah spesies atau genus

3. Benthos

E : Indeks Keseragaman
H’ : Indeks keanekaragaman Shannon
S : Jumlah spesies atau genus

C. Indeks Dominansi ( Untuk Plankton, Perifiton, dan Benthos)

Keterangan:
C : Indeks Dominansi Simpson
pi : Komposisi Organisme jenis ke-i
ni : Jenis organisme
N : Jumlah total organisme
S : Jumlah spesies atau genus

---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)
4

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Struktur Komunitas Plankton


Tabel 1. Data Plankton
Ekosistem Perairan Ekosistem Perairan Ekosistem Perairan
Menggenang Mengalir Payau
Kelimpa Kelimpaha Kelimpaha
han n n
Spesies Spesies Spesies
Organis Organisme Organisme
me
Chromogaster 594 Achnanthes 99 Frontonin 1190.78
Cosmarium 99 Asterionela 99 Mayorella 893.08
Navicula 1188 Cladophara 99 Synedra 2976.95
Netrium 99 Cosmarium 99 Dililugia 893.08
Nioschia 396 Diatoma 495 Daphnia 1190.78
Platyas 594 Drorococcuss 99 Ceratium 297.69
Pleurotaenium 99 Floscularia 198 Prorodon 5656.2
Selenastrum 198 Hydrodiction 99 Spirostomum 297.69
Synedra 694 Microspora 99 Branchionus 297.69
Brachionus 792 Navicula 297 Paranema 893.08
Karatella I 1686 Nitzchia 2777 Keratela 595.38
Ichtyophthiri
Karatella II 1983 Oedogonium 198 us 1190.78
Trichocerca 1685 Pandarina 198 Trichocera 595.39
Spyrogyra 498
Selenastrum 99
Spirotaenia 198
Synedra 99
Brachionus 99
Coelosphariu
m 198
Conochilus 99
Karatella 198
Microcodon 99
Notholca 99
Paramecium 99
Pediastrum 99
Stylanichia 198
Testudinella 99
Trichocerca 495
Total (N) 10107 Total (N) 7727 Total (N) 16968.57

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa kelimpahan plankton yang tertinggi


terdapat pada ekosistem perairan payau.

Tabel 2. Data Plankton (dari kelompok yang ditukar)


Ekosisitem Perairan Ekosistem Perairan Ekosistem Perairan Payau
Menggenag Mengalir
Spesies Kepadatan Spesies Kepadatan Spesies Kepadatan
Organisme Organisme Organisme
Chaetopho 15 Asplanchn 2 Diatoma 3
ra a
---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)
5

Diatoma 1 Chromoga 3 Dililugia 1


ster
Draparnal 1 Collotheca 3 Euchlaris 1
dia
Nitzschia 2 Colurella 1 Gyrosigma 1
Oedogoniu 5 Conochilus 1 Metaphus 1
m
Tetraspora 1 Cupelopagi 2 Nitzschia 7
s
Diatoma 1 Notolca 1
Amoeba 5 Dieranoph 1 Platyas 2
orus
Branchion 2 Epiphanes 1 Pleodorina 2
us
Ceratium 1 Euchlanis 2 Pleosoma 5
Chilodonell 1 Filina 2
a
Chromoga 8 Floscularia 4 Blepharis 2
ster ma
Epiphanes 5 Mallleo 5 Clestorium 1
ramatejaw
s
Filina 1 Mougeotia 1 Docidium 2
Frontonia 2 Mytilina 1 Gonatozyg 2
on
Keratella 30 Notholca 6 Oxytricha 3
Mytilina 5 Philodina 1 Paramaeci 2
um
Platyias 2 Richterella 1 Rotaria 3
Rotaria 6 Rotaria 1 Synedra 4
Spirostom 1 Testudinell 5 Testudinell 3
um a a
Synchaeta 2 Tribonema 1 Volvox 6
Trichocerc 43 Trichocerc 2
a a
Trichotria 1
Zygnema 2

Amoeba 1
Blepharism 1
a
Chilodonell 1
a
Codosiga 3
Cymbella 1
Parameciu 2
m
Total (N) 139 Total (N) 59 Total (N) 52

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa kelimpahan plankton tertinggi terdapat


pada ekosistem perairan menggenang. Hasil data tukar dari kelimpahan plankton ini
berbeda dengan hasil pada data sebelumnya. Pada data sebelumnya, kelimpahan
plankton terbesar terdapat pada perairan payau.

---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)
6

Tabel 3. Indeks H’, E, C dari Plankton


Indeks
Indeks Indeks
Jenis Ekosistem Keanekaragaman
Keseragaman (E) Dominansi (C)
(H’)
Perairan 0.8679
tergenang 2.2255 0.1321
Perairan 2.5689 0.7712
mengalir 0.2288
Perairan payau 2.1440 0.8361 0.1639

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa indeks keanekaragaman yang tertinggi


yaitu pada ekositem perairan mengalir. Untuk indeks keseragaman nilai tertingginya
terdapat pada ekosistem perairan menggenang, sedangkan untuk indeks dominansi nilai
tertinggi terdapat pada ekosistem perairan mengalir.

