Anda di halaman 1dari 20

trapascorp@gmail.

com_2014

KERANGKA

ACUAN

KERJA

(KAK)

PENYUSUNAN
RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
KAWASAN SOSIAL BUDAYA KECAMATAN TANARA
KABUPATEN SERANG
PROVINSI BANTEN

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PENYUSUNAN RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN (RTBL)


KAWASAN SOSIAL BUDAYA KECAMATAN TANARA KABUPATEN SERANG

I.

LATAR BELAKANG

Kegiatan Penataan Bangunan dan Lingkungan adalah kegiatan yang bertujuan mengendalikan
pemanfaatan ruang dan menciptakan lingkungan yang tertata, berkelanjutan, berkualitas serta
menambah vitalitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Oleh karenanya penyusunan
dokumen RTBL, selain sebagai pemenuhan aspek legal-formal, yaitu sebagai produk
pengaturan pemanfaatan ruang serta penataan bangunan dan lingkungan pada kawasan
terpilih, juga sebagai dokumen panduan/pengendali pembangunan dalam penyelenggaraan
penataan bangunan dan lingkungan kawasan terpilih supaya memenuhi kriteria perencanaan
tata bangunan dan lingkungan yang berkelanjutan meliputi: pemenuhan persyaratan tata
bangunan dan lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan kualitas
lingkungan dan ruang publik, perwujudan pelindungan lingkungan, serta peningkatan vitalitas
ekonomi lingkungan.
Selain hal tersebut RTBL mempunyai manfaat untuk mengarahkan jalannya pembangunan
sejak dini, mewujudkan pemanfaatan ruang secara efektif, tepat guna, spesifik setempat dan
konkret sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, melengkapi peraturan daerah tentang
bangunan gedung, mewujudkan kesatuan karakter dan meningkatkan kualitas bangunan
gedung dan lingkungan/kawasan, mengendalikan pertumbuhan fisik suatu lingkungan/
kawasan, menjamin implementasi pembangunan agar sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan
masyarakat dalam pengembangan lingkungan/kawasan yang berkelanjutan, menjamin
terpeliharanya hasil pembangunan pasca pelaksanaan, karena adanya rasa memiliki dari
masyarakat terhadap semua hasil pembangunan.
Konsep kota hijau (kota berkelanjutan) merupakan kota yang dibangun dengan tidak
mengorbankan aset kota, melainkan terus menerus memupuk semua kelompok aset meliputi
manusia, lingkungan terbangun, sumber daya alam, lingkungan dan kualitas prasarana
perkotaan. Kota hijau juga dapat dipahami sebagai kota yang ramah lingkungan berdasarkan
perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan, antara lain dengan memanfaatkan secara efektif dan efisien sumber daya air dan
energi, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin kesehatan
lingkungan, dan mensinergikan lingkungan alami dan buatan.

RTBL adalah sebuah produk pengaturan yang disusun diharapkan dapat mensinergikan
seluruh perencanaan yang ada di suatu kawasan sehingga dapat mendukung dan memberikan
kontribusi terhadap terwujudnya kota hijau yang berkelanjutan.
RTBL adalah juga merupakan upaya konservasi kawasan berskala lingkungan dalam dokumen
yang disusun sesuai Pedoman RTBL (Permen PU No. 06/PRT/M/2007). Upaya tersebut
diharapkan

tercapai dengan fokus pada penciptaan ide-ide kreatif sebagai target hijau

kawasan yang:

1. Menciptakan suasana kondusif dalam rangka pembangunan bangunan gedung hijau;


2. Fokus pada desain lingkungan yang dapat menghemat penggunaan sumber daya tak
terbarukan/fossil fuel; dan
3. Pendetilan tata cara pelaksanaan di tingkat basis masyarakat untuk mencapai target sasaran
hijaudi wilayahnya.
II.

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud Kegiatan
Kerangka Acuan Kerja ini merupakan acuan bagi para Pihak/Pelaksana dalam melaksanakan
kegiatan Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Soial Budaya
Kecamatan Tanara Kabupaten Serang
2. Tujuan Kegiatan
Terarahnya penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan di Kawasan Pusat Kota
Kecamatan Tangerang Kota Tangerang, sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
guna mewujudkan tata bangunan dan dan lingkungan layak huni, berjati diri, produktif dan
berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 28/2002 tentang Bangunan Gedung.
III.

SASARAN

Sasaran dari kegiatan ini adalah:


1. Tersusunnya Dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Soial
Budaya Kecamatan Tanara Kabupaten Serang sesuai dengan Pedoman Penyusunan RTBL
yang terdapat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007, yang dapat
digunakan sebagai panduan dalam penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungan di
kawasan tersebut;

2. Tersusunnya Naskah Peraturan Bupati/Walikota tentang penetapan Dokumen RTBL pada


Kawasan Soial Budaya Kecamatan Tanara Kabupaten Serang sebagai produk pengaturan
yang legal di kawasan tersebut.
IV.

LOKASI KEGIATAN

Gambaran umum kawasan dan batas deliniasi kawasan perencanaan studi penyusunan RTBL
pada Kawasan Soial Budaya Kecamatan Tanara Kabupaten Serang disampaikan dalam
Lampiran 1 Kerangka Acuan Kerja (terlampir).
V.

