Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN PERSALINAN

NORMAL

DEFINISI
Asuhan Persalinan Normal (APN) adalah asuhan dalam persalinan yang
mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan
yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang
terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip
keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang
optimal.

TUJUAN APN
Tujuan utama Asuhan Persalinan Normal (APN) adalah mencegah
terjadinya komplikasi. Hal ini merupakan suatu pergeseran paradigma
dari sikap menunggu dan menangani komplikasi, menjadi mencegah
komplikasi yang mungkin terjadi. Pencegahan komplikasi selama
persalinan dan setelah bayi lahir akan mengurangi kesakitan dan
kematian ibu serta bayi baru lahir

TANDA DAN GEJALA INPARTU


Persalinan Palsu

Persalinan

Perubahan serviks

Tidak ada

Penipisan dan pembukaan

Amnion

Utuh

Utuh/pecah

Kontraksi

Hanya di bag bawah

spt kram pd menstruasi

Ireguler

Dari punggung bawah


menyebar ke abdomen depan

Reguler , makin lama makin


kuat
(frek min 2 x dlm 10 mnt)

kontraksi dpt berhenti dgn


perubahan aktivitas

Tidak berhenti dgn


perubahan aktivitas

(mandi, miring, hidrasi)


Pengeluaran pervagina

Tidak ada

Cairan lendir bercampur darah

DIAGNOSIS KALA DAN FASE PERSALINAN


Gejala dan tanda

kala

fase

Serviks belum berdilatasi

Belum inpartu

Serviks berdilatasi <4 cm

laten

Serviks berdilatasi 4-9 cm


Kecepatan pembukaan 1 cm atau lebih
perjam
Penurunan kepala dimulai

aktif

Serviks membuka lengkap (10 cm)


Penurunan kepala berlanjut
Belum ada keinginan untuk meneran

II

Awal
(nonekspulsif)

Serviks membuka lengkap (10 cm)


Bagian terbawah telah mencapai dasar
panggul
Ibu meneran

II

Akhir
(ekspulsif

Dalam Asuhan Persalinan Normal (APN)


dikenal dengan 58 langkah APN, yaitu :
1. Tanda dan Gejala kala II
Ini ditandai dengan adanya dorongan untuk meneran, tekanan pada anus,
perineum menonjol, dan vulva membuka
2. Siap Pertolongan Persalinan
a.

Yaitu siapkan alat seperti partus set, wadah DTT, persiapan ibu dan
bayi.

b.

Mempersiapkan diri dengan memakai pelindung diri lengkap

c.

Mencuci tangan dengan tehnik enam langkah

d.

Memakai sarung tangan

e.

Mempersiapkan oksitosin

3. Pastikan Sudah Ada Pembukaan


a.

Bersihkan vulva dengan tehnik vulva higiene

b.

Periksa dalam

c.

Kemudian hand scoen yang dipakai dicelupkan kelarutan clorin

d.

Periksa denyut jantung janin

4. Siap Ibu dan Keluarga Untuk Dipimpin


e.

Mempersiapkan ibu

f.

Beritahu keluarga

g.

Bila his ada pimpin ibu untuk mengedan dan berikan pujian kepada
ibu bahwa ibu bisa melahirkan dengan normal. Jika harus tidak ada
anjurkan ibu untuk istirahat beri minum, dan dengarkan Djj.

4. Siap Untuk Menolong


a.

Siapkan handuk bersih di atas perut ibu

b.

Letakkan alas bokong

c.

Buka

d.

Pakai sarung tangan

5. Menolong Kelahiran Bayi


e.

Lindungi kepala bayi

f.

Usap mulut, hidung, dan mata dengan kain gaas steril

g.

Periksa ada lilitan tali pusat atau tidak

h.

Tunggu kepala mengadakan putar paksi luar

i.

Lahirkan bahu dengan cara biparietal

j.

Untuk melahirkan badan dengan sangga susur

k.

Tangan kanan menyusuri badan bayi

6. Penanganan Bayi
a.

Letakkan bayi diatas perut ibu

b.

Keringkan bayi dengan handuk bersih

c.

Jepit tali pusat

d.

Kemudian potong

e.

Ganti handuk bayi pasangkan baju

f.

Lalu berikan kepada ibunya untuk disusui

7. Aktif Kala III


a.

Periksa fundus

b.

Beritahu ibu apa yang hendak kita lakukan

c.

Suntik oksitosin

d.

Melakukan Peregangan Tali Pusat Terkendali (PTT).

e.

Pindahkan klem yang pertama.

f.

Posisikan letak klem

g.

Tegangkan tali pusat

h.

Tarik plasenta pelan-pelan, tangan kiri menekan fundus secara dorso cranial.

i.
j.

Putar plasenta yang sudah keluar


Lakukan masase

8. Untuk Mengetahui Perdarahan


a.

Periksa plasenta

b.

Periksa apakah ada robekan jalan lahir

9. Pasca Tindakan
c.

Lihat tonus bayi

d.

Bersihkan bayi

e.

Ikat tali pusat

f.

Ikat lagi tali pusat

g.

Klem tali pusat

h.

Bungkus bayi dengan kain bersih

i.

Susukan langsung pada ibunya

j.

Evaluasi kontraksi uterus

i.

Ajarkan ibu untuk memasase

j.

Periksa tekanan darah

k.

Periksa nadi

l.

Sterilkan alat-alat partus

m.

Buang sampah-sampah bekas pakai

n.

Bersihkan ibu

o.

Berikan rasa nyaman pada ibu

p.

Lakukan dekontaminasi pada alat-alat

q.

Celup ke dalam larutan clorin 0,5%

r.

Cuci dengan air mengalir

s.

Catat semua tindakan dalam partograf. Ukur nadi, tensi, suhu.

KALA 1
Kala I

Perdataran dan pembukaan serviks disertai pengeluaran darah dan


lendir

Dimulai dari kontraksi uterus teratur sampai pembukaan serviks


lengkap

Lamanya tergantung paritas ibu ( 12 jam primi, 8 jam multi)

Terdiri dari fase

Fase laten ( 8 jam)


serviks membuka < 4 cm

Fase aktif
- pembukaan serviks 4-9 cm
- Primi (1 cm/jam), multi (1-2 cm/jam)
- Kontraksi: adekuat (3 x/> dlm 10 mnt, @ 40 dtk)

KALA II
Kala II

Pengeluaran janin

Dimulai dari pembukaan serviks lengkap - lahirnya janin

Gejala dan tanda

Ibu ingin meneran bersamaan dgn terjadinya kontraksi

Ibu merasakan ada peningkatan tekanan pd rektum

Perineum menonjol

Vulva, vagina dan spingter ani membuka

Meningkatnya pengeluaran lendir pd vagina

Tanda pasti

Pembukaan serviks lengkap

Terlihat bag kepala bayi mll introitus vagina, vulva membuka

KALA III
Kala III

Pelepasan dan pengeluaran palsenta

Lama: 15

Perdarahan 500 c

Tanda-tanda lepasnya plasenta

Perubahan bentuk dan tinggi uterus

Tali pusat memanjang

Semburan darah mendadak dan singkat

Managemen aktif

Pemberian suntikan oksitosin

Penegangan tali pusat terkendali

Masase fundus uteri

KALA IV
Kala IV

Lama: 1-2 jam setelah plasenta lahir


Pantau setiap 15 dlm 1 jam pertama dan setiap 30 dlm 1 jam berikutnya.
- Kontraksi uterus
- TTV
- TFU

Deteksi dini risiko perdarahan PP

PARTOGRAF

TERIMA KASIH