Tabel 4. Indeks H’, E, C dari Plankton (dari kelompok yang ditukar)


Jenis Ekosistem Indeks Indeks Indeks Dominansi
Keanekaragaman Keseragaman (E) (C)
(H’)
Perairan Tergenang 2,26617 0,744343 0,165675
Perairan Mengalir 3,19649 0,939813 0,0496
Perairan Payau 2,43616 0,81321 0,075521

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa indeks keragaman yang tertinggi yaitu
pada ekosistem perairan mengalir. Untuk indeks keseragaman nilai yang tertinggi juga
terdapat pada ekosistem perairan mengalir, sedangkan untuk indeks dominasi nilai
tertinggi terdapat pada ekosistem perairan tergenang. Hasil dari data yang ditukar ini
memperlihatkan perbedaan yang signifikan, dimana pada data sebelumnya indeks
keseragaman terdapat pada ekosistem perairan tergenang dan indeks dominansi
tertinggi terdapat pada ekosistem perairan mengalir. Kesamaan hanya terdapat pada
indeks keanekaragaman yaitu terdapat pada ekosistem perairan mengalir.

B. Stuktur Komunitas Perifiton


Tabel 5. Data Perifiton
Ekosistem Perairan
Ekosistem Perairan Mengalir Ekosistem Perairan Payau
Menggenang
Kelimpahan Kelimpahan Kelimpahan
Spesies Spesies Spesies
Organisme Organisme Organisme
Gonatozygon 4964 Coclosphacrium 124 Nitzschia 22327.2
Nostoc 2482 Meropus 248 Synedra 7442.4
Zygonema Nitzchia 1612 Oedogoniu
2482 m 7442.4
Ploesoma 372 Spirogyra 7442.4
Trichocerca 124 Navicula 7442.4
Testudinella 248 Polycystic 7442.4
Cosmarium 7442.4
Acanthocyti
s 7442.4
Total (N) 9928 Total (N) 2728 Total (N) 74424

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa nilai kelimpahan perifiton yang tertinggi
terdapat pada ekosistem perairan payau.
---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)
7

Tabel 6. Data Perifiton (dari kelompok yang ditukar)


Ekosisitem Perairan Ekosistem Perairan Ekosistem Perairan
Menggenag Mengalir Payau
Spesies Kepadatan Spesies Kepadatan Spesies Kepadatan
Organisme Organisme Organisme
Coclosphae 1 Floscullari Closteriu
rium a m
Diatoma 1 Chromoga
Diatoma
ster
Filina 2 Keratella Mentor
Floscillaria 4 Rotaria Microspor
a
Nitzchia 1 Asplanchn
Mytilina
a
Penium 1 Synchaet
Nitzchia
a
Rotaria 30 Polyarthia Ploesoma
Spirostomu 1 Colurella Synedra
m
Testudinell 1 Synedra Trichotria
a
Trichocerca 8
Total (N) 50 Total (N) Total (N)

Berdasarkan tabel diatas, maka kelimpahan perifiton tidak dapat ditentukan,


karena data kepadatan organism perifiton pada ekosistem perairan mengalir dan
ekosistem perairan payau tidak ada.

Tabel 7. Indeks H’, E, C dari Perifiton


Indeks
Indeks Indeks Dominansi
Jenis Ekosistem Keanekaragaman
Keseragaman (E) (C)
(H’)
Perairan tergenang 0.4515 0.9464 0.0536
Perairan mengalir 0.5657 0.7269 0.2731
Perairan payau 0.8569 0.9488 0.0512

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa indeks keanekaragaman perifiton


tertinggi terdapat pada ekosistem perairan payau, untuk indeks keseragaman perifiton
tertinggi terdapat pada ekosistem perairan payau juga, sedangkan nilai indeks dominansi
yang tertinggi terdapat pada ekosistem perairan mengalir.

Tabel 8. Indeks H’, E, C dari Perifiton (dari kelompok yang ditukar)


Jenis Ekosistem Indeks Indeks Indeks Dominansi
Keanekaragaman Keseragaman (E) (C)
(H’)
Perairan 0,608 0,608 0,396
Tergenang
Perairan Mengalir 0,646 0,677 0,326
Perairan Payau 0,87 0,922 0,1555

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa indeks keanekaragaman perifiton


tertinggi terdapat pada ekosistem perairan payau, untuk indeks keseragaman perifiton
tertinggi terdapat pada ekosistem perairan payau juga, sedangkan nilai indeks dominansi
yang tertinggi terdapat pada ekosistem perairan tergenang. Dari data tukar yang
---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)
8

diperoleh, hanya terdapat perbedaan pada indeks dominansi, dimana pada data
sebelumya indeks dominansi terdapat pada perairan mengalir sedangkan pada data yang
ditukar indeks dominansi terdapat pada perairan tergenang.