SUMBER PENDANAAN

1. Biaya pelaksanaan pekerjaan dibebankan pada Biaya Anggaran DIPA

Satuan Kerja

Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Banten Direktorat Jenderal Cipta Karya,
Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2014, pada kegiatan Satuan Kerja
Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan dengan PAGU anggaran biaya sebesar
Rp 850.000.000,- ( delapan ratus lima puluh juta rupiah).
2. Pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan secara kontraktual sesuai dengan ketentuan tentang
pengadaan seleksi jasa konsultansi yang berlaku.
3. Rincian Bill of Quantity pekerjaan Studi Penyusunan RTBL Kawasan Soial Budaya
Kecamatan Tanara Kabupaten Serang.
VI.

NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

Nama Pengguna Barang dan Jasa kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Pejabat Pembuat Komitmen

Pejabat Pembuat komitmen Pembinaan PBL Provinsi


Banten

2. Satuan Kerja

Satuan Kerja PBL Provinsi Banten

VII. BATASAN KEGI ATAN


Batasan kegiatan adalah penyusunan naskah akademis dan draft Peraturan Walikota Serang
tentang RTBL Kawasan Soial Budaya Kecamatan Tanara Kabupaten Serang
VIII. REFERENSI HUKUM
Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan didasarkan pada:
a.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan


Kawasan Permukiman;

b.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya;

c.

Undang-Undang

Republik

Indonesia

No.

24

Tahun

2007

tentang

Penanggulangan Bencana
4

d.

Undang-undang RI No. 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang;

e.

Undang-undang RI No. 28 Tahun 2002, tentang Bangunan Gedung;

f.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan


Hidup;

g.

Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa


Pemerintah;

h.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 15 Tahun 2010 tentang


Penyelenggaraan Penataan Ruang

i.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana


Tata Ruang Wilayah Nasional;

j.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2005 tentang


Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

k.

Peraturan Menteri PU Nomor 29/PRT/2006 tentang Pedoman Persyaratan


Teknis Bangunan Gedung;

l.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman


Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di KawasanPerkotaan;

m.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 18/PRT/M/.2010 tentang Pedoman


Revitalisasi Kawasan;

n.

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 03/SE/M/2009 tentang Modul


Sosialisasi Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan

o.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman


Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan;

p.

Peraturan Menteri PU Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Persyaratan Teknis


Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan;

q.

SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di


Perkotaan;

r.

Surat Edaran Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor 01/SE/DC/2009 perihal


Modul Sosialisasi Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan;

s.

Peraturan Daerah/Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang


Wilayah (RTRW) pada Kabupaten/Walikota tempat lokasi studi; dan

t.

Peraturan Daerah/Rancangan Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung


pada Kabupaten/Walikota tempat lokasi studi.

IX.

LINGKUP DAN TAHAPAN KEGIATAN

1. Lingkup Kegiatan
Berikut ini adalah lingkup dan uraian kegiatan yang harus dilaksanakan:
a. Survey Lokasi dan Pendataan
Data yang dikumpulkan adalah segala jenis informasi yang diperlukan untuk melakukan
analisis kawasan dan wilayah sekitarnya. Dari hasil pendataan ini akan diperoleh identifikasi
kawasan dari segi fisik, sosial, budaya, dan ekonomi, serta identifikasi atas kondisi di wilayah
sekitarnya yang berpengaruh pada kawasan perencanaan. Data tersebut meliputi: peta (peta
regional, peta kota, dan peta kawasan perencanaan dengan skala 1:1.000 serta
memperlihatkan kondisi topografis/garis kontur), foto-foto (foto udara/citra satelit dan fotofoto kondisi kawasan perencanaan, peraturan dan rencana-rencana terkait, sejarah dan
signifikansi historis kawasan, kondisi sosial-budaya, kependudukan, pertumbuhan ekonomi,
kondisi fisik dan lingkungan, kepemilikan lahan, prasarana dan fasilitas, dan data lain yang
relevan.
b. Analisis Kawasan dan Wilayah Perencanaan
Analisis adalah penguraian atau pengkajian atas data yang telah dikumpulkan. Analisis
dilakukan secara berjenjang dari tingkat kota, tingkat wilayah, sampai pada tingkat kawasan.
Komponen analisis yang diperlukan antara lain analisis sosial kependudukan, prospek
pertumbuhan ekonomi, daya dukung fisik dan lingkungan, aspek legal konsolidasi lahan,
daya dukung prasarana dan fasilitas, kajian aspek historis.
Dari hasil analisis ini akan diperoleh arahan solusi atau konsep perencanaan atas
permasalahan yang telah diidentifikasikan pada tahap pendataan.
c. Penyusunan Konsep Program Bangunan dan Lingkungan
Hasil tahapan analisis program bangunan dan lingkungan akan memuat gambaran dasar
penataan pada lahan perencanaan yang akan ditindaklanjuti dengan penyusunan konsep
dasar perancangan tata bangunan yang merupakan visi pengembangan kawasan.
Penetapan konsep disesuaikan dengan karakter wilayah kajian dan hasil analisis.
Komponen dasar perancangan berisi: visi pembangunan, konsep perancangan struktur tata
bangunan

dan

lingkungan,

konsep

komponen

perancangan

kawasan,

blok-blok

pengembangan kawasan dan program penanganannya.


