Anda di halaman 1dari 3

Agar Komputer

Bekerja Optimal
Wednesday, 20 August 2008
Langkah I : Kenali Sistem Komputer Kita
Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah membuat inventarisasi sistem komputer.
Informasi ini diperlukan saat kita akan memperbaiki atau upgrade komputer. Mulailah
dengan mencatat nomor seri, merk, jenis komputer, dan masing-masing modul utama
yang mendukungnya. Catatan ini berguna bagi kita / teknisi untuk menentukan jenis
komponen yang ada dalam sistem kita. Bila kita telah menambahkan atau mengganti suatu
komponen, kita harus ganti juga daftar inventori dengan model dan nomor seri modul
pengganti.
Kita juga harus mengenal konfigurasi sistem secara detail. Pada komputer-komputer
berbasis Windows, hal ini berarti mengcopy dan mencetak beberapa file sistem penting
yang akan berguna ketika timbul masalah.
Contoh komputer dengan basis Windows 9x, salah satu cara yang paling sederhana untuk
mengamankan file konfigurasi sistem adalah dengan menjalankan program sysedit. Kalau
memakai Windows 9x, jalankan Windows Explorer dan kliklah subdirektori sistem pada
direktori Windows di dalam hard disk. Klik dua kali file Sysedit, maka akan muncul
semua file sistem -- mulai dari AUTOEXEC.BAT sampai SYSTEM.INI -- di jendela
Wordpad. Semua itu bisa kita simpan dalam disket atau dicetak.
Kitapun bisa melakukan dengan cara lain, memakai peranti lunak baru yang tak hanya
melaporkan konfigurasi sistem, melainkan juga secara otomatis mengatasi beberapa
konflik konfigurasi.
Contoh lain seandainya menggunakan Macintosh, kita tak perlu mengopi file sistem, tapi
cukup membuat daftar semua file INIT dan CDEV -- biasa disebut sebagai system
extensions -- yang berisi program pembuka (start-up).
Konflik-konflik yang terjadi di antara file-file tersebut merupakan sumber malapetaka
yang biasa terjadi pada mesin-mesin Mac.
Kita bisa melihat daftar file tadi dengan Extensions Manager Control Panel, yang juga
bisa kita gunakan untuk menghilangkan satu atau lebih extension, sehingga lewat proses
eliminasi tadi, Anda dapat mengidentifikasi file mana yang mengakibatkan masalah.
Hanya saja, Extensions Manager tak memungkinkan kita untuk mencetak daftar itu. Bila
diinginkan, Anda bisa mencetak seluruh layar (print screen).
Portal Praja, oleh Ngurah Praja, membuat Virus Kompuer, Virus dengan VB6. Dengan informasi tentang Kecamatan baru Jembrana, di
Jembrana Kabupaten Jembrana, Bali.

Langkah II : Buat Disket Start-up


Kalau komputer mengalami masalah sehingga kita tak bisa mengakses hard disk. kita
mesti menggunakan cara lain agar bisa mem-boot sistem, yaitu dengan menggunakan
disket boot sistem atau CD boot sistem.
Komputer generasi saat ini, biasanya sudah dilengkapi dengan bootable CD-ROM, selain
bootable disket, seperti halnya Norton Utilities untuk Macintosh -- sesuatu yang harus
dimiliki pengguna Mac. Untuk PC berbasis Windows, kita harus membuat sendiri disket
boot itu, menggunakan Add/Remove Programs di control panel.
Pilih Startup Disk tab, dan lalui seluruh proses yang berjalan di bawah Windows 9x ini,
atau cara lainnya, keluarlah ke DOS prompt dan ikuti perintah di bawah ini. Siapkan satu
disket kosong saat Anda menjalankan perintah (jangan lupa untuk memberi nama label),
lalu ketik: - Format /S A: - Copy C:\AUTOEXEC.BAT A: - Copy C:\CONFIG.SYS A: -

Copy C:\WINDOWS\SYSTEM.INI A: - Copy C:\WINDOWS\WIN.INI A:


Langkah III : Mengatur Sistem Harddisk (1)
Karena merupakan tempat penyimpan aplikasi, dan yang lebih penting, file data yang kita
buat dengan aplikasi tadi, harddisk membutuhkan perhatian khusus agar dapat tetap
bekerja optimal. Setiap hari kita membuat file baru, menghapus yang tak dibutuhkan lagi,
dan meng-update file-file yang ada.
Karena cara Windows dan Mac OS menyediakan tempat untuk file, harddisk dapat
terpecah-pecah (fragmented). File ditempatkan dalam ruang-ruang kecil di seluruh
harddisk, karena tak ada tempat yang cukup besar untuk menyimpannya. Harddisk yang
telah ter-fragmented akan membuat akses menjadi lambat dan membuatnya sulit
diperbaiki jika terjadi kesalahan (error).
Untuk menyatukan kembali (defragment) hard disk berbasis Windows 9x, gunakan
program Disk Defragmenter di dalam Programs/Accessories/System Tools. Pada Mac,
gunakan program bantu semacam Speed Disk yang ada pada Norton Utilities khusus Mac.
Sebaiknya kita melakukan proses defrag hard disk dengan jadwal yang telah kita buat,
bukan berarti harus enam bulan sekali kita melakukan defrag. Yang pasti kita harus mendefrag-nya setiap kali membuat atau menghapus sejumlah besar file dalam satu jangka
waktu tertentu (panjang/pendek)
Kadang-kadang areal penyimpan yang disebut "sektor" (sector) rusak (bad). Suatu utiliti
yang disebut disk scanner dapat mendeteksi kerusakan yang digolongkan berat (hard) dan
membuatkan semacam "pelindung" sektor sehingga sistem operasi yang berjalan tak
menggunakannya untuk menyimpan file. Sebaliknya, disk scanner hanya akan mendeteksi
adanya kerusakan ringan (soft jika kehilangan jejak satu atau beberapa file.
ScanDisk (dapat ditemukan dalam tool Program/Accessories/System) merupakan disk
scanner yang sudah terpasang dalam Windows 95 dan dapat mendeteksi kesalahan (error)
baik yang berat (hard) maupun gampang (soft).
Pada Mac, Anda bisa menggunakan program Disk First Aid yang biasa ada pada Disk
Doctor Utility di dalam Norton Utilities untuk Macintosh.
Seyogyanya Anda menjalankan hard disk scan tersebut setidaknya tiap bulan. Jika
komputer Anda mengalami masalah (crash atau hang) dan tiba-tiba mati tanpa melalui
prosedur yang seharusnya, jalankan segera disk scan begitu reboot.
Langkah III: Mengatur Sistem Harddisk (2)
Anda punya segudang alasan mengapa mesti mengatur simpanan file di dalam hard disk.
Pertama, itu memudahkan proses "cuci gudang" -- penghapusan file-file yang sudah tak
berguna lagi. Kedua, menyimpan data secara teratur dan terkategori sesuai folder masingmasing akan mengurangi risiko Anda menghapus program atau data penting. Dan yang
lebih penting, hard drive yang tertata baik lebih mudah dan lebih cepat di-back-up.
Buatlah folder bagi tiap program dan isilah hanya dengan data yang sesuai. Atau, buatlah
folder untuk setiap anggota keluarga. Dengan memberinya nama file dan folder akan
membantu Anda untuk mengingatnya -- bahkan jika suatu saat Anda telah lupa mengapa
membuatnya -- dan menghapus data yang sudah tak dipakai.
Kasus lain lagi adalah sekali Anda memasukkan satu program ke dalam sistem Windows,
jangan ubah nama (rename) direktori programnya atau memindahkan file-nya ke tempat
lain. Kalau tidak, komputer Anda akan kehilangan jejak untuk menelusurinya.

Anda dapat menempatkan data -- yang Anda buat dengan aplikasi -- di mana saja. Jika
Anda harus mengubah tempat suatu aplikasi, gunakah Add/Remove Programs di Control
Panel Windows 95.
Langkah III: Mengatur Sistem Harddisk (3)
Membuat back up juga berarti mengcopy, sehingga jika suatu saat data aslinya rusak atau
hilang, Anda masih bisa memakai duplikatnya. Anda dapat mem-back up hard disk ke
dalam disket atau hard drive tambahan (removable).
Seberapa sering Anda perlu membuat back up tergantung pada sepenting apa waktu Anda.
Kalau Anda sedang mengerjakan file-file penting, simpanlah ke dalam disket dan hard
disk. Jika Anda menjalankan bisnis rumah tangga, Anda mesti menginvestasikan tape
back up drive dan lakukan back up setiap hari.
Back up-lah data ke dalam folder data seminggu sekali dan buatlah secara lengkap enam
bulan sekali.
Langkah IV: Jauhkan dari Virus Komputer
Serangan virus selalu mengintip setiap saat, terutama bila Anda sering bermain Internet.
Untuk mencegah menularnya virus, gunakan program-program antivirus yang banyak
beredar. Lakukan pemeriksaan virus sesering mungkin guna mencegah meluasnya infeksi.
Langkah IV: Matikan komputer sesuai prosedur
Windows 95, Windows 3.1 dan Mac OS menyediakan metode standar untuk mematikan
komputer: disebut shut down menu. Gunakan metode tersebut untuk menghindarkan
komputer dari konflik listrik maupun system crass.