Anda di halaman 1dari 5

NAMA

: ALDI RIDHA RAMADHAN

NIM

: 1309025031

PRODI

: Teknik Sipil

1. Jelaskan Prinsip-prinsip dalam politik Islam!


2. Sebutkan proses penciptaan manusia secara biologis dalam Al-Quran!
3. Sebutkan contoh real terhadap keimanan dalam kehidupan sehari-hari!
JAWABAN
1. Islam tidak memberikan batasan sistem pemerintahan, tetapi menyerahkan kepada umat
untuk memilih dengan bebas sistem yang sesuai dengan kultur, lingkungan, zaman serta
mengingat bahwa ajakan Islam adalah dakwah universal, cocok untuk segala zaman dan
tempat.
Setiap sistem pemerintahan Islam tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip politik dan
perundang-undanganya pada al-Quran, karena al-Quran merupakan sumber pokok dari
perundang-undangan tersebut.
Al-Quran memang tidak menyebutkan bagian perbagian secara terperinci. Hal tersebut
tampaknya memang dibiarkan oleh Allah, agar lewat ijtihad umat Islam mampu
mengembangkannya menjadi sistem politik dan perundang-undangan yang sesuai dengan
kebutuhan waktu dan lingkungannya.
Sumber pokok kedua adalah Sunnah yang merupakan petunjuk pelaksanaan yang secara
umum melengkapi norma-norma yang ada dalam al-Quran. Karena itu prinsip-prinsip
konstitusional dan politik terikat kepada kedua sumber tersebut. Karena kedua sumber itu
memang menjadi pokok pegangan dalam segala aturan yang menyangkut seluruh aspek
kehidupan setiap muslim.
Selain kedua sumber hukum tersebut, dalam sistem politik Islam juga terdapat sumber hukum
hukum Qanuni, yang bersumber dari lembaga-lembaga pemerintahan.
Cita-cita politik seperti yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal
saleh yang terkandung dalam al-Quran adalah (1) Terwujudnya sebuah sistem politik. (2)
Berlakunya hukum Islam dalam masyarakat secara mantap. (3) Terwujudnya ketentraman
dalam kehidupan masyarakat.
Nilai-nilai politik yang konstitusional yang terdapat dalam al-Quran pada dasarnya terdiri
atas musyawarah, keadilan, kebebasan, persamaan, kewajiban untuk taat dan batas wewenang
dan hak penguasa.
Musyawarah
Dalam prinsip perundang-undangan Islam, musyawarah dinilai sebagai lembaga yang amat
penting artinya. Penentuan kebijaksanaan pemerintah dalam sistem pemerintahan Islam
haruslah didasarkan atas kesepakatan musyawarah. Karena itu musyawarah merupakan
prinsip penting dalam politik Islam.
Prinsip Keadilan

Agama Islam menempatkan aspek keadilan pada posisi yang amat tinggi dalam sistem
perundang-undangannya. Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan berbuat adil
Keadilan merupakan tujuan umum atau tujuan akhir dalam pemerintahan Islam. Dari segi
realitas sejarah, sejarah para Khulafaur Rashidin yang nota bene mencontohkan teladan nabi
adalah prototipe yang lengkap dan sangat hidup dalam memahami makna keadilan dan
memegang prinsipnya dalam kehidupan.
Prinsip Kebebasan
Yang dimaksud dengan kebebasan di sini bukanlah kebebasan bagi warganya untuk dapat
melaksanakan kewajibanya sebagai warga negara, tetapi kebebasan di sini mengandung
makna yang lebih positif, yaitu kebebasan bagi warga negara untuk memilih suatu yang lebih
baik, atau kebebasan berfikir yang lebih baik dan mana yang lebih buruk, sehingga proses
berfikir ini dapat melakukan perbuatan yang baik sesuai dengan pemikiranya.
Islam mengakui adanya kebebasan berfikir. Bahkan menjamin sepenuhnya dan dinilai
sebagai ahlak dasar setiap manusia. Dalam sistem perundang-undanganya Islam juga sangat
menghargai nilai-nilai kebebasan itu. Penghargaan sistem perundang-undangan Islam
terhadap kebebasan itu tidak dapat dibandingkan dengan sistem lainya yang diciptakan
manusia.
Prinsip Persamaan
Prinsip persamaan berarti bahwa setiap individu dalam masyarakat mempunyai hak yang
sama, juga mempunyai persamaan mendapatkan kebebasan dalam berpendapat, kebebasan,
tanggung jawab, dan tugas-tugas kemasyarakatan tanpa diskriminasi rasial, asal usul, bahasa
dan keyakinan.
Berdasarkan prinsip persamaan ini sebenarnya tidak ada rakyat yang diperintah secara
sewenang-wenang dan tidak ada penguasa yang memperbudak rakyatnya. Allah menciptakan
laki-laki dan perempuan dengan berbagai bangsa dan suku bukanlah untuk membuat jarak
antara mereka. Bahkan diantara mereka agar dapat saling tukar pengalaman. Al-Quran
menegaskan yang membedakan diantara manusia adalah hanya karena taqwanya.
Sebagaimana firman Allah Surat al-Hujurat ayat 13:
Hai manusia sesungguhnya kami menetapkan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
men genal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha men getahui lagi maha mengenal.
Dari uraian tersebut diatas tidak disangsikan lagi kekuatan prinsip persamaan itu dalam
sistem hukum Islam. Pelaksanaanya berlaku menyeluruh dalam sistem hukum dan
pemerintahan Islam. Sebab sistem itu memang menjadi bagian yang integral dari ajaran
Islam.
2. Di dalam Al Quran proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci
melalui firman-Nya :
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari
tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang
kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah
itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,

lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk
yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al
Muminuun (23) : 12-14).
Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya
seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya
(embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan
segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging.
Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk
menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan
buruk baik (nasibnya). (HR. Bukhari-Muslim)
Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Quran dengan saripati berasal dari tanah sebagai
substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang
semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di
dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan
(hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur
wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang
sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari air mani yang bercampur (QS.
Addahr: 2)
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (QS 96. Al-Alaq: 2)
Selanjutnya, fase segumpal darah (`alaqah) berlanjut terus dari hari ke-15 sampi hari ke-24
atau ke-25 setelah sempurnanya proses pembuahan. Meskipun begitu kecil, namun para ahli
embriologi mengamati proses membanyaknya sel-sel yang begitu cepat dan aktivitasnya
dalam membentuk organ-organ tubuh. Mulailah tampak pertumbuhan syaraf dalam pada
ujung tubuh bagian belakang embrio, terbentuk (sedikit-demi sedikit ) kepingan-kepingan
benih, menjelasnya lipatan kepala; sebagai persiapan perpindahan fase ini (`alaqah kepada
fase berikutnya yaitu mudhgah (mulbry stage)).Mulbry stage adalah kata dari bahasa Latin
yang artinya embrio (janin) yang berwarna murberi (merah tua keungu-unguan). Karena
bentuknya pada fase ini menyerupai biji murberi, karena terdapat berbagai penampakanpenampakan dan lubang-lubang (rongga-rongga) di atasnya.

Realitanya, ungkapan Al-Quran lebih mendalam, karena embrio menyerupai sepotong daging
yang dikunyah dengan gigi, sehingga tampaklah tonjolan-tonjolan dan celah (rongga-rongga)
dari bekas kunyahan tersebut. Inilah deskripsi yang dekat dengan kebenaran. Lubang-lubang
itulah yang nantinya akan menjadi organ-organ tubuh dan anggota-anggotanya.
Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa embrio terbagi dua; pertama, sempurna (mukhallaqah)
dan kedua tidak sempurna (ghair mukhallaqah). Penafsiran dari ayat tersebut adalah: Secara
ilmiah, embrio dalam fase perkembangannya seperti tidak sempurna dalam susunan organ
tubuhnya. Sebagian organ (seperti kepala) tampak lebih besar dari tubuhnya dibandingkan
dengan organ tubuh yang lain. Lebih penting dari itu, sebagian anggota tubuh embrio tercipta
lebih dulu dari yang lainnya, bahkan bagian lain belum terbentuk. Contoh, kepala. Ia
terbentuk sebelum sebelum bagian tubuh ujung belum terbentuk, seperti kedua lengan dan
kaki. Setelah itu, secara perlahan mulai tampaklah lengan dan kaki tersebut. Tidak diragukan
lagi, ini adalah Ijz `ilmiy (mukjizat sains) yang terdapat di dalam Al-Quran. Karena
menurut Dr. Ahmad Syauqiy al-Fanjary, kata `alaqah tidak digunakan kecuali di dalam AlQuran.
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai
penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air
yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya
dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit
sekali bersyukur. (Assajdah:7-9)
3. Salah satu contoh perilakunya yaitu Sholat 5 waktu dan berlaku jujur terhadap sesama. Sholat
adalah salah satu kegiatan spiritual yang sangat sakral bagi umat muslim karena
sesungguhnya iman seorang muslim dinilai dari solatnya. Ada suatu hadis yang
mengungkapkan:
Suatu amalan yang pertama kali dihisab adalah Sholat. Jika baik sholatnya maka baik juga
seluruh amalannya dan jika buruk sholatnya maka buruk juga seluruh amalannya. (HR. AnNahal ;439)
Lalu selalu jujur dalam semua perilaku kita terhadap orang lain agar senantiasa diridhoi Allah
SWT. Dan juga kita harus selalu mengikuti dan mengamalkan sunah-sunah Nabi dalam
kehidupan sehari-hari kita. Contohnya membuang sampah pada tempatnya, dan lain-lain.
Juga kita harus selalu membaca Al-quran dan senantiasa mengamalkannya.