d. Penyusunan Rencana Umum dan Panduan Rancangan
Rencana umum dan panduan rancangan merupakan ketentuan tata bangunan dan
lingkungan pada suatu kawasan yang bersifat lebih detail dan bersifat sebagai panduan atau
arahan pengembangan. Panduan rancangan bersifat melengkapi dan menjelaskan secara
6

lebih rinci rencana umum yang telah ditetapkan sebelumnya, meliputi ketentuan dasar
implementasi rancangan dan prinsip-prinsip pengembangan rancangan kawasan.
Adapun komponen rancangan meliputi: struktur peruntukan lahan, intensitas pemanfaatan
lahan, tata bangunan, sistem sirkulasi dan jalur penghubung, sistem ruang terbuka dan tata
hijau, tata kualitas lingkungan, sistem prasarana dan utilitas lingkungan. Ketentuan dasar
implementasi rancangan dapat diatur melalui aturan wajib, aturan anjuran utama, dan aturan
anjuran pada kawasan perencanaan dimaksud.

e. Penyusunan Rencana Investasi


Rencana Investasi disusun berdasarkan dokumen RTBL yang memperhitungkan kebutuhan
nyata para pemangku kepentingan dalam proses pengendalian investasi dan pembiayaan
dalam penataan lingkungan/kawasan. Rencana ini menjadi rujukan bagi para pemangku
kepentingan untuk menghitung kelayakan investasi dan besaran biaya suatu program
penataan, ataupun sekaligus menjadi tolak ukur keberhasilan investasi. Secara umum
rencana investasi mengatur tentang besaran biaya yang dikeluarkan dalam suatu program
penataan kawasan dalam suatu kurun waktu tertentu, tahapan pengembangan, serta peran
dari masing-masing pemangku kepentingan.
f. Penyusunan Ketentuan Pengendalian Rencana
Ketentuan Pengendalian Rencana bertujuan untuk mengendalikan berbagai rencana kerja,
program kerja maupun kelembagaan kerja pada masa pemberlakuan aturan dalam RTBL
dan pelaksanaan penataan suatu kawasan, dan mengatur pertanggungjawaban semua
pihak yang terlibat dalam mewujudkan RTBL pada tahap pelaksanaan penataan bangunan
dan lingkungan. Ketentuan pengendalian rencana disusun sebagai bagian proses
penyusunan RTBL yang melibatkan masyarakat, baik secara langsung (individu) maupun
secara tidak langsung melalui pihak yang dianggap dapat mewakili (misalnya Dewan
Kelurahan, Badan Keswadayaan Masyarakat/BKM dan Forum Rembug Desa). Ketentuan
Pengendalian

Rencana

menjadi

alat

mobilisasi

peran

masing-masing

pemangku

kepentingan pada masa pelaksanaan atau masa pemberlakuan RTBL sesuai dengan
kapasitasnya dalam suatu sistem yang disepakati bersama, dan berlaku sebagai rujukan
bagi para pemangku kepentingan untuk mengukur tingkat keberhasilan kesinambungan
pentahapan pelaksanaan pembangunan.

g. Penyusunan Pedoman Pengendalian Pelaksanaan


Pedoman pengendalian pelaksanaan dimaksudkan untuk mengarahkan perwujudan
pelaksanaan penataan bangunan dan lingkungan/kawasan yang berdasarkan dokumen
RTBL, dan memandu pengelolaan kawasan agar dapat berkualitas, meningkat, dan
berkelanjutan. Pengendalian pelaksanaan dilakukan oleh dinas teknis setempat atau unit
pengelola teknis/UPT/badan tertentu sesuai kewenangan yang ditetapkan oleh kelembagaan
pemrakarsa penyusunan RTBL atau dapat ditetapkan kemudian berdasarkan kesepakatan
para pemangku kepentingan. Pedoman pengendalian pelaksanaan dapat ditetapkan dan
berupa dokumen terpisah tetapi merupakan satu kesatuan dengan dokumen RTBL,
berdasarkan kesepakatan para pemangku kepentingan, setelah mempertimbangkan
kebutuhan tingkat kompleksitasnya.
2. Tahapan Kegiatan
Dalam rangka memenuhi target sasaran sesuai dengan yang dipersyaratkan, berikut rincian
tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan:
a. Rapat Koordinasi Awal Kegiatan Penyusunan RTBL
Segera setelah proses kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan pihak penyedia
jasa konsultan RTBL selesai, akan diadakan rapat awal untuk koordinasi sebelum memulai
pekerjaan penyusunan RTBL di Satker. Rapat akan diselenggarakan oleh PPK Pembinaan
Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Banten Pada rapat tersebut akan disampaikan
hal-hal sebagai berikut:
- Penjelasan lingkup tugas konsultan penyusunan RTBL;
- Penjelasan tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan;
- Penjelasan deliniasi kawasan studi;
- Jadwal penyampaian dan pembahasan laporan;
- Perkenalan tenaga ahli Tim Penyedia Jasa; dan
- Penjelasan sistem koordinasi antara penyedia jasa dengan tim teknis yang terdiri dari
unsur Pemerintah Pusat, Satker PBL Provinsi dan Pemerintah Daerah Kab/Kota.
b. Penyusunan Laporan Pendahuluan
Segera setelah rapat koordinasi awal, tim tenaga ahli konsultan RTBL segera menyusun
Laporan Pendahuluan serta bahan tayangan yang akan disampaikan pada Rapat Laporan
Pendahuluan yang setidaknya memuat substansi sesuai dengan ketentuan mengenai isi
materi laporan yang tertera pada Bagian X tentang INDIKATOR KELUARAN DAN
KELUARAN.