C. Struktur Komunitas Benthos


Tabel 9. Data Benthos
Ekosistem Perairan Ekosistem Perairan
Ekosistem Perairan Payau
Menggenang Mengalir
Kelimpahan Kelimpahan Kelimpahan
Spesies Spesies Spesies
Organisme Organisme Organisme
Amaicola 2412 Amaicola 44 Donacia 2.19
Goniobasi Bythinia 11 Marganitifer
s 2193 a 6.57
Hydrobia 658 Hydrobia 44 Pleurocera 2.19
Nematod 11
Goniobasis
e 48.24
Total (N) 5264 Total (N) 110 Total (N) 59.19

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa kelimpahan benthos tertinggi terdapat


pada ekosistem perairan menggenang.

Tabel 10. Data Benthos (dari kelompok yang ditukar)


Ekosisitem Perairan Ekosistem Perairan Ekosistem Perairan
Menggenag Mengalir Payau
Spesies Kepadatan Spesies Kepadatan Spesies Kepadatan
Organisme Organisme Organisme
Goniobasis 3 Hydropsyc 2
he
Margaritife 9
ra
Viviparus 1
Total (N) 12 Total (N) 2 Total (N)

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa kelimpahan benthos tertinggi tidak dapat
disimpulkan karena data kelimpahan organism dari ekosistem perairan payau tidak ada.

Tabel 11. Indeks H’, E, C dari Benthos


Indeks
Indeks Indeks
Jenis Ekosistem Keanekaragaman
Keseragaman (E) Dominansi (C)
(H’)
Perairan 1.4164 0.6758
tergenang 0.3242
Perairan 1.7184 0.8597
mengalir 0.1403
Perairan payau 0.9439 0.4723 0.5277

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa indeks keanekaragaman tertinggi untuk


benthos yaitu terdapat pada ekosistem perairan mengalir, untuk indeks keseragaman
teritinggi terdapat pada ekosistem perairan mengalir juga, sedangkan untuk indeks
dominansi benthos tertinggi terdapat pada ekosistem perairan payau.

Tabel 12. Indeks H’, E, C dari Benthos (dari kelompok yang ditukar)
Jenis Ekosistem Indeks Indeks Indeks Dominansi
Keanekaragaman Keseragaman (E) (C)
(H’)
---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)
9

Perairan 1,139454 0,16375 0,538462


Tergenang
Perairan Mengalir 0 - 1
Perairan Payau - - -

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa indeks keanekaragaman tertinggi untuk


benthos yaitu terdapat pada ekosistem perairan tergenang,, untuk indeks keseragaman
teritinggi terdapat pada ekosistem tergenang juga, sedangkan untuk indeks dominansi
benthos tertinggi terdapat pada ekosistem perairan tergenang. Dari data tukar yang
diperoleh hasil yang didapat menunjukkan perbedaan pada indeks keanekaragaman
tertinggi dimana pada data sebelumnya terdapat pada ekosistem perairan mengalir,
begitu juga untuk indeks keseragaman yang terdapat di perairan mengalir dan indeks
dominansi terdapat pada perairan payau. Banyak perbedaan ini diakibatkan karena tidak
lengkapnya data indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi
pada data yang ditukar.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa nilai indeks
keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi tiap kelompok dapat
berbeda karena dipengaruhi oleh plankton, perifiton, dan benthos yang ditemukan. Dari
data dapat disimpulkan bahwa jika indeks keseragaman tinggi maka indeks
dominansinya rendah dan sebaliknya jika indeks keseragaman rendah maka indeks
dominansinya tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Ewusie, J.Y. 1990. Ekologi Tropika,(Terjemahan Usman Tanuwijaya). Institut Teknologi
Bandung. Bandung.

Goldman, C. R. and A. J. Horne. 1983. Limnology. Me Graw Hill Book Company. New
York.464p.

Nybakken, J. N. 1988. Biologi Laut, Suatu Pendekatan Ekologi. Diterjemahkan oleh M. Eidman,
Koesoebiono dan D. G. Bengen. Penerbit PT Gramedia. Jakarta. 459 hal.

Odum, E.P. 1971. Fundamental of Ecology. Thirth Edition. W.B. Saunders Co. Philadelphia and
London. 546 p.

Reid, George K. 1961. Ecology of inland water and estuaries. Reinhold Book Coorporation: New
York.

---------------------------------
Anstayn N Saragih (C54080017); Arif Baswantara (C54080027); Sri Hadianti (C54080039); Anma
H Kusuma (C54080042); Umi Kalsum Madaul (C54080093).
Di bawah bimbingan : Patmawati (THP 43)