Anda di halaman 1dari 7

LAJU DAN ORDE REAKSI

Disusun oleh :
Anisa Nurdini
Dina Fajriyah
Febbi Meidawati
Nova Setiawan
Susi Nurhayati

Kelas : XI IPA 3

MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA BOGOR


Jl. Pajajaran No. 6 Bogor 16143 Telp. 0251-321417.321740
Fax. 0251-321741

LAJU DAN ORDE REAKSI


* Laju reaksi adalah jumlah mol zat pereaksi yang berubah dalam setiap satuan
waktu.
Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi kimia yang
berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut dalam
reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi
kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peledakan mesiu atau kembang api adalah
contoh reaksi yang cepat.
Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia yang disebut kinetika kimia.
Definisi formal
Untuk reaksi kimia

dengan a, b, p, dan q adalah koefisien reaksi, dan A, B, P, dan Q adalah zat-zat yang
terlibat dalam reaksi, laju reaksi dalam suatu sistem tertutup adalah

dimana [A], [B], [P], dan [Q] menyatakan konsentrasi zat-zat tersebut.
Faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
Luas permukaan sentuh
Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak,
sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil
luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar
partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang
direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin
cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi; sedangkan semakin kasar kepingan itu,
maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.
Suhu
Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu
reaksi yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif
bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi
semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif,
sehingga laju reaksi semakin kecil.

LAJU DAN ORDE REAKSI


Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa
mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan
dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan
reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah
akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur
pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang
dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis
heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan
pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam
fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis
menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk
sementara terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga
memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah,
sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk
membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir
reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema
umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:
... (1)
... (2)
Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali
oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi :

Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler-Natta
yang digunakan untuk produksi masal polietilen dan polipropilen. Reaksi katalitis
yang paling dikenal adalah proses Haber, yaitu sintesis amonia menggunakan besi
biasa sebagai katalis. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk emisi
kendaraan yang paling sulit diatasi, terbuat dari platina dan rodium.
Molaritas
Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut.
Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat,
maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang
rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi.
Konsentrasi

LAJU DAN ORDE REAKSI


Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka
dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin
tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan
demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan
reaksi meningkat.
Persamaan laju reaksi
Untuk reaksi kimia

hubungan antara laju reaksi dengan molaritas adalah

dengan:

V = Laju reaksi
k = Konstanta laju reaksi
m = Orde reaksi zat A
n = Orde reaksi zat B

Orde reaksi zat A dan zat B hanya bisa ditentukan melalui percobaan.
Tujuan

: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

1) Pengaruh Konsentrasi Terhadap Kecepatan Reaksi


Alat dan Bahan :
Alat
1. Gelas kimia 100 ml (3)
2. Gelas ukur 25 ml (1)
3. Kertas putih yang ditandai X

Bahan
1. Larutan HCl 0,1 M
2. Larutan Na2S2O3 0,1 M ; 0,2
M ; dan 0,8 M

4. Stopwatch (1)
Prosedur
1. Isi gelas kimia dengan 5 ml HCl 0,1 M
2. Letakkan di atas kertas putih yang dibubuhi tanda X
3. Tambahkan 25 ml larutan Na2S2O3 0,1 M sambil mencatat waktu
penambahan Na2S2O3 0,1 M sampai tanda X tidak terlihat lagi (dilihat
dengan tegak)

LAJU DAN ORDE REAKSI


4. Ulangi percobaan ini dengan Na2S2O3 0,2 M dan 0,8 M, tetapi volume dan
konsentrasi HCl tetap
Pengamatan
Volume

HCl

Volume Na2S2O3

Konsentrasi Na2S2O3

Waktu (menit)

5 ml

25 ml

0,1 M

01.55

5 ml

25 ml

0,2 M

00.43

5 ml

25 ml

0,8 M

00.19

0,1 M

Pertanyaan
1. Berdasarkan data pengamatan, bagaimanakah pengaruh konsentrasi terhadap
laju reaksi ?
Jika konsentrasinya semakin besar maka laju reaksinya semakin cepat,
sedangkan jika konsentrasinya kecil maka laju reaksinya semakin lambat
2. Buatlah grafik perubahan konsentrasi versus waktu, untuk Na2S2O3 dan
HCl !

Kesimpulan
Jika konsentrasi suatu senyawa semakin besar maka laju reaksinya semakin cepat,
dan jika konsentrasinya kecil maka laju reaksinya lambat.

LAJU DAN ORDE REAKSI


2) Pengaruh Luas Permukaan Bidang Sentuh Terhadap Laju Reaksi
Cepat atau lambatnya suatu reaksi selain dipengaruhi oleh sifat zat yang bereaksi
(logam, nonlogam), konsentrasi, suhu, katalis, juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dari
pereaksi itu sendiri, misalnya laju reaksi antara asam klorida dengan batu pualam
berupa serbuk. Yang membedakan laju reaksi disini adalah luas bidang sentuh pualam,
tentunya kontak (terjadinya tumbukan efektif) antara molekul asam klorida dengan
luas bidang sentuh batu pualam berupa serbuk lebih besar jika dibandingkan dengan
batu pualam berupa butiran.
Tujuan

: Mengetahui pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju

reaksi
Pada eksperimen ini akan diperlihatkan perbedaan laju reaksi antara HCl dengan batu
pualam CaCO3.
Berupa butiran dan serbuk, menurut persamaan reaksi di bawah ini :
CaCO3(s) + 2 HCl (aq) CaCl2(aq) + CO2(g) + H2O(l)
Alat dan bahan :
Alat
1. Timbangan digital / neraca

Bahan
1. Batu pualam (CaCO3)

2. Gelas kimia 100 ml (2)


3. Silinder ukur (Gelas ukur) 10 ml (1)
4. Stopwatch (1)
5. Lumpang dan alu
Prosedur
1. Masukkan 10 ml HCl 3 M ke dalam gelas kimia, kemudian tambahkan 0,5
gram butiran CaCO3 dan catat waktu yang digunakan sejak pualam
dimasukkan sampai habis bereaksi.
2. Ulangi langkah 1 dengan menggunakan CaCO3 yang sudah dihaluskan.

Pengamatan

LAJU DAN ORDE REAKSI


Bentuk Pualam
Butiran
Serbuk

Waktu Reaksi (detik)


638 detik
8 detik

Pertanyaan
1. Bagaimana pengaruh luas permukaan pualam terhadap laju reaksi ?
Luas permukaan pualam yang lebih sederhana (serbuk) laju reaksinya lebih
cepat, sedangkan luas permukaan batu pualam yang lebih besar (butiran) laju
reaksinya lebih lambat
2. Bagaimana perbedaan laju reaksi antara butiran pualam dan serbuk, dijelaskan
dengan teori tumbukan ?
Pada batu pualam yang serbuk tumbukannya semakin sering terjadi sehingga
laju reaksinya semakin cepat. Sebaliknya, pada butiran batu pualam
tumbukannya jarang terjadi sehingga laju reaksinya pun lambat
Kesimpulan

Semakin luas permukaannya, semakin cepat laju reaksinya. Dan sebaliknya.

Semakin sering tumbukan atau banyak tumbukannya maka laju reaksi semakin
cepat. Dan sebaliknya

Anda mungkin juga menyukai