c. Pelaksanaan Survey oleh Tim Konsultan


Sesuai dengan jadwal dan agenda yang telah disepakati, tim tenaga ahli konsultan RTBL
segera melaksanakan survey lokasi sesuai dengan rencana survey yang telah ditetapkan
pada pembahasan Laporan Pendahuluan. Dalam pelaksanaan survey tim konsultan.
d. Pelaksanaan Focus Group Discussion Pertama (FGD-I)
Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tim tenaga ahli konsultan RTBL segera
mengagendakan dan menyelenggarakan Focus Group Discussion Pertama (FGD-I) dengan
mengundang tim teknis daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait di daerah. Focus
Group Discussion Pertama (FGD-I) diadakan di tingkat Provinsi pada lokasi studi, dengan
melibatkan unsur Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas terkait, unsur kecamatan dan
kelurahan, unsur masyarakat umum serta komunitas masyarakat yang terkait dengan studi
RTBL di tingkat lokal.
Dalam Focus Group Discussion Pertama (FGD-I) tersebut tim tenaga ahli konsultan RTBL
menyampaikan hasil survey awal lokasi untuk dapat dikonfirmasi oleh pihak terkait serta
mengidentifikasi sebanyak-banyaknya aspirasi daerah terkait keterpaduan pembangunan di
lokasi studi dari masing-masing pihak pemangku kepentingan di daerah yang akan
diselaraskan menggunakan perangkat berupa Dokumen RTBL.
Di akhir pelaksanaan Focus Group Discussion Pertama (FGD-I) wajib disusun Berita Acara
FGD-I yang ditandatangani bersama oleh peserta yang memuat kesepakatan bersama
sebagai berikut:
- Pengesahan deliniasi kawasan studi oleh pihak berwenang Pemerintah Daerah;
- Identifikasi potensi dan permasalahan lokal kawasan serta penetapan visi dan misi pada
kawasan RTBL;
- Draft Sistematika Peraturan Bupati/Walikota tentang Penetapan RTBL pada Kawasan
Studi;
- Draft Sistematika Dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL);
- Draft materi RTBL pada bab Program Bangunan dan Lingkungan dan bab Rencana
Umum dan Panduan Rancangan; dan

e. Penyusunan Laporan Antara


Segera setelah dilaksanakannya survey lokasi dan Focus Group Discussion Pertama (FGDI), tim tenaga ahli konsultan RTBL segera menyusun Laporan Antara serta bahan tayangan
yang akan disampaikan pada Rapat Pembahasan Laporan Antara yang setidaknya memuat
materi hasil pelaksanaan survey dan hasil pembahasan serta kesepakatan Focus Group
Discussion Pertama (FGD-I).

f. Rapat Pembahasan Laporan Antara


Sesuai dengan jadwal dan agenda yang telah disepakati, tim tenaga ahli konsultan RTBL
segera

mengagendakan

dan

menyelenggarakan

Rapat

Laporan

Antara

dengan

mengundang tim teknis, serta unsur Pemerintah Daerah termasuk diantaranya Bappeda,
Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas terkait lainnya, unsur kecamatan dan kelurahan, unsur
masyarakat umum serta unsur asosiasi/komunitas masyarakat yang terkait dengan studi
RTBL di tingkat lokal.
Pembahasan Laporan Antara diselenggarakan di tingkat Provinsi pada lokasi kawasan studi
RTBL. Dalam rapat pembahasan Laporan Antara tersebut tim tenaga ahli konsultan RTBL
menyampaikan hasil pelaksanaan survey dan hasil pembahasan serta kesepakatan Focus
Group Discussion Pertama (FGD-I) dalam bentuk Laporan Antara.
Di akhir pelaksanaan Pembahasan Laporan Antara wajib disusun Berita Acara Pembahasan
Laporan Antara yang ditandatangani bersama oleh peserta yang hadir. Notulensi tersebut
pada intinya merupakan catatan, usulan, masukan dan kesepakatan bersama hasil
pemaparan Laporan Antara yang perlu ditindaklanjuti oleh konsultan dalam rangka
penyempurnaan Laporan Antara.
Segera setelah dilaksanakannya pembahasan Laporan Antara di daerah, tim tenaga ahli
konsultan segera memperbaiki substansi materi sesuai dengan catatan, usulan, masukan
dan kesepakatan bersama yang terjadi pada tahap pembahasan Laporan Antara di daerah.
Setelah

seluruh

perbaikan

selesai

dilakukan,

tim

tenaga

ahli

konsultan

segera

menyampaikan produk Laporan Antara yang telah diperbaiki tersebut disertai dengan Berita
Acara FGD-I dan Berita Acara Pembahasan Laporan Antara kepada tim teknis di tingkat
pusat bersama dengan PPK kegiatan terkait di Direktorat Penataan Bangunan dan
Lingkungan untuk mendapat persetujuan.
g. Kolokium RTBL
Tim tenaga ahli konsultan RTBL diwajibkan untuk hadir di acara kolokium RTBL yang
diselenggarakan di Jakarta oleh Direktorat Penataan bangunan dan Lingkungan untuk
mempresentasikan hasil sementara produk penyusunan dokumen RTBL sampai dengan
tahap Laporan Antara. Penekanan yang diutamakan pada pembahasan bersama tim ahli
(narasumber) dalam kolokium tersebut ialah terkait substansi materi RTBL pada Bab
Program Bangunan dan Lingkungan serta Bab Rencana Umum dan Panduan Rancangan.
h. Pelaksanaan Focus Group Discussion Kedua (FGD-II)
Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tim tenaga ahli konsultan RTBL segera
mengagendakan dan menyelenggarakan Focus Group Discussion Kedua (FGD-II) dengan
mengundang tim teknis daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait di daerah. Focus

10

Group Discussion (FGD) kedua diadakan di tingkat Provinsi pada lokasi studi, dengan
melibatkan unsur Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas terkait, unsur kecamatan dan
kelurahan, unsur masyarakat umum serta komunitas masyarakat yang terkait dengan studi
RTBL di tingkat lokal.
Dalam Focus Group Discussion Kedua (FGD-II) tersebut tim konsultan menyampaikan hasil
pekerjaan sementara sebagai berikut:

a. Rancangan Laporan Draft Akhir mencakup materi dokumen RTBL sesuai dengan
ketentuan pada Peraturan Menteri No. 6 tahun 2007 tentang Pedoman Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan (RTBL), yaitu:

Program Bangunan dan Lingkungan;


Rencana Umum dan Panduan Rancangan;
Rencana Investasi;
Ketentuan Pengendalian Rencana; dan
Pedoman Pengendalian Pelaksanaan.
b. Draft Peraturan Bupati/Walikota tentang Penetapan RTBL pada Kawasan Studi.
Di akhir pelaksanaan Focus Group Discussion Kedua (FGD-II) tim tenaga ahli konsultan
RTBL wajib menyusun Berita Acara FGD-II yang ditandatangani bersama oleh peserta FGDII yang memuat catatan dan masukan serta kesepakatan bersama terhadap dokumendokumen tersebut diatas.
i. Penyusunan Laporan Draft Akhir
Setelah pelaksanaan Focus Group Discussion Kedua (FGD-II), tim tenaga ahli konsultan
segera menyusun Laporan Draft Akhir serta bahan tayangan yang akan disampaikan pada
Rapat Pembahasan Laporan Draft Akhir yang memuat materi sebagai berikut:

a. Laporan Draft Akhir mencakup materi dokumen RTBL sesuai dengan ketentuan pada
Peraturan Menteri No. 6 tahun 2007 tentang Pedoman Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan (RTBL), yaitu:

Program Bangunan dan Lingkungan;


Rencana Umum dan Panduan Rancangan;
Rencana Investasi;
Ketentuan Pengendalian Rencana; dan
Pedoman Pengendalian Pelaksanaan.
b. Rancangan Peraturan Bupati/Walikota tentang Penetapan RTBL pada Kawasan Studi.

11

j. Pelaksanaan Rapat Pembahasan Laporan Draft Akhir


Pada tahap ini tim tenaga ahli konsultan didampingi dengan tim teknis yang terdiri dari unsur
pusat dan daerah menyampaikan paparan yang lengkap dan utuh mencakup keseluruhan
materi

Dokumen

RTBL,

Dokumen

Perencanaan/DED

dan

Rancangan

Peraturan

Bupati/Walikota tentang Penetapan RTBL pada Kawasan Studi di hadapan kepala daerah
(Bupati/Walikota) beserta jajarannya. Adapun hasil dari paparan ini ialah pernyataan tertulis
disetujui atau disetujui dengan catatan keseluruhan dokumen tersebut oleh kepala daerah
(Bupati/Walikota) yang dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan Laporan Draft Akhir dan
ditandatangani bersama oleh kepala daerah (Bupati/Walikota), Tim Teknis Pusat dan Daerah
serta Tim Tenaga Ahli Konsultan RTBL.
k. Penyempurnaan Laporan Draft Akhir
Segera setelah pelaksanaan Rapat Pembahasan Laporan Draft Akhir, tim tenaga ahli
konsultan

segera

berdasarkan

bekerja

catatan,

menyempurnakan

usulan,

masukan

seluruh

dan

dokumen

kesepakatan

penyusunan

bersama

pada

RTBL
saat

dilaksanakannya rapat pembahasan Laporan Draft Akhir.


l. Pelaksanaan Rapat Pembahasan Laporan Akhir
Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tim Penyedia Jasa segera mengagendakan
dan menyelenggarakan Rapat Pembahasan Laporan Akhir dengan mengundang seluruh tim
teknis. Rapat Pembahasan Laporan Akhir diadakan di tingkat pusat dengan agenda finalisasi
keseluruhan dokumen produk penyusunan RTBL sebagai berikut:

a. Laporan Akhir mencakup materi dokumen RTBL sesuai dengan ketentuan pada
Peraturan Menteri No. 6 tahun 2007 tentang Pedoman Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan (RTBL), yaitu:

Program Bangunan dan Lingkungan;


Rencana Umum dan Panduan Rancangan;
Rencana Investasi;
Ketentuan Pengendalian Rencana; dan
Pedoman Pengendalian Pelaksanaan.
b. Rancangan Peraturan Bupati/Walikota tentang Penetapan RTBL pada Kawasan Studi.
Di akhir rapat pembahasan laporan akhir disusun Berita Acara Pembahasan Laporan Akhir
yang memuat catatan, usulan, masukan dan kesepakatan bersama dengan tim teknis terkait
penyempurnaan keseluruhan dokumen tersebut diatas.

12

m. Proses Legalisasi/Penandatanganan Produk Dokumen RTBL


Setelah seluruh catatan, usulan, masukan dan kesepakatan bersama yang dituangkan
dalam Berita Acara Pembahasan Laporan Akhir ditindaklanjuti oleh tim tenaga ahli konsultan,
seluruh dokumen produk penyusunan RTBL tersebut diatas segera disampaikan ke
Pemerintah Daerah untuk mendapat legalisasi dalam bentuk penandatanganan oleh pihakpihak terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Apabila proses penandatanganan
membutuhkan waktu lebih dan diperkirakan akan selesai melebihi Tahun Anggaran 2013,
maka tim tenaga ahli konsultan RTBL diminta untuk membuat Berita Acara Serah Terima
Dokumen RTBL yang ditandatangani oleh unsur pihak Pemerintah Daerah yang berwenang.
Berita Acara Serah Terima Dokumen ini digunakan sebagai bukti telah selesainya
serangkaian proses penyusunan RTBL yang telah menghasilkan keseluruhan produk RTBL
yang telah diterima oleh pihak Pemerintah Daerah.

X.

INDIKATOR KELUARAN DAN KELUARAN

1. Indikator Keluaran (Kualitatif)


Tersusunnya Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) pada Kawasan Soial Budaya
Kecamatan Tanara Kabupaten Serang sesuai dengan Pedoman Penyusunan RTBL yang
terdapat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007, yang dapat digunakan
sebagai panduan dalam penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungan di kawasan
tersebut.
2. Keluaran (Kuantitatif)
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah bahwa Konsultan memberikan
Laporan Pendahuluan

5 (lima) eksemplar dalam format A4,

Laporan Antara

5 (lima) eksemplar dalam format A3,

Laporan Draft Akhir

5 (lima) eksemplar dalam format A3,

Laporan Akhir

10 (sepuluh) eksemplar dalam format A3,

Rancangan Peraturan

1 (satu) set, dan

5 (lima) keping

Bupati/Walikota
CD Dokumentasi

Adapun isi materi laporan tersebut diatas memuat hal-hal dibawah ini:
13

1)

Laporan Pendahuluan, memuat :


a. Pemahaman dan tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja;
b. Rencana pencapaian sasaran, mencakup jadwal kerja, target/sasaran dan alokasi
tenaga ahli;
c. Metodologi pekerjaan penyusunan RTBL termasuk kajian kepustakaan (studi literatur),
kajian peraturan daerah setempat terkait dengan penyusunan RTBL dan kajian teoritis
serta kajian terhadap studi kasus sejenis;
d. Rencana survey, mencakup metode pengumpulan data, metode pengolahan data,
metode analisis data, jadwal survey, identifikasi lokasi survey, target data, identifikasi
instansi pemilik data dan pembuatan kuesioner
e. Rencana Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), termasuk FGD-I dan FGD-II,
mencakup metode pelaksanaan, materi, target, jadwal pelaksanaan, daftar undangan
dan lokasi kegiatan; dan
f. Gambaran umum kawasan perencanaan, mencakup profil kawasan, studi area
deliniasi studi, identifikasi potensi kawasan, identifikasi permasalahan kawasan,
identifikasi instansi pemerintah daerah, keberadaan perusahaan swasta serta
komunitas masyarakat lokal yang kemungkinan akan terlibat dalam proses
penyusunan RTBL.
Diserahkan selambat-lambatnya 30 (tigapuluh) hari kalender sejak SPMK dikeluarkan.

2)

Laporan Antara, memuat:

a. Gambaran umum kawasan perencanaan, berdasarkan data yang didapat dari hasil
survey dan FGD;

b. Tinjauan kebijakan program pembangunan yang terdapat pada kawasan perencanaan,


seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Poldas, Renstrada, dsb.

c. Analisis terhadap seluruh potensi dan masalah terhadap elemen perancangan RTBL,
meliputi:
- Analisis Daya Dukung Lahan;
- Analisis Kesesuaian Lahan;
- Analisis Intensitas Bangunan, dengan menggunakan kriteria terukur dan tdk terukur;
dan
- Analisis untuk menentukan prioritas program pembangunan dilakukan terhadap
masing-masing elemen rancang RTBL dengan menggunakan metode SWOT.

d. Materi rancangan Bab I pada Sistematika Dokumen RTBL, yaitu: Program Bangunan
dan Lingkungan;

14

e. Materi rancangan Bab II pada Sistematika Dokumen RTBL, yaitu: Rencana Umum
dan Panduan Rancangan;

f. Draft Sistematika Peraturan Bupati/Walikota tentang Penetapan RTBL pada Kawasan


Studi.
Diserahkan

selambat-lambatnya

60

(enam

puluh

hari)

kalender

sejak

Laporan

Pendahuluan diserahterimakan dan disetujui oleh Tim Teknis/Penilai.


3)

Laporan Draft Akhir, memuat hal-hal sebagai berikut:

a. Seluruh materi dalam sistematika dokumen RTBL sesuai dengan ketentuan pada
Peraturan Menteri No. 6 tahun 2007 tentang Pedoman Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan (RTBL), yaitu:

Program Bangunan dan Lingkungan;


Rencana Umum dan Panduan Rancangan;
Rencana Investasi;
Ketentuan Pengendalian Rencana; dan
Pedoman Pengendalian Pelaksanaa
b. Draft Peraturan Bupati/Walikota tentang Penetapan RTBL pada Kawasan Studi.
Diserahkan selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh hari) kalender sejak Laporan Antara
diserahterimakan dan disetujui oleh Tim Teknis/Penilai.
4)

Laporan Akhir, mencakup :

a. Seluruh materi dalam sistematika dokumen RTBL yang telah disempurnakan


berdasarkan catatan, usulan, masukan dan kesepakatan bersama yang didapat pada
pembahasan laporan draft akhir, yaitu:

Program Bangunan dan Lingkungan;


Rencana Umum dan Panduan Rancangan;
Rencana Investasi;
Ketentuan Pengendalian Rencana; dan
Pedoman Pengendalian Pelaksanaan.
Diserahkan selambat-lambatnya 60 (tiga puluh hari) kalender sejak Laporan Draft Akhir
diserahterimakan dan disetujui oleh Tim Teknis/Penilai.
5)

Rancangan Peraturan Bupati/Walikota tentang Rencana


Tata Bangunan dan Lingkungan. Diserahkan bersamaan dengan laporan akhir.

6)

CD

yang

berisi

Laporan

Akhir,

Peraturan

Bupati/Walikota dan Eksekutif Summary, diserahkan bersamaan dengan laporan akhir.

15

XI.

PERSONIL

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan ini, Tenaga Ahli yang dibutuhkan antara lain:
1. Team Leader (Ahli Perencanaan Wilayah Kota/Urban Design) : 1 orang
Strata 2 (S2) Perencanaan Wilayah Kota/ Urban Design lulusan universitas atau perguruan
tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian
Negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi Memiliki sertifikasi keahlian
sesuai dengan bidang keahlian dikeluarkan oleh Asosiasi yang telah disahkan oleh LPJK.
Berpengalaman profesional minimal 3 ( tiga ) tahun sesuai bidang keahlian dilengkapi dengan
referensi kerja.
Pekerjaan yang termasuk sejenis:
perencanaan RDTR,
Peraturan Zonasi,
UDGL
Gentrifikasi
Preservasi dan Konservasi
Renewal atau Pembangunan Peremajaan
Rehabilitasi
Reklamasi
Infill Development
Relokasi
perencanaan RTBL
Lingkup tugas Team Leader yaitu memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim
kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.
2. Tenaga Ahli Arsitektur: 1 orang
Strata 1 (S1) Arsitektur lulusan universitas atau perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara atau perguruan
tinggi luar negeri yang telah diakreditasi.
Memiliki sertifikasi keahlian sesuai dengan bidang keahlian dikeluarkan oleh Asosiasi
yang telah disahkan oleh LPJK.
Berpengalaman profesional minimal 4 ( empat ) tahun sesuai bidang keahlian dilengkapi
dengan referensi kerja.
Lingkup tugas tenaga ahli ini yaitu melakukan melakukan kajian aspek arsitektur terhadap
penyusunan dokumen RTBL.

3. Tenaga Ahli Sipil : 1 orang


Strata 1 (S1) Teknik Sipil lulusan universitas atau perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara atau perguruan
tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
16

Memiliki sertifikasi keahlian sesuai dengan bidang keahlian dikeluarkan oleh Asosiasi
yang telah disahkan oleh LPJK.
Berpengalaman profesional minimal 4 ( empat ) tahun sesuai bidang keahlian dilengkapi
dengan referensi kerja.
Lingkup tugas tenaga ahli ini yaitu melakukan kajian aspek teknik sipil dan infrastruktur
terhadap penyusunan dokumen RTBL

4. Tenaga Ahli Ekonomi Pembangunan: 1 orang


Strata 1 (S1) Ekonomi lulusan universitas atau perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara atau perguruan
tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
Berpengalaman profesional minimal 4 ( empat ) tahun sesuai bidang keahlian dilengkapi
dengan referensi kerja.
Lingkup tugas tenaga ahli ini yaitu melakukan melakukan kajian aspek ekonomi pembangunan,
terhadap penyusunan dokumen RTBL.
5. Tenaga Ahli Arsitektur/Lansekap: 1 orang
Strata 1 (S1) Arsitektur Lansekap lulusan universitas atau perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
Memiliki sertifikasi keahlian sesuai dengan bidang keahlian dikeluarkan oleh Asosiasi
yang telah disahkan oleh LPJK.
Berpengalaman profesional minimal 4 ( empat ) tahun sesuai bidang keahlian dilengkapi
dengan referensi kerja.
Lingkup tugas tenaga ahli ini yaitu melakukan melakukan kajian aspek arsitektur lansekap
terhadap penyusunan dokumen RTBL.
6. Ahli Teknik Lingkungan: 1 orang
Strata 1 (S1) Teknik Lingkungan lulusan universitas atau perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi.
Memiliki sertifikasi keahlian sesuai dengan bidang keahlian dikeluarkan oleh Asosiasi
yang telah disahkan oleh LPJK.
Berpengalaman profesional minimal 4 ( empat ) tahun sesuai bidang keahlian dilengkapi
dengan referensi kerja.
7. Ahli Bidang Hukum dan Peraturan : 1 orang

17

Strata 1 (S1) Sarjana Hukum lulusan universitas atau perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi.
Berpengalaman profesional minimal 1 (satu) tahun sesuai bidang keahlian dilengkapi
dengan referensi kerja.
Lingkup tugas tenaga ahli ini yaitu melakukan pengarahan, pengawasan terhadap proses surat
menyurat, administrasi kontrak dan pelaporan selama pelaksanaan penyusunan dokumen
RTBL serta melakukan review naskah perundang-undangan pada rancangan peraturan
Bupati/Walikota terkait penetapan lokasi RTBL pada kawasan bersangkutan
8.

Narasumber (intermitten pada saat Sosialisasi awal, FGD II dan ekspose Pusat)

9. Tenaga Penunjang
Tenaga ahli dan asisten tenaga ahli tersebut diatas dalam pelaksanaan tugas dibantu oleh
tenaga penunjang yang dibutuhkan, diantaranya sebagai berikut:

CAD / Cam Operator (DIII)


Surveyor ( D IIII )
Administrasi/Keuangan (SMA/SMK)
Operator Komputer (SMA/SMK/DIII)

Detil komposisi jumlah tenaga penunjang yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan pada Bill
of Quantity (BOQ).
Penyedia jasa diharapkan melengkapi proposal usulan teknis dengan melampirkan waktu
penugasan, rincian tugas serta mekanisme pelaksanaan pekerjaan team leader dan tenaga ahli
lainnya dalam bentuk Bar Chart Schedule.

XII. JADWAL KEGI ATAN


1. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
Waktu Pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan kalender.
2. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
18

Matriks jadwal tahapan pelaksanaan kegiatan ialah sebagai berikut:


NO

BULAN

KEGIATAN

1.

Koordinasi Awal (Provinsi)

2.

Sosialisasi Awal di tk. Kab/Kota

3.

Pembahasan Laporan Pendahuluan (Provinsi)

4.

Pelaksanaan Survey Lokasi di Lokasi Studi

(Kab/Kota)
5.

Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)


Pertama di Daerah (Kab/Kota)

6.

Pembahasan Lap. Antara di Daerah (Kab/Kota)

7.

Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)


Kedua di Daerah (Kab/Kota)

8.

Kolokium dan/atau Review RTBL di Pusat (1 kali


di Pusat)

9.

Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)


Ketiga di Daerah (Kab/Kota)

10.

Pembahasan Laporan Draft Akhir di Daerah


(Kab/Kota) mengundang narasumber Pusat

11.

Pembahasan

Laporan

Akhir

di

Daerah

(Kab/Kota) mengundang narasumber Provinsi


12.

Ekspose Laporan Akhir di Pusat

Sesuai dengan waktu pelaksanaan dan rencana kerja, tim penyedia jasa diwajibkan untuk
menyusun matrik pelaksanaan kegiatan secara rinci dengan mencantumkan seluruh item
pekerjaan, keterlibatan para tenaga ahli dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan
masing-masing items pekerjaan, serta keluaran dari masing-masing kegiatan.

XIII. PENUTUP
1. Kerangka Acuan Kerja ini merupakan pedoman dasar yang dapat dikembangkan lebih lanjut
oleh Konsultan Perencana sepanjang keluaran akhir dapat dihasilkan secara optimal dan
sesuai dengan yang diharapkan.
2. Format laporan diupayakan mengikuti standar pelaporan yang representatif, baik jenis
kertas, tulisan, maupun sampul minimal mengikuti standar pelaporan Direktorat Jenderal
Cipta Karya dan Kementerian Pekerjaan Umum yang berlaku.

19

3. Gambaran Umum dan Batas Deliniasi Kawasan Studi Penyusunan RTBL sebagaimana
dimaksud dalam penjelasan Bagian IV tentang Lokasi Kegiatan diatas serta rincian Bill of
Quantity pekerjaan Studi Penyusunan RTBL sebagaimana dimaksud dalam penjelasan
Bagian V tentang Sumber Pendanaan tercantum pada lampiran Kerangka Acuan Kerja
(KAK), yang merupakan satu kesatuan pengaturan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini.

Serang, Januari 2014


Pejabat Pembuat komitmen
Pembinaan Penataan Bangunan dan
Lingkungan Provinsi Banten

BIMA SETIAWAN, ST
NIP. 198004142006041008

20